Tuesday, October 29, 2019

Menuju Indonesia Maju dengan Teknologi Transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek


Proses lifting car atau pengangkatan rangkaian kereta pertama (trainsetLRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, tanggal 13 Oktober 2019 (Sumber: lrtjabodebek.com) ⁣⁣⁣⁣

Apa yang menarik dari pengumuman Presiden Jokowi tentang Kabinet Indonesia Maju?


Salah satu hal yang perlu dicatat adalah bertahannya Budi Karya Sumadi sebagai orang nomor satu di Departemen Perhubungan RI kembali dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju tahun 2019-2024. Tentu, Presiden Jokowi mempunyai alasan yang kuat, mengapa Budi Karya Sumadi tetap bertahan pada posisi Menteri Perhubungn RI. Karena, gebrakannya dalam penerapan  teknologi transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.
 Apalagi, jika mencermati  pernyataan dari Presiden Jokowi, di mana semua menteri wajib fokus pada delivered ketimbang sent. Orientasi “Hasil” sangat menentukan dibandingkan dengan “proses”. Mungkin, hal itulah yang menjadi alasan dari Presiden Jokowi mempertahankan Budi Karya Sumadi, tetap menjadi Menteri Perhubungan. Publik pun mengamini keputusan Presiden Jokowi tersebut. Namun, bagi Presiden Jokowi sendiri bahwa sebuah keputusan yang terbaik sebagai implementasi dari hak prerogatif Presdien.

Transportasi Publik Idaman

Keberhasilan Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja yaitu mengembangkan teknologi maju di bidang transportasi darat. Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menjadi bukti sebagai proyek prestigious menerapkan teknologi tinggi. Dan, menjadi harapan besar dalam pengembangan teknologi di bidang perkeretaapian.
Seperti halnya transportasi publik berupa MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta, pembangunan LRT Jabodebek dibangun untuk mengurangi kemacetan lalul lintas. Karena, padatnya kendaraan yang masuk kota Jakarta dari kota-kota satelit di sekitarnya. Bahkan, dengan dibangunnya LRT Jabodebek bisa meminimalisir kemacetan di tol Jakarta – Cikampek (Japek) dan Jagorawi.
Sebagai informasi, estimasi kerugian yang diakibatkan tingkat kemacetan yang tinggi di kawasan Jabodetabek sebesar 65 triliun. Kerugian tersebut  terbagi atas: 1) akibat tambahan bahan bakar yang terbuang sebesar 28,1 triliun; dan 2) akibat tambahan waktu perjalanan sebesar 36,9 triliun.
Oleh sebab itu, selain MRT Jakarta, maka LRT Jabodebek menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas yang kian masif. Menurut Wikipedia menyatakan bahwa Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek merupakan sistem angkutan cepat dengan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang dibangun di Jakarta, dan terhubung dengan kota-kota di sekitarnya seperti Bekasi dan Bogor. Tarif yang akan dikenakan untuk setiap penumpang sebesar Rp 12.000,-. Tarif tersebut merupakan tarif subsid dari tarif komersial sebenarnya sebesar Rp 25.000,-.
Dasar pembangunan LRT Jabodebek yaitu penandatanganan dua (2) Peraturan Presiden (Perpres) Joko Widodo pada tanggal 2 September 2015. Adapun, Peraturan Presiden (Perpres) tersebut adalah: 1) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi; dan 2) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di Wilayah Provinsi Daerah Ibu kota Jakarta. Pembanguan LRT Jabodebek dimulai sejak ground breaking oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 September 2015.
Invetasi yang digelontorkan untuk pembangunan LRT Jabodebek mencapai Rp29,9 triliun. Sebagian besar investasi tersebut ditanggung oleh PT KAI (Persero) dengan nilai Rp25,7 triliun dan Rp4,2 triliun sisanya ditanggung oleh kontraktor PT. Adhi Karya (Persero). Investasi untuk pembangunan LRT Jabodebek tahap I (kesatu) mencapai Rp2,745 triliun yang terbagi atas 51 persen atau Rp1,4 triliun dibiayai oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2015. Sisanya,  Rp1,345 triliun dari dana publik dari hasil penjualan saham right issue kuartal pertama 2015.
LRT Jabodebek diyakini akan menjadi transportasi publik yang nyaman. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu program prioritas nasional. Oleh sebab itu, LRT Jabodebek menjawab tuntutan masyarakat akan transportasi umum yang aman, nyaman dan memiliki ketepatan waktu yang tinggi.
LRT Jabodebek akan dioperasikan dalam 6 (enam) rute, yaitu: 1) Cawang – Harjamukti; 2) Cawang – Kuningan – Dukuh Atas; 3) Cawang – Jatimulya; 4) Dukuh Atas – Palmerah Senayan; 5) Harjamukti – Bogor; dan 6) Palmerah – Grogol/Bogor. Track tidak menggunakan sepur narrow gauge 1.067 mm seperti yang ada di Jawa dan Sumatra, Tetapi, sepur standar 1.435 mm untuk memudahkan dalam pemilihan dan pembelian sarana.
Bagaimana kapasitas LRT Jabodebek untuk melayani 3 (tiga) lintasan? Perlu diketahui bahwa kapasitas yang ada di LRT Jabodebek adalah: 1) Kapasitas kereta pada kondisi normal sebanyak 740 penumpang (per kereta mampu menampung 118 penumpang), sedang saat kondisi sesak bisa menampung 1.308 penumpang (per kereta mampu menampung 208 penumpang); dan 2) Kapasitas penumpang terdiri dari 174 tempat duduk dan untuk penumpang berdiri sebanyak 566 penumpang.
            LRT Jabodebek mempunyai panjang lintasan 82,9 km dan melewati 18 stasiun. Stasiun LRT Jabodebek untuk lintasan Cawang - Harjamukti, yaitu: 1) Stasiun LRT Harjamukti; 2) Stasiun LRT Ciracas; 3) Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah; dan 4) Stasiun LRT Kampung Rambutan. Lintasan Cawang - Jatimulya, yaitu: 1) Stasiun LRT Jati Mulya; 2) Stasiun LRT Bekasi Barat; 3) Stasiun LRT Cikunir-2; 4) Stasiun LRT Cikunir-1; dan 5) Stasiun LRT Jati Bening Baru. Untuk lintasan Cawang - Dukuh Atas, yaitu: 1) Stasiun LRT Cawang; 2) Stasiun LRT Cikoko; 3) Stasiun LRT Ciliwung; 4) Stasiun LRT Pancoran; 5) Stasiun LRT Kuningan; 6) Stasiun LRT Rasuna Said; 7) Stasiun LRT Setia Budi; 8) Stasiun LRT Dukuh Atas. Lokasi Depo LRT Jabodebek berada di Jati Mulya.


