Wednesday, April 15, 2020

Bunyikan Klakson di Jalan Dengan Bijak

Bunyikan klakson di jalan dengan bijak (Sumber: mobilmu.com)



          Tahukah anda, Klakson menjadi piranti penting di sebuah kendaraan. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Klakson menjadi sarana komunikasi dengan pengguna jalan lain, ketika sedang berlalu lintas. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah anda perlu bijak dalam Bunyikan Klakson. Dengan kata lain, membunyikan klakson harus menggunakan etika. Walaupun, tidak ada peraturan tertulis yang mengatur tata cara membunyikan klakson.

Privasi Orang

          Jujur, saya merasa marah atau emosi, ketika pengguna kendaraan lain tidak menggunakan etika dalam membunyikan klakson. Namun, saya hanya menyimpannya dalam hati, sebagai pelajaran hidup. Saya sering mengalaminya, ketika berhenti di lampu merah. Banyak pengendara lain, baik mobil maupun sepeda motor yang tidak sabar untuk mengantri "lampu hijau". Meskipun, harus menunggu hanya 60-120 detik. Durasi waktu tunggu di lampu merah tersebut, serasa menghilangkan kesempatan untuk "mendapat jatah pembagian sembako"/ 

       Meski, lampu lalu lintas masih menunjukan merah atau kuning. Namun, banyak pengguna kendaraan yang "ngasal" membunyikan klakson "seenak wudelnya". Anda harus paham, bahwa setiap pengguna jalan pasti tahu, bahwa mereka akan jalan, jika lampu lalu lintas menyala hijau. Tetapi, pengguna jalan lain sudah buru-buru membunyikan klakson sebelum lampu hijau menyala. Itu, sama halnya pengguna jalan melakukan dua pelanggaran. 

        Pertama, anda telah mengganggu privasi orang, Jika, orang yang bersangkutan tidak sabaran atau emosian, maka pertengkaran akan terjadi. Bisa terjadi pertengkaran fisik atau umpatan dari penghuni kebun binatang. Kedua, anda telah melanggar peraturan lalu lintas. Tahukah anda, saat anda "ngegas" dengan kecepatan tinggi. Sementara, lampu masih menyala merah atau kuning di perempatan lampu merah. Maka, kecelakaan fatal bisa terjadi. Saya pernah melihat  langsung kasus tabrakan antara 2 sepeda motor. Salah satu dari pengendara sepeda motor (depan saya) nyelonong jalan. Padahal, lampu lalu lintas masih menyala merah.  

        Bijak dalam membunyikan klakson, berarti anda juga menghargai orang lain. Sesuai norma atau etika dalam membunyikan klakson. Anda cukup membunyikan klakson yang sewajarnya, "sekali tin saja". Membunyikan klakson yang sekali tin dan normal menjadi pertanda bahwa anda meminta ijin untuk lewat. Agar, tidak terganggu pengguna jalan lain. Atau, memberikan kesempatan pengguna jalan lain untuk lewat. Membunyikan klakson sekali tin juga menjadi jalinan komunikasi antar sesama pengguna jalan. Juga, menghindari dari kasus kecelakaan fatal.

       Sangat dilarang, anda membunyikan klakson berkali-kali atau klakson panjang di area publik. Membunyikan klakson panjang ini sangat merugikan orang lain. Dan, menimbulkan polusi suara. Orang lain akan merasa terganggu alias tidak nyaman. Klakson berali-kali atau klakson panjang ini juga mengandung arti sebuah rasa marah, emosi, umpatan dan lain-lain. Percayalah, jika anda membunyikan klakson secara suka-suka tanpa mengindahkan kondisi pengguna jalan orang lain, maka bisa menyinggung orang lain dan berakibat terjadi pertengkaran hebat.

