Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Sunday, March 25, 2018

Indahnya Hari Nyepi dari Bukit Puncak Pesona Bali




Kolam renang di roof top atau lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)




Ada pepatah unik, “Di Bali, setiap hari adalah liburan”. Hal ini menunjukan bahwa Bali selalu mempunyai kegiatan unik sebagai tujuan wisata. Baik, rangkaian kegiatan yang berlangsung secara berkala atau rutin tetapi ada rangkaian kegiatan unik yang berlangsung secara annual (tahunan). Salah satu ritual kegiatan yang berlangsung secara tahunan adalah perayaan Hari Raya Nyepi (Silence Day).
Kebetulan, Hari Raya Nyepi jatuh pada tanggal 17 Maret 2018 lalu. Suasana Hari Nyepi selalu menarik perhatian bukan hanya bagi warga Hindu Bali sendiri tetapi bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Banyak wisatawan yang penasaran ingin merasakan “seperti apa” rasanya mengalami Hari Nyepi, di mana masyarakat Hindu Bali khususnya sedang melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu: Amati Geni (tidak boleh menyalakan lampu), Amati Karya (tidak boleh bekerja), Amati lelungan (tidak boleh melakukan perjalanan ke luar rumah) dan Amati lelanguan (tidak boleh menghibur diri).
Dalam dunia hospitality, khususnya bisnis perhotelan banyak yang meluncurkan paket Nyepi. Serta, program-program menarik selama Hari Nyepi. Salah satunya adalah Golden TulipBay View Hotel & Convention Bali. Paket Nyepi dengan program-program menarik membuat occupantion (daya tampung hotel) full booking 100% alias semua dipesan oleh para tamu. Selanjutnya, pihak hotel pun siap melayani para tamu dengan pelayanan yang professional  dan memuaskan.
Para tamu hotel bisa menyaksikan Parade Ogoh-ogoh yang diadakan tidak jauh dari hotel. Menjelang pelaksanaan hari Raya Nyepi atau malam pengerupukan menjadi gemerlap dengan diadakannya Parade Ogoh-ogoh (boneka raksasa) oleh banjar setempat guna menolak segala niskala (keburukan) umat manusia. Banyak tamu hotel yang tidak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan parade Ogoh-ogoh tersebut. Anda juga bisa melihat parade Ogoh-ogoh di video berikut:



Parade Ogoh-ogoh di banjar dekat Golden Tulip Bay View Hotel & 
Convention Bali (Sumber: dokumen pribadi/You Tube)


View dari Kamar
Saya dan istri juga tidak melewatkan kesenmpatan yang baik untuk menikmati suasana menginap di Golden Tulip Bay View Hotel & Convention Bali saat perayaan Hari Raya Nyepi. Meskipun, bukan pertama kali menginap di hotel tersebut tetapi merasakan menginap saat suasana Hari Nyepi merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Seperti biasanya, kondisi kamar yang nyaman, luxury dan “mbetahi” (bikin betah) menjadi pengalaman yang menarik bukan hanya untuk saya tetapi anda juga mesti mencobanya.


Menginap di kamar yang nyaman, luxury dan “mbetahi” di lantai 
8 hotel (Sumber: dokumen pribadi)


Golden Tulip Bay View Hotel & Convention Bali memang menawarkan pemandangan lansekap sebagaian pulau Bali yang indah dan bisa dinikmati dengan mata telanjang dari roof top (lantai 5). Namun, kali ini bisa menikmati pemandangan yang indah dengan bebas dari lantai 8. Wow, lebih amazing lagi kan dari lantai di bawahnya? Tentu. Bahkan, jika melihat lansekap seperti pantai Kedonganan, Jimbaran, Tuban dan lain-lain akan terlihat “super amazing” ketika cuaca sangat bersahabat. Berasa pengin seperti “Superman” dan terbang keliling dari ketinggian.   



