Wednesday, November 20, 2019

Merawat Indahnya Pura Arjuna Metapa, Cagar Budaya Indonesia di Tengah Persawahan


Pura Arjuna Metapa tampak di tengah persawahan yang menghijau di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar – Bali (Sumber: dokumen pribadi)


Anda kenal cerita Mahabharata? Generasi milenial pasti sudah mengenalnya, bukan? Cerita klasik yang dikenal secara turun temurun menggambarkan tentang pertempuran habis-habisan antara keluarga Pandawa dan Kurawa.
Di era digital, anda bisa melihatnya dalam bentuk berbagai video di kanal YouTube. Salah satu tokoh yang menarik perhatian banyak orang adalah tokoh rupawan dan sakti yang bernama Arjuna. Dengan senjata panahnya yang mampu membunuh para musuhnya. Anda juga bisa menikmatinya dalam Cagar Budaya Indonesia.

Dilindungi UU Cagar Budaya

Sayangnya, situs purbakala yang merupakan peninggalan tokoh Arjuna tidak mudah anda temukan. Namun, anda tidak perlu khawatir. Karena, situs peninggalan tokoh Arujuna yang berbentuk “Pura Arjuna Metapa” bisa anda temukan di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar - Bali.
Jika anda melakukan perjalanan wisata ke arah Tampaksiring, kurang lebih 36 km dari Kota Denpasar, anda akan menemukan situs tersebut. Yang menarik dari Pura Arjuna Metapa adalah letaknya yang ada di tengah persawahan. Jadi, para pengunjung wajib mengikuti jalan setapak menuju lokasi tersebut. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari jalan raya.
Pura Arjuna Metapa terletak di sebelah selatan Pura Kebo Edan atau sebelah barat (seberang jalan) dari Museum Purbakala atau Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Gianyar. Pura Arjuna Metapa merupakan peninggalan purbakala yang harus dirawat dan dijaga. Apalagi, keberadaannya telah dilindungi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pura Arjuna Metapa menjadi daya tarik wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang hendak menuju Tampaksiring.


Papan penunjuk yang menerangkan bahwa Pura Arjuna Metapa dilindungi oleh Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya (Sumber: dokumen pribadi)


Sungguh indah, jika dilihat dari jalan raya, Pura Arjuna Metapa ini terlihat seperti villa kecil di tengah persawahan. Faktanya, Pura Arjuna Metapa ini benar-benar minimalis. Bangunan ini mempunyai ukuran kurang lebih 2m x 2m. Tidak mempunyai pembatas atau dinding di sekelilingnya. Atapnya didesain dengan gaya khas Bali.



Bangunan Pura Arjuna Metapa didesain terbuka dengan gaya khas Bali (Sumber: dokumen pribadi)


Perlu diketahui bahwa Pura Arjuna Metapa merupakan peninggalan purbakala yang masuk dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Petanu. Di mana, Sungai Petanu mengalir dari kawasan Kintamani Bangli hingga Pantai Selatan Selat Badung. 

Merawat Situs Purbakala

Meskipun bangunannya didesain terbuka dan jauh dari jangkauan, tetapi masyarakat Pejeng dan sekitarnya benar-benar merawat situs cagar budaya tersebut. Masyarakat sangat mempercayai bahwa keberadaan Pura Arjuna Metapa sangat disucikan, khususnya penganut agama Hindu Bali.  Oleh sebab itu, Pura Arjuna Metapa benar-benar dirawat dan dijaga layaknya tempat persembahyangan. Jika anda berkunjung ke situs ini, maka anda bisa melihat banyak sesaji atau canang yang berada di bagian bawah arca tokoh Arjuna.



Banyak sesaji atau canang menjadi pertanda bahwa Pura Arjuna Metapa dirawat dan disucikan masyarakat sekitar (Sumber: dokumen pribadi)


Kesucian Pura Arjuna Metapa membuat masyarakat sekitarnya yang memohon kesuburan, keselamatan dan kesehatan. Bahkan, keberadaan Pura Arjuna Metapa ini bisa melindungi dari pengaruh kekuatan negatif yang hendak menggangu kenyamanan dan keselamatan masyarakat Pejeng dan sekitarnya.  
Pura Arjuna Metapa menunjukan kepada para pengunjung dengan tokoh Arjuna menghadap ke arah barat. Dengan kedua tangan bersila di depan dada dan memegang pancuran air. Pancuran air tersebut menandakan seperti “patirthan” yang berarti pemandian air suci. Cocok sekali bahwa situs cagar budaya tersebut berada di kawasan DAS Petanu yang banyak mengandung air.



Arca tokoh Arjuna yang berdiri dengan kedua tangan bersila di depan dada dan memegang pancuran air (Sumber: dokumen pribadi)


Arca tokoh Arjuna semakin memberikan aura purbakala dengan adanya arca kedua pembantu setianya yaitu Tualem dan Merdah yang mengapit di sebelah kanan dan kirinya. Hal ini menunjukan bahwa tokoh Arjuna merupakan tokoh penting dalam sejarah.


Tualem dan Merdah, kedua abdi yang setia menemani tokoh Arjuna (Sumber: dokumen pribadi)


Kondisi Pura Arjuna Metapa yang terbuka dan jauh dari pengawasan masyarakat memberikan sedikit rasa khawatir akan kelanggengan cagar budaya tersebut. Namun, besarnya kesadaran masyarakat untuk merawat situs purbakala menjadi penenang jiwa bagi siapapun yang peduli akan cagar budaya.
Sungguh, kepedulian semua kalangan untuk menjaga dan merawat Pura Arjuna Metapa sangat penting. Cagar budaya Indonesia yang tidak ternilai harganya. Setiap saat akan memberikan pemahaman dan pembelajaran bagi generasi mendatang. Rawatlah Pura Arjuna Metapa setiap saat agar nilai sejarah tokoh Arjuna akan terus dikenang. Jangan biarkan tangan-tangan jahil merusak keberadaan Pura Arjuna Metapa.

Nah, biar masyarakat makin menyadari perlunya merawat dan menjaga Cagar Budaya Indonesia, anda bisa berpartisipasi pada kompetisi “Blog Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah!”.  





2 comments:

Yuni Handono said...

Terimakasih informasinya mas, saya jadi pengen ketempat ini melihat cagar budaya Indonesia yang ada di Bali. Semoga pemerintah daerah setempat turut berupaya melestarikan cagar budaya ini sebagai warisan leluhur yang harus dirawat.

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@Yuni Handono: Terima kasih mbak telah mampir. Semoga informasai tentang Cagar Budaya Indonesia "Pura Arjuna Metapa" bisa bermanfaat buat orang lain.

Ciptakan Alat Bantu Buruh Punguti Brondolan Sawit, Mahasiswa IPB Raih Penghargaan Internasional

ASEAN-India Grassroot Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Department of Science and Technology, Republic of Philipines, pada 20-...