Monday, November 20, 2017

Membuat Website Traveling



Momen jalan-jalan bisa diabdaikan dalam sebuah website yang berisi tentang blog traveling (Sumber: dokumen pribadi)


         Perkembangan internet membuat informasi yang ada di dunia seperti tidak berbatas (borderless). Informasi yang ada di belahan dunia manapun bisa diakses pada saat ini juga. Apalagi, semakin canggihnya perangkat gadget membuat bertambahnya pengetahuan manusia yang bisa diakses dalam sentuhan jari (touchscreen). Perkembangan teknologi juga merubah pola pikir manusia dalam segala hal. Seperti bisnis online kini pelan tapi pasti mulai menggusur bisnis konvensional. Gaya hidup “Generasi Jaman Now” pun mulai berubah.
Generasi Jaman Now atau Generasi Milenial mulai rajin mendatangi kafe-kafe sebagai aksi menaikkan gengsi atau jati diri. Konser-konser musik pun mulai dijejali dengan anak-anak generasi milenial. Mereka ingin mengekspresikan kegembiraannya  dan berbagi dengan orang lain melalui status di akun media sosial (medsos) mereka. Yang menarik adalah generasi milenial kini mulai rajin melakukan traveling atau jalan-jalan untuk mengenal dunia luar.
Mereka mulai mengurangi barang-barang konsumsi yang tidak terlalu diperlukan. Menurut praktisi marketing Yuswohadi dalam webnya yuswohadi.com menyatakan bahwa perubahan ekonomi di negeri kita sangat dipengaruhi oleh mindset Generasi Jaman Now atau Generasi Milenial yang hobi jalan-jalan. Tren ini yang menyebabkan generasi milenial dalam pusaran “leisure economy”. Itulah sebabnya, banyak situs-situs pemesanan tiket online yang bertebaran sekarang ini.
Berubahnya gaya hidup Generasi Milenial yang menggemari traveling membuat saya ingin membuat sebuah website yang berisi tentang pengalaman seru atau hal apapun yang berhubungan dengan aksi jalan-jalan. Kebetulan saya sedang menggeluti hobi sebagai “Travel Blogger” yang menulis pengalamannya dalam sebuah blog. Saya juga tergelitik dengan meme yang menghiasi “timeline” di sosial media atau bus-bus biro perjalanan wisata yang berbunyi “Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Kurang Piknik”. Traveling kini menjadi tren masyarakat bahkan bisa menjadi ajang mendapatkan penghasilan (monetize).
Saya mempunyai keinginan untuk membuat website berisi blog khusus traveling dengan judul “Traveling Ala Casmudi”. Saya bukanlah orang yang ahli dalam pembuatan website. Tetapi, banyak tawaran biaya Hosting untuk pemula yang bisa menjadi rekomendasi. Bukan hanya biaya bulanan yang terjangkau tetapi profesionalitas pelayanan yang bisa diandalkan.




Pilihan biaya Hosting yang ditawarkan DomaiNesia
(Sumber: domainesia.com)


Dengan teknologi dan fitur yang digunakan dalam hosting menjadi nilai lebih dalam pembuatan website. Karena, saat website traveling yang saya kelola bisa menjadi inspirasi buat orang lain dan membludaknya pengunjung maka pilihan hosting adalah keniscayaan. Yang menjadi perhatian adalah pilihan hosting tidak berdampak serius dengan kontinuitas website traveling. Dengan kata lain, kondisi “error” jangan sampai terjadi pada website traveling yang saya kelola.




Fitur hosting dan teknologi serta data center yang dipakai DomaiNesia
(Sumber: domainesia.com)


Selanjutnya, bukan hanya hosting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan website traveling. Tetapi, saya juga memperhatikan domain yang dipakai agar blog dan momen perjalanan menarik untuk dibaca. Karena,  persepsi pembuatan blog dengan domain gratis memberikan kesan bahwa blog tersebut dikelola secara tidak serius atau amatiran. Bukan itu saja, domain gratis memberi kesan “kalah bersaing” dengan domain orang lain yang sudah Top Level Domain (TLD) saat diikutsertakan dalam sebuah ajang Lomba Blog. Itulah sebabnya, penggunaan domain berbayar menjadi pilihan yang harus dilakukan. Kesan profesional dan serius secara langsung akan muncul saat pengunjung datang membaca website yang berisi tentang blog traveling.    
Saya mencoba mengunakan domain rencana pembuatan website “Traveling Ala Casmudi” pada DomaiNesia. Banyak pilihan domain yang bisa menjadi referensi untuk menjadi website traveling. Ada sekitar 40 jenis domain yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan kita. Yang menarik adalah biaya bulanan yang terbilang murah. Karena banyak promo yang ditawarkan oleh DomaiNesia. Seperti domain “travelingalacasmudi.com”, harga yang ditawarkan sebagai biaya bulanan hanya Rp. 99.000,-. Sangat menarik dan recommended saat membuat website sendiri.




Banyak pilihan domain yang bisa digunakan sesuai kebutuhan
(Sumber: domainesia.com)


Sekarang, Membuat website sendiri tentang traveling semakin mudah, murah dan profesional dengan DomaiNesia.  Banyak model pilihan tampilan untuk website yang bisa dipakai untuk blog traveling, seperti: Wordpress, Drupal, Joomla dan Ghost.



