Thursday, January 24, 2019

Rapat Persiapan Lomba TIK Tahun 2019 Bertema Kebudayaan Lokal Bali


Suasana rapat persiapan Lomba TIK Tahun 2019 yang diselenggarakan di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, 24 Januari 2019 (Sumber: Diskominfos Provinsi Bali) 


Dunia digital khususnya media sosial (medsos) kini menjadi sarana ampuh untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat. Pemerintah Provinsi Bali pun memanfaatkan sosial media untuk menyampaikan berbagai program yang sedang dijalankan. Untuk merangsang daya tarik masyarakat, maka Pemerintah Provinsi Bali secara serius menyelenggarakan Lomba TIK Tahun 2019.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan kepercayaan penyelenggaraan Lomba TIK kepada Dinas Kominfos Bali. Dari sosialisasi lomba hingga penyerahan hadiah kepada pemenang. Tentunya, agar Lomba TIK Tahun 2019 berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang maksimal perlu adanya persiapan matang. 

Tanggal 24 Januari 2019, Diskominfos Provinsi Bali kembali menggelar rapat untuk menajamkan persiapan Lomba TIK yang akan diselenggarakan di Tahun 2019. Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kominfos Prov Bali, Agus Suryawan, PPTK Lomba IB Sutresna serta Dewan Juri membahas penajaman kriteria penilaian secara umum.

Lomba TIK yang digelar oleh Diskominfos Provinsi Bali ini mempunyai 5 kategori lomba yaitu Film Dokumenter, Blog, VLog, Foto Berbicara dan Aplikasi. Lomba ini akan fokus untuk mengangkat tema lokal kebudayaan Bali, terutama untuk mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait tentang Busana, Bahasa dan Penggunaan produk lokal. Akhir februari 2019 ini direncanakan akan mulai digelar sosialisasi kepada publik terkait lomba ini.

Bali sebagai tujuan wisata dunia, sudah saatnya kebudayaan lokal Bali diketahui bukan hanya turis mancanegara. Tetapi, warga lokal lebih memahami budaya lokal yang ada. Tema kebudayaan lokal Bali yang diangkat dalam Lomba TIK Tahun 2019 tersebut sejalan dengan program Nangun Sad Kethi Loka Bali.

Pemerintah Provinsi Bali berharap agar penyelenggaraan Lomba TIK Tahun 2019 tersebut bisa menggali kreatifitas masyarakat. Bukan itu saja, masyarakat juga semakin paham dan mencintai kebudayaan lokal. Apalagi, semakin berkembangnya era modern yang serba digital maka kebudayaan lokal harus tetap terjaga kelestariannya.

Tentu, dengan adanya Lomba TIK Tahun 2019 bisa melibatkan banyak peran masyarakat. Karena, semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam lomba tersebut maka dampak positif yang akan dihasilkan semakin luas. Untuk mendapatkan informasi detail tentang Lomba TIK Tahun 2019, anda bisa pantau terus di akun sosial media (sosmed) Diskominfos Bali.

Wednesday, January 23, 2019

Membangun Sinergitas Demi Akselerasi Pembangunan Bali


Sekretaris Diskominfos Bapak Agus Suryawan dan Kabid Sumber Daya Informasi Publik Bapak I.B. Ketut Agung Ludra sedang memimpin rapat sinergitas Pemerintah Provinsi Bali dan media online (Sumber: dokumen pribadi)


Perkembangan era digital memberi kemudahan bagi setiap orang dalam memperoleh informasi. Khususnya, informasi tentang perkembangan pembangunan Bali. Kondisi inilah yang dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Pemerintah Provinsi Bali berharap besar bahwa perkembangan Bali bisa diakses siapapun. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Bali giat untuk melakukan Sosialisasi Program Pembangunan melalui media online. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Bali menggandeng media online yang notabene sebagai perpanjangan dalam menyajikan berita.

Dinas Kominfos Bali sebagai wakil dari Pemerintah Provinsi Bali melakukan rapat sosialisasi yang dihelat di Ruang Rapat kantor setempat (23/01/2019). Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Diskominfos Bapak Agus Suryawan berlangsung santai. Juga, dihadiri oleh Kabid Sumber Daya Informasi Publik Bapak Ida Bagus Ketut Agung Ludra dan Pelaksana Teknis Bapak Ida Bagus Made Sutrisna.