 Pemandangan pantai Jimbaran, Kedonganan dan Tuban (Sumber: dokumen pribadi)


Seperti namanya, Golden Tulip Bay View Hotel & Convention Bali juga menawarkan pemandangan daratan yang menjorok ke lautan (bay) dari lansekap bandara Internasonal Ngurah Rai. Dengan mata telanjang saja, anda bisa melihat pesawat take off dan landing. Apalagi, saat malam hari, jika tidak suasana Nyepi maka lampu bandara bagai ratusan cahaya bintang yeng kelap-kelip. Namun, karena Hari Nyepi aktivitas bandara kini membisu. Yang tampak hanyalah kondisi bandara yang sedikit diselimuti kabut menjelang sore hari.



Pemandangan Gunung Batukaru dan bandara internasional Ngurah Rai 
(Sumber: dokumen pribadi)


Yang menarik adalah penampakan indahnya Gunung Agung sungguh mempesona. Aduhhhh, anda akan rugi jika melewatkan untuk menikmati keindahan tersebut. Gunung Agung yang merupakan ciri khas pulau Dewata dan beberpa bulan lalu mengalami erupsi beberapa kali sungguh menjadi pemandangan yang menakjubkan. Jika anda seorang fotografer, saya yakin menjadi objek yang mengagumkan. Oh ya, buktikan brosis!  


Keindahan Gunung Agung sulit untuk dilewatkan (Sumber: dokumen pribadi)


Instagrammable Spot
Sungguh, Golden Tulip Bay View Hotel & Convention Bali merupakan hotel bintang 4+ yang menyajikan banyak instagrammable spot. Jadi, bukan hanya pemandangan lansekap sebagian pulau Bali yang mengelilinginya tetapi keindahan di kawasan hotel sendiri juga menjanjikan jika anda sedang malas atau ogah jalan-jalan ke luar hotel. Sebut saja, Loving Bridge (Jembatan Cinta) yang berada di lantai 5. Jembatan berkayu yang berpagar di kanan dan kirinya menghubungkan gedung I (lantai 1-5) dan gedung II (lantai 6-9).
Saat anda berada di Jembatan Cinta ini, pemandangan yang ada di sekitarnya membuat anda betah berlama-lama. Air terjun (waterfall) buatan dan hiruk pikuk penghuni kolam renang di lantai 5 serta menimmati tumbuhan atau bunga bisa menjadi suasana romantis saat anda mengatakan kata “Cinta” dengan pasangan sejati anda. Cieee! 


Jembatan Cinta (Loving Bridge) di lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)


Instagrammable spot di selasar dari Jembaan Cinta menuju Branche Restaurant juga menjadi spot yang menarik untuk diabadikan. Kombinasi latar belakang tembok batu bata dan pepohonan hijau di seberangnya memberikan suasana alami dan tradisional. Apalagi, dengan kombinasi atap dari kaca tembus cahaya membuat jepretan anda akan lebih mengagumkan. So, jangan lewatkan untuk mengabadikan di area ini.

  
Selasar menuju Branche Restaurant (Sumber: dokumen pribadi)


      Sama seperti selasar di atas, kali ini adalah selasar yang menghubungkan Jembatan Cinta ke arah Balangan Meeting Room. Kondisi selasar yang didominasi warna putih menjadikan spot lebih ceria dan terang. Lantai yang didesain dengan gambar daun serta pelindung atap yang juga dari kaca tembus cahaya serta tiang dari baja & pepohonan hijau di kanan dan kiri selasar membuat suasana alami berbalut klasik. Dijamin, jepretan kamera anda makin yahud


 Selasar menuju ruang pertemuan (meeting room
(Sumber: dokumen pribadi)


Beralih ke roof top di lantai 5, banyak spot-spot menarik yang harus anda abadikan. Di kedua pojok roof top terdapat masing-masing bale bengong yang dilengkapi dengan meja dan kursi dari unsur kayu. Anda bisa mengabadikan dari bale bengong yang mana saja. Kedua-duanya sama-sama menarik karena dibatasi dengan pemandangan indah bentangan sebagian pulau Bali. Namun, saya dan istri menyempatkan untuk mengabadikan keindahan sambil duduk santai di kursi dari bale bengong sebelah kiri. Karena, posisinya seperti di tengah-tengah bagian bangunan hotel, jadi saya bisa melihat keindahan pemandangan dari sisi sebelah kiri hingga ke sebelah kanan. Bukan hanya itu, bale bengong yang berbatasan dengan kolam air membuat saya seperti berada di tengah alam. Keren! 


