Sunday, January 29, 2023

Monez Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan

 

Monez Festival inTabanan Bali

Monez a.k.a. Ida Bagus Ratu Antoni Putra Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan Bali (Source: Monez)

 

 

In the era of the digital age, in which technology plays a major role in changes in every life’s aspect, a more dynamic culture evolves within modern society. People these days have so many choices on how to communicate, and business industries have developed in so many ways. Such changes inevitably have impacted the art industries, particularly the visual art industry along with all the types within this category, where the illustrator is a part of it.

As someone who draws or creates images to depict ideas, concepts, stories, and such, the presence of an illustrator has become more relevant.  Social media apps have also helped to boost the flourishing of both traditional and digital illustration.

Bali, one of the world’s prominent destinations for tourism where art is an inseparable element of their traditional cultures, is home to many painters and tattoo artists – the title ‘exotic’ truly lives here on this island. Bali has always drawn attention to the art community around the world. Numerous art exhibitions and cultural events have been held here – both on a national and international scale.

And then, there is Ida Bagus Ratu Antoni Putra who goes under the pseudonym ‘Monez’, a native Balinese illustrator with a global reputation. Coming from Balinese root have given him a solid foundation in art, and over time he built his own style and signatures in his works. Six years of working in the garment industry as a pattern designer has brought a major influence on his style. He mentioned that the dark themes of his previous works have transformed to be more fun with a lot of festive colours in his latter works. He’s also proud to say that his personal artworks are mostly influenced by fables and folk tales.

Monez has developed and gained a strong reputation as an illustrator with many projects and invitations as a speaker in art workshops, seminars, and other gatherings. His large-scale murals appear on the walls of restaurants around the island. He also designed children’s books published in the States. The biggest zoo in Bali, Bali Zoo, asked him to design their fun and playful map and tour bus. The big jump of his career was the presentation he did at the Apple Store in Singapore for ‘Today at Apple’. This event made a major impact not only on him personally but also on the illustration community in Bali.

Monez feels that the growth potential in the industry allows him to be more adaptive in the game. He mentioned that employing digital tools and organising a good team are just a few of the key points in the current industry. And, as the pandemic subdued and business bounces back – even more expanding, it may get busier for Monez to work on some projects.

Suara Festival will be his upcoming big project in 2023. This 2-day event is a celebration of creativity and a home for human expression with tons of artwork and installations. Monez will be taking lead as the head illustrator for this event. Suara Festival will be held on 13 - 14 May at Nuanu.

NUANU, ‘City of the future’ is a place with a strong sense of community in Nyanyi, Tabanan. Lush green rice fields surround the place, and the locals are committed to protecting and preserving them. Sprawled across 44 hectares of prime beachfront land, NUANU is a new place in Bali that inspires an original way of living in harmony with one another and nature, testing new ways of learning, rethinking, creating, and seeking to impact society as well as to regenerate our environment positively. More info about NUANU, please visit www.nuanu.com


Sunday, January 22, 2023

Merenda Masa Depan Cemerlang dengan Kurikulum Pendidikan Tinggi Internasional Ala Sampoerna University

Sampoerna University
Gedung Sampoerna University (Sumber: bisnis.com)

 

 

Percaya atau tidak, ada anggapan kesuksesan masyarakat Indonesia setelah lulus dari kuliah, yaitu menjadi pegawai negeri. Jangan kaget, jika setiap ada lowongan kerja pegawai negeri selalu dijejali oleh ribuan para pelamar lulusan sarjana.

Ketika, para sarjana gagal menjadi pegawai negeri akan menyebabkan tingkat pengangguran. Menurut Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah,  tingkat pengangguran terbuka Indonesias turun dari 6,49% tahun 2021 menjadi 5,86% bulan Agustus 2022. Meskipun menurun, tetapi sebuah ironi ketika banyak pengangguran Indonesia didominasi oleh lulusan perguruan tinggi.

Persaingan dunia kerja semakin ketat. Oleh karena itu, sarjana harus memiliki kompetensi bekerja. Beberapa keahlian yang dibutuhkan di masa mendatang, seperti: 1) Complex Problem Solving (Pemecahan masalah lengkap); 2) Creativity and Innovation (kreatifitas dan inovasi); 3) Collaboration (kerja sama); dan 4) Communication (komunikasi). 

 

Kelas Internasional

Kuliah di luar negeri menjadi impian banyak orang, karena memberikan prestige (wibawa) tersendiri. Bahkan, mempunyai nilai jual tinggi dalam dunia kerja global.  Contoh, sosok Maudy Ayunda adalah lulusan perguruan tinggi bergengsi luar negeri. Karir artis kelahiran 19 Desember 1994 tersebut sukses. Dia dipercaya sebagai juru bicara (jubir) Presidensi G20 Indonesia yang diadakan di Bali Nopember 2022 lalu.

Amerika Serikat menjadi dambaan tempat kuliah anak muda Indonesia, karena menjadi rumah dari 10 universitas top dunia. Mencapai gelar sarjana di Amerika Serikat tidak mudah. Ditambah, biaya hidup yang mahal. Tetapi, hambatan tersebut tidak menyurutkan niat masyarakat Indonesia untuk kuliah di Amerika Serikat, karena berkelas internasional.

Bagaimana dengan perguruan tinggi Indonesia? Perlu diketahui, penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi Indonesia diatur dalam berbagai peraturan, seperti:

1.     Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2.     Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);

3.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standard Nasional Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 47).     

Kurikulum pendidikan tinggi merupakan nyawa dari suatu program pembelajaran. Sayang, setiap ganti pemerintahan, kurikulum pendidikan tinggi juga berganti. Kurikulum pendidikan tinggi terbaru adalah Kurikulum Merdeka, dengan proses pembelajaran dilakukan kapan dan di mana saja. Kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 mengutamakan kegiatan pembelajaran di kelas.

Tidak semua perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lulusan yang kompetensinya diakui dunia. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus melakukan terobosan, agar bersaing secara global. Salah satu hal yang dilakukan adalah menerapkan kurikulum internasional.