Sosialisasi Media online tersebut melibatkan 20 orang yang mewakili media online yang ada di Bali. Sinergitas Pemerintah Provinsi Bali dan media online tidaklah terikat. Karena, media online tetap berpegang pada kewenangan dan independensi dalam menyajikan berita.

Menurut Sekretaris Diskominfos Bapak Agus Suryawan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah membangun kurang lebih 4.013 titik internet gratis (jaringan Wifi) di beberapa tempat strategis  Bali.  Hal ini bertujuan agar masyarakat Bali mampu mengakses informasi tentang pembangunan Bali secara mendalam. Juga, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti akses informasi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan UMKM dalam program Nangun Sad Kerthi Loka Bali.

Menurut Kabid Sumber Daya Informasi Publik Bapak I.B. Ketut Ludra menegaskan bahwa sinergitas tersebut terletak pada kerja sama dan harapan besar Pemerintah Provinsi Bali. Yaitu, untuk membantu sosialisasi demi menyajikan berita tentang perkembangan Bali. Jadi, apapun yang terjadi di lapangan, media online bisa mengkritisi setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang dianggap “kurang atau tidak tepat sasaran”.

Tentunya, jika ada kondisi pembangunan Bali yang dianggap “kurang”  hendaknya disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali terlebih dahulu. Dengan tujuan,  Pemerintah Provinsi Bali bisa bergerak dan menangani sebuah kasus tersebut lebih cepat dan tanggap.

Pelaksana Teknis Bapak Ida Bagus Made Sutresna menyatakan bahwa sinergitas sosialisasi media online tersebut sebagai langkah awal untuk penyebaran informasi secara luas tentang Program Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat Bali.

Menarik, sinergitas yang terjadi bisa memberikan dampak positif. Salah satunya adalah untuk membangun masyarakat Bali yang cerdas tentang pembangunan Bali yang sedang berjalan. Bahkan, untuk memaksimalkan komunikasi yang sedang hangat   akan diadakan tatap muka kembali setiap bulannya. Dan, menjalin diskusi asik tentang “sejauh mana kemajuan perkembangan Bali” terkini.

Dengan adanya berita yang disampaikan di media online maka Pemerintah Provinsi Bali bisa mengeluarkan kebijakan lebih cepat dan terbaik. Semua itu demi kesejahteraan masyarakat Bali. Sebuah sinergitas yang saling meguntungkan (simbiosis mutualisme). Agar, akselerasi pembangunan Bali bisa dinikmati setiap lapisan  masyarakat. 

Sunday, January 20, 2019

PRUCritical Benefit 88: Solusi Perlindungan Dampak Keuangan Dan Penyakit Kritis


Para narasumber yang hadir dalam peluncuran produk baru Prudential Indonesia. Ki-ka: dr. Gede Pande Sastrawan, Sp.PD., Sheila Widya Nanda, Manger Stategic Product Management Prudential Indonesia , Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia Jens Reisch (Sumber: dokumen pribadi)




   Perkembangan era digital kian meningkat. Kondisi ini digunakan sebagai sarana untuk melakukan pengenalan sebuah informasi lebih mendalam. Salah satunya adalah pengenalan bisnis asuransi. Dunia asuransi mulai dilirik banyak orang. Meskipun, perlu peningkatan awareness masyarakat lebih baik.
     Itulah sebabnya, salah satu perusahaan asuransi PRUDENTIAL INDONESIA sangat jeli untuk melakukan penetrasi pasar. Bukan hanya secara konvensional, tetapi PRUDENTIAL INDONESIA kian intens melakukan pengenalan dunia asuransi melalui ranah digital. Langkah bagus, PRUDENTIAL INDONESIA menyelenggarakan acara dengan mengundang berbagai media berbasis online dan para blogger. Sekaligus, PRUDENTIAL INDONESIA mengenalkan produk terbaru yaitu PRUCritical Benefit 88. Acara tersebut digelar di Harris Hotel & Residence Sunset Road Badung Bali.

