Skip to main content

Deklarasi Netizen Indonesia MPR RI : Menebar Kedamaian di Ranah Digital


Deklarasi Netizen Indonesia yang ditandatangani 44 netizen (warganet) terpilih yang mewakili 11 wilayah atau Provinsi di Indonesia (Sumber: dokumen pribadi)



 Ranah digital telah menjadi media untuk menyampaikan informasi, pertemananan hingga melakukan bisnis jual beli. Juga, ranah digital seringkali menjadi ajang “hate speech”, mencemarkan nama baik seseorang atau lembaga. Dengan kata lain, ranah digital menjadi dua sisi mata pedang. Di mana, satu sisi bisa memberikan banyak manfaat bagi semua. Tetapi, di sisi lain  bisa menjadi senjata yang merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sebagai lembaga negara berusaha memanfaatkan keuntungan dari ranah digital. Untuk menghasilkan “awareness” yang masif maka lembaga tinggi negara tersebut menggandeng Warganet (Netizen) dari seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, MPR RI mengundang 44 netizen terpilih dari 11 Provinsi di Indonesia untuk melakukan perancangan draft hingga penandatanganan naskah Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI tanggal 7-9  Desember 2018 lalu.

*****

Tidak terbersit dalam pikiran bahwa saya akan menjadi bagian dari warganet (netizen) yang diundang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jakarta tanggal 7-9 Desember 2018 lalu. Bukan itu saja, saya menjadi salah satu koordinator dari para netizen yang mewakili Provinsi Bali. Mungkin, ini adalah jawaban Allah SWT yang mengamini mimpi saya bahwa dengan berbuat baik akan mendapatkan ganjaran di suatu hari nanti.
Ya, berusaha untuk berbuat baik dengan memberikan informasi yang bermanfaat dan menginspirasi bagi orang lain. Baik melalui tulisan (blog), postingan di akun media sosial dari Facebook hingga akun video YouTube. Saya berusaha untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial saat ini.
Dan, yang membuat saya bangga adalah MPR RI membiayai segala keperluan dari biaya transportasi hingga akomodasi. Saya benar-benar merasa tersanjung. Karena, hal tersebut adalah program negara di mana MPR RI ingin selalu dekat dengan masyarakat Indonesia melalui ranah digital. MPR RI sebagai salah satu lembaga tinggi negara yang menginginkan agar informasi yang bertebaran di media sosial adalah informasi yang menyejukkan alias memberikan kedamaian bagi sesama.

Hari Pertama : Penyusunan Draft Deklarasi Netizen Indonesia
MPR RI memberikan fasilitas semua netizen yang hadir dengan fasilitas hotel bintang lima. The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang berlokasi dekat dengan Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta Convention Center (JCC) menjadi tempat saya dan netizen lainnya untuk melemaskan otot-otot.  Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan dengan pesawat Garuda Indonesia (GA 4412) Bali - Jakarta. Serta, 2 jam perjalanan menyusuri jalanan Jakarta yang penuh macet.
Dari kamar di lantai 5 hotel bintang lima tersebut, saya bisa menyaksikan betapa angkuhnya gedung-gedung Jakarta yang menjulang tinggi. Juga, stadion GBK bagaikan sebuah cangkir yang berselimutkan pepohonan. Di situlah, Persija Jakarta dan Mitra Kukar akan bertanding untuk menjadi jawara dalam laga Liga Gojek. Pemandangan kota Jakarta yang berselimutkan awan dan mendung membuat hati saya menjadi sedikit tenang. Karena, deru kemacetan akan menjadi teman sejati ketika keluar dari hotel  untuk menyusuri jalanan Jakarta.


