Sunday, April 12, 2020

Kapan Anda Mulai Serius Menulis?

Kapan anda mulai serius menulis? (Sumber : dokumen pribadi)




            "Kapan anda mulai serius menulis pak?"

         Itulah pertanyaan yang sering menghampiri diri saya dalam beberapa kesempatan. Ketika saya berbincang-bincang dalam sebuah acara, forum atau kesempatan lainnya. Menulis menjadi hobi, bahkan profesi yang sangat seksi di era digital ini. Menulis bukan hanya sekedar meluapkan kata-kata. Namun, menulis mampu memberikan inspirasi bagi orang lain. Berbagi ilmu atau informasi bagi orang lain yang sedang "haus" akan keingintahuan.

Juara I Lomba Mengarang

           Saya serius menulis sejak SD. Meskipun, hanya mengarang yang dinilai oleh guru sekolah. Di mana, nilai 7 saja sudah membuat hati berbunga-bunga. Namun, penghargaan dalam menulis tentu menjadi dambaan setiap orang. Penghargaan itu menjadi sebuah pemantik. Juga, sebagai bukti bahwa kita merasa dihargai kinerjanya. 

           Tahun 1993, saat saya masih duduk di bangku SMA, saya mendapatkan penghargaan bergengsi. Ya, saya sebagai Juara I Lomba Mengarang Masalah Penghijauan Tingkat SMA Se-Kodya Tegal. Apa hadiahnya? Hanya tropi yang tingginya kurang lebih 35 cm dan sertifikat penghargaan. Uang? tidak ada sama sekali. Hanya sebuah kebanggan saat itu, "hebat, hebat kamu cas". 



Piagam Penghargaan Juara I Lomba Mengarang Penghijauan Tingkat SMA Se-Kodya Tegal (Sumber: dokumen pribadi)


            Saya merasa bahwa saat itu lomba menulis belum se-mentereng sekarang. Banyak pihak yang belum memberikan apresiasi tinggi berupa materi. Karena, setiap konten yang dibuat oleh siapapun, seperti belum dihargai. 

          Mari kita bandingkan dengan era digital sekarang? Hadiah lomba menulis atau blog sangatlah dihargai. Kadang, saya ingin flasback ke jaman saat saya SMA. Andai saja saat itu hadiah menulis sangat menggiurkan seperti sekarang ini? Sekarang, hadiah menulis untuk tingkat SMA saja ada yang tembus hingga 20 juta rupiah. Bahkan, saya beberapa kali mengikuti lomba menulis dengan hadiah utama yang sangat fantastis Mobil Ayla. Meskipun, saya hanya mendapatkan hadiah V uang 5 juta. 

            Saya juga pernah mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Kalimantan, dengan fasilitas menginap di hotel bintang lima. Dan, masih banyak hadiah-hadiah lainnya, yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu di sini. Itulah sebabnya, menulis menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Bukan hanya membantu orang lain dengan ilmu atau informasi. Tetapi, kita bisa mendapatkan penghasilan dalam berbagai cara.

           Saya merasa bahwa menulis menjadi sebuah hobi atau profesi yang prestigious. Bahkan, dengan menulis di ranah digital, bisa menjadi investasi berharga. Yang hobi menulis konten blog, pasti memahami apa yang saya maksud. Dari conten placement hingga menjadi pembicara, adalah segelintir keuntungan besar menjadi seorang penulis blog. Belum, kalau dia membuat sebuah buku yang diburu banyak pembaca. Atau, membuat e-book dengan harga yang terjangkau dan dibeli banyak pembaca. 

          Mengapa saya gemar menulis? Jawabannya satu. karena, menulis akan menjadi pelajaran hidup. Seberapa kaya, tinggi gelar atau jabatan anda, jika anda tidak menulis, maka dunia tidak akan mengakui diri anda. Menulis akan menjadi "branding marketing" diri anda. Karena, orang akan tahu diri anda, dari gaya penulisan anda. Apalagi, jika anda rajin menulis, maka orang akan semakin tahu tentang diri anda. 