Menikmati indahnya pemandangan dari bale bengong di roof top 
(Sumber: dokumen pribadi)


Dari bale bengong ini, anda juga bisa menikmati pemandangan sambil berdiri agar pemandangan tampak lebih maksimal. Bersama pasangan atau teman anda dan bersandar pada pagar berkaca, serasa anda sedang menikmati unlimited vacation. Seru banget, kan?


Pemandangan indah dari roof top yang tiada habisnya (Sumber: dokumen pribadi)


      Bagi yang masih jomblo, anda juga mesti mengunjungi spot menarik yang ada di bagian tengah hotel dan masih di lantai 5. Nikmatilah spot Rama & Sinta Chapel yang bisa menginspirasi anda agar tidak jomblo terus. Serta,  memberi tenaga untuk secepatnya mencari gebetan secara serius agar bisa mengikat “janji sehidup semati” dalam upacara pernikahan (wedding) yang membahagiakan.    


Rama dan Sinta Chapel di lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)


      Di sekeliling Rama & Sinta Chapel tersebut juga berhiaskan spot yang sulit untuk anda lewatkan. Berbagai pepohonan hijau, rumput Jepang dan bunga Anggrek yang tumbuh menggantung di beberapa pohon menjadi spot yang membuat anda bahagia. Saya beberapa kali melihat grup wisatawan Tiongkok dengan tampilan modis meskipun usianya sudah tidak muda lagi dengan bermodalkan smartphone melakukan aksi narsis baik selfie maupun wefie. Jepret sana, jepret sini. Smilleeee ...



Pemandangan hijau di lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)


Mengisi Hari Nyepi
Untuk mengisi Hari Raya Nyepi agar tidak membosankan, maka area Roof Top merupakan area idaman para tamu untuk melakukan kegiatan seperti biasanya. Oleh sebab itu, baik siang dan sore hari Branche restaurant & Bar di buka seperti biasa. Tetapi, khusus saat perayaan Nyepi menyajikan beragam Hidangan Internasional dan Hidangan khas Bali. Serta, untuk sementara room service di buka 24 jam.


Branche Restaurant dan Bar buka 24 jam (Sumber: dokumen pribadi)


Wisatawan menggunakan area ini untuk membuat suasana tetap bahagia. Meskipun, sebelumnya pihak manajemen menghimbau para wisatawan untuk tetap dan selalu  menghormati rangkaian ritual selama Hari Raya Nyepi. Golden Tulip Bay View Hotel & Convention Bali yang berjuluk Bukit Puncak Pesona Bali benar-benar mempesona para tamu.
Tempat favorit para tamu di area ini adalah deretan meja kursi yang ada di sepanjang pagar pembatas roof top. Sambil makan, minum atau ngopi, mereka menikmati pemandangan pulau Bali yang diselimuti heningnya Hari Nyepi. Di area tersebut membuat para tamu tidak kehilangan suasana bahagia meskipun suasana Nyepi terekam dalam pandangan mereka.   



Deretan meja dan kursi di roof top (Sumber: dokumen pribadi)


Kolam renang yang ada di roof top menjadi tempat renang idola para dewasa. Karena, di kolam renang inilah pemandangan indah bisa dinikmati secara langsung. Kolam renang yang memanjang selemparan bola menjadi tempat asik untuk “duduk-dusuk malas” di kursi kolam renang. Pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang kolma renang membawa para tamu seperti berada di pantai alami. Menyenangkan sekali. 

