60 Tahun UNHAS dan Status PTN-BH



60 Tahun UNHAS, Implementasi PTN-BH
dan Merekatkan Kolaborasi Alumni



http://unhas.ac.id/
 Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar 
(Sumber: republika.co.id)



“Ratusan batu dan bata terbang berhamburan. Ada yang mengenai kaca tempat kuliah dan para mahasiswa. Ratusan mahasiswa dari sebuah fakultas dengan senjata seadanya menyerang ratusan mahasiswa lainnya dari fakultas yang berbeda. Mereka pun dengan senjata yang seadanya pula. Kedua kubu mahasiswa dari kedua fakultas yang berbeda dalam satu kampus saling merangsek, berkejaran, memukul dan merusak fasilitas yang ada. Masalahnya pun sepele. Seorang mahasiswa salah satu fakultas diganggu oleh seorang mahasiswa dari fakultas yang berbeda. Sebagai rasa solidaritas maka para mahasiswa yang mahasiswinya diganggu tidak tinggal diam, langsung menyerang membabi buta ke  fakultas yang berbeda di mana terdapat mahasiswa yang mengganggu mahasiswi tersebut. Akibatnya berbagai fasilitas kampus pun rusak parah, dari kaca tempat kuliah hingga fasilitas ruang kuliah”

Sebuah ilustrasi nyata yang terjadi dalam dunia pendidikan tinggi kita. Sangat miris, betapa mudahnya para mahasiswa kita terprovokasi untuk saling menyerang sesama mahasiswa yang masih satu kampus, bahkan tawuran antar mahasiswa tersebut telah merusak fasilitas kampus yang notabene adalah tempat menimba ilmu mereka. Sungguh, tingkat kesadaran mereka ternyata masih rendah.
Andaikata mereka menyadari betapa susahnya para pendiri kampus mereka dalam membangun tempat kuliah dengan tetesan keringat dan air mata, tentulah mereka berpikir seribu kali untuk berbuat anarkis merusak fasilitas kampus dan menyerang mahasiswa yang masih dalam satu kampus (almamater). Mengapa? Karena nama baik kampus tentulah sangat dipertaruhkan.
Sama halnya dengan Universitas Hasanudin (UNHAS) Makasar, Sulawesi Selatan yang telah didirikan bukan hanya dengan mimpi belaka. Perjuangan yang sangat panjang untuk membuat sebuah kawasan belajar mahasiswa. Kalau melihat sejarahnya, maka kita kaget bahwa UNHAS didirikan secara resmi pada tahun 1956, karena  di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947 yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur).
Kegiatan belajar tersebut sempat berhenti (dibekukan) karena situasi kota Makasar yang kurang kondusif dan akhirnya dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi yang selanjutnya menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Hasanuddin (UNHAS) setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tanggal 10 September 1956 ketika Bung Hatta masih menjadi Wakil Presiden.
Sebagai informasi bahwa kampus UNHAS semula dibangun di Baraya atau Kampus Baraya. Namun, awal tahun 1980-an, ketika Rektor dijabat Prof. Dr. Ahmad Amiruddin, Kampus UNHAS dipindahkan ke Tamalanrea, karena Kampus Baraya sudah berada di tengah kota. Kampus UNHAS yang berjuluk sebagai kampus merah sekarang menempati areal seluas 220 hektare di Tamalanrea dengan berbagai fasilitas. Sejak akhir tahun 2006 Fakultas di Universitas Hasanuddin (UNHAS) bertambah 1 yang merupakan pemekaran dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan yaitu Fakultas Kehutanan.
Untuk mengembangkan dunia pendidikan, UNHAS kini telah mengembangkan kampus baru yang dikhususkan untuk Fakultas Teknik yang terletak di bekas pabrik kertas Gowa di kabupaten Gowa. Selanjutnya, kampus baru tersebut mulai dipergunakan sejak tahun 2006 walaupun masih dalam tahap renovasi dan pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas.

