Showing posts with label Ini Baru Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Ini Baru Indonesia. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

Deklarasi Netizen Indonesia MPR RI : Menebar Kedamaian di Ranah Digital


Deklarasi Netizen Indonesia yang ditandatangani 44 netizen (warganet) terpilih yang mewakili 11 wilayah atau Provinsi di Indonesia (Sumber: dokumen pribadi)



 Ranah digital telah menjadi media untuk menyampaikan informasi, pertemananan hingga melakukan bisnis jual beli. Juga, ranah digital seringkali menjadi ajang “hate speech”, mencemarkan nama baik seseorang atau lembaga. Dengan kata lain, ranah digital menjadi dua sisi mata pedang. Di mana, satu sisi bisa memberikan banyak manfaat bagi semua. Tetapi, di sisi lain  bisa menjadi senjata yang merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sebagai lembaga negara berusaha memanfaatkan keuntungan dari ranah digital. Untuk menghasilkan “awareness” yang masif maka lembaga tinggi negara tersebut menggandeng Warganet (Netizen) dari seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, MPR RI mengundang 44 netizen terpilih dari 11 Provinsi di Indonesia untuk melakukan perancangan draft hingga penandatanganan naskah Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI tanggal 7-9  Desember 2018 lalu.

*****

Tidak terbersit dalam pikiran bahwa saya akan menjadi bagian dari warganet (netizen) yang diundang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jakarta tanggal 7-9 Desember 2018 lalu. Bukan itu saja, saya menjadi salah satu koordinator dari para netizen yang mewakili Provinsi Bali. Mungkin, ini adalah jawaban Allah SWT yang mengamini mimpi saya bahwa dengan berbuat baik akan mendapatkan ganjaran di suatu hari nanti.
Ya, berusaha untuk berbuat baik dengan memberikan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi bagi orang lain. Baik melalui tulisan (blog), postingan di akun media sosial dari Facebook hingga akun video YouTube. Saya berusaha untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial saat ini.
Dan, yang membuat saya bangga adalah MPR RI membiayai segala keperluan dari biaya transportasi hingga akomodasi. Saya benar-benar merasa tersanjung. Karena, hal tersebut adalah program negara di mana MPR RI ingin selalu dekat dengan masyarakat Indonesia melalui ranah digital. MPR RI sebagai salah satu lembaga tinggi negara yang menginginkan agar informasi yang bertebaran di media sosial adalah informasi yang menyejukkan alias memberikan kedamaian bagi sesama.

Hari Pertama : Penyusunan Draft Deklarasi Netizen Indonesia
MPR RI memberikan fasilitas semua netizen yang hadir dengan fasilitas hotel bintang lima. The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang berlokasi dekat dengan Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta Convention Center (JCC) menjadi tempat saya dan netizen lainnya untuk melemaskan otot-otot.  Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan dengan pesawat Garuda Indonesia (GA 4412) Bali - Jakarta. Serta, 2 jam perjalanan menyusuri jalanan Jakarta yang penuh macet.
Dari kamar di lantai 5 hotel bintang lima tersebut, saya bisa menyaksikan betapa angkuhnya gedung-gedung Jakarta yang menjulang tinggi. Juga, stadion GBK bagaikan sebuah cangkir yang berselimutkan pepohonan. Di situlah, Persija Jakarta dan Mitra Kukar akan bertanding untuk menjadi jawara dalam laga Liga Gojek. Pemandangan kota Jakarta yang berselimutkan awan dan mendung membuat hati saya menjadi sedikit tenang. Karena, deru kemacetan akan menjadi teman sejati ketika keluar dari hotel  untuk menyusuri jalanan Jakarta.


*****

Sesuai dengan agenda MPR RI maka setelah melakukan sholat isya, 44 netizen akan berkumpul di Merapi Room untuk “Welcoming Dinner”, ramah-tamah dengan MPR RI. Namun, hal yang menarik adalah, 44 netizen diberikan kepercayaan oleh MPR RI untuk membahas isu-isu terkini dan viral di ranah digital. Selanjutnya, akan dijadikan sebuah draft naskah Deklarasi Netizen Indonesia.
Acara ramah-tamah berlangsung sangat “cool” dan santai. Mbak Mira Sahid dan Mbak Lia dari netizen Jakarta memandu acara yang penuh kekerabatan tersebut dengan joke-joke yang segar. Setiap netizen yang hadir diberi kesempatan untuk memperkenalkan nama dan hal-hal yang dilakukan berhubungan dengan ranah digital.
Kehadiran dan sambutan Kabiro Humas MPR RI Ibu Siti Fauziah, S.H., M.H. yang familiar dipanggil Ibu Titi dan Kepala PDSI (Pengolahan Data & Sistem Informasi) Andrianto Madjid, S.E., M.M. yang akrab dipanggil Mas Andrian membuat  suasana menjadi cair. Saya dan netizen lainnya yang hadir seperti berada dalam sebuah keluarga yang lama tidak bertemu. Benar-benar menjadi keluarga besar yang saling berbagi kisah dan kenangan.
Dan, para netizen tersebut menjadikan momen yang ada sebagai bahan postingan di berbagai akun media sosial (medsos) mereka masing-masing. Bahkan, banyak netizen yang melakukan siaran langsung  baik di Instagram maupun di Facebook. Dan, acara ramah tamah pun telah menghiasi berbagai media sosial.  Kadangkala, kalimat-kalimat lebay atau joke-joke yang menyegarkan keluar dari para netizen. Suasana semakin riuh dan menggemaskan. Setiap orang yang ada di ruangan tersebut berkompetisi untuk ikut andil membuat acara semakin hidup.