Selanjutnya, perguruan tinggi harus membuka kelas internasional yang merupakan program kuliah yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Kerja sama tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi.

Tentu, ada perbedaan perkuliahan antara program reguler dengan kelas internasional, seperti:

1.     Bahasa pengantar kuliah program reguler adalah bahasa Indonesia. Sedangkan, kuliah kelas internasional adalah bahasa Inggris.

2.     Proses penerimaan mahasiswa program reguler, seperti Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri. Sedangkan, kelas internasional, seleksi mahasiswa langsung oleh pihak perguruan tinggi.

3.     Materi yang diujikan dalam seleksi program reguler adalah tes potensi akademik, tes kemampuan skolastik, dan tes lain tergantung dari jurusan yang dipilih. Sedangkan, di kelas internasional adalah kemampuan bahasa Inggris. Calon mahasiswa biasanya wajib memiliki sertifikat TOEFL ITP minimal 500, skor iBT minimal 61, serta IELTS minimal 5,5.

4.     Biaya kuliah program reguler ditentukan dengan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan besaran dalam beberapa kelompok. Sedangkan, biaya kuliah kelas internasional ditetapkan oleh PT.

 

Sampoerna University

Salah satu perguruan tinggi Indonesia yang menerapkan kelas internasional adalah Sampoerna University, yang berlokasi di Kampus L'Avenue, Jalan Raya Pasar Minggu, Kav. 16 Pancoran, Jakarta. Menurut Head of Student Recruitment Sampoerna University Lorensia Soegiarto, metode belajar di Amerika Serikat diadopsi oleh Sampoerna University (grid.id/5/6/2020).

 

"Contohnya, jumlah siswa-siswi yang dalam satu kelas tidak lebih dari 30 orang sehingga suasana belajar lebih kondusif dan juga pelajaran yang tidak hanya mengedepankan teori namun juga aplikasi langsung…”

 

Sampoerna University telah terakreditasi A (Baik Sekali) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang menerapkan pendidikan internasional ala Amerika Serikat. Sampoerna University menawarkan Program Gelar Ganda. Mahasiswa belajar selama 4 tahun di Jakarta dengan kurikulum Amerika Serikat dan lulus dengan 2 gelar: gelar sarjana Amerika Serikat terakreditasi dari The University of Arizona dan gelar sarjana terakreditasi dari Sampoerna University. Banyak alumni Sampoerna University yang transfer kuliah ke The University of Arizona atau universitas bergengsi lainnya di Amerika Serikat.

 

Kerja sama Sampoerna University dengan universitas di luar negeri

Sampoerna University telah menjalin mitra dengan The University of Arizona (Sumber: Sampoerna University/diolah)

 

Keuntungan yang bisa diperoleh mahasiswa Sampoerna University dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia:

1.     Kerangka pendidikan interdisipliner

2.     Raih gelar The University of Arizona dengan kuliah di Indonesia.

3.     Harga terjangkau, menghemat biaya yang signifikan hingga 75% dibandingkan belajar di Amerika Serikat.

4.     94% (9 dari 10 lulusan) Sampoerna University berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidangnya hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan.

5.     Fasilitas perkuliahan yang canggih.

 

Proses perkuliahan di Sampoerna University

Proses perkuliahan di Sampoerna University (Sumber: Sampoerna University)

 

 

Presiden dari Sampoerna University Dr. Marshal Schoot menjelaskan tentang perbedaan dengan universitas lain.


 

Sampoerna University (Sumber: Sampoerna University Student Recruitment)

 

“Kelas internasional, pasti biayanya mahal”

 

Kalimat tersebut menjadi ungkapan khalayak umum. “Ada rupa ada harga”, berarti semakin produk berkualitas, maka harga akan berbanding lurus. Berhubung Sampoerna University menawarkan kelas internasional yang menghasilkan lulusannya mampu bersaing secara global, maka biaya kuliah yang ditawarkan sebanding dengan kualitas pendidikannya. 

Menurut info laman harga.web.id, biaya pendaftaran program pendidikan umum Strata Satu (S1) Sampoerna University tahun 2022/2023 sebesar Rp20 juta. Tahun pertama dan kedua, masing-masing semester dibebankan biaya sebesar Rp56.750.000,-. Selanjutnya, pada tahun ketiga dan keempat, biaya masing-masing semester berbeda-beda, tergantung fakultas yang diambil mahasiswa. Berikut, contoh biaya  Fakultas Teknik dan teknologi Sampoerna University:


Biaya kuliah di Sampoerna University
Biaya pendidikan Fakultas Teknik dan Teknologi Sampoerna University (Sumber: quipper.com)

 

Kurikulum pendidikan tinggi yang kita hadapi sekarang akan menjadi taruhan masa depan, saat persaingan global kian mengganas. Dana yang telah kita keluarkan dalam proses perkuliahan di Sampoerna University akan terbayar lunas, ketika mampu merenda masa depan cemerlang. Ibarat pepatah, siapa menabur, dialah yang memanen.    


 

Friday, January 20, 2023

Realizing Big Dreams

 

Big dreams
Same as big dreams, everyone can fly to realize their dreams (Source: private document)

 

 

Four years ago, I was crowned Champion I in the Start Up Fresh Ideas competition. I and 4 other members had to prepare a prototype for an application called PARKIR BERSAMA. And, in the next 3 months, my team and I will present the prototype in an incubation event. Where, my fresh ideas and the team have a big chance of getting funding. And, get an office for operations.

I am very excited to be an actor in digital technology. As the leader of a Start Up fresh idea project, I regularly consolidate my team. Unfortunately, during the incubation event, my team did not get accurate information. So, the next incubation process fell to another team.

Disappointed? Certain. Because, I have a big dream to have a company in digital technology. To get rid of disappointment, I came up with the idea of ​​returning to a Start Up idea with the BLOGGER PRO brand. I have registered the trademark at the Directorate General of Rights and Intellectual Property (IPR). However, the idea has stagnated due to funding problems.