Beberapa jenis tampilan website untuk blog
(Sumber: domainesia.com)


Terakhir, saya juga menginginkan website “Traveling Ala Casmudi” di-back oleh server yang bandel. Untungnya, dengan menggunakan Virtual Server yang ditawarkan oleh DomaiNesia mempunyai teknologi yang kuat. Banyak pilihan ukuran yang ditawarkan dari biaya Rp. 100.000,- per bulan dengan 100 Mbps Network hingga Rp. 4.800.000,- per bulan dengan 1 Gbps Network.




Pilihan Ukuran VM pada DomaiNesia
(Sumber: domainesia.com)


Kini, membuat website traveling semakin mudah dengan hadirnya DomaiNesia. Keinginan mempunyai website traveling yang profesional dengan biaya bulanan domain dan hosting yang terjangkau bukanlah mimpi lagi. Tren traveling di Generasi Jaman Now alias generasi milenial bisa diluapkan dalam sebuah blog traveling. Jadi, saat traveling memberikan kegembiraan dalam hidup maka momen indah tersebut akan semakin berkesan jika bisa berbagi dengan orang lain dalam sebuah website. Yuk, traveling dan buka jendela dunia dalam website “travelingalacasmudi.com”!  









Wednesday, November 15, 2017

PGN 360° Integrated Solution: Solusi Kehandalan Pasokan Gas untuk Menyebarluaskan Energi Baik Kehidupan



Pengguna gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) kini semakin meluas (Sumber: Ilustrasi/Istimewa)


“Perusahaan Gas Negara senantiasa memahami kebutuhan dan kepuasan Pelanggan di sepanjang mata rantai pemanfaatan gas bumi untuk mendapatkan nilai tambah secara optimum bagi seluruh segmen Pelanggan” (www.pgn.co.id)


Kebutuhan energi tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia. Baik kebutuhan energi yang tidak diperbarui (unrenewable energy) maupun energi yang diperbarui (renewable energy). Dan, ketergantungan akan energi yang tidak diperbarui (unrenewable energy) masih tinggi khususnya Minyak dan Gas Bumi (Migas). Penggunaan minyak seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah terbiasa dalam masyarakat dan menyebar hampir ke seluruh Indonesia. Tetapi, penggunaan gas bumi kurang maksimal di masyarakat. Cara terbaik untuk mengenalkan manfaat gas bumi adalah dengan “membumikan gas bumi”.  “Membumikan”  berarti upaya untuk menyebarluaskan pemahaman tentang gas bumi di seluruh kawasan atau daerah.   Itulah sebabnya, Membumikan Gas Bumi merupakan langkah untuk  memberikan pemahaman penting kepada masyarakat bahwa gas bumi merupakan energi baik bagi kehidupan di bumi khususnya tanah air tercinta.
Untuk menajamkan penggunaan gas di tanah air, maka perlunya Master Plan Gas yang matang. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber Minyak dan Gas bumi (Migas). Oleh sebab itu, perlunya Rencana Besar (Master Plan) sektor gas nasional. Apalagi, menurut Head of Marketing PGN Adi Munandir mengungkapkan bahwa dengan Master Plan Gas memiliki fungsi untuk mengintegrasikan perencanaan terkait pemanfaatan gas, khususnya untuk pengembangan industri, Road Map Industri, produksi gas bumi, dan pengembangan infrastruktur gas. Sedangkan, manfaat besar dari Master Plan Gas adalah untuk mengembangkan industri gas di Tanah Air lebih teratur dan dapat disinkronkan waktunya serta bisa melakukan pemetaan tentang kawasan mana yang diprioritaskan untuk dibangun.
Distribusi Gas Bumi
Masalah distribusi gas ke seluruh daerah di Indonesia, PGN memiliki Saka Energy yang menyediakan gas bumi di sektor hulu. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam membumikan gas bumi maka PGN mengembangkan produk gas bumi yakni Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilakukan oleh PT PGN LNG Indonesia. Proses penyaluran CNG melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia dan anak usaha PGN lainnya. Menarik,  PGN mampu menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahan bakar gas untuk transportasi hingga jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Teknologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.
Penyebarluasan penggunaan gas di Indonesia menjadi tugas berat perusahaan plat merah PGN. Oleh sebab itu, untuk  akselerasi penggunaan gas bumi di masyarakat, PGN tidak henti-hentinya melakukan kampanye dan sosialisasi. PGN gencar mensosialisasikan mengenai pentingnya konversi penggunaan BBM menjadi BBG bagi masyarakat. PGN pernah melakukan sosialisasi pemakaian gas bumi kepada masyarakat berbasis rumah tangga pada tanggal 21-22 Agustus 2015 dengan menggelar program pelatihan kewirausahaan atau PGNtrepreneur kepada ibu rumah tangga. Serta, mendorong lahirnya pengusaha kecil, melalui PGNtrepreneur. Sebelumnya, tanggal 15 Agustus hingga 21 Agustus 2015, PGN pernah menggandeng para pengguna bajaj dalam program bertajuk “Ayo Kita NgeGas Merdeka” dan melibatkan 700 bajaj yang bisa dimanfaatkan gratis oleh masyarakat. Dalam program tersebut, PGN mengkampanyekan penggunaan gas bumi yang ramah lingkungan untuk transportasi umum.
Membumikan gas bumi juga perlu memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa penggunaan Gas bumi ternyata lebih hemat dibandingkan dengan penggunaan BBM. Penggunaan gas bumi juga benar-benar menghemat biaya untuk keperluan bahan bakar semua jenis transportasi.  Seperti, transportasi laut kapal Pelni, anggaran yang digunakan saat menggunakan BBM sekitar 33,4 juta liter per bulan, ASDP sebesar 3,5 juta liter per bulan dan kapal perintis milik Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sebesar 14,4 juta liter per bulan. Selanjutnya, dengan menggunakan gas bumi bisa menghemat setidaknya 40 persen dibandingkan BBM.
Untuk memperluas jangkauan pelanggan pengguna gas, PGN juga memasok gas bumi untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bentuk  Compressed Natural Gas (CNG) agar penggunaannya lebih aman. Sudah banyak UKM yang telah menggunakan gas bumi seperti usaha laundry di Bogor yang bernama “Bogor Laundry”. Penggunaan gas bumi lebih berhemat dan pasokannya stabil  dibandingkan bahan bakar lainnya seperti LPG. Dana sekitar Rp27 juta hingga Rp30 juta per bulan yang wajib dikeluarkan setiap bulannya menjadi sekitar Rp20 juta untuk penggunaan gas bumi. UKM lainnya yang menggunakan gas bumi di antaranya industri kapur dan genteng yang ada di Cirebon Jawa Barat.
Penggunaan gas bumi juga telah menyasar ke ranah kesehatan. Beberapa rumah sakit kawasan Bogor telah merasakan hematnya penggunaan gas bumi dari PGN. Salah satunya, Rumah Sakit Azra Bogor yang menggunakan gas bumi untuk laundry,  restorannya, genset, water heater, dan kebutuhan lainnya. Sedangkan, di rumah sakit di Jakarta yang telah menggunakan gas bumi PGN adalah  RSPAD Gatot Subroto. Pengeluaran biaya untuk operasional Rumah Sakit bisa dihemat dengan baik. Dengan kata lain, berbagai fasilitas publik baik darat maupun air telah merasakan hematnya penggunaan gas PGN.