  
Kolam renang di lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)


Kondisi di Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali tetap meriah meskipun Hari Raya Nyepi. Benar apa yang dikatakan oleh Bapak Mukti Ali – Marketing and Communication Manager Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali, “Di pagi dan sore harinya terlihat banyak tamu dari manca negara yang menginap di hotel mengambil moment memandang keindahan pulau Bali dari Rooftop di Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali, Para tamu bisa menikmati suasana dan pemandangan Indah antara jajaran perbukitan Jimbaran, indahnya  matahari terbit sampai matahari terbenam, pemandangan teluk jimbaran, bukit ungasan dan jimbaran, gunung Agung, Gunung Batu karu serta perkampungan setempat. Maka tak berlebihan apabila banyak yang menyebut tempat ini sebagai  Puncak Pesonanya pulau Bali”.
Lebih semarak lagi, pihak manajemen hotel juga mempunyai agenda khusus di Hari Nyepi 2018. Seperti di kolam renang roof top, garden pool yang berada di lantai 1 (bawah) menjadi tempat yang mengasyikkan untuk berkumpul bersama keluarga. Karena, di garden pool ini tersedia kolam renang dewasa dan anak-anak. Para remaja dan orang tua bisa menikmati kolam renang sepuasnya sambil menemani adik atau anak-anak mereka bermain air.   


Garden pool orang dewasa di lantai 1 (Sumber: dokumen pribadi)


Kid’s pool di lantai 1 (Sumber: dokumen pribadi)


Pihak manajemen hotel juga mengadakan acara menarik bagi para tamu. Di area garden pool, banyak tamu keluarga berkumpul, para orang tua duduk duduk di pinggir kolam renang sambil mengawasi anak anak mereka berenang dan bermain di kolam untuk anak anak, bermain seluncuran (Mini slide), beberapa saat kemudian anak anak di suguhi kegiatan “kid’s Corner”. Terlihat seru saat mereka bermain main balon balon yang di kreasikan dengan beragam bentuk oleh team recreation ada juga yang memilih kegiatan mewarnai. Dan tak kalah serunya saat anak anak dan orang tua ikut kegiatan membuat cookies, mendekorasikan dan menyanytap bersama bersama hasil kreasi mereka. Berikut, momen-momen keseruan anak-anak yang ditemani orang tua atau dewasa dalam membuat cookies dan membuat bentuk berbagai macam binatang dari balon:


Anak-anak sedang membuat cookies (Sumber: Golden Tulip Bay view)


Keseruan yang membahagiakan anak-anak dalam membuat binatang 
dari balon (Sumber: Golden Tulip Bay view)


Pihak manajemen hotel juga menyediakan mini theatre yang ada di Balangan Meeting Room. Film-film yang ditayangkan seperti Thor: The Ragnarok menarik perhatian saya dan istri.  Audio yang ciamik dan layar yang lumayan gede serasa menonton film Box Office di Cineplex 21. Bukan itu saja, para tamu juga bisa menyaksikan beragam TV movie terbaru yang di sediakan selama 24 Jam. Fasilitas olahraga seperti Fitness dan Spa juga di buka dari pagi  sampai jam 6 sore bagi para tamu yang suka melatih kebugaran atau sekedar ingin spa treatment.


Menonton Thor: The Ragnarok di Mini Theatre Balangan Meeting 
Room lantai 5 (Sumber: dokumen pribadi)