Will my dream stop here? Certainly not. A big dream must be realized. There is a wise sentence that says, "dream as high as the sky, until other people laugh at your dream". And, my dream about the idea of ​​a Start Up is always getting laughter from other people. They all said that it would be difficult for me to realize the idea.

I have more than 10 years working experience in a managerial position. I often motivate the team about the importance of big dreams. Yes, everyone must have big dreams. Never be afraid to make your dreams come true. For me, that dream is like a goal that must be realized.

You remember the Wright Brothers success story, right? If the Wright Brothers does not have big dreams. So, until now, you will never see a helicopter flying high.

I understand that the development of digital technology is unstoppable. Any information can be obtained at the touch of a finger (touchscreen). I have been pursuing the digital world since 2013, more than 5 years. I started by creating a personal blog and writing for the online media Kompasiana. Since 2013, I understand that the digital world provides a lot of information.

I started making official accounts on various social networks, from Facebook to Youtube. A few weeks ago, I created an TikTok official account. I understand that branding in the digital world is very important. I began to be known by many influencers or bloggers in the archipelago, especially Jakarta.

I got a lot of jobs to do campaigns or product branding from various large companies. Both for offline and online campaigns. Several years ago, I became known as KOL (Key Opinion Leader), because I helped the campaign of a large provider.

Not only that, I became known as the Event Coordinator in the Bali region. If, there is a brand from outside Bali, a brand want to hold an event in Bali. And, It wanted to invite the KOLs, so I was trusted to be the coordinator. There is a saying in the blogger world, "if you want to hold an event in Bali, please call Mr. Casmudi. Then, you will not be disappointed ”.

My proud achievement in the digital world was when he became the event coordinator of the MPR RI event in Bali. I was challenged to bring in at least 50 bloggers. Alhamdulillah, this challenge can be done. In fact, I was able to invite more than 70 bloggers to attend this cool event.

What makes me trustworthy to tackle a project? I'm trying to be honest, what can I do. I say yes if it's true, and I say no if it's wrong. I always prioritize teamwork to make a big dream come true. For me, a big dream cannot be realized alone, but together.

During the Covid-19 Pandemic, the majority of my offline work was canceled. Become a offline speaker has been postponed, without further information. Really, I miss executing a big project.

I am 46 years old. However, more than 5 years, I have worked with the millennial generation. This makes my soul always look young and energetic. I have a principle that to achieve big dreams, there is no age. The most important thing is execution. Take real action to make a big dream come true.

So, with more than 5 years of working experience in digital technology, I must be make my big dreams come true. Feelings of disappointment and the process of failure make valuable lessons. Makes me even stronger to try again. Because, I have the opinion that I have to fulfill a big dream that other people laugh it.

I have big hopes, I believe, working with the team will make all challenges easy.

 

Writed by. Casmudi, S.AP


Saturday, December 31, 2022

Jalur Darat Denpasar - Cilegon Ditempuh 4 Hari. Kok Bisa? (Bagian II)

 

Stasiun Tanjung Brebes
Stasiun Tanjung Brebes (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

BAGIAN II.

 

Kurang lebih sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 29 November 2022, saya melakukan perjalanan darat dari Denpasar ke Cilegon Banten. Tujuan perjalanan tersebut adalah untuk menengok kondisi anak yang sedang kuliah di Teknik Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Cilegon Banten.

Saya berniat untuk memindahkan tempat kos anak, yang saya rasa masih terasa mahal. Karena, kini saya harus membayar biaya kos bulanan dobel, yaitu kos anak saya di Cilegon dan kos saya bersama istri di Denpasar Bali.

Dengan memindahkan tempat kos anak yang lebih murah dari sekarang, maka pengeluaran bulanan saya bisa ditekan seminimal mungkin. Saya memang tidak bekerja jadi karyawan lagi sejak 6 tahun lalu. Karena alasan tekanan kerja yang tinggi, gaji dan tunjangan yang tidak sesuai dengan harapan sejak awal bekerja, serta saya ingin berkarir dalam dunia “content creator”. Maka, saya memilih bekerja secara “freelance”.

Pekerjaan yang dilakukan secara mandiri tersebut sungguh mendulang pundi-pundi sebelum pandemi Covid-19.  Namun, kondisi sungguh berbeda 360 derajat selama pandemi tersebut. Bahkan, kondisi keuangan saya hingga mengalami titik terbawah setelah mengalami kasus penipuan dalam proses lamaran kerja. Saya pernah mengulasnya di blog tercinta ini. Semoga ada pelajaran terbaik di masa mendatang. Dan, Allah SWT menggantikan yang lebih baik.

Misi perjalanan saya ke Cilegon juga akan diisi dengan menyempatkan diri mampir di rumah orang tua di Brebes Jawa Tengah. Sungguh, orang tua terutama bapak selalu membuat saya kangen. Bukan karena kondisi bapak yang makin kritis. Tetapi, penyambutan bapak sewaktu masih sehat yang membuat saya kangen.

Bapak selalu memperlakukan saya seperti saya waktu kecil. Selalu memanjakan saya dengan kuliner kesukaan saya. Meski, kuliner tersebut seringkali “ngutang” dulu sama saudara. Senyumnya yang manis membuat saya teringat selalu, meski orangnya galak dan tegas. Duh, bapak.

 

NEMBAK ONGKOS BUS DAN KA AIRLANGGA

 

Karena, kondisi keuangan yang pas-pasan, maka saya mengambil rencana alternatif terbaik untuk menekan pengeluaran seminimal mungkin. Dan, waktu yang dibutuhkan selama 4 hari. Adapun, ittinerary normalnya sebagai berikut:

1.     Tanggal 29 November 2022: berangkat dari Denpasar ke Surabaya dengan bus.

2.     Tanggal 30 November 2022: berangkat dari Surabaya ke Jakarta dengan KA Airlangga.

3.     Tanggal 1 Desember 2022: berangkat dari Brebes ke Jakarta dengan KA Airlangga.

4.     Tanggal 2 Desember 2022: berangkat dari Jakarta ke Cilegon dengan KRL dan kereta lokal Merak.  

Tetapi, rencana perjalanan di atas sepertinya berubah. Karena, saya harus mampir dulu kurang lebih 2 hari di Brebes. Oleh sebab itu, durasi perjalanan pun makin lebih dari 4 hari yang saya rencanakan.

