Saturday, December 11, 2021

Inilah 5 Alasan Toilet Indomaret dan Alfamart Berada di Dalam Minimarket

 

Toilet Indomaret dan Alfamart yang berada di dalam minimarket (Sumber: shutterstock)

 

          “Selamat datang di Indomaret. Selamat Berbelanja”

 

          Itulah kalimat yang familiar diucapkan kasir Indomaret. Ketika, anda memasuki kawasan minimarket. Sapaan yang khas disertai senyuman menjadi penyejuk hati, kala anda barusan berhadapan dengan panas dan debu jalanan. Dan, berganti dengan suasana adem karena AC dan sapaan orang yang baru anda kenal.

          Sapaan itulah yang mempunyai nilai penting Indomaret dan Alfamaret dalam memperlakukan pelanggan. Tanpa memandang status pelanggan, maka sapaan kasir Indomaret dan Alfamart itu menjadi kalimat tren dalam dunia marketing.

          Namun, di luar sapaan kasir Indomaret dan Alfamart yang mayoritas wanita. Ada hal menarik yang patut dikulik dari bisnisn minimarket Indomaret dan Alfamart. Yang telah menyebar hampir seluruh pelosok Nusantara. Yaitu, keberadaan toilet yang tersembunyi. Berada di bagian dalam minimarket (bagian belakang) dan posisinya di luar area penjualan produk yang adem karena AC.

          Lantas, apa sih alasan Indomaret dan Alfamart membangun toilet di bagian dalam minimarket. Jika, toilet tersebut diperuntukan juga  untuk para pelanggan. Menurut opini saya, setidaknya ada lima (5) alasan toilet Indomaret dan Alfamart dibangun di bagian dalam minimarket. Apa saja? Yuk, baca artikel ini hingga tuntas.        

 

Toilet sebagai Fasilitas Pribadi

 

          Sejatinya, alasan pertama toilet Indomaret dan Alfamart dibangun di bagian dalam minimarket karena fasilitas pribadi. Di mana, toilet tersebut diperuntukan bagi karyawan Indomaret dan Alfamart. Karena, bekerja di area AC seringkali ingin buang air terus. Sementara, karyawan minimarket khususnya kasir harus tetap standby melayani pelanggan. Itulah sebabnya, toilet dibangun di area dalam minimarket.

          Bayangkan, jika toilet dibangun di bagian luar, tentu akan memakan waktu untuk menjangkaunya. Sedangkan, kondisi area dalam minimarket harus terpantau terus untuk menghindari orang-orang yang berniat jahat. Dengan toilet dalam yang biasanya dibatasi dengan pintu, maka karyawan bisa dengan cepat memantau area penjualan barang-barang. Bahkan, saya seringkali melihat karyawan minimarket yang mengatur barang-barang “persis” depan toilet.

 

Tidak untuk Ajang Bisnis

 

          Saya meyakini, jika toilet Indomaret dan Alfamart dibangun di bagian luar atau terpisah dengan minimarket. Akan menyebabkan ajang berbisnis atau menjadi toilet berbayar. Ada saja pihak lain yang bermaksud mencari keuntungan untuk mendulang rupiah dari keberadaan toilet tersebut. Dengan alasan agar pemeliharaan toilet tetap terjaga.

          Bukan itu saja, belajar dari pengalaman halaman minimarket yang sejatinya digratiskan. Pihak minimarket tidak menarik biaya parkir. Tetapi, kenyataannya ada pihak lain seperti oknum jahat yang memanfaatkan kesempatan untuk menarik biaya parkir secara illegal. Mungkin, dengan alasan keamanan pelanggan atau sudah mendapatkan ijin dari pihak desa, di mana minimarket tersebut berada.

 

Toilet Mudah Dibersihkan

 

          Toilet adalah bagian dari tempat usaha yang mencerminkan perilaku pemiliknya. Ada ungkapan banyak orang. Jika, ingin melihat perilaku kebersihan seseorang, maka lihatlah kondisi toilet di rumahnya. Jika, toilet saja dalam kondisi bersih, maka sang pemilik adalah orang yang peduli dengan kondisi kesehatannya. Namun, jika kondisi toiletnya seperti tidak terawat maka itulah cerminan dari perilaku sang pemiliknya. Bahwa, dia tidak peduli dengan kesehatannya.

          Indomaret dan Alfamart menyadari bahwa toilet dibangun di bagian dalam minimarket agar mudah dibersihkan. Dengan toilet bagian dalam bangunan, maka karyawan minimarket tersebut merasa memiliki. Maka, jika toilet dalam kondisi tidak bersih, karyawan dengan sigap untuk membersihkannya. Jadi, toilet bagian dalam minimarket lebih mudah dalam pemeliharaan, karena bisa terpantau setiap saat.

 

Kenyamanan Pelanggan

 

          Seiring berjalannya waktu, pihak manajemen Indomaret dan Alfamart menyadari bahwa pelanggan juga membutuhkan fasilitas toilet. Mungkin, ada pelanggan yang habis perjalanan jauh dan menahan kencingnya. Maka, pihak minimarket dengan senang hati memberikan kesempatan pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas toilet tersebut. Bahkan, makin lama, keberadaan toilet tersebut menjadi tujuan persinggahan pelanggan. Entah, pelanggan mau belanja atau tidak.

