Tuesday, July 27, 2021

PON XX PAPUA 2021, MENAKLUKAN TANTANGAN DAN MERAIH PRESTASI OLAHRAGA SAAT PANDEMI

  

Mimika Sport Center, salah satu venue PON XX 2021 Papua (Sumber:   PON XX Papua /IG)

 

Papua itu ibarat serpihan surga yang jatuh ke bumi. Kekayaan sumber daya alam dan keindahan budayanya mampu menghipnotis banyak orang. Sungguh, belum lengkap rasanya menjadi “Indonesia”, jika belum mengunjunginya. Mentari dari Timur itu sebentar lagi akan menjadi pusat perhatian nasional, bahkan dunia. Kini, saatnya membuktikan “Mentari Harapan Baru dari Timur" Indonesia. Karena, 10 ribu atlet dan ofisial olahraga dari 34 Provinsi akan berkumpul di pulau yang mendendangkan Apuse, dalam perhelatan even nasional PON XX Papua 2021.  

 

          Sejak PON (Pekan Olahraga Nasional) I yang diadakan di Kota Praja Surakarta tanggal 8 September-12 September 1948. Baru kali ini, Provinsi Papua dipercaya sebagai tuan rumah pada perhelatan PON XX Papua 2021. Yang akan berlangsung pada tanggal 2 Oktober-15 Oktober 2021.

          Kini, pemerintah berharap agar PON tidak lagi diadakan di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan agar terjadinya pemerataan pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, maka semua daerah akan mendapatkan peluang yang sama untuk menjadi tuan rumah PON.

          Tentu, menjadi tuan rumah perhelatan olahraga bergengsi PON adalah sebuah kebanggaan setiap daerah di Indonesia. Bukan hanya dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menaklukan tantangan dan meraih prestasi olahraga. Namun, bisa menghasilkan para jawara baru di berbagai bidang olahraga. Dan, seluruh mata Indonesia akan tertuju ke bumi Papua.

 

LOGO DAN MASKOT PON XX

          Terpilihnya Papua sebagai tuan rumah PON XX bukanlah tanpa sebab. Tentu, melewati mekanisme resmi yang disetujui oleh Pemerintah. Papua sendiri harus bersaing ketat dengan Nanggroe Aceh Darussalam dan Bali untuk menjadi tuan rumah PON XX.

          Dengan mekanisme pemungutan suara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tanggal 11 Maret 2014 lalu. Akhirnya, Papua terpilih sebagai tuan rumah PON XX, dan mengalahkan Nanggroe Aceh Darussalam dan Bali. Selanjutnya, Surat Keputusan (SK) Menpora Nomor 0110 tahun 2014 tertanggal 2 April 2014, menjadi bukti sah. Bahwa, Papua siap menerima kedatangan duta olahraga dari 34 provinsi di Indonesia.


Logo PON XX Papua 2021 (Sumber: Kemenpora)

 

          Selain logo PON XX, hal lain yang menarik dari PON XX Papua 2021 adalah keberadaan Maskot PON XX Papua 2021. Perlu diketahui bahwa Papua memiliki   dua hewan khas, yaitu Kangguru Pohon atau Kangpo dan Burung Cendrawasih   atau Drawa.

          Lebih asik lagi, 2 maskot tersebut juga memakai pakaian khas Papua. Maskot Kangpo memakai rumbai di kepala dan pinggang. Sedangkan, Maskot Drawa juga memiliki mahkota dan rumbai, seperti halnya Maskot Kangpo. Selain maskot PON XX Papua 2021, masyarakat Indonesia akan mengenal bahasa penyemangat tau Tagline di media online khas Papua yaitu TORANG BISA! Dua kata tersebut memberikan makna mendalam tentang semangat khas Papua terhadap semua kontingen yang akan bertanding di perhelatan akbar PON XX Papua 2021.

 

Maskot PON XX Papua 2021 (Sumber: Republika)

 

TORANG BISA! SAAT PANDEMI

          Sejatinya, PON XX Papua akan diadakan pada tahun 2020 lalu. Namun, dikarenakan pemerintah dan masyarakat sedang konsentrasi Pandemi Covid-19. Maka, perhelatan 4 tahunan tersebut terpaksa ditunda dan diselenggarakan pada tahun 2021.