Jalur LRT Jabodebek (Sumber: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015)


Sedangkan, panjang lintasan tahap I pembangunan LRT Jabodebek dengan 3 lintasan layanan yaitu 44,43 km. Tahap 1 ini mencakup : 1) lintasan Cawang-Cibubur; 2) Cawang Dukuh Atas; dan 3) Cawang-Bekasi Timur. Sudah ada 5 trainset (rangkaian kereta) LRT Jabodebek yang akan melayani 3 (tiga) lintas layanan tersebut. Secara keseluruhan akan ada 31 rangkaian kereta yang melayani ketiga lintas layanan tersebut.


Tiga lintasan layanan LRT Jabodebek Tahap I sepanjang 44,43 km (Sumber: lrtcity.com/diolah)


Teknologi Tinggi

Sebuah kebanggaan untuk bangsa karena LRT Jabodebek  merupakan produk dalam negeri. Gerbang kereta untuk LRT Jabodebek diproduksi oleh PT INKA (Persero) Madiun Jawa Timur. Untuk memenuhi kebutuhan LRT Jabodebek,  maka kereta  LRT Jabodebek dikirim dari PT INKA (Persero) Madiun ke Depo sementara LRT Jabodebek. Depo terletak di Stasiun Harjamukti Cibubur Jakarta Timur. Pengiriman sebanyak 6 buah kereta melalui jalur darat dengan mobil angkut atau Multi-Axle Truck yang memakan waktu 4 hari. Perlu diketahui bahwa Multi-Axle  Truck disesuaikan dari tinggi, lebar dan berat beban kereta LRT Jabodebek, agar bisa berjalan di beberapa kondisi jalan yang akan dilalui.
               LRT Jabodebek merupakan transportasi darat yang dibuat dengan teknologi tinggi. Ada 6 hal yang menunjukan bahwa LRT Jabodebek menjadi teknologi masa depan, yaitu: 1) Desain khusus (varian desain tampilan kereta  dibuat berdasarkan kearifan lokal); 2) Konten lokal (penelitian. proses desain, teknologi, teknik & produksi diselesaikan di Indonesia); 3) Kepemimpinan biaya atau DKBP (Desain, Kualitas, Biaya & Pengiriman); 4) Stok industri bergulir secara nasional (Diproduksi oleh PT INKA Madiun, Stok Bergulir secara nasional di Asia Tenggara); 5) Branding nasional (LRT adalah Transportasi Modern di Indonesia); dan 6) Teknologi canggih (Ringan, Kuat, Khas & Modular, Bodi mobil sebagai komponen konten lokal utama menggunakan ekstrusi alumunium 6061).