###################&&&&&&&&&&&&&###################
       ###################&&&&&&&&################
                 ##################&&&#############
                            ##############&##########

Di Bawah Kepemimpinan Srikandi Tangguh

Perjalanan dunia pendidikan di UNHAS telah mengalami pergantian kepemimpinan. Yang menarik adalah ternyata UNHAS pernah dipimpin oleh seorang Rektor dari kalangan militer (Perwira Menengah/Pamen) pada tahun 1965-1969. Selanjutnya, sejak dikeluarkannya SK Menteri PP dan K No. 3369/S Tanggal 11 Juni 1956 terhitung mulai 1 September 1956 dan dengan PP No. 23 Tanggal 8 September 1956, Lembaran Negara No. 39 Tahun 1956 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta pada tangggal 10 September 1956, UNHAS pernah dipimpin oleh sejumlah Rektor, yaitu:
1.      Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo 1956 – 1957;
2.      Prof. Mr. K.R.M.T. Djokomarsaid 1957 – 1960;
3.      Prof. Arnold Mononutu 1960 – 1965;
4.      Let. Kol. Dr. M. Natsir Said, S.H. 1965 – 1969;
5.      Prof. Dr. A. Hafid 1969 – 1973;
6.      Prof. Dr. Ahmad Amiruddin 1973 – 1982;
7.      Prof. Dr. A. Hasan Walinono 1982 – 1984;
8.      Prof. Dr. Ir. Fachruddin 1984 – 1989;
9.      Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A 1989 – 1997;
10.  Prof. Dr. Ir. Radi A. Gany 1997 – 2006;
11.  Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO 2006 -2014; dan
12.  Prof. Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA 2014-sekarang.
Sekarang UNHAS dipimpin oleh seorang Rektor dari sosok Srikandi tangguh (wanita), Prof. Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA yang menjabat sejak tahun 2014. Sosok pemimpin yang berjiwa mengayomi dan membesarkan kampus dari tangan seorang ibu. Perlu diketahui bahwa  Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menjabat Rektor UNHAS sejak tanggal 28 April 2014.  Yang menarik adalah sang Rektor adalah Guru Besar Sosiologi Universitas Hasanuddin dengan spesialisasi dalam bidang kajian konflik, studi gender, dan pembangunan. Sebelum menjabat sebagai Rektor beliau telah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama selama 8 tahun. Sungguh perjuangan yang mulia untuk menjabat sebagai pucuk pimpinan dalam sebuah univesitas.


 Prof. Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA
(Sumber: Wikipedia)

Ada 15 fakultas yang menjadi tanggung jawab untuk dikembangkan oleh Srikandi tangguh dalam Universitas Hasanudin, yaitu:
1.      Fakultas Ekonomi dan Bisnis;
2.      Fakultas Hukum;
3.      Fakultas Kedokteran;
4.      Fakultas Teknik;
5.      Fakultas Ilmu Budaya;
6.      Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik;
7.      Fakultas Pertanian;
8.      Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam;
9.      Fakultas Peternakan;
10.  Fakultas Kedokteran Gigi;
11.  Fakultas Kesehatan Masyarakat;
12.  Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan;
13.  Fakultas Farmasi;
14.  Fakultas Kedokteran Hewan; dan
15.  Fakultas Kehutanan.


                       ###################&&&&&&&&&&&&#################
                                ####################&&&&&&###############
                                             ################&&&#############
                                                         ###########&##########


