Wednesday, June 15, 2022

Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

 

Boiler Biomassa

Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

 

          Isu perubahan iklim selalu menarik dan menjadi tantangan berbagai pihak untuk dicarikan solusinya. Salah satu contoh nyata dengan adanya perubahan iklim adalah masyarakat awam mulai tidak bisa memprediksi kedatangan musim tanam.

          Dulu, masyarakat Jawa mampu memprediksi datangnya musim tanam melalui ilmu Pronotomongso. Tetapi, kini, ilmu legenda masyarakat Jawa itu sudah tidak manjur lagi dengan adanya fenomena peruabahan iklim tersebut.

          Hal menarik dari perubahan iklim disebabkan karena pemanfaatan energi yang tidak ramah lingkungan. Pemanfaatan energi fosil masih menjadi ketergantrungan masyakat. Dampaknya, kondisi lingkungan di sekitar kita mulai memberikan dampak negatif atau polusi. Efek pemanasan global (global warming) telah terlihat nyata akhir-akhir ini.

 

SEKAM PADI

          Percayalah, pemakaian energi yang ramah lingkungan menjadi tugas kita bersama. Apalagi, Danone Specialized Nutrition Indonesia (SN Indonesia) berkomitmen untuk memitigasi perubahan iklim dengan menyediakan produk bernutrisi untuk ibu, anak dan keluarga yang diproduksi secara ramah lingkungan.

          Itulah sebabnya, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia hari ini meresmikan pembangunan Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi, di kawasan pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Prambanan Klaten, yang merupakan bagian dari Danone SN Indonesia.

          Sebagai Informasi, Klaten merupakan lumbung padi di Jawa Tengah. Kemudian, PT Sarihusada Generasi Mahardhika berada di lingkungan yang dikelilingi oleh kawasan pertanian. Maka dari itu, Danone SN Indonesia mengadakan kerjasama dengan BECIS (Berkeley Energy Commercial Industrial Solutions) yang berpengalaman dalam layanan energi terbarukan di Asia.

          Kerja sama untuk memanfaatkan energi terbarukan dari Boiler Biomass yang berbahan baku sekam padi, sehingga dapat mengurangi jejak karbon hingga 32%. Boiler Biomass tersebut diresmikan pada tanggal 15 Juni 2022 dan disiarkan secara offline dan online melalui akun Youtube Nutrisi Untuk Bangsa pukul 10.00 -11.30 WIB.

 

Inagurasi Boiler Biomassa

Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Peresmian Boiler Biomassa dihadiri oleh narasumber dan pejabat yang berkompeten, sepetti:

1.    Ibu Vera Galuh, selaku VP General Secretary Danone Indonesia.

2.    Mr. Hannu Ikavalko, selaku COO BECIS.

3.    Bapak Edi Wibowo, selaku Direktur Bioenergi.

4.    Bapak Sumarno, SE, MM, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, selaku Sekretaris Daerah Provini Jawa Tengah

   

Narasumber di Inagurasi Boiler Biomassa

Narasumber dan pejabat yang hadir dalam Inagurasi Boiler Biomassa di Klaten Jawa tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Menurut Ibu Vera Galuh, selaku VP General Secretary Danone Indonesia, pemanfaatan energi terbarukan dari Boiler Biomass berkontribusi untuk menciptakan sirkularitas produk pertanian dan menyejahterahkan petani di sekitarnya.

          Danone Indonesia bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang ramah lingkungan. Seperti apa yang diungkapkan oleh Bapak Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM dalam sambutannya.

 

“Pemanfaatan terbesar bioenergi khususnya biomassa saat ini adalah sebagai pembangkit listrik biomassa yang mencapai 2.116 MW, sehingga peluang pengembangan bioenergi masih sangat terbuka, terlebih didukung isu lingkungan, perubahan Iklim, kesadaran masyarakat untuk mewujudkan transisi energi menuju energi bersih dan peningkatan konsumsi listrik per kapita. Kami sangat mengapresiasi upaya Danone Indonesia selaku pelaku usaha yang bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung upaya transisi energi melalui penyediaan energi yang berbasis energi terbarukan dengan menggunakan biomassa sekam padi. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat serta mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Semoga dapat menjadi contoh bagi badan usaha lain utk secara masif mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang lebih baik bagi lingkungan dan kesehatan.”

