Friday, July 9, 2021

JANGKRIK, UMPATAN KHAS JAWA TIMUR YANG MELEGENDA

 

Kata Jangkrik, umpatan yang melegenda (Sumber: zonaternak.com)

 

          “Jangkrik”

 

          Kata singkat nan padat yang penuh makna. Kata yang sangat familiar yang diucapkan oleh bos CHIPs dalam film Warkop DKI. Ya, kata yang diucapkan saat sang bos ketahuan selingkuh oleh tokoh Warkop DKI. Tanpa tedeng aling-aling dan spontan, sang bos CHIPs mengatakan kata tersebut.

          Sungguh, kata Jangkrik akan mengandung makna normal yaitu hewan yang sering kita temukan sehari-hari. Namun, ketika kata Jangkrik diucapkan dengan perbedaan tekanan pada suku kata pertama dan terakhir. Maka, kata tersebut menjadi kata misuhan (umpatan atau rasa amarah) khas orang Jawa khususnya Jawa Timur. Silahkan, ada bedakan pengucapan atau tekanan kata Jangkrik.

          Dan, katakan pada orang Jawa Timur. Maka, jika mereka belum kenal anda akan bernada umpatan. Ini berarti sebuah penghinaan. Tetapi, ketika anda telah berteman baik, maka kata tersebut akan menjadi hal yang biasa. Bahkan, menjadi tanda pertemanan yang solid.

          Saya pribadi mengenal kata Jangkrik dengan perbedaan tekanan suku kata, pertama kali di tahun 1998. Ketika, saya ngekost di belakang bioskop Senin Theatre Jakarta. Saya bertetangga (persis sebelah kamar saya) dengan 4 prajurit marinir yang bertugas di Mako Marinir. Empat orang tersebut dari Jawa Timur.

          Tentu, mereka sangat akrab karena satu kampung halaman, Jawa Timur. Saat mereka santai pulang kerja, mereka bersenda gurau sambil semir sepatu dan setrika bajunya. Maklum, prajurit muda dan masih jomblo atau single.

          Uniknya, saat mereka bersenda gurau, kata Jangkrik dengan perbedaan suku kata sering terdengar. Sungguh, saya berpikir bahwa itu bukanlah misuhan. Karena, yang saya tahu adalah kata-kata yang berasal dari nama-nama penghuni kebun binatang. Yang dianggap tidak pantas untuk bahan umpatan.  Saya berpikir saat itu bahwa:

 

          “Binatang Jangkrik kok jadi bahan ledekan, aneh dn lucu”

 

          Padahal, saya bertetangga dengan mereka hampir setengah tahun lamanya. Namun, saya pun belum paham bahwa kata itu adalah umpatan. Meskipun, bagi yang sudah kenal akrab adalah sebagai salam pertemanan.

          Saya baru paham dan ngeh setelah saya mempersunting istri saya yang orang Jawa Timur di tahun 2000. Oalah, jebule (nggak tahunya) kata tersebut adalah ungkapan untuk misuhan toh. Dengan syarat diucapkan dengan perbedaan tekanan pada kedua suku kata. Dan, suku kata pertama lebih menekan atau meninggi. Mau coba? Silahkan ngomong dalam hati. Jangg (?)

          Kata misuhan khas Jawa Timur memang identik dengan penekanan pada suku kata pertama. Silahkan, googling kata misuhan khas Jawa Timur. Kemudian, ucapkan menekan pada suku kata pertama. Bedakan dengan tanpa tekanan, auranya akan sangat berbeda. Coba, ngomong dalam hati ya.  

          Uniknya, kata Jangkrik justru menjadi judul film reborn-nya Warkop DKI dengan personil gaya milenial JANGKRIK BOS. Ketika, judul tersebut diucapkan datar maka memberi kesan biasa saja. Namun, jika pengucapannya seperti apa yang sudah saya jelaskan di atas, maka akan memberikan pemahaman berbeda.

          Masih ingat kan, saat kata WEDUS diucapkan pak RT dalam serial sinetron reliji Para Pencari Tuhan. Pengucapan suku kata pertama yang lebih menekan atau meninggi memberikan label berbeda. Itu memberikan pemahaman sebagai umpatan atau kemarahan.

          Suku kata dengan penekanan atau meninggi memberikan pemahaman bahwa seseorang ingin memberikan rasa amarah atau umpatan yang sempurna. Benar-benar ingin memberikan kepada lawan bicdaranya bahwa mereka sedang marah. Hal ini bagi yang belum kenal baik dengan yang lagi misuh. Tetapi, ketika lawan bicara sudah sangat akrab dan posisi bercanda, maka kata JANGKRIK akan bernada biasa.

          Jadi, sering kali nama hewan yang receh dan remeh temeh akan memberikan dampak yang luar biasa. Ketika, diucapkan atau dijadikan bahan guyonan secara terus menerus. Apalagi, diucapkan dengan perbedaan tekanan. Akan memberikan perbedaan arti atau pemahaman bagi yang menerimanya. Dan, kata JANGKRIK telah menjadi kata legenda untuk misuhi orang lain. Ada nama hewan kecil lain yang bisa buat misuhi orang lain? Ups, jangan deh. 


No comments:

JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama Sejak Tanggal 7 September 2021

  Talkshow tentang Hari Bahagia Bersama (Sumber: JNE)                     “Berbagi, Memberi dan Menyantuni”               Tiga kata muja...