Kecanggihan dari LRT Jabodebek (Sumber: kompas.com/diolah)


Kecanggihan dari LRT Jabodebek yang bisa menjadi langkah awal kemajuan perkeretaapian Indonesia terletak pada sistem pengoperasian. LRT Jobodebek dioperasikan dengan sistem driver less atau tanpa masinis. Dan, setiap rangkaian LRT Jabodebek bisa melaju dengan kecepatan maksimal 100 km per jam.
Senada dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bahwa LRT Jabodebek nantinya bakal beroperasi tanpa menggunakan masinis (driver less). LRT Jabodebek lebih canggih dari MRT buatan Jepang. Karena, LRT Jabodebek dioperasikan menggunakan teknologi tingkat otomasi Grade of Atomation (GoA). Serta, ada 4 hal yang bisa menjadi kelebihan dari LRT Jabodebek, yatiu: 1) Cepat dan aman; 2) Efisien dan ramah limgkungan; 3) Ringan dan nyaman; dan 4) Modern dan transportasi era baru.


Kelebihan dari LRT Jabodebek (Sumber: Brosur ITS/diolah)


Bagaimana dengan kondisi interior LRT Jabodebek? Tampilan desain interior memberi kesan eksklusif. Model tempat duduk (seat) penumpang yang terlihat elegan. Desain interior yang modern dan nyaman membuat para penumpang betah melakukan perjalanan dengan LRT Jabodebek.
 

Interior dari LRT Jabodebek (Sumber: Brosur ITS/diolah)


Tekad Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk membangun LRT Jabodebek menjadi harapan besar masyarakat. Meski, banyak tantangan yang menghadang dalam pembangunan LRT Jabodebek tersebut. Setidaknya, ada 6 tantangan dalam pembangunan LRT Jabodebek adalah: 1) Adanya tiga fase engineering yaitu fase basic engineering design & detail engineering design, frase procurement dan fase kontruksi yang dikerjakan secara paralel dalam waktu 3 tahun; 2) Memerlukan koordinasi dengan proyek lain yang bersinggungan, seperti kereta api cepat dan Japek Elevated; 3) Analisa batas-batas ketinggian (clearance); 4) waktu kerja yang terbatas, hanya 6 jam; 5) ketersediaan lahan; dan 6) percepatan penyelesaian pembiayaan (financial closed).
Mengatasi tantangan pembangunan LRT Jabodebek bertujuan untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas. Oleh sebab itu, hal yang dilakukan adalah melakukan terobosan dalam pemilihan lahan. Pembangunan LRT Jabodebek di area jalan tol menjadi pilihan terbaik.  Alasan pemilihan lokasi LRT Jabodebek di area jalan tol adalah: 1) sejalan dengan tujuan pembangunan LRT Jabodebek yakni untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, maka pemilihan lokasi jalan tol dapat meminimalisir kepadatan di jalan besar atau jalan protokol; dan 2) pembangunan LRT Jabodebek yang dilakukan di jalan tol mampu mengurangi volume kepadatan kendaraan pribadi secara signifikan.
Bukan hanya di area jalan tol, pembangunan LRT Jabodebek juga didesain melayang (elevated). Dibangun melayang dengan ketinggian antara 9-12 meter di atas permukaan tanah. Alasan utama LRT Jabodebek dibuat melayang yaitu: 1) dapat menghemat biaya dan waktu pengerjaan; 2) Banyaknya flyover dan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang dilewati sepanjang perlintasan; 3) meminimalisir pembebasan lahan; dan 4) mencegah kecelakaan lalu lintas karena menghindari perlintasan sebidang. 
Salah satu track LRT Jabodebek melewati sungai Ciliwung. Oleh sebab itu, teknologi long span (bentang panjang) diterapkan agar pembangunan dapat berjalan tanpa menganggu aktivitas jalur di bawahnya. Maka dari itu, teknologi tinggi lainnya dari pembangunan LRT Jabodebek yang tidak kalah hebat adalah penerapan teknologi Long Span (bentang panjang). Teknologi Long Span menggunakan Vertikal Tendon, Tendon yang dipasang dari bawah ke atas. Tendon sendiri merupakan elemen baja seperti kawat baja, kabel batang, kawat untai atau suatu bundel dari elemen-elemen tersebut.
Dalam teknologi Long Span juga menggunakan U-Box Girder yang merupakan kombinasi dari U-Shaped dan Box Girder berbentuk langsing dan tipis. Jenis Girder tersebut bisa mengurangi polusi udara saat LRT Jabodebek dioperasikan. Teknologi long span (bentang panjang) yang ada dalam pembangunan LRT Jabodebek diklaim merupakan long span terpanjang di Asia.