Sekitar pukul 10 pagi tanggal 29 November 2022, saya harus naik angkutan Teman Bus ala Transjakarta-nya Bali. Saya naik Teman Bus dari kawasan Jalan Imam Bonjol Denpasar menuju Seberang Ex. Supermarket Hardys Tabanan Bali. Biaya yang harus dikeluarkan per orang sebesar Rp3.500,- (bayar dua orang bersama istri). Angkutan Teman Bus meski bayar pakai uang digital atau e-money. Makin mudah dan tidak ribet. Kurang lebih 1 jam perjalanan, saya sampai di Tabanan Bali.

Di Tabanan Bali bukan datang ke terminal atau agen bus perjalanan. Tetapi, saya berniat mau NEMBAK ONGKOS bus jurusan Denpasar-Surabaya. Seperti tulisan saya di Bagian I, ongkos resmi bus jurusan Denpasar-Surabaya kekira Rp250 ribu.

Alhamdulillah, setelah 1 jam menunggu, bus jurusan Denpasar – Madura pun lewat. Saya berusaha untuk menyetopnya. Gayung bersambut, bus tersebut berhenti. Langkah selanjutnya, saya nego harga dengan kondektur sebelum kami naik. Deal yang alot, akhirnya kesepakatan harga Rp120 ribu membawa saya dan istri ke Surabaya. Kami pun mendapatkan fasilitas layaknya penumpang dengan tiket resmi. Kursi empuk yang dapat disetel, kue, makan malam di rumah makan kawasan Situbondo Jawa Timur dan musik dangdut sepanjang perjalanan.

Sampai Terminal Bungurasih Surabaya pukul 04.00 WIB keesokan harinya. Kondisi yang masih gelap sekali, bahkan belum waktu sholat shubuh. Sebenarnya, tujuan saya selanjutnya adalah menuju Stasiun Pasar Turi. Dengan menggunakan moda kereta api ekonomi KA Airlangga jurusan Stasiun Pasar Turi Surabaya menuju Stasiun Pasar Senen dengan ongkos Rp104 ribu.

Tiket kereta api untuk 2 orang tersebut sudah saya pesan lewat aplikasi Shopee 3 hari sebelumnya, ketika saya menginap di kawasan Amed Karangasem Bali. Tiket untuk keberangkatan tanggal 30 November 2022 pukul 12.30 WIB dari Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Namun, saya tidak membeli tiket kereta api jurusan Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen Jakarta. Tetapi, saya membeli tiket kereta api jurusan Stasiun Pasar Turi – Stasiun Tanjung dengan ongkos sama per orangnya Rp104 ribu. Saya juga memesan 2 tiket KA Airlangga di aplikasi Shopee untuk jurusan Stasiun Tanjung menuju Stasiun Pasar Senen dengan keberangkatan tanggal 2 Desember 2022 pukul 20.15 WIB. Saya sengaja mampir ke rumah orang tua terlebih dahulu. Dengan tujuan untuk silaturahmi menengok kondisi keluarga dan kesehatan bapak yang makin kritis.  

Berhubung tidak ada angkutan di pagi buta menuju Stasiun Pasar Turi, maka saya mesti tidur sambil duduk di ruang tunggu WC umum kawasan terminal. Saya menunggu waktu shubuh tiba dan mulai beroperasinya angkutan Damri P5 jurusan Terminal Bungurasih – Jembatan Merah, yang melewati jalan ke arah Stasiun Pasar Turi.

Sekitar pukul 06.15 WIB pagi tanggal 30 November 2022, bis Damri yang saya tumpangi berangkat. Dengan ongkos Rp10 ribu per orang, saya turun di kawasan Pusat Grosir Surabaya (PGS), setelah menempuh perjalanan kekira 45 menit. Saya meski berjalan dulu dengan beban tas “carrier” yang bikin badan bermandikan keringat. Kekira 300 meter perjalanan, saya sudah sampai di stasiun. Dan, harus menunggu kekira 3 jam hingga jadwal kereta KA Airlangga berangkat.

Sekedar masukan buat pembaca, bahwa perjalanan KA Airlangga membutuhkan waktu kekira 12 jam hingga tujuan akhir Stasiun Pasar Senen Jakarta. Maka, perlu bekal makan dan minum yang cukup. Saya biasa membeli 3 botol besar air mineral, 2 bungkus nasi bungkus untuk makan di perjalanan dan beberapa kue atau cemilan.

Jika, anda mempunyai uang cukup tidak menjadi masalah. Karena, makanan dan minuman selalu tersedia di kereta api. Tetapi, sebagai informasi, harga makanan dan minuman yang ada di dalam kereta api membuat isi kantong saya meronta-ronta.

Sebagai contoh, satu bungkus nasi yang menurut saya seperti nasi Jinggo dengan lauk ayam dibanderol dengan harga Rp26 ribu. Minuman teh atau kopi ukuran botol “small” dibanderol dengan harga Rp10 ribu. Saya yakin harga tersebut tidak masalah bagi anda. Tetapi, bagi saya belum siap membayarnya waktu itu. Mendingan, saya sedekahkan buat masjid.

Percayalah, kondisi KA Airlangga yang saya tumpangi sangat nyaman. AC yang dingin dan kondisi toilet yang bersih. Hanya tempat duduk atau kursi yang membuat sangat “tidak nyaman” untuk perjalanan berjam-jam. Mengapa? Karena, kaki kita tidak bisa selonjor atau lurus. Percayalah, kaki kita meski menekuk selama berjam-jam yang menyebabkan sedikit kram otot. Sungguh menyiksa. Tetapi, mau gimana lagi, namanya juga KA ekonomi dengan harga murah dan merakyat.

