Wednesday, June 20, 2018

8 Hal Menarik yang bisa Anda Temukan di Pantai Melasti




Pulau Bali yang ditetapkan oleh Trip Advisor sebagai peringkat pertama tujuan wisata dunia menjadi kebanggan bangsa Indonesia. Prestasi membanggakan tersebut memberikan pengaruh yang luar biasa untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancangara. Tidak dapat dipungkiri bahwa Bali menyimpan banyak tempat wisata yang menarik untuk diksplorasi. Salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yang wajib anda kunjungi adalah Pantai Melasti.
            Pantai Melasti berada di kawasan Bali Selatan tepatnya di Desa Adat Ungasan mempunyai pesona alam yang menarik bagi pengunjung. Banyak hal menarik yang bisa ada dapatkan saat mengunjungi Pantai Melasti. Setidaknya, ada 8 hal menarik yang bisa anda temukan ketika berada di sini, yaitu:
1.      Bukit Karang yang Menawan
Akses menuju memang unik. Untuk menjangkaunya, pengunjung akan menyusuri jalan besar yang di samping kirinya terdapat tebing yang tinggi. Kebetulan, saat ini jalan raya menuju Pantai Melasti sedang mengalami perbaikan untuk memberikan kenyamanan pengunjung. Bagian atas dari Pantai Melasti mempunyai spot menarik berhiaskan batu karang yang telah dibelah menjadi beberapa jalan raya. Oleh sebab itu, kawasan ini menjadi ajang fotografi.   




2.      Lansekap Berbentuk Ekor Ikan Duyung
Saat anda menikmati Pantai Melasti bagian timur dari ketinggian, maka anda akan melihat lansekap berbentuk seperti ekor ikan duyung yang terdapat bangunan restoran bagi pengunjung. Dan, lansekap tersebut terdapat embung kecil buatan yang menjadi indah saat terisi air.




3.      Batu Karang Untuk Menikmati Keindahan
Pantai Melasti bagian Timur mengandung batuan karang besar yang menjadi tempat untuk menikmati keindahan lautan dan bukit karang. Bukan hanya itu, batu karang tersebut juga digunakan sebagi pemecah ombak laut selatan.




4.      Tempat Memancing
Di kawasan pantai yang mengandung banyak batu karang besar justru menjadi spot memancing bagi pengunjung. Anda bisa menghilangkan rasa bosan dengan memancing di kawasan ini. Siapa  tahu dapat ikan besar buat lauk-pauk di rumah. Sedangkan, bagian pantai lain yang tidak terlalu dalam menjadi tempat berkumpulnya keluarga sambil mencari ikan kecil dan kepiting pantai. Makin asik liburannya, bukan?




5.      Spot untuk Berenang
Bagi yang suka berenang atau main air sambil mencari ikan-ikan kecil atau kepiting, Pantai Melasti juga menjadi spot berenang yang mengasikkan karena tidak terlalu dalam dan aman dari deburan ombak. Airnya juga bening, makin asik berenang bareng teman atau keluarga.




6.      Pasir Putih yang Lembut dan Berkilau
Karena Pantai Melasti dikelilingi dengan bukit karang yang indah, maka tidak mengherankan jika kandungan pasir putih yang berkilau saat kena pantulan sinar matahari menjadi penghuni pantai ini. Pasir putih yang lembut terasa mengasikkan saat mengajak anggota keluarga sambil bermain pasir.  




7.      Pantai dengan pemandangan Bukit Karang
Tidak mengherankan jika Pantai Melasti sangat indah karena dikelilingi oleh dinding-dinding bukit karang dan diliputi oleh pepohonan hijau khas pantai. Bahkan, ada beberapa hotel atau villa yang dibangun di atas ketinggian bukit karang tersebut.  




8.      Tiga Gapura yang Instagrammable
Terakhir, hal yang menarik dari Pantai Melasti adalah keberadaan 3 pintu gerbang khas Bali yang menjadi spotinstagrammable untuk selfie atau wefie.  Berlatar belakang bukit karang menambah anggun saat dinikmati dari kejauhan. 