Mbak Mira Sahid, Ibu Siti Fauziah (biasa dipanggil Ibu Titi) dan Mas Andrian (Sumber: dokumen pribadi)


Selanjutnya, para netizen dibagi beberapa kelompok untuk membahas hal-hal yang viral dan menarik untuk dibahas menjadi sebuah poin penting  yang ada dalam deklarasi netizen. Waktu kurang lebih 1 jam sangatlah kurang untuk membahas hal-hal yang wajib dituangkan dalam sebuah draft deklarasi netizen. 
Tetapi, netizen terpilih telah memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Hal-hal penting dari para netizen yang mempunyai arti sama akan dijadikan satu dalam sebuah poin penting. Dengan dipandu mbak Lia, maka ide-ide yang muncul dari para netizen difokuskan menjadi 4 poin penting layaknya 4 pilar MPR RI. Yang selanjutnya menjadi “Draft Deklarasi Netizen Indonesia".
Dan, Mas Andrian sebagai wakil dari MPR RI menerima draft Deklarasi Netizen Indonesia yang diserahkan oleh perwakilan netizen yang hadir. Alhamdulillah, pihak MPR RI sangat menghargai kinerja netizen yang telah bekerja keras membuat poin-poin penting dalam draft tersebut. Saya sebagai bagian dari para netizen pun merasa bangga ikut memberikan sumbangsih yang hanya “setetes air” dari lautan yang Maha Luas. Dan, tugas netizen dihari pertama diakhiri dengan saling berkenalan sesama netizen dan pihak MPR RI. Tidak lupa, acara foto bersama pun menjadi agenda utama.   


Perwakilan Netizen menyerahkan draft Deklarasi Netizen Indonesia kepada pihak MPR RI yang diwakili oleh Mas Andrian  (Sumber: dokumen pribadi)



Foto bersama sehabis acara (Sumber: dokumen pribadi)

  

Hari Kedua : Pembacaan dan Penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia

Hari kedua adalah hari padat kegiatan bagi para netizen. Agenda kegiatan yang ada adalah penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia oleh 44 netizen Indonesia yang hadir. Dan, acara rekreasi ke dua tempat wisata viral di media sosial yaitu Museum Macan di Kebon Jeruk Jakarta Barat dan Wisata Kota Tua Jakarta Utara. Dan, rekreasi akan berakhir di Jimbaran Resto Pantai Marina Ancol Jakarta Utara.
Sekitar pukul 07.00 WIB, 2 bis (Bus Merah dan Bus Putih) yang membawa para netizen dan pihak MPR RI bertolak dari The Sultan Hotel & Residence Jakarta menuju Gedung MPR RI.  Selama perjalanan, penuh kegembiraan dari para netizen. Dari ajang selfie hingga senda gurau menjadi menu utama. Kebetulan saya ikut dalam rombongan Bus Merah yang dipandu oleh Mbak Mira Sahid. 
Seperti anak yang diberi mainan baru, maka saya dan netizen lainnya menjadi  orang baru saat berada di kawasan MPR RI/DPR RI. Mimpi yang menjadi kenyataan. Setiap sudut kawasan tersebut menjadi objek jepretan kamera yang akan menjadi bahan tulisan atau postingan di media sosial. Gelak tawa para netizen terdengar di sana sini. Ada yang melakukan siaran langsung melalui akun sosial medianya. Serta, merekam setiap momen bersejarah untuk menjadi bahan kenangan atau diposting di YouTube.
Saya pribadi baru merasakan pengalaman seumur hidup. Bisa bebas mengekspresikan di kawasan steril milik rakyat. Saya meluapkan kegembiraan dengan berbagai jepretan kamera dan rekaman video. “Kapan lagi saya bisa narsis begini di gedung milik wakil rakyat“ pikir saya. Kecuali, jika Allah SWT mentakdirkan saya diundang kembali oleh MPR RI dan menjadi wakil rakyat atau senator. Karena, garis nasib hanyalah Allah SWT yang Maha Menentukan. Wallahu a’lam bissawab.    

