Tuesday, April 7, 2020

Virus Corona, Cara Indah Allah SWT Menguji Kesombongan Manusia

Virus Corona, cara indah Allah SWT menguji kesombongan manusia (Sumber : mukomukoshare.com/diolah)



"Kun fayakun"



Hanya dengan "terjadi, maka terjadilah ia". Itu adalah cara Allah SWT membuat segala apa yang ada di alam jagat raya yang Maha Luas tiada terhingga. Jadi, apa yang disombongkan manusia. Karena, planet-planet bisa dihancurkan bagai kapas-kapas yang beterbangan. Itulah sebabnya, tidak ada yang bisa disombongkan dalam diri manusia. Dengan virus Corona, kesombongan manusia ditegur Allah Yang Maha Kuasa dengan cara yang indah. 

Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Namun, kenyataannya, manusia sebagai khalifah di bumi justru kerapkali membuat kerusakan. Dari pembabatan hutan (illegal logging), perang antar negara dan lain-lain. Yang membiat kedamaian dunia terkoyak. Seperti, kasus invansi Israel yang tak kunjung selesai terhadap Palestina hingga saat ini. 

Meskipun, manusia berbuat kejahatan atau kriminal, namun Allah SWT begitu sayang pada manusia. Allah SWT memberikan teguran lewat gunung meletus, angin topan atau tsunami. Allah SWT tidak memberikan azab seperti kaum-kaun nabi terdahulu yang mengingkari risalah nabi atau rasul. Apalagi, ketika rasul akhr jaman, Muhammad SAW Rasul pilihan yang bertugas untuk membentuk akhlak yang baik manusia di bumi.

Dalam sejarah manusia, membalas kesombongan manusia semacam Fir'aun yang mengakui dirinya Tuhan. Allah SWT menegur dan membalasnya dengan cara yang indah. Allah SWT tidak memberinya azab yang frontal seperti banjir bandang seperti jaman Nabi Nuh AS. Namun, Allah SWT menegurnya dengan menghadirknan kelahiran Nabi Musa AS yang dipelihara oleh istrinya. Padahal, Fir'aun sudah mempunyai tekad akan membunuh setiap kelahiran bayi laki-laki. Tetapi, melalui istrinya, Fir'aun yang terkenal bengis itu diketuk hatinya agar Nabi Musa AS tetap hidup dan bisa memberikan teguran langsung kepadanya. 

Kini, dunia yang telah dipenuhi kejahatan, peperangan dan sentimen antar negara membutuhkan waktu untuk bernafas. Bumi yang telah diselimuti dengan kekhawatiran bahaya Global Warming (pemanasan global) membutuhkan waktu rehat sejenak. Bahkan, lapisan ozon yang sangat berarti bagi bumi, terancam mengalami timbulnya lubang yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.

Persaingan perdagangan dunia kian nyata antara USA dan China. Kemudian, perkembangan teknologi digital menimbulkan tingkah laku manusia di bumi yang kian variatif. Dunia digital kian memberikan dunia tanpa batas. Informasi dari manapun bisa diakses dengan mudah. Namun, di sisi lain, masih ada invansi negara atau golongan tertentu yang bernada SARA. Seperti kasus Ronghiya. ISIS, Alqaidah dan lain-lain. Manusia di dunia mencerminkan kerawanan timbulnya pertikaian antar suku atau bangsa. 

Bahkan, di RRT (Republik Rakyat Tiongkok) beberapa bulan yang lalu dihebohkan dengan pembuhuhan kaum minoritas. Yaitu, muslim Uighur yang viral di berbagai media sosial dan mendunia. Tentu, semua warga dunia sangat terenyuh dan mengecam keras kejadian tersebut. Semua manusia di bumi ini menghendaki untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan. 

Virus Corona, Cara Indah Allah SWT

Allah SWT Yang Maha Kuasa dan tidak pernah tidur dalam mengurusi makhluk ciptaannya . Allah SWT tidak memberikan teguran atas kesombongan manusia secara keras, contoh memberikan musibah gunung meletus atau banjir besar secara bersamaan yang terlihat oleh mata. Namun, Allah SWT memberikan teguran kesombongan manusia melalui makhluk super kecil bernama Virus Corona. .

Menurut laman Wikipedia menyatakan bahwa "Koronavirus merupakan virus beramplop dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar antara 27–34 kilo pasangan basa, terbesar di antara virus RNA yang diketahui".   

