Friday, December 18, 2020

Perempuan UMKM Naik Kelas Dengan Teknologi Digital

 

Perempuan UMKM Naik Kelas Melalui Teknologi Digital (Sumber: shutterstock/diolah) 

 

 

     “Sepertinya saya gak bisa deh”.

  

Kalimat polos yang sering terlontar dari mulut perempuan, khususnya ibu-ibu. Kita memahami bahwa dunia digital dengan perangkat gadget atau smartphone identik dengan piranti generasi milenial. Mengapa? Generasi milenial biasanya lebih cepat adaptif dengan perkembangan digital terkini. Kemanapun, tak pernah lepas dengan gadget-nya.

Maklum saja, Ketika ibu-ibu “dipaksa” untuk menggunakan piranti digital. Bukan sekedar memainkan Aplikasi WA, tetapi bisa memaksimalkan media sosial dan web lainnya untuk Digital Marketing. Timbul rasa pesismis, karena menurut mereka terlalu “njlimet”.

Namun, dengan adanya pembelajaran yang intens maka ibu-ibu pun akhirnya mahir memainkan gadget-nya untuk berbisnis. Apalagi, saat Pandemi Covid-19 melanda. Maka, satu-satunya jalan yang bisa ditempuh Perempuan UMKM naik Kelas adalah dengan memasarkan produknya melalui teknologi digital atau online.

 

Kondisi UMKM Saat Pandemi

 

Kita tahu, bahwa perempuan dikenal dengan makhluk Tuhan yang suka belanja. Namun, hal yang perlu diketahui bahwa perempuan juga telah menjadi pelaku UMKM yang mumpuni. Berkat adanya kolaborasi dengan pihak lain.

Dengan kata lain, perempuan UMKM perlu adanya pemahaman tentang perubahan karakter. Dari perempuan yang hobi belanja menjadi perempuan yang kreatif menjual produk.

Saat mencermati WEBINAR PEREMPUAN UMKM: BERKEMBANG DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DIGITAL Jumat, 18 Desember 2020 pukul 10.00-12.00 (Zoom & Youtube). Banyak hal yang bisa dipelajari agar perempuan UMKM bisa naik kelas.

Perempuan bukan hanya menjual produknya secara konvensional. Di mana, lokasi pernjualannya berkisar di daerah tempat tinggalnya. Tetapi, dengan digital marketing maka lokasi penjualannya bisa Go Internasional.

Narasumber DESTRY ANNA SARI (Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi & UMKM RI) menegaskan bahwa dengan adanya UU Cipta Kerja yang baru diketok DPR RI beberapa bulan lalu memberi peluang kemudahan bagi UMKM. Khususnya Perempuan UMKM.

Di era Presiden Jokowi, UMKM diberikan peluang untuk berkembang. Perlu diketahui ada 60 juta pelaku UMKM. Kurang lebih 98,7% adalah usaha mikro. Sedangkan, 60% dari total pelaku UMKM adalah perempuan.

Nah, dengan penggunaan teknologi digital bertujuan agar perempuan UMKM tidak tertinggal & mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sebagai informasi bahwa di tahun 2020, 8 juta UMKM telah On Boarding ke dalam digitalisasi. Kolaborasi UMKM dan Kementerian Koperasi dan UMKM RI untuk memberikan kesempatan agar UMKM bisa berkembang lebih baik.

Perlunya digitalisasi diperkuat dengan adanya Pandemi Covid-19, dimana perempuan UMKM mengalami beberapa kondisi, seperti : 1) permintaan produk mengalami penurunan; 2) distribusi produk mengalami hambatan karena kebijakan pemerintah sehubunngan dengan mencegah menyebarnya Pandemi Covid-19 seperti pemberlakukan PSBB di beberapa daerah.   

 

Kondisi perempuan UMKM di masa Pandemi Covid-19 (Sumber: dokumen pribadi) 

 

Kolaborasi

 

Informasi menarik juga datang dari VERA GALUH SUGIJANTO (VP General Secretary Danone Indonesia). Bahwa kolaborasi selalu ditekankan agar Danone Indonesia tetap berkembang dan bersahabat dengan masyarakat luas. Danone Indonesia merasa untuk memenuhi PANGGILAN UNTUK TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI KOLABORASI.

Fokus Danone Indonesia berkomitmen mendukung Sustainable Development Goals melalui program inisiatif dengan kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan. Adapun, program yang dilakukan seperti WARUNG ANAK SEHAT dan AQUA HOME SERVICE (AHS)".

 

 

Fokus Danone Indonesia berkomitmen tercapainya Sustainable Development Goals (Sumber: dokumen pribadi) 

 

Untuk mensukseskan program WARUNG ANAK SEHAT, Danone Indonesia melakukan kolaborasi dengan ibu-ibu. Pemberian ilmu gizi kepada ibu-ibu kantin tentang kesehatan dan gizi serta ketrampilan pemberian jajanan gizi sehat di kantin melalui berbagai pelatihan. Danone Indonesia juga memberikan bantuan dan pendampingan terus menerus.

