Monday, September 20, 2021

BEDOGAN DAN MOBIL JEEP, HANTU PENCULIK YANG MENYEBABKAN TRAUMA ANAK

 

Ilustrasi mobil Jeep yang dikenal sebagai kendaraan operasional pelaku Bedogan tahun 80 hingga 90an (Sumber: liputan6.com)

 

 

“Tadi saya lihat rame-rame di Pejagan, ada bedogan yang pakai mobil Jeep ketangkep warga. Mereka ketahuan membawa anak kecil yang terus nangis. Katanya sih, anak Ketanggungan. Untungnya anak kecilnya nangis terus, akhirnya membuat kecurigaan warga yang ada di pinggir jalan pertigaan”

 

          Sebuah kalimat berita yang saya ingat terus hingga kini. Ya, kalimat berita yang disampaikan oleh kakak laki-laki saya, sekitar awal tahun 90an. Berita tentang BEDOGAN yang tertangkap warga, karena menculik anak kecil. Andai saja, kejadian tersebut terjadi saat sekarang. Saya pastikan heboh dan viral berhari-hari di media, baik media sosial maupun televisi.

          BEDOGAN, SANG PENCULIK ANAK

          Lantas, apa sih BEDOGAN? Bagi anda yang mengalami masa kecil di kawasan Tegal, Brebes, Pemalang Jawa Tengah dan sekitarnya. Pasti anda tahu apa yang dimaksud dengan BEDOGAN. Sebuah kata yang paling ditakuti oleh anak kecil tahun 80an hingga awal tahun 90an.

          BEDOGAN merupakan kata yang merujuk pada sosok penculik anak kecil. Konon, pelaku BEDOGAN ini menculik anak kecil, selanjutnya memenggal kepalanya untuk dijadikan tumbal dalam sebuah pembangunan proyek. Dengan kata lain, tumbal manusia khususnya anak kecil, dengan tujuan agar proyek-proyek saat itu berjalan lancar. Tanpa adanya gangguan mistis.

          Uniknya, pelaku BEDOGAN saat itu menggunakan kendaraan operasional berupa mobil JEEP. Hampir setiap ada berita BEDOGAN yang tertangkap saat itu, mayoritas menggunakan mobil JEEP. Mungkin, karena mobil jenis itu identik dengan kendaraan proyek. Atau, mobil yang terkenal sangar di segala medan.

          Itulah sebabnya, orang tua pada jaman itu selalu menakuti anak-anaknya dengan sosok BEDOGAN. Apalagi, waktu operasional BEDOGAN saat menjelang sholat dhuhur. Maka, orang tua melarang anaknya untuk main-main ke jalan raya saat menjelang sholat dhuhur. Karena, BEDOGAN mencari celah anak-anak yang bermain di pinggir jalan waktu tersebut.

 

          DAMPAK BEDOGAN

          Apa dampaknya bagi anak? Jujur, saya percaya sekali dengan fenomena BEDOGAN kala itu. Apalagi, orang tua dan saudara-saudara juga melarang anak untuk main dekat jalan raya.

 

          “Jangan main-main di dekat jalan raya. Nanti, kamu dibawa BEDOGAN”.

 

          Bahkan, hingga detik ini, pikiran saya melayang jauh untuk mengaitkan sosok BEDOGAN, saat melihat mobil JEEP tempo dulu. Lucu, kan? Karena, fenomena BEDOGAN sudah mandarah daging, hingga bertahun-tahun lamanya. Maka, hingga dewasa pun masih teringat juga.

          Percaya atau tidak, rumah di kampung saya berjarak kurang lebih 200 meter dengan jalan raya Pejagan-Ketanggungan Brebes Jawa tengah. Karena, fenomena BEDOGAN sudah terlanjur menancap di pikiran anak-anak saat itu. Oleh karena itu, saya mengikuti anjuran orang tua, untuk tidak main dekat dengan jalan raya.

          Namun, jika ada keperluan mendesak untuk menyeberang jalan raya. Maka, yang hal saya lakukan sungguh geli. Mengapa? Saya memastikan dengan tengok kanan dan kiri. Apakah anda mobil jenis Jeep yang hendak lewat.

          Saking traumanya, jika ada mobil Jeep yang terlihat mau lewat. Saya mengurungkan diri untuk menyeberang jalan. Bahkan, menjauh dari jalan raya dan berlindung ke rumah terdekat. Sering ditegur sama sang pemilik rumah.