          Meskipun, pada kenyataannya, kondisi sekarang masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Namun, Pemerintah dan masyarakat telah siap menghadapinya dengan sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes) sejak dini.

          Kita mesti bangga dengan adanya PON XX Papua 2021. Mengapa? Meskipun, negeri ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Namun, persiapan untuk menyelenggarakan pesta olahraga 4 tahunan bertaraf nasional tidaklah main-main. Pemerintah dan semua stakeholder yang terlibat, bekerja secara serius dan totalitas. Demi suksesnya ajang olahraga di tanah Mentari Timur.

          Sejak awal, pemerintah telah menyiapkan berbagai media informasi. Agar, gaung PON XX Papua 2021 mampu menyasar ke seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, bisa menjadi pusat perhatian dunia. Oleh sebab itu, berbagai media informasi dari media offline hingga online digarap dengan maksimal.

          Berbagai poster dipasang di berbagai tempat strategis. Poster-poster tentang logo, maskot dan mempresentassikan cabang olahraga (dengan latar belakang keindahan tanah Papua) diharapkan menjadi pemantik optimisme masyarakat Indonesia. Agar, ikut menyemarakan gegap-gempita perhelatan olahraga nasional di bumi Cendrawasih. Anda bisa menikmati poster menarik berbagai cabang olahraga di media sosial resmi Instagram PON XX Papua 2021.   

 

Poster AeroSport dengan latar belakang Jembatan Youtef di Kota Jayapura Papua (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

          Karena PON XX Papua 2021 diselenggarakan saat bangsa Indonesia masih menghadapi Pandemi Covid-19. Maka, KONI sebagai penyelenggara pusat telah mengadakan vaksinasi Covod-19, baik bagi atlet, ofisisial, dan pihak penunjang lainnya.

          Tentu, seandainya ajang olahraga bergengsi nasional tersebut bisa dikunjungi penonton. Maka, siapapun wajib vaksinasi Covid-19 sebagai syarat utama. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan atau paparan Covid-19. Serta, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti timbulnya klaster baru penularan Covid-19.    

 

STANDAR NASIONAL DAN KESIAPAN GELARAN

          Perlu diketahui bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah menentukan 4 kabupaten/kota yang menjadi penyelenggara PON XX Papua 2021. Yaitu: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

          Even bertaraf nasional tersebut akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 nomor disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan/perlombaan. Kurang lebih akan hadir 10.000 atlet dan ofisial. Bahkan, pendukung acara olahraga 4 tahunan tersebut sekitar  9.000 orang.

         Selanjutnya, Kompas (15/07/2021) merilis bahwa ada 14 kabupaten/kota tersebut akan menjadi lokasi pertandingan beberapa cabang olahraga (cabor), dengan pembagian sebagai berikut:

1.     Kota Jayapura :  15 cabang olahraga dengan 21 nomor disiplin.

2.     Kabupaten Jayapura : 14 cabang olahraga dengan 22 nomor disiplin.

3.     Kabupaten Mimika : 9 cabang olahraga dengan 12 nomor disiplin.

4.     Kabupaten Merauke : 6 cabang olahraga dengan 6 nomor disiplin.

          Keuntungan yang bisa diperoleh dengan adanya PON XX Papua 2021 adalah pemerataan pembanguan infrastruktur. Di mana, pembangunan tersebut yang tidak hanya bertumpu di pulau Jawa.

           Sebagai tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional tersebut, maka Papua mulai berhias diri dengan adanya pembangunan infrastruktur, Yang nantinya akan mendukung kontes olahraga nasional. Seperti pembangunan rumah susun (rusun) untuk tempat tinggal atlet dan ofisial.

 

Pembangunan rusun untuk PON XX Papua 2021(Sumber: Balai P2P Papua I/ Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementrian PUPR RI)

 

          Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura sangat merasakan dengan adanya pembagunan infrastruktur sarana dan prasarana pertandingan. Juga, akan membangkitkan denyut perekonomian. Lagi, geliat transportasi selama PON XX Papua 2021 akan terlihat. Karena, Pemerintah akan mendistribusikan sekitar 430 unit bus di seluruh klaster penyelenggara pertandingan.

