Monday, November 23, 2020

5 Hal Penting dari Tabrakan Viral CBR 1000RR SP Versus Daihatsu Ayla

 

Kasus viral Daihatsu Ayla menyeruduk CBR 1000RR SP (Sumber: detik.com)

 

 

 

Mobil LCGC atau Low Cost Green Car (mobil murah ramah lingkungan) Daihatsu Ayla yang menyeruduk Motor Gede (Moge) CBR 1000RR SP di Purwokerto Jawa Tengah viral di media sosial (medsos).

Kasus tersebut menjadi pembicaraan hangat di linimasa media sosial. Dan, seperti biasanya, komentar para Netizen pun beragan. Namun, dari kejadian tersebut, ada 5 hal penting yang bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

 

Apa sih 5 hal penting itu? Yuk, pantengin terus sampai akhir.


Berawal dari Suara Knalpot

 

Banyak sih, pro dan kontra tentang Moge supersport CBR 1000RR SP yang digeber di jalanan umum. Suara knalpotnya yang sangat kencang membuat pekak telinga. Itulah sebabnya, banyak kalangan yang kontra, menyayangkan jika Moge supersport tersebut sebaiknya digeber di lintasan sirkuit.

Namun, bagi pihak yang pro bahwa menggeber Moge supersport di jalanan umum sah-sah saja. Selama dia kuat untuk membelinya dan mempunyai etika berkendara di jalanan umum. Dengan catatan, hard skill dan soft skill pengendara Moge tersebut sudah mumpuni. Jadi, tidak merugikan pengendara lain di jalanan umum.

Kasus Mobil LCGC Daihatsu Ayla bermula dari pengendara Moge yang ternyata bernama Dimas Prasetyahani. Dimas menggeber Mogenya hingga suara kencang knalpot mengganggu pengendara lain yaitu pengendara Mobil LCGC Daihatsu Ayla. Dilansir dari akun Instagram sang pengendara Moge @dimas_prasetyahani yang menceritakan bahwa kejadian bermula dari suara knalpot Mogenya. Pengendara Mobil LCGC Daihatsu Ayla tidak terima dengan kondisi tersebut.

Kejadian selanjutnya adalah cekcok mulut di pinggir jalan HR Bunyamin Purwokerto Utara tanggal 17 November 2020 lalu. Dan, pengendara LCGC Daihatsu Ayla berlalu begitu saja meninggalkan pengendara Moge. Saat pengendara Moge Dimas mengajaknya duel. Selanjutnya, pengendara Moge Dimas, sempat mengejar LCGC Daihatsu Ayla untuk minggir kembali. Dan, dia sempat menyalipnya dan minggir di sisi kiri jalan untuk posisi berhenti, di depan mobil LCGC Daihatsu Ayla yang melaju.

 

Emosi dan Harga Diri Melupakan Segalanya

 

Menurut saya, kejadian CBR 1000RR SP Versus Mobil Daihatsu Ayla timbul karena faktor emosi dan harga diri. Pengendara Moge merasa tersinggung karena ditinggal begitu saja oleh pengendara Daihatsu Ayla saat cekcok mulut. Dan, pengendara Mobil Ayla juga tidak mampu mengendalikan emosinya ketika dihadang pengendara Moge. Yang selanjutnya timbul kemarahan spontan dengan menyeruduk CBR 1000RR SP.

Sang Pengendara Mobil Daihatsu Ayla tidak berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya, setelah menabrak Moge Supersport tersebut. Di mana, harganya berkali-kali lipat dari harga Mobil Daihatsu Ayla yang dikendarainya. Juga, pengendara Mobil Daihatsu Ayla melupakan keselamatan pengendara Moge.

Menurut pengendara Moge Dimas yang dilansir Detik.com (19/11/2020) menyatakan "Pelajaran banget untuk kita semua ya, ternyata orang gila di luar itu masih banyak teman-teman. Kenapa saya bilang orang gila, karena dia tidak sadar, hanya emosi sesaat hanya perihal masalah sepele yang sebenarnya mungkin bisa diselesaikan dengan cara baik-baik cuma karena kalaf gelap mata, akhirnya melakukan tindakan yang tidak terpuji yang berakibat sangat fatal bisa mengakibatkan nyawa orang menghilang alias meninggal".

Pengendara Moge menderita patah tulang tangan kiri dan dirawat di rumah sakit. Melalui akun instagramnya, pengendara Moge Dimas bisa pulang kembali ke rumahnya.