Mengawal Status PTN-BH

Salah satu pengembangan Universitas Hasanudin dalam bidang akademik, di antaranya pembangunan Kampus II yang dinamakan JK Center. Gedung JK Center terdiri dari dua gedung, yaitu: JK of Technology dan JK of Scientific. Pemberian nama JK Center dikarenakan kampus II Universitas Hasanudin tersebut merupakan usulan dari Bapak Jusuf Kalla alias JK ketika menjabat sebagai Wakil Presiden era kepemimpinan SBY. Sehingga, untuk memberikan penghargaan atas inisiatif tersebut, Universitas Hasanudin memberikan nama dua gedung mereka menjadi JK Center.
Dunia pendidikan tinggi semakin berkembang jika pihak kampus mampu mengatur dirinya sendiri lebih dominan. Seperti halnya dalam dunia pemerintahan daerah yang berawal dari azas sentralisasi menjadi azas desentralisasi, di mana setiap daerah di Indonesia diberi kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri agar lebih berkembang. Dalam dunia kampus pun kini telah berganti rupa manajemennya. Pemerintah menyadari bahwa pengembangan universitas di masa depan tidak bisa dikekang lagi. Oleh sebab itu, perlu adanya payung hukum agar kampus bisa berdikari dalam mengelola manajemennya. Dengan kata lain, kampus diberi hak otonomi agar mampu berkembang secara komprehensif di masa mendatang.
Melihat perkembangan Universitas Hasanudin yang tak terbendung, maka Universitas tersebut ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak tanggal 17 Oktober 2014 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2014. Selanjutnya,    sejak tanggal 22 Juli 2015 Universitas Hasanudin telah ditetapkan oleh Presiden RI menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH) melalui Peraturan Pemerintah  RI No. 53 Tahun 2015 tentang  Statuta Universitas Hasanuddin. Selanjutnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Hal yang menarik dari ditetapkannya Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) adalah milestone penting dalam perjalanan Universitas Hasanudin sebagai perguruan tinggi. Karena, tidak semua perguruan tinggi negeri di Indonesia dapat mencapai status tersebut. Jadi, sebuah anugerah yang luar biasa bagi Universitas Hasanuddin ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak tanggal 17 Oktober 2014 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2014. 
Untuk menjadikan sebuah perguruan tinggi dengan status PTN-BH tidaklah mudah. Pemerintah sendiri telah menetapkan sejumlah kriteria yang sangat ketat bagi setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk dapat memperoleh status PTN-BH, antara lain: 1) masuk 9 (sembilan) peringkat nasional dalam publikasi internasional dan perolehan paten, 2) telah terakreditasi institusi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), 3) opini laporan keuangan  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 2 (dua) tahun berturut-turut, serta 4) prestasi kegiatan kemahasiswaan di tingkat internasional.
Kita menyadari bahwa sejak kepemimpinan negeri ini oleh Presiden Jokowi menegaskan perlunya penggalian kembali kehebatan dunia kemaritiman kita yang merupakan jiwa nenek moyang kita sebagai pelaut ulung. Itulah sebabnya, dalam Statuta Universitas Hasanuddin berisi tentang visi Universitas Hasanudin agar  menjadi pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia (BMI). Selanjutnya, dalam statuta tersebut juga menjelaskan tentang misi Universitas Hasanudin untuk : [a] menyediakan lingkungan belajar  yang berkualitas untuk mengembangkan kapasitas pembelajar yang adaptif-kreatif; [b] melestarikan, mengembangkan, menemukan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya; [c] menerapkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis dan untuk kemaslahatan Benua Maritim Indonesia.
Diterbitkannya PTN-BH Universitas Hasanudin jelas memberikan berkah. Status  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang melekat di Universitas Hasanudin, baik berupa PTN Satker maupun PTN-BLU, diklaim campur tangan Pemerintah sangat dominan. Pihak Univeristas pun tidak mampu mengeluarkan kebijakan kampus dengan sendirinya. Namun, dengan diterbitkannya status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), menjadikan Universitas Hasanudin memiliki entitas hukum yang mandiri, meskipun masih dalam lingkup Kemendikbud. Apalagi dengan status PTNBH, Universitas Hasanudin memiliki otonomi lebih besar dalam tata kelola organisasi dan pola pengelolaan keuangan kampus.  Bukan hanya itu, Universitas Hasanudin juga memiliki kewenangan mandiri baik akademik maupun non akademik serta memiliki kekayaan tersendiri yang dipisahkan dari kekayaan negara kecuali tanah.