Penetrasi Prudential Indonesia
     Sebagai informasi bahwa PRUDENTIAL INDONESIA bagian dari Prudenstial Plc, yang berkantor pusat di London, telah melayani lebih dari 26 juta nasabah di seluruh dunia selama 170 tahun. Prudential Corporation Asia (PSA), yang telah beroperasi selama 95 tahun, telah membantu 15 juta nasabah di 12 pasar di seluruh wilayah Asia.  Di Indonesia sendiri, Prudential Indonesia telah beroperasi selama 23 tahun dan melayani lebih dari 2,3 juta nasabah dengan berbagai produk yang menguntungkan untuk masa depan. Dan, didukung oleh lebih dari 277.000 tenaga pemasar berlisensi.
     President Director Prudential Indonesia Jens Reisch menyatakan bahwa akselerasi pasar yang dilakukan oleh Prudential Indonesia di berbagai lini. Bukan hanya tagline “Always Listening. Always Understanding” yang berubah menjadi “Listening. Understanding. Delivering”. Tetapi, Prudential Inodnesia juga kian gencar melakukan sosialisasi dunia asuransi melalui ranah digital yang berbarengan dengan peluncuran produk baru.


President Director Prudential Indonesia Jens Reisch (Sumber: dokumen pribadi)

     Prudential Indonesia sangat memahami bahwa pendekatan terhadap masyarakat khususnya nasabah akan selalu ditingkatkan.  Itulah sebabnya, tagline tambahan “delivering” kini menjadi semangat untuk selalu dekat dengan nasabah. Dengan pendekatan yang kuat, hangat dan berkelanjutan.  Dampaknya, pada kuartal III Tahun 2018 lalu, Prudential Indonesia telah mengumpulkan dana nasabah hingga Rp 20 triliun.

Penyakit Kritis
     Peluncuran produk terbaru Prudential Indonesia yang bernama PRUCritical Benefit 88 menghadirkan narasumber yang berkompeten. dr. I Gede Pande Sastrawan, SpPD-Finasim, dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospital (RS Siloam Bali) menjadi pembicara yang luar biasa. Materi yang dipaparkan “Critical Illness” berisi tentang penyakit dalam khususnya penyakit kritis.


dr. I Gede Pande Sastrawan, SpPD-Finasim  (Sumber: dokumen pribadi)


     Penyakit kritis masih menjadi hal yang menakutkan setiap orang. Perlu diketahui bahwa penyakit kritis tersering dialami masyarakat adalah 1) Stroke; 2) Serangan jantung; 3) Kanker; dan 4) Gagal Ginjal Kronis.  Penyakit yang masuk dalam kategori Penyakit Tidak Menular (PTM) telah banyak memakan korban hingga kematian. Bahkan, jumlah korban juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Menarik, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Departemen Kesehatan menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Sebagai contoh, berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Berikut, prevalensi salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM), yaitu STROKE.

Prevalensi Stroke berdasarkan Riskesdas tahun 2018 (Sumber: bahan presentasi dr. I Gede Pande Sastrawan, SpPD-Finasim)

     Apa sih yang menyebabkan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut? Ternyata, kenaikan prevalensi ini berhubungan erat dengan “POLA HIDUP” hidup, antara lain: merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur. Healthy lifestyle (gaya hidup sehat) sangat ditekankan untuk mengurangi ancaman dari Penyakit Tidak Menular (PTM). Beberapa pola hidup sehat yang bisa dilakukan adalah: 1) Mengatur pola makan dengan gizi seimbang; 2) Olahraga teratur dan istirahat cukup; 3) Menghindari  rokok, alkohol dan NAPZA; 5) Perilaku seksual yang sehat; 6) Berpikir positif dan hindari stress; 6) Mengupayakan lingkungan yang sehat; dan 7) Melakukan Check-up kesehatan secara rutin. 


