Thursday, November 18, 2021

YUK, KENALI RISIKO, DAMPAK DAN PENANGANAN KESEHATAN PADA KELAHIRAN PREMATUR

 

Perlunya pemahaman lebih mendalam pada kelahiran prematur (Sumber: shutterstock/diolah) 

 

          Perlu diketahui bahwa setiap tanggal 17 November sejak tahun 2008 diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia (World Prematurity Day). Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tantangan dan beban yang dihadapi oleh anak yang lahir secara prematur dan keluarganya.

          Fakta menyebutkan bahwa 1 dari 10 anak di dunia lahir secara prematur. Dengan kata lain, menurut laporan WHO, ada sekitar 15 juta anak yang dilahir secara prematur di dunia setiap tahunnya. Dan, lebih dari 1 juta yang meninggal karena kelahiran secara prematur.

          Oleh karena itu, kelahiran prematur bukanlah masalah sepele. Apalagi, Angka kelahiran prematur di Indonesia masih tinggi dan meningkat. Masyarakat perlu mengenali risiko dan dampak kelahiran prematur, serta penanganan kesehatan selanjutnya.

          Untuk memahami lebih dalam tentang kelahiran prematur, maka ada acara Bicara Gizi dengan tema “Tantangan & Penanganan Kesehatan Bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur”, yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia pada tanggal 17 November 2021 pukul 13.00-16.00 WIB. Acara tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom dan channel Youtube Nutrisi Untuk Bangsa. Dihadiri oleh 2 narasumber keren, yaitu:

1.     Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K), selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal.

2.     Dr. dr. Putri Maharani TM, SpA(K), selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi.

 

Acara Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia pada tanggal 17 November 2021 pukul 13.00-16.00 WIB (Sumber: Danone Indonesia)

 

FAKTOR RISIKO KELAHIRAN PREMATUR

          Pada acara keren ini, Ibu Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K), selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal membahas tentang “Pentingnya Memahami Faktor Risiko Kelahiran Prematur (Preterm)”.


Ibu Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K), selaku Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal (Sumber: Danone Indonesia/screenshot) 

 

          Menurut data WHO tahun 2012 melansir hasil penelitian bahwa Bangsa Indonesia menduduki peringkat ke-5 setelah 1) India, 2) China, 3) Nigeria, 4) Pakistan dari 10 negara dengan tingkat kelahiran prematur yang tinggi. Termasuk, 1) Amerika, 2) Bangladesh, 3) Philipina, 4) Republik Demokrasi Kongo dan 5) Brazil. Sebagai informasi, kelahiran prematur di Indonesia setiap tahun sebanyak 675.500. Sedangkan, angka kelahiran prematur terhadap 100 kelahiran hidup sebanyak 15,5 %.    

          Ibu Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K) lebih senang menyebutnya kelahiran preterm. Apa yang dimaksud dengan Kelahiran Preterm? Kelahiran Preterm merupakan kelahiran pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Kelahiran preterm terbagi menjadi 4 yaitu: 1)  Late preterm pada usia 34-36 minggu; 2) Moderately Preterm pada usia 32-34 minggu; 3) Very Preterm pada usia kurang dari 32 minggu; dan 4) Extremely Preterm pada usia kurang dari 25 minggu.

          Perlu diketahui bahwa faktor risiko kelahiran preterm terbagi menjadi 2, yaitu: 1) Dapat dimodifikasi dan 2) Tidak dapat dimodifikasi. Namun, secara umum moms perlu memahami beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kelahiran prematur, yaitu:

1. Riwayat kehamilan sebelumnya, yang meliputi: 1) melahirkan prematur pada kehamilan sebelumnya; 2) pernah melahirkan secara sesar; dan 3) cedera pada kelahiran sebelumnya.

2. Kondisi kehamilan, yang meliputi: 1) ibu memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, anemia dan lain-lain; 2) mengandung lebih dari 1 janin; 3) kondisi serviks pendek; 4) mengalami infeksi dan pendarahan pada vagina; dan 5) hamil di usia di bawah 17 tahun dan di atas 35 tahun.

