Saturday, April 11, 2020

Karena Aura Mistis, Saya Memutuskan untuk Resign

Kantor kontraktor, di mana saya mulai bekerja untuk orang lain (menjadi karyawan) (Sumber : dokumen pribadi)





Saya sudah membahas artikel sebelumnya yang isinya tentang kebangkrutan usaha distribusi saya, ketika aura mistis kantor mendera anak buah saya. Karena, tak mungkin melanjutkan usaha saya  saat modal makin menipis. Maka, saya mengambil keputusan untuk melamar pekerjaan. Dan, sejak saat itulah, saya siap menjadi karyawan di kantor orang lain. Saya pun mencari berbagai lamaran pekerjaan yang cocok dengan pengalaman kerja saya. Hal ini terjadi pada tahun 2011 lalu.

Jabatan Penting

Saya melihat di sebuah ruas jalan raya di Kota Denpasar terpasang pengumuman lowongan kerja. Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor, membutuhkan karyawan untuk posisi Marketing Manager. Sebuah kantor mewah bertingkat tiga itu menarik perhatian saya. Pertanyaannya, apakah saya bisa diterima di kantor itu. Dengan modal nekad, maka saya memberanikan diri  untuk melamar di kantor yang baru dibuka tersebut. Surat lamaran pun harus melewati pak satpam, yang ternyata orang Jawa.

Saya tidak berharap untuk diterima di kantor tersebut. Dengan alasan, bidang yang dikelola adalah kontraktor yang mengerjakan tentang finishing gedung. Yaitu, berupa pemasangan kaca atau Tempered Glass dan baja berat. Sesungguhnya, bidang tersebut adalah bidang yang digeluti oleh mertua dan kakak ipar saya. Tetapi, berhubung yang dibutuhkan adalah Marketing Manager, maka bidang itu adalah "makanan saya" selama bertahun-tahun. 

Saya sempat berkomunikasi sebentar dengan pak satpam, apakah pelamar yang datang di kantor tersebut banyak. Menurut dia, yang melamar lumayan banyak, tetapi belum bisa diterima dengan alasan belum masuk kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Saya pun jadi minder, apakah saya bisa masuk dalam kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan.

Sementara, para pelamar lulusan Sarjana Teknik yang sesuai bidangnya saja tidak diterima. Apalagi, saya yang belum lulus sarjana. Perlu diketahui bahwa saya belum sempat menyelesaikan sarjana saat saya mendapatkan jabatan di perusahaan distribusi terdahulu. Namun, berkat keuletan kinerja saya, maka posisi Manager bisa saya raih. Dan, saat itu saya tidak bermimpi untuk melanjutkan kuliah lagi.

Namun, sejak saya hijrah dan membuka bisnis distribusi di Kota Denpasar, saya menyempatkan melanjutkan kuliah lagi di Universitas Terbuka (UT) mengambil jurusan Administrasi Negara (FISIP). Karena, saya bermimpi untuk menjadi dosen setelah mengenyam S2 nanti. Sebagai informasi juga, berkat ketekunan, saya mampu menyelesaikan masa kuliah dalam waktu 2,5 tahun. Paling cepat lulus dari semua angkatan saya. Bahkan, saya diundang khusus untuk wisuda di UT Pusat Tangerang Selatan secara gratis. Kapan-kapan saya akan membahas khusus masalah ini.  

Saya teringat akan Quote Calvin Collidge yang selalu saya dengungkan ke anak buah saya, saat saya masih membangun bisnis. Bahwa, tekad yang tidak terkalahkan adalah kunci awal mencapai kesuksesan. Ia bagai bahan bakar yang disiram ke api, Burning Desire (semangat yang selalu menyala). 

Waktu kuliah saya baru berjalan 3 semester, saat saya melamar sebagai Marketing Manager. Namun, pengalaman saya sebagai Manager di pekerjaan sebelumnya, memantik saya untuk melamar di sebuah bidang yang "belum pernah" saya jamah. Pikiran saya pun hanya satu, "terima syukur, gak terima ya syukur". Gambling pun berbicara. 

