Thursday, January 24, 2019

Rapat Persiapan Lomba TIK Tahun 2019 Bertema Kebudayaan Lokal Bali


Suasana rapat persiapan Lomba TIK Tahun 2019 yang diselenggarakan di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, 24 Januari 2019 (Sumber: Diskominfos Provinsi Bali) 


Dunia digital khususnya media sosial (medsos) kini menjadi sarana ampuh untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat. Pemerintah Provinsi Bali pun memanfaatkan sosial media untuk menyampaikan berbagai program yang sedang dijalankan. Untuk merangsang daya tarik masyarakat, maka Pemerintah Provinsi Bali secara serius menyelenggarakan Lomba TIK Tahun 2019.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan kepercayaan penyelenggaraan Lomba TIK kepada Dinas Kominfos Bali. Dari sosialisasi lomba hingga penyerahan hadiah kepada pemenang. Tentunya, agar Lomba TIK Tahun 2019 berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang maksimal perlu adanya persiapan matang. 

Tanggal 24 Januari 2019, Diskominfos Provinsi Bali kembali menggelar rapat untuk menajamkan persiapan Lomba TIK yang akan diselenggarakan di Tahun 2019. Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kominfos Prov Bali, Agus Suryawan, PPTK Lomba IB Sutresna serta Dewan Juri membahas penajaman kriteria penilaian secara umum.

Lomba TIK yang digelar oleh Diskominfos Provinsi Bali ini mempunyai 5 kategori lomba yaitu Film Dokumenter, Blog, VLog, Foto Berbicara dan Aplikasi. Lomba ini akan fokus untuk mengangkat tema lokal kebudayaan Bali, terutama untuk mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait tentang Busana, Bahasa dan Penggunaan produk lokal. Akhir februari 2019 ini direncanakan akan mulai digelar sosialisasi kepada publik terkait lomba ini.

Bali sebagai tujuan wisata dunia, sudah saatnya kebudayaan lokal Bali diketahui bukan hanya turis mancanegara. Tetapi, warga lokal lebih memahami budaya lokal yang ada. Tema kebudayaan lokal Bali yang diangkat dalam Lomba TIK Tahun 2019 tersebut sejalan dengan program Nangun Sad Kethi Loka Bali.

Pemerintah Provinsi Bali berharap agar penyelenggaraan Lomba TIK Tahun 2019 tersebut bisa menggali kreatifitas masyarakat. Bukan itu saja, masyarakat juga semakin paham dan mencintai kebudayaan lokal. Apalagi, semakin berkembangnya era modern yang serba digital maka kebudayaan lokal harus tetap terjaga kelestariannya.

Tentu, dengan adanya Lomba TIK Tahun 2019 bisa melibatkan banyak peran masyarakat. Karena, semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam lomba tersebut maka dampak positif yang akan dihasilkan semakin luas. Untuk mendapatkan informasi detail tentang Lomba TIK Tahun 2019, anda bisa pantau terus di akun sosial media (sosmed) Diskominfos Bali.

4 comments:

3835 said...

Blogger Bali keren nih bisa saling kenal dengan rekan rekan lain di Bali

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

Benar bli. bisa kolaborasi

Dwi Wahyudi said...

Ini baru tjakep, Diskominfo Bali bekerjasama dengan kawan2 para penggiat TIK di Bali. Jadilah hasil kolaborasinya kegiatan seperti ini. Semoga lancar dan sukses kegiatannya ya Bang. Amin...

Aldhi Fajar said...

intsansi pemerintah pun skg harus sudah seperti ini. jadi lebih efektif informasinya sampe ke msyarakat,,

Ciptakan Alat Bantu Buruh Punguti Brondolan Sawit, Mahasiswa IPB Raih Penghargaan Internasional

ASEAN-India Grassroot Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Department of Science and Technology, Republic of Philipines, pada 20-...