Salah satu teknologi Long Span yang melewati sungai Ciliwung (Sumber: LRT Jabodebk)


Beberapa teknologi pemasangan long span (bentang panjang) yang digunakan dalam pembangunan LRT Jabodebek di antaranya: 1) Long Span JORR dengan menggunakan U-Box Girder sepanjang 90 m; 2) Long Span Kali Bekaasi dengan menggunakan U-Box Girder sepanjang 54-90-54 (m); dan 3) Long Span Cililitan dan Cikoko dengan menggunakan Box Girder sepanjang 54-90-54 (m).
Kombinasi teknologi long span dan U-Box Girder membuat pembangunan LRT Jabodebek sebagai teknologi transportasi masa depan. Bahkan, penerapan teknologi U Shaped Girder merupakan teknologi pertama kali digunakan di Indonesia pada pembangunan LRT Jabodebek. Adapun, alasan LRT Jabodebek menggunakan U Shaped Girder adalah: 1) mengurangi tinggi pier; 2) mengurangi tinggi struktur stasiun sehingga tidak memerlukan ruang yang terlalu banyak; dan 3) mengurangi ukuran pondasi yang besar, sehingga struktur kolom LRT Jabodebek lebih ramping. Anda bisa melihat infografis berikut ini:  


Teknologi U Shapd Girder (Sumber: LRT Jabodebek)


Bagaimana progres pembangunan LRT Jabodebek? Sesuai data dari PT Adhi Karya (Persero), selaku kontraktor, progres pembangunan baru mencapai 65,77 persen. Rinciannya, progres LRT Jabodebek lintas Cawang-Cibubur (Cawang - Taman Mini - Kampung Rambutan - Ciracas - Kampung Rambutan) mencapai 90 persen. Untuk lintas Cawang-Dukuh Atas (Cawang - Ciliwung - Cikoko - Kuningan - Rasuna Said - Karet Kuningan - Setiabudi - Dukuh Atas)  mencapai 55,91 persen. Sedangkan, lintas layanan Cawang - Bekasi Timur (Cawang - Halim - Jati Bening Baru - Cikunir - Cikunir 2 - Bekasi Barat – Jatimulya) mencapai 53,84 persen.
Sebagai informasi, satu rangkaian gerbong LRT Jabodebek telah diangkat dan diparkir di Depo Stasiun Harjamukti. Sebelum dioperasikan secara resmi maka perlu adanya tes dan uji coba terlebih dahulu. LRT Jabodebek harus melalui berbagai tes dan uji coba. Trek, kereta, prasarana, komunikasi dan lain-lain harus melewati tes dan uji coba. Sehingga, saat  beroperasi akan minim terhadap kendala.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa tes dan uji coba LRT Jabodebek akan dilakukan bertahap. Pemerintah mempunyai waktu 2 tahun untuk melakukan uji coba sebelum beroperasi secara komersial pada November 2021 mendatang. Hal ini berdasarkan pada pengalaman operasional MRT Jakarta dan LRT Palembang. Waktu uji coba yang panjang diperlukan agar operasional LRT Jabodebek bisa optimal.

"Jadi kalau sekarang ini kita akan mencoba dari Cibubur sampai ke Cawang," (Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI, di kantor Kemenko Kemaritiman tanggal 7 Oktober 2019)

Akhirnya, harapan besar bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi LRT Jabodebek. Hal ini akan menjadi awal perkembangan teknologi perkeretaapian. Dan, menjadi modal besar menatap masa depan Indonesia Maju. Di mana, bangsa Indonesia mengidam-idamkan kemajuan transportasi yang modern, aman dan nyaman. Agar, bisa bersaing atau lebih maju dibandingkan bangsa-bangsa di dunia.
Beroperasinya LRT Jabodebek pada November 2021 mendatang, bukan keberhasilan Menteri Perhubungan atau Presiden Joko Widodo saja. Tetapi,  keberhasilan dari seluruh rakyat Indonesia. Seperti, dalam cuitan Presiden Joko Widodo di media sosial Twitter menjelang pelantikannya sebagai Presiden RI 2019-2024 tanggal 20 Oktober 2019 lalu, “Kerja Bersama, untuk Indonesia Maju”. 



