Skip to main content

Daikin AC Kelas Dunia dengan Teknologi Handal yang Hemat Energi




Daikin AC Kelas Dunia dengan Teknologi
Handal yang Hemat Energi





AC Daikin dengan performa stabil dan hemat energi 
(Sumber: daikin.co.id)


Hari ini saya mengikuti acara workshop Miniatur fotografi di sebuah  restoran jalan Dewi Sri Kuta Bali. Acara diselenggarakan di lantai dua restoran mengupas teknik fotografi untuk benda-benda yang kecil. Dan, suasana sangat nyaman karena keberadaan pendingin udara yang sejuk dan wangi. Saya penasaran merek pendingin ruangan tersebut. Ternyata, AC Daikin yang memberikan kesejukan dari pagi hingga sore hari. Tidak ada suara bising yang terdengar dari AC tersebut. Saya melihat angka 18 derajat celcius. Biasanya, AC lain terdengar suara mendesis yang mengganggu kenyamanan.   
  

Penggunaan AC Daikin di Restoran tempat acara 
Workshop Miniatur Fotografi (Sumber: pribadi)


Hemat Energi
Daikin memproduksi AC berbagai suhu, dari yang paling dingin (freezer) hingga panas (household). Oleh Sebab itu, Daikin percaya diri mengusung tagline “Kalau AC ya Daikin”. Kehadiran AC Daikin dikembangkan dengan teknologi tinggi. Ada 3 teknologi  handal (3 Cutting-Edge Core) yang mampu merajai pasar AC di dunia yaitu: 1) Heat Pump (teknologi dengan menyerap dan memindahkan panas dari udara); 2) Refrigerant Control (Mengangkut panas secara efisien); dan 3) Inverter (Berkontribusi yang luar biasa dalam menghemat energi dan memberikan kenyamanan).


Berbagai suhu dipakai AC Daikin (Sumber: daikin.co.id)


Inverter, salah satu teknologi  Daikin memberikan keuntungan hemat energi. Cara kerja inverter adalah mengatur suhu dengan mendinginkan saat suhu ruangan naik di atas suhu yang ditetapkan dan mendinginkan saat suhu kamar turun di bawah suhu yang ditentukan. Menarik, AC tipe inverter bisa menghemat 30 persen energi. Untuk lebih jelas, anda bisa lihat tayangan video berikut:


Daikin Inverter (Sumber: Daikin Indonesia)


Teknologi inverter berdampak langsung terhadap hematnya tagihan listrik. Karena, hematnya penggunaan listrik sebesar 50 persen berakibat terhadap menurunnya tagihan listrik sebesar 50 persen juga. Pantas saja jika AC Daikin sebagai AC Hemat Energi.


Ilustrasi perbandingan biaya antara AC Inverter dan 
non-inverter (Sumber: daikin,co.id)



AC Hemat Listrik Daikin TVC Family 2015 30Sec 
(Sumber: Daikin Indonesia)


Ramah Lingkungan
Daikin mengusung zat pendingin R-32, refrigeran yang efisien membawa panas dan memiliki ramah lingkungan. R-32 mengurangi konsumsi listrik hingga 10% dibandingkan pendingin udara yang menggunakan refrigerant R-22 dan R410A. Perlu diketahui bahwa pemakaian R-32 memiliki potensi pemanasan global atau Global Warming Potential (GWP) rendah.  Apalagi, merujuk pada Protokol Montreal (Montreal Protocol) tahun 1987 dan Protokol Kyoto (Kyoto Protocol) tahun 1997 memberikan pengawasan ketat terhadap pemakaian teknologi pendingin udara dan menyarankan untuk memakai refrigeran. Gambar berikut menunjukan perbandingan dampak lingkungan berbagai zat pendingin terhada GWP.  


Perbandingan potensi refrigeran terhadap GWP 
(Sumber: daikin.co.id)


AC Daikin diaplikasikan dalam berbagai kondisi. Secara garis besar, AC Daikin digunakan dalam 3 tempat, yaitu: 1) Residental (tempat tinggal); 2) Commercial (pusat bisnis); dan 3) Industrial (pusat industri). Untuk pusat bisnis, AC Daikin bisa diaplikasikan dalam berbagai kondisi ruangan baik indoor maupun outdoor seperti: toko retail, restoran, dan hotel. Tentunya, AC Daikin bisa memberikan kenyamanan kerja karyawan  dan pelanggan. Untuk yang indoor, maka AC Daikin secara mayoritas banyak yang diaplikasikan di langit-langit (ceiling), dinding dan berdiri di  lantai.


Seri AC Daikin untuk indoor (Sumber: daikin.co.id)





Comments

Popular posts from this blog

Cara mencerahkan kulit dengan Kojie San

Wisata Sejarah Benteng Pendem (Van Den Bosch), Surga Tersembunyi di Kota Ngawi

Benteng Pendem (Van De Bosch), wisata sejarah unggulan Pemerintah  Kabupaten Ngawi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)


Hari Raya Lebaran sebagai Hari Kemenangan umat Islam telah berlalu. Hari yang menjadi titik balik sebagai insan yang kembali kepada fitrah (kesucian). Kini, di hari ibur Lebaran, banyak tempat-tempat wisata atau spot untuk hangout para orang tua atau generasi milenial yang diserbu pengunjung khususnya para pemudik. Oleh sebab itu, tempat wisata yang ada di daerah menjadi incaran para pemudik untuk menghabiskan masa liburnya sebelum kembali ke kota dan melakukan rutinitas kerja seperti sedia kala. Kini, di jaman digital memberikan kemajuan setiap daerah untuk berbenah mengelola potensi wisata yang ada sebaik mungkin. Dari tempat wisata pantai hingga wisata dataran tinggi yang mengandalkan keindahan alam pegunungan. Dan, mayoritas pengunjung paling happy saat berkunjung ke tempat wisata pantai atau gunung tersebut. Lonjakan pengunjung tersebut secara langsung akan mening…