 

          Senada dengan apa yang diungapkan oleh Ibu Vera Galuh dan Bapak Edi Wibowo, Mr. Hannu Ikavalko, selaku Chief Operating Officer (COO) BECIS menyatakan,

 

“Sebagai penyedia layanan solusi energi terbarukan, BECIS percaya bahwa dekarbonisasi, desentralisasi dan digitalisasi energi menjadi kunci bagi perusahaan-perusahaan untuk menjalankan operasionalnya secara berkelanjutan. Pada kesempatan ini, BECIS sangat antusias karena dapat mendukung Danone di Indonesia dalam mewujudkan visinya dalam pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan dan operasional Boiler Biomassa ini. Adapun fasilitas ini juga telah didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap yang menjadikannya pengoperasiannya sangat ramah lingkungan. Selain dampak ke lingkungan, melalui kerjasama ini, kami juga berhasil menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sumber bahan bakar yang diambil secara lokal, dan memberikan abu sekam yang dihasilkan, kembali kepada petani yang berguna sebagai pupuk organik.”

 

          Oleh sebab itu, keberadaan Boiler Biomassa menjadi energi baru yang terbarukan, serta terintegrasi dengan lingkungan pertanian di sekitarnya. Karena, sekam padi yang dihasilkan oleh para petani akan menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang diolah oleh Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui unit bisnisnya di kawasan PT Sarihusada Generasi Mahardhika Klaten Jawa Tengah. Ada 4 manfaat dari Boiler Biomassa, yaitu: 1) mengurangi emisi karbon ke atmosfer; 2) mengurangi limbah pertanian; 3) mengurangi biaya bahan bakar; dan 4) mewujudkan ekonomi sirkular.

  

Manfaat Boiler Biomassa

Manfaat dari Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indoensia)

 

           

          Kita memahami bahwa masyarakat biasanya memanfaatkan sekam padi untuk mengawetkan es batu atau membakar batu bata. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Bapak Sumarno, SE, MM mengharapkan agar Danone Indonesia bisa menggandeng lebih banyak Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Tentu, agar kesadaran petani tentang pemanfaatan sekam padi lebih meluas.  

          Bahkan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah tersebut menyinggung masalah penyerapan susu lokal, seperti dari Boyolali, Sukoharjo dan Banyumas. Agar, bisa digandeng oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika dalam menciptakan Nutrisi untuk Bangsa.  

          Dengan adanya pemanfaatan sekam padi, Danone Indonesia ikut berperan meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Juga, turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan bauran energi hingga 30% dan karbon netral di tahun 2060.

 

Kunjungan ke Boiler Biomassa

Narasumber dan pejabat menunjukan sekam padi sebagai bahan Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)


 

Kawasan Boiler Biomassa

Kunjungan narasumber dan pejabat ke tempat Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Beberapa proses atau tahapan dalam pengolahan sekam padi yang kaya kandungan silika di Boiler Biomassa adalah:

1.    Sekam padi diangkut menuju fasilitas boiler biomassa.

2.    Sekam padi dibawa menuju ruang pembakaran

3.    Proses pembakaran menghasilkan 2 material sisa, yaitu: 1) uap panas;  dan 2) abu sekam padi. Perlu diketahui bahwa asap hasil pembakaran yang keluar melalui cerobong rendah karbon.

4.    Uap panas digunakan sebagai bahan bakar untuk tenaga listrik untuk menggerakan fasilitas pabrik, dan abu sekam padi dimanfaatkan petani sebagai pupuk tanaman.  

 

          Sebagai informasi, abu sekam yang dihasilkan dari proses produksi Boiler Biomassa ini mengandung Silika yang tinggi, dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 ton/Ha. Danone dan BECIS telah mendistribusikan abu sekam ini bagi kelompok tani dan mendampingi aplikasinya bersama pupuk ke lahan pertanian padi seluas 159 Ha. Tentu, petani berharap besar agar produktivitas pertanian meningkat di masa depan.


Boiler Biomassa di pabrik PT. Sarihusadda

Pabrik di kawasan PT. Sari Husada Klaten Jawa Tengah yang menggunakan Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)

 

BAURAN ENERGI

          Setelah acara peresmian Boiler Biomassa, dilanjutkan dengan acara talkshow, yang menghadirkan 3 narasumber yaitu:

1.    Bapak Karyanto Wibowo, selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia.

2.    Bapak DR. Ir. Sudjarwanto Dwiatmoko, selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

3.    Marzuki Mohamad (Kill The DJ), selaku rapper dan pegiat pertanian.

 

 

Talkshow tentang Boiler Biomassa

Narasumber yang hadir dalam talkshow setelah inagurasi boiler biomassa di PT. Sari Husada Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Banyak informasi yang muncul dalam acara talkshow tersebut. Ada beberapa alasan penting, pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika Klaten Jawa Tengah menggunakan bahan sekam padi. Pertama, tidak dipungkiri bahwa kawasan pabrik menggunakan energi listrik. Dan, keberadaan Boiler tersebut membunuhkan energi listrik yang lebih besar. Maka, alternatif bahan yang mampu menghasilkan energi tinggi adalah pemanfaatan sekam padi yang melimpah.