Berhubung saya membeli tiket kereta api tidak langsung ke Jakarta. Maka, sesuai jadwal, kereta api akan berhenti di Stasiun Tanjung Brebes pukul 20.15 WIB. Ketika, kereta api sampai di terminal yang dituju, adik ipar dan saudara jauh telah menunggu di halaman stasiun dengan 2 sepeda motor. Hanya membutuhkan waktu kekira 20 menit atau 7 km, kami sampai di rumah. Setelah melewati ganasnya jalan Pantura atau jalan Dendels dengan hilir mudik para monster, truk gandeng dan truk tronton.

Sebuah kawasan jalan raya yang makin padat. Pikiran saya melayang jauh, ketika saya hilir mudik dengan sepeda untuk bersekolah di SMP. Jalan raya Daendels ini menjadi tempat lalu lalang saya selama 3 tahun. Sungguh, berbeda 360 derajat dibandingkan dengan 30 tahun lalu. 

Dulu, samping kanan dan kiri jalan masih diselimuti dengan persawahan yang jauh membentang hingga menembus pemandangan pepohonan bagai tiada bertepi. Kini, jalan raya tersebut telah dipenuhi dengan bangunan rumah pribadi, pusat bisnis dan rumah sakit. Inilah kondisi saat teknologi semakin menjulang tinggi.


Friday, December 30, 2022

Jalur Darat Denpasar - Cilegon Ditempuh 4 Hari. Kok Bisa?

 

Kota Cilegon Banten

Kota Cilegon Banten yang menjadi tujuan saya meninggalkan Kota Denpasar Bali (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

 

“Ngapain lama-lama pakai jalur darat. Pakai jalur udara kan lebih cepat dalam hitungan jam”.

 

BAGIAN I

 

Dalam mobilisasi antar kota, antar provinsi atau antar pulau, tentu setiap orang berharap bisa cepat sampai ke tujuan. Tidak ingin berlama-lama di jalanan yang bisa membuat badan terasa lelah dan membuang waktu sia-sia. Tetapi, perlu diingat bahwa kecepatan perjalanan sampai ke tujuan tentu ada harga mahal yang harus dibayar.

Sebagai contoh, perjalanan darat dengan bus Denpasar - Jakarta kekira membutuhkan ongkos resmi Rp600 ribu. Jika dengan jalur udara (pesawat udara), maka membutuhkan ongkos dari Rp700 ribu hingga Rp2 juta. Harga perjalanan udara tidak bisa diprediksi, tergantung musim apa yang sedang terjadi.

 

NEMBAK ONGKOS

 

Namun, percaya atau tidak, sejak tujuh tahun lalu, saya tidak pernah membeli tiket resmi (beli di agen) bus, jika melakukan perjalanan darat. Baik, perjalanan Denpasar – Yogyakarta, Denpasar – Surabaya hingga Denpasar – Jakarta. Dalam bahasa jalanan dikenal dengan NEMBAK ONGKOS. Atau, BAYAR PROFIT. Yang dimaksud NEMBAK ONGKOS ini berarti saya naik bus dengan biaya perjalanan yang hampir separonya dari harga resmi.

Dalam tulisan ini, mohon cara saya jangan ditiru. Saya sekedar berbagi pengalaman saja. Karena, NEMBAK ONGKOS akan bertemu berbagai risiko. Pertama, kenyamanan anda dalam melakukan perjalanan akan terkurangi. Mengapa? Saya selalu melakukan aksi NEMBAK ONGKOS dengan cara menyetop perjalanan bus kekira 5-10 km dari terminal atau agen perjalanan.

Tentu, dengan menembak ongkos resmi, saya harus memahami jadwal keberangkatan bus-bus yang diinginkan. Karena, saya harus tetap waspada bus-bus yang akan lewat. Takut, jadwal bus yang diinginkan sudah habis. Sayangnya, tidak semua bus jarak jauh mau berhenti, ketika saya berusaha memberhentikannya. Mungkin, bus tersebut telah penuh atau bus tidak ingin ngecer di jalan.

Kedua, harus pintar menawar ongkos bus. Alasan kedua inilah yang harus dikuasai, ketika saya ingin menembak ongkos resmi bus. Ongkos resmi bus Denpasar – Surabaya kekira Rp250ribu. Dengan patokan harga resmi tersebut, saya biasanya menembak harga pada kisaran Rp120 ribu – Rp150ribu. Kalau kondektur minta harga di atas harga tersebut, maka saya lewatkan saja.

Ongkos resmi bus Denpasar- Yogyakarta kekira Rp350ribu. Maka, saya berusaha nembak ongkos antara Rp175ribu hingga Rp200ribu. Jalur-jalur tersebut sangat familiar buat saya. Jadi, ketika deal harga nembak sudah clear, saya langsung naik, bayar di atas dan nikmati perjalanan. Tidak ada gangguan sama sekali. Sama seperti penumpang lain dengan ongkos resmi, tidak ada bedanya.

Pengalaman yang paling mengesankan adalah saat mampu nembak ongkos bus jalur Denpasar-Jakarta. Saya sudah 3 kali melakukan aksi nembak ongkos tersebut. Namun, nembak ongkos yang ketiga kalinya sebelum pandemi Covid-19 terjadi, justru memberikan pengalaman buruk.

Perlu diketahui, ongkos resmi Denpasar- Jakarta waktu itu kekira Rp500 ribu. Saya berniat mengambil hadiah berupa e-money atas hadiah menang lomba menulis. Sayang, e-money sebesar Rp1juta akan lenyap, kalau tidak diambil langsung di media online User Generated Content (UGC) Kompasiana Jakarta.

Dengan dalih untuk menghemat pengeluaran, maka saya nembak ongkos bus L***NA. Saya mencegat bus untuk perjalanan pagi hari, kekira pukul 8 pagi. Saya mencegat bus tersebut di kawasan jalur by pass Tabanan Bali. Padahal, waktu itu terminal Ubung Denpasar masih menjadi pool bus-bus jarak jauh, sebelum Terminal Mengwi beroperasi.