Catatan:
Semua foto: dokumen pribadi
Artikel ini juga tayang di Nusaku.id

Monday, June 18, 2018

Beasiswa Gelar Ganda (Double Degree) Magister sebagai Beasiswa Unggulan Mahasiswa Indonesia





Beasiswa Gelar Ganda (Double Degree) Magister sebagai
Beasiswa Unggulan Mahasiswa Indonesia

Oleh Casmudi
(Sarjana Administrasi Publik dan Penulis di Kompasiana)
Email: casmudi.vb@gmail.com


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak akhir tahun 2015 menyebabkan persaingan global semakin ketat. Salah satu cara memenangkan persaingan adalah meningkatkan kualitas pendidikan hingga tingkat Magister. Tetapi, biaya pendidikan tingkat Magister masih tergolong tinggi.
Mahalnya pendidikan tingkat Magister tidak membuat surut langkah sarjana. Salah satunya, mengumpulkan informasi setiap ajang konsultasi beasiswa. Berharap bisa diterima kuliah Magister perguruan tinggi favorit. Tujuannnya adalah mendapatkan pendidikan terbaik atau kuliah gratis agar bisa bekerja menjadi akademisi, peneliti, dosen dan lain-lain.
2.      Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah memberikan informasi kuliah tingkat Magister Perguruan Tinggi. Juga, informasi beasiswa yang menjadi impian mahasiswa Indonesia melalui Program Beasiswa Gelar Ganda (Double Degree). Harapannya, mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Serta, merangsang peran Pemerintah dan pihak lain secara konsisten untuk memperluas jaringan  beasiswa.

BAB II
PEMBAHASAN     
1.      Pemaparan Masalah
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 mensyaratkan dosen minimal bergelar Magister. Rendahnya lulusan Magister berpeluang kecilnya jumlah dosen yang belum mencapai rasio 1:40 (1 dosen untuk 40 mahasiswa). Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan bahwa Perguruan Tinggi kekurangan 38 ribu dosen. Jumlah dosen mencapai 250 ribu dengan jumlah mahasiswa mencapai 7 juta. Pada akhir 2017, rasio dosen dan mahasiswa mencapai 1:70. (Yusuf Asyari, 2017)
Publikasi jurnal penelitian menurut Menristekdikti Mohamad Nasir masih sangat rendah di tingkat ASEAN, hanya 4.500-5.500 karya meskipun target diturunkan dari 8.000 menjadi 6.000-6.500 karya sesuai anggaran pemerintah. Tahun 2015, Jurnal LIPI mencapai tingkat internasional sebanyak 415 karya dan nasional 887 karya. Sementara, 35.314 peneliti LIPI yang terindeks global sekitar 401 orang (LIPI, 2016)
2.      Tinjauan Pustaka
      Sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  maka perlunya pengembangan potensi sarjana ke tingkat Magister. Kendala biaya, banyak sarjana  berprestasi tidak mampu melanjutkannya. Oleh sebab itu, Pemerintah memberikan bantuan beasiswa sebagai tunjangan berupa uang untuk biaya pendidikan mahasiswa (Eko Hadi Wiyono, 2007).
Beasiswa Unggulan sesuai Permendiknas Nomor 95 Tahun 2013 merupakan salah satu beasiswa tingkat Magister dalam bentuk Program Beasiswa Gelar Ganda (Double Degree). Beasiswa diselenggarakan antara Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PTDN) maupun Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) untuk memberikan gelar ganda (Double Degree) kepada lulusannya.  
Beasiswa gelar ganda (Double Degree) dilaksanakan apabila kedua Perguruan Tinggi memiliki kesamaan minimum 50% dari total beban studi (Kemdiknas, 2010). Perlu kesepahaman kurikulum, jumlah mata kuliah, sistem satuan kredit transfer, format ijasah yang dikeluarkan dan rencana program mendatang. PTDN dan PTLN wajib melakukan diskusi dan negosiasi dalam melaksanakan kerjasama untuk menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).
3.      Pembahasan Gagasan
3.1 Pola  Beasiswa Double Degree
Pendanaan Beasiswa Double Degree membutuhkan peranan Pemerintah Daerah dan pihak lain dalam bentuk hibah dari negara sahabat, badan internasional, yayasan dalam dan luar negeri, keuntungan BUMN dan perusahaan swasta nasional serta multinasional bersifat tidak mengikat dan disisihkan serta dijalankan untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR)  (Kemdiknas, 2014).
Banyak PTDN yang menyelenggarakan Beasiswa Double Degree seperti UGM, UI, ITB, IPB, UNDIP, Universitas Bina Nusantara (UBINUS) dan lain-lain. Beasiswa Double Degree menjadi unggulan mahasiswa Indonesia agar bisa kuliah Magister di luar negeri secara gratis. Menurut Dina Mardiana (2009) dalam bukunya “Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau?” menyatakan bahwa alasan negara-negara menjadi tujuan beasiswa seperti: kenyamanan iklim, makanan dan keramahan penduduk lokal, fasilitas belajar yang sangat lengkap, keamanan dan besarnya nilai nominal beasiswa.
Beasiswa Double Degree tingkat Magister dilaksanakan selama 4 semester  menganut Pola 1+1. Maksudnya, 1 tahun kuliah di Indonesia dan 1 tahun di luar negeri. Contoh, Universitas Gajah Mada (UGM)  bekerja sama dengan University of Lund, Swedia. Mahasiswa mengikuti perkuliahan semester I dan II di UGM. Selanjutnya, perkuliahan/penelitian dan penyelesaian tugas akhir pada semester III dan IV dilaksanakan di University of Lund, Swedia. Setelah selesai proses pembelajaran di kedua universitas, mahasiswa menerima ijasah dengan 2 gelar sekaligus (Kemdiknas, 2014)
3.2 Keuntungan Program Beasiswa Double Degree
Keuntungan Beasiswa Double Degree buat mahasiswa, seperti: 1) Mahasiswa mendapatkan dua gelar sekaligus; 2) Ketersediaan sarana dan prasarana penelitian dengan teknologi yang lengkap; 3) Fasilitas akses jurnal internasional hampir tidak terbatas; 4) bisa melanjutkan studi yang didanai oleh universitas mitra luar negeri; dan 5) Penyesuaian iklim akademis dengan adanya kuliah yang sengaja dimampatkan agar mahasiswa tidak terkejut dengan padatnya kuliah di luar negeri.
Sedangkan, keuntungan besar bagi Perguruan Tinggi adalah memberikan akses masuk jajaran World Class University (WCU) dengan mutu pendidikan bertaraf internasional. Perguruan Tinggi mampu bersanding dengan Perguruan Tinggi di luar negeri.