*****
 
Sesuai waktu yang ditentukan, maka semua netizen memasuki Ruang Delegasi yang berada di Gedung Nusantara V MPR RI. Memasuki Ruang Delegasi merupakan kebanggaan besar bagi saya. Betapa tidak, hal yang tidak mudah untuk memasuki ruangan tersebut, meskipun bagi anggota MPR RI/DPR RI. Perlu alasan dan ijin yang sangat ketat untuk menggunakan fasilitas ruangan tersebut. Perlu diketahui bahwa Ruang Delegasi tersebut diperuntukan hanya untuk hal-hal luar biasa seperti menerima delegasi luar negeri, melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu) anggota wakil rakyat dan tempat Presiden melakukan komunikasi dengan MPR RI.    
Selanjutnya, acara penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebuah hal yang sangat khidmat saat dinyanyikan dalam ruangan yang spesial. Jujur, saya hampir menangis karena terharu dan bangga bercampur menjadi satu.  


Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Saya berdiri di sebelah kanan Mas Andrianto (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)



Acara semakin cair dengan adanya kata sambutan dari Mas Andrian dan Bu Titi (panggilan akrab dari Ibu Siti Fauziah). Sebuah kebanggan besar bagi para netizen saat dua orang pembesar MPR RI yang berhubungan erat dengan ranah digital tersebut mengapresiasi kinerja netizen. Saya dan netizen lainnya yang hadir bagai tamu terhormat di Gedung Nusantara V MPR RI tersebut. Ya, saya merasa tersanjung menjadi bagian acara fenomenal tersebut.     


Mas Andrian (Sumber: dokumen pribadi)



Ibu Titi (Sumber: dokumen pribadi)


 Acara semakin segar saat melakukan gladi resik untuk membacakan naskah Deklarasi Netizen Indonesia untuk keesokan harinya. Dua netizen dari Manado diberi tugas untuk memimpin pembacaan deklarasi tersebut. Setelah melakukan beberapa kali percobaan maka gladi resik pembacaan naskah deklarasi dianggap telah siap. Dan, acara puncak hari kedua adalah Penandatanganan naskah Deklarasi Indonesia yang dilakukan oleh 44 netizen yang hadir. Adapun, isi dari Deklarasi Netizen adalah:


Kami Netizen Indonesia berjanji untuk :
1.    Tidak Menyebarkan Konten Hoax dan SARA
2.    Bijak Bermedia Sosial Sesuai dengan Pancasila
3.    Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam Literasi Digital
4.    Bersatu Membuat Keren Indonesia dengan Konten yang Positif
Jakarta, 8 Desember 2018
Warganet (Netizen) Indonesia


Foto bersama setelah acara hari kedua (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)

*****


Setelah acara puncak hari kedua selesai, maka Bus Merah dan Bus Putih membawa netizen dan MPR RI ke objek wisata yang menjadi viral di sosial media yaitu Museum Macan dan Wisata Kota Tua Jakarta. Dua bus menyusuri jalanan ibukota Jakarta yang macet. Tetapi, kemacetan tersebut tidak terasa dibandingkan dengan kegembiraan saya dan netizen lainnya.
Museum Macan yang berada di AKR Tower Kebon Jeruk Jakarta Barat menghipnotis para netizen. Kesan museum yang angker, sepi dan membosankan hilang sudah saat saya menginjakkan kaki di sebuah gedung bertingkat. Benar, Museum Macan berada di Lantai M dalam sebuah gedung bertingkat dan modern.
Setelah menikmati makan siang dan sholat maka netizen meski melewati beberapa eskalator dan security test oleh petugas keamanan. Hal yang menarik adalah pelarangan untuk membawa tongsis ke dalam museum. Juga, larangan membawa kamera ke area museum.
Untungnya, pihak museum mempercayakan pada kami untuk membawa kamera ke area museum dengan catatan dua orang netizen dibekali dengan kartu penunjuk pers (media). Serta, dilarang memotret untuk objek-objek tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen museum. Setiap objek dalam area Museum Macan selalu menarik untuk dinikmati.
Objek wisata selanjutnya yang dikunjungi adalah Wisata Kota Tua Jakarta. Di sini, netizen diberikan waktu kurang lebih 2 jam untuk melalukan eksplorasi di tempat wisata tersebut. Wisdta Kota Tua Jakarta menjadi andalan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, setiap sudut tempat wisata tersebut menjadi viral di sosial media.
Bangunan khas Belanda yang terjaga hingga kini seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang dan patung dari orang dalam berbagai bentuk menghipnotis para pengunjung. Namun, yang paling membuat semangat adalah keberadaan sepeda model dulu yang didesain kekinian. Dengan biaya sewa Rp 20 ribu per jam telah menjadi objek yang mesti ada dalam jepretan kamera sambil berkeliling seluruh kawasan Kota Tua Jakarta. 
Setelah puas menyusuri uniknya Wisata Kota Tua Jakarta dalam berbagai gaya jepretan kamera maka 2 bus membawanya kembali ke Jimbaran Resto di Pantai Marina Ancol Jakarta. Sebuah restoran dengan suasana Bali menyambut saya menjelang senja. Senja di Pantai Jimbaran Resto pun semakin indah saat semburat merah dan ungu berpadu menjadi latar belakang jepretan selfie. Saya merasakan bagai di pantai Jimbaran Bali.
Acara makan malam semakin meriah saat tarian khas Bali yaitu Tari Puspa Resti dan Cendrawasih menyambut rombongan kami. Bahkan, semakin riuh saat Mas Andrian mendapatkan Surprise Party karena merayakan Hari Ulang Tahunnya.  Guyuran air dari mbak Mira Sahid pun membasahi badannya. Sungguh, acara meriah malam itu ingin terulang lagi di tahun-tahun berikutnya. Bikin kangen!