Saya tinggal di Denpasar, maka saya harus naik angkutan umum dahulu ke Tabanan yang jaraknya kekira 25 km dari tempat tinggal saya. Dengan ongkos Rp10 ribu naik angkutan umum, saya berangkat pagi-pagi dan berharap dapat salah satu dari 2 bus jurusan Jakarta - Denpasar yang lewat pagi hari.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Bus L***NA pun lewat. Saya mencoba menyetopnya. Alhamdulillah, bus tersebut mau berhenti. Saya pun mencoba melakukan aksi nembak harga. Akhirnya, dengan ongkos Rp250 ribu, bus tersebut mau membawa saya menuju Jakarta.

Sayang, kegembiraan saya belum berakhir. Saya justru menghadapi pengalaman buruk. Ternyata, bus tersebut telah terisi penuh. Kondektur tidak jujur kepada saya. Alhasil, saya harus mendapatkan tempat duduk di area merokok (smoking area). Kawasan yang berada paling belakang, tersekat oleh pintu kaca. Sebagai tempat bagi penumpang yang ingin merokok.

Bayangkan, saya adalah tipe alergi merokok. Tetapi, saya harus menghirup asap rokok para penumpang lelaki selama perjalanan Denpasar - Jakarta. Pengalaman mengerikan bukan sampai di situ. Saya harus 2 kali diumpetin kondektur, untuk menghindari pengecekan (kontrol). Itulah sebabnya, saya tidak bisa turun dari bus, saat waktu makan di Situbondo dan Tuban Jawa Timur. Dengan kata lain, saya dianggap seperti penumpang gelap.

Ketiga, menjadi penumpang tanpa asuransi. Saya memahami betul bahwa dengan nembak ongkos. Maka, saya tidak mendapatkan tiket resmi yang telah diakui keberadaannya oleh pihak perusahaan otobus. Jadi, maaf, seandainya bus yang saya tumpangi mengalami kecelakaan (amit-amit sih jangan sampai terjadi). Maka, pihak PO tidak akan menanggung kerugian asuransi selayaknya penumpang lain yang bertiket resmi.

Keempat, kehadiran calo. Uniknya calo-calo bus ini tahu penumpang yang akan naik bus. Sebelnya, mereka pasti bertanya tujuan kita. Kalau tidak dijawab nanti dikira sombong atau cari masalah. Tetapi, ketika kita mengatakan tujuannya. Mereka langsung mematok harga layaknya harga tiket resmi.

Dari sinilah, sering terjadi biang keributan jika kita tidak terima dengan harga tiket yang ditawarkan calo. Di mana, harganya sebelas duabelas dengan harga tiket resmi. Lha wong, saya nembak ongkos untuk menghemat pengeluaran atau kondisi keuangan sedang kering. Maka, ketika ditawarin calo dengan harga resmi, hati ini sungguh berontak. Terlalu!

 

Bersambung ke Bagian II…


Tuesday, December 20, 2022

Mandhara Brasika, Sang Pendiri Griya Luhu Apps Yang Duduk Di Antara Tumpukan Sampah Di Ujung Desa

 

Mandhara BrasikaMandhara Brasika, pendiri Griya Luhu Apps (Sumber: Griya Luhu)

 

 

Saya yakin, bahwa tidak ada satu pun anak muda Indonesia yang bermimpi untuk bekerja di antara tumpukan sampah yang kotor dan bau. Apalagi, ketika gelar sarjana telah disandang di belakang namanya. Maka, bayangan bekerja dengan duduk dikelilingi ratusan kuintal sampah akan dibuang jauh-jauh. Karena, setiap anak muda bermimpi ingin bekerja di sebuah ruangan yang menghembuskan AC dan terasa sejuk.

Tetapi, anggapan banyak anak muda tersebut tidak berlaku bagi seorang Ida Bagus Mandhara Brasika yang asli orang Bali. Salah satu pendiri dari bank sampah www.griyaluhu.org tersebut justru melabrak rambu-rambu banyak impian anak muda. Kini, ia justru mengembangkan Griya Luhu dan duduk di antara tumpukan ratusan kuintal sampah di sebuah ujung desa Beng, Kabupaten Gianyar - Bali.

Kita semua tahu bahwa Bali menjadi destinasi wisata dunia. Tetapi, di balik gemerlap dunia wisata, Bali selalu menyisakan cerita horor tentang sampah. Menurut katadata.co.id, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), provinsi Bali menghasilkan 915,5 ribu ton timbulan sampah sepanjang tahun 2021. Dengan kata lain, provinsi Bali menghasilkan sekitar 76,3 ribu ton sampah setiap bulannya. Kondisi tersebut menjadikan Bali sebagai provinsi penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia.

Lantas, bagaimana dengan kondisi timbulan sampah di Kabupaten Gianyar. Sesuai data katadata.co.id tahun 2021 tersebut, Kabupaten Gianyar menduduki posisi terbanyak kedua setelah Kota Denpasar dengan menghasilkan 141.337,13 ton sampah. Atau, Kabupaten Gianyar menghasilkan sampah sebanyak 11.778,09 ton setiap bulannya. Jumlah tersebut bagai sampah seluas hampir 30 lapangan sepak bola.

Percaya atau tidak, jika ratusan ribu ton sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan timbul berbagai macam dampak negatif. Seperti, penumpukan sampah yang luar biasa, sumber penyakit, pencemaran lingkungan dan bencana alam yang tidak terduga.

 

Bank Sampah Digital

Seiring berkembangnya Revolusi Industri 4.0, maka perkembangan teknologi digital semakin tidak terkendali. Apalagi, demi menyesuaikan perkembangan jaman, maka pengelolaan sampah pun dilaksanakan dengan teknologi digital melalui perusahaan rintisan (start-up).

Oleh sebab itu, Mandhara Brasika mendirikan Griya Luhu yang merupakan start-up di bidang eko-preneur yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, dengan menggunakan teknologi digital. Griya Luhu Apps menjadi aplikasi yang sederhana, ramah pengguna dan lugas.

