Thursday, May 6, 2021

Kolaborasi AQUA dan Sekolah.mu Menciptakan Anak Indonesia Hebat Dalam Mengelola Sampah

 

Perlunya pembelajaran manajemen pengelolaan sampah sejak anak-anak (Sumber: shutterstock)

 

          “Mari Bijak Berplastik untuk Mewujudkan Indonesia Bersih”

 

          Kalimat bijak yang diusung oleh Danone-AQUA memberikan pemahaman berharga. Bahwa, sampah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah mewujudkan Indonesia yang bersih.

          Sampah masih menjadi masalah yang serius bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya manajemen pengelolaan sampah yang baik. Dan, pembelajaran mengenai pengelolaan sampah tersebut sebaiknya menyasar dari kalangan yang paling dasar. Yaitu, anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

          Mengapa harus dari PAUD? Perlu anda ketahui bahwa PAUD adalah generasi bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa depan. Ketika, anak-anak PAUD telah dibekali pembelajaran manajemen sampah yang baik. Maka, kelak akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang peduli masalah pengelolaan sampah.

          Itulah sebabnya, masih dalam suasana Hari Pendidikan Nasional. Danone-AQUA x Sekolahmu mengadakan acara press conference melalui platform Zoom Webinar yang berjudul “AQUA dan Sekolah.mu Ajak Anak Indonesia Kelola Sampah melalui e-Learning Interaktif”.

          Webinar tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 6 Mei 2021, pukul 13:00-selesai. Adapun, moderator oleh Novita Angie, dan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu:

1.   Intan Kartika, Brand Director AQUA.

2.   Ratih Anggraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone-Indonesia.

3.   Najeela Shihab, Founder of Sekolah.mu.

4.   Jumeri, S.TP., M.Si., Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (TBC).

 

Moderator dan narasumber di webinar Danone-AQUA x Sekolah.mu (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

          Kita memahami bahwa Pandemi Covid-19 masih berlangsung di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Dampak yang paling terasa adalah pendidikan tatap muka untuk sementara dihentikan atau diatur secara ketat sesuai protokol kesehatan. 

          Tentu, pendidikan yang bertema tentang lingkungan tidak berjalan normal. Sementara, Pendidikan anak Indonesia harus tetap berjalan. Demi memberikan edukasi yang baik bagi generasi mendatang. Makin membuat kesenjangan dunia Pendidikan.

          Jangankan di masa Pandemi, sebelum Pandemi saja masih ada isu adanya kesenjangan pendidikan di Indonesia. Di mana, pendidikan di pulau Jawa identik lebih maju dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia bagian timur. 

          Menurut Bapak Jumeri, S.TP., M.Si. dari Direktorat Dikdasmen Kemendikbud RI menyatakan bahwa kurang lebih 30% sekolah di Indonesia yang mampu melakukan pembelajaran dengan baik.

          Meskipun, di masa Pandemi, anak-anak Indonesia hendaknya bukan sekedar merdeka belajar. Tetapi, harus mampu bertambah dengan merdeka berkarya. Tentu, kondisi pembelajaran jarak jauh di masa Pandemi harus menjadi pembelajaran pendidikan yang makin terasa dekat dan lekat.

 

#BIJAKBERPLASTIK

 

          Kita menyadari bahwa volume sampah di Indonesia semakin hari semakin banyak. Karena, faktor bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Bukan itu saja, masalah sampah juga semakin membutuhkan penanganan yang kompleks.

          Salah satu hal yang menjadi pekerjaan rumah adalah manajemen pengelolaan sampah yang masih rendah. Khususnya, penanganan sampah plastik. Bijak Berplastik menjadi program yang harus digaungkan semaksimal mungkin. Yaitu, menangani sampah plastik agar bisa mengurangi volume atau melakukan daur ulang sampah plastik yang bernilai ekonomis.

          Program Bijak Berplastik telah digaungkan Danone-AQUA sebagai rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Tentu, pembelajaran tentang penanganan sampah plastik harus menyasar ke kalangan yang paling dasar yaitu kalangan PAUD.

          Sayang, kondisi Pandemi membuat pembelajaran tentang lingkungan tersebut menjadi terhenti. Karena, anak-anak sekolah harus belajar jarak jauh atau belajar dari rumah.