Nyepi yang Hening
Menarik sekali, meskipun suasana Nyepi yang membuat kondisi bagian luar hotel gelap gulita tidak menyurutkan niat para tamu untuk menikmati kegelapan malam terutama di roof top. Para tamu justru menikmati malam hari sambil duduk-duduk ssantai di roof top sembari menikmati milyaran bintang di langit. Banyak para tamu yang membawa kamera untuk mengabadikan momen yang unik ini.    
Saya pun meluangkan malam hari dengan menikmati gelapnya malam dan kelap-kelip bintang di langit. Di keheningan malam hari tanpa cahaya lampu, sesekali menikmati movie yang tayang nonstop. Banyak film-film Box Office yang disajikan. Kondisi ini bisa menghilangkan rasa bosan di keheningan malam Nyepi. Ketika melihat pemandangan ke luar dari balkon kamar, yang terlihat hanyalah gambaran hitam dan heningnya malam. Syahdu sekaligus hening. Inilah Nyepi!
Selanjutnya, saat yang ditunggu-tunggu adalah saat pagi hari setelah Hari Raya Nyepi. Menurut masyarakat Hindu Bali, berusaha menyempatkan diri untuk melihat sunrise (matahari terbit) adalah sebuah berkah. Mitos atau fakta? Tergantung sugesti anda. Sehabis sholat shubuh, saya pun menyempatkan diri untuk menikmati sunrise pertama kali setelah Hari Raya Nyepi. Bukan karena percaya mitos atau fakta tetapi dengan alasan menjadi pemandangan yang instagramabale spot yang tidak boleh dilewatkan. Lagi, udara pagi hari bisa dirasakan begitu segar dan menjadi anugerah dari lantai 8 hotel. Freshhhh ...
Lebih mengasyikkan menikmati pesona Gunung Agung saat diselimuti kabut tebal bagaikan Negeri di Atas Awan. Percayalah, anda akan terkagum-kagum dibuatnya. “Nikmat Tuhan mana yang Kalian Dustakan” menurut arti dari sepenggal ayat kitab suci Al-Qur’an. Saya sampai berpuluh-puluh kali mengambil shot kamera saking kagumnya pemandangan ini. Subhanallah ... Inilah indahnya ciptaan Tuhan yang bisa saya nikmati dari lantai 8 Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali.           


Pemandangan Gunung Agung sehabis shubuh (Sumber: dokumen pribadi)


Akhirnya, saya benar-benar bisa merangkai arti indah dari perayaan Hari Raya Nyepi 2018. Jika, Tuhan memberikan kesempatan pada waktu lain maka kesempatan seperti tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karena, arti indah bukan hanya diucapkan dengan kata-kata saja. Tetapi, arti indah mesti dirasakan dan dibuktikan. Dan, di  Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali telah melengkapi hidup saya dengan arti indah tersebut. Apalagi, selama Perayaan Nyepi di Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali, agenda hotel berlangsung dengan lancar dan aman. Selanjutnya, Golden Tulip Bay View Hotel and Convention Bali akan terus menghadirkan hal hal baru dalam meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin dengan  menghadirkan pelayanan dan fasilitas terbaik untuk pengunjung dan tamu yang menginap di hotel.
Yuk, liburan! (rev)


Pemandangan dari lantai 8 Golden Tulip Bay View Hotel and 
Convention Bali (Sumber: dokumen pribadi/You Tube)



Catatan:
Artikel ini juga ditayangkan di Kompasiana

Thursday, December 15, 2016

Best Western Resort Kuta



Semalam di Best Western Resort Kuta



Selamat datang di Best Western Resort Kuta



Menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, pulau Bali sedang panen berkah. Pariwisata yang ada di pulau Bali menjadi jujukan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kedatangan jalur darat maupun udara kian menyemut menjelang datangnya Natal dan pergantian tahun.
Saya melihat ratusan bus pariwisata yang berasal dari luar Bali menyesaki jalanan pulau Bali. Pemandangan yang tidak asing lagi meskipun Bali sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu. Tetapi, yang menarik adalah banyak wisatawan yang ingin menghabiskan malam Natal dan Tahun Baru di pulau Dewat ini.
Kondisi tersebut berdampak terhadap okupansi (daya kunjungan) ke seluruh sarana  pendukung pariwisata. Salah satu lini bisnis pariwisata yang sedang memanen berkah adalah bisnis perhotelan. Meskipun, persaingan bisnis perhotelan sungguh kejam (baca: bersaing), tetapi harga (cost) menginap di hotel dari segala kelas atau bintang menjadi naik.
Bahkan tarif hotel ada yang naik hampir 100 persen. Oleh sebab itu, selalu hukum permintaan berpengaruh terhadap hukum persediaan. Ketika permintaan begitu banyak, sedangkan persediaan konstan maka harga atau nilai sebuah barang atau jasa akan menjadi naik. Begitu pun dengan tarif hotel.