          Kedua, pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika berada di kawasan pertanian. Di mana, setiap panen padi menghasilkan sekam padai yang melimpah. Oleh sebab itu, sesuai dengan visi Danone Indonesia One Planet One Health, maka sekam padi sangat cocok untuk bahan baku biomassa yang ramah lingkungan.

          Sebagai informasi, sekam padi yang dibutuhkan untuk biomassa tersebut menghasilkan 8.300 ton karbon. Jumlah tersebut setara dengan pemanafaatan 120 ribu pohon setiap tahunnya. Bahkan, dengan pemanfaatan sekam padi, pabrik milik Danone Indonesia tersebut bisa menurunkan emisi karbon sebesar  32% yang dihasilkan pabrik.

          Penurunan emisi karbon tersebut senada dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penciptaan energi baru terbarukan. Target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal bauran energi (energy mix). Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 13,32% dari rencana tahun 2025 sebesar 21,3% dalam bauran energi.

          Tidak dipungkiri, Jawa Tengah mempunyai sumber energi baru yang ramah lingkungan. Seperti, energi panas bumi (geothermal). Sebagai contoh, Panas bumi Dieng menghasilkan energi 60MW. Sedangkan, Gunung Slamet dan Gunung Telomoyo masih dalam tahap eksplorasi.

          Dari energi biomassa, Jawa Tengah menghasilkan rawa-rawa purba yang mampu menghasilkan gas. Seperti, Sumur Geni yang telah menyalurkan energi gas ke kurang lebih 300 rumah tangga di Karanganyar.

          Gubernur Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada semua pihak yang mampu menciptakan energi baru terbarukan. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada desa-desa yang mampu mandiri energi (seperti: penciptaan pompa pertanian dengan tenaga surya).

          Apalagi, dengan adanya penciptaan energi matahari yang ada di pabrik milik Danone Indonesia, maka berharap perusahaan lain bisa melakukan transisi energi. Sebuah energi baru yang ramah lingkungan dan mampu mengerem adanya perubahan iklim. 


Thursday, June 9, 2022

Tiket Naik Candi Borobudur yang Mahal, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Candi Borobudur

Kawasan candi di Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah (Sumber: shutterstock)

 

 

          Study Tour atau studi wisata ke Candi Borobudur saat masih SMP dulu, masih menjadi ritual rutin menjelang kenaikan kelas. Ya, Candi Borobudur masih menjadi magnet, agar siswa mau mempelajari sejarah peradaban bangsa.

          Kunjungan wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sungguh fantastis. Namun, semakin melonjaknya jumlah kunjungan memberikan dampak yang menakutkan tentang kelestarian Candi Borobudur itu sendiri. Dengan tiket masuk sebesar Rp50 ribu untuk wisatawan lokal dan kekira Rp350 ribu untuk wisatawan mancangera. Maka, wisatawan bebas menjelajahi setiap sudut Candi Borobudur hingga lantai 10 atau puncak tertinggi. Meskipun, lantai 9 dan 10 Candi Borobudur sudah tidak boleh dinaiki pengunjung.

          Keberadaan Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah dibangun sejak abad ke-8 saat wangsa Syeilendra, pemerintahan Samaratungga. Pembangunan Candi Borobudur sebagai tempat pemujaan atau persembahyangan agama Buddha saat itu memakan waktu hingga 75 tahun.  Yang berlanjut hingga pemerintahan putri Samaratungga, Pramodyawardani.

          Keagungan Candi Borobudur diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage (warisan dunia) sejak tahun 1991. Dengan demikian, Candi Borobudur tidak lagi menjadi milik Bangsa Indonesia. Tetapi, telah menjadi milik dunia. Dengan kata lain, kondisi Candi Borobudur akan menjadi perhatian dunia.

 

Naik Rp750 Ribu

          Kini, Candi Borobudur menjadi perbincangan publik dikarenakan wacana tiket naik Candi Borobudur akan berubah menjadi Rp750 ribu untuk wissatawan lokal dan $100 untuk wisatawan mancanegara. Tiket masuk Candi Borobudur tetap Rp50 ribu. Tetapi, pengunjung yang ingin naik ke bagian stupa akan dikenakan tarif Rp750 ribu. Wacana kenaikan tiket naik Candi Borobudur tersebut menjadi pro kontra netizen.

          Apalagi, setelah wacana tersebut diiyakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Di mana, sang menteri mengatakan, tiket masuk ke kawasan wisata Candi Borobudur akan dinaikkan. Pernyataan tersebut diunggah dalam akun instagram @luhut.pandjaitan pada 4 Juni 2022 lalu.

 

"Sambatan dalam bahasa jawa yang berarti gotong royong adalah prinsip yang kami pakai untuk bersama-sama mengembangkan konsep Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional. Dalam kunjungan pagi ini saya kembali menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme “’single authority agency" sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas.