Sumber tulisan:

Sunday, October 20, 2019

Detik-Detik Menjelang Pengumuman Kabinet Baru Jokowi-Amin

Joko Widodo saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.
Presiden Jokowi (Sumber: kompas.com)


Setelah pelantikan Presiden & Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin tanggal 20 Oktober 2019 kemarin, maka momen yang ditunggu-tunggu semua rakyat Indonesia adalah kabinet baru Jokowi-Amin. Berbagai kalangan menimbang-nimbang atau memprediksi siapakah yang akan menduduki kabinet baru Jokowi tersebut. 

Semua memahami bahwa posisi menteri merupakan hak prerogtaif Presdien Jokowi. Namun, terdapat deal-deal atau tarik ulur dari pihak Presiden Jokowi dan partai politik yang mendukungnya di Pilpres 2019. Tentu, posisi menteri tersebut akan diisi berdasarkan jasa partai politik. Namun, Presiden Jokowi pernah menyatakan bahwa kabinet baru nanti akan diisi sosok profesional yang lebih banyak daripada partai politik.

Sejumlah nama yang telah diundang ke istana memberikan sedikit pengharapan atau gambaran serta prediksi untuk posisi menteri masa depan. Nama-nama yang familiar seperti: Bapak Mahfud MD, Nadiem Makarim (pemilik GOJEK), Erick Thohir (Ketua Pemenangan Pilpres 2019 Jokowi-Amin). Whisnutama (Pendiri NET TV) dan Tetty Paruntu (kader Golkar yang menjabat Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara). 

Berbagai kalangan, khususnya awak media yang menyambangi atau peliput di Istana Presiden menjadi penasaran. Untuk posisi menteri apakah yang bersangkutan diundang oleh Presiden Jokowi. Yang menarik lagi adalah kedatangan Kapolri Jend (Polisi) Tito Karnavian. Pasalnya, yang bersangkutan tidak memakai seragam atasan putih dan bawahan hitam. Layaknya orang -orang yang diundang ke Istana Presiden. Namun, yang bersangkutan masih memakai seragam kepolisian. Publik pun menduga-duga bahwa Kapolri sepertinya akan didapuk menjadi Menteri Pertahanan, Menteri Polhukam atau Kepala Badan. Publik hanya memprediksi, selanjutnya berada di tangan Presiden Jokowi.

Kabinet Jokowi yang baru juga diprediksi akan memunculkan nomenklatur baru. Di mana akan ada beberapa kementrian baru yang dirasa bisa menggenjot kinerja Presiden. Apalagi, kasus Papua yang beberapa bulan lalu mengemuka membuat Presiden Jokowi akan menaruh pos menteri dari Papua. Semua serba menerka-nerka, namun semuanya terletak pada tangan Presiden Jokowi. Tentu, harapan rakyat adalah menteri yang profesional dan berintegritas yang menduduki posisi terbaik. The Right Man on the right place! 

Saturday, October 19, 2019

Selamat Bertugas “Jokowi-Amin”, Bawalah Amanah Rakyat dengan Suka Cita



Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin (Sumber: CNN Indonesia)


Hari ini, tanggal 20 Oktober 2019, akan menjadi sejarah bangsa Indonesia. Beberapa jam lagi, Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan untuk membawa amanat bangsa Indonesia. di hadapan ratusan juta pasang mata bangsa Indonesia dan dunia sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024. Pelantikan yang digelar di gedung MPR RI dijaga dengan sistem keamanan sangat ketat dan berlapis. Sangat berbeda dengan pengamanan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI 5 tahun yang lalu.
Jalan sekitar istana ditutup jelang pelantikan. Keamanan yang berlapis sebagai antisipasi dari berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Salah satunya adalah timbulnya demo yang akan mengundang kerusuhan. Keamanan yang ketat dan berlapis itu juga sebagai wujud pembuktian kepada dunia internasional bahwa kondisi bangsa Indonesia aman-aman saja. Tentu, akan berdampak terhadap nama baik bangsa dan iklim investasi yang kondusif.