*****

Sesuai dengan agenda MPR RI maka setelah melakukan sholat isya, 44 netizen akan berkumpul di Merapi Room untuk “Welcoming Dinner”, ramah-tamah dengan MPR RI. Namun, hal yang menarik adalah, 44 netizen diberikan kepercayaan oleh MPR RI untuk membahas isu-isu terkini dan viral di ranah digital. Selanjutnya, akan dijadikan sebuah draft naskah Deklarasi Netizen Indonesia.
Acara ramah-tamah berlangsung sangat “cool” dan santai. Mbak Mira Sahid dan Mbak Lia dari netizen Jakarta memandu acara yang penuh kekerabatan tersebut dengan joke-joke yang segar. Setiap netizen yang hadir diberi kesempatan untuk memperkenalkan nama dan hal-hal yang dilakukan berhubungan dengan ranah digital.
Kehadiran dan sambutan Kabiro Humas MPR RI Ibu Siti Fauziah, S.H., M.H. yang familiar dipanggil Ibu Titi dan Kepala PDSI (Pengolahan Data & Sistem Informasi) Andrianto Madjid, S.E., M.M. yang akrab dipanggil Mas Andrian membuat  suasana menjadi cair. Saya dan netizen lainnya yang hadir seperti berada dalam sebuah keluarga yang lama tidak bertemu. Benar-benar menjadi keluarga besar yang saling berbagi kisah dan kenangan.
Dan, para netizen tersebut menjadikan momen yang ada sebagai bahan postingan di berbagai akun media sosial (medsos) mereka masing-masing. Bahkan, banyak netizen yang melakukan siaran langsung  baik di Instagram maupun di Facebook. Dan, acara ramah tamah pun telah menghiasi berbagai media sosial.  Kadangkala, kalimat-kalimat lebay atau joke-joke yang menyegarkan keluar dari para netizen. Suasana semakin riuh dan menggemaskan. Setiap orang yang ada di ruangan tersebut berkompetisi untuk ikut andil membuat acara semakin hidup.


Mbak Mira Sahid, Ibu Siti Fauziah (biasa dipanggil Ibu Titi) dan Mas Andrian (Sumber: dokumen pribadi)


Selanjutnya, para netizen dibagi beberapa kelompok untuk membahas hal-hal yang viral dan menarik untuk dibahas menjadi sebuah poin penting  yang ada dalam deklarasi netizen. Waktu kurang lebih 1 jam sangatlah kurang untuk membahas hal-hal yang wajib dituangkan dalam sebuah draft deklarasi netizen. 
Tetapi, netizen terpilih telah memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Hal-hal penting dari para netizen yang mempunyai arti sama akan dijadikan satu dalam sebuah poin penting. Dengan dipandu mbak Lia, maka ide-ide yang muncul dari para netizen difokuskan menjadi 4 poin penting layaknya 4 pilar MPR RI. Yang selanjutnya menjadi “Draft Deklarasi Netizen Indonesia".
Dan, Mas Andrian sebagai wakil dari MPR RI menerima draft Deklarasi Netizen Indonesia yang diserahkan oleh perwakilan netizen yang hadir. Alhamdulillah, pihak MPR RI sangat menghargai kinerja netizen yang telah bekerja keras membuat poin-poin penting dalam draft tersebut. Saya sebagai bagian dari para netizen pun merasa bangga ikut memberikan sumbangsih yang hanya “setetes air” dari lautan yang Maha Luas. Dan, tugas netizen dihari pertama diakhiri dengan saling berkenalan sesama netizen dan pihak MPR RI. Tidak lupa, acara foto bersama pun menjadi agenda utama.   


Perwakilan Netizen menyerahkan draft Deklarasi Netizen Indonesia kepada pihak MPR RI yang diwakili oleh Mas Andrian  (Sumber: dokumen pribadi)



Foto bersama sehabis acara (Sumber: dokumen pribadi)

  

Hari Kedua : Pembacaan dan Penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia