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1)      Biaya kuliah tingkat Magister tergolong tinggi.
2.      Publikasi ilmiah, jumlah peneliti, dosen dan lain-lain masih rendah di tingkat ASEAN.
2)      Beasiswa Double Degree menjadi beasiswa unggulan mahasiswa Indonesia agar mampu bersaing secara global.
3)      Tugas Pemerintah dan pihak lain dalam pendanaan Beasiswa Double Degree.
4)      Banyak keuntungan Beasiswa Double Degree bagi mahasiswa dan Perguruan Tinggi Penyelenggara.   
3.      Saran
Pemerintah perlu membantu Perguruan Tinggi dan pihak lain yang hendak melaksanakan Program Beasiswa Double Degree.  Dorongan agar lebih mudah mendapatkan mitra luar negeri dalam  Nota Kesepahaman (MoU).   

DAFTAR PUSTAKA
Asyari, Yusuf (ed.). 2017. 24 Januari. Diakses dari Pengumuman! Dikti Kekurangan 38 Ribu Dosen. Diambil dari https://www.jawapos.com/read/2017/01/24/104515/ pengumuman-dikti-kekurangan-38-ribu-dosen
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). 2012. Buku Pedoman Program Master & Doktor Double Degree Indonesia-Perancis DDIP. Jakarta :  Direktur Jendral  Pendidikan Tinggi.
Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas).  2010. Naskah Akademik - Penyelenggaraan Program Kerjasama Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Perguruan Tinggi atau Lembaga Lain di Dalam dan di Luar Negeri. Jakarta:  Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Kementrian Pendidikan Nasonal (Kemdiknas). 2014. Beasiswa Unggulan-Proses Penyelengaraan-Meraih Insan Cerdas dan Kompetitif. Jakarta: Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 2016. 3 Maret. Jumlah Peneliti dan Publikasi Penelitian Masih Rendah. Diambil dari http://lipi.go.id/lipimedia/jumlah-peneliti-dan-publikasi-penelitian-masih-rendah-/15153
Mardiana, Dina. 2009. Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau?. Depok : PT. Lingkar Pena Kreativa.   
Wiyono, Eko Hadi. 2007. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap – Disertai penggunaan EYD (Ejaaan Yang Disempurnkan). Surabaya: Palanta.
Permendiknas Nomor 95 Tahun 2013 Tentang Beasiswa Unggulan
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen


Mengunjungi Usaha Konveksi Kerabat, Inspirasi Hidup di Hari Lebaran



Jalan-jalan ke Kota Solo di Hari kedua Lebaran 
(Sumber: dokumen pribadi)




Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan. Hari di mana “bebas” dari menahan berbagai godaan yang membatalkan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, Hari Raya Idul Fitri sering disebut sebagai Hari Lebaran. Lebaran sendiri berasal dari kata dasar “lebar” yang berarti luas. Hal ini mengandung arti bahwa Lebaran merupakan hari yang luas sebagai pembuka pintu maaf dan kebahagiaan karena pahala yang luas.
Setelah melakukan sholat ‘Ied dan bersalam-salaman dengan keluarga dekat dan tetangga sekitar di Ngawi Jawa Timur, maka saya dan keluarga  mempunyai kebiasaan setiap hari kedua Hari Lebaran yaitu bersilaturahmi ke keluarga besar di Kota Solo. Keluarga besar dari pihak Istri. Keluarga yang masih dalam keturunan Keraton Mangkunegaran Solo.
Kadangkala, acara silaturahmi ke Solo dilengkapi dengan acara Arisan Keluarga. Arisan Keluarga ini bertujuan untuk menguatkan tali silaturahmi anggota  keluarga besar Ngawi, Solo dan Klaten dan mengenalkan anggota-anggota keluarga baru. Dengan demikian, akan timbul persaudaraan yang semakin luas. 
            Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam dari Ngawi ke Solo, maka rasa lelah pun menyambut kami. Untuk menghilangkan rasa lapar sekaligus untuk memenuhi hasrat menikmati kuliner soto kesukaan maka kami pun mampir untuk mencicipi soto di salah satu pusat kuliner. Memang, Plesir ke Solo juga bermaksud untuk mencicipi kuliner andalan keluarga yaitu soto yang berada di kawasan Klodran Solo.


 
Menikmati soto sebelum menghadiri acara 
arisan di Kota Solo (Sumber: dokumen pribadi)


Bersilaturahmi ke Solo juga mendapatkan inspirasi usaha. Kebetulan anak dari paman (adik ibunya istri saya) merintis sebuah usaha konveksi. Usaha yang dikembangkan dengan tekad. Karena, tidak mempunyai latar belakang sama sekali dalam bidang entrepreneurship. Ruang tamu disulap menjadi tempat kerja.
Ada hal yang menarik yang bisa diperoleh dari hal tersebut yaitu “The Power of Kepepet”. Karena kebutuhan yang makin bertambah karena barusan menikah maka harus membuat terobosan usaha. Usaha konveski yang mayoritas menghasilkan kaos-kaos bola dan pesanan perusahaan menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. 
Membuka usaha juga membutuhkan keyakinan yang kuat. Just Do It, lakukan saja seperti tagline-nya Nike merupakan kalimat yang pas untuk melakukan usaha. Tidak berpikir terlalu jauh tentang hal apa yang akan terjadi kemudian seperti keuntungan, kerugian dan lain-lain. Intinya, eksekusi usaha adalah yang lebih utama. Karena, setiap usaha yang dipikirkan terlalu jauh tentang bayangan kerugian di masa depan maka mayoritas usaha tersebut surut untuk dilakukan dengan baik.  

  
Usaha konveksi yang dirintis oleh anak paman 
(Sumber: dokumen pribadi)


