Friday, April 24, 2020

Kopi Pahit, Kamu Manis

Kopi Pahit, Kamu Manis (Sumber: dokumen pribadi)





            Era digital telah mengalami pergeseran. Gaya hidup Leisure Economy membuat generasi milenial hobi nongkrong. Salah satu tempat nongkrong yang lagi hits adalah tempat hangout buat ngopi. Bahkan, tempat buat ngopi sedang menjamur. Nongkrong di tempat ngopi bukan hanya sekedar untuk ngopi. Tetapi, tempat ngopi ini juga buat menjalin silaturahmi, melakukan deal bisnis dan reuni. Bahkan, tempat ngopi ini juga bisa mencari pasangan. Ya, bagi generasi milenial yang tidak ingin galau, maka tempat ngopi bisa menjadi tempat PDKT. Asik, kan?

             Kopi yang asli terasa pahit. Tetapi, kopi itulah yang menjadi idaman para penikmat kopi. Seperti, kalian yang suka kopi espresso, maka pahitnya kopi menjadi indah. Bahkan, jika kalian yang lelaki sejati sedang menikmati kopi. Maka, rasa pahitnya sungguh nikmat. Kalian bisa ngomong dengan mantap pada pasangan atau calon gebetan anda, "kopi pahit, kamu manis". Kenapa kopi tetap pahit? Karena, manisnya sudah pindah ke senyum kamu. Cie-cie!

            Banyak orang bilang bahwa minum kopi bisa menimbulkan inspirasi. Ide yang tersembunyi, muncul seketika. Bahkan, bagi para Coffe Addict, maka jika gak ngopi, kepala terasa pusing keliyengan. Kerja jadi malas. Pijakan bumi terasa mau terbelah, Kata-kata gombal cinta yang hendak diungkapkan terasa lupa seketika. Jadi, suasana menjadi makin garing.

             Lebih ngeri lagi, jika belum ngopi, mereka gak mau sarapan atau makan siang. Karena, dengan ngopi, perut akan terasa kenyang, jadi tidak mau makan. Wow, bisa irit pengeluaran dong. Bukan itu saja, konon dengan rajin ngopi bisa menjadi sarana untuk diet. Masa sih? Ya, iyalah, wong habis ngopi gak mau makan.

                Banyak generasi milenial yang begitu menikmati kopi. Namun, hati mereka masih galau. Emang kenapa? Ya, gimana gak galau. Kopi sudah di tangan kanan, tetapi gebetan sudah di tangan orang lain. Tetapi, gak perlu galau dong. Kan, kalian sudah ngopi. Dengan ngopi, pikiran kalian jadi lebih luas. Dunia tidak selebar daun kelor. Jadi, kalai dia masih di tangan orang lain, ya, kalian ngopi aja dulu. Ngopi ngapa!



 Kopi di tangan kanan, kamu masih di tangan orang lain (Sumber: dokumen pribadi)



             Aroma kopi memang telah membuai banyak orang. Bahkan, bagi kalian yang rajin ngopi di Starbuck, anda gak merasa keberatan untuk membayar mahal harga segelas kopi. Di mana, harga segelas kopinya bisa berkali lipat dengan segelas kopi sachetan. Kalian asik aja. Sebab dengan ngopi di tempat yang bermerek, maka gengsi kalian makin naik, bukan? Bukan hanya sekedar tempat nongkrong. Tetapi, sudah menjadi gaya hidup (lifestyle).

               Itulah hebatnya kopi, dari harga yang beberapa ribu per gelasnya. Hingga puluhan ribu per gelasnya. Semuanya punya nilai dan segmen pasar maasing-masing. Tujuannya hanya satu, menikmati secangkir atau segelas kopi, yang mampu menimbulkan banyak ispirasi. Apalagi, kalau mata anda lagi ngantuk, maka secangkir kopi mampu menahan rasa ngantuk anda. Dan, kreatifitas muncul seketika.

              Kopi selalu menjadi perbincangan menarik. Banyak kopi dari beberapa daerah Indonesia yang melegenda dan diakui dunia. Sebut saja kopi khas Gayo, kopi Kintamani Bali dan lain-lain. Jika, kalian jalan-jalan ke Bali. Dan, mampir di agrotourism perkebunan kopi Luwak. Maka, secangkir kopi bisa dihargai ratusan ribu. Banyak orang yang berani membeli ratusan ribu hingga jutaan untuk mendapatkan kopi tersebut buat oleh-oleh. Juga, buat teman nongkrong bareng kolega, teman, partner bisnis dan lain-lain. 

                 Banyak orang tidak peduli mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk mendapatkan kopi idaman. Kopi yang telah menjadi produk ekspor makin digandrungi masyarakat dunia. Dari biji kopi pilihan, maka pundi-pundi mengalir deras. Muaranya, pengusaha kopi bersemangat untuk menanam kopi. Dan, kopi itu bukan hanya mengalir ke luar negeri. Tetapi, kopi itu juga bisa anda nikmati di beberapa kedai kopi pilihan anda. Dan, di kedai kopi itulah, anda bisa hangout bersama orang-orang yang kalian sayangi. Dan, dari kedai kopi, gaya hidup baru di era milenial makin menggeliat. 

                  "Kopi memang terasa pahit, tetapi kamu harus tetap manis". Mari kita nikmati kopi brosis! Sudah ngopi? Ngopi ngapa!   


No comments:

Cara Ibu Terapkan Gizi Seimbang untuk Tumbuh kembang Si Buah Hati Saat Pandemi

  Nutrisi Gizi seimbang anak saat Pandemi di rumah saja (Sumber: shutterstock)     “You have to love your children unselfishly. That...