Pola hidup sehat (Sumber: bahan presentasi dr. I Gede Pande Sastrawan, SpPD-Finasim)


     Pola hidup sehat tersebut harus disiasati dengan perilaku “CERDIK” yaitu: C (Cek kondisi kesehatan secara berkala), E (Enyahkan asap rokok), R (Rajin Aktifitas Fisik), D (Diet sehat dengan kalori seimbang), I (Istirahat yang cukup), K (KIendalikan Stress). Cerdik mengatasi kesehatan tubuh anda agar terhindar dari berbagai macam penyakit khususnya penyakit kritis.



Perilaku CERDIK untuk menjaga kesehatan (Sumber: bahan presentasi dr. I Gede Pande Sastrawan, SpPD-Finasim)

PRUCritical Benefit 88
     Penyakit kritis menjadi ancaman bagi siapa saja. Itulah sebabnya, Prudential Indonesia mengeluarkan produk baru yang erat berhubungan dengan penyakit kritis, PRUCritical Benefit 88. Merujuk pada World Health Organization (WHO) yang mengungkapkan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan menjadi penyebab 73% penyebab kematian di Indonesia.
     Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018 Kementerian  Kesehatan, prevalensi berbagai PTM seperti  kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi mengalami kenaikan. Hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%, prevalensi stroke naik 7% menjadi 10,9% , penyakit ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8%, dan prevalensi kanker naik dari 1,4% menjadi 1,8%.
     Mengejutkan sekali karena  PTM juga berpotensi menyebabkan kesulitan keuangan. Penelitian “ASEAN Cost in Oncology” (ACTION) mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker  yang diteliti lebih lanjut, hampir 50% mengalami kebangkrutan, dan 29%  meninggal dunia. Penelitian dilakukan dari 2014 sampai 2015. Oleh sebab itu, untuk melindungi pasien dan keluarganya dari dampak keuangan akibat penyakit kritis, Prudential Indonesia meluncurkan PRUCritical Benefit 88.
     Jens Reisch President Director Prudential Indonesia, mengatakan, “Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan. Melalui  PRUCritical Benefit 88, Prudential berharap bisa memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya. Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup. Produk ini melengkapi portofolio solusi kesehatan dan proteksi Prudential karena kami terus melayani kebutuhan nasabah yang terus berubah. Kami percaya PRUCritical Benefit 88 dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi dan mengelola  dampak  keuangan yang ditimbulkan oleh penyakit kritis”.
Sedangkan, Sheila Widya Nanda, Manger Stategic Product Management Prudential Indonesia menegaskan bahwa produk  PRUCritical Benefit 88 sangat bermanfaat bagi siapa saja. Untuk melindungi dampak keuangan dan penyakit kritis.


Sheila Widya Nanda, Manger Stategic Product Management Prudential Indonesia (Sumber: dokumen pribadi)

     PRUCritical Benefit 88 memberikan jaminan yang menguntungkan bagi nasabah terhadap penyakit kritis. Adapun, proteksi yang bisa dijamin dari produk PRUCritical Benefit 88 adalah:
1. Perlindungan komprehensif untuk meninggal atau 60 kondisi kritis tahap akhir , tanpa periode masa bertahan hidup (survival period)
2. 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk angioplasty tanpa mengurangi UP    PRUCritical Benefit 88 dengan maksimal Rp 200.000.000,-
3. 200% tambahn UP akan dibayarkan jika Tertanggung meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun.
4. Perlindungan sampai usia 88 tahun dengan jangka waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau premi tunggal

     Bukan hanya proteksi terjamin, tetapi, dengan produk PRUCritical Benefit 88,  Uang Pasti Kembali seperti:
1. 100% Uang  Pertanggungan (UP) akan dibayarkan bila Tertanggung Utama masih hidup dan polis masih aktif hingga usia 88 tahun; atau
2. Jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun Polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis terakhir


“Kehadiran   PRUCritical Benefit 88 sejalan dengan brand baru Prudential yaitu “Listening. Undestanding. Delivering” serta focus “We Do Health”. Melalui komitmen baru ini, kami mempertegas tujuan perusahaan untuk selalu mendampingi nasabah dalam setiap tahap kehidupan” (Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia)

     Akhirnya, melindungi diri dan keluarga dari dampak keuangan dan penyakit kritis adalah pilihan yang baik. Ancaman penyakit kritis tidak bisa anda hindari. Pola hidup sehat adalah salah satu cara untuk menghindari penyakit kritis tersebut. Namun, masa depan kesehatan baik di masa muda dan tua (pensiun) nanti menjadi pertaruhan nyawa. Oleh sebab itu, memilih proteksi yang bisa menjamin diri dan keluarga menjadi pilihan cerdas. PRUCritical Benefit 88 menjadi solusi yang bisa anda lakukan demi jaminan keszehatan di masa mendatang.


