Saturday, January 16, 2021

We Love With Love Menghapus Sedih Era Pandemi

 

Gagasan We Love With Love untuk menghapus kesedihan karena Pandemi Covid-19 dan menggali potensi UMKM & seniman (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

 

“Jangan lihat sedihnya, tapi lihat potensinya”.

 

Kalimat menarik dari sebuah kesimpulan perbincangan, antara Founder yayasan We Love With Love Ibu Novi Rolastuti dan host Titin Prapmika. Saat peluncuran We Love With Love secara digital dalam channel Youtubenya hari ini Sabtu, 16 Januari 2021.

 

 

Perbincangan Founder We Love With Love dengan host Titin Prapmika saat peluncuran di kanal Youtube We Love With Love, Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 12.00 WITA (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Perlu diketahui bahwa We Love With Love diluncurkan dengan tujuan untuk menghapus sedih masyarakat karena Pandemi Covid-19. Dan, mengembangkan potensi yang ada, di seluruh nusantara yang beraneka ragam. Dan, Bali menjadi area utama yang menjadi semacam “Pilot Project”.

Mengapa harus Bali yang duluan? Sebuah pertanyaan yang mungkin muncul dari anda. Kita memahami bahwa Pandemi Covid-19 telah berdampak ke berbagai sektor. Dan, Bali sebagai penyumbang APBN terbesar dari sektor pariwisata sangat merasakan dampak yang besar itu.

Bahkan, inflasi di Bali merupakan tertinggi saat Pandemi Covid-19 ini. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 kuartal kedua menyatakan inflasi di Bali hingga minus 12,28%. Angka yang lebih besar dari rerata inflasi nasional sekitar minus 5,32%.

 

CINTA TANPA PAMRIH

 

Loving is Giving. Memberi karena cinta, bukan karena pamrih. Begitu juga dengan gagasan dari We Love With Love. Yaitu, untuk membantu meringankan beban karena dampak ambruknya pariwisata Bali. Sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar masyarakat Bali lumpuh total. Banyak orang yang menganggur dan terkena PHK massal. Secara otomatis, perekonomian Bali terjun bebas. Semua sektor tidak berdaya menghadapi gempuran Pandemi Covid-19.

Tentu, semua orang bersedih. Karena, kehilangan mata pencaharian seketika. Bahkan, tidak sedikit yang jatuh bangkrut dan beralih profesi seadanya. Terpenting, dapur tetap ngebul dan kehidupan must go on.

Bali boleh bersedih, tetapi Bali meski kemBALI bangkit menatap masa depan. Karena Bali mempunyai potensi besar. Bukan itu saja. Bali menjadi etalase kemajuan pariwisata di mata dunia. Apalagi, UMKM di Bali sedang tumbuh subur. Kondisi itulah yang menjadi perhatian utama dari We Love With Love. Bahwa, potensi Bali meski bangkit kembali.

Ibu Novi Rolastuti, selaku Founder dari yayasan We Love With Love menyadari bahwa Bali harus menjadi role model pertama. Agar pelaku UMKM dan seniman Bali yang kini vacum bisa mendapatkan spirit kembali. Mereka meski mendapat dukungan penuh, agar mereka mau merestorasi potensinya.

Ibu Novi Rolatuti pun blusukan di beberapa daerah di Bali. Dan, mendapatkan 12 UMKM dan seniman yang meski move on. Dan, bisa menjadi spirit buat yang lainnya. Ibu Novi Rolatuti merasakan bahwa banyak UMKM dan seniman Bali yang harus tetap berkarya. Seniman yang lama menganggur, karena tidak mendapat panggung harus diberikan dukungan penuh.

 

Seniman Bali harus mendapatkan panggung agar bisa mengekspresikan seninya kembali (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Itulah sebabnya, dalam  peluncuran We Love With Love mengusung tema “Donate, Shop, Share” (Donasi, Belanja, Berbagi). Demi kejayaan kembali UMKM dan seniman Bali. Bahkan, We Love With Love didesain untuk mencintai tanpa pamrih. Dukungan yang diberikan oleh We Love With Love membangun potensi UMKM yang ada (khsususnya Bali). Serta, seniman yang saat ini tidak bisa berekspresi, karena ketiadaan panggung.

