Sunday, June 17, 2018

H. Muammar Z.A., Qori Internasional Dengan Nafas Terpanjang Dunia



H. Muammar ZA, Qori nternasional Indonesia & Istri (Sumber: di sini)


Menjelang waktu Maghrib, suara lantunan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an selalu mengusik hati untuk mendengarkan dengan seksama. Suaranya familiar, sama seperti suara lantunan Al-Qur’an yang saya dengar sejak puluhan tahun silam. Sesekali saya bergumam, “Subhanallah, udah suaranya enak, nafasnya panjang benar”. Ya, itulah suara lantunan indah sang legenda Qori H. Muammar Z.A. yang mampu meruntuhkan dan sering membuat hati menangis. Begitu indah saat ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan. Al-Qur’an bukan hanya sebagai pegangan hidup manusia, tetapi mampu menentramkan jiwa saat mendengarkan lantunan yang sangat indah.

Lantunan Indah dari Masjid
Suara indah H. Muammar Z.A. yang menggema hampir di setiap masjid di Indonesia bahkan di dunia menjelang sholat maghrib membuat setiap orang terpana. Nafas yang panjang dengan qiro’ah yang luar biasa mudah dikenal hampir seluruh rakyat Indonesia khususnya umat Islam.
Apalagi, di jaman serba digital maka untuk mendapatkan suara indahnya cukup dengan  download (mengunduh) berbagai versi yang anda inginkan. Dan, sudah lama saya mendengarkan suara indahnya versi digital yang tersimpan dalam perangkat gadget di kala saya mengalami masa-masa pahit dalam hidup.
Video berikut merupakan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang merupakan kolaborasi H. Muammar Z.A dan H. Chumaidi yang sering saya nikmati.


Qori' Internasional, H. Muammar Z.A. & H. Chumaidi Vol.1
(Sumber: arie wibowo)


Cukup nyalakan suara lantunan sang legenda mampu membuat hati saya menjadi tenang.  Meskipun, murni bukan suara lantuan indah suara beliau yang membuat saya terpukau tetapi keindahan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan sang legenda dengan indah akan membuat siapapun terpesona. Sekarang, bermunculan qori-qori berkelas internasional baru, tetapi H. Muammar Z.A. telah mematri setiap umat Islam dunia khususnya Indonesia.
Bahkan, saat bulan Ramadhan sekarang ini, akan terasa hambar jika masjid tidak menggemakan suara indah H. Muammar Z.A. Lantunan Al-Qur’an dari suara nada rendah ala “Bayati” hingga nada tinggi ala “Jiharkah” membuat kagum dibuatnya. Saya merasakan sendiri bagaimana rasanya belajar qiro’ah membaca Al-Quran dengan berbagai nada yang membutuhkan irama lagu dan nafas yang kuat.
H. Muammar Z.A. menjadi sosok inspiratif buat saya di bulan Ramadhan ini karena dari suara indah beliaulah saya belajar secara otodidak dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suara indah beliaulah yang saya kenal sejak kecil kala mulai belajar qiro’ah pada sang ustad di kampung halaman.
Mencermati perjalana hidup beliau dalam mengenalkan ilmu qiro’ah ke masyarakat benar-benar membuat kagum. Nama Lengkap dari H. Muammar Z.A. adalah H. Muammar Zainal Asyikin yang lahir di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan ibu kota Kabupaten Pemalang Jawa Tengah pada tanggal 14 Juni 1954.
H. Muammar Z.A. adalah putra ketujuh dari sepuluh bersaudara (hanya sembilan yang mencapai dewasa) dari pasangan H. Zainal Asykin dan Hj. Mu’minatul Afifah, yang juga merupakan tokoh agama di desanya. Prestasi dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an di antaranya: sebagai pemenang lomba "Musabaqah Tilawatil Quran" ("MTQ") pada tahun 1981 di Indonesia maupun di luar negeri.
Bakat qiro’ahnya sudah terlihat sejak kecil pada saat mengikuti lomba membaca Al-Quran di Pemalang pada tahun 1962 dan mendapat juara di umur 7 tahun. Selanjutnya, beliau pernah menjadi juara 1 MTQ Se-Provinsi DIY tahun 1967. Dan, selama tiga kali berturut-turut (1967, 1972, 1973) menjuarai MTQ tingkal nasional mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Perlu diketahui bahwa H. Muammar Z.A. pernah mondok di pesantren di kawasan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah yang terkenal dengan kota santri. Sehabis mondok di Kaliwungu, beliau belajar di PGA di Yogyakarta dan belajar di IAIN Sunan Kalijaga. Akhirnya, beliau hijrah ke Jakarta melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Ciputat. Di sinilah para juara MTQ berkumpul dan persaingan semakin ketat untuk mendapatkan yang terbaik. Beliau digembleng oleh guru-guru terbaik baik dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Mesir.