Kami adalah orang-orang yang melakukannya (Sumber: dokumen pribadi)


Untuk keterangan lebih lanjut, bisa hubungi:

Nini Sumohandoyo
Corporate Communication & Sharia Director
PT Prudential Life Assurance
Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910
Phone: 021 2995 8888
Fax: 021 2995 8855

Saturday, January 5, 2019

Travelblog.id Menjadi Panduan Asik Bagi Para Traveler


Tampilan Beranda (Home) Web Travelblog.id (Sumber: Dokumen pribadi)




            Me-review (mengulas kembali) produk sudah sering saya lakukan. Dari smartphone hingga hotel berbintang.  Tetapi, me-review tampilan  sebuah web tentang traveling baru saya lakukan. Saya memahami bahwa tampilan web membutuhkan penilaian pihak atau orang lain. Dan, saya pun tergelitik untuk mengulas secara trabsparan dan independen dari sebuah tampilan web.
            Era digital berkembang tanpa batas. Informasi apapun bisa diakses dalam sentuhan jari (touchscreen). Khususnya, informasi tentang dunia traveling disasjikan secara online baii di media online maupun halaman web perusahaan. Salah satu web yang mengupas dunia traveling adalah Travelblog.idDan, saya tergelitik untuk mengupasnya secara mendalam  dari tampilan web tersebut.
Saya berkeyakinan bahwa Travelblog.id  ingin menjadi web yang menyajikan informasi bagi pembacanya. Dan, tak ada gading yang tak retak. Oleh sebab itu, penilaian yang “jujur” berasal dari pihak atau orang lain. Bukan, berasal dari kalangan internal. Ada anggapan yang menyatakan bahwa baik bagi anda belum tentu baik bagi orang lain. Atau, kecap saya pasti nomor satu.
Dari review yang independen tersebut, Travelblog.id pasti akan berbenah untuk menjadi web yang disenangi oleh para pembaca. Oleh sebab itu, di awal tahun 2019 Travelblog.id ingin mendapatkan berbagai review yang mengupas kondisi real web traveling yang dikelolanya.
Mengapa laman web saja perlu di-review? Perlu diketahui bahwa laman Web tidak berbeda jauh dengan produk yang berwujud secara fisik. Untuk mencapai titik kepuasan (satisfaction) produk di tangan pelanggan maka dibutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua kalangan.
Sama halnya dengan tampilan web di era digital. Web membutuhkan kritik dan saran dari para pembaca. Tentunya, kritik dan saran tersebut disampaikan secara elegan. Dan, melalui review itulah bisa dipahami hal-hal yang mesti diperbaiki dan ditingkatkan.
Saya sendiri baru mengetahui dan berselancar di web Travelblog.id 4 hari yang lalu. Kesan pertama yang saya peroleh saat pertama kali membuka  web tersebut adalah eye catching.  Tampilan web benar-benar enak dilihat. Saya merasa seperti melihat laman blog yang dikelola secara pribadi.
Tetapi, saya baru memahami setelah membaca setiap tulisan dengan penulis yang berbeda. Ternyata web tersebut dikelola secara profesional oleh perusahaan. Jika anda ingin berkontribusi di web ini, maka menjadi user (kontributor) adalah pilihan terbaik. 
Cara untuk menjadi kontributor sangatlah  mudah. Anda tinggal klik “Sign In” di pojok kanan atas. Selanjutnya, akan muncul tampilan sebagai berikut. Anda bisa “daftar” sebagai kontributor dengan akun Facebook atau Google Plus (G+). Atau, anda daftar dengan akun selain di atas dengan alamat email dan mengisi form yang telah disediakan oleh Travelblog.id 