Saya juga memastikan penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular sudah mulai diterapkan sesuai dengan arahan Presiden @jokowi. Maka dari itu, mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rute perjalanan shuttle bus ini meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan. Dengan menggunakan kendaraan listrik dan EBT, saya rasa akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya 5000 rupiah saja. Sedangkan untuk masuk ke Kawasan Candi akan akan tetap mengikuti harga yang sudah berlaku.

Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.Semua turis juga nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur, ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang."

 

          Dari postingan di atas memberikan pemahaman bahwa wacana kenaikan tiket naik Candi Borobudur bertujuan menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

 

Pengikisan Bangunan Candi

          Penetapan tiket naik Candi Borobudur dikarenakan sistem kuota pengunjung setiap harinya sebanyak 1.200 orang. Dengan adanya Batasan kuota tersebut, maka sangat baik untuk melindungi bangunan Candi Borobudur atau konservasi demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

          Perlu diketahui bahwa bangunan Candi Borobudur mulai mengalami penurunan dan pengikisan. Hal ini disebabkan karena adanya beban berlebih akibat kunjungan wisatawan. Konon, sejak tahun 1984, permukaan Candi Borobudur telah mengalami keausan hingga 5cm. Bukan hanya itu, kondisi permukaan Candi Borobudur pun telah turun atau amblas kekira 12 cm.  

          Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisatawan yang menaiki Candi Borobudur sebelum pandemi Covid-19 rata-rata 10 ribu orang per hari. Sedangkan, selama pandemi, pengelola menutup akses naik ke Candi Borobudur. Pengunjung hanya terbatas sampai ke pelataran atau halaman candi.

          Kuota kunjungan wisatawan yang naik ke Candi Borobudur juga berperan penting untuk menghindari dari aksi nakal pengunjung. Konon, aksi vandalisme pengunjung sangat sulit dideteksi. Hal ini dikarenakan jumlah petugas yang terbatas, dibandingkan jumlah pengunjung. Aksi corat-coret adalah aksi pengunjung yang bisa merusak kelestarian Candi Borobudur.

          Bukan itu saja, aksi vandalisme yang mengkhawatirkan adalah keberadaan permen karet yang menempel pada bangunan Candi Borobudur. Permen karet tersebut sulit dihilangkan. Perlu kehati-hatian untuk membersihkan permen karet, agar tidak menimbulkan aus bangunan candi.

          Pengunjung juga banyak yang nakal dengan memegang, bersandar atau menginjak bangunan Candi Borobudur. Aksi ini, bukan hanya menimbulkan tingkat keausan atau pengikisan. Tetapi, bisa merusak atau mematahkan bangunan Candi Borobudur.

          Ketika, aksi vandalisme pengunjung yang berjumlah puluhan ribu tidak terkontrol. Maka, kelestarian bangunan Candi Borobudur akan menemui kekhawatiran yang tinggi. Dengan kata lain, pihak UNESCO mewanti-wanti agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan penting keberadaan Candi Borobudur. Karena, Candi Borobudur bukan hanya sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP). Tetapi telah menjadi bukti tentang peradaban bangsa tempo dulu.

          Jika, keberadaan lansekap peradaban bangsa itu hilang. Maka, anak cucu di masa depan tidak akan lagi menikmati bukti nyata tentang peradaban tinggi bangsa Indonesia di abad ke-8.

          Dengan adanya tujuan menjaga kelestarian budaya nan agung Candi Borobudur. Maka, wacana tiket naik Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu akan memantik jumlah kunjungan yang benar-benar ingin memahami sejarah.

          Namun, wacana tiket mahal tersebut justru mendapat sentilan dari Ketua Teravada Indonesia Biksu Pannyavaro. Bahwa, kenaikan tiket yang mahal akan memberikan efek yang luar biasa. Warga biasa khususnya warga sekitar Candi Borobudur yang benar-benar ingin memahami sejarah peradaban bangsa tempo dulu akan semakin kesulitan untuk naik ke Candi Borobudur.

 

Kesadaran Tinggi

          Saya pribadi memahami bahwa Pemerintah mempunyai tujuan baik untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur. Hal yang perlu dilakukan masyarakat Indonesia adalah meningkatkanya kesadaran akan kelestarian budaya. Perlu edukasi yang berkelanjutan bahwa Candi Borobudur adalah situs warisan dunia yang perlu dijaga kelestariannya. Hilangkan aksi-aksi vandalisme yang bisa merusak kondisi bangunan Candi Borobudur.

          Andai saja. wacana kenaikan tiket Candi Borobudur telah ditetapkan secara resmi. Maka, hal yang kita lakukan adalah perlu mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya. Namun, seandainya wacana tersebut dibatalkan atau ditunda, maka mari kita tingkatkan karakter kesadaran diri kita. Bahwa, kita meski bersama-sama menjaga kelestarian Candi Borobudur. 

