Thursday, November 11, 2021

KAMU HARUS BERKUNJUNG KE PANTAI NUNGGALAN INI! PESONANYA GAK BIKIN KAMU CEPAT-CEPAT PULANG

 

Pantai Nunggalan Bali tampak dari ketinggian (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

          Pandemi Covid-19 makin terkendali dan geliat pariwisata mulai bangkit. Salah satunya, destinasi pariwisata Bali mulai dibuka. Wisatawan mancanegara pun mulai diperbolehkan datang ke Bali sejak tanggal 14 Oktober 2021 lalu. Tentu, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dong. Ayo, siapa yang pengin dan kemas-kemas koper untuk meluncur ke Bali? 

          Nah, di tulisan kali ini, saya ajak anda untuk berjalan-jalan di salah satu destinasi wisata pantai yang ada di kawasan Uluwatu Badung Bali. Memang sih, ketenarannya tidak seperti Pantai Pandawa. Namun, anda dijamin berdecak kagum dan tidak mau buru-buru pulang ke rumah.

          Yup. Saya ajak anda untuk menikmati pesona Pantai Nunggalan (Nunggalan Beach). Pantai ini berjarak kurang lebih 40 km dari pusat Kota Denpasar, di mana saya tinggal. Atau, berjarak kurang lebih 17 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. So, anda bisa pakai mobil, motor pribadi atau rental untuk mengunjungi Pantai Nunggalan. Sebab, belum anda angkutan umum yang langsung menuju ke destinasi wisata tersebut.

          Anda tinggal meluncur ke tujuan Pura Uluwatu. Dari jalan besar Uluwatu, nanti anda akan melihat plang nama Pantai Nunggalan. Kurang lebih 3 km, anda akan menyusuri jalan beraspal selebar 3 meter. Lebar jalan ini hanya bisa bebas dilewati mobil dan motor. Bisa sih 2 mobil, tapi meski jalan merapat.

          Uniknya, tempat parkir pengunjung berada di pelataran Villa Plenilunio. Anda tinggal membayar biaya parkir dan sekalian tiket masuk pantai sebesar Rp5 ribu. Selanjutnya, anda akan menyusuri jalan setapak di samping kanan villa tersebut sebagai akses menuju Pantai Nunggalan.

          Sungguh, akses masuk menuju Pantai Nunggalan ini masih alami. Saya teringa akses ke Pantai Nyang-nyang, yang jaraknya kurang lebih 3 km dari Pantai Nunggalan. Saya pikir, jarak tempuh dari tempat parkir ke pantai hanyalah ratusan meter. Tenyata, saya salah. Saya harus menempuh jarak tempuh kurang lebih 3 km. Kalau jalannya datar sih oke-oke saja.

          Akses menuju Pantai Nunggalan merangsang adrenalin anda. Anda seperti merobos dalam hutan, yang konturnya berbelok-belok menurun. Jika, kondisi anda benar-benar prima dan tanpa istirahat, maka dari tempat parkir ke pantai membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Kalau sering istirahat? Ya, anda hitung sendiri, berapa lama waktu istirahatnya.

          Kontur akses menuju Pantai Nunggalan ini benar-benar menguras tenaga saya, apalagi ketika naik. Saya membutuhkan waktu tempuh kekira 1 jam. Dan, saya beristirahat lebih dari 5 kali. Karena, kelelahan dan kaki benar-benar terasa mau patah.  



Akses menuju Pantai Nunggalan yang masih alami dengan jarak tempuh kekira 3 km  (Sumber: dokumen pribadi)

 

          Namun, ibarat pepatah yang mengatakan, “usaha tidak akan mengkhianati hasil”. Rasa lelah saya menelusuri trek yang bikin badan bermandikan keringat terbayar lunas. Saya disambut dengan pemandangan pantai yang tidak kalah “pasir putihnya” dengan Pantai Pandawa.

          Kondisi Pantai Nunggalan ini benar-benar alami dan memanjakan mata. Di sisi kiri pantai terdapat spot menarik bagi anda yang suka berselancar (surfing). Di beberapa spot pinggir pantai, terdapat warga lokal yang menawarkan kuliner dan minuman kelapa muda pelepas dahaga.

          Anda bisa “ngiyup” alias berteduh di pinggir pantai. Karena, di sepanjang pantai ini dipenuhi dengan tumbuhan yang rindang. Rasanya teduh dan adem, jika anda ingin istirahat sambil bermain swing atau ayunan. Anda  juga bisa memainkan keindahan lapangan rumput yang luas, yang berada tidak jauh dengan spot surfing. Serasa anda sedang berada di savana (padang rumput) dengan latar belakang bukit yang menghijau.

 

 

Pesona Pantai Nunggalan dengan pasir putihnya (Sumber: dokumen pribadi)

 

          Karena Pantai Nunggalan masih baru dan terasa alami. Maka, anda belum bisa menemui kursi-kursi malas (kursi pantai) buat rebahan. Namun, kekurangan Pantai Nunggalan ini, akan membayar lebih anda dengan spot yang bikin viral di media sosial. Apa itu? Spot kapal terdampar yang ada di pinggir pantai.

          Kapal terdampar yang pecah (entah karena apa??) ini akan memanjakan diri anda dengan kenangan yang tidak akan anda lupakan. Kapal yang menyisakan (sepertinya bagian depan saja?) jangan sampai anda lewatkan untuk ber-selfie ria. Karena, spot inilah yang menjadi daya tarik Pantai Nunggalan. Dijamin, anda gak pengin buru-buru pulang, sebelum mendapatkan jepretan spot instagrammable ini.   


 

Spot unik kapal terdampar di Pantai Nunggalan tampak samping (Sumber: dokumen pribadi)



Spot unik kapal terdampar di Pantai Nunggalan tampak depan (Sumber: dokumen pribadi)

 

          Spot kapal terdampar ini makin dramatis, saat anda menjepretnya menjelang sunset (matahari terbenam). Saya pribadi bersama istri ingin memanfaatkan momen dramatis ini. Tetapi, melihat kondisi pengunjung yang masih sepi, saya berpikir ulang, jika pulang tempat parkir dalam kondisi gelap. Mau tahu alasannya?

          Percaya atau tidak, trek menuju Pantai Nunggalan ini seperti anda menerobos hutan. Saya merasa aura horor di beberapa titik akses masuk Pantai Nunggalan ini. Coba anda bayangkan, di saat anda kelelahan dan mencoba berhenti sebentar dalam perjalanan naik ke tempat parkir. Padahal, kondisi dalam gelap. Maka, aura horor plus merinding mendadak muncul seketika. Namun, jika banyak pengunjung, maka suasana seperti ini bisa hilang. Oleh sebab itu, saya berusaha untuk mengunjungi Pantai Nunggalan saat siang hari bersama belahan jiwa.


    

Gembira bersama belahan jiwa di Pantai Nunggalan (Sumber: dokumen pribadi)

 

          Bagi anda yang ingin tahu perjalanan saya menelusuri Pantai Nunggalan, bisa lihat video berikut. Jangan lupa tinggalkan komentar ya.  


 

Pesona Pantai Nunggalan Bali (Sumber: dokumen pribadi/Youtube)


No comments:

LGBT, Perilaku Manusia Melawan Hukum Alam

  Warna-Warni yang melambangkan kaum LGBT (Sumber: shutterstock)         "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil ber...