Penggunaan pipa gas di pabrik kapur dan genteng di Cirebon, Jawa Barat
dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta (Sumber: detik.com)


Pasokan Gas
Gas bumi yang dikeluarkan oleh PGN disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan mulai dari pelanggan Residensial dan Usaha Kecil, Pelanggan Komersial dan Industri (Bisnis) serta Pelanggan Transportasi. GasKita merupakan produk dari PGN yang merupakan energi baik, aman dan praktis untuk keperluan rumah tangga dan usaha kecil Anda. Selanjutnya, bagi pelanggan yang huniannya belum terhubung pipa gas PGN, ada cara  efisien dan efektif menikmati gas tanpa perlu menunggu pembangunan pipa. Perlu diketahui bahwa gas bumi tersebut merupakan energi baik yang ramah lingkungan.
Melalui anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia, yang disebut Gaslink, gas bumi diproses dahulu menjadi Compressed Natural Gas (CNG) lalu didistribusikan melalui kendaraan bermotor dan diantar langsung ke pelanggan. Gaslink menjadi solusi jitu untuk mendistribusikan gas bumi ke kawasan yang belum terdapat jaringan pipa PGN dan sudah aktif ditawarkan ke masyarakat sejak tahun 2016. Keuntungannya, pelanggan menghemat lebih dari 20 persen dibandingkan pemakaian LPG.
Produk lain GasLink adalah adalah Gasku. Dengan Gasku, PGN menyediakan pasokan bahan bakar gas (BBG) baik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) maupun dengan Mobile Refueling Unit (MRU) hingga converter kit untuk kendaraan bermotor. Sebagai informasi, GasKu dapat diperoleh di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU) PGN yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Batam.


Produk Gasku yang ramah lingkungan dari GasLink (Sumber: bumn.go.id)