Saya pernah membaca sebuah postingan di media sosial yang menyatakan bahwa ukuran Virus Corona ini bagai satu per 4.000 helai rambut manusia. Sebuah besaran yang tidak akan terlihat dengan mata telanjang bukan?. Itulah cara Allah SWT untuk menegur kesombongan manusia di bumi. Tidak mengirim makhluk raksasa untuk membuat panik manusia. Atau, menabrakkan planet ke bumi. Allah SWT cukup mengirim Virus Corona yang berasal dari RRT. Dan, dari RRT inilah, manusia belajar banyak tentang keindahan dunia..

Virus Corona menjadi cara indah Allah SWT untuk menciptakan solidaritas dunia. Saat ini, Virus Corona mampu melumpuhkan ratusan negara-negara dunia, termasuk negara adidaya Amerika Serikat. Yang menarik, selama pandemi Corona, semua negara di dunia bahu-membahu bekerja sama untuk percepatan penenganan COVID-19 ini. Semua negara sibuk mengurusi warganya agar penyebaran Virus Corona bisa dihentikan. Mereka tidak lagi mengurusi hal-hal lain yang tidak berhubungan sama sekali dengan Pandemi COVID-19. Bahkan, USA kini konsentrasi untuk menyiapkan ventilator bagi para pasien COVID-19. Apalagi, USA kini sedang dilanda penyebaran COVID-19. Kurang lebih 140 ribu kasus COVID-19 terjadi.

Masker menjadi barang berharga. Semua negara sangat membutuhkannya. Beberapa negara melakukan LOCKDOWN agar penyebaran COVID-19 bisa diatasi. Tentu, dengan adanya Lockdown tersebut, tanpa sadar bumi mengalami pengurangan aktifitas manusia. Deru kendaraan bermotor yang bisa menimbulkan polusi udara. 

Di Indonesia sendiri, media sosial diramaikan dengan trending postingan tentang kondisi langit Jakarta yang indah. Saat masyarakat Indonesia melakukan kebijakan Work From Home (WFH) dan Stay At Home (SAH). Juga, media sosial diramaikan dengan pertunjukan musik dari rumah untuk membuang kebosanan saat Lockdown. Manusia mulai pediuli terhadap sesamanya tanpa melihat SARA. Di Granada Spanyol, adzan berkumandang dari berbagai rumah atau apartemen secara bersamaan. 

Kita menyadari bahwa Virus Corona menimbulkan banyak korban nyawa di seluruh dunia. Tetapi, melalui Virus Corona memberikan teguran atas kesombongan manusia bahwa sehebat apapun teknologi manusia yang mampu mencapai planet Mars atau Bulan. Namun, bisa dikalahkan dengan makhluk super kecil yang bernama Virus Corona. Semaju apapun negara di dunia seperti USA, Jepang, RRT, Italia, Spanyol, Rusia dan lain-lain. Ternyata, mereka "gelagapan" saat menghadapi maklhluk yang tak terlihat oleh mata.

Allah SWT menegur manusia untuk mencintai bumi, meskipun teknologi meroket tinggi. Karena, manusia sejatinya menjadi khalifah di bumi adalah untuk menjaganya, bukan membuat kerusakan. Itulah, hal yang dikhawatirkan para malaikat ketika Allah SWT hendak menciptakan manusia di bumi yaitu Nabi Adam AS.

Kita berharap bersama bahwa dengan adanya pandemi Virus Corona ini, tercipta kedamaian dunia yang hakiki. Peperangan mulai dihentikan seperti yang terjadi di Palestina. Negara-negara di dunia mulai menciptakan solidaritas untuk menghadapi perkembangan teknologi yang kian massif. Persaingan perdagangan di dunia dilakukan dengan fair. 

Sebelum mengakhiri artikel ini, saya selipkan arti dari QS.Al Araf : 75-77). Semoga menjadi pembelajaran bersama, bahwa hidup tidak perlu sombong. Kata postingan lucu yang ramai di media sosial "tidak perlu sombong. Di atas langit, masih ada Hotman Paris".      



“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya”. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata: “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. [QS. Al Araf ::75-77].


No comments:

5 Hal Penting dari Tabrakan Viral CBR 1000RR SP Versus Daihatsu Ayla

  Kasus viral Daihatsu Ayla menyeruduk CBR 1000RR SP (Sumber: detik.com)       Mobil LCGC atau Low Cost Green Car (mobil murah rama...