Tuesday, July 20, 2021

Penting! 5 Cara Unik Untuk Meningkatkan Motivasi Kinerja Karyawan

 

Seorang karyawan (baju oranye) tempat wisata Taman Air Tirta Gangga Karangasem Bali, bersemangat memandu pengunjung untuk berwisata air dengan menggunakan perahu (Sumber: dokumen pribadi)

 

          Apa sih yang dilakukan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya? Tentu dengan bekerja semaksimal mungkin adalah cara baik untuk bisa hidup. Baik bersama istri maupun anak-anaknya. Karena, dengan bekerja menjadi sebuah ibadah jika dilakukan dengan penuh keikhlasan.         

          Bekerja adalah sebuah keharusan bagi setiap orang. Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pemasukan keuangan. Seperti, 1) membuka lapangan kerja (pengusaha) atau 2) menjadi karyawan. Menjadi karyawan telah dilakukan banyak orang, karena cara tersebut dianggap minim risiko. Namun, menjadi karyawan bukanlah cara terbaik, karena kapan bisa hengkang atau dipecat karena berbagai alasan. Seperti, yang terjadi saat Pandemi Coid-19 melanda hampir seluruh dunia.

          Di sisi lain, seorang pengusaha (owner) pun ingin berada di titik aman. Dengan kata lain, para karyawan bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab. Atas kesadaran sendiri, karena apa yang mereka lakukan sudah menjadi job desk-nya. Memang, ada cara-cara menarik yang bisa dilakukan owner untuk memotivasi kinerja karyawan. Apa saja yang harus dilakukan karyawan? Setidaknya, ada 5 cara menarik yang harus diberikan pengusaha kepada karyawannya. Yuk, baca sampai tuntas.

 

AKTUALISASI DIRI

          Hal pertama yang diinginkan banyak karyawan dalam pekerjaan adalah mereka mampu mengembangkan diri. Bahkan, banyak orang yang bersemangat untuk menjadi karyawan karena ada tantangan yang ingin dicapai. Kondisi inilah yang harus diberikan pengusaha kepada karyawannya.

          Karyawan bekerja agar mereka semakin percaya diri. Karyawan makin terampil dengan apa yang mereka kerjakan di perusahaan. Mereka semakin bersemangat, jika mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Banyak anak muda yang bekerja di perusahaan rintissan (start-up). Mereka ingin membuktikan keilmuan dan keahlian yang mereka dapatkan di bangku kuliah. Mampu diterapkan dengan baik di tempat mereka bekerja.

          Saya pribadi saat menjadi karyawan di perusahaan distribusi bertujuan agar mampu mengembangkan keahlian dan pengalaman saya. Saya yakin bahwa pengalaman saya mampu berguna untuk mengembangkan perusahaan, tempat saya bekerja.  

 

PENGHARGAAN

          Kemarin, saya sempat menyaksikan tetangga kost, seorang mekanik sepeda motor. Dia mendapatkan jasa servis setiap hari di kost-nya. Ketika, dia sedang asik servis sepeda motor, teman sesama mekanik mampir di tempat dia bekerja. Tetangga bercerita kepada saya bahwa temannya juga seorang mekanik handal. Dia dipercaya bosnya untuk servis berbagai sepeda motor. Tetapi, teman tetangga tersebut ternyata berhenti kerja. Usut punya usut, bosnya tidak menghargai kinerjanya.

          Ilustrasi nyata tersebut benar-benar menjadi perhatian besar bagi para owner yang mempekerjakan karyawan. Karyawan akan merasa tersanjung, jika hasil kerja dan reputasi mereka diapresiasi atau dihargai. Bisa dengan memberikan kenaikan gaji, jabatan atau reward yang lain. Seperti, mendapatkan bonus diajak jalan-jalan ke luar negeri.

          Lihatlah, betapa betahnya atau semangat karyawan saat mendapatkan penghargaan. Karyawan akan bekerja dengan setulus hati untuk kemajuan perusahaan, meskipun tanpa pengawasan yang ketat. Karena, karyawan sudah merasa perusahaan bagai rumah sendiri, tempat mereka mencari rejeki.

          Sebaliknya, karyawan akan merasa tersakiti, ketika pemilik perusahaan menganggap karyawan seperti “babu”. Dengan suka-sukanya memperkerjakan mereka tanpa adanya rasa perikemanusiaan. Bahkan, banyak pemilik perusahaan yang memperlakukan karyawan bagai pekerja rodi.

          Ingat, ketika owner tidak menghargai karyawannya. Maka, bersiap-siaplah karyawan akan resign (mengundurkan) tanpa diduga sebelumnya. Bahkan, sebagai owner akan merasa kehilangan, jika karyawan yang resign adalah karyawan terbaik. Yang menjadi tulang punggung kemajuan perusahaan.     

 

SOSIAL

          Anda pasti senang kan, saat bertemu dengan orang-orang yang ramah. Dan, menyapa anda “hai, apa kabar hari ini?”. Mereka begitu familiar dan ingin selalu bersahabat dengan anda. Bahkan, mereka dengan senang hati memberikan dukungan (support) kepada anda untuk melakukan hal-hal terbaik.

          Sama halnya dengan anda. Jika, anda menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan, maka anda akan merasa betah. Jika, teman kantor sangatlah ramah. Mereka selalu menyapa, bersahabat dan saling mendukung pekerjaan kantor. Teman kantor anda bukan sebagai musuh, ketika “kursi panas” jabatannya diduduki.