Hal apa yang mendasari bahwa dengan status PTN-BH, Universitas Hasanudin menjadi lebih independen dalam manajemen? Kita harus melihat dari sisi hakikat apa yang melekat pada status PTN-BH tersebut. Pemberian otonomi yang lebih luas kepada universitas yang terdiri atas otonomi akademik dan non akademik merupakan alasan kuat Universitas Hasanudin untuk menjadi Universitas yang pantas diperhitungkan.
Hak untuk mengatur secara mandiri dalam bidang akademik menjadikan Universitas Hasanudin memiliki kewenangan mengubah kurikulum, membuka dan menutup program studi untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.  Sedangkan, di bidang non akademik, Universitas Hasanudin dapat melalukan tatakelola sendiri baik manajemen, dan mengelola aset-aset yang dimilikinya dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga-lembaga lainnya.
Menjelang 60 tahun Hari Kelahiran (Harlah) Universitas Hasanudin 10 September 2016 mendatang yang dimbangi dengan penetapan status PTN-BH merupakan kado terindah yang perlu ditindaklanjuti sebaik mungkin. Karena, 60 tahun Universitas Hasanudin merupakan momen penting untuk mandiri dalam mengelola organisasi kampusnya. Apalagi, dengan adanya status PTN-BH merupakan wujud amanah dan tanggung jawab kepada Universitas Hasanudin untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya terhadap peningkatan daya saing bangsa.
Universitas Hasanudin diharapkan mampu sejajar dengan universitas kelas dunia yang antara lain tercermin dalam peringkat 500 universitas kelas dunia.  Terlebih lagi, daya saing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlangsung sejak awal tahun 2016 lalu. Sebuah persaingan global yang membutuhkan jiwa dan energi tinggi untuk memenangkan kompetisi demi keberlanjutan pembangunan bangsa dan negara guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. 
Di tangan Rektor Srikandi Prof. Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Universitas Hasanudin berkomitmen untuk mengemban amanah dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah agar sejajar dengan universitas kelas dunia. Cita-cita tersebut telah tertuang dalam dalam Rencana Strategis (Renstra) UNHAS 2015-2020, yaitu: "Menjadi Universitas Bereputasi Internasional Berbasis Benua Maritim". Tidak tanggung-tanggung, Universitas Hasanuddin pun telah mempersiapkan sejumlah rencana kinerja pada tahun 2016. Dalam 10 poin yang akan dilakukan Universitas Hasanudin, salah satunya adalah mengembangkan bisnis melalui aset yang telah dimiliki.
Sang Rektor Dwia Aries Tina Pulubuhu menegaskan bahwa pengembangan bisnis menjadi salah satu poin yang ditekankan direktorat Universitas Hasanudin. Dengan mengembangkan sektor ini, akan banyak manfaat yang diperoleh, terutama bagi mahasiswa. Saat ini, Universitas Hasanudin telah memiliki cukup banyak aset dan bisnis, di antaranya   sarana olahraga, rumah sakit, percetakan dan rusunawa. Bukan hanya itu, berbagai bisnis  yang dikelola Universitas Hasanudin di berbagai sektor seperti kemaritiman pun terus diberdayakan untuk dijadikan pemasukan universitas.
Untuk menjalin kemitraan dengan pihak lain, maka konsep pengembangan bisnis bukan hanya melalui aset yang telah dimiliki kampus, tetapi mendorong dosen dan mahasiswa menjadi wirausaha dengan mendirikan Perseroan Komanditer (CV) maupun Perseoran Terbatas (PT) atas nama Universitas Hasanudin. Dari perusahaan-perusahaan yang telah didirikan bisa mengakomodir mahasiswa yang memiliki ilmu untuk bergabung. Hal ini akan memberikan nilai lebih bagi mahasiswa maupun para alumni. Di perusahaan-perusahaan yang telah terbentuk juga akan muncul produk-produk mahasiswa dari makanan hingga peralatan elektonik. Sebuah sinergi yang luar biasa.  
Dengan mengembangkan bisnis, Universitas Hasanudin berkomitmen untuk  menjadi kampus bertaraf internasional yang diimbangi dengan peningkatan kualitas akademik, riset, layanan manajemen. Di mana persyaratan  PTN berbadan hokum (PTN-BH), Universitas Hasanudin harus masuk dalam 500 universitas dunia yang berstandar internasional yang ditargetkan kurun waktu 2016-2020, masuk dalam jajaran universitas yang terakreditasi secara internasional.

