Friday, April 10, 2020

10 (Sepuluh) Hal Unik Saat Pandemi Virus Corona

Hal Unik yang terjadi saat Pandemi Virus Corona (Sumber: dokumen pribadi)



         Dampak Pandemi Virus Corona tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. Meskipun, banyak permodelan yang telah dilansir berbagai lembaga pendidikan ternama di Indonesia. Dan, dampak Pandemi Virus Corona sungguh luar biasa. Bahkan, bisa melebihi dampak peristiwa Mei 1998. Tanpa dipungkiri, kondisi ekonomi Indonesia mengalami kemerosotan, karena urat nadi perekonomian tidak berjalan seperti biasa.

         Namun, mari kita pahami bahwa saat Pandemi Virus Corona, ada beberapa hal unik yang bisa anda pahami. Apa saja? Yuk, kita pahami beberapa hal berikut ini:


PHK Karyawan

          Hal menakutkan yang mesti dialami saat Pandemi Virus Corona adalah banyaknya kejadian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Anda pasti lihat kan video viral yang menggambarkan kejadian pemutusan hubungan kerja sebuah perusahaan ritel ternama Ramayana. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam videonya menjelaskan, untuk di Provinsi Jawa Tengah saja telah terjadi PHK besar-besaran lebih dari 100 perusahaan. Serta, lebih dari 100 ribu karyawan dirumahkan.

       Di Bali, di mana sektor pariwisata sebagai urat nadi perekonomian, beberapa perusahaan hospitality mengalami pengurangan karyawan. Yang bertujuan untuk mengurangi cost (biaya) perusahaan. Apalagi, dengan adanya penutupan tempat usaha, maka tidak ada pemasukan penghasilan bagi perusahaan. Oleh sebab itu, karyawan yang dirumahkan semakin banyak.  

Mudik Lebih Awal

          Kebijakan Work From Home (WFH) dan Stay At Home (SAH) mengakibatkan banyaknya orang yang menganggur di rumah. Kebijakan Pemerintah menganjurkan untuk tinggal di rumah demi kesehatan bersama. Akibatnya tidak bisa bekerja di luar rumah. Dampak nyata yang bisa anda lihat adalah banyak perantau di kota-kota besar yang hilang inisiatif. Seperti apa, hidup yang akan terjadi mendatang?

        Ketika, pikiran "buntu" dan Hari Raya Lebaran tidak lama lagi, maka banyak perantau yang memaksa untuk mudik lebih awal (mudik dini). Meskipun, larangan mudik sudah dikeluarkan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, para perantau nekad untuk mudik demi bertemu keluarga di kampung halamannya.  


Banyak Orang Alih Profesi

         Yang menarik saat pandemi virus corona adalah perubahan (alih) profesi banyak orang. Ketika, banyak karyawan yang tiddak boleh keluar rumah, maka banyak yang beralih profesi. Seperti, menjadi tukang antar makanan, jasa penyemprotan disinfektan, dan lain-lain. Profesi itu dilakukan berlainan dengan apa yang mereka lakukan sebagai pekerjaan sebelumnya.

       Alih Profesi tersebut dilakukan bukan hanya sebagai sampingan, tetapi bisa menjadi mata pencaharian, karena tidak ada pekerjaan lain. Apapun pekerjaan dilakukan demi membuat "dapur tetap ngebul". Juga, prinsip rasa malu dihilangkan jauh-jauh agar bisa makan. 


Di Bali, Arak-arakan Ogoh-ogoh Dibatalkan

          Arak-arakan Ogoh-ogoh (boneka raksasa), sebelum perayaan Hari Raya Nyepi di Bali adalah ritual yang dilakukan setiap tahun. Malam Pengerupukan menyambut tahun baru Saka itu menjadi pertanda untuk menghilangkan segala perbuatan jahat pada diri manusia. Dan, malam pengerupukan ini sering dijadikan sebagai destinasi wisata.

        Di setiap Banjar atau pemerintah Kabupaten/Kota sudah mempersiapkan jauh-jauh hari agar perayaan Ogoh-ogoh berjalan meriah. Namun, ketika wabah Virus Corona merebak, rencana yang telah dimatangkan itu tidak bisa terealisasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. Yang berpotensi bisa menyebarkan Virus Corona lebih luas. 

Maraknya Penjual Online Dadakan

        Media Sosial kini dipenuhi dengan postingan-postingan berbagai produk yang dijual secara online. Bukan hanya jualan online yang dilakukan sedari dulu, tetapi banyak juga jualan online yang bersifat dadakan. Semua itu dilakukan agar hidup tetap berlangsung.

          Banyaknya penjual online dadakan menjadi pemandangan menarik di media sosial. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk menipu atau mengeruk keuntungan semata saat Pandemi Virus Corona. 


