Sunday, September 8, 2019

Lima (5) Pose Foto Keren di Pantai yang Bikin Baper




Saatnya membuat pose foto keren kalian di pantai (Sumber: dokumen pribadi)




Traveling atau jalan-jalan selalu memberi kebahagiaan bagi setiap orang. Ada anggapan bahwa traveling (orang awam sering menyebutnya “piknik”) memberikan tambahan wawasan. Dengan kata lain, traveling bisa membuka cakrawala dunia.
Banyak objek wisata yang menjadi tujuan para traveler. Salah satu objek wisata yang menarik adalah keindahan pantai. Bahkan, keindahan pantai menjadi konten yang menarik. Baik dalam sebuah web, blog atau media sosial (medsos). Bahkan, pose foto keren di sebuah pantai yang instagrammable mampu menghipnotis setiap orang yang membacanya.
Banyak orang yang mengabadikan foto keren mereka di pantai. Berikut, 5 foto keren yang bisa membuat kalian baper (bawa perasaan).  

1.      Pose di Depan Nama Pantai
Di era Leisure Economy (ekonomi yang mengutamakan liburan), setiap objek wisata khususnya pantai mulai berbenah. Mereka mempercantik diri dengan penampilan yang berbeda khas milenial. Salah satunya adalah membuat papan nama pantai. Agar, setiap orang yang melihatnya bisa memahami lokasi pantai tersebut. 
Salah satu pose keren yang perlu kalian coba adalah “nampang” di depan nama pantai. Salah satunya di Pantai Goa Lawa Klungkung Bali. Apalagi, nama pantainya terlihat unik dan fotogenik. Wah, pasti kalian baper Ingin mencobanya, kan?


Nampang di papan penunjuk nama pantai Goa Lawa Klungkung Bali (Sumber: dokumen pribadi)

2.      Membentangkan Tangan ke Atas Sebagai Tanda Kegembiraan
Suasana pantai selalu memberikan kegembiraan. Ya, wisata air memberikan ketenangan jiwa dan pikiran dari rutinitas pekerjaan. Itulah sebabnya, pose foto keren yang perlu kalian coba adalah membentangkan kedua tangan ke atas sebagai simbol kegembiraan. Biar orang lain yang membacanya ingin buru-buru mencobanya.
Kalian perlu memperhatikan “angle” pengambilan foto yang baik. Keunikan pantai perlu ditonjolkan, seperti kondisi karang atau pasir pantai. Jika, pantai tersebut sebagai objek buat main “surfing”, maka keriuhan pemain surfing bissa menjadi latar belakang pose foto keren anda.

Pose kegembiraan di pantai (Sumber: dokumen pribadi)


3.      Mendengarkan Musik di Karang Tinggi
Menikmati keindahan pantai bisa diselingi dengan melakukan hobi. Salah satunya, mendengarkan musik kesukaan anda. Mendengarkan musik sambil duduk santai di bukit karang yang tinggi menjadi pose keren kalian. Apalagi, dengan latar belakang keunikan pantai. Maka, foto keren anda bisa berbicara dan merangsang pembaca untuk mencobanya. 
Makin hits, jika foto keren yang anda buat saat sunset tiba. Wow, makin dramatis ya. Makanya, kalian wajib coba pose foto seperti itu. Dijamin, temen kamu penasaran dan bertanya lokasi tersebut, karena ingin ikut mencobanya.   


Dengerin musik sambil duduk di karang yang tinggi (Sumber: dokumen pribadi)


4.      Ibu Sayang “Baby”
Banyak jenis pengunjung yang mendatangi pantai. Dari kaum jomblo mania, orang yang sedang kasmaran hingga kaum Mahmud Abas (Mamah Muda Anaknya Baru Satu). Mereka berkompetisi untuk membuat pose keren mereka di laman media sosial. Semuanya menghipnotis pembaca dengan pose-pose nan keren.
Namun, ada pose menarik yang bisa membuat kalian baper. Yaitu, Mamah Muda menggendong bayi di pantai. Sebagai tanda sayang pada anak. Dan, membuat anda buru-buru ke pantai sambil bawa “baby” kalian. So sweet banget ya.  