 

Griya Luhu Apps

Tampilan sederhana dari Griya Luhu Apps (Sumber: griyaluhu.org)

 

Perlu diketahui, Griya Luhu berdiri sekitar tahun 2017. Pertama kali, Griya Luhu berbentuk sebuah komunitas yang tiada henti memberikan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang perilaku pemilahan sampah.

Selanjutnya, tahun 2020, bank sampah dan aplikasi digital Griya Luhu secara resmi berdiri, untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Tentu, dengan menggunakan aplikasi, maka akan memberikan banyak keuntungan dan kemudahan. Paperless atau tidak menggunakan kertas selama proses transaksi, akses data lebih mudah, dan menghemat waktu adalah beberapa kemudahan dengan menggunakan teknologi digital.

 

 

Mandhara Brasika

Mandhara Brasika, mendirikan Griya Luhu Apps untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah (Sumber: Griya Luhu)

 

Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan tahun 2022 oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar makin menguatkan kepercayaan masyarakat tentang operasional bank sampah induk Griya Luhu. Maka, menurut data Griya Luhu, lebih dari 17.000 pengguna yang telah memanfaatkan kemudahan dan manfaat dari Griya Luhu Apps.

Sebagai informasi, Griya Luhu Apps telah diadopsi oleh hampir seluruh pemerintah daerah di Bali. Hanya pemerintah kabupaten Klungkung dan Jembrana yang tidak mengadopsi aplikasi tersebut. Uniknya, banyak masyarakat atau pemerintah di luar Bali yang telah mengadopsi Griya Luhu Apps, seperti Kalimantan Timur, Sidoarjo dan lain-lain.

 

Sinergi Berkelanjutan

Ibarat pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Maka, untuk memperkuat jaringan pemilahan sampah, bank sampah induk Griya Luhu menjalin sinergi dengan 23 desa di Kabupaten Gianyar - Bali. Dampaknya, Griya Luhu mampu menampung sampah anorganik dari masyarakat sekitar 13-20 ton setiap bulannya.

Menurut Business Analyst Griya Luhu Viona Damayanti menyatakan, pada rentang waktu bulan Januari - November 2022, Griya Luhu telah mengumpulkan sampah anorganik kurang lebih 150 ton. Jumlah sampah tersebut dikoleksi secara sistem dari 23 desa yang dikelola oleh Griya Luhu. Di mana, terdapat kurang lebih 113 bank sampah unit, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat banjar.

Menarik, setiap desa terdapat 3-10 orang kader yang bertugas dalam pengelolaan sampah. Para kader tersebut bermanfaat dalam memberikan informasi langsung kepada masyarakat tentang jadwal pengumpulan sampah.

Griya Luhu mengusung motto, “Sampahku Adalah Tanggung Jawabku”. Motto tersebut memberikan pemahaman bahwa setiap sampah yang kita timbulkan menjadi tanggung jawab kita sendiri. Tentu, berpedoman pada konsep pengelolaan sampah 3R, yaitu:

      1. Reduce (mengurangi sampah sekali pakai seperti kantong kresek, botol plastik, dan sedotan plastik);

     2. Reuse (menggunakan kembali barang yang dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya seperti penggunaan botol minum dan tas belanja dari kain);

    3. Recycle (mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk yang bernilai ekonomi).

 

Pemilahan

Di Griya Luhu terdapat mesin pres besar dengan warna dominan biru. Mesin pres yang digerakan dengan tenaga mesin diesel tersebut, sementara waktu hanya digunakan untuk pres sampah kertas. Selanjutnya, jenis sampah yang lainnya di kemas dalam berbagai kantong dengan tenaga tangan.

 

Mesin pres

Mesin pres di bank sampah induk Griya Luhu (Sumber: dokumen pribadi)

 

Ada 5 kelompok besar sampah menurut Griya Luhu, yaitu: 1) Plastik; 2) Kertas; 3) Botol dan kaca; 4) Besi dan logam; dan 5) lainnya (minyak jelantah, kampil, dan lain-lain). Sedangkan, dari kelompok besar tersebut, ada 26 macam sampah anorganik yang akan dikelompokan sesuai jenis dan bentuknya. Seperti, plastik pembungkus makanan, tutup botol air mineral, kertas, botol air mineral, botol minuman kecil, kaleng minuman, kaleng makanan, plastik mika, botol kaca, besi dan logam, dan lain-lain.  

 

 

Jenis sampah anorganik

Jenis sampah anorganik yang dikelola oleh Griya Luhu (Sumber: dokumen pribadi)

 

Di bank sampah induk Griya Luhu, sampah anorganik yang belum dipilah menjadi 26 jenis akan ditempatkan pada 2 tumpukan besar, sisi barat dan sisi utara. Ada 9 karyawan Griya Luhu yang setia melayani masyarakat dalam pemilahan sampah.



Tumpukan sampah anorganik

Tumpukan sampah anorganik yang belum dipilah (Sumber: dokumen pribadi)


 

Ke manakah akhir perjalanan sampah anorganik yang dikelola oleh Griya Luhu? Mungkin, pertanyaan tersebut terlintas dalam pikiran anda. Saat ini, alur akhir pengelolaan sampah anorganik yang ada di Griya Luhu adalah melibatkan pihak ketiga atau kirim sendiri langsung ke pabrik. Sebagai contoh, untuk sampah kardus dan kantong plastik atau kresek melibatkan pihak ketiga yang terpercaya. Di mana, pihak ketiga tersebut akan mengirim langsung ke pabrik untuk diolah atau daur ulang. Sedangkan, untuk sampah kertas, Griya Luhu langsung mengirimnya sendiri ke pabrik untuk diolah atau daur ulang.