Hari kedua adalah hari padat kegiatan bagi para netizen. Agenda kegiatan yang ada adalah penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia oleh 44 netizen Indonesia yang hadir. Dan, acara rekreasi ke dua tempat wisata viral di media sosial yaitu Museum Macan di Kebon Jeruk Jakarta Barat dan Wisata Kota Tua Jakarta Utara. Dan, rekreasi akan berakhir di Jimbaran Resto Pantai Marina Ancol Jakarta Utara.
Sekitar pukul 07.00 WIB, 2 bis (Bus Merah dan Bus Putih) yang membawa para netizen dan pihak MPR RI bertolak dari The Sultan Hotel & Residence Jakarta menuju Gedung MPR RI.  Selama perjalanan, penuh kegembiraan dari para netizen. Dari ajang selfie hingga senda gurau menjadi menu utama. Kebetulan saya ikut dalam rombongan Bus Merah yang dipandu oleh Mbak Mira Sahid. 
Seperti anak yang diberi mainan baru, maka saya dan netizen lainnya menjadi  orang baru saat berada di kawasan MPR RI/DPR RI. Mimpi yang menjadi kenyataan. Setiap sudut kawasan tersebut menjadi objek jepretan kamera yang akan menjadi bahan tulisan atau postingan di media sosial. Gelak tawa para netizen terdengar di sana sini. Ada yang melakukan siaran langsung melalui akun sosial medianya. Serta, merekam setiap momen bersejarah untuk menjadi bahan kenangan atau diposting di YouTube.
Saya pribadi baru merasakan pengalaman seumur hidup. Bisa bebas mengekspresikan di kawasan steril milik rakyat. Saya meluapkan kegembiraan dengan berbagai jepretan kamera dan rekaman video. “Kapan lagi saya bisa narsis begini di gedung milik wakil rakyat“ pikir saya. Kecuali, jika Allah SWT mentakdirkan saya diundang kembali oleh MPR RI dan menjadi wakil rakyat atau senator. Karena, garis nasib hanyalah Allah SWT yang Maha Menentukan. Wallahu a’lam bissawab.    

*****
 
Sesuai waktu yang ditentukan, maka semua netizen memasuki Ruang Delegasi yang berada di Gedung Nusantara V MPR RI. Memasuki Ruang Delegasi merupakan kebanggaan besar bagi saya. Betapa tidak, hal yang tidak mudah untuk memasuki ruangan tersebut, meskipun bagi anggota MPR RI/DPR RI. Perlu alasan dan ijin yang sangat ketat untuk menggunakan fasilitas ruangan tersebut. Perlu diketahui bahwa Ruang Delegasi tersebut diperuntukan hanya untuk hal-hal luar biasa seperti menerima delegasi luar negeri, melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu) anggota wakil rakyat dan tempat Presiden melakukan komunikasi dengan MPR RI.    
Selanjutnya, acara penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebuah hal yang sangat khidmat saat dinyanyikan dalam ruangan yang spesial. Jujur, saya hampir menangis karena terharu dan bangga bercampur menjadi satu.  


Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Saya berdiri di sebelah kanan Mas Andrianto (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)



Acara semakin cair dengan adanya kata sambutan dari Mas Andrian dan Bu Titi (panggilan akrab dari Ibu Siti Fauziah). Sebuah kebanggan besar bagi para netizen saat dua orang pembesar MPR RI yang berhubungan erat dengan ranah digital tersebut mengapresiasi kinerja netizen. Saya dan netizen lainnya yang hadir bagai tamu terhormat di Gedung Nusantara V MPR RI tersebut. Ya, saya merasa tersanjung menjadi bagian acara fenomenal tersebut.     


Mas Andrian (Sumber: dokumen pribadi)



Ibu Titi (Sumber: dokumen pribadi)


 Acara semakin segar saat melakukan gladi resik untuk membacakan naskah Deklarasi Netizen Indonesia untuk keesokan harinya. Dua netizen dari Manado diberi tugas untuk memimpin pembacaan deklarasi tersebut. Setelah melakukan beberapa kali percobaan maka gladi resik pembacaan naskah deklarasi dianggap telah siap. Dan, acara puncak hari kedua adalah Penandatanganan naskah Deklarasi Indonesia yang dilakukan oleh 44 netizen yang hadir. Adapun, isi dari Deklarasi Netizen adalah:


Kami Netizen Indonesia berjanji untuk :
1.    Tidak Menyebarkan Konten Hoax dan SARA
2.    Bijak Bermedia Sosial Sesuai dengan Pancasila
3.    Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam Literasi Digital
4.    Bersatu Membuat Keren Indonesia dengan Konten yang Positif
Jakarta, 8 Desember 2018
Warganet (Netizen) Indonesia


Foto bersama setelah acara hari kedua (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)

