DINO PATTI DJALAL, MEMAJUKAN INDONESIA DENGAN “INDONESIA UNGGUL”



DINO PATTI DJALAL, MEMAJUKAN INDONESIA
DENGAN “INDONESIA UNGGUL”

Oleh Casmudi, S.AP




        Siapa yang tidak kenal DR. Dino Patti Djalal? Rakyat Indonesia lebih mengenalnya sejak beliau menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I. DR. Dino Patti Djalal lahir di Beograd, Yugoslavia pada tanggal 10 September 1965. Beliau sekarang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang  dilantik pada tanggal 10 Agustus 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dino lahir dari pasangan Hasyim Djalal dan Jurni. Orang tuanya berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya, Hasyim Djalal, yang mempunyai track record sebagai seorang diplomat Indonesia ternama. Dengan demikian DR. Dino Patti Djalal dibesarkan dalam keluarga diplomat. Perlu diketahui, Sosok DR. Dino Patti Djalal juga seorang penulis pidato, pemuda aktivis, akademisi, dan penulis best seller nasional.

          Jabatan sebagai Staf Khusus Urusan Internasional dan Juru Bicara Presiden untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah diselenggarakan sejak Oktober 2004, dan diperpanjang ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) terpilih kembali oleh tanah longsor untuk masa jabatan kedua tahun 2009. Oleh karena itu, Dr. Dino Patti Djalal merupakan jurubicara Presiden terpanjang melayani dalam sejarah modern Indonesia. Perjalanan karier seorang DR. Dino Patti Djalal dimulai pada tahun 1987 ketika masuk Departemen Luar Negeri (Deplu). Namun, pendidikannya banyak dihabiskan di luar negeri. Maklum, harus mengikuti orang tuanya dalam melakukan tugasnya sebagai diplomat. Pendidikannya bermula dari SD dan SMP Al Azhar.    Kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke McLean High School setingkat SMA di Amerika Serikat (USA).  Pendidikan S-1 dilanjutkan ke Universitas Carleton. Sedangkan, gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Frazer di Kanada. Gelar doktor bidang hubungan internasional diselesaikannya di London School of Economics and Political Science.
 
                                             DR. Dino Patti Djalal dan istri
 
            Kesibukannya yang luar biasa, DR. Dino Patti Djalal selalu di-support istrinya, Rosa Raj Djalal yang berprofesi sebagai dokter gigi. Keluarga yang harmonis tersebut sangat memotivasi profesinya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (USA). Dari hasil pernikahannya dengan Rosa Raj Djalal, belia dikaruniai tiga orang anak yang bernama Alexa, Keanu, dan Chloe. Menjelang tahun politik 2014, yaitu Pilpres 2014 DR. Dino Patti Djalal dipercaya untuk mengikuti Konvensi Capres (Calon Presiden) dari Partai Demokrat. Survei bakal digelar dua (2) kali untuk menentukan calon peserta konvensi Capres yang mempunyai elektabilitas tertinggi. DR. Dino Patti Djalal menyatakan siap menerima apapun hasil survei konvensi pertama yang akan digelar akhir Desember 2013 nanti. Sedangkan, survei kedua direncanakan pada April 2014. Peserta dengan elektabilitas tertinggi akan ditetapkan sebagai capres Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (pilpres) 2014. Konvensi tersebut akan diikuti 11 peserta yang terdiri dari beragam tokoh, yaitu:
1. Ali Masykur Musa,
2. Anies Baswedan,
3. Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo,
4. Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto,
5. Hayono Isman, 
6. Sinyo Harry Sarundajang,
7. Irman Gusman,
8. Gita Wirjawan,
9. Dino Patti Djalal,
10. Marzuki Alie, dan
11. Dahlan Iskan

                                  Peserta Konvensi Capres 2014 Partai Demokrat

            DR. Dino Patti Djalal mengakui waktunya banyak dihabiskan bekerja sebagai Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat (AS). Tetapi, hal yang paling menarik DR. Dino Patti Djalal dalam mengikuti Konvensi Capres 2014 adalah gagasan “Indonesia Unggul”. Beliau mengharapkan kepada rakyat Indonesia agar memilihnya bukan karena popularitasnya, tetapi lebih kepada gagasan yang diusungnya. "Perlu dipahami, bahwa saya ingin masyarakat memilih saya, bukan karena popularitas. Tetapi, lebih kepada gagasan saya, karena esensi demokrasi sesungguhnya adalah pertarungan gagasan," menurutnya. Apalagi, beliau menginginkan masyarakat mengetahui gagasan yang dimilikinya yakni 'Indonesia Unggul' secara lebih mendalam. Beliau mengatakan, "Terpenting, bagaimana saya bisa meyakinkan rakyat bahwa Indonesia Unggul bukan sekadar slogan". Harapan seorang DR. Dino Patti Djalal adalah adanya harapan besar kepada Negara Indonesia bisa naik level menjadi bangsa yang maju di Asia. Beliau sangat yakin,  karena Indonesia memiliki semua potensi sebagai prasyarat. Beliau mencontohkan apa yang diinginkan para pelajar yang dijumpainya di Amerika Serikat (USA).


*) Diolah dari berbagai sumber




Comments

Latipah Kuntum said…
This comment has been removed by a blog administrator.