Bisnis Masker dan Hand Sanitizer

          Bisnis yang sedang mewabah saat Pandemi Virus Corona adalah adalah bisnis masker dan hand sanitizer. Produk yang sangat erat hubungannya dengan Virus Corona. Kedua produk tersebut menjadi booming saat ini. Bahkan, banyaknya permintaan masker dan nakalnya oknum, maka kondisi masker menjadi langka di pasaran. 

        Ketika langkanya masker di pasaran terjadi, banyak orang yang kreatif membuat masker dari kain. Kini, masker kain menjadi produk yang menghidupi banyak orang. UMKM mulai tumbuh dengan memproduksi masker dari skala kecil hingga skala besar. Sedangkan, hand sanitizer juga banyak yang diproduksi orang sebagai usaha rumahan.  


Artis & Orang Biasa Jual Barang Kesayangan

          Dengan berdiam di rumah, maka banyak orang yang tidak bekerja atau kehilangan pekerjaan. Karena tuntutan kebutuhan hidup yang terus berjalan, banyak orang yang mempunyai uang pas-pasan melakukan segala cara untuk bertahan hidup. Tidak sedikit orang yang mulai "terpaksa" menjual barang yang mereka punya. Meski, mereka menjual barang kesayangan dengan harga yang di bawah standar. Apapun dilakukan, terpenting hidup tetap berjalan. Itulah jalan satu-satunya. 

         Lain lagi dari masyarakat kebanyakan, artis juga mulai mengalami gejala yang sama. Beberapa artis mulai menjual atau melelang barang kesayangan yang dimilikinya. Tentu, motifnya lain dengan masyarakat kebanyakan. Artis-artis menjual atau melelang barang kesayangannya demi membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan hidup karena Pandemi Virus Corona.  


Munculnya Content Creator

           Ketika Pandemi Virus Corona mendera, maka saatu-satunya jalan yang sering dilakukan banyak orang saat Work From Home (WFH) dan Stay At Home (SAH) adalah memanfaatkan dunia digital. Banyak Conten Creator  yang memanfaatkan ranah digital untuk membuat ide-ide kreatif, untuk menghilangkan kebosanan. 

           Seperti yang dilakukan oleh Youtuber Bang Madun Oseng. Dia membuat konten video tentang emak-emak bernama "Nyak Kopsah". Isinya kegiatan Nyak Kopsah yang selalu menghalau masyarakat saat ngumpul, yang berpotensi penyebaran Virus Corona lebih luas. Juga, ada Conrad (penyanyi Reggae), yang membuat video lagu tentang Virus Corona bersama istri dan anak-anaknya.

          Konten kreatif juga dibuat untuk memberikan masukan atau anjuran dalam membantu kebijakan masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh dr. Tirta dan Komika Bintang Emon. Dua orang tersebut ikut berperan serta memberikan informasi kepada masyarakat. Agar peduli tentang dampak penyebaran Virus Coroan.     

Orang Tua jadi Guru Dadakan

         Untuk pencegahan penyebaran Virus Corona, maka anak sekolah disarankan untuk belajar di rumah. Sampai kapan? Sampai batas waktu yang tidak ditentukan alias mengikuti informasi terkini dari Kementerian Pendikan RI. Anak sekolah diwajibkan belajar di rumah dan belajar secara online, untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.

            Meski, anak-anak sekolah belajar secara online. Namun, orang tua menjadi guru pengganti atau dadakan untuk anaknya. Lucunya, banyak orang tua yang mengeluh saat mengajar anaknya tentang materi-materi yang diajarkan di sekolah. Bahkan, sebaliknya, banyak anak yang tidak kerasan jika belajar dengan orang tuanya. Katanya, lebih asik belajar dengan gurunya. Tentu, kondisi ini menjadi pelajaran berharga banyak orang tua. Ternyata, mengajar anak tidak semudah apa yang mereka lihat. Mengajar butuh kelihaian, kesabaran dan hubungan komunikasi mendalam antara guru dan anak.    


Tempat Cuci Tangan di Tempat Umum

           Terakhir, hal unik yang terjadi saat Pandemi Virus Corona adalah kepedulian banyak orang atau pihak untuk mncuci tangan. Oleh sebab itu, untuk mencegah penyebaran Virus Corona, saya melihat banyak rumah, warung, restoran, supermarket, minimarket dan tempat umum lainnya yang mnyediakan tempat mencuci tangan beserta sabunnya.

               Tersedianya tempat mencuci tangan ini menjadi bukti bahwa setiap orang memahami benar dampak besar Virus Corona. Dengan mencuci tangan yang dianjurkan kesehatan atau pemerintah, maka setiap orang berperan serta untuk memutus mata rantai COVID-19. Itulah sebabnya, banyak orang atau pihak yang dengan sukarela menyediakan tempat mencuci tangan. Karena, kepedulian itu akan berdampak ke setiap orang.

Yuk. Bersama Lawan Corona!

No comments:

Mengawal Pariwisata Bali Bangkit dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholders berfoto bersama (Sumber: Forkom Antar Media Bali Bangkit) Dampak Pandemi Covid-19 sungguh luar bia...