*****


Setelah acara puncak hari kedua selesai, maka Bus Merah dan Bus Putih membawa netizen dan MPR RI ke objek wisata yang menjadi viral di sosial media yaitu Museum Macan dan Wisata Kota Tua Jakarta. Dua bus menyusuri jalanan ibukota Jakarta yang macet. Tetapi, kemacetan tersebut tidak terasa dibandingkan dengan kegembiraan saya dan netizen lainnya.
Museum Macan yang berada di AKR Tower Kebon Jeruk Jakarta Barat menghipnotis para netizen. Kesan museum yang angker, sepi dan membosankan hilang sudah saat saya menginjakkan kaki di sebuah gedung bertingkat. Benar, Museum Macan berada di Lantai M dalam sebuah gedung bertingkat dan modern.
Setelah menikmati makan siang dan sholat maka netizen meski melewati beberapa eskalator dan security test oleh petugas keamanan. Hal yang menarik adalah pelarangan untuk membawa tongsis ke dalam museum. Juga, larangan membawa kamera ke area museum.
Untungnya, pihak museum mempercayakan pada kami untuk membawa kamera ke area museum dengan catatan dua orang netizen dibekali dengan kartu penunjuk pers (media). Serta, dilarang memotret untuk objek-objek tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen museum. Setiap objek dalam area Museum Macan selalu menarik untuk dinikmati.
Objek wisata selanjutnya yang dikunjungi adalah Wisata Kota Tua Jakarta. Di sini, netizen diberikan waktu kurang lebih 2 jam untuk melalukan eksplorasi di tempat wisata tersebut. Wisdta Kota Tua Jakarta menjadi andalan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, setiap sudut tempat wisata tersebut menjadi viral di sosial media.
Bangunan khas Belanda yang terjaga hingga kini seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang dan patung dari orang dalam berbagai bentuk menghipnotis para pengunjung. Namun, yang paling membuat semangat adalah keberadaan sepeda model dulu yang didesain kekinian. Dengan biaya sewa Rp 20 ribu per jam telah menjadi objek yang mesti ada dalam jepretan kamera sambil berkeliling seluruh kawasan Kota Tua Jakarta. 
Setelah puas menyusuri uniknya Wisata Kota Tua Jakarta dalam berbagai gaya jepretan kamera maka 2 bus membawanya kembali ke Jimbaran Resto di Pantai Marina Ancol Jakarta. Sebuah restoran dengan suasana Bali menyambut saya menjelang senja. Senja di Pantai Jimbaran Resto pun semakin indah saat semburat merah dan ungu berpadu menjadi latar belakang jepretan selfie. Saya merasakan bagai di pantai Jimbaran Bali.
Acara makan malam semakin meriah saat tarian khas Bali yaitu Tari Puspa Resti dan Cendrawasih menyambut rombongan kami. Bahkan, semakin riuh saat Mas Andrian mendapatkan Surprise Party karena merayakan Hari Ulang Tahunnya.  Guyuran air dari mbak Mira Sahid pun membasahi badannya. Sungguh, acara meriah malam itu ingin terulang lagi di tahun-tahun berikutnya. Bikin kangen!

Hari Ketiga : Pembacaan Deklarasi dan Pembekalan
Seperti biasanya, para netizen bertolak kembali dari The Sultan Hotel & Residence Jakarta menuju Gedung MPR RI. Dengan menggunakan bus yang lain dengan hari kedua, menembus jalanan Jakarta. Pemandangan semakin ramai karena fans Persija Jakarta akan memenuhi GBK malam ini. Atribut warna merah memenuhi jalanan Jakarta yang kami lewati.
Setibanya di kawasan MPR RI/DPR RI, seperti biasanya para netizen memanfaatkan waktu luang  dengan mengekplorasi dalam berbagai jepretan kamera. Setiap sudut yang belum terekam menjadi kenangan para netizen dalam jepretan kamera. Saya pun memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar rasa puas mengambil momen penting mencapai kata maksimal.