H. Muammar Z.A. saat melantunkan ayat-ayat suci 
Al-Quran di Masjid Alun-alun Kota Malang 
tahun 2014 (Sumber: di sini)


Prestasi Internasional
Prestasi di tingkat internasional diraih pada tahun 1979 dan 1986 sebagai juara dalam lomba qori’ tingkat Internasional. Karena prestasinya di bidang qiro’ah, H. Muammar Z.A. sering mendapatkan undangan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara indahnya di berbagai belahan dunia, di antaranya: mengaji di Istana Raja Hasanah Bolkiah (Brunei), Istana Yang Dipertuan Agung Malaysia hingga ke Jazirah Arab. Beliau juga pernah diundang ke Pakistan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di sana pada tahun 2009 dan di Turkey pada tahun 2004.
Tentu, perjalanan hidup manusia tidak selamanya manis dan indah. Tidak berbeda dengan H. Muammar Z.A. Beliau pernah mengalami koma karena kasus tabrakan maut antara mobil yang ditumpanginya dengan truk sehabis melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di Kota Tegal Jawa Tengah.
Kejadian memilukan yang terjadi di kawasan Cirebon Jawa Barat hampir merenggut nyawanya. Bahkan, beliau sampai tidak ingat sama sekali tentang lantunan ayat-ayat Al-Quran yang pernah dlakoninya. Namun, atas bantuan teman maka kehebatan qiro’ah pulih kembali seperti sedia kala. Anda bisa melihat perjalanan memilukan sang legenda di video berikut:


Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Muammar za, Qori Dengan Nafas Terpanjang - Semesta Bertilawah (19/5)
(Sumber: MNCTV Official)


Ibarat pepatah, maka pengalaman H. Muammar Z.A dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari kelas marginal hingga kelas istana para raja.   Kenangan yang tidak pernah dilupakan adalah saat melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an di kawasan komplek pelacuran Penjaja Seks Komersial (PSK) di kawasan Saritem Bandung.
Kolaborasi bersama mubaligh kondang (Alm.) KH. Zainudin M.Z. berharap besar dengan adanya lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an maka para PSK bisa kembali atau mendapatkan hidayah ke jalan yang benar yang diridhoi oleh Allah SWT.
Pengalaman menarik lainnya adalah ketika mememenuhi undangan sebuah gereja di Welington, New Zealand (Selandia Baru) untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di sebuah gereja. H. Muammar Z.A. mengaji di atas meja tanpa speaker di hadapan kurang lebih 400 pastur dan pendeta. Di atas beliau mengaji adalah Patung Bunda Maria. Perjalanan unik beliau bisa anda saksikan di video berikut:

Perjalanan Sang Tokoh - K h Muammar ZA Seg 1
(Sumber: Pedang Laut)


H. Muamamar Z.A. benar-benar ingin memasyaratkan Al-Qur’an agar umat Islam mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara baik. Oleh sebab itu, pada tahun 2002 H. Muammar Z.A. mendirikan Pondok Pesantren "Ummul Quro" yang berada di Cipondoh, Tangerang. Tujuan pendirian pondok pesantren tersebut adalah untuk menciptakan Qari dan qari'ah muda berkelas internasional sejak dini.
Atas pernikahannya dengan wanita Aceh yang bernama Syarifah Nadiya pada tahun 1984, H. Muammar Z.A. dikaruniai seorang putri dan 4 putra, yaitu:  Lia Farah Diza, Ahmad Syauqi Al Banna, Husnul Adib Al Fasyi, Rayhan Al Bazzy, dan Ammar Luaiyan Ad Daany.


H. Muammar Z.A. dan keluarga: Dari Kiri ke Kanan (Atas) : 
Husnul Adib Al Fasyi, Ammar Luaiyan Ad Danny, 
Lia Farah Diza, Rayhan Al Bazzy, Ahmad 
Syauqi Al Banna (Sumber: di sini)


Kini, generasi Islam Jaman Now mesti tahu tentang lantunan indah suara H. Muammar Z.A saat membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Jika generasi jaman Now masih bertanya-tanya pada orang tua atau siapapun tentang suara indah di masjid-masjid atau berbagai hajatan menjelang waktu Maghrib maka H. Muammar Z.A hadir untuk memasyarakatkan Al-Qur’an dengan suara indahnya. 




Artikel ini juga tayang di Kompasiana

No comments:

Menuju Indonesia Maju dengan Teknologi Transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek

Proses lifting car atau pengangkatan rangkaian kereta pertama ( trainset )  LRT Jabodebek  di Stasiun Harjamukti, tanggal 13 Oktobe...