                ###################&&&&&&&&&&&&&&#################
                         ###################&&&&&&&&##############
                                     #################&&&############
                                                  ############&#########


Pentingnya Efek Kolaborasi

Kemajuan dunia Teknologi Informasi (TI) semakin tidak terbendung. Berita apapun bisa kita akses dalam genggaman tangan. Fasilitas gadget memberikan kemudahan siapapun untuk berbagi dan menerima informasi. Kita takjub bahwa berita yang terjadi saat ini di  belahan dunia bisa kita nikmati (akses) pada saat ini juga melalui sentuhan (touchscreen) di perangkat teknologi kita. Berita yang ada di medsos (media sosial), media online atau portal berita online yang di-share dengan menggunakan mention dan tagar  mampu membius penikmat teknologi untuk saling mem-bully atau memberikan dukungan. Ribuan, bahkan jutaan pem-bully atau pendukung pun semakin deras dalam hitungan hari. Kita juga bisa menikmati orang yang terkenal atau sukses bisnis, bahkan hancur sekalipun dalam hitungan hari karena pengaruh opini netizen (penikmat internet). Kondisi inilah yang memberikan ruang betapa pentingnya efek kolaborasi (penggabungan).
Pernahkan kita tahu bahwa orang bisa kaya mendadak atau terkenal karena para netizen begitu peduli dan saling membagi (share) berita yang telah diterimanya dari orang lain melalui media sosial tidak membutuhkan modal besar. Tetapi, hanya membutuhkan keyakinan dan kepedulian antar sesama netizen yang belum pernah kenal dalam dunia maya (dumay). Tetapi, efeknya benar-benar fantastis. Kondisi tersebut karena kita sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk membagi berita kita orang lain dan dibagikan kembali kepada lainnya secara berantai. Dengan kata lain, butuh sifat gotong royong untuk mencapai sebuah tujuan. Mudah dan realistis bukan?
Tidak berbeda dengan kondisi Universitas Hasanudin. Untuk menjadi universitas terkenal dan dihormati berbagai kalangan perlu menggunakan cara-cara yang telah terjadi dalam perkembangan Teknologi Informasi (TI). Efek positif dari kolaborasi perlu ditingkatkan. Ketajaman intuisi bisnis dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi harus dipertajam. Universitas Hasanudin perlu membutuhkan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi  Key Opinion Leader dalam menangkal berbagai informasi negatif yang beredar dalam dunia maya (dumay). Perlu diketahui bahwa opini yang terjadi dalam dunia maya, apalagi dalam jutaan opini mampu memberikan pengaruh besar terhadap kondisi nyata. Maka, menjaga nama baik universitas melalui dunia online tidak boleh dianggap sembarangan. Perlu diketahui bahwa, hampir semua lembaga atau institusi publik memanfaatkan betapa pentingnya kemajuan dunia online dengan menampilkan Key Opinion Leader.
Efek kolaborasi bukan hanya berkutat pada dunia online saja, Universitas Hasanudin juga harus mampu merekatkan sinergi pihak universitas dengan alumninya. Tidaklah cukup dengan mewujudkan mahasiswa-mahasiswa yang diwisuda dengan IPK tinggi atau cum laude.   Tetapi, peran dan kontribusi nyata alumni membangun bangsa dalam kehidupan nyata adalah merupakan hal penting. 