Selain ibu-ibu Danone Indonesia juga bekerja sama dengan Danone Ecosystem Fund, Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dan Danone SN Indonesia yang telah menyalurkan bantuan dengan total lebih dari 1 miliar. Bantuan tersebut berupa bantuan langsung tunai, perbekalan sembako berupa voucher untuk membeli gizi keluarga dan kebutuhan lainnya.

Sedangkan, dalam program Aqua Home Service (AHS) melalui AHS Academy, Danone Indonesia mengadakan kolaborasi dengan Umar Usman Business School untuk pembinaan, pelatihan dan modul tentang ketrampilan bisnis dasar seperti pemasaran, penjualan dan hubungan pelanggan.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatan kompetensi AHS tentang pentingnya Hidrasi Sehat sebagai Duta Kebaikan. Dengan memberikan rangkaian konten edukasi dan pelatihan sejak tahun 2019. Dan, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan AHS, maka Danone Indonesia menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk seluruh AHS dengan jumlah 75.000 APD.

 

Menghadapi Challenge

   

Untuk memberikan ilmu tentang pembekalan Perempuan UMKM, Danone Indonesia juga mengundang pembicara dari Google Indonesia. DORA SONGCO (Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia). Di mana, Google Indonesia beberapa kali mengadakan kelas dalam program Women Will di beberapa kota.

DORA SONGCO menyatakan bahwa agar perempuan UMKM bisa bertahan, maka perlu adaptasi dan inovasi produk. Tantangan perempuan UMKM adalah tentang teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi challenge (tantangan) tersendiri.  Karena, masalah yang dihadapi perempuan UMKM untuk melakukan perubahan ke arah digital, adalah: 1) kurangnya percaya diri; dan 2) literasi digital. Menurut beliau, perempuan UMKM yang terjun dalam teknologi digital mengalami kenaikan penjualan produknya hingga 80 persen. 

 


Perempuan UMKM perlu adaptasi dan inovasi produk agar tetap bertahan (Sumber: dokumen pribadi)
 

 

Digital Marketing

 

UMKM memberikan andil dalam Product Domestic Bruto (PDB) sebanyak 60,3 persen. Pangsa pasar dan peluang UMKM memang sungguh gurih. Oleh sebab itu, agar UMKM bisa naik kelas, maka perlu memahami adanya Digital Marketing.

Memang, perlu dipahami bahwa proses digital marketing harus tahu tentang tata caranya. Agar, proses marketing tepat sasaran. Maka, Danone Indonesia mengadakan kolaborasi dengan JONATHAN END (Digital & Growth Consultant).

Menurut JONATHAN END menyatakan bahwa perlunya pemahaman literasi digital, khususnya untuk perempuan UMKM. Perlu adanya perubahan mindset ke arah digital. Bukan hanya sebagai pembeli, tetapi sebagai Business Woman yang memanfaatkan Digital Marketing.

Mengapa perempuan UMKM harus memahami Digital Marketing? Ada alasan kuat yang mendasari hal tersebut, yaitu:

1. Penduduk Indonesia kini mencapai 272,1 juta orang.

2. 60 persen penduduk Indonesia (175,4 juta orang) menggunakan internet dengan durasi rata-rata 7 jam 59 menit.

3. 59 persen penduduk Indonesia (160 juta orang) menggunakan media sosial dengan durasi rata-rata 3 jam 26 menit.

4. Jangkauan pasar internasional.

Sebagai tambahan, perempuan UMKM juga perlu menggunakan jasa Influencer. Hal ini bertujuan agar produk yang dipasarkan bisa terkenal di ranah digital lebih luas. Karena, rata-rata Influencer mempunyai banyak follower (pengikut) di media sosialnya. Hal ini menjadi bekal agar produknya mudah dikenal pelanggan dan cepat meluas pemasarannya.       

 

Perlunya Literasi Digital pada perempuan UMKM agar produk dikenal luas (Sumber: dokumen pribadi) 

 

Ada pepatah, manusia adalah makhluk sosial. Tidak jauh berbeda dengan Perempuan UMKM. Untuk bisa naik kelas, maka perlu adanya kerjasama atau kolaborasi dengan berbagai pihak.

Perempuan UMKM tak mampu bekerja sendiri. Ia membutuhkan pihak lain, agar produk yang dipasarkannya bisa mencapai konsumen yang lebih luas hingga ke tahap Go Internasional.

Kini, perempuan bukan hanya pintar belanja. Tetapi, dengan teknologi digital Perempuan Bisa mencapai tahap Business Woman berskala internasional.

Jangan pernah takut untuk bergerak. Karena, bangsa Indonesia selalu mendukung agar UMKM Maju. Sekali lagi, perlu adanya KOLABORASI berbagai pihak. Untuk memahami informasi yang disampaikan dalam webinar, anda bisa melihat infografis berikut:    


Infografis Perempuan UMKM mampu naik kelas dengan adanya penggunaan teknologi digital (Sumber: dokumen pribadi)


1 comment:

MENJADI HAMBA TUHAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN said...

Memang, perempuan UMKM harus naik kelas biar makin berkembang.

Fenomena Negeri Di Atas Awan Pulau Dewata

  Desa Pinggan Kintamani, Fenomena Negeri Di Atas Awan Bali yang harus saya jelajahi (Sumber: dokumen pribadi)     Apakah ada Negeri d...