Bukan hanya masalah inspirasi usaha yang bisa diperoleh dari pelesiran di hari kedua Lebaran di Solo. Saya juga mendapatkan inspirasi hidup tentang kuatnya persaudaraan tanpa memandang status. Sudah lumrah yang terjadi dalam masyarakat bahwa hubungan saudara selalu memandang kasta, harta dan jabatan.
Meskipun masih saudara tetapi jika kondisi ekonomi terlalu “njumplang” (berat sebelah) berbeda jauh maka hubungan saudara sering mengalami masalah. Mungkin, yang merasa kaya malu untuk bersaudara dengan keluarganya yang mengalami kondisi miskin.
Dari kunjungan ke Solo, ada hal menarik yang patut dipetik yaitu keterbukaan setiap anggota keluarga besar dari manapun untuk menjalin silaturahmi dan kekerabatan yang baik tanpa  memandang status sosial. Kata pepatah Jawa yang berbunyi, “nggugah silaturahmi, marai katah rejeki” (membangun silaturahmi, menyebabkan banyak rejeki). Karena, silaturahmi tak bisa dinilai dengan uang.
Silaturahmi yang kuat juga menimbulkan persaudaraan dan persahabatan yang luas. Banyak kejadian nyata bahwa persaudaraan dan persahabatan yang tidak memandang status sosial mampu menimbulkan sebuah kepercayaan. Dan, kepercayaan yang kuat bisa mengakibatkan sebuah peningkatan rejeki dan jabatan, bukan?
Jalan-jalan ke Kota Solo bukannya sekedar jalan bahagia untuk merayakan kemenangan di Hari lebaran. Tetapi, banyak inspirasi hidup yang bisa saya petik. Bukan hanya menikmati kuliner nusantara tetapi bisa mendapatkan inspirasi usaha dan motivasi hidup yang lebih baik di masa depan.
Sejatinya, inspirasi hidup mampu membuat hidup anda lebih baik. Ketika inspirasi hidup anda tiru dan pegang kuat maka anda akan mendapatkan kenyamanan dan ketenangan hidup. Itulah sebabnya, memperluas komunikasi dengan orang lain adalah yang utama. Salah satunya adalah dengan mempererat jalinan silaturahmi, baik dengan saudara maupun dengan orang lain.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin.         






Artikel ini juga tayang di Kompasiana

4 Momen Penting yang Biasa Dilakukan pada Hari Pertama Saat Lebaran


                                                                                      

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H 
(Sumber: www.123rf.com/diolah)




Raya Idul Fitri atau Hari Lebaran telah tiba. Hari Kemenangan bagi umat Islam setelah satu bulan penuh berpuasa. Hari bahagia setelah satu bulan penuh menahan haus, lapar dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Serta menahan diri dari segala godaan setan. Inilah saat umat Islam kembali ke fitrah (kesucian) seperti anak yang baru dilahirkan. Juga, seperti kertas yang belum dicoret-soret dengan noda atau pulpen sekalipun.
Ada beberapa momen penting yang biasa dilakukan oleh setiap keluarga di hari pertama Hari Raya Lebaran. Setidaknya, ada 4 momen penting yang sering dilakukan umat Islam di hari pertama Hari Raya Lebaran yaitu:

Sholat ‘Ied 
Sholat ‘ied merupakan sholat yang “sunah” dan mendekati “wajib” yang  dilakukan setiap umat islam. Sholat yang dilakukan setelah fajar muncul. Sholat ini menunjukan pelengkap puasa anda dan menandakan awal dari bulan syawal.
Sholat ‘ied wajib dilaksanakan secara berjamaah sebanyak dua rokaat dan diisi dengan khutbah pada akhir sholat. Khutbah sholat ‘ied yang yang mayoritas berisi tentang kemenangan umat Islam setelah mengarungi samudra haus, lapar dan berbagai nafsu yang membatalkan puasa.
Sholat ‘ied mengawali umat Islam untuk merayakan kemenangan sebagai manusia yang suci dari dosa. Hari bahagia yang dirayakan dengan gembira. Inilah  ititik balik manusia kembali kepada kesucian (fitrah).


Sholat ‘Ied di lapangan terbuka (Sumber: dokumen pribadi)


Ziarah Kubur
Hari pertama pada Hari Raya Idul Fitri juga menjadi waktu yang spesial untuk berziarah kepada keluarga yang telah mendahului untuk menghadap Allah SWT. Bukan hanya kebahagiaan di dunia saja, tetapi ingat kepada kematian membuat anda lebih bersyukur dan berbuat lebih baik pada bulan-bulan berikutnya, khususnya bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan. 
            Berziarah juga memberikan gambaran bahwa kematian akan datang kapan saja tanpa ijin manusia. Malaikat pencabut nyawa tak perlu mengetuk pintu anda terlebih dahulu. Itulah sebabnya, setiap hari pertama Hari Raya Idul Fitri menjadi ajang yang istimewa untuk berziarah kepada keluarga yang telah menghadap sang Maha Pemilik Jagat Raya.
Manusia hanyalah sebutir di antara gurun pasir yang Maha Luas. Berziarah juga menjadi momen kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Kepasrahan kepada pemilik nyawa yang kapan saja bisa mengambilnya kembali. Berziarah menjadi ajang perenungan manusia bahwa ada dunia kematian setelah kehidupan.
            Hari pertama di Hari Raya Idul Fitri memang perlu menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Menggabungkan kegembiraan bersama keluarga yang masih hidup juga memberikan dukungan doa-doa kepada keluarga yang telah kembali ke alam lain. Setiap orang berharap agar kegembiraan di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dinikmati keluarga di alam sana dan tersenyum kepada anda saat merayakan Hari Raya Lebaran.