 Wisuda UNHAS (Sumber: unhas.ac.id)

Itulah sebabnya, Rektor Universitas Hasanudin sering mengingatkan kepada mahasiswa pada saat acara wisuda untuk memberikan peran nyata dalam kehidupan masyarakat. Dalam sambutan sebuah acara wisuda, Rektor Universitas Hasanudin pernah mengatakan bahw abad XXI dicirikan oleh berbagai perpaduan antar disiplin, karena objek penelitian mulai menyentuh alam yang tidak kasat mata seperti ke alam pikiran (mind), genetika, dan fractal. Ilmu-ilmu saling bergantung satu sama lain memunculkan teknologi internet, robotika, bioteknologi, nano teknologi dan lain-lain. Objek penelitian tersebut bersinggungan dengan kesadaran, eksistensi, dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang masuk dalam lingkup budaya.
Selanjutnya, kolaborasi antara pihak kampus dengan para alumni yang bertebaran di seluruh Indonesia, bahkan di dunia perlu dipertemukan dalam sebuah komunitas yang mampu berperan penting demi almamater dan kemajuan Indonesia. Di kampus Univesitas Hasanudin sendiri, ada Wakil Rektor yang mengurusi bagian kemahasiswaan dan alumni yang kini dijabat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Abdul Rasyid, M.Si, yang menjabat sejak tanggal 22 Januari 2015.  


 Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,
Dr. Ir. Abdul Rasyid, M.Si (Sumber: Wikipedia)

Salah satu alumni Universitas Hasanudin yang saat ini menjadi orang nomor 2 Republik Indonesia (RI 2) adalah Wakil Presiden RI terpilih Jusuf Kalla. Bahkan, beliau menyempatkan untuk menghadiri acara Reuni Akbar ke-58 yang mengusung tema "Spirit baru, pemimpin baru, Indonesia baru" yang berlangsung di kawasan Pantai Karnaval Ancol, Jakarta pada tanggal 30 Agustus 2014 lalu. Acara tersebut dihadiri ribuan alumni kampus tertua di Indonesia Timur. Ketua panitia temu alumni nasional yang dirangkaikan halalbihalal, Andi Razak Wawo, mengatakan bahwa informasi tentang Reuni Akbar tersebut membeludak karena pendaftar diperoleh melalui website, sosial media (medsos), serta berbagai informasi yang disebarkan secara berantai. Bukankah ini merupakan efek positif dari kolaborasi bukan?
Peran alumni Universitas Hasanudin pun telah menunjukan eksistensinya demi menjaga nama baik almamater serta memberikan peran dan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional sesuai dengan bidang yang digelutinya. Berbagai seminar telah diadakan oleh Ikatan Alumni (IKA) UNHAS, seperti yang diadakan oleh Ikatan Alumni (IKA) Teknik Universitas Hasanudin. Ikatan Alumni (IKA) Teknik Universitas Hasanudin menggelar Rapat Koordinasi Nasonal (Rakornas) pertama di Batam yang bertempat di Hotel Haris Waterfront Marina, Batam, tanggal 26-27 Desember 2015 yang telah diikuti 150 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta Rakornas ini terdiri atas jajaran pengurus DPP IKA Teknik, seluruh Ketua IKA Teknik Wilayah, Ketua IKA Teknik Jurusan serta Undangan seperti Perwakilan Dekanat Fakultas Teknik UNHAS, Perwakilan Wilayah Calon IKA Teknik Wilayah serta Ketua IKA UNHAS Jabodetabek, A.Razak Wawo. Rakornas tersebut sebagai momentum merapatkan barisan, konsolidasi organisasi dan merancang masa depan organisasi.


http://www.alumniunhas.com/
 Rakornas Ikatan Alumni (IKA) Teknik Universitas Hasunuddin
(Unhas) Makasar (Sumber: alumniunhas.com)