  

Bule menggendong bayi sambil menikmati pantai (Sumber: dokumen pribadi)


5.      Pre-Wedding yang Bikin Jealous
Pose foto keren terakhir di pantai yang bisa bikin kalian “jealous” adalah adegan pre-wedding. Bagi para jomblowan dan jomblowati, pasti bikin kalian buru-buru mencari pasangan. Apalagi, adegan mesranya membuat orang lain yang melihatnya bikin ngiri. Pantai Balangan Bali merupakan salah satu spot pantai yang menarik untuk adegan pre-wedding.
Pose foto keren pre-wedding di media sosial selalu menarik perhatian. Kalian bisa mencobanya dengan pasangan anda. Biar orang yang membacanya bisa baper dan hatinya meleleh. Apalagi, jika pose foto keren kalian bisa bikin orang lain “halalin” pasangannya. Wah, kalian bisa dapat pahala. 


Pose pre-wedding di pantai pasti bikin kalian baper (Sumber: dokumen pribadi)


Jalan-jalan di pantai memang meyenangkan. Apalagi, jika melihat birunya air laut, ombak bergulung dan para "surfer" melawan ombak. Sungguh, pengalaman yang menyenangkan. Tentu, banyak cara untuk menikmati keindahan pantai yang ada di Indonesia dan luar negeri. Jadi, jika anda jalan-jalan ke pantai, jangan lupa tunjukan pose foto yang menarik dan posting di media sosial. Semoga bisa memberikan inspirasi bagi oprang lain.   
Nah, itulah 5 pose foto keren yang bisa saya bagi. Dan, semoga menjadi inspirasi anda. Semoga kalian lebih mencintai Indonesia melalui traveling. Serta, menyalurkan hobi untuk hal-hal yang positif. Happy traveling!




NB. Artikel ini juga tayang di Kompasiana


Friday, September 6, 2019

Membersihkan Sampah Plastik Pantai di Pulau Impian



Membawa alat pencapit dan karung untuk mengambil sampah plastik Pulau Impian Pantai Mertasari Bali / Dokpri




Pukul 06.00 WITA. Suasana masih pagi dan udara terasa segar. Tetapi, mobil rombongan Danone Aqua bergerak lincah, dari Hotel Best Western Kuta Beach menuju kawasan Sanur. Dua mobil HIACE putih yang membawa peserta Danone Blogger Academy (DBA) Batch 3 melintasi jalan raya By Pass Ngurah Rai. Setelah sampai di jalan arah Pantai Mertasari, rombongan berbelok ke kiri. Menyusuri jalan yang di sebelah kanannya dipenuhi hutan mangrove (bakau). Menuju Pulau Impian (Dream Island).  
Taman Inspirasi
Matahari mulai beranjak naik. Warna lembayung senja mulai pudar. Berganti putih kekuning-kuningan. Rombongan mulai perlahan melewati sebuah jembatan kayu. Saya melihat sungai besar yang bersih dari sampah plastik. Dan, disambut oleh penjaga pulau berbentuk gambar tokoh bajak laut seperti dalam film “Pirates of the Caribian”.
Tulisan “Selamat Datang di Taman Inspirasi Dream Island Desa pekraman Intaran” membuat saya bersemangat untuk menjelajahinya. Di seberang jembatan, terlihat Pulau Impian. Saya pun menelusuri jalan setapak yang sudah di-paving. Di sebelah kanan dan kirinya tertata rapi pohon khas pantai yang tumbuh tinggi. Saya melihat kawasan hampir seluas separo lapangan bola itu benar-benar bersih dari sampah plastik.  


Jembatan menuju Pulau Impian di Pantai Mertasari Sanur Bali / Dokpri


Pantai Mertasari dikenal sebagai pantai yang baik untuk menaikan layang-layang khas Bali. Layang-layang ukuran kecil hingga raksasa mempunyai tempat yang cocok untuk terbang. Karena, kondisi angin yang stabil di sore hari.
Sekitar radius 1 km dari pantai utama pantai Mertasari ternyata mempunyai kawasan menarik. Taman inspirasi yang dipenuhi dengan simbol khas bajak laut itu membuat nyaman siapapun. Kawasan pantai dengan tumbuhan tinggi menjadi pemandangan yang tidak boleh dilewatkan.
Puluhan bale bengong berlantai tinggi dan berbahan kayu berjajar rapi. Berbalut atap daun rumbia melengkung bagai rumah honai khas Papua. Menambah suasana tradisional kawasan itu. Di depannya, pohon kelapa   berselimut lapangan pasir yang bersentuhan dengan bibir pantai. Menambah suasana asri.
Sejauh mata memandang, birunya air laut dengan ombak kecil membuat damai di hati. Tidak jauh dari Pulau Impian, terlihat para penumpang mengantri untuk masuk kapal cepat, menuju Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Nusa Penida maupun Pulau Gili.