          Hal yang menjadi perhatian pada perhelatan PON XX Papua 2021 adalah keberadaan Stadion Utama Papua Bangkit yang berubah nama menjadi Stadion Lukas Enembe. Stadion Lukas Enembe memiliki daya tampung lebih dari 40.000 penonton. Pembangunan stadion tersebut dimulai pada akhir 2016, dan selesai pada Mei 2019 di lahan seluas 13,7 hektar. Stadion mewah yang berada di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura akan menjadi tempat upacara pembukaan dan penutupan PON XX Papua 2021.

          Masyarakat Papua pasti bangga dengan keberadaan Stadion Lukas Enembe. Hal ini dikarenakan venue PON XX tersebut mendapatkan penghargaan 3 rekor MURI sekaligus. Yaitu: 1) Kategori struktur atap baja lengkung bentang terpanjang; 2) Kategori atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk drone; dan 3) Kategori instalasi dan diameter terbesat textile duct.   


Stadion Lukas Enembe atau Papua Bangkit mendapatkan penghargan  3 rekor MURI sekaligus  (Sumber: PON XX Papua 2021/IG)

 

          Lagi, pembangunan infrastruktur  untuk menunjang perhelatan PON XX Papua 2021 adalah Mimika Sport Center. Bangunan di lahan seluas 12,5 hektar tersebut merupakan kompleks olahraga, yang di dalamnya terdapat stadion indoor, outdoor, asrama atlet, dan bangunan penunjang lain. Venue PON XX ini bertaraf Internasional. Nantinya akan menjadi tempat pertandingan basket, voli dan badminton. Berlokasi di Kelurahan Wanagon Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.  

 

Mimika Sport Center (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

EKSOTISME PAPUA 

          PON XX Papua 2021 akan menjadi ajang untuk menyebarkan pesan kearifan lokal. Di mana, Pemerintah Provinsi Papua meyakinkan bahwa produk lokal bumi Cendrawasih akan menjadi merchandise resmi. Maka, hasil alam dan buatan asli masyarakat Papua semacam madu wamena, noken, topi, tas dan lainnya akan menjadi buah tangan (oleh-oleh).   

          Bukan itu saja, produk lokal yang berupa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Robongholo dan Nanwani produksi PDAM Jayapura, akan menjadi minuman resmi perhelatan akbar di bidang olahraga tersebut.

          Menarik, PON XX Papua 2021 menjadi ajang tereksposnya pesona eksotisme Papua secara massal. Betapa tidak, 10 ribu orang dan ribuan pendukung acara PON XX Papua 2021, akan mempunyai pengalaman menarik yang berbeda-beda. Tentu, mereka datang ke Papua bukan hanya untuk bertanding saja, bukan?.

          Mereka akan berlomba-lomba untuk menggali berbagai pengalaman menarik tentang Papua. Nantinya akan ditularkan ke keluarga, saudara, teman dan kolega secara offline. Namun, saat teknologi media sosial kian menanjak, maka mereka akan berbagi pengalamannya di media sosial.

          Kondisi di atas akan berdampak terhadap engagement (keterikatan) masyarakat luas dan dunia terhadap Papua di media online. Dalam dunia pemasaran, maka akan menjadi pemasaran gratis tentang Papua di dunia maya. Hal ini menjadi keuntungan besar untuk masyarakat Papua. Masyarakat Indonesia dan dunia akan memperoleh informasi tentang Papua, dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

          Orang makin penasaran untuk bisa mencicipi kuliner khas Papua. Perlu diketahui bahwa sagu menjadi bahan makanan pokok masyarakat Papua. Papua menwarkan kuliner nan lezat yang terbuat dari bahan sagu khas Papua. Adapun, kuliner yang berbahan sagu adalah 1) papeda; 2) sagu kering; 3) bubur sagu; dan 4) sinole.   

          PON XX Papua 2021 juga makin mengenalkan berbagai destinasi wisata menarik. Tentu, akan membangkitkan semangat banyak orang. Untuk melakukan eksplorasi pesona Papua saat pandemi Covid-19 sudah mereda. Mentari Timur akan menjadi pemandangan menarik bagi siapapun.