Tidak mau ketinggalan juga IKA UNHAS Jabodetabek yang berencana untuk mengadakan Seminar Nasional. Seminar Nasional yang akan dihelat IKA UNHAS Jabodetabek tentang kondisi pangan nasional yang akan diadakan di IPB International Convention Center-Botani Square lantai 2 Bogor tanggal 20 April 2016 mendatang dengan tema, “Modernisasi Sistem Mekanisasi Pertanian untuk Mencapai Kedaulatan Pangan”. Seminar Nasional tersebut akan dihadiri oleh sejumlah praktisi dan pemerhati Pangan Nasional termasuk Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu serta keynote speaker Menteri Pertanian RI DR. Ir. Amran Sulaiman, MP. Seminar Nasional tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum berharga bagi upaya-upaya strategis mencapai kedaulatan pangan nasional melalui salah satunya dengan modernisasi sistem mekanisasi pertanian. 


http://www.alumniunhas.com/
 Seminar Nasional yang dihelat oleh IKA UNHAS Jabodetabek
(Sumber:alumniunhas.com)

Akhirnya, kemajuan UNHAS menghadapi Hari Kelahiran (Harlah) atau Ulang Tahun (Ultah) ke-60 yang diimbangi dengan mengemban Status Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) merupakan amanat dan tanggung jawab besar untuk menjadikan Universitas Hasanudin sebagai Universitas yang berstandar Internasional. Apalagi menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membutuhkan peran nyata dengan meningkatkan eksistensi Key Opinion Leader melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI) untuk membentuk opini publik.
Bukan hanya kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam pengembangan Teknologi Informasi (TI) saja, untuk memperluas jaringan diperlukan kerekatan sinergi yang berkelanjutan antara pihak Universitas Hasanudin dengan alumni. Peran dan kontribusi nyata dari alumni akan berpengaruh besar terhadap perkembangan Universitas Hasanudin di masa mendatang. Oleh sebab itu, hubungan dan jalinan kerja sama Ikatan Alumni (IKA) dari berbagai fakultas dan wilayah dengan pihak kampus harus tetap hidup. Jadi, jangan sekali-kali memandang remeh efek positif kolaborasi. Karena, untuk maju kita tidak bisa berjalan sendiri.     


http://alumniunhas.com/lomba-blog-60thnunhas-2016-berhadiah-total-rp-15-juta/






Referensi:

Admin. 2014. 30 Agustus. JK Hadiri Reuni Akbar Alumni Unhas. Diambil dari http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/14/08/30/nb45z7-jk-hadiri-reuni-akbar-alumni-unhas
______. 2015. 28 Desember. Rakornas IKA Teknik UNHAS 2015: Merapatkan Barisan, Merancang Masa Depan. Diambil dari http://alumniunhas.com/rakornas-ika-teknik-unhas-2015-merapatkan-barisan-merancang-masa-depan/
Gobel, Amril Taufik. 2016. 20 April. 20 April 2016, IKA UNHAS Jabodetabek Menggelar Seminar Pangan Nasional di Bogor. Diambil http://alumniunhas.com/20-april-2016-ika-unhas-jabodetabek-menggelar-seminar-pangan-nasional-di-bogor/
https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Hasanuddin
http://old.unhas.ac.id/berita?page=70
http://unhas.ac.id/page/Keunggulan-Unhas
http://www.pedidikanindonesia.com/2015/01/passing-grade-universitas-hasanudin.html
Sutrisno, Debbie. 2015. 26 Pebruari. JK Center Segera Diresmikan. Diambil dari http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/15/02/26/nkdeml-jk-center-segera-diresmikan
______________. 2016. 19 Januari. Unhas Fokus Pengembangan Aset dan Bisnis. Diambil dari http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/16/01/19/o175kz384-unhas-fokus-pengembangan-aset-dan-bisnis

Comments

Permisi ya, juri mampir..
Silahkan, dengan senang hati. Salam hangat.