Hari Ketiga : Pembacaan Deklarasi dan Pembekalan
Seperti biasanya, para netizen bertolak kembali dari The Sultan Hotel & Residence Jakarta menuju Gedung MPR RI. Dengan menggunakan bus yang lain dengan hari kedua, menembus jalanan Jakarta. Pemandangan semakin ramai karena fans Persija Jakarta akan memenuhi GBK malam ini. Atribut warna merah memenuhi jalanan Jakarta yang kami lewati.
Setibanya di kawasan MPR RI/DPR RI, seperti biasanya para netizen memanfaatkan waktu luang  dengan mengekplorasi dalam berbagai jepretan kamera. Setiap sudut yang belum terekam menjadi kenangan para netizen dalam jepretan kamera. Saya pun memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar rasa puas mengambil momen penting mencapai kata maksimal.

****

Sesuai waktu yang telah diagendakan, maka kegiatan penting para netizen pun dimulai.  Di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V MPR RI seperti hari sebelumnya menjadi tempat bersejarah. Dan, pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia pun akan menjadi momen penting dalam dunia digital. Sungguh, Deklarasi Netizen Indonesia tersebut menjadi pemantik bagi netizen lainnya  agar menebarkan kedamaian dengan postingan-postingan postif dan menginspirasi.
Acara pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia makin mengagumkan dengan dihadiri Sekretaris Jendral (Sesjen) MPR RI Bapak DR. Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H. Sebuah kebanggaan luar biasa bagi para netizen yang hadir. Seperti biasanya, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan, suasana makin khidmat saat lagu Indonesia Raya mengisi setiap celah Ruang Delegasi. 
Seperti gladi resik pada hari kedua, maka pembacaan naskah Deklarasi Netizen Indonesia pun bergema seisi ruangan. Dengan posisi berdiri semua peserta yang hadir, setiap poin penting deklarasi diucapkan secara membahana. Inilah momen penting sebagai langkah awal untuk mewujudkan netizen cerdas dan bermartabat baik bagi bangsa Indonesia juga bagi dunia. Dari deklarasi inilah, setiap netizen berkomitmen untuk membuat keren Indonesia di mata dunia dengan postingan positif.
Setelah pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia, Sesjen MPR RI  memberikan pembekalan tentang perlunya menjadi netizen yang cerdas. Sesjen MPR RI juga sangat mengapresiasi terbentuknya Deklarasi Netizen Indonesia. Bahkan, beliau menyempatkan diri untuk membacakan puisi kebangsaan yang berjudul “Manifesto”. Isinya benar-benar membawa bangsa Indonesia menjadi negara besar. Beberapa bait awalnya adalah:

Masih Indonesiakah Kita
Setelah Sekian Banyak Jatuh Bangun
Setelah Sekian Banyak Tertimpa dan Tertempa
Setelah Sekian Banyak Terbentur dan Terbentuk
Masihkan Kita Meletakkan Harapan
Di Atas Kekecewaan
Persatuan Di Atas Perselisihan
Musyawarah Di Atas Amarah
Kejujuran Di Atas Kepentingan 
……………………………………….



Sesjen MPR RI Bapak DR. Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H. (Sumber: dokumen pribadi)


Saya pribadi menyadari bahwa Sesjen MPR RI adalah sosok yang “be humble”.  Beliau menyadari bahwa untuk menjadikan Indonesia yang damai perlu adanya sinergitas informasi yang baik dari Pemerintah dan para netizen. Bahkan, MPR RI sebagai rumah kebangsaan Indonesia perlu dikenal baik oleh seluruh rakyat Indonesia. MPR RI juga sebagai pengawal Pancasila, salah satu dari empat pilar MPR RI. Benar, saatnya masyarakat Indonesia memahami betul tentang MPR RI yang telah meluncurkan empat pilar MPR RI, yaitu: 1) Pancasila; 2) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 3) Negara Kesatuan RI (NKRI); dan 4) Bhinneka Tunggal Ika.
       