Hal penting agar gas bumi bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia adalah kontinuitas pasokan gas tidak mengalami kendala. Untuk menjaga pasokan dan distribusi gas nasional, negara bukan hanya memproduksi gas yang ada di Indonesia tetapi diimbangi dengan melakukan perjanjian kontrak kerja sama dengan negara lain seperti kontrak impor gas sebanyak 1,5 MTPA dengan perusahaan Amerika Serikat Corpus Christi mulai tahun 2019 sampai tahun 2041. Serta, negara juga melakukan pembahasan perjanjian jual beli dengan perusahaan Afrika Mozambique LNG sebanyak 1 MTPA mulai 2022 sampai 2041.
Kehandalan pasokan gas bumi ke pelanggan menjadi salah satu fokus utama PGN. Lanjut, untuk mewujudkan gas berjalan dengan baik maka PGN memiliki program PGN 360° Integrated Solution. Program tersebut berkosentrasi untuk memastikan dan menyelesaikan seluruh permasalahan pelanggan terkait pemanfaatan gas bumi seperti pasokan gas. Oleh sebab itu, PGN tidak hanya bergantung pada satu sumber lapangan gas. Dengan jaringan infrastruktur pipa gas yang terintegrasi, pasokan gas bisa didapat dari berbagai lapangan gas bumi. Bukan itu saja, PGN juga memiliki armada CNG hingga LNG trucking yang dapat menyuplai gas bumi di wilayah yang belum terjangkau pipa gas bumi PGN.
PGN sebagai perusahaan BUMN juga berkomitmen untuk menghadirkan layanan gas yang menyeluruh dan efisien bagi negeri. Di samping itu, upaya untuk penyebarluasan pemanfaatan gas ke seluruh pelosok daerah sangatlah penting. Sejalan dengan rencana pemerintah untuk menggenjot peningkatan investasi baru yang terintegrasi dalam satu kawasan maka perlu dorongan pemanfaatan gas di kawasan industri yang terbukti lebih efisien dan untung bagi pelaku usaha sehingga bisa menekan ongkos produksi dan berdayasaing industri nasional.
Untuk meningkatkan kehandalan pasokan gas bumi, maka PGN  mendapatkan pasokan tambahan gas bumi dari Husky CNOOC Madura Limited (HCML). Tambahan pasokan gas tersebut mampu meningkatkan pelayanan pelanggan khususnya di wilayah Jawa Timur. Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengungkapkan bahwa pasokan gas dari HCML mulai mengalir pada Mei 2017 lalu dengan volume yang disalurkan secara bertahap mulai 20 juta MMSCFD hingga lebih dari 100 MMSCFD yang berlangsung selama 20 tahun. Pasokan ini akan semakin meningkatkan kehandalan pasokan gas  untuk pelanggan PGN di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto hingga Pasuruan.  
PGN memperluas jaringan gas bumi ke Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten yang dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk. Di kawasan tersebut telah berdiri lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional seperti perusahaan makanan dan minuman, industri kimia, industri alat berat, dan material bangunan. Dan, PGN telah mengembangkan pemanfaatan gas sekitar 30 persennya. Kawasan industri lainnya yang telah dipasok gas oleh PGN adalah Kawasan Industri yang dikelola PT Nusantama Properta Panbil di Batam, Kepulauan Riau. Penggunaan gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas dan akan berlangsung selama 10 tahun ke depan, baik dalam bentuk Conpressed Natural Gas (CNG) maupun Liquefied Natural Gas (LNG).
Perlu diketahui bahwa kebutuhan industri akan gas bumi mencapai 2.280 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Di mana, gas tersebut sebagian besar diserap industri pupuk sebesar 791,22 MMSCFD dan petrokimia 295 MMSCFD. Sedangkan, menurut Kementerian ESDM, produksi gas sampai 4 September 2017 lalu sekitar 7.756 MMSCFD.


Dorong Konsumsi Gas Bumi, PGN Incar Kawasan Industri (Sumber: bumn.go.id)


Proses membumikan gas bumi perlu diimbangi dengan harga yang bersahabat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, cara menekan harga gas di dalam negari menurut Divisi Head of Corporate Communication PGN Dessy Anggia adalah  pemerintah bisa melakukan rasionalisasi biaya distribusi gas dari hulu sampai ke pelanggan yang disalurkan melalui pipa gas. Ketika harga gas tidak wajar maka akan timbul ketidakpuasan masyarakat. Kasus harga gas bumi yang dinilai mahal di Medan Sumatera Utara pernah menjadi masalah penting PGN. Dan, Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan terhadap masalah tersebut yang diprediksi sebagai praktik percaloan. Harga gas yang beredar di pasaran pernah mencapai US$ 12,22 per MMBTU ketika sampai ke pelanggan industri. Padahal, dari seluruh mata distribusi gas dari hulu sampai ke tangan pelanggan, PGN hanya memungut tarif US$ 1,35 per MMBTU untuk pengelolaan pipa sepanjang 600 km. Sedangkan sisanya sekitar US$ 11 dolar merupakan komponen biaya dari hulu, seperti regasifikasi, distribusi, dan harga lainnya.
Infrastruktur dan Penggunaan Gas
Untuk meningkatkan kehandalan pasokan gas  ke pelanggan, PGN membangun sejumlah proyek infrastruktur seperti melakukan penyambungan proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau. Di pulau Jawa, PGN Area Tangerang telah membangun dan mengelola jaringan distribusi pipa gas bumi sepanjang 260 km. PGN juga sedang dalam proses akhir pembangunan pipa proyek CP3B Cikande-Bitung untuk mengalirkan gas ke jaringan Banten Timur sebagai kelanjutan dari CP3A Bojonegara-Cikande yang sudah beroperasi sejak 2012. Proyek tersebut merupakan kelanjutan  dari proyek pipa South Sumatera - West Java (SSWJ).


Fasilitas regasifikasi LNG & Infrastrutur jaringan pipa gas (Sumber: bumn.go.id)


Selain itu, PGN juga mengembangkan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km dan dalam proses membangun jaringan pipa distribusi gas bumi di Pasuruan, Mojokerto.  Pengembangan jaringan Gresik-Lamongan-Tuban, pengembangan jaringan di Pasuruan, pengembangan jaringan Senayan City-Pondok Indah Mall, dan kawasan industri di Bekasi dan Tangerang tidak ketinggalan dikembangkan oleh PGN. Perluasan jaringan  infrastruktur tersebut bertujuan untuk mempermudah distribusi gas bumi ke pelanggan.
Mengikuti perkembangan dunia digital, PGN juga tidak mau ketinggalan untuk memudahkan pelayanan dan memperluas pelanggan dalam perangkat gadget.  Sebagai langkah penyempurnaan pelayanan pelanggan, PGN terus melakukan inovasi untuk kebutuhan pelanggan seperti  meluncurkan aplikasi PGN Mobile. PGN Mobile dapat diunduh di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store bagi konsumen IOS. Aplikasi ini memberikan kemudahan kepda pelanggan agar dapat mengakses informasi seputar tagihan pemakaian gas.