Bale Bengong berjajar rapi menambah suasana asri di Pulau Impian / Dokpri


Beach Clean
“Pantainya sudah bersih, karena kemarin mungkin ada aksi jumat bersih-bersih pantai”. Suara dari seorang ibu yang memandu rombongan kami memecah keheningan. “Berarti, apakah aksi bersih-bersih pantai (beach clean) tidak jadi dilakukan?” tanya saya dalam hati.
Kenyataannya, aksi bersih-bersih pantai tidak menyurutkan niat kami. Justru, ibu pemandu meyakinkan kami bahwa aksi “beach clean” tetap dilakukan. Jujur, ketika memandang  sekilas kawasan bibir pantai, terlihat hanyalah rumput pantai yang hanyut terbawa air dan kemudian mongering.



Salah satu sisi bibir pantai di Pulau Impian yang terlihat indah /Dokpri



Rombongan kami dibagi kurang  lebih 10 kelompok. Setiap kelompok berjumlah 2 orang atau berpasangan. Dan dibekali masing-masing orang, 1 karung dan satu pencapit (alat untuk mengambil sampah) yang terbuat dari bambu. Dua karung mempunyai tanda dari spidol berbentuk silang (X) dan segitiga. Tanda silang berguna untuk menampung sampah anorganik (yang tidak bisa didaur ulang, seperti kain). Dan, tanda segitiga untuk menampung sampah organik (yang bisa didaur ulang, seperti sampah plastik, kaca dan lain-lain).  
Saya berpasangan dengan salah satu alumni Danone Blogger Academy (DBA) Batch 2 Pringadi Abdi Surya. Dan, mendapatkan bagian karung bertanda segitiga. Oleh karena itu, saya berusaha mencari sampah plastik yang ada di bibir pantai.
Bibir pantai di hadapan saya terlihat bersih, memukau siapa saja. Namun, kenyataan berbeda dengan pikiran banyak orang. Ketika saya mengikuti setiap langkah kaki, maka sampah plastik terlihat di depan mata. Dan, alat pencapit pun bergerak dengan sigapnya. 
Saya mencoba mengorek-orek rumput laut yang telah mengering. Di mana, sebagian dari sampah plastik, seperti pembungkus bumbu dapur, sabun mandi, pencuci rambut dan lain-lain terlihat menyembul. Bukan hanya itu, setiap saya hendak melangkahkan kaki, maka sampah plastik lain tiba-tiba muncul di hadapan saya. Karena, terbawa air laut dan terlempar hingga ke bibir pantai. Sesekali air laut pun membasahi dan memenuhi sepatu yang saya pakai.
Sebenarnya saya berniat agak ke tengah dari bibir pantai. Dengan maksud  untuk mengambil sampah plastik yang mengambang. Tetapi, sarana dan waktu yang tidak memungkinkan. Saya berusaha untuk membersihkan sampah plastik sebisanya.    
Setelah kurang lebih satu jam kami berjibaku dengan capit dan karung sampah, maka semua sampah yang dihasilkan rombongan kami ditimbang dengan alat timbang digital. Petugas kebersihan yang beroperasi di Pulau Impian dengan cekatan membawa gerobak sampah dan membawa alat timbang digital.
Petugas kebersihan berbaju biru mengumpulkan karung-karung plastik putih bertanda silang untuk ditimbang.  Dan, timbangan digital menunjukan angka 12,8 kg untuk karung-karung yang didominasi berisi kain. Selanjutnya, karung-karung putih yang bertanda segitiga mendapatkan giliran ditimbang. Angka 12,0 menunjukan beban berat timbangan tersebut. Selanjutnya, sampah tersebut akan menuju ke tempat daur ulang.
  

