Skip to main content

5 hal yang perlu diperhatikan dalam Wirausaha Kuliner


SPOTS penting karena kesuksesan ada di tangan anda
(Sumber: www.spots.co.id/diolah)




Kuantitas wirausahawan Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negeri tetangga seperti Malaysia atau Singapura. Semangat wirausaha masyarakat Indonesia masih menjadi hal yang menakutkan. Mayoritas, masyarakat masih bangga berada di zona nyaman. 

Dengan kata lain, harapan sebagai karyawan untuk mendapatkan gaji setiap bulannya masih menjadi hal yang aman. Mereka tidak mau disibukkan dengan hal-hal seperti menggaji karyawan, mencari bahan produksi, desain produksi dan lain-lain.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi digital, mindset masyarakat mulai terbuka pikirannya untuk memulai usaha sendiri. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya usaha online yang muncul di media sosial. 

Dan, salah satu usaha yang mulai dilirik masyarakat Indonesia adalah wirausaha kuliner. Anda pasti sering melihat timeline di berbagai media sosial dengan sajian foto makanan yang menggiurkan. 

Ada pepatah Jawa yang menarik yaitu “kerjaan sing paling enak ing dunyo iku yang mung nyawang. Yaiku, sawang sinawang” (pekerjaan yang paling enak di dunia itu yang cuma melihat yaitu saling melihat). 

Maksudnya, saat anda melihat orang lain melihat ussaha kuliner begitu indah dan menguntungkan maka anda langsung memberi komentar “usahanya kok enak banget ya, kayaknya  perlu dicoba ah!”. Dan, percayalah pada prakteknya wirausaha kuliner tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. 

Karena, wirausaha kuliner bukan hanya sekedar menjual lalapan atau nasi bungkus kepada orang lain. Tetapi, lebih dari itu Ferguso! Ada beberapa kesulitan yang perlu diperhatikan dalam wirausaha kuliner, di antaranya: 

1. Kelola pesanan online dan offline yang terpisah.
2. Hanya dapat menerima pembayaran tunai.
3. Kendala mencetak tanda terima.
4. Kendala mencatat transaksi harian.

Tetapi, perlu Ferguso ingat bahwa setiap hal yang menyulitkan pasti ada jalan terbaik. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan yang bisa anda peroleh. Oleh sebab itu, anda perlu memperhatikan hal-hal penting saat memutuskan untuk wirausaha kuliner.  

Persiapkan Mental Berwirausaha
Saya sudah berwirausaha lebih dari 10 tahun. Pernahkah anda tahu Ferguso, bahwa perjalanan dalam wirausaha bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Atau, seperti pepatah Jin yang langsung bilang  “abracadabra”. Saya telah melewati masa gemilang, pahit, jatuh, bangkit, gemilang, jatuh dan seterusnya. 

Seorang wirausahawan sejati khususnya di bidang kuliner adalah perlu memiiliki jiwa entrepreneurships. Lepaskan semua atribut zona nyaman anda. Buang jauh-jauh waktu gajian yang masih membenak dalam pikiran anda. Lupakan egomu bahwa anda tidak perlu memikirkan nasib orang lain. 

Kenapa? Saat memantapkan diri untuk berwirausaha maka sejak saat itu pikiran anda akan tercurah dan melakukan “perang” habis-habisan. Anda tidak bekerja untuk usaha anda maka anda tinggal menghitung hari, “lanjut atau bangkrut”. Ya, saya sudah mengalaminya Ferguso! Putus asa? No Way

Karena, anda siap berwirausaha berarti anda siap tempur menghadapi segala macam kemungkinan dan kondisi pasar. Anda diam, tergilas jaman. Namun, bagi anda yang bermental wirausaha, hal-hal tersebut hanya  bagai tulisan di kertas yang putih. Remas kertas putih itu dan buang jauh-jauh ke tempat sampah. Dan, anda jadi juaranya.      

Rajin Mencoba Menu Baru
Percayakah anda merasakan bahwa jenis kuliner yang sama dan dikerjakan dengan orang yang berbeda maka rasa pun akan berbeda? Ya, saya percaya. Karena, jika anda membuat usaha kuliner maka minimal anda harus bisa memasak. Anda tidak mungkin menggantungkan rasa kuliner pada orang lain seterusnya.  