Bijak Bunyikan Klakson

       Saya pernah melihat seorang ibu dan pemuda yang bertengkar gara-gara membunyikan klakson yang tidak memakai aturan. Kasus ini terjaadi ketika mau keluar dari tempat parkir sebuah supermarket di Kota Denpasar. Seorang pemuda yang tidak memakai helm keluar dari tempat parkir. Sayangnya, mereka tidak mempunyai etika. Heran, dia justru berhenti persis di pintu keluar tempat parkir. Tanpa merasa bersalah bahwa di belakang ada ibu-ibu yang hendak keluar dari tempat parkir. Saya kurang paham apa yang dipikirkan sang pemuda saat itu, Karena, saya juga sedang mengantri keluar dari tempat parkir, persis di belakang ibu-ibu yang hendak keluar tersebut.

        Hampir satu menit, pemuda tersebut tak beringsut dari tempatnya. Masih menghalangi ibu-ibu yang berada di depan saya. Di sinilah kesabaran seseorang diuji. Namun, ternyata kesabaran itu tidak berlaku buat ibu-ibu yang berada di depan saya. Dengan semangat, ibu-ibu itu membunyikan klakson berkali-kali. Padahal, jarak ibu-ibu tersebut dengan sang pemuda hanya 1,5 meter. 

        Tanpa disangka, sang pemuda tersebut menoleh ke arah ibu. Dan, sepertinya tidak terima dengan bunyi klakson yang dinyalakan ibu-ibu. Akhirnya, pertengkaran umpatan pun terjadi, keduanya sama-sama tidak merasa bersalah dan meminta maaf. Mungkin, karena kesal, maka kedua-duanya ngegas sepeda motornya sambil tak menghentikan umpatannya. Saya yang di belakang hanya mengelus dada, sungguh, kedua-duanya bersalah. 

          Kalau saya jadi ibu, saya akan berusaha meminta maaf untuk numpang lewat kepada sang pemuda tersebut/ Ini cara yang paling elegan, dan saya sering melakukannya. Jujur, saya tidak mudah mengobral untuk membunyikan klakson. Saya merasa bahwa tidak mau membuat orang sakit hati jika salah persepsi dengan apa yang saya lakukan. 

       Saya sering menggunakan klakson saat perjalanan jauh. Dan, melihat ada orang yang ingin menyeberang jalan. Untuk menghindari kcelakaan lalu lintas, maka saya berusaha membunyikan klakson secara normal dua kali tin. Perlu diketahui bahwa kerasnya bunyi klakson biasanya diukur dengan dB (desibel). Klakson terendah sekitar 83dB, sedangkan klakson yang tertinggi sekitar 118 dB. Hal ini disesuaikan dengan daya dengar telinga manusia. 

        Mengapa anda mesti bijak dalam bunyikan klakson di jalan? Perlu anda ketahui bahwa jalan raya adalah area publik. Dengan demikian, setiap orang juga mempunyai kepentingan yang sama seperti anda. Anda bayar pajak, mereka juga. Jadi, ketika anda semena-mena tidak mempunyai etika membunyikan klakson di jalan raya. Itu sama saja, anda mengusik kepentingan mereka. Karena, mereka juga mempunyai privasi yang mesti anda hargai.

       Jangan sampai ada umpatan sesama pemakai jalan, ketika anda tidak bijak membunyikan klakson. "Belagu banget lu, kayak jalan milik nenek moyang lu". Coba kalau umpatan yang dari kebun binatang. Pasti emosi akan terjadi, atau terjadi pertengkaran, Jadi, melalui artikel ini, saya mengajak anda, termasuk saya pribadi untuk bijak dalam menggunakan klakson mobil atau sepeda motor. 

        Saya akan mengelus dada, jika anda jago mengemudikan kendaraan.Tapi, anda tidak mempunyai etika dalam berlalu lintas. Anda mesti mempunyai tenggang rasa, bahwa jalan raya itu adalah milik siapa saja. Tingkah laku anda saat berlalulintas bisa menjadi cermin diri anda. Jika, anda suka membunyikan klakson sesuka hati, tanpa menghiraukan orang lain. Maka, kemungkinan besar itulah cerminan diri anda yang tidak mau dihargai oleh orang lain. 

        Yuk,. bunyikan klakson dengan bijak. Selalu berpegang pada etika berlalu lintas.          


No comments:

Mengawal Pariwisata Bali Bangkit dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholders berfoto bersama (Sumber: Forkom Antar Media Bali Bangkit) Dampak Pandemi Covid-19 sungguh luar bia...