Fotro bersama setelah acara (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Kini, Deklarasi Netizen Indonesia bukan hanya milik MPR RI, di mana deklarasi tersebut ditandatangani dan digaungkan. Tetapi, Deklarasi Netizen Indonesia kini menjadi milik semua rakyat Indonesia. Deklarasi Netizen Indonesia menjadi titik awal kolaborasi Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk bersatu padu  dengan menampilkan konten-konten yang positif di ranah digital.
 Berawal dari acara netizen yang diselenggarakan MPR RI di daerah-daerah. Antusiasme netizen sungguh luar biasa. Berikut infografis perjalanan acara netizen dari acara di daerah hingga penandatananan Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI: 



Infografis perjalanan acara netizen hingga penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI (Sumber: Surya, Netizen Manado/WAG Netizen MPR RI)


Sebuah sinergitas yang baik untuk membuat keren Indonesia di mata dunia. Kini saatnya masyarakat Indonesia bersama-sama membuat rasa damai baik dunia digital maupun dunia nyata. Jadi, negara menunggu kontribusi anda dengan postingan-postingan positif di ranah digital. Kalau saya bisa, kini giliran anda.

Salam Netizen Indonesia!





Momen yang tidak boleh dilewatkan

Netizen Bali


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Sesjen MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Kabiro Humas  MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Kepala PDSI MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Pak Rofik, salah satu karyawan PDSI MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya diwawancarai Kompas TV (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Saya berpose di tangga Gedung Paripurna DPR RI (Sumber: dokumen pribadi)



Keseruan di halaman Gedung MPR RI/DPR RI (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)


Kebersamaan Netizen Indonesia


Para netizen mengunjungi Museum Macan (Sumber: dokumen pribadi)



Keseruan di Museum Macan (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)


Para netizen berfoto bersama di Wisata Kota Tua Jakarta (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Keseruan di Wisata Kota Tua Jakarta (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)



Para netizen berfoto bersama di Pantai Marina Ancol Jimbaran Resto (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)




Friday, May 11, 2018

Langkah Membuat Paspor Online: Lebih Mandiri, Cepat dan Aman




Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar (Sumber: dokumen pribadi)




Traveling merupakan hobi yang menyenangkan. Bahkan, jika aktivitas traveling anda dibayar oleh orang atau pihak lain maka akan mendapatkan pundi-pundi yang menggiurkan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pekerjaan yang menyenangkan adalah melakukan hobi yang dibayar. Asyik bukan? Apalagi, jika bisa traveling ke luar negeri. Bukan hanya wawasan tentang dunia luar yang bisa diperoleh tetapi banyak budaya yang perlu dipelajari di muka bumi ini.
Untuk melakukan perjalanan ke luar negeri tentu membutuhkan dokumen resmi negara. Salah satu dokumen yang “wajib” dan merupakan jantung kehidupan saat anda melakukan perjalanan ke luar negeri adalah PASPOR. Tanpa paspor, maka anda akan dianggap sebagai penyusup, pencuri, masyarakat illegal dan lain-lain di sebuah negara. Tentu, akan mengalami masalah hukum sesuai peraturan negara yang bersangkutan. Nah, bagi anda yang ingin traveling ke luar negeri maka Paspor perlu diurus sedini mungkin. 
Sesuai dengan 4 (empat) pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yaitu;: 1) Pancasila, 2) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, 3) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan 4) Bhinneka Tunggal Ika maka pengurusan paspor merupakan kewajiban bagi setiap warga ketika bepergian ke luar negeri. Apalagi, sesuai pasal 27 ayat (1) yang berbunyi “Segala Warga Negara bersama kedudukannya  di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Ayat tersebut menunjukan bahwa setiap warga negara sama kedudukananya dalam pengurusan paspor sebagai dokumen resmi negara.
Dengan membawa paspor berarti  ikut membawa nama baik bangsa Indonesia. Apalagi, saat melewati lintas batas negeri ini seperti perbatasan dengan negara tetangga Malaysia atau PNG (Papua New Guinea) atau Papua Nugini maka kepemilikan paspor adalah cerminan negeri ini. Apa jadinya jika warga kita tertangkap tangan sedang jalan-jalan atau bekerja di negeri tetangga melalui ”jalur tikus”, tetapi dokumen penting seperti paspor tidak memilikinya. Bukan hanya dideportasi paksa atau dikenakan hukuman dan denda yang tinggi tetapi bisa merusak nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, tidak ada tawar menawar untuk memiliki paspor ketika melewati negera lain.
Jadi, mengurus paspor adalah penting bagi warga negara ketika hendak melakukan perjalanan ke luar negeri seperti seorang Travel Blogger atau sekedar liburan biasa. Apalagi, ketika teknologi mengalami perkembangan yang luar biasa di era digital maka paspor bisa diurus melalui  Paspor Online.  Meskipun, pembuatan paspor biasa masih diberlakukan tetapi proses pembuatan paspor online lebih mudah dilakukan bagi setiap pemohon Paspor Online. Lantas, apa yang harus  anda lakukan saat mengurus Paspor Online? Berikut, langkah-langkah yang bisa menjadi panduan anda jika ingin mengurus paspor online.
 