Tantangan Periode II

Sebagai petahana, saya yakin Presiden RI Jokowi memahami benar keinginan bangsa Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Beliau akan memilih pembantu Presiden (Menteri) yang mempunyai kapabilitas mumpuni. Namun, di balik keberhasilan selama kepemimpinan 5 tahun yang lalu, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi. Masalah kemiskinan dan kesejahteraan rakyat yang adil dan beradab masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR). Meskipun, pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi memberikan nilai plus.
Menurut pengamat ekonomi Aviliani (di acara AKI Pagi TV ONE  20/10/2019) menyatakan bahwa daya beli rakyat Indonesia pada periode 2016-2017 mengalami penurunan. Memang daya beli rakyat Indonesia mengalami kenaikan, tetapi pada kelas atas  dan kelas bawah. Yang menarik pada kelas bawah dikarenakan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sifatnya sementara. Kelas menengah justru mengalami penurunan daya beli.
Menurunnya tingkat daya beli dikarenakan berkurangnya lapangan pekerjaan atau pengurangan tenaga kerja. Timbulnya era digital, sebagai contoh dengan munculnya e-commerce maka banyak perusahaan melakukan perampingan tenaga kerja. Bahkan, menurut Aviliani menyatakan bahwa tingkat perkembangan ekonomi tidak sampai 5 persen, sekitar 4,9 persen.
Dan, tantangan berat lainnya yang harus dihadapi PresIden RI Jokowi-Amin pada periode 5 tahun mendatang juga berkisar pada masalah pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Pakar hukum tata negara Refly Harun (di acara AKI Pagi TV ONE 20/10/2019) menyatakan bahwa gaung Revolusi Mental di periode I Presiden Jokowi sepertinya hilang pada periode kedua.
Beliau merasa khawatir bahwa periode II Presiden Jokowi-Amin terlalu konsentrasi pada masalah ekonomi saja. Jangan sampai penanganan korupsi berjalan tersendat dan penegakan hukum bisa dilakukan undertable (di bawah meja). Padahal, masalah pemberantasan korupsi dan penegakan hukum adalah sangat penting.
Kini, rakyat menanti dan menagih janji-janji Presiden RI Jokowi yang pernah diucapkan, saat pidato tentang strategi bangsa Indonesia, di Sentul Bogor Jawa Barat. Amanah rakyat ada di pundak duet Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi-Ma’ruf Amin. Kita semua berharap agar Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi-Ma’ruf Amin membawa amanah rakyat dengan suka cita. Bukan hanya senang untuk membawanya ke manapun tetapi menepatinya hingga rakyat Indonesia tersenyum.

Dukungan

Perlu dipahami bahwa kinerja Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, saatnya kita bergandengan tangan untuk mensukseskan program Pemerintah. Tidak ada gunanya kita “nyinyir” atas kinerja 5 tahun yang lalu. Kita perlu menatap masa depan, akan seperti apa bangsa Indonesia.
Berilah kesempatan besar agar  Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin bekerja dengan baik. Beliau adalah duet pemimpin negeri ini yang telah terpilih secara demokratis. Dan, ditetapkan dan dilantik secara kenegaraan di gedung MPR RI. Beliaulah yang akan menjadi nahkoda kapal besar bernama bangsa Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Presiden RI Jokowi juga menyadari bahwa perlunya kerjasama bersama rakyat menuju Indonesia Maju. Beliau menulis cuitan di Twitter hari ini pukul 10.47AM WIB yang berbunyi “Kerja bersama, menuju Indonesia Maju”.  


Cuitan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang pelantikan Presiden dan Wakil RI Presiden 2019-2024 (Sumber: Twitter/Joko Widodo)


Kita menyadari bahwa dalam berdemokrasi membutuhkan “check and balance”. Hal ini akan muncul dari partai oposisi dalam memberikan kritik dan saran terhadap Pemerintah. Di mana, kritik dan saran tersebut bertujuan untuk memberikan suasana keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan catatan, kritik dan saran tersebut bersifat membangun, memberikan masukan kepada Pemerintah agar tetap ingat akan “amanah rakyat “ yang ada di pundaknya.
Oleh sebab itu, hari ini menjadi “Hari Bahagia se-Indonesia” karena pemimpin terpilih Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf secara resmi dilantik oleh wakil rakyat kita. Berikan senyuman, dukungan dan “applause” sebagai bukti bahwa kita “bersukacita” datangnya nahkoda baru. Dan, suka cita rakyat Indonesia ini akan terus berlanjut untuk 5 tahun ke depan.

 Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin terhormat …

Dari lubuk hati yang dalam sebagai anak bangsa berharap besar agar rasa suka cita Indonesia jangan sampai padam. Bawalah amanah rakyat kemanapun pergi. Pegang erat-erat dan buktikan bahwa Bapak Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan menjadi legenda bangsa Indonesia. Dan, akan selalu diingat hingga hayat dikandung badan.

