Tuesday, February 11, 2020

MEROKETNYA HARGA MASKER




Beberapa merek masker yang dijual di pasaran (Sumber: sophee.com)






Virus Corona telah menghantui beberapa negara di dunia. Ratusan manusia meninggal dunia. Khususnya di Tiongkok, di mana Virus Corona berasal. Hal yang menarik dari kasus Virus Corona adalah kebutuhan akan Masker yang meningkat tajam. Meroketnya Harga Masker pun tak terkendali. 
Bali sebagai pariwisata dunia, wisatawan Tiongkok banyak yang “pulang kampung”. Namun, sebagian bertahan di Bali karena terpesona keindahan Bali. Atau, takut tertular dahsyatnya Virus Corona di kampung halamannya.

Kebutuhan Masker

Untuk mencegah menularnya Virus Corona, maka hal pertama kali dilakukan dengan memakai masker. Menarik, seperti di awal tulisan bahwa HARGA MASKER kian melambung tinggi terutama di Bali. Saya rajin berselancar harga barang di Bali, karena bergabung dengan salah satu grup Market Place. Jujur, sebelum mewabahnya kasus Virus Corona, saya tak menemukan satu postingan pun yang menjual Masker. Mungkin, masker bukanlah produk yang mempunyai nilai jual tinggi atau menguntungkan.
Namun, setelah virus Corona menjadi trending topik dunia, saya melihat puluhan hingga ratusan postingan yang menjual masker. Bahkan, postingan orang atau pihak yang membutuhkan jumlah masker puluhan dus. Luar biasa.
Saya menyempatkan diri mendatangi beberapa distributor masker besar di Kota Denpasar. Fakta mengejutkan bahwa keberadaan masker hilang tak bertuan. Jawabannya, masker telah diborong untuk dikirim ke Tiongkok. Ya, saya sendiri  telah melihat berita di media lokal. Yang melansir bahwa sebuah asosiasi pemandu wisata Bali yang simpati kasus Virus Corona, BERSIMPATI dengan mengirim puluhan dus masker ke Tiongkok.
Perlu diketahui bahwa harga masker sebelum kasus Virus Corona berkisar antara 20-30 ribu per boks dari berbagai merek dan kemasan. Tiap boks berisi 50 lembar masker dan dijual oleh warung secara eceran Rp 1.000 per lembar. Tetapi, sejak kasus Virus Corona muncul, harga masker mulai merambat naik, dari harga 35 ribu per boks. Kini, masker mampu dijual dengan harga menyentuh angka 160 ribu per boks. Bukan untuk didistribusikan di kawasan Bali. Tetapi, dikirim ke Tiongkok. Dan, permintaan atas masker tetap tinggi.

Spekulan

Bagaiamana dengan pasar Bali? Dengan harga yang melambung tinggi membuat harga masker lokal menjadi kacau balau. Pejual lokal mulai susah dan enggan untuk mendapatkan masker. Kecuali, PIHAK YANG BERKANTUNG TEBAL DAN MEMANFAATKAN KESEMPATAN. Saya sempat ngobrol dengan salah satu pemilik distributor besar di Kota Denpassr. Dia menjual masker dengan kisaran harga 40 ribu. Ada pembeli partai besar dari sebuah kota di Bali. Hebatnya, mampu menjualnya kembali dengan kisaran harga 160 ribu per boks. Sungguh, menjadi orang yang kaya mendadak.
Banyak spekulan yang membeli masker dari pulau Jawa, untuk dijual kembali di Bali. Sayangnya, bukan untuk pasar Bali sendiri. Tetapi, untuk dijual dengan harga yang meroket ke Tiongkok. Pangsa pasar Bali tinggal gigit jari. Harga mahal dan barang pun susah dicari.  
Sepertinya, masalah harga masker yang melambung tinggi terbaca oleh pihak kepolisian. Kemungkinan, merespon keluhan atau pengaduan dari masyarakat. Razia atau penggeledahan kiriman masker di lintasan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk pun digelar. Seorang pemilik distributor besar di Kota Denpaasar, yang ngobrol dengan saya menyatakan bahwa pesanan maskernya tertahan di lintasan pelabuhan Ketapang - Gilimanuk.
Menurut saya, harga masker tinggi dan distribusi masker yang “susah” di Bali merupakan salah satu pemicunya. Sebagai informasi, masyarakat Bali juga perlu hati-hati dalam penyebaran Virus Corona. Oleh sebab itu, kebutuhan masker pun sangat dibutuhkan. Bukan hanya menangkal penyebaran Virus Corona. Juga, untuk kebutuhan lainnya. Namun, ketika keberadaan masker sulit dan mahal untuk diperoleh, maka akan menjadi sebuah masalah.
Kasus Virus Corona menimbulkan banyak spekulan yang memanfaatkan keuntungan besar dengan menumpuk kebutuhan masker. Dan, menjualnya dengan harga yang meroket dan tidak masuk akal. Saya sendiri melihat langsung seorang warga Tiongkok, yang memesan kurang lebih 30 dus masker dengan mobil pick up.    Keterangan  dari driver yang menemaninya, akan dikirim langsung ke Tiongkok. Sebagai informasi, setiap dus terdiri dari 40 boks masker.
Masih ada orang yang tega mengambil keuntungan besar di balik sebuah kesusahan. Bagi saya, silahkan mengambil keuntungan untuk bisnisnya, tetapi buatlah harga yang wajar. Serta, berikan kesempatan agar masker tersebut bisa beredar di Bali secara normal.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang terjadi dengan harga masker ketika kasus Virus Corona telah membaik? Apakah harga masker bertahan dengan harga yang gila-gilaan itu. Atau, kembali ke harga normal. Semuanya akan terjawab setelah kasus Virus Corona tidak lagi menjadi isu dunia.

3 comments:

MENJADI HAMBA TUHAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN said...

Meroketnya harga masker membuat distribusi masker di Bali menjadi terkendala.

HerminiYuliawati said...

Kaget dengan harga masker sekarang, bisa nyampe 350 per box. Wkwkwk

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@Hermini Yuliawati : Inilah kelakuan dari para mafia atau spekulan teh.Nyata banget. Gokil banget 350 ribu per boks.

Cegah Dampak Buruk Alergi Pada Anak dengan ASI dan Nutrisi Lengkap & Seimbang

Mencegah dampak buruk alergi pada anak dengan ASI dan Nutris Lengkap & Seimbang (Sumber: Danone Indonesia/diolah)     Tanggal 25 Jan...