          Berdasarkan kondisi terhentinya pendidikan tatap muka, maka Danone-AQUA dan Sekolah.mu merasa peduli bahwa pendidikan lingkungan tidak boleh terhenti karena jarak. Maka, Sekolah.mu sebagai wadah edukasi digital berkolaborasi dengan Danone-AQUA untuk meluncurkan modul digital pembelajaran interaktif “Sampahku Tanggung Jawabku”.

          Perlu diketahui bahwa program tersebut merupakan lanjutan dari komitmen #BijakBerplastik AQUA pada pilar edukasi. Ada 3 pilar dalam pelaksanaan program #BijakBerplastik yaitu:

1.   Koleksi (mengumpulkan), yaitu mengumpulkan sampah yang ada dalam lingkungan kita.

2.   Memilah (memisahkan), yaitu memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Seperti memisahkan sampah yang mampu didaur ulang dan bernilai ekonomis dalam prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

3.   Inovasi (perbaikan teknologi), yaitu menciptakan teknologi terkini yang ramah lingkungan. Seperti, menciptakan Aqua Life yang bahannya 100% dari bahan plastik yang mampu didaur ulang.

 

SAMPAHKU TANGGUNG JAWABKU

 

          Hal penting dalam Pendidikan Lingkungan Anak khususnya sejak PAUD adalah masyarakat perlu membuat ekosistem yang sama antara di sekolah dan di rumah. Sebagai contoh, jika anak telah diajarkan untuk membuang sampah secara benar di sekolah. Maka, pemandangan tersebut harus tidak jauh berbeda. Ketika, anak-anak pulang ke rumah.

          Ketika, kondisi di rumah berbeda atau bertolakbelakang dengan kondisi di rumah. Maka, anak-anak akan cenderung putus asa atau berontak. Karena, tidak ada dukungan dan contoh sukses dari lingkungan terdekat (orang tua). Padahal, kehidupan anak-anak yang murni adalah di lingkungan rumah, bukan di sekolah.

Program "Sampahku Tanggung Jawabku" merupakan program kolaborasi Danone-AQUA dengan Sekolah.mu. Program tersebut bertujuan untuk mengajak tenaga pendidik dan orang tua. Agar, memberikan pemahaman kepada anak (usia 4-9 tahun) tentang pentingnya bertanggungjawab atas lingkungan.

Selain pemahaman, program tersebut juga menyasar peningkatan keterampilan tentang pengelolaan sampah. Agar, bisa mengurangi dampak sampah Indonesia dan berkontribusi pada Gerakan Indonesia Bersih dan #BijakBerplastik.

          Pembelajaran tentang Sampah bisa dipahami semua kalangan di masa Pandemi. Maka, Danone-AQUA x Sekolah.mu membuat Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku.

          Modul tersebut menjadi Modul Interaktif Anak yang berisi tentang materi pembelajaran yang efektif tentang lingkungan. Juga, modul tersebut memuat konten yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Baik bagi anak PAUD, guru, dan orang tua.

          Menarik, dalam modul pembelajaran tersebut juga terdapat gamenya. Hal ini, yang membuat anak-anak senang untuk mempelajarinya. Berikut, beberapa tampilan materi dari Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku.

 









Beberapa materi pembelajaran tentang Sampahku Tanggung Jawabku yang ada di laman Sekolah.mu (Sumber: Sekolah.mu/screenshot)

 

          Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku membuat anak-anak hingga orang dewasa mempunyai gaya hidup yang sustainable. Juga, memupuk anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan.

          Perlu diketahui bahwa Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku bersifat gratis. Siapapun bisa belajar di laman Sekolah.mu baik untuk murid, guru dan orang tua. Agar, Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku, mampu menumbuhkan kesadaran anak terhadap lingkungan.

          Dengan adanya Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku. Guru-guru di sekolah juga mendapatkan feed back tentang pembelajaran digital yang baik. Oleh sebab itu, Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku, harus dikenal masyarakat luas.

          Maka, diperlukan adanya penyebaran informasi yang masif. Khususnya, ke sekolah-sekolah yang belum mendapatkan sinyal internet dengan baik.

          Tidak perlu khawatir, akan ada pembelajaran bagi guru-guru secara tatap muka tentang metode e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku tersebut. Jadi, sekolah yang berada di daerah terisolir, bisa mendapatkan manfaat Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku.