          Tetapi, saya merasa bahwa trik marketing Indomaret dan Alfamart dengan membangun toilet di bagian dalam minimarket sungguh ampuh. Meskipun, membangun toilet di dalam minimarket bukanlah trik untuk menjebak pelanggan, agar pelanggan mau berbelanja. Faktanya, pihak Indomaret dan Alfamart tidak membuat tulisan seperti “Maaf, toilet kami bukan milik umum”. Yang menandakan bahwa jika tidak berbelanja, maka jangan menggunakan fasilitas toiletnya.

          Tetapi, pelangganlah yang mempunyai hati nurani “serba gak enakan”. Pelanggan merasa gak enak, jika habis ke toilet minimarket tetapi tidak berbelanja. Maka, untuk membuang rasa sungkan, pelanggan pun belanja barang, yang sejatinya tidak dibutuhkan banget. Sebagai contoh, habis dari toilet, pelanggan belanja air mineral yang harganya Rp3.000,-. Padahal, pelanggan sendiri telah membawa air minum dari rumah.

          Atau, pelanggan tidak mempunyai niat untuk belanja. Tetapi, setelah melewati beberapa rak produk, mendadak keinginan belanja timbul seketika. Dengan  demikian, Indomaret dan Alfamart mempunyai gaya soft selling kepada pelanggan, tanpa harus meyakinkan bertubi-tubi.  

          Kondisi tersebut yang menyebabkan menjadi bahan guyonan banyak orang di linimasa media sosial. Di mana, mereka belanja di Indomaret dan Alfamart, karena “terjebak” melihat produk atau merasa sungkan habis dari toiletnya.

          Apalagi, saat memasuki area minimarket sudah disambut dengan kalimat seksi sang kasir “….. Selamat berbelanja”. Kalimat sakti inilah yang membuat pelanggan luluh dan sungguh sungkan atau gak enakan.

          Bayangkan, sudah pakai toiletnya, disambut kalimat kasir yang asik, eh gak tahunya gak belanja sama sekali, Mungkin, andaikata saya sebagai pelanggan akan merasa malu, jika tidak belanja. Apalagi, saat itu, yang terlihat kasir minimarket, pelanggannya cuma saya. Habis dari toilet gak bisa langsung ngeloyor keluar minimarket. Tidak kuat dengan tatapan matanya para kasir.

          Toilet bagian dalam juga bertujuan untuk kenyamanan pelanggan. Toilet tidak cepat kotor karena alas kaki pelanggan. Hal ini disebabkan karena pelanggan telah membersihkan alas kakinya saat hendak memasuki kawasan minimarket. Dengan demikian, kotoran yang terbawa alas kaki pelanggan ke toilet bisa diminimalisir. Tentu, kondisi ini akan berakibat toilet terjaga kebersihannya. Dan, kenyamanan pelanggan pun terjaga.

 

Tidak Butuh Lahan Tambahan

 

          Alasan terakhir toilet dibangun di dalam minimarket adalah tidak membutuhkan lahan  atau material bangunan tambahan. Perlu diketahui bahwa mayoritas Indomaret dan Alfamart menyewa lahan untuk membangun minimarket. Dengan membangun toilet bagian dalam maka tidak membutuhkan lahan tambahan. Yang berakibat menekan biaya sewa atau kontrak.

          Itulah sebabnya, halaman Indomaret dan Alfamart dibiarkan kosong. Bahkan, kekosongan lahan tersebut dimanfaatkan untuk disewa usaha lain, yang tidak mengganggu bisnis minimarket. Dengan kata lain, minimalisasi lahan untuk mengurangi biaya sewa. Tetapi, maksimalisasi lahan untuk mengeruk keuntungan melalui “aksi disewakan” halaman minimarket ke pihak lain.  

          Dari pembahasan di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa bisnis Indomaret dan Alfamart benar-benar brilian. Dari toilet bagian dalam minimarket bisa mengeruk keuntungan pelanggan, yang merasa gak enakan. Meskipun, pihak Indomaret dan Alfamart tidak merasa menjebak pelanggan.

          Karena, sejatinya toilet dalam adalah milik pribadi. Toh, kalau pelanggan mau mengunakannya, pihak minimarket mempersilahkan. Tanpa ada unsur paksaan harus belanja, jika sudah memakai toiletnya. Balik lagi, Indomaret dan Alfamart telah memanfaatkan karakter orang Indonesia yang “serba gak enakan”. Selamat menikmati toilet Indomaret dan Alfamart!   


No comments:

Shogun 110 Jet Kuled, Motor yang Penuh Drama dan Kenangan (Part 2)

  Motor Shogun 110 Jet Kuled yang penuh drama dan kenangan (Sumber: dokumen pribadi) Sampai tulisan ini dibuat, saya sering menangis sendiri...