Showing posts with label KemendagriRI. Show all posts
Showing posts with label KemendagriRI. Show all posts

Sunday, June 2, 2019

Program Bela Negara 3 Kementrian ini Patut Jadi Contoh


Mendagri Cahyo Kumolo (Sumber: Puspen Kemendagri)


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Program Bela Negara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi patut menjadi contoh. Pasalnya, Kementerian-Kementerian tersebut mampu menghadirkan program penguatan nilai Pancasila sesuai dengan dinamika yang dialami bangsa Indonesia.

"Program Kemenhan, Kemendikbud dan Kemenristek Dikti perlu kita jadikan contoh dalam hal program Bela Negara dan Penguatan nilai Pancasila," kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (31/05/2019).

Program Bela Negara merupakan bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional. Bela Negara diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara.

Selain itu, pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diajarkan di tingkat Sekolah maupun pendidikan penerapan nilai-nilai Pancasila lainnya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga patut diapresiasi.

Sementara, Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diprakarsai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) adalah dalam rangka memperkuat pemahaman berbangsa dan bernegara di kalangan mahasiswa dan dosen. Pendidikan memiliki peran strategis dan solusi untuk mengatasi permasalahan bangsa, yakni menghasilkan lulusan yang Pancasilais yang tidak saja pandai secara kognitif tapi juga memahami permasalahan bangsa sehingga bisa berkontribusi membangun bangsanya.

"Jangan sampai karakter ke-Indonesiaan kita hilang karena masuknya ideologi lain yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila," tegas Tjahjo.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri juga Kementerian juga telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/MOU (Memorandum of Understanding) dengan Badan Pengelola Ideologi Pancasila (BPIP) tentang Pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila. Dengan ditandatanganinya MOU tersebut, BPIP dan Kemendagri sepakat untuk bekerjasama diantaranya fasilitasi penguatan dan penyusunan rancangan serta mengidentifikasi peraturan daerah yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan komponen masyarakat dalam menggali mutiara Pancasila dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, pelatihan dan pembinaan nilai-nilai Pancasila kepada para pihak dan Pemerintah Daerah serta Pemerintah Desa, serta pembinaan Civitas Akademika dan Praja Institut Pemerintah Dalam Negeri menjadi salah satu pelopor aktualisasi Pancasila.

Mendagri: 1 Juni sebagai Momentum Refleksi Lahirnya Pancasila


Mendagri Cahyo Kumolo (Sumber: Kemendagri)


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut tanggal 1 Juni harus dijadikan momentum refleksi lahirnya Pancasila. Pasalnya, sebagai bagian panjang dari sejarah bangsa dalam merumuskan dasar negara, Pancasila memiliki nilai-nilai yang dapat diteladani dan dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertama, dalam pidato di depan sidang BPUPKI, konsep dan rumusan awal "Pancasila" pertama kali dikemukakan oleh Ir. Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

"Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Ir. Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapatkan sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh Mantan Ketua BPUPKI," kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (31/05/2019).

Kedua, sebagai bagian dari sejarah bangsa, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

"Berbagai ucapan, menuliskan status di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya merupakan salah satu bentuk Peringatan Hari Lahir Pancasila," ungkap Tjahjo.

Ketiga, Pancasila bersifat universal, logis, dan dapat dipakai untuk mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga program-program yang dijalankan Pemerintah, seperti oleh Kemenristek Dikti, Kemenhan, dan Kemendikbud dianggap efektif untuk mencegah paham selain Pancasila.

"Sebagai contoh program Bela Negara oleh Menteri Pertahanan, kemudian Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam menjalankan program membumikan Pancasila dengan pendekatan yang tegas, akomodatif, selektif di kalangan Kampus dan berhasil meredam paham-paham selain Pancasila. Termasuk program yang dijalankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam membumikan Pancasila di kalangan Pelajar," papar Tjahjo.

Program Bela Negara di bawah Kementerian Pertahanan merupakan bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional. Bela Negara diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara. Sementara itu, Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diprakarsai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi adalah dalam rangka memperkuat pemahaman berbangsa dan bernegara di kalangan mahasiswa dan dosen.

Diakhir, Tjahjo mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila dengan mengutip pernyataan  Proklamator yang juga Presiden Pertama Republik Indonesia.

"Selamat Hari Lahir Pancasila. Kuat karena Bersatu, Bersatu karena Kuat," tutupnya.


Jalur Alas Mantingan Ngawi yang Terkenal Angker

  Salah satu jalur Alas Mantingan yang berada dekat dengan kawasan Sidowayah Ngawi (Sumber: Youtube Casmudi Vlog/screenshot)          ...