Thursday, March 26, 2020

Dokter, Garda Terdepan Penanganan Pasien Virus Korona



Dokter, garda terdepan penanganan Virus Korona (Sumber : merdeka.com/diolah)



         Penyebaran Virus Korona telah menjadi pandemi. Menyebar secara bersamaan di seluruh dunia. Dan, profesi yang menjadi Garda Terdepan Penanganan Virus Korona adalah Dokter. Ya, dokter menjadi sosok yang menjadi bukti kekuasaan Tuhan YME untuk menjadi penyelamat jiwa manusia yang mengalami karantina. Kini, di Indonesia sendiri, profesi dokter dielu-elukan banyak pihak, termasuk orang nomor satu Republik Indonesia (RI) Presiden Jokowi.

Rentan Virus Korona

       Perlu diketahui, tim medis yang terlibat dalam penanganan pasien positif Virus Korona adalah sosok yang tiga hingga lima kali rentan terpapar Virus Korona. Namun, mereka ikhlas dalam proses penyembuhan dan penyelamatan pasien Virus Korona. Bahkan, nyawa mereka pertaruhkan untuk kondisi terburuk sekalipun. Dengan kata lain, mereka tidak takut jika kematian menjemput kapan saja. Karena, sudah menjadi tugas dalam penyelamatan kemanusiaan.

        Tim medis harus bekerja ektra keras, siang dan malam. Mungkin, kerja mereka nonstop dua puluh empat jam. Anda harus tahu bahwa mereka juga manusia seperti kita. Kelelahan dan rasa ngantuk yang datang tiba-tiba bisa menghantui kapan saja. Bahkan, kondisi tubuh yang mendadak drop bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, kita mesti berdoa untuk kekuatan tubuh mereka dalam menjalankan tugas mulia untuk menangani pasien Virus Korona.

          Alat Pelidung Diri (APD) tentu sangatlah mutlak dibutuhkan. Agar steril dan tidak terpapar oleh Virus Korona dari pasien yang ditanganinya. Oleh sebab itu, gejala-gejala yang dialami oleh masyarakat seperti gejala virus Korona tidak dianggap main-main. Seperti kasus bule yang mendadak meninggal di pinggir jalan Imam Bonjol Denpasar Bali. Masyarakat dilarang untuk mendekatinya. Selanjutnya, bantuan datang dari tim medis Rumah Sakit yang berpakaian steril dengan Alat Pelindung Diri (APD).

         Banyak dokter yang muncul dan viral di media sosial membagikan pesan kebaikan. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi mesti waspada dalam menghadapi pandemi Virus Korona. Ada juga dokter yang tampil di salah satu acara stasiun swasta Indonesia Lawyer Club (ILC). Dokter yang menyatakan bahwa untuk menghentikan penyebaran virus Korona membutuhkan kepedulian dari para orang kaya atau keuangan berlebih. Dengan kata lain, perlunya sinergi dan kerja sama dalam menangani percepatan Virus Korona.

      Dokter menjadi profesi harapan besar bagi rakyat Indonesia dalam penanganan pasien Virus Korona. Viral di media sosial, Dokter Handoko yang telah berumur 80 tahun rela mendarmabaktikan untuk terlibat dalam penanganan Virus Korona. Bekerja tanpa kenal letih, yang akhirnya bersangkutan harus dirawat di ruang ICU. Kontribusi luar biasa Dokter Handoko membuat banyak pihak memberikan respek yang luar biasa. Bahkan, doa terbaik agar Dokter Handoko diberikan kesembuhan secepatnya.



Dokter Handoko, salah satu dokter yang menginspirasi banyak orang karena terlibat dalam penanganan Covid-19 (Sumber : medcom.id)



Pengorbanan Nyawa

      Sebagai Garda Terdepan penanganan pasien Virus Korona, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga harus kehilangan putra terbaiknya. Dalam akun twiternya @PBIDI Minggu (22/3/2020) telah merilis keenam dokter yang meninggal dunia saat menangani pasien Virus Korona, yaitu:
  1. dr Hadio Ali SpS, IDI Cabang Jakarta Selatan
  2. dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI Cabang Kota Bogor
  3. dr Laurentius P, SpKJ, IDI Cabang Jakarta Timur
  4. dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI Cabang Kota Bekasi
  5. dr Ucok Martin SpP, IDI Cabang Medan
  6. dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat.
Air mata duka dan rasa bangga dari masyarakat terhadap pengabdian besar mereka akan tetap terkenang sepanjang sejarah Indonesia. Bila perlu, Pemerintah memberikan anugerah sebagai pahlawan bidang kemanusiaan. 