Berbagai hasil kerajinan UMKM seperti lukisan, kerajianan tas dari alam, keramik unik dan lain-lain dipamerkan saat peluncuran  We Love With Love. Bahkan, untuk 100 orang yang mampu mendonasikan sebagian rejekinya. Akan mendapatkan merchandise menarik berupa kaos (t-shirt) karya pengrajin Bali.  

 

Berbagai hasil kerajinan UMKM ditampilkan saat bincang-bincang peluncuran We Love With Love (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

KOLABORASI GENERASI TUA DAN MUDA

 

Namun, hal yang menjadi perhatian saat peluncuran We Love With Love di kanal Youtube tersebut adalah pagelaran tarian klasik. Pagelaran tarian yang bertajuk Lampah Nini. Karya tarian ini merupakan hasil kerjasama kolaborasi generasi tua dan muda. Yaitu, kolaborasi antara Maestro guru tari tradisional Ibu Ni Ketut Arini dan Master of Art dan koreografer muda Bali I Komang Adi Pranata.

 

Sang maestro guru tari tradisional Ibu Ni Ketut Arini (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Lampah Nini ini memberikan pesan mendalam kepada kita semua. Sebuah renungan tentang perjalanan hidup manusia. Dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Di mana, dalam kehidupan tersebut dipenuhi dengan gejolak dan kesalahan. Sepertinya, desainer tari untuk memberikan pesan mendalam kepada kita. Agar kembali ke dalam jati diri kita alias mulat sarira.

Kita mulai berintrospeksi diri tentang kehidupan. Apalagi, kehidupan yang penuh dengan aral melintang dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Koreografi Lampah Nini benar-benar digarap apik dan klasik. Para penari yang semuanya wanita ini memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan hidup manusia. Jangan sampai lupa pada jati diri dan Tuhan Yang Maha Esa. 

 

Beberapa adegan tarian Lampah Nini (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Ilustrasi musik yang memberikan kesan sakral mampu menghipnotis para penikmat Youtube. Efek Hitam Putih (Black and White/BW) pada video memberikan gambaran tempo dulu. Dan, efek warna video memberikan kehidupan sekarang ini (dewasa).

Penampilan Lampah Nini menjadi sebuah pertanda bahwa seniman Bali mampu menapaki panggung kembali. Mereka mampu berkarya, setelah lama berdiam diri. Seni adalah sebuah ranah mencari rejeki. Saat panggung seni itu tertutup rapat maka kreatifitas seni pun akan mati.

We Love With Love memberikan sajian pertunjukan by digital yang apik. Dan, mampu menggali potensi UMKM dan Bali dari kuatnya rasa sedih karena Pandemi. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah JANGAN LIHAT SEDIHNYA, TETAPI LIHAT POTENSINYA.

Semua memahami bahwa Bali bagaikan surga tak bertepi. Bukan karena keindahannya saja, tetapi darah seni yang tak pernah henti. Namun, badai Pandemi mengancam terkuburnya seni. Maka, semua elemen perlu adanya kolaborasi. Agar, SENI ITU HIDUP KEMBALI. Bali Bangkit, Bali kemBALI. UMKM dan seniman berkreasi.  


2 comments:

Joe Candra said...

AKu suka banget dengan karya Tarian Lampah Nini-nya bang. kerennnnnnn

CASMUDI, BERBAGI MESKIPUN MASIH KURANG said...

@Joe Candra : benar banget mas. Klasik dan keren.

Pemahaman Orang Tua untuk Membedakan Antara Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional Demi Tumbuh Kembang Anak

  Webinar Bicara Gizi tentang perbedaan Gejala Alergi Saluran Cerna dan Gangguan Saluran Cerna Fungsional (Sumber: Shutterstock )       ...