Selamat mengemban tugas Bapak Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024. Kami rakyat Indonesia senantiasa mendukungnya dengan suka cita. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi dan memberikan kesehatan dalam menjalan tugas negara dan rakyat Indonesia.

Artikel ini juga tayang di Kompasiana

Thursday, October 17, 2019

Menangkal Radikalisme, Menjaga Keutuhan NKRI




Dialog Kehumasan “Menangkal Radikalisme Menjaga Keutuhan NKRI” di Ruang Rapat Diskominfos Propinsi Bali, 16 Oktober 2019 (Sumber: dokumen pribadi)



Tidak dapat dipungkiri bahwa paham radikalisme masih ada di negara Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya kejadian penusukan yang dilakukan oleh dua orang pelaku (Abu Rara dan istri) terhadap Menteri Polhukam Jend. TNI (Purn.) Wiranto di Pandeglang Banten. Ternyata, pasangan suami istri tersebut mempunyai afiliasi dengan jaringan radikal Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Upaya penusukan tersebut bukan kepada Bapak Wiranto secara pribadi. Namun, telah berusaha mengacaukan atas nama Kementerian Polhukam (bangsa Indonesia). Oleh karena itu, paham radikalisme yang dilakukan pelaku sebagai tindakan terorisme untuk merongrong keutuhan NKRI.
Di Bali sendiri, Densus 88 telah menangkap pelaku radikalisme (baca: terorisme) yang berupaya untuk mengoyak kedamaian Bali. Densus 88 telah menangkap pelaku terorisme di sebuah rumah kos di kawasan jalan Sedap Malam Kota Denpasar. Kejadian tertangkapnya para pelaku terorisme menjadi “warning” bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang terpapar paham radikalisme.
Untuk menangkal paham radikalisme, bahkan untuk men”zero”kan paham tersebut khsususnya di wilayah Bali, maka Pemerintah Bali sigap bergerak. Oleh sebab itu, Dinas Kominfos Propinsi Bali mengadakan Dialog Kehumasan yang mengundang beberapa narasumber dari Polda Bali, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali dan Kementerian Pertahanan Wilayah Bali.


Upaya Pemerintah Propinsi Bali untuk menangkal paham radikalsme (Sumber: dokumen pribadi)


Hadapi Terorisme dengan Cerdas
Kepala Pengembangan Informasi Publik Diskominfos Propinsi Bali Bapak IBK Ludra membuka acara Dialog Kehumasan. Beliau secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa paham radikalisme berusaha untuk menguasai media sosial. Penguasaan radikalisme telah mencapai lebih 50% di media sosial. Karena, ranah digital digunakan untuk memasukan paham radikalisme ke masyarakat khususnya bangsa Indonesia.
Perlu dipahami bahwa paham radikalisme berakibat pada tindakan terorisme. Menurut Bapak IBK Ludra menyatakan bahwa aksi terorisme tidak perlu ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan cerdas. Apalagi, Pemerintah telah bertindak tegas terhadap semua aksi terorisme di Indonesia. Untuk menangkal paham radikalisme maka perlu sinergi antara Pemerintah dan stakeholder lainnya di bidang media sosial. Tiada kata ampun, babat habis ampai ke akar-akarnya.

 
Kepala Pengembangan Informasi Publik Diskominfos Propinsi Bali Bapak IBK Ludra membuka acara Dialog Kehumasan Menangkal Radikalisme Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber: dokumen pribadi)


Kinerja Cyber Crime Polisi
Kini, aksi radikalisme begitu kuat memasuki ranah digital. Banyak postingan di media sosial yang berusaha untuk memecah belah bangsa. Padahal, paham radikalisme sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Kejahatan di dunia maya (cyber crime) telah memangsa banyak korban. Oleh sebab itu, acara dialog kehumasan menghadirkan narasumber dari Polda Bali yaitu Bapak Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra, S.I.K., M.Si. yang bertindak sebagai Kanit Cyber Crime Polda Bali.
Beliau memaparkan bahwa paham radikalisme berusaha untuk mengoyak keutuhan NKRI melalui dunia maya. Pihak kepolisian telah melakukan tindakan di cyber space. Di mana, telah tercatat aktifitas radikalisme melalui : 1) Facebook dan Twitter; 2) 206 website radikalisme; 2) 22 TV dan radio channel; dan 4) Messenger Apps.
Pihak kepolisian juga telah menindak tegas pihak manapun baik dari golongan sipil maupun kepolisian sendiri yang terindikasi atau terpapar paham radikalisme. Atau, pihak-pihak yang berusaha memecah belah bangsa dengan postingan-postingan di media sosial yang meresahkan masyarakat.
Melalui jejak digital, paham radikalisme berusaha untuk menebarkan propaganda dan rekrutmen. Perlu adanya filter yang baik agar masyarakat tidak mudah terpapar paham radikalisme. Karena, paham radikalisme bergerak makin canggih di ranah digital.   