          Teman-teman kantor anda justru bangga dan bersemangat. Saat kinerja anda mendapatkan apresiasi dari pihak lain. Teman anda tidak menjadi orang susah, ketika anda merasa senang.

          Mereka selalu tersenyum bahwa hasil kinerja terbaik adalah hal penting. Maka, karyawan di kanator bisa berkompetisi secara sehat. Dan, semua orang di kantor mempunyai hubungan sangat harmonis. Anda pasti termotivasi berangkat ke kantor setiap hari, ketika kondisi kantor seperti itu, bukan?   

          Ya, lingkungan kerja yang suportif dan harmonis membuat karyawan bekerja dengan sepenuh hati. Karyawan merasa seperti bekerja dalam rumah mereka sendiri. Teman-teman kantor bagaikan saudara. Ketika, salah satu berbuat kesalahan tidak saling menjatuhkan. Bahkan, dengan ada niat untuk “mencari muka” di depan atasannya.

          Bagaimana, jika kondisi sosial di kantor berbeda 360 derajat dengan kondisi di atas. Saya yakin, anda tinggal menghitung hari untuk mengundurkan diri. Dan, siap-siap membuat surat lamaran Kembali untuk mencari pekerjaan baru. Anda bagai berada di lingkungan yang panas. Yang kapan pun, anda akan merasa kegerahan. Anda akan saling curiga dengan teman kantornya. Jangan-jangan, itulah kalimat negatif yang tidak sengaja akan terlontar dalam pikiran anda atau teman kantor anda.

          Oleh sebab itu, owner perusahaan harus membuat kondisi kantor sekondusif dan seharmonis mungkin. Owner harus merangkul semua karyawannya. Dan, menganggap karyawan sebagai keluarga besar. Karena, karyawanlah yang membuat perusahaan bisa berkembang dengan baik dan menggurita.   

 

RASA AMAN

 

“Wah, kalau saya mah pengin cari kerja yang tetap aja mas. Gaji dan pensiunnya jelas”.

 

          Anda pasti pernah mendengar kalimat di atas, bukan? Banyak orang yang ingin menjadi karyawan di perusahaan yang memberikan rasa aman. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa perusahaan akan terus memperkaryakan mereka selama mungkin atau hingga pensiun. Bahkan, perusahaan secara jelas akan memberikan pesangon atau uang pensiun yang cukup. Jika, karyawan telah bekerja dengan waktu yang telah ditentukan.

          Jangan kaget, jika banyak karyawan yang bekerja di perusahaan sejak perusahaan berdiri hingga mereka pensiun. Karena, mereka merasa nyaman dan aman bekerja di perusahaan seperti rumah mereka sendiri. Tidak bisa ke lain hati, untuk meninggalkan atau berpindah dari tempat mereka bekerja.   

          Owner perusahaan harus merasa bangga. Jika, karyawan sudah merasa nyaman bekerja di perusahaannya. Karena, owner tentu telah memberikan kepercayaan kepada karyawan. Bahwa, masa depan karyawan adalah tanggung jawab perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan akan memberikan uang pensiun sesuai dengan prestasi karyawan.

  

KEBUTUHAN FISIOLOGIS

          Cara terakhir yang harus diberikan owner peruwsahaan agar motivasi karyawan semakin meningkat adalah tercukupinya kebutuhan biologis. Maksudnya, perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan jabatan, waktu kerja, pengalaman dan kemampuan karyawan. Dan, gaji tersebut mampu memberi makan karyawan dan keluarganya. Dan, bisa menyisakan gajinya untuk kebutuhan penting lainnya.  

          Ada pepatah yang menyatakan bahwa “kampung tengah” atau urusan perut adalah hal penting bagi karyawan. Ketika, gaji yang diperoleh tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-hari. Maka, karyawan akan berpikir pendek. Melanjutkan atau bertahan di perusahaan tempat mereka bekerja.

          Tentu, karyawan tidak mau bekerja bagai “kerja rodi”, bukan? Maka, perusahaan harus memenuhi kebutuhan fisiologis sebaik mungkin. Perusahaan tentu tidak mau kan, jika karyawan datang ke kantor dengan kondisi wajah kuyu, mudah lelah dan mengantuk. Karena, karyawan harus begadang untuk mencari tambahan penghasilan sepulang kerja. Gaji yang mereka terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  

          Tidak terpenuhinya kebutuhan fisiologis tentu akan menghambat pekerjaan kantor. Dan, perusahaan tentu akan merugi, jika kinerja karyawan mengalami penurunan kinerja. Padahal, hal tersebut diakibatkan karena perusahaan “tidak mampu” memenuhi kebutuhan fisologis karyawan. Akibatnya, akan terjadi 2 hal, karyawan mengundurkan diri atau perusahaan akan melakukan pemecatan kepada karyawan tersebut. Sungguh merugi, jika karyawan yang dipecat adalah karyawan yang handal di bidangnya.

          Dari pembahasan di atas, maka anda bisa memahami bahwa cara mudah memotivasi kinerja karyawan adalah “memanusiakan manusia”. Owner perusahaan harus meyakini bahwa cara di atas adalah hal-hal menarik yang wajib dilakukan. Jika, karyawan ingin betah berkarya untuk kemajuan perusahaan. Maka, jangan tunda untuk melakukan cara di atas. Dan, tunggulah perubahan besar yang akan terjadi di peruahaan anda.


No comments:

JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama Sejak Tanggal 7 September 2021

  Talkshow tentang Hari Bahagia Bersama (Sumber: JNE)                     “Berbagi, Memberi dan Menyantuni”               Tiga kata muja...