PGN Mobile semakin memudahkan pelayanan pelanggan (Sumber: PGN/Apps)


Perlu diketahui bahwa PGN Mobile merupakan bagian penting dari PGN 360o degree Integrated Solution, di mana  konsep pemberian solusi terintegrasi untuk memberikan layanan yang menyeluruh dan mengerti pelanggan, dengan segala keunikan dan kemampuan PGN. Menariknya, PGN Mobile bisa membantu pengguna atau pelanggan mengetahui titik-titik lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Bumi (SPBG). Bukan itu saja, masyarakat juga bisa mendaftar menjadi pelanggan baru dengan mengisi formulir yang tersedia dalam aplikasi tersebut.
Capaian PGN
Direktur Keuangan PGN Nusantara Suryono menyatakan bahwa serapan penggunaan gas pada pelanggan tahun 2017 menurun sangat tajam dan harga penjualan juga sudah menurun atas permintaan dari berbagai intitusi yang ada di Indonesia. Dampaknya, menurunnya kinerja perusahaan per semester I/2017 di bawah target sehubungan dengan PGN menerbitkan laporan keuangan per 30 Juni 2017 setelah perusahaan melakukan penelahaan terbatas. Tetapi, PGN tetap membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$50,28 juta pada tanggal 30 Juni 2017 atau turun 67% dibandingkan dengan US$152,45 pada tanggal 30 Juni 2016 lalu.
Lalu, PGN memperkirakan laba perusahaan mencapai US$150 juta (sekitar Rp2 triliun, asumsi 1US$=Rp13.330) pada akhir 2017. Perkiraan pencapaian laba tersebut berdasarkan komitmen dan konsistensi PGN untuk selalu menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap aspek bisnis. Itulah sebabnya, PGN beberapa kali menerima penghargaan bergengsi baik tingkat nasional maupun internasional atas kinerja yang diraihnya. Baru-baru ini, PGN meraih penghargaan bergengsi tingkat internasional yaitu: Internasional Gold Stevie Award oleh International Business Awards untuk kategori laporan tahunan 2016 versi cetak yang mengangkat tema "When a Pipeline Is Not Just a Pipeline" sebagai laporan tahunan terbaik. Dan, penghargaan tersebut  diterima langsung oleh Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim di Barcelona, Spanyol pada tanggal 21 Oktober 2017. 
 Pencapaian PGN dalam membumikan gas bumi telah menyambungkan pipa gas lebih dari 80 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia. Aliran gas selama 9 bulan pertama di tahun 2017 saja, PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 1.502 MMSCFD dengan rincian sepanjang kuartal III-2017 volume gas distribusi sebesar 767 MMSCFD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 736 MMSCFD. Lagi, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 175 km.  Adapun, secara garis besar pencapaian PGN dalam membumikan gas bumi nasional adalah:
1.      Pengelolaan gas bumi PGN telah menyalurkan dan mendistribusikan gas bumi sebanyak 1.542 MMSCFD.
2.      Wilayah operasi di 19 kota dan 12 provinsi
3.      Membangun infrastruktur sebanyak 7.450 jaringan pipa gas, 2 unit Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Barat dan Lampung, 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU).
4.      Lifting gas, meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas menjadi 32 ribu BPH


Masih banyak provinsi di Indonesia yang membutuhkan aliran gas bumi (Sumber: gasnegara/IG)


PGN merupakan satu-satunya BUMN di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan. Mulai dari rumah tangga, UKM, usaha komersial (mal, hotel, rumah sakit dan rumah makan), industri, pembangkit listrik, hingga transportasi. PGN telah memasok gas bumi ke 1.659 industri besar dan pembangkit listrik (97,15%), 1.929 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) & Usaha Kecil Menengah (UKM) (2,5%), dan 204.000 pelanggan rumah tangga (0,35%). Selanjutnya, pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.
            Pencapaian  PGN atas pendistribusian gas bumi ke pelanggan  di atas merupakan keseriusan PGN untuk menyebarluaskan gas bumi sebagai energi baik kehidupan. Energi yang hemat, aman, murah dan ramah lingkungan. Kehandalan pasokan gas yang dimiliki PGN juga menjadi bukti bahwa perusahaan benar-benar memahami kebutuhan dan kepuasan pelanggan di semua mata rantai pemanfaatan gas bumi.  Program PGN 360° Integrated Solution pun mengikuti perkembangan dunia digital dalam pelayanan pelanggan melalui PGN Mobile.
Proses membumikan gas bumi yang dilakukan PGN belumlah sempurna 100 persen karena belum menjangkau ke seluruh 33 provinsi yang ada. Namun, dengan pemahaman masyarakat yang semakin baik maka proses akselerasi penyebarluasan serapan pelanggan akan menemui titik maksimal. Bukan hanya tugas PGN untuk melakukan kampanye dan sosialisasi penggunaan gas bumi sebagai energi baik kehidupan, tetapi semua lapisan masyarakat juga ikut berperan mensuksesan penggunaan gas bumi seperti energi BBM.  Kasus  konversi minyak ke LPG di masyarakat adalah merupakan bukti nyata bahwa penggunaan gas bumi akan melampaui target penggunaan LPG jika masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Inilah langkah baik yang dilakukan PGN untuk melakukan konversi LPG ke gas bumi. 