***

Lantas, apa yang menarik bisnis perhotelan bagi saya. Saya pun ikut nimbrung alias tidak mau kalah dengan para wisatawan yang mau menginap di hotel. Mendekati Natal dan Tahun Baru, saya mencoba mencicipi atau menginap di hotel kelas internasional, Best Western. Hal yang menarik adalah saya memanfaatkan “Voucher Complimentary” untuk menginap gratis di 2 (dua) hotel yang berbeda tetapi dalam satu manajemen. Selanjutnya, kisah menginap di hotel-hotel tersebut akan ditulis dalam kisah yang berbeda. Cekidot!   
Hotel pertama yang menjadi tempat untuk bermalam adalah Best Western Resort Kuta Hotel yang berada di jalan Kubu Anyar Nomor 118 Banjar Anyar Kuta Badung 80361. Ketika saya melakukan check in, kondisi cuaca sedang mendung. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk menikmati fasilitas yang disediakan oleh Best Western Resort Kuta.             
Hotel yang terletak di jalur lalu lintas yang tidak terlalu ramai (jalan protokol) membuat keadaan di sekelilingnya banyak dipenuhi dengan pepohonan yang rindang. Ketika saya dan istri datang ke Kantor Depan (Front Office), karyawan yang sedang bertugas menyambut kami dengan senyum dan ramah.
Saya melihat kondisi ruang tunggu yang terlihat luas dan terbuka membuat sirkulasi udara menjadi bebas. Kadang angin yang bertiup menyergap badan saya. Rasa dingin karena cuaca yang mendung membuat bulu kuduk berdiri. Sedangkan, ornamen dan hiasan yang ada terkesan desain lokal sehingga membuat suasana “Bali banget” seperti ukir-ukiran dinding yang terbuat dari batu kapur. Unik banget!   
Televisi flat yang terpasang di bagian dinding belakang Front Office membuat pemandangan yang menarik bagi tamu yang sedang melakukan check ini atau pengunjung ketika menunggu saudara, teman, kerabat atau relasi bisnisnya. Menjelang Natal, hiasan pohon Natal tidak ketinggalan menghiasi samping kanan Front Office. Gantungan angpao dan asesoris natal menjadi semakin semarak.



Front Office yang luas dengan hiasan yang unik

Melangkah ke bagian lebih dalam, kita berada di kawasan terbuka (beratapkan langit) yang biasa digunakan untuk berbagai macam kegiatan ketika suasana tidak turun hujan. Yang di depannya terdapat bar untuk melayani para tamu. Di kawasan ini, suasana budaya Bali lagi-lagi membuat “kearifan lokal” tetap terjaga.
Karena, masih di kawasan terbuka tersebut tumbuh subur pohon beringin yang berselimutkan kain “poleng”. Kondisi ini menunjukan bahwa pohon tersebut sebuah tempat yang disucikan. Pesan saya, jangan sekali-kali mengganggu tempat yang dikeramatkan. Karena dalam kepercayaan agama Hindu, disitulah bertahta dewa yang disembah. Karena ada “pelinggih”, tempat sembahyang.
  
 

Pohon beringin yang rindang dengan pelinggih

Yang menarik dari hotel ini adalah lantai serba kayu yang terdapat di kawasan tengah di mana kolam renang besar berada. Menurut saya, kondisi ini bergun untuk mencegah kondisi licin yang bisa membuat tamu terpeleset. Atau, mempermudah pemeliharaan karena berdekatan dengan unsur air.
Best Western Resort Kuta terdiri dari 4 lantai. Kebetulan, saya menempati kamar nomor 4210 (Superior) yang berada di lantai 4. Akses untuk naik turun naik menggunaka lift yang terletak di depan Ambrosia Restaurant. Melihat sekeliling jejeran kamar dari pinggir kolam renang, warna krem dan coklat tua sangat mendominasi. Warna yang kalem untuk dipandang.  
 