          Kita memahami bahwa Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku sangat penting untuk memberikan edukasi tentang lingkungan kepada anak-anak. Dan, materi pembelajaran tersebut diluncurkan pertama kali oleh Sekolah.mu pada tahun 2019. Bekerja sama dengan Kemendikbud RI, Kemenko Kemaritiman RI, Yayasan Anak Indonesia dan Universitas Indonesia (UI).

          Sebelum terjadi Pandemi, Modul interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku disebarluaskan dalam format hard copy. Namun, setelah Pandemi mendera, maka format hard copy berubah menjadi modul digital. Agar, anak Indonesia memahami dalam manajemen sampah berjalan maksimal.

          Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku bertujuan untuk merubah pola perilaku anak-anak terhadap kondisi sampah. Bukan hanya mempelajari melalui modul digital. Tetapi, anak harus menerapkan materi yang ada ke dalam perilaku sehari-hari.

          Lantas, apa yang harus dilakukan agar anak tetap konsisten dalam menerapkan Sampahku Tanggung Jawabku. Beberapa hal yang dibutuhkan, seperti 1) adanya pengalaman sukses yang dialaminya. Hal ini dapat menjadikan anak untuk terus belajar dan mempraktekan teori baru; 2) Perlu adanya dukungan maksimal yang berkesinambungan dari berbagai pihak, seperti lingkungan, guru, orang tua dan temannya.

          Asiknya Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku adalah dirancang untuk menciptakan interaktif anak dengan lingkungannya (guru, orang tua dan teman) dalam kondisi yang menyenangkan. Juga, pembelajaran jarak yang jauh karena Pandemi tidak menjadi hambatan yang serius. Untuk terus belajar tentang kepedulian sampah di Indonesia.

          Menurut Founder Sekolah.mu Najeela Shihab menyatakan bahwa target Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku adalah mampu menyasar kurang lebih 5 juta anak-anak Indonesia. Dan, kurang lebih 100 juta masyarakat Indonesia lainnya agar memahami perlunya #BijakBerplastik dalam manajemen sampah.

          Bahkan, di akhir tahun 2021, Danone-AQUA menggagas Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku untuk kalangan anak SMP dan SMA. Proyek tersebut akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan National Geographic.

 

MODUL E-LEARNING INTERAKTIF

 

          Modul Sampahku Tanggung Jawabku menjadi materi pembelajaran yang efektif kepada anak Indonesia. Tentang pengelolaan sampah yang baik sedari usia dini. Dalam modul pembelajaran tersebut, anak-anak akan mendapatkan materi belajar berupa video, buku cerita, aktivitas interaktif, dan berbagai panduan pengelolaan sampah yang dapat diakses selamanya.

          Kemudian, pada akhir program, anak-anak diminta untuk melakukan aksi nyata dan mempraktikkan langsung pengetahuan yang sudah didapat. Sebagai contoh, anak-anak akan membuat biopori dan diminta menceritakan bagaimana proses pembuatannya. Benar-benar pembelajaran yang melibatkan interaktif anak-anak.

Dengan demikian, Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku bisa disebarkan secara luas melalui antar murid. Mereka akan saling berbagi tentang asiknya mengelola sampah di lingkungan mereka.

          Jangan kaget, Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku mampu memberikan pengalaman unik. Di mana, anak-anak justru mampu memberikan edukasi penanganan sampah ke orang tuanya. Berdasarkan ilmu yang diperoleh dari guru di sekolah.

          Modul e-learning interaktif tentang Sampahku Tanggung Jawabku terbagi menjadi 2. Yaitu, modul pembelajaran untuk anak PAUD-SD 3. Anda bisa mempelajarinya di MODULPAUD-SD 3.  



Materi Sampahku Tanggung Jawabku untuk anak PAUD (Sumber: Sekolah.mu/screenshot)

 

          Sedangkan, modul ke-2 diperuntukan untuk anak SD 4 - SD 6. Selanjutnya, anda bisa pelajari materinya di MODUL SD 4-SD 6.  


Materi Sampahku Tanggung Jawabku untuk anak SD (Sumber: Sekolah.mu/screenshot)

 

Mari ajak anak Indonesia peduli lingkungan sedari usia dini.

No comments:

JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama Sejak Tanggal 7 September 2021

  Talkshow tentang Hari Bahagia Bersama (Sumber: JNE)                     “Berbagi, Memberi dan Menyantuni”               Tiga kata muja...