 

Sama-sama 1000cc, Harga Berbeda Jauh

 

Perlu diketahui bahwa CBR 1000RR SP merupakan Moge supersport dengan kapasitas silinder 1000cc yang mempunyai harga bisa membuat siapapun melongo. Kurang lebih harga motor pabrikan Honda dari Jepang tersebut dibanderol hingga 700 juta. Siapapun setuju bahwa harga motor segitu hanya dimiliki oleh orang-orang kaya penggila motor gede.

Dengan kata lain, bukan orang sembarangan yang memiliki moge tersebut. Bukan hanya sebuah Prestige atau gengsi. Namun, dengan mengendarai motor gede yang tergolong supersport tentu menaikan status sosial. 



Honda CBR 1000RR SP (Sumber: Kompas.com/21/11/2020)

 

Bagaimana dengan Mobil LCGC Daihatsu Ayla? Mobil yang murah dan ramah lingkungan tersebut sama seperti Moge. Dengan mempunyai kapasitas silinder 1000cc. Bagaimana dengan harganya? Dari berbagai sumber menyatakan bahwa harga LCGC Daihatsu Ayla baru yang merupakan pabrikan asal Jepang Daihatsu, dipatok dengan harga termurah berada di kisaran angka Rp102 jutaan. Sedangkan, untuk tipe tertinggi dipatok pada kisaran harga Rp 160 juta on the road (OTR) Jakarta.

Yang menjadi pertanyaan menarik adalah, sama-sama mempunyai silinder 1000cc, tetapi harga Daihatsu Ayla kalah jauh dengan CBR 1000RR SP. Padahal, saat panas terik, penumpang Daihatsu Ayla lebih adem dan nyaman, karena bisa menyalakan AC. Ketika, hujan turun, pengendara Daihatsu Ayla bisa aman dan nyaman tidak kehujanan.

Yang menarik lainnya adalah Daihatsu Ayla bisa menampung kurang lebih 4 orang duduk aman dan nyaman selama perjalanan. Kondisi tersebut berbeda jauh dengan pengendara CBR 1000RR SP bukan? Pengendara Moge tersebut akan kepanasan karena terik matahari, kehujanan dan hanya sendirian saat berkendara.

Nah, mengapa harga CBR 1000RR SP melesat jauh dibandingkan dengan Daihatsu Ayla. Menurut saya adalah faktor prestige dan gengsi dari Moge supersport tersebut. Yang hanya bisa dimiliki oleh kaum berkelas. Hal itulah yang membuat harga Moge tersebut sangatlah mahal.    

 

Tanggung Jawab Penabrak

 

Karena telah menabrak Moge Supersport CBR 1000RR SP, maka pengendara LCGC Daihatsu Ayla mengakui kesalahannya. Dia bertanggung jawab untuk menanggung semua kerugian yang dialami oleh pengendara Moge Dimas. Bahkan, pengendara LCGC Daihatsu Ayla, sudah meminta jalur damai dengan menyiapkan satu unit mobil dan satu rumah sebagai ganti rugi. Yang nilainya kurang lebih 400 juta.

 

Rasa Kemanusiaan Berakhir Damai

 

Menurut pengendara Moge Dimas juga menuturkan bahwa pihak penabrak sempat melakukan mediasi dengannya. Pihak penabrak siap menanggung segala kerugian dan kerusakan yang dia alami. Namun, kenyataannya, kondisi sang penabrak tergolong dari kalangan kurang mampu. Di mana, Mobil LCGC Daihatsu Ayla masih kredit. Dan, kondisi rumah pun pas-pasan.

Bukan hanya itu, istri sang pengendara Mobil LCGC Daihatsu Ayla sedang hamil 6 bulan. Tentu, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Dengan rasa kemanusiaan lewat mediasi secara kekeluargaan, sang pengendara Moge Dimas menolak segala ganti rugi yang hendak diberikan sang penabrak.

Sikap manusiawi yang dilakukan oleh pengendara Moge Dimas sontak menjadi pembicaraan hangat di berbagai media sosial dan media online. Banyak Netizen yang memuji langkah baiknya. Dan, sikap mulia itu bisa menjadi pelajaran berharga buat siapapun. Rasa kemanusiaan mampu mengalahkan sisi material. Good Job Dimas! Semoga apa yang anda lakukan menjadi amalan terbaik.   




Kasus CBR 10000RR SP Versus Daihatsu Ayla berakhir damai (Sumber: dimas_prasetyahani/IG)



No comments:

Fenomena Negeri Di Atas Awan Pulau Dewata

  Desa Pinggan Kintamani, Fenomena Negeri Di Atas Awan Bali yang harus saya jelajahi (Sumber: dokumen pribadi)     Apakah ada Negeri d...