Apa yang harus anda lakukan? Anda wajib mencoba terus menu-menu yang banyak disukai orang lain. Karena, kata ibu saya “memasak itu perlu cinta”. Anda perlu mencintai untuk mencoba resep-resep baru. Apalagi, bagi anda yang menjual kuliner di media sosial maka keragaman menu sangat disukai oleh pelanggan. 

Bagaimana dengan yang gak bisa masak? Ingat, setiap orang bisa memasak asal mau belajar secara konsisten. Benar kata pepatah dalam dunia wirausaha “The Power of Kepepet”. Orang bisa mempunyai segudang ide saat merasakan hal yang sangat mendesak (kepepet). 

Jadi, hari ini anda hanya bisa memasak air, tahun depan anda bisa jago membuat menu dan menjadi pengusaha kuliner sukses. Semuanya, Nothing is impossible! Tak ada yang tak mungkin. Karena, The power in your hand, kekuatan ada di tangan anda. Andalah yang menentukan seperti apa diri anda. Saya pribadi selalu terinspirasi kalimat sakti dari Anthon Chekov yang artinya “Anda adalah apa yang anda pikirkan”.  

Mengantisipasi Pesanan Tak Terduga
Beberapa bulan ini, sepupu saya mencoba untuk wirausaha kuliner. Padahal, dia sudah aman di tempat kerjanya. Ya, dia lulusan Akper (Akademi Keperawatan) dan menjadi kepercayaan di tempat kerjanya, Klinik Kecantikan. Sebelum wirausaha kuliner, dia berkonsultasi dengan istri saya untuk usaha kecantikan secara “on call” terlebih dahulu.

Tanpa disangka, dia berwirausaha kuliner. Hal tersebut terlihat di status sosial medianya yang dipenuhi oleh berbagai resep masakan yang siap untuk dijual secara online. Yang membuat saya kaget adalah sejatinya dia tidak terbiasa untuk memasak. Mengapa dia berani? Kemauan dan tekad yang tak terkalahkan, seperti pepatahnya mantan Presiden Amerika Serikat, Calvin Collidge. 

Dia pun rajin sekali update untuk menampilkan berbagai jenis masakan yang siap dijual. Bagaimana dengan anda? Tidak ada bedanya. Ketika menjual kuliner secara online atau offline maka hal yang sepele untuk diperhatikan adalah pesanan yang berlimpah.

Saya yakin anda akan membuat target kuantitas produk dalam waktu tertentu. Sebagai contoh, minggu ini, targetnya bisa menjual 500 porsi ayam geprek. Tetapi, saat kuliner anda disukai banyak orang dan banyak kuliner anda yang mampir di warung atau toko online maka anda semakin kewalahan. 

Yang tadinya bisa menyiapkan pesanan tepat waktu maka waktunya mulai berubah. Yang tadinya, pemesan tidak lama menunggu tetapi kini harus “menguap” menunggu pesanannya. Yang perlu diingat bahwa pelanggan akan senang jika pelayanan cepat tetapi tidak mengurangi kualitas. 

Jadi, anda mulai memikirkan cara terbaiik jika pelanggan anda berbondong-bondong ingin merasakan kuliner anda. Anda mesti melakukan update secara berkala agar anda tidak kewalahan menerima pesanan kuliner anda.   

Mengatur Keuangan Dengan Baik 
Saya memahami benar bahwa wirausaha kuliner tidak akan selamanya berjalan baik. Pasti akan ada obstacle (hambatan) yang ditemui. Hari ini keuntungan membludak, besok belum tentu. Hari ini pelanggan memenuhi ruangan warung anda, besok belum bisa diprediksi. 

Ada hal yang perlu diperhatikan setiap saat adalah perlunya mengatur keuangan wirausaha secara baik. Dalam bahasa keren, literasi keuangan wirausaha kuliner perlu dipegang erat-erat. Karena, bukan seberapa banyak uang yang anda cetak tetapi seberapa banyak yang anda simpan. Artinya, keuntungan besar tak akan berarti saat pengeluaran anda lebih besar (besar pasak dari pada tiang). 

