Saturday, February 8, 2020

FRIET MAYO KUTA, INSPIRASI DUA NEGARA DI GANG SEMPIT



FRIET MAYO KUTA terletak di gang sempit, Jalan Legian Gang Bedugul Nomor 2A, Kuta - Bali  (Sumber: dokumen pribadi)



Banyak restoran atau cafĂ© yang tersebar di kawasan Kuta Bali. Mayoritas menyajikan Western Menu. Terkadang, rasanya “belum” cocok dengan lidah masyarakat lokal. Apalagi, harganya juga belum cocok bagi yang berkantong pas-pasan. Dari puluhan gang yang memenuhi jalan Legian Kuta, ada salah satu gang sempit yang menarik perhatian. Ya, di Gang Bedugul terdapat restoran mini yang menyajikan menu lain dari biasanya. Yaitu, menu khas Negeri Kincir Angin (Belanda). Dan, restoran tersebut bernama FRIET MAYO KUTA.  

INSPIRASI DUA NEGARA

Perlu diketahui bahwa Jalan Legian dan Pantai Kuta ibarat dua sisi mata uang. Dua kawasan itu merupakan kawasan legenda di Kuta Bali. Setiap hari, Kawasan ini merupakan yang terpadat dengan hiruk-pikuk hiburan, khususnya dunia malam. Apalagi, banyak kalangan yang menyatakan bahwa kawasan ini seperti kampung kedua Australia. Hal ini dikarenakan banyaknya wisatawan Australia yang laliu-lalang dan mendominasi kawasan ini seperti kampungnya sendiri.
Menyajikan kuliner atau jajanan khas Belanda bukanlah perkara mudah. Pertama, kawasan Kuta dikenal dengan wisatawan Australia. Jadi. memperkenalkan kuliner khas Belanda perlu perjuangan. Bukan hanya membangun kesadaran (awareness). Tetapi, juga berjuang agar kuliner yang disajikan bisa diterima dengan baik. Kedua, kawasan ini dikenal dengan biaya sewa yang tinggi. Maka, membangun usaha di kawasan Kuta perlu perhitungan matang dan nyali bisnis yang tinggi. Salah perhitungan, maka kebangkrutan bisa datang kapan saja.
Saya banyak belajar dari pemilik FRIET MAYO KUTA. Usaha ini timbul dari sebuah mimpi dan tekad yang wajib diwujudkan. Dialah seorang PUJI PRASTUTI. Bukan hanya status single karena belum menikah. Tetapi, dia benar-benar seorang Single Worker. Pekerja mandiri yang bernyali tinggi. Sejatinya, ia adalah seorang fotografer. Karena, berhubungan akrab dengan teman dari Belanda, maka ide membuat usaha FRIET MAYO KUTA bisa terwujud.
Teman Belandanya memberi saran agar PUJI PRASTUTI bisa menjadi fotografer hotel. Tetapi, wanita asal Bogor Jawa Barat ini tidak sreg dengan bidang pekerjaan yang disarankan kepadanya. Dengan tekad dan keyakinan, maka dia pergi ke Bali untuk membangun sebuah usaha kuliner. Karena, melihat keyakinan Puji Prastuti, teman Belandanya memberi masukan agar membuka usaha menu khas Belanda saja. Sesuai dengan mimpi yang pernah diinginkan terdahulu.
Tanpa modal yang cukup untuk membangun usaha. Hampir sebulan, Puji Prastuti dan teman Belandanya mencari tempat yang cocok untuk usaha. Setelah melewati berbagai pertimbangan yang matang. Maka, Jalan Legian Gang Bedugul Nomor 2A Kuta menjadi pilihan yang pas 3 tahun lalu. Dan, atas kebaikan teman Belandanya, Puji Prastuti mendapatkan bantuan dana untuk membangun usahanya tersebut.
Perjalanan usaha tak semudah membalikan telapak tangan. Penunjuk jalan atau gang Bedugul dicopot oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Itulah sebabnya, banyak orang yang bingung saat mencari alamat FRIET MAYO KUTA. Saya sendiri bingung dan harus memutar jalan dua kali untuk sampai di alamat usahanya. Sebagai patokan, gang Bedugul ini terletak di seberang Banjar Pengabetan Kaja Kuta Bali. Anda tinggal masuk gang sempit yang muat hanya satu mobil, sejauh 50 meter dari jalan Legian.        