        Ingat, kita berkunjung ke Candi Borobudur bukan hanya untuk berselfie ria dengan duduk, memegang, bersandar di bangunan candi. Tetapi, hendaknya kita belajar tentang peradaban nan agung tempo dulu. Mari belajar memahami sejarah bangsa. Candi Borobudur telah menampilkan lansekap budaya bangsa Indonesia tempo dulu.   


 

Thursday, May 12, 2022

LGBT, Perilaku Manusia Melawan Hukum Alam

 

Warna-Warni yang melambangkan kaum LGBT (Sumber: shutterstock)

 

 

 

 

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali Imran:191)

 

 

          Saya percaya haqul yaqin bahwa Allah SWT menciptakan makhluknya termasuk manusia tak ada yang sia-sia. Lantas, bagaimana dengan kasus LGBT yang sedang ramai belakangan ini. Sungguh, justru dengan adanya LGBT ini memberikan pelajaran terbaik bagi manusia.

          Sikap saya tidak membenci dengan sosok LGBT. Tetapi, hendaknya mereka berusaha semaksimal mungkin, untuk mencari cara atau solusi terbaik agar bisa hidup secara normal. Menjadi lelaki atau wanita sejati yang menyukai lawan jenisnya. Dalam hal ini, menurut saya, perlunya pelaku, keluarga, lingkungan, teman, psikolog dan pemerintah bekerja sama untuk mencetak manusia sesuai kodratnya.

          Memang membutuhkan pengorbanan layaknya rehabilitasi orang yang teradiksi narkoba. Pengorbanan tersebut tentu tidak seberapa dibandingkan dengan masa depan yang bersangkutan. Orang tua tentu tidak menginginkan anaknya termasuk dalam kaum LGBT. Agar, mereka bisa menikmati kodrat manusia yang mempunyai pasangan hidup. Dan, menghasilkan generasi atau keturunan selanjutnya.

          Karena, sejatinya Allah SWT itu menciptakan makhluknya serba berpasangan. Seperti, yang ada dalam kitab suci Al-Qur’an Surat Az Zariyat ayat 49 berbunyi:


وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 

(wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tadzakkarụn)
Artinya:

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)." (QS. Az Zariyat: 49).

 

          Ayat Al-Qur’an di atas sangat jelas, bahwa kita hidup mesti berpasangan. Ada siang tentu ada malam. Saat Nabi Adam As diciptakan, Allah SWT menciptakan pasangannya Siti Hawa As. Oleh sebab itu, Allah SWT sungguh menguutuk, bahkan memberikan musibah buat manusia yang melawan hukum alam.

          Sebut saja, kisah Nabi Luth As. Di mana Allah SWT memberikan musibah yang maha dahsyat bagi kaum Sodom yang menyukai kaum sejenis, lelaki menyukai lelaki. Ibarat bahasa sekarang, masa pisang makan pisang. Gak pantas toh?

          Percaya atau tidak, sebuah perbuatan yang melawan hukum alam tidak akan memberikan manfaat atau kebahagiaan hakiki. Saya sendiri mengenal perilaku (maaf) homoseks, ketika saya duduk di kelas 5 SD. Saya sendiri lebih memahami sebutan “bencong” bagi lelaki yang bergaya bak wanita.

          Tubuh boleh seksi, perut boleh six pack, jenggot boleh lebat, wajah tampak glowing. Tetapi, alamak, gayanya sungguh nyiur melambai. Siang Susanto, jika malam jadi Susanti. Dia begitu bangga ketika dipanggil Sis, daripada Bro. padahal tampilan tubuhnya jelas-jelas lelaki.

 

LGBT DI INDONESIA

          Saya memahami bahwa perilaku atau keberadaan para LGBT masih tertutup. Atau, masih malu-malu menunjukan jati dirinya, sebelum dunia media sosial (medsos) muncul di muka bumi ini. Namun, entah karena pengaruh apa. Kini, keberadaan LGBT justru menunjukan eksistensinya.

          Seakan-akan, LGBT tidak malu lagi bahwa kondisi dirinya sangat dimaklumi publik. Bahkan, di belahan dunia, keberadaan LGBT benar-benar diakui. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengakuan pernikahan sejenis.

          Isu LGBT menjadi isu menarik. Apalagi, jika ditarik ke ranah politik saat kampanye Pemilu. Lagi, banyak kalangan yang menganggap bahwa kemunculan LGBT bak sebuah kampanye terselubung. Bahkan, dibiayai dengan dana yang besar. Hal ini bertujuan agar mau melegalkan pernikahan sejenis.

          Namun, gelagat yang mengarah kemunculan komunitas LGBT tanpa tedeng aling-aling menunjukan, bahwa mereka mempunyai misi yang serius. Padahal, keberadaan LGBT dilarang di seluruh isi kitab suci berbagai agama di dunia.  