Kompol I Wayan Wisnawa Adiputra , S.I.K., M.Si. dari Kanit Cyber Crime Polda Bali memberikan paparan tentang Menangkal Radikalisme Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber: dokumen pribadi)


Regulasi Lembaga Penyiaran
Lembaga penyiaran baik media televisi maupun radio juga menjadi fokus agar bisa menebarkan informasi kebaikan demi menjaga keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, narasumber Diskominfos Propinsi Bali menghadirkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali. I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom selaku Komisioner KPID Bali Kor. Bid Pengawasan Isi Siaran yang memaparkan tentang “Cinta Negeri dan Bela Negara Bagi Lembaga Penyiaran”.
Perlu dipahami bahwa tujuan penyiaran adalah untuk memperkukuh integrasi nasional. Oleh sebab itu, lembaga penyiaran hendaknya menyiarkan informasi yang mampu menjaga keutuhan NKRI. KPI/PID tidak bisa melakukan intervensi terhadap lembaga penyiaran, tetapi sebatas membuat sebuah regulasi.
Menurut beliau bahwa, masyarakat Indonesia menyaksikan acara TV kurang lebih 5 jam sehari (survei Nielsen). Durasi tersebut harus bisa memberikan kecintaan pada bangsa Indonesia. Terlebih, untuk lembaga penyiaran lokal wajib menayangkan informasi kearifan lokal. Sebanyak 10% harus mengandung konten lokal dan sebanyak 3% perlu ditayangkan di prime time. Menurut undang-undang KPI Nomor 1 Tahun 2016 bahwa prime time berada pada rentang waktu pukul 5 pagi hingga pukul 10 malam.      


I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom Komisioner KPID Bali Kor. Bid Pengawasan Isi Siaran  memberikan paparan tentang Cinta Negeri dan Bela Negara Bagi Lembaga Penyiaran (Sumber: dokumen pribadi)


Pemerataan Awareness
Narasumber terakhir, Diskominfos Propinsi Bali menghadirkan Kolonel (INF) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si. selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Bali dalam paparan yang berjudul “Antisipasi Penyebaran Radikalisme”.  Menurut Beliau, banyak ancaman negara yang berusaha untuk merusak keutuhan NKRI. Seperti, bidang ideologi, politik, ekonomi, legislassi dan lain-lain.
Untuk keamanan negara, perlunya pembuatan Undang-undang yang dipetakan secara jelas. Agar tidak ada Undang-undang yang memberikan ruang kosong, abu-abu atau bersinggungan. Aturan harus sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
   Pihak Kemhan telah bertindak secara profesional dan proporsional serta bekerja sebaik mungkin agar tidak dimanfaatkan oleh kaum radikalisme dalam mengancam keamanan negara. Oleh sebab itu, untuk menjaga keutuhan NKRI diperlukan adanya sikap berbangsa dan bernegara dengan sistem. Dalam artian, diperlukan sinergitas seluruh pihak.
Menarik, ketaatan masyarakat khususnya Bali secara hipotesa telah melebihi 80%. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat tunduk dan patuh atas kebijakan Pemerintah. Dan, menjadi modal besar untuk menangkal segala jenis paham radikalisme.   


Kolonel (INF) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Bali  memberikan paparan tentang Antisipasi Penyebaran Radikalisme (Sumber: dokumen pribadi)


Dialog kehumasan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Diskominfos Propinsi Bali memberikan pemahaman bahwa paham radikalisme bisa menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, perlu adanya awareness bahwa paham radikalisme yang berujung pada tindakan terorisme berusaha untuk mengoyak keutuhan NKRI.
Perlu adanya usaha yang dilakukan secara multisektor untuk menagkal paham radikalisme. Sinergitas Pemerintah dan stakeholder lain akan menangkal segala jenis paham radikalisme di masyarakat. Yuk, bergandengan tangan untuk menangkal paham radikalisme!





Artikel ini juga tayang di Kompasiana

Menuju Indonesia Maju dengan Teknologi Transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek

Proses lifting car atau pengangkatan rangkaian kereta pertama ( trainset )  LRT Jabodebek  di Stasiun Harjamukti, tanggal 13 Oktobe...