Tampilan saat mau “Sign In” di Travelblog.id (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Sebagai informasi bahwa saat saya mengisi akun Instagram tanpa kendala. Tetapi, saya belum bisa mengisi akun Facebook dan Twitter yang disarankan pada form pendaftaran kontributor tersebut. Padahal saya sudah berkali-kali mencobanya.  Saya belum bisa menjawab apa kesalahan saya ini. Mungkin, ini bisa menjadi pertimbangan manajemen Travelblog.id.
Selanjutnya, saat anda sudah mempunyai akun kontributor di Travelblog.id, maka anda bisa berkreasi dengan membuat berbagai tulisan atau video. Perlu diketahui bahwa halaman “Dashboard” kontributor mudah dipahami. Adapun, Halaman User (Kontributor) terdiri dari:
1.      Profil, yang bisa diperbaharui sewaktu-waktu.
2. Artikel, di mana anda bisa tahu tulisan yang masih berupa draft, artikel yang di-pending dan tulisan yang sudah diterbitkan oleh Travelblog.id.
3.      Video, sama halnya dengan Artikel. Anda bisa tahu tentang video yang anda buat berupa draft, video yang masih di-pending dan video yang sudah diterbitkan.  
4.      Poin, di mana perolehan Poin (Rewards Point) yang bisa di-redeem sesuai besaran poin yang berlaku. Dan, bisa mendapatkan beberapa hadiah berupa produk yang cocok buat traveling anda.


Tampilan halaman dashboard user atau Kontributor yang mudah dipahami (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Yang menarik, Travelblog.id memberikan kesempatan kepada Kontributor untuk mendapatkan berbagai hadiah. Caranya pun mudah. Tinggal me-redeem poin yang diperolehnya dengan hadiah yang menarik. Tentunya, hadiah tersebut berupa produk yang sangat berhubungan dengan dunia traveling. Anda bisa melihat berbagai hadiah poin (Rewards Point) di bawah ini.



Berbagai hadiah yang bisa diperoleh dengan me-redeem poin yang diperoleh sebagai Kontributor (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Fitur secara keseluruhan
Anda dengan mudah mencari tulisan tentang traveling sesuai dengan fitur yang diinginkan. Juga, bisa melihat artikel terbaru (yang baru ditayangkan). Web Travelblog.id mempunyai 4 fitur utama yang berhubungan dengan traveling. Dan, fitur-fitur tersebut adalah:

1.    Fitur “Jalan-Jalan”
Di fitur ini anda bisa membaca artikel menarik tentang eksplorasi para kontributor ke berbagai tempat wisata di Indonesia, bahkan di dunia. Juga, di Travelblog.idbanyak kontributor yang menampilkan video menarik saat melakukan aksi traveling.


Fitur Jalan-Jalan (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Untuk lebih jelas, anda bisa lihat video tentang fitur Jalan-jalan, ada di Travelblog.id  berikut:



Video yang menampilkan Fitur “Jalan-Jalan” web Travelblog.id 
(Sumber: dokumen pribadi)

2.    Fitur “Kuliner”
Bagi yang suka makan-makan, maka fitur ini sangat cocok buat anda. Berbagai jenis olahan kuliner atau tempat yang menjajakan kuliner ditampilkan secara ringan. Berbagai hal, dari kuliner yang disajikan, keunikan kuliner tersebut  sampai peta yang menampilkan tempat kuliner tersebut berada.


Fitur Kuliner (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Video yang menampilkan fitur Kuliner, bisa melihat tayangan video berikut ini:



Video yang menampilkan Fitur “Kuliner”  web Travelblog.id 
(Sumber: dokumen pribadi)



3.    Fitur “Tips Dan Info”
Banyak hal yang berhubungan dengan traveling. Dari budget hingga waktu yang cocok untuk melakukan eksplorasi. Nah, di fitur tersebut, anda bisa menemukan berbagai Tips dan Info agar  traveling anda asik dan menyenangkan.  Bahkan, anda bisa menemukan hal-hal yang belum diketahui sebelumnya. Asik banget, bukan? 


