Sunday, September 19, 2021

Jalur Alas Mantingan Ngawi yang Terkenal Angker

 

Salah satu jalur Alas Mantingan yang berada dekat dengan kawasan Sidowayah Ngawi (Sumber: Youtube Casmudi Vlog/screenshot)

 

 

          “Jalan di Jawa Timur, jalur mana yang menurut anda angker?’

 

          Jika ada pertanyaan di atas, maka jawabannya tentu relatif. Tergantung, jalur mana yang pernah dilewatinya. Jujur, saya sudah beberapa kali melewati jalur utara Jawa Timur, dari Banyuwangi hingga Gempol Pasuruan. Dan, lanjut melalui jalur tengah, dari Mojokerto hingga perbatasan Ngawi Jawa Timur. Tepatnya, di Kawasan Mantingan Ngawi. Tentu, dengan perjalanan sepeda motor, sensasinya luar biasa.

          Saya bisa merasakan aura mistis yang tiada tara di Kawasan hutan Baluran Banyuwangi, hutan Saradan Madiun dan Alas Mantingan Ngawi. Nah, pada artikel kali ini, saya akan membahas tentang sisi angker di jalur Alas Mantingan.

          Jika, anda pernah melewati jalur Alas Mantingan Ngawi Jawa Timur, baik dengan bus kota atau sepeda motor di malam hari. Saya pastikan, pikiran anda akan melayang jauh. Pikiran yang membuat takut karena kesan horor dan menakutkan. Apalagi, saat menaiki sepeda motor sendirian. Dijamin, bulu kuduk anda merinding sepanjang perjalanan.

          Perlu diketahui bahwa Alas Mantingan merupakan jalur jalan raya yang di samping kiri dan kanannya dipenuhi dengan hutan pohon jati. Kawasan hutan ini mulai merayap sejak Kawasan KPH Banjarharjo, sebelum Sidowayah Ngawi. Hingga Kawasan Mantingan Ngawi dekat dengan perbatasan Jawa Tengah.   

          Sungguh, Alas Mantingan dipenuhi dengan trek jalan yang penuh belokan. Juga, tanjakan dan turunan yang ekstrim. Lebih mengerikan lagi, seringkali banyak jalan berlubang. Yang setiap saat bisa membahayakan pengguna jalan. Saat siang hari, Alas Mantingan sungguh asik untuk beristirahat. Suasana sejuk karena dipenuhi pohon jati yang lebat.

          Namun, yang perlu anda ketahui adalah jalur Alas Mantingan seperti jalur tengkorak. Sungguh berbahaya bagi pengguna jalan khususnya saat malam hari. Banyak kejadian kecelakaan, baik kecelakaan tunggal atau kecelakaan tabrakan. Alamarhum mertua saya sendiri, jatuh dari sepeda motornya di kawasan Gendingan tahun 2018 lalu. Setelah, tidak mampu mengendalikan sepeda motornya karena lubang di jalan.

          Kasus kecelakaan yang tidak bisa dilupakan adalah kecelakaan bus kota yang terkenal ugal-ugalan, bus kota dari Sumber Group seperti Sugeng Rahayu dan Sumber Selamat.

          Terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Sejatinya, bukan hanya faktor manusia yang bisa menyebabkan berbagai kecelakaan di jalur Alas Mantingan. Namun, karena adanya pengaruh makhluk astral yang ada di kawasan tersebut.

          Perlu dipahami bahwa jalur Alas mantingan sudah ada sejak jaman Majapahit. Bukan itu saja, di jalur Alas Mantingan “dahulunya” menjadi medan peperangan. Tentu, jalur tersebut menjadi tempat buangan jenazah dari berbagai bentuk, Jadi, jangan kaget, jika di jalur Alas Mantingan, anda bisa diganggu dengan sosok prajurit yang berlumuran darah. Atau, prajurit yang tanpa kepala atau tanpa tangan. Mengerikan, bukan?

          Itulah sebabnya, jalur Alas Mantingan makin horor saat malam hari. Semakin gelap gulita tanpa lampu penerangan jalan. Makin horor lagi, karena kuantitas kendaraan yang lewat jalur Alas Mantingan makin berkurang. Karena, banyak kendaraan pribadi atau bus malam yang melewati jalan tol.

          Jalur Alas Mantingan telah merenggut banyak nyawa manusia. Masih ingat dengan kasus kecelakaan artis Sophan Sophiaan di bulan Mei 2008 lalu? Secara fisik, kecelakaan tersebut ditimbulkan karena jalan raya yang berlubang. Sang artis tersebut tidak mampu mengendalikan laju sepeda motor Harley Davidsonnya. Namun, ternyata ada faktor makhluk astral yang mengganggu perjalanannya.

          Konon, perjalanan iring-iringan tersebut terjadi saat maghrib. Padahal, waktu maghrib adalah saat yang paling riskan dengan munculnya makhluk gaib yang bisa mengganggu manusia.

          Perlu diketahui bahwa di jalur Alas Mantingan sering muncul bayangan hitam. Atau, makhluk gaib yang “nyaru’ (menjelma) sebagai manusia. Seperti, kemunculan orang tua bongkok yang hendak menyeberang. Atau, orang misterius yang sedang mengatur jalan. Dan, seakan-akan orang misterius itu menunjukan arah jalan yang benar. Padahal, arah yang sebenarnya adalah ke sungai atau hutan.

          Saya sendiri, pernah tanpa sengaja pernah melewati jalur Alas Mantingan “persis” waktu maghrib tiba. Entah halusinasi saya atau kondisi nyata. Saya melihat orang tua di kegelapan malam, melambai-lambaikan tangannya. Seperti, hendak meminta tumpangan kepada saya. Tentu, kondisi tersebut tidak mungkin terjadi. Saya pun tak menghiraukan ajakannya. Sepanjang perjalanan, tiada hentinya saya mengucapkan doa untuk menghindarkan dari segala macam marabahaya.

          Untuk menghindari hal-hal yang berbau mistis. Maka, setiap melewati jembatan, saya berusaha untuk membunyikan klakson tiga kali. Hal ini merupakan petunjuk meminta ijin kepada penghuni astral di jembatan tersebut. Agar, tidak mengganggu perjalanan.

          Apakah anda pernah mengalami peristiwa horor di jalur Alas Mantingan Ngawi? Yuk, berbagi di kolom komentar.   


No comments:

Pemahaman Orang Tua untuk Membedakan Antara Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional Demi Tumbuh Kembang Anak

  Webinar Bicara Gizi tentang perbedaan Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional (Sumber: Shutterstock )       ...