          Beruntung, bangsa Indonesia masih tetap eksis melarang keberadaan kaum LGBT dengan segala pernak-perniknya, seperti bendera warna pelangi. Hal ini dikarenakan LGBT melawan hukum alam.

          Semua agama yang ada di Indonesia pun melarang keberadaan LGBT. Public figure yang melakoni karakter tersebut dalam sebuah acara pun banyak yang dicekal atau dilarang pentas. Itulah sebabnya, keberadaan LGBT masih bergerilya atau sembunyi-sembunyi. Kaum LGBT pun masih malu-malu untuk menunjukan jati dirinya.

          Uniknya, dengan adanya larangan LGBT di Indonesia, masih ada saja sekelompok tertentu yang peduli atau membela keberadaan LGBT. Dengan dalih kemanusiaan dan Hak Azasi Manusia (HAM) yang perlu ditegakkan sebaik mungkin.

          Saya pribadi berpendapat bahwa keberadaan LGBT jangan sampai mendapat tempat di Indonesia. Loh, kok anda nggak Pancasilais? Sebagai informasi, saya sendiri telah mengenyam pendidikan dan latihan (diklat) Pancasila dari lembaga negara BPIP RI. Sangat berisiko jika keberadaan LGBT mendapat tempat (baca: diakui) di Indonesia. Ini sama halnya dengan melegalkan pernikahan sejenis. Tidak ada bedanya, jika kita membiarkan para teroris hidup di Indonesia.

          Saya justru sangat peduli dengan kaum LGBT dengan dalih kemanusiaan, khususnya regenerasi. Sungguh, saya kasihan sekali sama kaum LGBT. Yang begitu percaya diri menunjukan kebahagiaan mereka. Entah, kebahagiaan di muka publik atau di media sosial. Kalimat serius dari saya buat mereka.

 

“Jangan pernah melawan hukum alam. Jangan pernah melawan Sunatullah”.

 

          Saya paham bahwa mereka bahagia bisa berpasangan sesama jenis mereka. Pertanyaan saya satu, “apa mereka gak pengin ada keturunan?”.

          Ya, mereka bisa bahagia, ketika kondisi tubuh mereka masih segar atau muda. Kalau umur mereka sudah lanjut usia, siapa yang mengurus mereka? Bukan itu saja, percaya atau tidak, pasangan sesama jenis rentan dengan penyakin kelamin. Yang bisa berakhir dengan kematian. Jadi, semasa muda mereka bisa bahagia, setelah tua dijamin mereka akan merana.

 

PRO KONTRA PODCAST DEDDY CORBUZIER

          Sekali lagi saya tekankan, kebahagiaan LGBT itu semu. Bagai melihat air mancur yang menjulang tinggi. Semakin kencang airnya, semakin kencang ketinggiannya. Namun, di balik keindahan air mancur tersebut ada yang membuat miris hati kita.

          Air mancur tersebut melawan hukum alam yaitu melawan gravitasi bumi. Di mana, setiap benda yang dijatuhkan dari ketinggian akan jatuh ke bawah. Keindahan semprotan air mancur itu hanya semu. Air mancur telah melawan hukum alam atau gravitasi.

          Setinggi apapun air mancur disemprotkan ke atas, maka air mancur itu juga akan jatuh ke bawah. Sama halnya dengan kebahagiaan yang ditunjukan pasangan LGBT, yang begitu percaya diri menunjukan jati dirinya di muka publik. Lambat laun, kebahagiaan mereka akan sirna.  

          Seperti, yang terjadi pada podcast Deddy Corbuzier dengan mengundang pasangan gay seleb TikTok asal Indonesia Ragil Mahardika (follower 3,8 juta) dan suami sesama jenis Frederik Vollert yang bermukim di Jerman. Ragil Mahardika sendiri telah berpindah kewarganegaraan mengikuti suaminya.

          Publik benar-benar tersentak dengan adanya bincang-bincang di podcast yang mempunyai rating tinggi tersebut. Kita tahu bahwa podcast Deddy Corbuzier tersebut telah mengundang banyak tokoh penting atau smart people yang statement-nya menarik banyak kalangan.

 

Ragil Mahardika  (Sumber: @ragilmahardika/IG)

 

          Maka, ketika sang host Deddy Corbuzier mengundang pasangan gay tersebut, netizen ribut luar biasa. Hingga video tayangan tersebut di-take down. Apakah Deddy Corbuzier bersalah dengan mengundang pasangan gay tersebut?