Fitur Tips Dan Info (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Dan, tampilan fitur Tips dan Info, bisa melihat video berikut ini:


 Video yang menampilkan Fitur “Tips Dan Info”  web Travelblog.id 
(Sumber: dokumen pribadi)


4.     Fitur “Seni Dan Budaya”
Fitur ini menampilkan berbagai seni dan budaya. Berbagai keragaman seni dan budaya yang ada di Indonesia dan dunia bisa ditampilan di fitur ini. Sayang, fitur ini “masih kurang menarik” bagi para kontributor. Hal ini dibuktikan masih minimnya tulisan yang ditampiljkan. Saya sarankan, manajemen Travelblog.id bisa memberikan “gimmick” atau reward khusus bagi para kontributor agar fitur ini padat tulisan. 


Fitur Seni Dan Budaya (Sumber: travelblog.id/screenshot)


Anda bisa melihat Fitur Seni Dan Budaya di video berikut ini:



Video yang menampilkan Fitur “Seni Dan Budaya” web Travelblog.id (Sumber: dokumen pribadi)



Untuk mendapatkan fitur Travelblog.id secara keseluruhan, Anda juga bisa melihat video berikut :



Video yang menampilkan keseluruhan web Travelblog.id 
(Sumber: dokumen pribadi)


Melihat tampilan fitur Travelblog.id secara keseluruhan di video tersebut sungguh menarik. Jika dinilai dari skala antara 1-10, maka saya memberi nilai 8.  Sebagai saran, bisa ditambahkan fitur khusus kegiatan manajemen Travelblog.id. Mungkin, bisa ditambahkan fitur “Aktivitas”. Fitur ini berisi tentang kegiatan manajemen Travelblog.id untuk menyebarkan virus menulis dan traveling. Sebagai contoh, aktifitas berbagi dunia traveling dengan menampilkan narasumber yang berkompeten.
Setiap orang selalu bangga berada di sebuah kawasan yang aktif. Dan, ini akan menjadi rangsangan bagi calon kontributor lainnya. Semakin banyak kontributor yang bergabung maka semakin kencang akselerasi web Travelblog.id tersebut. Bila perlu diadakan semacam Kontributor gathering secara serius untuk menjalin komunikasi sesama kontributor dan manajemen Travelblog.id. 

Kelebihan Travelblog.id Bagi Publik
Tampilan web Travelblog.id sangat “eye catching”. Pembagian setiap fitur terlihat sangat jelas. Jadi, pembaca bisa memilih fitur yang diinginkan dengan mudah. Pemilihan warna dasar putih memberikan perbedaan warna yang jelas antara tulisan yang satu dengan yang lainnya.
Dan, yang paling menarik adalah kuantitas kolom tulisan seperti halnya Instagram (3 kolom). Hal ini memberikan kesan simpel (tidak terlalu renggang dan tidak terlalu rapat).  Mungkin, inilah yang membuat besaran font judul tulisan bisa dibaca dengan jelas. Saya sendiri sangat menikmati saat membuka tulisan demi tulisan.  Apalagi, setiap tulisan ditampilkan juga berbagai jenis sosial media (sosmed) untuk melakukan “share” (membagikan) tulisan.
Lagi, dengan adanya Lomba Review Web Travelblog.id bagi pembaca memberikan bukti bahwa web Travelblog.id ingin dikenal secara luas oleh publik. Ini merupakan langkah brilian yang dilakukan oleh manajemen Travelblog.id. Saran saya agar program tersebut dilakukan secara berkala hingga mencapai kepuasan maksimum.