****

Sesuai waktu yang telah diagendakan, maka kegiatan penting para netizen pun dimulai.  Di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V MPR RI seperti hari sebelumnya menjadi tempat bersejarah. Dan, pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia pun akan menjadi momen penting dalam dunia digital. Sungguh, Deklarasi Netizen Indonesia tersebut menjadi pemantik bagi netizen lainnya  agar menebarkan kedamaian dengan postingan-postingan postif dan menginspirasi.
Acara pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia makin mengagumkan dengan dihadiri Sekretaris Jendral (Sesjen) MPR RI Bapak DR. Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H. Sebuah kebanggaan luar biasa bagi para netizen yang hadir. Seperti biasanya, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan, suasana makin khidmat saat lagu Indonesia Raya mengisi setiap celah Ruang Delegasi. 
Seperti gladi resik pada hari kedua, maka pembacaan naskah Deklarasi Netizen Indonesia pun bergema seisi ruangan. Dengan posisi berdiri semua peserta yang hadir, setiap poin penting deklarasi diucapkan secara membahana. Inilah momen penting sebagai langkah awal untuk mewujudkan netizen cerdas dan bermartabat baik bagi bangsa Indonesia juga bagi dunia. Dari deklarasi inilah, setiap netizen berkomitmen untuk membuat keren Indonesia di mata dunia dengan postingan positif.
Setelah pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia, Sesjen MPR RI  memberikan pembekalan tentang perlunya menjadi netizen yang cerdas. Sesjen MPR RI juga sangat mengapresiasi terbentuknya Deklarasi Netizen Indonesia. Bahkan, beliau menyempatkan diri untuk membacakan puisi kebangsaan yang berjudul “Manifesto”. Isinya benar-benar membawa bangsa Indonesia menjadi negara besar. Beberapa bait awalnya adalah:

Masih Indonesiakah Kita
Setelah Sekian Banyak Jatuh Bangun
Setelah Sekian Banyak Tertimpa dan Tertempa
Setelah Sekian Banyak Terbentur dan Terbentuk
Masihkan Kita Meletakkan Harapan
Di Atas Kekecewaan
Persatuan Di Atas Perselisihan
Musyawarah Di Atas Amarah
Kejujuran Di Atas Kepentingan 
……………………………………….



Sesjen MPR RI Bapak DR. Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H. (Sumber: dokumen pribadi)


Saya pribadi menyadari bahwa Sesjen MPR RI adalah sosok yang “be humble”.  Beliau menyadari bahwa untuk menjadikan Indonesia yang damai perlu adanya sinergitas informasi yang baik dari Pemerintah dan para netizen. Bahkan, MPR RI sebagai rumah kebangsaan Indonesia perlu dikenal baik oleh seluruh rakyat Indonesia. MPR RI juga sebagai pengawal Pancasila, salah satu dari empat pilar MPR RI. Benar, saatnya masyarakat Indonesia memahami betul tentang MPR RI yang telah meluncurkan empat pilar MPR RI, yaitu: 1) Pancasila; 2) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 3) Negara Kesatuan RI (NKRI); dan 4) Bhinneka Tunggal Ika.
       




Fotro bersama setelah acara (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Kini, Deklarasi Netizen Indonesia bukan hanya milik MPR RI, di mana deklarasi tersebut ditandatangani dan digaungkan. Tetapi, Deklarasi Netizen Indonesia kini menjadi milik semua rakyat Indonesia. Deklarasi Netizen Indonesia menjadi titik awal kolaborasi Pemerintah dan rakyat Indonesia untuk bersatu padu  dengan menampilkan konten-konten yang positif di ranah digital.
 Berawal dari acara netizen yang diselenggarakan MPR RI di daerah-daerah. Antusiasme netizen sungguh luar biasa. Berikut infografis perjalanan acara netizen dari acara di daerah hingga penandatananan Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI: 



Infografis perjalanan acara netizen hingga penandatanganan Deklarasi Netizen Indonesia di Gedung MPR RI (Sumber: Surya, Netizen Manado/WAG Netizen MPR RI)


Sebuah sinergitas yang baik untuk membuat keren Indonesia di mata dunia. Kini saatnya masyarakat Indonesia bersama-sama membuat rasa damai baik dunia digital maupun dunia nyata. Jadi, negara menunggu kontribusi anda dengan postingan-postingan positif di ranah digital. Kalau saya bisa, kini giliran anda.

Salam Netizen Indonesia!





Momen yang tidak boleh dilewatkan

Netizen Bali


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Sesjen MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Kabiro Humas  MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Kepala PDSI MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya dan Netizen Bali lainnya berfoto bersama dengan Pak Rofik, salah satu karyawan PDSI MPR RI (Sumber: dokumen pribadi)


Saya diwawancarai Kompas TV (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Saya berpose di tangga Gedung Paripurna DPR RI (Sumber: dokumen pribadi)



Keseruan di halaman Gedung MPR RI/DPR RI (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)


Kebersamaan Netizen Indonesia


Para netizen mengunjungi Museum Macan (Sumber: dokumen pribadi)



Keseruan di Museum Macan (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)


Para netizen berfoto bersama di Wisata Kota Tua Jakarta (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)


Keseruan di Wisata Kota Tua Jakarta (Sumber: Casmudi Vlog/YouTube)



Para netizen berfoto bersama di Pantai Marina Ancol Jimbaran Resto (Sumber: WAG Netizen MPR 2018)




Comments

aizeindra yoga said…
Dan setelah berakhirnya serangkaian agenda selama 3 hari, kita mengemban misi penting untuk dibawa ke kota-kota dimana kita wakilkan, ya kan bang.