          Tentu, ada yang pro dan kontra. Setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda. Namun, dari sikap saya “sangat jelas” tidak etis apapun alasannya. Kita memahami bahwa bangsa Indonesia melarang keberadaan LGBT dengan segala pernak-perniknya. Dengan kemunculan video tersebut, maka publik bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan maksud video tersebut? Publik akan makin paham bahwa eksistensi LGBT di Indonesia akan mendapatkan ruang dengan adanya video tersebut.

          Kita memahami bahwa podcast Deddy Corbuzier selalu mendapatkan perhatian banyak kalangan. Jadi, dengan adanya tayangan wawancara dengan pasangan gay tersebut memberikan pertanda bahwa LGBT bisa bernafas di bumi Indonesia. Mungkin, itu pesan yang tersirat dalam tayangan video tersebut.

 

LGBT DI BALI

          Sebagai informasi, eksistensi LGBT khususnya gay di pulau dewata Bali justru luar biasa. Tanpa adanya tayangan video podcast Deddy Corbuzier, jati diri para gay di Bali justru ditampilkan secara vulgar.

          Jika, anda jalan-jalan di Kota Denpasar, maka anda bisa berkeliling di seputaran jalan Bung Tomo pada malam hari. Anda dengan mudah menemukan para homo yang menjajakan layanan bak PSK. Tentu, para gay tersebut adalah orang lokal dengan tarif yang bisa dinego.

          Jika, anda ingin menemukan para homo dengan kelas yang lebih high. Dengan kata lain, ingin bertemu dengan para gay dari berbagai negara. Maka, Bali mempunyai surga kumpulan para gay. Anda bisa datang atau mengamati perilaku mereka di sebuah bar, di kawasan jalan Camplung Tanduk, Kuta Bali.

          Ketika bar lain sepi pengunjung, di bar tersebut justru bak pasar malam. Pengunjung melimpah ruah. Parkir motor dan mobil memenuhi jalanan di sepanjang jalan depan bar. Saya dua kali mengamati bar tersebut. Para gay yang berlaku bak wanita. Atau, gay bak lelaki yang mencari pasangan sangat kentara sekali. Uniknya, rerata pengunjung adalah para bule atau wisatawan.

          Jika anda amati dengan seksama di bar tersebut. Maka, gay yang bersikap bak wanita akan menampilkan fashion feminis layaknya wanita sungguhan. Seperti, lady boy ala Thailand. Tidak sedikit tampilan laki-laki dengan body yang rajin nge-gym ramai mendatangi bar tersebut.

          Saya pernah berbincang-bincang dengan beberapa wartawan dalam sebuah kesempatan. Bahwa, keberadaan bar sebagi surga pertemuan para gay tersebut sudah ada sejak lama. Jadi, sebelum podcast Deddy Corbuzier ramai, Bali justru telah menghadirkan para gay lintas negara. Dan, uniknya hanya satu-satunya tempat tersebut yang tidak pernah sepi pengunjung. 

        Terpenting, kita mesti belajar bahwa keberadaan dan perilaku LGBT telah melawan hukum alam. Kita tidak boleh membencinya, karena kita sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT. Perlu adanya kolaborasi lintas sektoral agar perilaku LGBT diminimalisir atau hilang sama sekali. Agar, LGBT mau menjadi manusia yang normal yang mau menikah dengan lawan jenis. Dan, menghasilkan generasi emas bangsa Indonesia di masa depan.     


Wednesday, May 11, 2022

Teror Astral Malam Hari

 

Kamar kos angker
Ilustrasi rumah kos angker (Sumber: shutterstock)

 

 

 

          Kos-kosan tempat saya tinggal di Bali itu ada 2 deret. Setiap deret ada 5 kamar, yang harga sewanya berbeda. Jujur, saya tidak menaruh curiga sedikit pun bahwa kos paling pojok yang sederet dengan saya sungguh angker.

          Saya baru paham, ketika salah satu penghuni kos Mada (nama samaran) bercerita tentang keangkeran kamar tersebut. Sejatinya, kamar tersebut dihuni oleh 5 orang, yang bekerja untuk proyek-proyek pemasangan marmer.

          Kepala proyek tersebut bernama Gusa (nama samaran) yang tidur berbarengan sama tim proyek di kamar tersebut. Tiga hari menjelang lebaran 1443 H kemarin, Gusa dan 3 anak buahnya mudik ke Malang. Namun, Mada tidak mudik tahun ini. Ternyata, Mada diberi amanat untuk menjaga perkakas proyek yang nilainya puluhan juta.

          Sebagai informasi, kamar kos tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Pertama, ruang dapur yang tersambung dengan kamar mandi. Kedua,  ruang tidur yang terhubung dengan ruang dapur tanpa sekat (pintu). Dan, ketiga, ruang tamu yang terhubung dengan ruang tidur dengan sekat (pintu).