3. Gaya hidup, yang meliputi: 1) kurang gizi; 2) berat badan terlalu rendah sebelum hamil; dan 3) merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang selama kehamilan. 

 

Faktor risiko kelahiran preterm (Sumber: Presentasi Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K)/diolah)

 

           Perlu dipahami bahwa kelahiran preterm menyebabkan dampak komplikasi pada ibu dan anak yang dilahirkan baik, jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek terhadap anak dari kelahiran preterm adalah: 1) masalah pernafasan (sindrom distress atau gangguan pernafasan berat, apnea of prematurity (jeda pernafasan), displasia bronkopulmoner atau cedera paru-paru (yang berlangsung hingga jangka panjang); 2) masalah minum (necrotizing enterocolitis); 3) pendarahan intravertikular; 4) aliran darah jantung abnormal (patent ductus arteriosus); 5) sepsi/infeksi   

          Sedangkan, dampak jangka panjang dari kelahiran preterm adalah: 1) Cerebal Palsy (lumpuh otak); 2) Development Delay (terlambat tumbuh); 3) Masalah penglihatan (retinopathy of prematurity); 4) Masalah pendengaran; 5) Gangguan belajar; 6) Penyakit kanker dan paru; dan 7) Terjadinya penyakit DM (Diabeter Melitus) dan alergi (asma dan alergi pada makanan). Kelahiran preterm  kurang dari 28 minggu dan 28-31 minggu memiliki risiko 17x dan 3,5x lebih besar menderita gagal jantung dibandingkan dengan anak atau remaja yang dilahirkan cukup bulan.

 

Dampak kelahiran preterm terhadap anak (Sumber: Presentasi Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K)/diolah)

 

          Bukan hanya ke anak, kelahiran preterm juga berdampak pada moms yang melahirkan, yaitu: 1) Anxietas (kecemasan); 2) Depresi pasca persalinan; 3) Post-Traumatic stress (trauma sehabis melahirkan); dan 4) Masalah bonding (gangguan) dengan bayinya. Di sinilah, peran keluarga sangat penting untuk menenangkan moms.

 

Dampak kelahiran preterm terhadap moms yang melahirkan (Sumber: Presentasi Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K)/diolah) 

 

DAMPAK DAN PENANGANAN KESEHATAN

          Narasumber keren yang kedua adalah Ibu Dr. dr. Putri Maharani TM, SpA(K), selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi. Membahas tentang “Dampak Kelahiran Prematur dan Intervensi yang Tepat”.

 

Ibu Dr. dr. Putri Maharani TM, SpA(K), selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi. (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

          Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017, Angka Kematian Neonatus (AKN) atau  masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran   sebesar 15 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan, Angka kelahiran prematur Indonesia menurut WHO tahun 2018 sebesar 15,5%.

          Setelah dilakukan penelitian ke 25 RS dari 39 RS di Indonesia menunjukan hasil kelahiran prematur tahun 2019 sebagai berikut: Usia kehamilan <28 minggu sebesar 0-8,19%, usia kehamilan 28-31 sebesar 0,6-21,65 dan usia kehamilan 32-36 minggu sebesar 5,11-83,52%.  

          Risiko yang dikhawatirkan moms terhadap kelahiran prematur adalah: 1) pertumbuhan anak terlambat dan tidak dapat mencapai kejar tumbuh yang berakibat anak terlihat kecil dan lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya; 2)  Sindrom metabolik (dislipidemia atau kandungan kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, penyakit jantung, Diabetes Melitus dan hipertensi). 

          Faktanya, kelahiran prematur berisiko terhadap tumbuh kembang anak, seperti: 1) Adanya gangguan belajar; 2) Adanya gangguan konsentrasi; 3)  Gangguan tingkah laku; 4) Tantrum (ledakan emosi); dan 5) Kesulitan makan.         