          Papua menghadirkan 3 festival menarik yang mesti anda kunjungi. Pertama, Festival Danau Sentani yang diadakan di bulan Juni Di kabupaten Jayapura. Festival tersebut diisi dengan tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.

          Kedua, Festival Lembah Baliem yang diselenggarakan di bulan Agustus di Wamena. Festival tersebut menampilkan acara perang antar suku Dani, Lani dan Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Saat ini telah menjadi pertunjukan budaya dan seni masyarakat;

          Dan, ketiga, Festival Budaya Asmat diselenggarakan bulan Oktober di Kabupaten Asmat. Festival tersebut menampilkan pameran seni ukiran patung dan pesta budaya Asmat. Juga, terdapat waktu lelang ratusan ukiran Asmat yang dibuat langsung oleh pengrajin.   

          Memang, negeri kita tercipta dengan kondisi berpulau-pulau. Maka, pemerataan pembangunan harus diwujudkan. Agar, kita merasa bangga memiliki Papua. Karena, masih banyak destinasi wisata yang wajib anda ketahui. Seperti halnya di Sabang yang terdapat TITIK O KILOMETER. Maka, Merauke pun punya tugu yang sama di Distrik Sota. Anda bisa menempuhnya sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Merauke. 

 

Titik 0 kilometer Merauke (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

          Merauke juga dikenal sebagai Rio de Janeiro-nya Indonesia seperti di Brasil. Tepatnya di Pulau Habe yaitu Kampung Wambi Distrik Okaba Kabupaten Merauke, Papua. Di lokasi tersebut, berdiri kokoh Patung Yesus berwarna putih.


Patung Yesus di Pulau Habe (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

          Destinasi wisata lain yang tidak kalah menarik adalah keberadaan Bukit Jokowi. yang berada di kawasan Skyline, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Saya yakin, penamaan Bukit Jokowi ini sebagai bukti penghargaan dan penghormatan masyarakat Papua kepada Presiden RI Jokowi.

          Di mana, Presiden Jokowi menyempatkan untuk mengunjungi Papua saat kampanye Pilpres dan menjadi Presiden RI. Bukan itu saja, masyarakat Papua merasa kehadiran pembangunan infrastruktur saat pemerintahan Presiden Jokowi. Dari Bukit Jokowi, anda bisa menikmati keindahan Jayapura dari ketinggian, Teluk Youtefa dan kemegahan Jembatan Youtefa.

 

Bukit Jokowi (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

          Saya menyadari bahwa tidak akan habis mengupas tentang eksotisme Papua. Bukan hanya keindahan salju abadi di Jaya Wijaya yang mempunyai ketinggian 4.884 meter dpl, dan menjadi gunung paling tinggi di Indonesia. Namun, ada pesona menarik yang perlu anda ketahui yaitu Monumen Kapsul Waktu di Markas Avengers, yang berada di depan Kantor Bupati Merauke.

          Dinamakan Avengers karena bentuknya seperti ikon Avengers yaitu huruf A. Tetapi, gaya arsitekturnya tetap berbau lokal yaitu berupa tugu yang terinspirasi dari Menara perang Suku Dani.

          Tempat menarik yang diresmikan tahun 2018 digunakan sebagai wisata edukasi, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bagian dalam monumen dihiasi dengan relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila dan kebudayaan Papua. Menarik, tempat ini menjadi tempat menyimpan impian anak muda dari seluruh Indonesia. Dan, akan dibuka kembali 70 tahun kemudian di tahun 2085.

 

Monumen Kapsul Waktu (Sumber; PON XX Papua 2021/IG)

 

          Mengenal lebih dalam dan meningkatkatnya pembangunan infrastruktur menjadi Mentari harapan baru dari Timur. Agar, Papua lebih dikenal di pentas nasional. Papua tidak lagi menjadi area yang terisolir dan menjadi bahan perundungan. Namun, dengan terselenggaranya PON XX Papua 2021, maka Papua akan menjadi daya tarik yang selalu dinanti untuk dikunjungi, layaknya Pulau Jawa.

No comments:

Jalur Alas Mantingan Ngawi yang Terkenal Angker

  Salah satu jalur Alas Mantingan yang berada dekat dengan kawasan Sidowayah Ngawi (Sumber: Youtube Casmudi Vlog/screenshot)          ...