Semoga, banyak orang yang memakai media sosial dengan pisau yang benar
Insya Allah mas. Kita bertanggung jawab memberikan pencerhan bagi orang lain. Salam.
Kenangan yang tak terlupakan... Sekaligus menjadi tugas kita dlm mengemban misi MPR untuk menyebarkan konten positif terutama dalam media sosial dan kehidupan nyata.
sutanto prabowo said…
mantab betul ini. sudah jadi tugas sebenarnya bagi setiap orang untuk menjaga kedamaian di negara tercinta Indonesia. Tebarkan semangatnya bro, terus sebarkan kedamaian.
Btw ada dua adikku yang ikut disitu...Tomi dan Riant..hehe
Fira Firdaus said…
Wah keren banget mas bisa terpilih jadi salah satu warganet yang mengucapkan deklarasi netizen. Acaranya juga serius banget
Joe Candra said…
Asik yah bang bs ktmu sama perwakilan netizen seluruh Indonesia hehe, makin banyak tmnnya deh
inez said…
wow keren. bertemu perwakilan netizen dr seluruh indonesia ya bang
Bambang Irwanto said…
Dulu itu pepatah mulutmu, harimaumu ya, Mas Casmudi.
Zaman now, jempolmu, harimaumu hehehe.
Padahal sosmed kalau digunakan dengan bijak, maka sangat membantu kita.
lendyagasshi said…
Seru sekali acaranya...
Pasti berasap ikut acara seperti ini...hihii~
((aku kali yaa...))

Hebat sekali menulisnya dengan rinci dan ringan.
Ah dikit banget yanh diundang
Tapi menurutku harusnya yg diundang tuh influencer content creatir yg bereputasi baik. Mereka kan juga netizen, yang bisa memberi pengaruh buat followers atau netizen lainnya
Nengsih said…
Wahh . Kerenbya acaranyaa.. Btw, itu ada mbak kira sahid. Salam ya kak buat mbak miraa. .
Eko Prasetyo said…
Netizen sekarang harus pintar memilah berita yg benar dan mana yg hoax mas. Jangan sampai salah share, telusuri dulu kebenaran sumber beritanya. :)
Khoirur Rohmah said…
Bersyukur banget bisa terpilih menjadi perwakilan kota tertentu untuk bisa mengikuti event yang diadakan oleh MPR RI, mas
Mungkin mengundang 44 netizen dari beberapa kota sesuai dengan 4 pilar MPR RI, angka 4nya heheeee
Bermanfaat banget nihh postingannya, mas
Terima kasih untuk sharingnya ya ^_^
Wah, ikut bangga bahwa bloger bisa sampai terdengar sampai ke MPR. Semoga ke depannya kita bisa membuat netizen menjadi seperti yang kita deklarasikan
kadinda aprilya said…
Wah selamat yah bang. Pasti bangga banget dong bisa eksis digedung pemerintahan .. kapan lagi kan hhi

Enychan
Asik banget mas. bisa tukar pikiran. Salam
Benar mas, semoga sosmed memberikan banyak manfaat.
Alahmdulillah mas. YANG PENTING BISA BERBAGI ILMU DAN INFORMASI.
Semoga ada perbaikan. Tahun 2019, MPR RI berencana mengundang dari 34 Provinsi. Insya Allah tercapai.
Iya. Yang megang surat deklarasi, jadi cover blog
Bersyukur banget mbak. Jadi kenanga seumur hidup.
Benar banget mas. Itu yang kita semua harapkan. Tahun 2019, makin meriah.
Ya mbak. kenangan seumur hidup. Manfaatkan spot2 yang bagus.

Popular posts from this blog

Cara mencerahkan kulit dengan Kojie San

Foto Ala Jepang di FotoKimono