Di Pulau Impian, sampah plastik ditimbang untuk diangkut ke tempat daur ulang /Dokpri


Inspirasi #BijakBerplastik
Dari dua kali timbangan sampah yang dihasilkan rombongan kami memberikan gambaran miris tentang kondisi pantai. Ibarat kata, “tampak muka bolehlah indah, tetapi tampak dalam siapa tahu”. Kawasan pantai di Pulau Impian itu merupakan secuil panjang pantai dari ratusan kilometer pantai di Bali.
Perlu diketahui bahwa rombongan kami membersihkan sampah hanya pada radius sepanjang lapangan sepak  bola. Berapa ton sampah jika dengan sabar menjelajah pantai di sekeliling Bali? Padahal, menurut penelitian sampah yang dilakukan oleh dosen dan peneliti dari Teknik Lingkungan ITB DR. I Made Wahyu Widayarsana, ST, MT, IPM menunjukan bahwa sampah yang dihasilkan pulau Bali sebesar 2.253,6 ton setiap harinya. Fantastis, bukan?
Dari ajang mencapit sampah plastik di pulau Impian itu memberikan inspirasi buat kami. Betapa pentingnya #BijakBerplastik. Perlunya membuang sampah pada tempatnya. Serta, pentingnya mengelola sampah dengan baik seperti melakukan proses daur ulang. Agar bisa mengurangi kandungan sampah plastik yang sampai ke laut.
Aksi mencapit sampah plastik di pulau Impian memberikan pemahaman besar. Bahwa, ketika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan bermuara ke laut. Dan, di sinilah dampak berbahaya akan kembali ke manusia. Hewan laut akan mengkonsumsi sampah plastik yang kita buang. Selanjutnnya, hewan laut tersebut kita konsumsi. Anda bisa melihat video berikut ini:


Pantai Mertasari seharusnya tanpa sampah plastik / Dokpri


Oleh sebab itu, pantai yang kita punya hendaknya bersih dari sampah plastik. Karena, saat anda tidak mampu mengelola sampah dengan baik di tingkat hulu maka berakibat fatal di tingkat hilir (laut). Dampaknya, sangat berbahaya. Bukan hanya merusak ekosistem laut, tetapi bisa merusak citra pariwisata seperti Bali.  
Jika saya dan rombongan lainnya di peserta Danone Blogger Academy (DBA) Batch 3 begitu peduli akan sampah plastik. Dan, mendapatkan banyak inspirasi dari pulau Impian untuk mengelola sampah dengan baik. Maka, anda juga mampu melakukan hal yang sama. Karena, saat laut bersih maka anda sudah berperan besar dalam menciptakan ONE PLANET, ONE HEALTH.
Kesadaran tinggi dibutuhkan untuk membuat lingkungan khususnya pantai bisa bersih dari sampah plastik. Bermula dari diri sendiri maka mengurangi sampah plastik adalah hal mudah. Tentu, dengan keyakinan untuk membuat lingkungan sehat untuk semua. Salam sehat.

 Artikel ini juga tayang di Kompasiana



Tuesday, September 3, 2019

Manfaat Besar Teh Beras Merah Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah



Kemasan 250 gram Teh beras merah, produksi Kelompok Tani Mambal Lestari – Subak Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung Bali /Dokpri




Seorang ibu yang memakai pakaian adat Bali dengan kaos biru muda memberikan senyuman manis. Dia semangat sekali memberikan paparan tentang proses pembuatan Teh Beras Merah kepada saya dan rombongan. Meja berwarna coklat gelap dihadapan saya berfungsi bak lapak dagangan. Kurang lebih mempunyai luasan 1,5m2. Sepertinya, meja itu tentu bersuka cita karena ditunggu seorang ibu dan 2 orang bapak yang telah lama menunggu kedatangan rombongan saya ke Kampung Mandiri Bongkasa Pertiwi.
Di atas meja tersebut telah tersusun indah beras merah yang memenuhi sepertiga isi baskom. Beras merah itu telah digiling. Dan, sepiring beras merah yang telah disangrai. Di sampingnya terdapat sebuah timbangan digital dan satu wadah berisi air panas.


