Monday, January 6, 2020

Freeport Indonesia, Menambang Bijih dan Masa Depan Papua



Operasi pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua (Sumber: Minergy-news.com)




Kekayaan alam Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tidak salah lagi, jika lagu “Kolam Susu” Koes Plus sangat tepat menggambarkan betapa indahnya  alam Indonesia. Apalagi, kekayaan alam berupa bahan tambang yang melimpah ruah. Lihat saja tanah Papua, Mutiara dari “Indonesia Timur” yang mengandung kekayaan alam tambang terkenal di dunia. Ya, tambang tembaga, emas dan perak yang dikelola oleh Freeport Indonesia  adalah bukti kekayaan alam Indonesia. Apakah, tambang galian tersebut benar-benar berkontribusi terhadap cerahnya masa depan Papua?


FREEPORT INDONESIA

Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Freeport Indonesia menambang dan memproses bijih menghasilkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak. Serta, memasarkan konsentrat ke seluruh penjuru dunia, terutama ke smelter tembaga dalam negeri, PT Smelting.
Hingga 2019, Freeport Indonesia sudah beroperasi selama 52 tahun, sejak penandatangan Kontrak Karya (KK) 1 tanggal 5 April 1967 untuk jangka waktu 30 tahun. Tahun 1991, kembali penandatanganan Kontrak Karya (KK) II, yang merupakan pembaharuan KK I. Tahun 1996, dimulainya dana kemitraan 1% dari penjualan perusahaan bagi pengembangan masyarakat lokal yang dikelola institusi masyarakat, tambahan dari program CSR yang dilakukan langsung oleh perusahaan.
Namun, momen penting bangsa Indonesia adalah penandatanganan Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport Indonesia tahun 2018, yang merupakan perubahan bentuk dan perpanjangan usaha pertambangan sampai dengan tahun 2041. Sebesar 51,23% saham perusahaan dimiliki bangsa Indonesia sejak penandatanganan Sales Puchase Agreement (SPA). Untuk membeli saham tersebut, butuh dana sebesar US$3,85 miliar atau setara Rp55,44 triliun. Pemerintah menjual global bond untuk membiayai pengambilalihan saham Freeport Indonesia.
Cadangan mineral di Papua ibarat surga Indonesia. Tahun 2017, cadangan mineral yang dimiliki Freeport Indonesia mencapai US$161,15 miliar atau Rp2.352,81 triliun, terdiri dari cadangan tembaga mencapai 38,6 miliar juta pounds senilai Rp1.690,68 triliun, emas 33,8 juta ounces senilai Rp625,24 triliun dan perak 152,6 juta ounces senilai Rp36,9 triliun. Sedangkan, hasil penjualan Freeport Indonesia tahun  2017 dari komoditas emas mencapai US$1,95 miliar atau Rp25,96 triliun.  Penjualan komoditas tembaga mencapai US$2,95 miliar atau Rp39,17 triliun (sekitar 59,5% dari total penjualan). Dan, penjualan perak mencapai US$49,09 juta atau Rp652,87 miliar.


Cadangan mineral Freeport Indonesia tahun 2017 (Sumber: Katadata.co.id/PTFI)


SUMBANGSIH BAGI NEGERI

Ada dua pola Sumbangsih Bagi Negeri dari Freeport Indonesia terhadap Indonesia. Pertama, kontribusi langsung terhadap penerimaan negara, berupa dividen, pajak dan royalti. Freeport Indonesia merupakan salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Tahun 2017, kontribusi dari dividen, pajak, royalti, pajak ekspor dan pungutan lainnya sebesar US$756 juta atau Rp10,24 triliun. Kedua, keuntungan tidak langsung berupa gaji atau upah karyawan, pembelian dalam negeri, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri.
Penguasaan 51,23% saham Freeport Indonesia berdampak terhadap naiknya kontribusi Freeport Indonesia terhadap negeri. Jika diakumulasi  sejak 1992-2017, maka kontribusi Freeport Indonesia mencapai US$ 17,32 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari dividen sebesar US$ 1,4 miliar, royalti US$ 2,04 miliar serta pajak dan pungutan lainnya US$ 13,86 miliar. Berikut, tabel kontribusi  Freeport Indonesia tahun 2008-2017.


Kontribusi Dividen, Royalty, Pajak dan Pungutan lainnya Freeport Indonesia (2008-2017) (Sumber: Katadata.co.id/PTFI)


KONTRIBUSI FREEPORT UNTUK MASYARAKAT

Kontribusi Freeport untuk masyarakat khususnya Papua bisa dilihat dari berbagai bidang. Bukan hanya menambang bijih, tetapi masa depan Papua. Berikut, kontribusi yang dilakukan oleh Freeport Indonesia:

Pendapatan Daerah
Kontribusi sebesar 94% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika dan 48% terhadap PDRB Provinsi Papua. Menurut studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia tahun 2013, kegiatan operasional Freeport Indonesia berkontribusi terhadap 91% PDRB Kabupaten Mimika, 37,5% PDRB Provinsi Papua, dan 0,8% PDB Indonesia.