 

          ”Ada apa nak, kok lari-lari?”

 

Saya pun hanya menjawab dengan lugunya.

 

“Mau menyeberang jalan bu. Tapi, ada mobil Jeep bu, jangan-jangan dia BEDOGAN”.

 

          Karena, fenomena BEDOGAN sangat santer. Maka, sang pemilik rumah pun memaklumi, Dan, membantu saya untuk menyeberang jalan. Segitunya, pengaruh sosok hantu BEDOGAN terhadap kebebasan bermain anak-anak.

 

          TRAUMA ANAK

 

          Saya pun tidak bebas untuk bermain ke tempat saudara, yang rumahnya di seberang jalan. Karena, perlu hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga. Apalagi, saat itu saya sangat ngeri mendengar cerita tentang sosok hantu BEDOGAN. Di mana, anak-anak akan dipenggal kepalanya untuk menjadi tumbal proyek.

          Maklum, saat itu, penanaman tumbal manusia, khususnya anak-anak dirasa lebih manjur untuk pembangunan proyek. Katanya, untuk memenuhi permintaan penghuni makhluk halus.

          Tetapi, ada alasan lain yang masuk akal. Yaitu, untuk mencari tumbal manusia tidaklah mudah untuk dilakukan. Karena, hanya dengan melalui ritual pesugihan, hal tersebut bisa dilakukan. Maka, jika tidak melalui jalur pesugihan, jalan satu-satunya yang bisa dilakukan orang adalah menculik manusia tidak berdosa.

          Konon, mencari tumbal manusia bukan hanya dilakukan oleh para pelaku pembangunan proyek saat itu. Sudah menjadi ladang bisnis para penculik bayaran. Tentu, dengan iming-iming bayaran yang tinggi dari pemilik proyek. Maka, oknum hantu BEDOGAN melakukan segala cara untuk mencari tumbal manusia. Dengan menculik anak-anak yang lugu.

          Menculik anak-anak saat itu menjadi pilihan yang bisa dilakukan. Dengan alasan, anak-anak tidak memiliki risiko yang berat, dibandingkan dengan orang dewasa. Perlawanan anak-anak pun tidak sekuat orang dewasa, saat diculik dan dimasukan ke dalam mobil Jeep. Karena, dengan menculik orang dewasa, jangan-jangan sang penculik yang akan menjadi korbannya. Senjata makan tuan.   

          Tidak dipungkiri, tindakan hantu BEDOGAN memberikan dampak yang luar biasa. Khususnya, membatasi kebebasan anak dalam bermain. Bukan hanya itu, para orang tua saat itu juga merasa resah dan geram terhadap pelaku BEDOGAN. Maka, informasi secara getok tular (dari mulut ke mulut) pun disampaikan. Untuk meminimalisir kasus penculikan anak.

 

          FENOMENA BEDOGAN MENGHILANG

          Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, fenomena hantu BEDOGAN pun mulai hilang. Saya merasa, sejak masuknya dunia internet (sekitar tahun 95an), fenomenna BEDOGAN mulai mereda. Apalagi, perangkat komunikasi seperti pager mulai muncul.

          Orang mulai mudah berkomunikasi dalam hitungan singkat. Tentu, pelaku BEDOGAN mulai berpikir ulang, untuk melakukan niat jahatnya. Karena, apa yang mereka lakukan bisa terlacak dengan cepat. Masyarakat mulai bisa berkomuniakasi lebih cepat dibandingkan dengan surat.

          Namun, meskipun fenomena BEDOGAN sudah menghilang sekarang ini. Saya yakin, kenangan masa kecil akan fenomena tersebut seringkali terungkit kembali. Apalagi, saat melihat tayangan di berbagai media. Ketika, ada penculik anak-anak yang menggunakan mobil jenis Jeep. Maka, tanpa sadar akan terucap.

 

          “Cara menculiknya kaya BEDOGAN jaman dulu”

 

          Kita berharap semoga, fenomena kayak BEDOGAN tersebut tidak ada lagi di jaman sekarang ini. Yang ada hanyalah pelaku Offroder yang sedang memacu mobil Jeepnya di jalan yang berlumpur. Dan, melakukan sumbangan bagi kalangan tidak mampu di daerah-daerah terpencil.  


No comments:

Pemahaman Orang Tua untuk Membedakan Antara Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional Demi Tumbuh Kembang Anak

  Webinar Bicara Gizi tentang perbedaan Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional (Sumber: Shutterstock )       ...