Pendaftaran Nomor Antrian Paspor Online
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah anda perlu melakukan membuka website Kantor Imigrasi Indonesia dan membuat akun di laman milik negara tersebut. Jika, anda berhasil membuat akun maka akan ditunjukan tampilan seperti berikut.


Membuat akun di website Kantor Imigrasi (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)



Pembuatan akun di website Kantor Imigrasi berhasil  (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)


Setelah anda berhasil membuat akun di website Kantor Imigrasi Indonesia, maka anda telah siap untuk mendapatkan nomor antrian permohonan paspor online. Anda bisa pilih di Kantor Imigrasi mana yang ingin mengurus paspor online? Tentukan dengan seksama tempat pengurusan paspor online. Ini memberikan anda kemudahan waktu pengurusan. Sebagai contoh, anda ber-KTP di salah satu Kabupaten/Kota di Jawa Timur tetapi jika anda bertempat tinggal di Kota Denpasar Bali maka anda “lebih baik” klik tombol “Buat Permohonan” di Kantor Imigrasi Denpasar untuk mendapatkan nomor antrian secara online.  



Anda tinggal memilih Kantor Imigrasi yang diinginkan (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)



Untuk mendapatkan nomor antrian online, maka anda perlu menentukan tanggal kedatangan serta waktu yang diinginkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu luang pada anda saat mengurus paspor online.  Tentukan juga siapa saja yang akan membuat antrian paspor online. Sebagai contoh, jika anda sudah berkeluarga maka nomor antrian yang bisa dijadikan permohonan paspor online adalah anda sendiri, Suami/Isteri dan anak. Anda bisa melihat tampilan seperti gambar berikut ini.


Menentukan tanggal dan waktu permohonan paspor online (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)



Registrasi antrian permohonan Paspor Online telah tercatat (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)



Jika anda sudah melakukan permohonan nomor antrian paspor online maka anda akan mendapatkan balasan dari pihak Kantor Imigrasi yang berisi tentang Kode Antrian, Kantor Imigrasi yang diinginkan, Nama Pemohon, Tanggal Kedatangan dan Waktu kedatangan (Pagi/siang). Ini menunjukan bahwa anda secara resmi mendapatkan nomor antrian paspor online.


Daftar permohonan Paspor Online telah tercatat oleh Kantor Imigrasi Denpasar (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)



Silahkan anda klik tombol “ Kode Antrian” yang berwarna biru. Anda akan mendapatkan QR-CODE. Saya sarankan bagi anda agar  QR-CODE tersebut di-print. Ini akan memudahkan anda saat anda menunjukan ke petugas Kantor Imigrasi nanti. Bisa sih tinggal menunjukan QR-CODE pada perangkat Smartphone anda. Yang saya takutkan adalah anda akan kerepotan saat kuota smartphone kehabisa. Tentu anda susah untuk membukan QR-CODE tersebut, bukan?



Kode antrian permohonan Paspor online  (Sumber: imigrasi.go.id/screenshoot)


Setelah nomor antrian paspor online sudah didapat maka saatnya anda mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan permohonan paspor online. Menurut website Kantor Imigrasi Indonesia maka  Persyaratan Permohonan Paspor Republik Indonesia adalah Mengisi aplikasi data dan melampirkan dokumen kelengkapan persyaratan yang terdiri atas :
1.      Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;
2.      Kartu Keluarga (KK);
3.      Akta kelahiran, Akta Perkawinan atau Buku Nikah, Ijazah, atau Surat Baptis;
4.      Surat Pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan;
5.      Surat Penetapan Ganti Nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama;
6.      Surat Rekomendasi Permohonan Paspor yang diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi atau Kabupaten/Kota bagi calon Tenaga Kerja Indonesia;
7.      Kartu Tanda Penduduk ayah atau ibu yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri dan Akta Perkawinan atau Buku Nikah orang tua bagi Anak Warga Negara Indonesia;
8.      Surat Rekomendasi dari Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Surat
9.      Keterangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus/Umrah
10. (PPIH/PPIU) bagi pemohon yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri
11. dalam rangka menunaikan ibadah haji khusus/umrah;
12. Surat Keterangan Laporan Kehilangan dari Kepolisian bagi pemohon
13. penggantian paspor Karena hilang Kehilangan Paspor;
14. Untuk Penggantian Paspor Habis Masa Berlaku pemohon hanya melampirkan Paspor Lama dan Kartu Tanda Penduduk (jika tidak ada perubahan data kependudukan).