Saya pun tidak memikirkan apakah surat lamaran saya dibaca atau dilempar saja ke tempat sampah. Namun, saya punya satu kekuatan, yaitu memanjatkan doa dalam setiap sujud. Baik sholat lima waktu maupun sholat malam. Seminggu kemudian, sebuah nomor kantor pun masuk ke hape saya. Yang isinya bahwa saya ditunggu kedatangannya untuk wawancara dengan Kepala HRD dan bos besar (Owner). Dalam hati saya gembira, mungkin ini sudah menjadi jalan saya untuk menggeluti bidang lain. 

Hari wawancara pun tiba. Saya datang satu jam lebih awal dari yang dijadwalkan. Datang lebih awal selalu saya pegang, jika berjanji dengan seseorang hingga kini. Sambil menunggu wawancara, saya berkesempatan ngobrol dengan pak Satpam, saat saya memberikan surat lamaran seminggu lalu. Banyak hal yang perlahan saya ketahui tentang kondisi perusahaan. Baik dari sisi positif maupun dari sisi negatif. Yang menjadi catatan saya adalah saya tidak akan mempercayai kepada diri manusia biasa, sebelum saya membuktikan atau mengalaminya sendiri. Karena, kepercayaan mutlak atau absolut hanyalah kepada Allah SWT.

Wawancara berlanngsung dari pagi hingga sore hari. Dan, hal yang menyenangkan adalah "saya diterima" untuk menduduki posisi yang diinginkan. Saya pun mulai kerja keesokan harinya, diperkenalkan ke selutuh karyawan yang memiliki posisi penting, di ruang meeting (pertemuan). Karena, sudah terbiasa membaca gesture ribuan orang saat berbisnis sendiri, saya bisa menangkap dari gerak-gerik orang-orang yang ada dalam ruangan meeting tersebut. Menurut saya, kehadiran saya di perusahaan tersebut seperti tidak diinginkan banyak orang. 

Mungkin, karena posisi jabatan mentereng atau sosok seperti saya yang belum menyelesaikan sarjana. Bisa diterima dan didapuk untuk memimpin para senior yang sudah malang melintang dalam dunia kontraktor. Namun, dalam kata hati saya hanya berkata, "peduli setan dengan kalian, kalau kalian mampu, kenapa gak bisa menduduki posisi saya sebelumnya"

Saya pun diberi ruang kerja yang membuat iri orang-orang yang sudah kenal lama dengan bos (owner). Karena, saya belum lihai mengemudikan mobil, maka saya disiapkan supir pribadi. Di mana, sopir pribadi tersebut juga dipakai untuk mengantar kegiatan bos (owner).               



Ruang manager saya yang terletak di lantai 3 (Sumber : dokumen pribadi(



Aura Mistis 

Gedung kantor tempat saya bekerja memang tergolong mewah, dibandingkan dengan kantor-kantor lain di jalan besar itu. Di belakang gedung utama, terdapat workshop dan gudang tempat penyimpanan berbagai macam jenis kaca/tempered glass dan baja berat. 

Suatu hari, ketika saya menyempatkan mengecek gudang untuk keperluan penting. Saya dibuat kaget. Karena, saya sempat melihat penunggu gudang dari makhluk astral yang berbentuk wanita berambut panjang. Antara percaya dan tidak, pengalaman saya itu saya simpan dalam hati.

Perlu diketahui bahwa gedung tempat saya bekerja belum di-melaspas. Melaspas ini merupakan selamatan ala Agama Hindu untuk membuat kenyamanan tempat bekerja. Dan, mengusir para makhluk halus yang berniat jahat kepada manusia. Saya  tidak mengerti hingga kini, kenapa melaspas belum diadakan saat itu, tetapi kantor sudah diopoerasikan. Ah, bodo ah! 

Yang membuat bulu kuduk saya merinding adalah saya melihat beberapa kali makhluk halus berbentuk manusia hitam yang melintas di ruangan kerja saya. Apakah saya hanya berhalusinasi? Saya kondisi normal kok. Dan, pandangan itu terlihat saat menjelang sore (hendak pulang). Dan, kejadian ini saya simpan dalam hati. Mungkin, pikiran saya lagi kosong, jadi halusinasi bisa muncul seketika. 

Mengerikan, saya melihat pemandanngan para pekerja yang sedang mengangkat kaca tebal (Tempered Glass). Entah apa yang dipikirkan oleh sang karyawan, beberapa kaca memdadak pecah bagai ledakan petasan. Hingga melukai beberapa pekerja. Secepatnya, pekerja tersebut dibawa ke rumah sskit. 