Ornamen klasik dan unsur kayu yang mendominasi kawasan tengah

Saya berharap kamar yang saya tempati bisa melepas pandang ke arah kolam renang. Kenyataannya tidak! Kamar yang saya huni justru mempunyai pemandangan yang lepas ke jalan raya Kubu Anyar dan deretan genteng-genteng unik. Ketika mendung dan berubah hujan, pemandangan ke luar jendela sungguh indah. Titik-titik air yang menempel di kaca membentuk lukisan alam. Kabut tebal yang bergerak perlahan membuat suasana senja bagai berada di tanah pegunungan.  


 Titik-titik air yang menghalangi pemandangan ke luar jendela

Ruangan kamar yang telah dilengkapi fasilitas standar hotel internasional membuat saya menjadi nyaman. Air panas membuat badan saya sedikit mengurangi rasa dingin karena serbuan Air Conditioning (AC). Sekali lagi, unsur lokal masih melekat di kamar seperti  adanya ukiran batu kapur tertempel di dinding bagian depan dekat televisi flat berada.    

 Ruang tidur yang nyaman



Wastafel dan hair dryer



Kamar mandi dengan shower



Kondisi toilet


 

Memandang ke luar jendela hotel

Kondisi di luar hotel yang masih hujan membuat saya masih bermalas-malasan untuk mencari udara segar dengan jalan-jalan. Untungnya, acara chanel televisi membuat saya menjadi tidak gundah gulana. Apalagi, acara-acara idola saya siap memberikan kesegaran pikiran dan hiburan. Saya pun menghanbiskan malam yang indah itu dengan tidur nyenyak setelah menikmati acara TV yang ditunggu-tunggu berakhir.

***

Tak lengkap rasanya jika menginap di hotel berbintang tidak mencicipi fasilitas kolam renang. Mungkin, pendapat saya sungguh konyol Tetapi, saya selalu happy ketika menjajal fasilitas kolam renang yang ada. Bahkan, seberapa dalam kolam renang yang bisa saya jangkau kedalamannya. Sungguh asyik!
Entah sudah berapa kali saya menjajal kebugaran badan saya untuk berenang bolak balik dari ujung ke ujung. Cuma saya sendiri! Berasa banget kolam renang ini milik saya. He he he. Nikmat banget rasanya ketika bisa berenang. Namun, yang paling penting adalah menjaga kesehatan pernafasan. Karena sehat tidak ada di took-toko.


Pemandangan kolam renang pada malam hari




Air dingin tidak menyurutkan saya untuk berenang

Bagi tamu yang berenang siang hari, maka Matsya Pool Bar siap melayani saat istirahat dari berenang. Apalagi, jika kita mau menggunakan fasilitas SPA, maka SPA yang berada di bagian ujung siap melayani tamu. Jadi, jangan takut cape berenang!


  Matsya Pool Bar

Sehabis berenang, tentunya badan menjadi lelah dan lapar. Aksi selanjutnya adalah menikmati kuliner yang ada di Ambrosia Restaurant. Banyak kuliner yang menggoda saya untuk mencicipinya. Namun, tidak mungkin saya mencobanya semua. Gila apa!
Kuliner yang menarik adalah nasi goreng yang ditaburi dengan olahan ikan khas Bali. Tidak lupa minum jus mangga dan jeruk yang membuat badan menjadi segar setelah lebih dari satu jam berjibaku dengan air kolam renang. Untuk memberi efek segar, maka buah-buahan menjadi pamungkas saya menikmati kuliner di Ambrosia Restaurant.    
Akhirnya, jika anda berwisata ke Bali jangan malu-malu untuk mampir di Best Western Resort Kuta. Fasilitas internasional yang tetap menjaga kearifan lokal. Selamat menginap!  

 
Ambrosia Restaurant




NB. Semua ilustrasi dokumen pribadi


LGBT, Perilaku Manusia Melawan Hukum Alam

  Warna-Warni yang melambangkan kaum LGBT (Sumber: shutterstock)         "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil ber...