Keluarga sehabis berziarah di hari pertama 
hari Lebaran (Sumber: dokumen pribadi)


Menikmati Menu Lebaran
Hari Lebaran merupakan saat yang indah untuk memenuhi area meja makan. Mencicipi menu hari raya terbaru. Berbagai wajah senyum sumringah melihat menu yang tersaji di meja makan. Dan, hari Lebaran merupakan saat yang diharamkan untuk melakukan puasa. Waktu yang menyenangkan untuk mencoba menu lebaran dengan suka cita. Kadangkala, menu Hari Lebaran juga tidak perlu mewah tetapi mampu memberikan kebahagiaan keluarga.
            Ya, berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya Idul Fitri memang menjadi momen yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Apalagi, saat semua yang hadir memberikan rasa bahagia. Di meja makan itulah, kebersamaan itu terjalin erat. Bukan hanya berbagai menu yang tersaji di meja makan saja berbaur menjadi satu tetapi kebahagiaan mampu bersatu menjadi satu untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.


Menu Hari Lebaran yang sederhana dan hijau 
(Sumber; dokumen pribadi)


Bermaaf-maafan antar Anggota Keluarga
            Hari pertama di Hari Raya Lebaran menjadi momen yang istimewa untuk saling bermaaf-maafan anggota keluarga terutama kepada kedua orang tua. Saat inilah, ketika hati tersentuh atas kemenangan hari raya tidak mampu untuk membendung air mata bahagia. Air mata yang memberikan pertanda untuk membebaskan dari segala dosa antar sesama manusia  (habluminannaas) di hadapan Allah SWT.
            Momen bermaaf-maafan juga menunjukan momen kerendahan hati manusia sebagai makhluk yang tidak lepas dari dosa-dosa tetapi ingin menghapusnya dengan kebaikan. Dan, manusia hanya beranggapan bahwa tak pantas masuk ke surga tetapi tidak kuat atas siksa neraka. Saat saling bermaafan itulah menjadi momen penting untuk melepaskan segala dosa yang menjerat manusia.
            Ajang bermaaf-maafan juga dilanjutkan dengan keluarga dan tetangga yang berada di sekitar tempat tinggal anda. Setiap manusia mempunyai dosa yang telah diperbuat dengan orang lain. Oleh sebab itu, saling bermaafan di hari pertama hari raya Idul Fitri menjadi momen penting yang jangan dilewatkan begitu saja. Ya, momen yang sangat penting untuk mengucapkan “minal aidzin wal faizin” secara langsung dan tatap muka.


Bermaaf-maafan di tempat saudara (Sumber: dokumen pribadi)


Semoga momen di atas bisa membuat anda menjadi manusia yang bersih dari dosa. Hari Raya Idul Fitri sejatinya merupakan kemeangan umat Islam kepada fitrah (kesucian) dan terhindar dari segala jenis dosa. Segala khilaf diampuni, segala benci dihilangkan dan segala buruk sangka dihancurkan. Dan, saatnya ucapkan “Minal Aidzin Wal Faidzin”, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Ngawi - Jawa Timur, 14 Juni 2018


Catatan:
Saya, Casmudi dan keluarga mengucapkan  “Minal Aidzin Wal Faidzin”, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala khilaf kepada manajemen Kompasiana dan para Kompasianer serta para pembaca jika tulisan yang telah saya buat mungkin menyinggung perasaan anda.

Saya dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan (tulisan) yang telah diperbuat baik disengaja maupun tidak disengaja. Saya hanyalah manusia biasa. Sesungguhya, segala kebaikan mutlak datangnya dari Allah SWT Yang Maha Agung dan segala kesalahan semata-mata datang dari saya pribadi. 





Artikel ini juga tayang di Kompasiana

8 Hal Menarik yang bisa Anda Temukan di Pantai Melasti

Pulau Bali yang ditetapkan oleh Trip Advisor sebagai peringkat pertama tujuan wisata dunia menjadi kebanggan bangsa Indonesia. Pres...