Wednesday, December 11, 2019

Pengin Pangan Sehat untuk Anak, Bijak Pakai Susu Kental Manis (SKM)


Acara gelar edukasi gizi bagi ibu-ibu yang diadakan oleh YAICI dan Muslimat NU di Gedung Keuangan Negara (GKN) tanggal 7 Desember 2019 (Sumber: dokumen pribadi)




Seribu Hari pertama perkembangan anak adalah saat yang menentukan masa depan kesehatannya. Oleh sebab itu, saat emas tersebut perlu diperhatikan oleh keluarga khususnya ibu-ibu. Mengapa? Asupan gizi yang seimbang menjadi tolok ukur agar anak bisa berkembang dengan baik, sehat dan normal di masa pertumbuhan. Salah satu hal yang diperhatikan adalah perlunya konsumsi Pangan Sehat dengan sikap Bijak Pakai Susu Kental Manis (SKM).

Peduli Gizi Anak
Semua orang paham bahwa susu adalah salah satu sumber protein hewani dan sumber kalsium yang baik dan disukai oleh anak. Susu merupakan salah satu asupan penting dalam upaya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Susu memiliki kandungan yang tinggi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Oleh karena itu, kebiasaan minum susu harus dimulai sejak dini.
Tanggal 7 Desember 2019 lalu, Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Muslimat NU Provinsi Bali menggelar acara keren, yaitu gelar edukasi tentang gizi bagi ibu. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2019.
Gedung Keuangan Negara (GKN) Denpasar menjadi tempat dislenggarakannya acara tersebut. Beberapa narasumber yang mengisi acara adalah Ibu Budiastuti Arieswati, S.Si, Apt.,M.Kes. Beliau bertugas sebagai Ahli Muda Pengawas Farmasi dan Makanan dari BPOM Provinsi Bali, Hadir juga Ibu Dian Nardiani, SKM,. MPH. yang menjabat  sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dari pihak penyelenggara menghadirkan narasumber Bapak Arif Hidayat, SE., MM. selaku Ketua Haria YAICI. Serta, Ibu Dra. Hj. Ani Haniah, MA  yang bertindak sebagai Ketua Muslimat NU Provinsi Bali. 



Empat narasumber yang memaparkan pentingnya Pangan Sehat di acara gelar edukasi tentang gizi di Gedung Keuangan Negara Denpasar (Sumber: dokumen pribadi)


Dari empat narasumber tersebut, yang menarik untuk dibahas adalah paparan dari Ibu Dian Nardiani, SKM,. MPH. Beliau memaparkan tentang perlunya pemahaman mendalam tentang Susu Kental Manis (SKM). Di mana, asupan SKM sangat berhubungan erat dengan kasus stunting (kondisi tubuh pendek), khususnya yang terjadi di Bali.


Ibu Dian Nardiani, SKM,. MPH. mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Bali (Sumber: dokumen pribadi)


Asupan gizi yang dibutuhkan untuk anak harus diperhatikan. Perlu diketahui, Angka kecukupan lemak, karbohidrat dan protein yang dianjurkan untuk anak-anak per hari adalah:


Umur
Lemak (gram)
Karbohidrat (gram)
Protein (gram)
0-6 bulan
34
58
12
7-11 bulan
36
82
18
1-3 tahun
44
155
26
4-6 tahun
62
220
35
7-9 tahun
72
254
49
Angka kecukupan lemak, karbohidrat dan protein yang dianjurkan untuk anak-anak per hari (Sumber: YAICI)


Dari tabel di atas, maka hal yang harus diperhatikan adalah kecukupan gizi bagi anak pada periode emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 hpk). Tentu, masalah konsumsi susu yang menjadi prioritas.