Sumber Tulisan
Admin. 2017. 18 April.   Dapat Tambahan Dari Husky, Pasokan Gas PGN Kian Handal. Diakses dari http://www.bumn.go.id/gasnegara/berita/1-Dapat-Tambahan-Dari-Husky-Pasokan-Gas-PGN-Kian-Handal
____________. 2017. 26 Mei.   Cara Lain Nikmati Gas Bumi Tanpa Perlu Tunggu Pembangunan Pipa. Diakses dari http://www.bumn.go.id/gasnegara/berita/2--Cara-Lain-Nikmati-Gas-Bumi-Tanpa-Perlu-Tunggu-Pembangunan-Pipa
____________. 2017. 7 Nopember.    PGN Raih Gold Stevie Award di Barcelona. Diakses dari http://www.bumn.go.id/gasnegara/berita/1-PGN-Raih-Gold-Stevie-Award-di-Barcelona
Deny, Septian. 2017. 08 Sep 2017. Tanggapan PGN soal Masih Tingginya Harga Gas di Medan. Diakses dari http://bisnis.liputan6.com/read/ 3087139/tanggapan-pgn-soal-masih-tingginya-harga-gas-di-medan
Fajriah, Lily Rusna. 2017. 8 September. Kaya Migas, Indonesia Perlu Bikin Master Plan Gas. Diakses dari https://ekbis.sindonews.com/read/1237760/ 34/kaya-migas-indonesia-perlu-bikin-master-plan-gas-1504844228
____________. 2017. 12 Oktober.  Migrasi ke Gas, Usaha Laundry Ini Makin Hemat. Dikases dari https://ekbis.sindonews.com/read/1247728/34/migrasi-ke-gas-usaha-laundry-ini-makin-hemat-1507796266
Prianti, Martina. 2015. 25 September. PGN Membumikan Gas Bumi. Diakses dari http://www.bumninsight.co.id/industri/energi/pgn-membumikan-gas-bumi
Sancaya, Rengga.  2016. 18 Oktober. Pakai Gas PGN, Pabrik Kapur dan Genteng Lebih Hemat. Diakses dari https://finance.detik.com/foto/ 3323884/pakai-gas-pgn-pabrik-kapur-dan-genteng-lebih-hemat/1
____________.  2016. 20 Oktober. Gunakan Gas Bumi, RSPAD Dapat Service Khusus dari PGN. Diakses dari https://finance.detik.com/foto/ 3325841/gunakan-gas-bumi-rspad-dapat-service-khusus-dari-pgn/1
Tim Sindonews. 2017. 9 Oktober 2017. Mau Pakai Gas Bumi Tinggal Daftar Menggunakan PGN Mobile. Dikases dari https://ekbis.sindonews. com/read/1246759/77/mau-pakai-gas-bumi-tinggal-daftar-menggu nakan-pgn-mobile-1507543823
www.pgn.co.id

Saturday, November 11, 2017

Secangkir Kopi Kapal Api dan Cerita Indah Indonesia




Secangkir Kopi Kapal Api dan Semangat untuk Indonesia
(Sumber: dokumen pribadi)





Gugusan pulau-pulau Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke memberikan pesona alam yang luar biasa. Keindahan lansekap Indonesia yang mempesona bagai zamrud khatulistiwa. Kandungan sumber daya alam juga memberikan kemakmuran bagi masyarakat. Tidak salah jika penyanyi legendaris Koes Plus memberikan kesan Indonesia “Tanam kayu dan batu jadi tanaman” dalam lagunya.
Tak terkecuali berbagai jenis kopi khas Indonesia dari Kopi Gayo Aceh hingga kopi Papua. Setiap kopi memberikan ciri dan aromanya masing-masing. Dan, kopi yang dikemas dalam bungkus yang beranekaragam beredar di Indonesia. Salah satu kopi kebanggaan Indonesia yang beredar adalah Kopi Kapal Api.  Kopi Kapal Api memberikan aroma yang khas karena dibuat dari biji kopi pilihan yang menghasilkan kopi yang harum dan enak.  Itulah sebabnya Kopi Kapal Api memberikan kepuasan karena rasa kopinya Jelas Lebih Enak.
Minum secangkir kopi sembari menikmati keindahan alam adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kopi Kapal Api yang dipetik dari biji kopi pilihan alam Indonesia selalu menyisakan cerita indah betapa kaya dan suburnya tanah air Indonesia. Saat anda melihat perkebunan kopi di dataran tinggi dan diselimuti dengan udara yang sejuk menimbulkan kebanggaan kopi dan keindahan alam Indonesia tak terpisahkan.