Hari Pertama: Pemeriksaan Berkas, Pemotretan dan Wawancara
Sesuai dengan hari yang diinginkan untuk melakukan permohonan paspor online maka anda perlu mempersiapkan semua berkas yang diperlukan. Anda perlu membawa dokumen asli dan fotokopi-an agar tidak  ribet saat di Kantor Imigrasi. Bukan itu saja, antrian untuk melakukan foto kopi di Kantor Imigrasi lumayan banyak. Serta, harga fotokopian dan berkas-berkas lainnya yang diperlukan lumayan mahal. Anda pasti paham masalah ini, bukan? 
Permohonan paspor online memberikan kemudahan. Anda tidak perlu antri secara konvensional untuk mendapatkan secarik kertas nomor antrian. Jika anda ingin mendapatkan kemudahan maka anda perlu mengisi formulir pendaftaran permohonan paspor online sebanyak 2 halaman yang telah disediakan. Ada tempat atau meja tulis untuk mengisi formulir tersebut kok. Kayak meja tulis di kantor pos. Saya sarankan anda datang lebih awal atau pagi, jadi anda ingin “nyantai” atau leluasa saat mengisi formulir permohonan paspor online.  Hal yang perlu diperhatikan adalah anda perlu membeli 2 lembar materai 6000,- yaitu: satu untuk Formulir Permohonan Paspor Online dan Surat Pernyataan saat melakukan pemotretan dan wawancara dengan petugas Kantor Imigrasi.


Antrian pemohon paspor sudah memenuhi ruang tunggu (Sumber: dokumen pribadi)


Saat formulir permohonan paspor online dan semua berkas telah lengkap dalam satu map maka anda bisa langsung menyerahkannya ke bagian pemeriksaan berkas. Bagi anda yang melakukan permohonan di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar maka anda tinggal masuk dan berbelok sedikit ke kanan. Di meja kasir panjang bagian sebelah kiri anda bisa menyerahkan berkas-berkasnya untuk diteliti kelengkapannya.



Penyerahan dokumen untuk dilakukan pemeriksaan berkas oleh petugas Kantor Imigrasi (Sumber: dokumen pribadi)



Jika berkas-berkas yang dibutuhkan pihak kantor Imigrasi dinyatakan lengkap maka anda akan mendapatkan kertas “Sistem Antrian seperti gambar di bawah. Biasanya yang melakukan permohonan paspor online mendapatkan kode B beserta nomor antriannya.  Di sini anda bisa santai duduk-duduk sambil menunggu panggilan nomor antrian anda. Tidak usah khawatir, nomor antrian akan ter-update di layar monitor yang bisa dipantau oleh pemohon paspor online.


Nomor antrian pemotretan dan wawancara paspor online yang dirilis oleh petugas (Sumber: dokumen pribadi)



Menunggu giliran tinggal melihat nomor antrian yang ada di layar monitor (Sumber: dokumen pribadi)


Selanjutnya, saat nomor anda mendapatkan giliran dipanggil maka anda langsung menuju area pemotretan dan wawancara. Sebelumnya anda akan mendapatkan satu map berlogo Kantor Imigrasi yang berisi tentang berkas-berkas permohonan paspor online anda. Anda pegang dan menunggu di kursi antrian. Uniknya, anda tidak sembarangan duduk di kursi tunggu. Anda wajib duduk sesuai dengan nomor antrian atau arahan dari petugas Kantor Imigrasi. Mungkin, Ini memudahkan bagi pihak Kantor Imigrasi  agar pemohon paspor online bisa dipantau dengan baik.


Satu map berlogo resmi Kantor Imigrasi yang berisi berkas-berkas yang lolos verifikasi (Sumber: dokumen pribadi)


Saat anda mendapatkan giliran dipanggil maka berkas map anda diserahkan ke petugas Kantor Imigrasi  kembali untuk dilakukan pemeriksaan serta pemotretan wajah dan wawancara. Wawancaranya pun ringan-ringan saja. Seperti, apa alasan ke luar negeri, mau ke mana tujuannya, apakah punya saudara diluar negeri dan lain-lain. Anda tidak perlu tegang untuk menjawabnya. Petugasnya ramah dan baik hati kok. Jawab sebaik mungkin dengan kejujuran anda.
Di sesi ini, anda akan mendapatkan kertas satu halaman “Surat Pernyataan” yang isinya tentang larangan untuk melakukan aktivitas “Bekerja” atau “Magang” di luar negeri. Jika melanggarnya maka akan dikenakan hukuman penjara atau denda. Besaran dendanya sebesar Rp 500 juta. Nah, Surat Pernyataan inilah yang membutuhkan materai 6.000,- seperti yang saya jelaskan di bagian awal.  Petugas Kantor Imigrasi juga memastikan kembali tentang apakah ada kesalahan Nama dan tanggal lahir anda.