Beras merah yang akan diolah menjadi teh beras merah yang menyehatkan / Dokpri


Teh Beras Merah Mambal
Danone Aqua telah memberikan pengalaman baru. Pukul 09.00 WITA di hari kedua acara Danone Blogger Academy (DBA) Batch 3 Bali, tanggal 30 Agustus 2019 lalu, saya bersama  rombongan berangkat dari Best Western Kuta Beach di kawasan Kuta ke Kampung Mandiri di kawasan Bongkasa pertiwi, Kecamatan Abiansemal Badung Bali.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, rombongan sampai ditempat yang dituju. Beberapa orang di sebuah rumah khas Bali menyambut kedatangan kami. Tuan rumah dan pihak yang tergabung dalam Kampung Mandiri sangat bersemangat atas kedatangan kami.
Kemudian, saya dan rombongan memasuki bagian halaman rumah agak ke dalam. Setelah minum air kelapa muda untuk menghilangksn rasa dahaga dan makan sepincuk kue tradisional Bali.
Di halaman tersebut telah terpasang dua meja yang berguna seperti lapak dagang. Ada 3 macam hal yang menarik untuk diamati. Seperti, proses pemeliharaan jamur, proses pengolahan & pengepakan, serta pembuatan teh beras merah.  Untuk mempermudah menyerap informasi maka rombongan kami dibagi menjadi 3 kelompok (masing-masing 5 orang) untuk mengamati 3 macam hal tersebut.


Petugas yang memberikan paparan tentang teh beras merah / Dokpri


Saya dan 4 orang lainnya bertugas mengamati dan mendapatkan paparan penting.  Dari para penjaga meja coklat tua yang berada di hadapan saya. Banyak hal yang menggelitik saya. Penasaran sekali karena beras merah bisa dijadikan teh yang memberikan fungsi kesehatan.

“Apa alasan mendasar Bapak membuat teh beras ini? Apakah karena permintaan atau karena manfaatnya?”
  
Pertanyaan tersebut saya ajukan kepada seorang bapak yang mengenakan jaket abu-abu dan menemani ibu yang berkaos biru dan berbaju adat. Sang bapak menjawab pertanyaan saya dengan semangat. Menurutnya, Teh beras merah dibuat karena mempunyai kandungan nabati. Serta, dalam penanamannya terbebas dari unsur pestisida.  
Teh beras merah yang ada di atas meja diproduksi oleh Kelompok Tani Mambal Lestari – Subak Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung Bali. Dan, kelompok tani  tersebut merupakan binaan dari PT. TIRTA INVESTAMA – AQUA MAMBAL.
Beras merah yang dihasilkan Kelompok Tani Mambal Lestari – Subak Mambal benar-benar sehat dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, sangat bermanfaat jika diolah dalam bentuk teh.


Manfaat Teh Beras Merah
Mengapa beras merah sangat baik menjadi teh? Sebagai informasi awal, warna merah pada beras merah dapat digunakan sebagai pewarna alami seperti pada minuman. Oleh karena itu, warna merah pada beras merah sangat cocok dimanfaatkan menjadi teh. Teh beras merah menjadi terobosan bagus dalam dunia minuman.
Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Food Science and Nutrition tahun 2006 (hellosehat.com), menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi beras merah maka bisa memiliki kadar gula darah yang lebih rendah. Apalagi, indeks glikemik pada beras merah rendah sebesar 55. Lebih kecil dibandingkan dengan indeks glikemik beras putih sebesar 86. 
Beras merah juga menyehatkan karena kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi. Sebagai informasi, bahwa indeks glikemik berperaan besar dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Jadi, ketika mengkonsumsi beras merah dengan indeks glikemik rendah berarti anda mampu mencegah kadar gula darah yang tinggi.
Bahkan, indeks glikemik yang rendah pada beras merah aman dikonsumsi untuk penderita diabetes. Bahkah, risiko diabetes  bisa diturunkan (Archives of Internal Medicine tahun 2011).
Dengan minum teh beras merah, maka sangat bagus untuk mengontrol kadar gula dalam darah.  Lebih menarik, beras merah lokal Bali menjadi varietas yang bagus untuk dijadikan teh beras merah.
Menurut (Indrasari et al., 2010) dalam “Evaluasi Mutu Fisik, Mutu Giling, dan Kandungan Antosianin Kultivar Beras Merah” yang diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol. 20 No. I Tahun 2010 menyatakan bahwa beras merah lokal Bali sangat baik utuk dikonsumsi. Karena, beras merah lokal Bali  mengandung kadar air gabah sebesar 13,35%.
Apalagi, jika mencermati standar mutu gabah SNI No. 0224-1987/SPI-TAN/01/01/1993 yang menyatakan bahwa persyaratan khusus kadar air gabah untuk pengadaan pangan dalam negeri maksimal sebesar 14%. Dengan demikian, membuat teh beras merah dari varietas beras merah lokal Bali sangat baik untuk kesehatan.