Saya adalah tipe yang vokal, jika ada sesuatu yang tidak beres. Semua demi kebaikan perusahaan. Saya mempunyai prinsip, di mana bumi dipijak, di situ langit saya junjung. Sepertinya, kinerja saya mulai memberikan dampak "nyinyir" orang lain yang tidak menyukai saya. Suatu hari, saya hampir sesak nafas dan pingsan saat meeting dengan karyawan penting. Padahal, kondisi badan saya benar-benar fit.


Selanjutnya, saya seperti dikuntit oleh seseorang setiap saya melangkah di kawasan kantor. Sejak saat itu, saya perbanyak doa dan membaca ayat Kursi. Dengan tujuan untuk mengusir hal-hal gaib yang tidak saya inginkan. Saya hanya berpikir positif bahwa saya hanya mau mencari nafkah demi anak dan istri saya. Banyak orang di kantor yang mulai agak "nyinyir" ke saya, ketika tahu gaji yang saya terima setiap bulannya. Bahkan, keesokan hari sehabis gajian, ada yang nyeletuk kepada saya, "bos, bagi-bagilah bos, buat ngopi".

Karena, setiap habis gajian, uang tersebut saya serahkan ke istri. Dan, saya hanya pegang secukupnya saja. Maka, saya pun menjawabnya sambil senyum, "santailah bos, nanti kalau fee proyek yang gede cair, kita makan-makan" jawab saya untuk memberi harapan. Dan, saya berjanji bahwa jika fee proyek besar di atas 1 miliar cair, maka saya traktir seluruh karyawan di departemen saya.  Meskipun, fee itu tidak pernah saya terima. 

Sebagai informasi, sesuai dengan hirarki jabatan, saya berada di bawah Operasional Manager. Tetapi, faktanya saya justru melaporkan dan bertanggung jawab langsung ke bos (Owner). Mungkin, hal inilah yang tidak disukai beberapa orang. Saya merasakan hal itu dari bahan pembicaraan beberapa karyawan. 

Semakin lama, entah mengapa, saya selalu dibayangi penampakan-penampakan yang tidak sepertinya saya alami di kantor tersebut. Secara diam-diam, saya pun mencari informasi tentang aura mistis apa yang ada di kantor. 

Akhirnya, saya pun tahu duduk perkaranya. (Maaf) konon kantor tersebut dikasih beberapa penunggu sebagai "pengasihan". Yang bertujuan agar karyawan patuh pada salah satu orang yang mempunyai hajat. Dan, untuk memantau para karyawan agar tidak ada yang jahat atau nakal seperti menjelek-jelekan yang punya hajat. Bahkan, ada informasi yang makin santer bahwa ada salah satu karyawan penting, yang menginginkan untuk menguasai perusahaan tersebut. Dengan cara apa? dengan cara yang tidak wajar, cara mistis. Wallahu 'alam bissawab. 


Lama-kelamaan, saya pun dibuat tidak betah di kantor. Saya sudah berkomunikasi dengan istri bahwa saya mau resign (mengundurkan diri) dari perusahaan tersebut. Saya tidak peduli dengan jabatan mentereng. Saya hanya ingin hidup tenang, tanpa dibayang-bayangi hal yang menakutkan. Ya, saya rela tidak tampil bagai manager lagi, yang selalu necis dan "ngadem" di ruangan ber-AC. Saya pun mantap ingin kembali mengulangi usaha saya yang dulu mengalami kebangkrutan. Dan, istri mengiyakan, jika itu jalan terbaik.   


4 comments:

Sewa Bus Semarang said...

Ya Allah... Kok jadi serem gitu ya Bang ceritanya. Masih ada orang2 yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan harta dunia. Memang daripada nanti ada apa2, lebih baik resign aja.

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@Sewa Bus Semarang :Itulah manusia yang selalu ingin cari cara tercepat, dengan menghalalkan segala cara. Keep health ya. Salam sudah mampir.

tantiamelia.com said...

kondisinya mending selamat dunia akhirat aja ya mas

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@tanti amelia : benar mbak. saya resign biar hidup tenang. kalau uang bisa dicari lagi.

Mengawal Pariwisata Bali Bangkit dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholders berfoto bersama (Sumber: Forkom Antar Media Bali Bangkit) Dampak Pandemi Covid-19 sungguh luar bia...