Sesi pemotretan wajah dan wawancara berlansgung santai dan mencair (Sumber: dokumen pribadi)



Setelah melakukan pemotretan wajah, wawancara dan mengisi Surat pernyataan maka anda akan mendapatkan satu halaman untuk melakukan pembayaran proses pengurusan paspor online.  Kantor Imigrasi memberikan kesempatan 3-4 hari untuk datang kembali ke Kantor Imigrasi setelah proses pembayaran telah dilakukan. Maksudnya jelas, mengambil Buku Paspor Online.
Nah, masalah pembayaran paspor online sebesar Rp 355.000,-, anda bisa membayar di bank. Tetapi, pihak Kantor Imigrasi telah bekerja sama dengan pihak Kantor Pos. Jadi, anda bisa melakukan pembayaran langsung di mobil keliling milik Kantor Pos yang terparkir di depan Kantor Imigrasi. Anda perlu menyimpan baik-baik bukti pembayaran tersebut sebagai bukti pengambilan buku Paspor Online. Menarik, Kantor Pos menawarkan jasa pengiriman buku paspor kepada pemohon Paspor baik konvensional maupun online.


Berkas bukti pembayaran Paspor Online dari Kantor Pos dan Kantor Imigrasi  (Sumber: dokumen pribadi)



Mobil keliling dari Kantor Pos yang terparkir di bagian depan Kantor Imigrasi Denpasar memudahkan pembayaran para pemohon paspor (Sumber: dokumen pribadi)


Setelah melakukan proses pembayaran pengurusan paspor online maka tugas anda lebih ringan.  Anda telah melakukan rangkaian permohonan paspor online yang menjadikan anda lebih mandiri tanpa melalui calo. Bukan itu saja, pengurusan paspor online juga lebih cepat dan aman. Dari proses pengisian Formulir Permohonan hingga pembayaran melalui Kantor Pos membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam.

==== MENUNGGU 3-4 HARI KERJA ====


Hari Kedua: Pengambilan Paspor
Pada hari yang ditentukan maka anda akan melauangkan waktu kembali untuk pengambilan paspor online anda. Jangan lupa untuk membawa bukti pembayaran paspor online. Jika anda datang lebih awal maka anda akan lebih cepat melakukan pengambilan paspor online. Bukti pembayaran paspor online bisa anda serahkan di bagian pengambilan paspor online yang ada di paling kanan meja pelayanan. Anda tinggal serahkan ke bagian tersebut dan mengantri untuk menunggu panggilan.


Menunggu mendapatkan giliran pemanggilan oleh petugas Kantor Imigrasi (Sumber: dokumen pribadi)


Biasanya pemanggilan proses pengambilan Paspor Online dilakukan secara digital melalui layar monitor. Tetapi, saat saya melakukan pengambilan pasor online, koneksi digital sedang mengalami kendala (mati) maka proses pemanggilan dilakukan secra konvensional atau suara petugas Kantor Imigrasi. Jadi, jika suara petugasnya terdengar agak pelan maka kurang direspon oleh pemohon paspor online yang mendapatkan giliran untuk mengambil Paspor Online.  Oleh sebab itu, petugas Kantor Imigrasi akan mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Jika, tidak direspon oleh pemohon maka akan berganti ke giliran pemohon Paspor Online selanjutnya.


Layar monitor yang menunjukan nomor antrian sedang mengalami masalah koneksi digital (Sumber: dokumen pribadi)


Anda perlu mempersiapkan KTP asli saat anda mendapatkan giliran dipanggil petugas Kantor Imigrasi. Petugas tersebut akan meyakinkan kembali apakan identitas anda sesuai dengan yang diharapkan (tidak ada kesalahan). Juga, anda diberi panduan untuk mengisi dengan tulisan tangan menggunakan pulpen warna hitam tentang: alamat sesuai identitas di KTP dan Nama & alamat pihak terdekat yang bisa dihubungi.
Isian tersebut dilakukan di halaman akhir paspor online anda. Anda juga disuruh petugas Kantor Imigrasi untuk mem-fotokopi paspor online halaman ke-2 yang berisi tentang identitas anda dan halaman terakhir (sebelum diisi pakai pulpen warna hitam) paspor online anda masing-masing sebanyak 1 lembar. Fotokopian tersebut diserahkan kembali ke petugas Kantor Imigrasi untuk mendapatkan Buku Paspor Online dan KTP anda.  


Mengambil buku Paspor Online perlu menyiapkan KTP dan foto kopi buku Paspor Online yang diserahkan kembali ke petugas Kantor Imigrasi  (Sumber: dokumen pribadi)




Terakhir, ketika anda sudah mendapatkan paspor online di genggaman anda maka anda secara resmi bisa melintasi negara-negara di dunia sesuai dengan keinginan anda. Sekarang, saatnya jalan-jalan dan luaskan wawasan anda tentang dunia. Karena, beragam budaya di dunia telah menunggu  kedatangan anda.

Happy Travelingggggggg …………


Buku Paspor Onlne telah di tangan. Saatnya melakukan eksplorasi dunia tanpa batas  (Sumber: dokumen pribadi)





Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

  Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danon...