Saya mempunyai contoh nyata yaitu saudara saya sendiri. Keuntungan dari usaha penjualan kantong plastiknya. Tetapi, gaya hidup “glamour” yang tidak bisa menekan pengeluaran membuat usaha bangkrut. Bahkan, tagihan dari beberapa bank membuat rumah “kami” yang digunakan untuk berkumpul saat Lebaran hampir disita.  

Menggunakan Aplikasi Kasir SPOTS
Ketika saya memulai usaha puluhan tahun yang lalu, saya selalu mencatat hal-hal yang kecil. Seperti, uang yang dikeluarkan untuk makan, belanja barang, ongkos transportasi dan lainnya. Sepertinya sepele, namun saat dicatat dengan baik, jumlahnya sungguh mencengangkan. Kondisi inilah yang sering menggerogoti keuangan wirausaha anda. 

Ternyata catatan atau laporan jumlah penjualan atau Point of Sale sangatlah penting untuk mengetahui detil tentang perjalanan wirausaha anda. Tetapi, banyak wirausaha kuliner yang belum memahami tentang perlunya pengaturan keuangan. 

Hal yang paling mudah adalah manajemen Mesin Kasir. Di mana, ritme pencatatan penjualan produk kuliner sangatah penting. Dari jumlah porsi yang terjual, jenis kuliner yang terjual hingga berapa pelanggan yang mampir berbelanja. 

Kini, kesulitan pencatatan penjualan wirausaha kuliner bukanlah masalah yang serius. Mengapa? Di era digital telah muncul Aplikasi kasir yang mempunyai banyak fitur penting. Fitur tersebut makin mempermudah perjalanan wirausaha kuliner anda yang bernama SPOTS.  


SPOTS, Aplikasi Kasir dengan beragam fitur menarik 
(Sumber: www.spots.co.id/diolah)


SPOTS adalah perangkat multifungsi dari GOJEK untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia. Dari terima pemesanan GO-FOOD, pembayaran GO-PAY, hingga laporan harian dari beragam tipe pembayaran dan cetak resi secara instan. 

Aplikasi kasir SPOTS POS menghemat waktu dan uang dengan mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari. Dengan harga terjangkau (biaya aktivasi Rp. 290.000 dan biaya pemeliharaan Rp. 2.900/hari), siapa pun dapat menjalankan usaha. Jadi, wirausaha kuliner mudah sekali, bukan? Anda pasti sipa mencobanya karena kesuksesan di tangan anda.




Perlunya 5 hal yang perlu diperhatikan dalam Wirausaha Kuliner
(Sumber: www.spots.co.id/diolah)



Artikel ini didukung oleh SPOTS



Comments

Joe Candra said…
Iya kak, rajin mencoba menu baru buat inovasi bisnis kita yah kak, supaya gak kalah saing hehe
Ririn Wandes said…
Menarik nih aplikasinya, bang. Semakin jelas atur keuangannya bisa makin lancar juga usaha ya kan,bang.

Popular posts from this blog

Cara mencerahkan kulit dengan Kojie San

Wisata Sejarah Benteng Pendem (Van Den Bosch), Surga Tersembunyi di Kota Ngawi

Benteng Pendem (Van De Bosch), wisata sejarah unggulan Pemerintah  Kabupaten Ngawi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)


Hari Raya Lebaran sebagai Hari Kemenangan umat Islam telah berlalu. Hari yang menjadi titik balik sebagai insan yang kembali kepada fitrah (kesucian). Kini, di hari ibur Lebaran, banyak tempat-tempat wisata atau spot untuk hangout para orang tua atau generasi milenial yang diserbu pengunjung khususnya para pemudik. Oleh sebab itu, tempat wisata yang ada di daerah menjadi incaran para pemudik untuk menghabiskan masa liburnya sebelum kembali ke kota dan melakukan rutinitas kerja seperti sedia kala. Kini, di jaman digital memberikan kemajuan setiap daerah untuk berbenah mengelola potensi wisata yang ada sebaik mungkin. Dari tempat wisata pantai hingga wisata dataran tinggi yang mengandalkan keindahan alam pegunungan. Dan, mayoritas pengunjung paling happy saat berkunjung ke tempat wisata pantai atau gunung tersebut. Lonjakan pengunjung tersebut secara langsung akan mening…