 

 

Pengiriman sampah yang sudah dipilah

Pengiriman sampah yang sudah dipilah ke pihak ketiga atau pabrik (Sumber: dokumen pribadi)


 

Tahukah anda, dibalik tumpukan sampah terpilah yang dikirim hingga 48 kali mobil pick up setiap hari Sabtu dan Minggu, banyak memberikan pelajaran berharga. Setiap 250 kg sampah terpilah yang dimuat satu mobil pick up merupakan hasil kerja tangan-tangan terampil yang tidak takut bau dan kotornya sampah.

Ada cerita menarik dari 2 (dua) karyawan pemilah sampah di Griya Luhu yang bernama Ibu Kadek Sariasih dan Bapak Dewa Gede Putu. Masing-masing karyawan tersebut telah bekerja selama 2 tahun dan 3 tahun. Mereka bekerja dengan senang hati, meskipun bau sampah yang seringkali menyengat hidung. Sungguh, tidak ada guratan rasa lelah di wajahnya. Senyumnya tetap sumringah, ketika berada di antara puluhan karung sampah botol, plastik dan kertas. 


 

Ibu Kadek Sariasih dan Bapak Dewa Gede Putu

Ibu Kadek Sariasih dan Bapak Dewa Gede Putu yang bekerja di bagian pemilahan sampah di Griya Luhu (Sumber: dokumen pribadi)


 

“Saya senang kerja di sini, agar sampah bisa berkurang. Perusahaan juga memberikan perhatian dan tunjangan yang baik pak. Kami sering mendapat sembako” kata pak Dewa Gede Putu, sambil tangannya yang terampil memilah sampah kertas.  

 

Griya Luhu juga memberikan jaminan kesehatan karyawannya berupa BPJS Kesehatan. Karena, kesehatan karyawan sangatlah penting, ketika mereka berurusan dengan sampah, yang memberikan dampak kesehatan bagi manusia.

 

Apresiasi Tanpa Batas

Tentu, kehadiran Griya Luhu yang didirikan oleh Mandhara Brasika tersebut mendapatkan apresiasi dan penghargaan tanpa batas. Sebagai pendiri Griya Luhu, Mandhara Brasika sendiri mendapatkan berbagai undangan menjadi pembicara atau narasumber dalam berbagai even penting. Saya meyakini bahwa apresiasi tersebut tidaklah tujuan utama. Tetapi, menjadi bonus dari sebuah terobosan brilian anak muda, agar Bangkit Bersama untuk Indonesia. Setelah, kurang lebih 3 tahun bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. 

 

 

Beberapa penghargaan

Beberapa penghargaan yang diterima oleh Griya Luhu (Sumber: dokumen pribadi)

 

Banyak pihak atau stakeholder yang telah memberikan apresiasi kepada Griya Luhu. Dari pemerintah Provinsi Bali, sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) memberikan lahan seluas 5 are (500m2) sebagai tempat pemilahan dan bank sampah induk di kawasan Beng, Gianyar - Bali. Sedangkan, perusahaan plat merah yang telah memberikan apresiasi kepada Griya Luhu, seperti Bank BNI berupa pemberian mesin press dan sepeda motor, serta Pertamina berupa mobil pick up.

Selain apresiasi dan penghargaan tanpa batas, keberadaan Griya Luhu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Masyarakat diberi kesadaran secara berkelanjutan tentang perilaku memilah sampah dari lingkungan rumah. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu datang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Juga, mengurangi kuantitas sampah yang ada di TPA.

Bahkan, keberadaan Griya Luhu benar-benar memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Kurang lebih 40% sampah anorganik yang bisa ditampung oleh Griya Luhu berupa plastik lembaran. Padahal, sampah plastik tidak bisa terurai puluhan hingga ratusan tahun, jika telah terkubur dalam tanah. Dampaknya, sangat merusak ekosistem yang akan bermuara kepada manusia.

Oleh sebab itu, dengan memilah sampah dan membawanya ke bank sampah induk Griya Luhu. Maka, masyarakat berperan besar dalam mengurangi timbulan sampah. Melalui Griya Luhu Apps, masyarakat juga bisa menabung dari hasil setoran sampah tersebut. Laporan penghasilan bisa dilihat langsung melalui buku tabungan.

Bahkan, saat transaksi berlangsung, pihak Griya Luhu memberikan rating di aplikasi pengguna Griya Luhu Apps tersebut. Semakin baik rating yang diberikan, maka cuan (keuntungan) yang diperoleh masyarakat semakin besar. Menurut Business Analyst Griya Luhu Viona Damayanti, ada siswa SMP yang mampu mengumpulkan tabungan tertinggi.

Hasil penjualan sampah di Griya Luhu bisa diambil langsung oleh masyarakat saat transaksi selesai dilakukan. Kenyataannya, masyarakat mengumpulkan hasil penjualan tersebut, agar terkumpul lebih banyak. Apalagi, Griya Luhu membagikan keuntungan penjualan sampah masyarakat melalui pihak banjar setiap bulannya.

Tetapi, demi mengumpulkan penghasilan yang besar, maka kebijakan pihak banjar membagikan keuntungan kepada masyarakat langsung tersebut bervariasi. Dari setiap bulan sampai setiap 6 bulan (semester).

Kalau dicermati secara baik, keberadaan Griya Luhu bukan hanya mengurangi adanya timbulan sampah di masyarakat. Tetapi, Griya Luhu telah menciptakan circular economy (ekonomi sirkular). Hal ini dibuktikan dengan adanya ribuan pengguna Griya Luhu Apps. Di mana, pengguna aplikasi tersebut berperan dalam pemilahan sampah dan menghasilkan keuntungan melalui buku tabungan. Masyarakat sekitar juga diberdayakan sebagai tenaga pemilah sampah.    

Oleh sebab itu, pihak Griya Luhu sendiri berharap besar, agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Tentu, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah kesadaran memilah sampah dari lingkungan terkecil (keluarga). Kini, masyarakat tidak menjadi objek, tetapi menjadi subjek atau pelaku yang mampu memberikan semangat kesadaran pemilahan sampah kepada orang lain.

Monez Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan

  Monez a.k.a. Ida Bagus Ratu Antoni Putra Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan Bali (Source: Monez)     In...