Ekonomi
Freeport Indonesia mengadakan Program Ekonomi Mandiri dan Dana Bergulir LPMAK. Aktif memberikan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat lokal pada PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Juga, mengembangkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Desa yang mampu menghasilkan dua komoditi, yaitu coklat, kopi, dan ayam ternak.

Tenaga Kerja
Freeport Indonesia memberikan pelatihan profesi untuk masyarakat di Balai Latihan Kerja (BLK) Institut Pertambangan Nemangkawi. Juga, sebanyak 230.000 kesempatan kerja tercipta, 122.000 dari Papua dan 108.000 dari luar Papua. Freeport Indonesia telah menyerap 32.600 tenaga kerja, baik karyawan langsung maupun kontraktor. Hampir 98% adalah putra-putri Indonesia. Sebanyak 35,7% berasal dari Papua, 63% berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dan 1,3% tenaga kerja asing. Ada 7 orang Papua menjadi Vice President (VP) dan Napoleon Sawai salah satunya. Sedangkan, ada 50 orang Papua duduk di posisi staf manajerial.

Infrastruktur dan Pemberdayan Masyarakat
Tahun 1970, bersama Pemerintah membangun perumahan penduduk di jalan Kamuki. Kemudian, membangun perumahan penduduk di selatan Bandar Udara Kota Timika. Tahun 1971, membangun Bandar Udara Timika dan pusat perbekalan. Selanjutnya, tahun 1972, membangun jalan-jalan utama sebagai akses ke tambang dan jalan-jalan di daerah terpencil sebagai akses ke desa-desa.
Freeport Indonesia juga menginvestasikan dana untuk pengembangan masyarakat, yang dikelola langsung oleh perusahaan dan program kemitraan dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). LPMAK beranggotakan Freeport Indonesia, perwakilan pemerintah lokal, tokoh masyarakat Papua, pemimpin masyarakat adat Amungme dan Kamoro (operasional perusahaan di kawasan hak ulayat dua suku tersebut).
Dana yang dikeluarkan Freeport Indonesia sejak 1992-2014 mencapai US$1,3 miliar. Wujud dan komitmen perusahaan mendukung kemajuan pembangunan daerah Kabupaten Mimika. Membangun proyek infrastruktur dan fasilitas masyarakat baik di aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Sejak tahun 1997-2019, membangun 3.200 unit rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Baru-baru ini, Freeport Indonesia membangun Mimika Sport Complex untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua dan Papua Barat. Bahkan, demi kemudahan transportasi udara, perusahaan membangun dua lapangan terbang perintis di Desa Tsinga dan Aroanop.

Pendidikan
Freeport Indonesia mendirikan lima sekolah dan asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak yaitu: Taruna Papua. Memiliki fasilitas cukup lengkap, dibina oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Program Pendidikan dan Mimika Sehat (Membangun Inisiatif Masyarakat untuk Ibu, Keluarga dan Anak Sehat) juga dikembangkan.   

Kesehatan
Freeport Indonesia mendirikan dan mengoperasikan dua rumah sakit, tiga klinik kesehatan, dan dua klinik spesialis yang memberikan layanan kesehatan gratis. Serta, aktif dalam menurunkan kasus penyakit malaria dan tuberkulosis (TB). Freeport Indonesia juga menciptakan akses air minum/bersih dan sanitasi lingkungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Mimika; penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS, Malaria, TBC dan Penyakit Menolar Lainnya; dan lain-lain.  



Sumber tulisan:


4 comments:

BENING HATI VLOG said...

Memang, sudah banyak kontribusi Freeport Indonesia terhadap bangsa Indonesia khususnya Papua. Namun, penguasaan saham lebih dari 51 persen adalah yang paling membanggakan.

Dwi Wahyudi said...

Bicara mengenai Freeport Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah beroperasinya perusahaan di Papua

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@Dwi Wahyudi : Benar banget bang. Freeport yang sudah lebih dari setengah abad di Papua memberikan banyak sejarah.

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@bening hati vlog : Benar banget. Penguasaan saham yang lebih dari separuh saham Freeport Indonesia menjadi keuntungan bagi bangsa Indonesia.

3 (Tiga) Fasilitas Ruang Tunggu Bandara Ngurah Rai yang Bikin Perjalanan Nyaman dan Menyenangkan

Pemandangan pagi hari di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan latar belakang patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) (Sumber: Dokumen ...