Mengolah Teh Beras Merah
Setelah memahami manfaat teh beras merah maka anda ingin mecobanya, bukan? Cara mengolah beras merah menjadi teh beras merah sangat mudah. Pertama kali, anda mempersiapkan beras merah terlebih dahulu.


  
Beras merah lokal Bali /dokpri


Butiran beras merah lokal Bali yang berbentuk bulat (medium) bisa menjadi pilihan untuk membuat teh beras merah. Adapun, cara membuat teh beras merah adalah sebagai berikut:

1.      Beras merah dicuci sekali terlebih dahulu.
Saat mencuci beras merah maka disarankan mencuci sekali saja. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan serat tetap terjaga. Mencusi juga bertujuan untuk membersihkan dari debu yang menempel pada beras merah. Oleh sebab itu, beras merah terjaga kebersihannya.


Mencuci beras merah dengan air bersih sekali saja / Dokpri


2.      Setelah airnya dibuang, beras merah disangrai pakai tungku kayu bakar. Hal ini dimaksud agar rasa teh beras merah yang khas.

 
Beras merah disangrai dengan menggunakan tungku kayu bakar / Dokpri


Ada perbedaan warna antara beras merah yang masih mentah dan beras merah yang telah disangrai. Beras merah yang telah disangrai berwarna merah gelap atau merah kecoklat-coklatan. Jika dicium, maka beras merah yang sudah disangrai berbau khas.


Perbedaan warna dan bau antara beras merah yang masih mentah dan beras merah yang sudah disangrai /Dokpri


3.      Masukan beras merah ke dalam cangkir atau gelas. Lalu, Tuangkan air panas. Jika, ingin manis, campurkan dengan gula secukupnya.

Jika anda ingin menikmati teh beras merah dengan cita rasa asli, maka anda tidak perlu menambahkan apapun. Serta, menikmatinya ketika masih hangat. Namun, jika anda ingin menikmati teh beras merah dengan rasa manis maka anda bisa menambah gula secukupnya. Tentu, dengan gula yang rendah kalori demi mengontrol kadar gula dalam darah anda.


Tuangkan air panas ke dalam cangkir atau gelas yang telah diberi teh beras merah secukupnya / Dokpri


4.      Nikmati Teh Beras Merah Untuk Kesehatan Anda  
Saya dan mas Iskandar Zulkarnain (Isjet) selaku Mentor Danone Blogger Academy (DBA) Batch 3 Bali tanpa  ragu untuk menikmati teh beras merah seduhan sendiri. Saya meminumnya berkali-kali menggunakan sendok makan. Sedangkan, mas Isjet mencoba meminumnya langsung bak minum kopi. Anda bisa menikmati teh beras merah setiap hari. Karena, mampu mengontrol kadar gula darah anda.

Ternyata, beras merah yng telah bercampur dengan air panas bisa langsung dimakan. Saya mencoba makan beras merah tersebut. Rasanya seperti makan kacang karena aroma sangrainya yang kuat. Dengan demikian, menikmati teh beras merah bukan hanya menikmati air tehnya saja, tetapi anda bisa menikmati beras merahnya sekaligus.



Mas Iskandar Zulkarnain (Isjet) selaku mentor DBA 3 menikmati minuman teh beras merah /Dokpri


Dengan berkunjung ke Kampung Mandiri Bongkasa Pertiwi, saya mulai tahu betapa bermanfaatnya Teh Beras Merah. Sebuah produk yang belum pernah terlintas dalam pikiran. Dibuat oleh tangan-tangan kreatif dari sebuah Kelompok Tani. Semoga teh beras merah bisa bermanfaat bagi semua yang ingin mengontrol kadar gula dalam darah.
Jadi, jika anda mempunyai beras merah maka anda bisa membuatnya menjadi teh beras merah. Bukan hanya cita rasa yang tinggi, tetapi sangat baik untuk kesehatan anda. 


NB. Artikel ini juga telah tayang di Kompasiana


Lima (5) Pose Foto Keren di Pantai yang Bikin Baper

Saatnya membuat pose foto keren kalian di pantai (Sumber: dokumen pribadi) Traveling atau jalan-jalan selalu memberi k...