Enam (6) dokter yang meninggal dalam penanganan Covid-19 (Sumber : brito.id)



     Bahkan, profesi dokter yang berjibaku sebagai tim medis Covid-19 tidak semudah membalikan telapak tangan untuk bertemu keluarganya. Bukan hanya sulit bertemu karena profesi dokter harus konsentrasi menangani pasien Virus Korona. Tetapi, kerentanan penyebaran virus Korona yang patut diwaspadai. 

   Bukan hanya dokter yang berkorban waktu untuk tidak bertemu dengan keluarganya. Tetapi, keluarga pun berkorban untuk tidak bertemu dengan dokter. Sebuah pengorbanan tinggi yang perlu diapresiasi tinggi. Dalam sebuah akun twitter @JalalMisai yang menggambarkan seorang dokter yang memakai masker hanya bisa berdiri memandang dua anaknya dari luar pagar rumah. Itulah cara terindah dan pengabdian terbaik profesi dokter untuk melepas rasa kangennya. Sang dokter dan kedua anaknya tidak bisa memeluk hangat seperti biasanya. Sungguh, pemandangan yang menyayat hati. 



Salah satu akun di Twitter @JalalMisai yang menunjukan seorang dokter hanya berdiri di luar pagar rumah untuk melihat anaknya (Sumber : @JalalMisai/Twitter)


     Dedikasi tinggi profesi dokter sebagai Garda Terdepan Penanganan Covid-19 tidaklah main-main. Setiap saat, nyawa mereka menjadi taruhannya, karena rentan terpapar Virus Korona. Sementara, kita dianjurkan untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Agar, pasien postif Virus Korona menjadi berkurang. Dengan demikian, kita bisa mengurangi kerja tim medis dalam penanganan Covid-19.

          Dokter menjadi sosok kebanggaan semua bangsa di dunia. Pantas saja, jika sejak dulu profesi dokter menjadi mimpi dan cita-cita terbaik. "Nak, kalau nanti sudah besar, cita-cita kamu ingin jadi apa?" sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan orang tua kepada anaknya. "Ingin jadi doktel" jawab sang anak yang masih lucu dan lugu. "Kenapa harus jadi dokter nak?" tanya kembali orang tua kepada anaknya. "Karena, jadi doktel bisa mengobati olang-olang" jawab anak kembali dengan penuh percaya diri.

        Ya, sejak dini, secara tidak langsung, kita telah memberikan gambaran atau pelajaran terbaik kepada anak. Bahwa, membantu manusia adalah profesi yang mulia. Dan, menjadi idaman anak-anak kita. Kini, profesi dokter mempunyai tugas mulia dalam menyelamatkan nyawa manusia. Yang sedang dikarantina karena virus Korona. Dukungan pun mengalir deras terhadap profesi dokter. Doa terbaik untuk para dokter yang sedang bertugas. Serta, pasien yang sedang mengalami masa karantina. 

       Bahkan, dari kinerja para dokter akan memberikan pelajaran atau penemuan berharga untuk dicarikan anti virus Korona. Dokter, bukan hanya Garda Terdepan penanganan Virus Korona. Tetapi, profesi dokter telah menimbulkan banyak empati masyarakat dan persatuan bangsa. Pesan-pesan kebaikan para dokter di media sosial membuat kita paham dan waspada dalam menghadapi pandemi Virus Korona. 

         Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya hanya mengatakan bahwa saya angkat topi buat para tim medis yang terlibat dalam penanganan percepatan Covid-19. Percayalah, darmabaktimu akan selalu terkenang sepanjang jaman. Tetaplah sehat para dokter, karena Indonesia selalu menantikan pengabdianmu. 

"Biarlah para dokter yang bekerja. Kalian di rumah saja". Salam hormat.


Denpasar (Work From Home/WFH), 26 Maret 2020          

1 comment:

MENJADI HAMBA TUHAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN said...

Sebagai garda terdepan penanganan virus korona, peran dokter akan jadi sejarah.

Lebaran Ketupat di Masa Pandemi Virus Corona

Lebaran Ketupat di Masa Pandemi Virus Corona (Sumber: dokumen pribadi) Meskipun, kondisi sedang Pandemi Virus Corona. Tetapi, umat Islam tak...