          Jujur, saya belum begitu akrab dengan mereka. Karena, mereka sungguh sibuk dengan kerjaan. Tetapi, yang menarik adalah ketika teman-temannya mudik, saya melihat Mada ikutan mudik dengan menggunakan motor pribadi. Tetapi, tidak berselang lama, Mada pulang lagi ke tempat kos.

          Bukan itu saja, ketika saya terbangun malam hari, saya beberapa kali melihat Mada pergi naik motor, entah mau kemana. Padahal, waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Selang beberapa puluh menit kemudian, dia balik lagi ke kos. Kadang, hampir setengah jam tidak balik lagi ke kos. Saya pun tidak berpikir negatif. “Ah, mungkin nyari kesegaran udara, karena sumpek di kamar kos sendirian” pikir saya untuk membuang prasangka negatif.

          Ketika, kami sama-sama lagi santai karena libur lebaran. Saya sempat say hello dan berbincang panjang lebar.

 

“Kamarku akeh demite pak” (kamar saya banyak setannya pak).

“Oh ya. Masa sih” jawab saya dengan kaget.

Sungguh, saya tidak mengalami hal astral di kamar kos. Mungkin, karena kamar saya diisi dengan sholat dan ngaji. Jadi, demite kepanasan.

          Memang, harus diakui bahwa Mada dan teman-temannya sering mabuk minum tuak. Baik tuak hasil beli sendiri atau ajakan tetangga kos di depannya. Mungkin, kondisi inilah yang membuat gemes demit penghuni kos. Bukan itu saja, saya melihat lampu penerangan kosnya hanya lampu 5 watt. Kelihatan temaram kayak lampu di kafe.

          Ternyata teror astral itu sudah terjadi sejak lama. Kadangkala, tidak masuk akal. Tetapi, itulah yang terjadi. Dari gangguan di kamar mandi hingga lemparan sepatu, yang tahu-tahu terbang sendiri.   

          Ketika penghuni kos jengkel, maka semua lampu dihidupkan. Anehnya, ketika lampu dihidupkan. Penghuni makhluk astral justru makin tidak bersahabat. Mereka makin menteror semua penghuni kos. Yang paling mengerikan adalah ketika Mada tidur sendiri. Karena teman-temannya mudik.

          Percaya atau tidak, dia sampai tidak berani mandi di kamar mandi kos tersebut. Ruang tidur dipakai untuk menyimpan barang-barang proyek. Di ruang inilah gangguan-gangguan nan mengerikan seringkali terjadi. Maka, pintu pembatas ruang tamu dan ruang tidur tersebut sengaja dikunci.

          Oleh sebab itu, Mada ini tidur di ruang tamu yang luasnya 2x3meter. Jika, ia mau mandi, maka ia harus ke tempat kos penyimpanan barang proyek yang kedua, Jaraknya kurang lebih 10 km. Bahkan, saya sering melihatnya seperti tidak mandi seharian. Usut punya usut, teror makhluk astral menjadi penyebabnya.

          Setiap pukul 1 hingga pukul 3 dinihari, berbagai gangguan makhluk astral mulai menunjukan eksistensinya. Pintu pembatas ruang tidur dan ruang tamu yang terkunci seperti digedor orang berkali-kali. Lagi, suara langkah kaki banyak orang selalu terdengar pada waktu tersebut.

          Ketika, Mada tidak sanggup menghadapi teror astral tersebut, maka Mada memilih keluar kamar kos. Tujuannya hanya satu, mencari ketenangan diri. Saat dia mulai mengantuk berat, maka ia balik ke kamar kos dan langsung tidur. Tidak peduli gangguan dan teror para demit.

 

“Ya mbah, jangan ganggu saya. Saya tidak ganggu mbahnya. Saya di sini hanya cari makan” kalimat yang diucapkan kencang Mada, saat teror astral mulai terjadi.

 

Uniknya, saat kalimat tersebut diucapkan, gangguan astral berhenti. Selang beberapa menit kemudian, teror mulai kembali.

          Ketika, tulisan ini saya buat, sepertinya Mada tidak kuat dengan teror yang ada di kamar kos. Ia nekad menjual motornya dan pulang kampung ke Tulungagung Jawa Timur. Padahal, ia diberi tanggung jawab untuk menjaga barang-barang proyek dan beberapa motor temannya.

          Semoga Mada mendapatkan ketenangan hidup tanpa gangguan makhluk astral di kampungnya. Tidak diganggu lagi oleh para demit. Sebelum pulang, saya menyempatkan pesan kebaikan pada dia. Hendaknya selalu ucapkan salam, ketika memasuki sebuah ruangan yang lama tidak dihuni. Bila perlu, kurangi dan hilangkanlah kebiasaan minum minuman keras. Karena, peminum minuman keras akan mudah berteman dengan syetan.

          Semoga menjadi pelajaran terbaik buat saya dan pembaca semua. Aamiin.  


Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

  Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danon...