Dan, masalah konsumsi susu menjadi isu yang menarik. Sebagai informasi bahwa jenis susu yang kita kenal di masyarakat adalah :  
1.    ASI, ASI eksklusif wajib diberikan bagi bayi 0-6 bulan dan dapat diteruskan hingga usia 2 tahun.
2.    SUSU UHT, Boleh digunakan untuk anak usia di atas 1 tahun.
3.    SUSU KEDELAI, Boleh digunakan untuk anak usia di atas 1 tahun.
4.    SUSU SAPI SEGAR, Boleh digunakan untuk anak usia di atas 1 tahun.
5.    SUSU PERTUMBUHAN, Dapat digunakan untuk anak usia di atas 1 tahun (sesuai petunjuk usia pada kemasan).
6.    SUSU KEDELAI MANIS, Boleh digunakan untuk toping makanan.

Fakta Susu Kental Manis (SKM)
Susu Kental Manis (SKM) menjadi perhatian serius Kementrian Kesehatan RI dan stakelholder lain yang peduli tentang kesehatan. Masyarakat awam masih percaya bahwa Susu Kental Manis (SKM) dan Krimer Kental Manis (KKM) dianggap sebagai SUSU yang memiliki kandungan gizi yang sangat dibutuhkan oleh anak usia 0-2 tahun.
Fakta baru menyatakan bahwa SKM Bukanlah Susu, tetapi campuran antara Susu dan Gula. Bahkan, perlu dipahami bahwa SKM bukan untuk minuman anak. Hal ini dikarenakan alasan sebagai berikut:  
1.    SKM mengandung gula sebesar 40-50 persen.
2.    Kadar gula yang tinggi pada SKM meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak.
3.    Asupan gula yang berlebihan akan merusak gigi pada anak.
4.    Kandungan gizi SKM lebih rendah dibadningkan jenis susu lainnya.
5.    Kalsium dan protein SKM lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.
Sangat berbahaya jika SKM dikonsumsi bagi anak usia 0-2 tahun. Mengapa? Beberapa hal yang akan terjadi jika anak mengkonsumsi SKM yaitu:
1.    Masalah gizi
2.    Karies gigi
3.    Gangguan pola makan.
4.    Risiko penyakit degenerative (obesitas, diabetes)
5.    Menghambat pertumbuhan karena kekurangan kalsium, kelebihan gula dan karbohidrat.
Sehubungan dengan temuan atau fakta baru SKM tersebut, maka Lembaga Pemerintah yang berkompeten, seperti BPOM mengeluarkan peraturan yang perlu diperhatikan para produsen susu. Perka BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.  Oleh sebab itu, peraturan tersebut memberikan peringatan pada label produk susu bubuk, susu Ultra High Temperature (UHT), susu  pasteurisasi dan susu steril perlu ada peringatan seperti:
1.    Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu (ASI)
2.    Tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan.
Sedangkan, peringatan yang ada di label produk susu kental dan analognya yaitu:
1.    Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu (ASI)
2.    Tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan
3.    Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Kita memahami bahwa merubah mindset masyarakat agar mengetahui SKM bukanlah susu membutuhkan waktu.  Masih ada masyarakat yang tetap menggunakan SKM sebagai susu. Meskipun, persentasenya kian menurun. Salah ssatu alasan mesyarakat tetap memberikan asupan SKM untuk anak dikarenakan masalah ekonomi.
Oleh sebab itu, masukan dari Ibu Dian Nardiani, SKM,. MPH. dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan bahwa susu bisa diganti dengan telur. Untuk selengkapnya, anda bissa melihat video berikut ini:


Fakta Seputar Si “Kental Manis” (Sumber: Casmudi/YouTube)  



5 comments:

Wiwid Vidiannarti said...

Gagal fokus sama channel YouTube-nya akutuuuh.... Pak cas keren ih

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

Terima kasi8h mbak. Pasti mbak Wiwid juga bisa.

HendraKSM said...

Baru tahu bakal sebahaya itu bila dikonsumsi secara rutin. Terima kasih infonya pak.

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

Sama-sama mas. Telah mampir ya. Bahaya Susu Kental Manis (SKM) setelah kita sadari harus kita sikapi dengan bijak.

3835 said...
This comment has been removed by the author.

Mengawal Pariwisata Bali Bangkit dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholders berfoto bersama (Sumber: Forkom Antar Media Bali Bangkit) Dampak Pandemi Covid-19 sungguh luar bia...