          Menurut Ibu Dr. dr. Putri Maharani TM, SpA(K), kelahiran prematur memberikan risiko kesehatan anak, seperti: 1) Retinopathy of Preamturity (rentan kebutaan); 2) Extrauterime Growth Restriction (pertumbuhan tidak memadai selama rawat inap); 3) Osteopenita of Preamturity (Komposisi tulang yang gampang patah); 5) Anemia of Prematurity;  6) Necrotizing  Enterocolitis (ketidakmatangan saluran cerna); Respiratory Distress Syndrom/Bronchopulmonary dysplasia (BPD); 7) Gangguan pendengaran; 8) Pendarahan intraventrikular; dan 9) Gangguan Neurodevelopment (perkembangan syaraf).

          Oleh sebab itu, kelahiran prematur membutuhkan penanganan kesehatan yang baik. Penanganan kesehatan kelahiran prematur dimulai sejak lahir. Ada 3 tahap penting penanganan kesehatan terhadap kelahiran prematur.

1. Proses kelahiran, moms hendaknya: 1) Pilih rumah sakit yang sesuai dengan kondisi janin yang akan dilahirkan; 2) RS mampu memberikan pelayanan optimal; 3) Penanganan di awal kelahiran sangat menentukan masa depan anak; dan 4) Gangguan pernafasan sering dialami anak yang lahir prematur, harus ditangani dengan baik. 

2. Perawatan di RS dengan: 1) NICU Gentle Care: membuat kondisi anak senyaman mungkin; dan 2) Covering incubator: ada suasana gelap seperti dalam kandungan, agar anak tumbuh dengan baik. Melihat risiko yang terjadi pada kelahiran prematur, maka moms perlu melakukan penanganan kesehatan melalui aksi Bonding, seperti:  1) Nesting: Posisi dipeluk, masih berasa seperti dalam kandungan; 2) Pemberian ASI terbaik; dan 3) Kangaroo Mother Care (KMC): sangat efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

3. Lakukan skrining, yang mencakup: 1) Retinopathy of Preamturity; 2) Extrauterime Growth Restriction; 3) Osteopenita of Preamturity; 4) Anemia of Prematurity; 5) Gangguan pendengaran; dan 6) USG Kepala.  

 

Penanganan kesehatan pada kelahiran prematur (Sumber: presentasi Dr. dr. Putri Maharani TM, SpA(K)/diolah)

 

          Selanjutnya, untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak prematur, maka moms bisa melakukan hal-hal sebagai berikut: 1) Rutin mengontrol untuk pemantauan tumbuh kembang; 2) Tanyakan, apakah anak prematur sudah tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhan; dan 3) Apakah perkembangan sudah sesuai dicapai sesuai usianya.  

          Moms juga memantau pertumbuhan anak prematur dengan menggunakan Buku KIA Khusus. Atau, bisa memantau pertumbuhan anak dengan mengacu pada Standar pertumbuhan anak menurut WHO (WHO Child Growth Standard). Perlu diingat bahwa Anak lahir prematur adalah anak yang tangguh. Berjuang lebih keras karena lahir lebih awal. Maka, anak prematur bisa dikatakan anak yang istimewa. 

        Pemberian nutrisi yang maksimal untuk anak terlahir prematur agar bisa: 1) Menghitung kebutuhannya (kebutuhan kalori dan volumenya), apakah lebih atau kurang. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat dan sesuai; dan 2) Memantau pertumbuhannya (berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala), tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Namun, nutrisi penting yang perlu moms lakukan terhadap kelahiran prematur tetaplah ASI adalah yang terbaik.      


2 comments:

MENJADI HAMBA TUHAN YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN said...

Kelahiran prematur samgat penting buat ibu-ibu yang sedang atau ingin hamil. Nice artikel.

BERHARAP RIDHO ALLAH SWT said...

Benar. Kelahiran prematur sangat penting diperhatikan sejak dini.

Inilah 5 Alasan Toilet Indomaret dan Alfamart Berada di Dalam Minimarket

  Toilet Indomaret dan Alfamart yang berada di dalam minimarket (Sumber: shutterstock )             “Selamat datang di Indomaret. Selama...