Indahnya Indonesia
Dua minggu yang lalu, menikmati secangkir kopi memberikan inspirasi untuk mengabadikan keindahan alam Indonesia dalam jepretan lensa dan tulisan. Saya melakukan perjalanan darat dari Ngawi Jawa Timur menuju Denpasar Bali yang jaraknya kurang lebih 700 km. Sambil menyelam minum air, kata pepatah. Melakukan perjalanan darat yang melelahkan diisi dengan menikmati keindahan alam pulau Jawa dan Bali pada tempat-tempat tertentu.
            Sehabis sholat ashar, saya menyempatkan diri menikmati secangkir Kopi Kapal Api untuk memberikan efek kenyang karena kandungan sedikit gula yang ditambahkan pada kopi tersebut. Bukan hanya itu, efek minum kopi menurut sugesti orang mampu mencegah rasa kantuk. Karena perjalanan dari Ngawi hingga Probolinggo Jawa Timur menghabiskan waktu di malam hari maka tidak ada spot keindahan alam yang bisa diabadikan.  Waktu sore hari hingga menjelang pagi diisi dengan konsentrasi mengendarai sepeda motor. Dan, perjalanan berhenti atau istirahat setiap rasa kantuk menyerang dan waktu sholat wajib tiba.
            Saat surya mulai bangkit dari peraduannya, perjalanan terhenti karena keindahan Pantai Blitok di Kabupaten Situbondo. Pantai yang berdekatan dengan jalan raya memberikan sensasinya saat pantulan sinar mentari menghiasi air laut. Pantulan itu mengenai perahu cadik nelayan yang terparkir di pinggir pantai. Hiasan gugusan bukit yang berada di sebelah jalan raya terpantul indah di air laut yang bening.


Pantai Blitok Situbondo Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)


Tidak jauh dari saya berdiri, muncul pelan-pelan perahu nelayan siap melepaskan sauh. Kurang lebih 20 awak perahu siap-siap menurunkan hasil tangkapan dan pulang ke rumah masing-masing. Tentunya, sang istri dan anak tercinta sedang menunggunya di rumah dan bangga atas rejeki ikan tangkapannya. Menarik, sebelum buru-buru pulang ke rumahnya, mereka menyempatkan diri menikmati secangkir kopi Kapal Api sembari meluapkan kepenatan dan gelak tawa di antara cangkir-cangkir yang beradu dengan mulut dan kepulan asap rokok.



Nelayan di Pantai Blitok Situbondo Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)



Saya kagum kerja keras mereka. Saya mencoba menyapanya. “Hasil tangkapannya lumayan banyak pak” tanya saya untuk menghilangkan rasa lelah pada raut wajahnya. “Iya mas, lumayan buat lauk di rumah” jawabnya sambil menunjukan ikan tangkapan. Saya memahami betapa gembira bercampur lelah pada wajah mereka. Teringat, saat saya menjadi nelayan di Teluk Banten Jawa Barat hingga Pantai Lampung. Ketika jaring panjang mulai diturunkan (setting) dan perahu bergerak membentuk huruf U maka tidak lama akan mendulang tangkapan ikan.
Di tengah-tengah jaring berbentuk U, harus ada orang yang nyebur ke laut. Dia bergerak seperti bebek dan tangannya lincah menepuk-nepuk air laut agar ikan Tuna bergerak ke  jaring. Lantas, pekerjaan semakin berat saat hauling (menarik jaring tangkapan) dengan tangan-tangan terampil awak kapal yang membutuhkan tenaga prima. Sesekali, mereka harus menangkap ikan yang hendak meloloskan diri. Inilah pengalaman indah menikmati hasil alam Indonesia.
            Perjalanan darat menuju Bali berlanjut kembali. Selama perjalanan tiada hentinya menikmati alam sekitar. Tidak sampai satu jam perjalanan, saya memutuskan untuk berhenti kembali karena keindahan bukit atau pegunungan di kawasan Melanding Situbondo untuk diabadikan dalam jepretan lensa. Para petani mulai bergerak lincah ke sawah-sawah garapannya.  Jalan kecil yang ditumbuhi rerumputan di bagian pinggir dan sedikit berbelok menjadi spot untuk diabadikan. Berlatar belakang gugusan bukit atau pegunungan indah dan sawah-sawah yang ditanami tumbuhan bawang merah menjadi kenangan indah bahwa “saya pernah mengabadikan indahnya Indonesia di sini!”.



Keindahan alam di Melanding Situbondo Jawa Timur
(Sumber: dokumen pribadi)


Sebenarnya, saya mau istirahat sejam untuk menikmati hembusan angin pegunungan di bawah pohon kersen yang berada di pinggir jalan desa. Sesekali menikmati buah kersen yang mulai memerah dan manis penambah gizi. Saya juga berusaha menikmati adukan kopi di warung yang tidak jauh dari saya berdiri. Tapi, hati saya mengatakan, “buruan bro, mumpung masih pagi agar sampai di Ketapang Banyuwangi sebelum waktu Dhuhur”. Akhirnya, waktu menikmati adukan kopi Kapal Api terpaksa ditunda dahulu.
Kurang lebih 2,5 jam, saya sampai di perbatasan Situbondo-Banyuwangi setelah melewati Taman Nasional Baluran yang berjuluk “African of Java”. Lintasan sepanjang 22 km dipenuhi pohon jati di kanan dan kiri jalan. Deretan  pohon jati yang berbaris rapi itu tidak terkesan horor saat saya melewatinya di malam hari yang gelap tanpa Lampu Penerangan Jalan (LPJ). Keluar dari hutan nasional tersebut, tunggangan bergerak lincah menembus pekatnya debu jalanan. Tidak terasa, pandangan mata tertuju pada papan nama di sebelah kiri “Rumah Apung Bangsring dan Pantai Mutiara Pulau Tabuhan”. Dan, sepeda motor bergerak ke kiri menembus jalanan selebar 2 meter yang masih dihuni dengan aspal yang mengelupas disertai bebatuan. Kurang lebih 1,5 km, pemandangan pantai yang indah menghipnotis saya. Pemandangan Rumah apung di tengah laut menjadi wisata menarik. Saya ingin rasanya terbang dan singgah di pulau Tabuhan yang eksotis di tengah Selat Bali. Tetapi, panasnya mentari memberi tanda bahwa saya harus buru-buru ke Pelabuhan Ketapang.  