Berkomunikasi dengan pemilik FRIET MAYO KUTA, Mbak Puji Prastuti (Sumber: dokumen pribadi)


GILA, RASA NENDANG BANGET!

Sungguh, menu yang disajikan oleh FRIET MAYO KUTA masih asing di telinga saya. Melihat sebelumnya pun belum pernah. Namun, mampir di restoran mini tersebut membuka mata saya. Bahwa, kuliner atau jajanan Belanda yang disajikan sungguh menggoda. Menu yang ada berbahan dasar kentang yang mengalami 2 kali penggorengan. Ada tambahan atau toping dari mayonnaise, Peanut Sauce (sambal atau saos kacang), dan Onion (bawang Bombay).

Fries (kentang goreng) dengan dua kali penggorengan (Sumber: dokumen pribadi)


Ada 2 menu utama yang disajikan bagi para pelanggan yaitu FRIET OORLOG atau PATATJE OORLOG, GRILLED CHICKEN SATAY (Serve with Fries). Saya mencoba semua menu tersebut. FRIET OORLOG mengandung FRIES (Kentang), Mayonaise, Peanut Sauce (Saos atau sambal kacang) dan Onion (Bawang Bombay). FRIET OORLOG disajikan ala Belanda dengan menggunakan wadah kertas..Rasanya gila, enak banget!


Rasa FRIET OORLOG yang lezat dengan harga yang terjangkau (Sumber: dokumen pribadi)


Menurut pemiliknya, kentang yang disajikan seharusnya dipotong kecil-kecil khas Belanda. Seperti, yang sering anda nikmati di berbagai restoran siap saji. Namun,  FRIET OORLOG disajikan dengan potongan kentang goreng yang lebih tebal ala Belgia. Rasanya, benar-benar lebih nendang dan bikin nagih!


FRIET OORLOG, rasanya bikin nagih (Sumber: dokumen pribadi)


Saya juga mencoba menu yang tidak kalah lezatnya, yaitu GRILLED CHICKEN SATAY. Sate yang dibuat seperti sate luluh khas Bali. Tetapi, bentuknya lebih panjang. Disajikan bersama Peanut Sauce dan Fries. Rasa Peanut Sauce-nya  agak manis. Jadi sangat cocok bagi anda yang tidak suka pedas gila.
Menikmati GRILLED CHICKEN SATAY membuat anda merasa kenyang. Apalagi, dengan harga yang sangat terjangkau. Kenapa? Makan kentang gorengnya saja sudah bikin kenyang. Ditambah lagi, makan satenya yang bikin anda ketagihan. Apalagi, menikmatinya persis di pinggir jalan. Di mana, mobil dan sepeda motor yang berjalan secara verbodeen dari arah Pantai Kuta ke jalan Legian. Makin asik! 



Menu GRILLED CHICKEN SATAY (Sumber: dokumen pribadi)


Bukan hanya menu yang menggugah selera. Dan, cita rasa khas Belanda yang sangat cocok di lidah saya. Tetapi, kerja keras sang pemilik Puji Prastuti menjadi iinspirasi bagi siapapun. FRIET MAYO KUTA terwujud dari inspirasi dan mimpi besar dua negara, Indonesia dan Belanda. Mereka yang berjuang untuk memperkenalkan kuliner atau jajanan Belanda kepada masyarakat Lokal.
Benar, apa yang dikatakan oleh Puji Prastuti bahwa anda bisa menikmati kuliner Fries (kentang goreng) dengan cita rasa yang enak dan harga yang sangat terjangkau. Saat anda jalan-jalan di kawasan Kuta, maka  FRIET MAYO KUTA akan membawa kepuasan dan kenangan yang indah. Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat pengalaman saya di video berikut:



FRIET MAYO KUTA. Kuliner atau Jajanan Belanda di gang sempit Kuta (Sumber: dokumen pribadi/YouTube)

No comments:

Sharing Economy, Cara Cerdas Penanganan Percepatan COVID-19

Berbagi kebutuhan ekonomi (sharing economy) mampu mempercepat penanganan COVID-19 (Sumber : republika.co.id) Saya sudah membah...