Sunday, June 17, 2018

Kejutan Lebaran di Ruang Perawatan



RSU Soeradji Tirtonegoro Klaten Jawa Tengah 
(Sumber: dokumen pribadi)


Hari Raya Idul Fitri atau Hari Raya Lebaran adalah Hari Kemenangan setiap umat Islam setelah sebulan berpuasa. Hari Lebaran adalah hari kebahagiaan untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Rasa suka cita akan terpancar pada setiap insan yang merayakan kemenangan.
Dan, hal yang paling menarik adalah setiap orang akan  mendapatkan hal spesial di Hari Lebaran. Baik mendapatkan kado istimewa dari sang pacar atau hadiah istimewa dari orang tua. Bahkan, ada kado istimewa bahwa sang pujaan hati melamar di Hari Lebaran. Semua akan merayakan rasa suka cita yang bisa dirasakan umat Islam dalam merayakan kemenangan.
Tahun 2017 lalu, kami sekeluarga bersilaturahmi ke Kota Solo (keluarga besar dari Istri) dan ke Kota Klaten (keluarga besar dari istri kakak ipar/kakaknya isti saya). Tambahan keluarga besar yang selalu memberikan kebahagiaan di Hari Lebaran.
Setelah keluarga saya bersiltaturahmi di Kota Solo maka kami pun meluncur untuk berkunjung ke beberapa keluarga di Kota Klaten. Dan, perayaan kemenangan Hari Lebaran pastilah diadakan dengan suka cita di rumah. Namun, kami mendapatkan kejutan informasi bahwa mobil yang kami tumpangi harus berbelok arah tempat perayaan kebahagiaan. Ya, kami tidak menyangka bahwa orang tua (bapak) dari istri kakak ipar saya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Serangan gejala stroke secara mendadak membuatnya harus dirawat dan dioperasi mendadak di rumah sakit. Dengan terpaksa, keluarga kami harus merayakan suka cita di rumah sakit. Kami harus bergantian untuk membesuk bapak.  Apalagi, keesokan harinya akan diadakan operasi  besar untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Rasa suka cita yang ingin kami rayakan pupus sudah. Kami harus menginap di rumah sakit untuk  memastikan tidak ada hal yang terjadi terlalu jauh.
Membesuk di ruang perawatan rumah sakit merupakan kejutan dan hadiah terindah yang diberikan oleh Allah SWT untuk merayakan hari Lebaran kala itu. Padahal, seperti biasanya kami hanya sehari bersilaturahmi di Kota Klaten dengan perasaan gembira. Tetapi, kami justru diliputi perasaan “galau” menunggu operasi keesokan harinya.



Masjid yang berada di kawasan RSU Klaten 
(Sumber: dokumen prbadi)


Masjid yang berada rumah sakit menjadi tempat terindah untuk melepaskan rasa lelah dan gundah gulana atas kondisi tersebut. Anak – anak pun diungsikan di Masjid karena dilarang memasuki kawasan perawatan. Saya pun harus ekstra untuk menjaga anak-anak tersebut.
Setiap anggota keluarga yang hadir membesuk diliputi rasa khawatir. Kami bukan lagi merayakan suasana Hari Lebaran, tetapi harapan besar agar kondisi bapak baik-baik saja untuk menghadapi operasi selanjutnya. Kami tidak lagi memperoleh hadiah istimewa di Hari Lebaran layaknya orang -orang yang diliputi rasa bahagia. Setiap saat, kami memendam rasa was-was terhadap anggota keluarga besar kami yang dirawat intensif di rumah sakit.


Anak-anak jadi mainan di teras masjid 
(Sumber: dokumen pribadi)


Kami memahami betul bahwa kesehatan lebih utama dari perayaan Hari Lebaran. Kesembuhan dan keberhasilan operasi jutru akan menjadi hadiah terindah untuk merayakan Hari Lebaran berikutnya. Dan, Allah SWT Maha Adil terhadap hamba-hambanya yang pasrah dan berserah diri atas musibah yang dialaminya.
Setelah melewati operasi yang intensif maka kesembuhan bapak pun bisa diwujudkan. Insya Allah, Hari Raya Lebaran kali ini kami bisa merayakan senyuman manis di Hari Lebaran nanti layaknya orang-orang yang bisa bersuka cita. Ketika tahun lalu keluarga kami mendapatkan hadiah terindah dengan membesuk di rumah sakit, maka Hari Lebaran tahun ini berpeluang besar bisa merayakannya di rumah.
Setiap saat manusia mempunyai keinginan untuk mendapatkan hal baik. Dan, berharap untuk mendapatkan hadiah yang terindah di Hari Lebaran. Tetapi, kun fayakun berlaku untuk setiap makhluk di muka bumi ini. Jika Allah SWT membalikkan hadiah terindah menjadi musibah maka kesempatan itulah  sebenarnya Allah SWT begitu sayang pada hambanya.

Karena, di balik musibah ada ujian yang membuat setiap insan belajar tentang kehidupan. Juga, di situlah letak seberapa jauh kesabaran manusia menghadapi berbagai kesulitan hidup menjadi kesempatan yang luar biasa. Ada pepatah bijak, “tersenyumlah di kala anda bahagia, tetapi persiapkan dengan baik jika suatu saat anda akan menangis dan kesedihan selalu akan datang dengan tiba-tiba”. 





Artikel ini juga tayang di Kompasiana

No comments:

Lima (5) Pose Foto Keren di Pantai yang Bikin Baper

Saatnya membuat pose foto keren kalian di pantai (Sumber: dokumen pribadi) Traveling atau jalan-jalan selalu memberi k...