Rumah Apung Bangsring Banyuwangi Jawa Timur
(Sumber: dokumen pribadi)


Sebelum antri memasuki kapal penyeberangan, saya menyempatkan diri untuk menikmati secangkir Kopi Kapal Api di warung yang berada tidqk jauh dari pelabuhan tersebut.  Rasa kembung dan gerah selama perjalanan sepertinya menghinggapi tubuh. Tetapi, efek hangatnya Kopi Kapal Api membuat badan menjadi berkeringat. Lantas, rasa “sendawa” muncul secara tiba-tiba. Gorengan tempe yang ada menjadi pengganjal perut untuk menemani secangkir kopi yang mulai habis.
Kini, badan mulai segar kembali dan perjalanan pun dilanjutkan. Untung, antrian kendaraan tidak begitu padat. Jadi, setelah tiket penyeberangan di tangan, langsung meluncur ke dalam geladak kapal. Birunya air laut karena pantulan langit dan jembatan penyebarangan masuk kapal penyeberangan menjadi pemandangan indah dalam jepretan kamera. Berbagai nama kapal feri berlabuh, pindah haluan, dan bergerak pelan untuk membawa penumpang menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali. Dan, kapal feri yang saya tumpangi pelan tapi pasti mulai menembus ombak Selat Bali.



Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur  (Sumber: dokumen pribadi)


Pesona Bali
Perjalanan di pulau Bali selalu memberikan cerita indah. Keindahan alam, panjangnya pantai dan indahnya sawah yang mulai dipenuhi padi berwarna keemasan selalu menarik untuk diabdaikan. Tetapi, perjalanan benar-benar berhenti saat mendekati perbatasan Kota Negara Kabupaten Jembrana bagian timur.  Saya terpesona dengan pura besar dekat kantor dinas Bupati Jembrana berpagar indah dengan hiasan patung 5 wanita cantik penari Bali yang gemulai seakan-akan ingin menyambut kedatangan saya. Objek yang indah pun masuk dalam jepretan lensa kamera.



Patung wanita penari Bali (Sumber: dokumen pribadi)


Panas matahari mulai menyengat dan membakar tubuh. Saya bergerak cepat menuju Denpasar. Jalan berkelok-kelok, naik dan turun serta harus beradu dengan para monster jalanan, truk besar atau tronton membuat saya harus mengambil langkah hati-hati. Tidak sampai satu setengah jam, perjalanan  berhenti kembali karena pemandangan indah Pantai Yeh Leh dipenuhi bebatuan besar dan kecil.  Pantai ini berlokasi di perbatasan Kabupaten Jembrana dan kabupaten Tabanan. Riak gelombang bergerak konstan menerjang bebatuan. Sesekali air laut pun muncrat ke atas setelah beradu dengan bebatuan.


Pantai Yeh Leh yang diselimuti bebatuan (Sumber: dokumen pribadi)


Selanjutnya, saya memutuskan melanjutkan perjalanan kembali hingga Denpasar. Kurang lebih pukul 16.30 WITA tiba di tempat tinggal untuk mencari sesuap rejeki di pulau Dewata. Rasa capai dan pegal tubuh perlahan hilang setelah mandi sore hari. Tidak lupa, secangkir kopi Kopi Kapal Api hangat menemani saya. Semangat untuk mencintai keindahan Indonesia yang dieja dalam baris-baris kata yang bermakna.    


  

Menikmati Kopi Kapal Api setelah melakukan perjalanan jauh
(Sumber: dokumen pribadi)


Secangkir Kopi Kapal Api memberikan inspirasi untuk mengisahkan perjalanan indah pulau Jawa dan Bali. Ketukan tuts dalam piranti yang dilipat mulai bekerja yang ditandai gerakan layar monitor dengan susunan bait-bait kata yang dirangkai menjadi cerita indah Indonesia. Dan, sruputan Kopi Kapal Api setia menemani hingga cerita indah siap dibagikan dalam blog pribadi.   Membuat cerita indah dalam goresan pena digital makin asik ditemani aroma khas kopi dari biji pilihan yang memberikan rasa Jelas Lebih Enak. Karena Kopi Kapal Api, cerita indah Indonesia layak untuk disajikan agar Semangat untuk Indonesia tidak hilang meski ditelan  waktu.    
  


Setiap kata dirangkai indah untuk menjadi cerita indah Indonesia
dan Kopi Kapal Api memberikan Semangat untuk Indonesia

(Sumber: dokumen pribadi) 


Menuju Indonesia Maju dengan Teknologi Transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek

Proses lifting car atau pengangkatan rangkaian kereta pertama ( trainset )  LRT Jabodebek  di Stasiun Harjamukti, tanggal 13 Oktobe...