           Banyak penulis terkenal yang dimulai dari rajin menulis. Dari kalangan Blogger ada Kang Arul yang menulis beberapa buku bergenre media sosial dan dunia siber. Dari kalangan penulis yang bukunya dijadikan film, ada Andrea Hirata, Tere Liye, Kang Abi, Dewi Lestari dan lain-lain. Di ranah internasional ada J.K Rowling, yang hasil penulisannya Harry Potter dijadikan film yang selalu Box Office.

          Bukan hanya dikenal banyak orang, menulis juga menjadi pengisi pundi-pundi. Saya memahami bahwa menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Memang terlihat mudah, tetapi begitu sulit saat mempraktekannya. Saya sering mendengar keluhan banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu sepertinya sulit untuk memulai. Saya katakan pada mereka, saat menjadi narasumber penulisan blog. Bahwa, menulis itu berawal dari yang paling mudah. Tulislah dari hal-hal termudah, seperti dari hobi atau hal-hal yang paling anda pahami.

          Jangan sekali-kali mengawali menulis dari hal-hal yang rumit, Atau, hal-hal yang membutuhkan literatur. Kecuali, jika anda rajin membaca atau kutu buku. Mengapa? Untuk menjadi penulis handal adalah berawal dari membaca yang handal. Membaca apapun yang bisa menjadi data atau pengalaman hidup. Itulah sebabnya, banyak penulis blog handal yang bisa menulis dalam berbagai genre. Dari kuliner hingga teknologi. Bahkan, seringkali tulisannya melebihi dari penulis yang sangat kampiun dari bidangnya.

Awali Menulis dengan Tekad

         Seorang penulis harus mengawali dengan tekad. Jika, awalnya sulit, maka mulailah dengan menulis sebuah kerangka penulissan. Tulis apa saja yang akan ada tuangkan dalam sebuah tulisan. Dengan kerangka tulisan tersebut, maka anda akan tertata dalam meuangkan ide-ide brilian. 

          Anda tidak perlu menulis panjang seperti penulis handal. Awali penulissan anda dari 300 kata dahulu. Terpenting, tema  yang anda tuangkan mampu bisa dinikmati para pemmbaca. Setelah anda mahir, anda bisa menulis lebih banyak kata secara bertahap. Akhirnya, anda lihai untuk menulis.

       Jadi, jika ada orang yang bertanya pada diri anda, "kapan anda mulai serius menulis?". Maka, jawabannya dengan tindakan langsung. Bukan, hanya dengan kata-kata belaka. "besok pak Insya Allah saya memulai menulis, nanti sore pak, setelah acara ini pak, bla bla bla ..". Faktanya, memulai menulis akhirnyaa tinggal kenangan, karena anda memang tidak punya niat untuk memulainya.

         "Kapan menulis sudah mendarah daging pada diri anda?". Saat anda mempunyai kondisi addict (ketagihan) ntuk menulis. Anda merasa gatal untuk menulis sesuatu setiap saat, itu berarti anda mempunyai gejala ketagihan menulis. Itu sangat baik. Karena, jiwa menulis sudah menjadi sebuah kebiasaan. Asahlah terus, dan informasikan diri anda ke ranah digital. Agar orang lain bisa mendapatkan inspirasi, informasi atau ilmu dari diri anda.

        Kini, ranah digital sedang berkembang pesat. Manfaatkan diri anda untuk segera menulis. Karena, menulis akan menjadi warisan banyak orang, bukan hanya keluarga anda. Ketika anda sudah diambil oleh sang Pemilik-NYA, maka yang dikenang banyak orang adalah karya anda. Dan, menulis adalah salah satu jalan yang bisa anda wujudkan. "Oh, si Anu, blogger yang sering menulis blog tentang kesehatan, oh si Anu yang suka menulis tentang traveling. Saya masih suka baca tulisannya hingga sekarang".   

         Sekali lagi, menulis adalah sebuah hobi yang seksi di era digital. Yuk, segeralah menulis. Tunjukan pesonamu!   

No comments:

Mengawal Pariwisata Bali Bangkit dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholders berfoto bersama (Sumber: Forkom Antar Media Bali Bangkit) Dampak Pandemi Covid-19 sungguh luar bia...