Manfaat Travelblog.id Bagi Publik
Saya berkeyakinan bahwa web Travelblog.id akan menjadi panduan yang baik bagi para traveler baik pemula maupun yang berpengalaman. Di web tersebut, pembaca bisa mengenal para Kontributor yang menulis berbagai pengalaman menarik saat melakukan traveling.
Bahkan, Travelblog.id juga memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin berbagi tentang pengalaman traveling di web tersebut.  Banyak kontributor yang sudah join (bergabung) dengan Travelblog.id. Dan, pembaca bisa melakukan surfing (berselancar) untuk memilih kontributor yang diinginkan. 
Mungkin, para pembaca terpesona dan tertarik dengan kontributor tertentu yang selalu menampilkan tulisan-tulisan menarik. Atau, anda sendiri ingin menjadi kontributor seperti yang muncul di bagian kanan web. Lambat laun, anda akan dikenal publik jika rajin menampilkan tulisan yang mengesankan . Juga, banyak dikunjungi oleh para pembaca setia anda. 




Fitur kolom Kontributor muncul di bagian kanan web jika menggunakan laptop atau komputer (Sumber: travelblog.id/screenshot)


7 Alasan Hebat Yang Membuat Bangga Menjadi Narablog di Era Digital



7 alasan hebat yang menjadikan saya menjadi narablog di era digital (Sumber: dokumen pribadi)



Menjadi Narablog kini menjadi ladang yang banyak dilirik orang. Baik dilakukan secara hobi atau profesional. Merujuk pada Wikipedia, yang menyatakan bahwa Narablog (dalam bahasa Inggris: Blogger) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki sebuah blog serta menyunting isi blog  tersebut secara berkala maupun tidak berkala. Istilah ini dicetuskan pertama kali oleh Enda Nasution yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia.

Belajar Otodidak
Narablog semakin menjanjikan karena semakin berkembangnya era digital. Kini, informasi dari belahan dunia bisa diakses dalam sentuhan jari (touchscreen). Dengan kata lain, komunikasi antar manusia di dunia semakin tak berjarak atau tak terbatas (borderless). Dari kamar yang sempit di kamar kost pun, setiap orang bisa mengakses informasi dari ujung utara hingga ke ujung selatan belahan bumi ini.
Saya pribadi menggeluti Narablog secara serius sejak 5 tahun yang lalu. Meskipun, saat memulainya masih sebatas sebagai hobi. Tetapi, saya melakukannya secara berkelanjutan. Menulis berbagai hal yang menarik untuk mengisi waktu luang. Saat itu, saya gembira karena telah menyelesaikan pendidikan Starta 1 (S1) yang lama terbengkelai.
Belajar membuat laman blog secara otodidak. Meskipun, sudah puluhan tahun baru menyentuh perangkat komputer.   Alhamdulillah, saya bisa membeli laptop di pusat perbelanjaan komputer terkenal di Surabaya.  Dan, saya memberanikan diri untuk mempelajari cara membuat blog tanpa kenal lelah.
Era digital, di mana setiap orang bisa mengakses informasi kapan pun dan di manapun. Dari sebuah perangkat gadget yang dilipat atau dalam sentuhan jari (touchscreen). Berbagai media mainstream pun pelan tapi pasti mengalami “masa senjakala”. Jangan kaget, media mainstream yang “kalah cepat” mengantisipasi ke ranah digital siap-siap mengalami mati suri atau gulung tikar. Dan, media online pun menjadi pilihan terbaik untuk bertahan di era digital ini.
Narablog yang memanfaatkan ranah digital ketiban rejeki. Publik kian memilih untuk mendapatkan informasi. Selain mendapatkan informasi dari media online yang penuh dengan tayangan iklan, maka laman blog menjadi pilihan terbaik. Oleh karena itu, blog semakin disasar oleh para pembaca atau pengunjung.

7 Alasan Hebat
Mungkin ada pertanyaan menarik, seperti: “mengapa anda mau jadi Narablog?”, apa sih keuntungan jadi narablog?”, dan lain-lain. Pasti, setiap orang mempunyai alasan yang kuat untuk menjadi Narablog di era digital. Saya “benar-benar BANGGA menjadi seorang Narablog”. Setidaknya, ada 7 alasan hebat yang membuat saya BANGGA menjadi seorang Narablog.

1.   Menyebarkan Inspirasi
Hal pertama yang menjadi pemacu saya untuk membuat blog adalah karena ingin bermanfaat bagi orang lain. Saya pernah mendapat beberapa email yang konteks isinya hampir sama. Yaitu, ada beberapa mahasiswa yang terinspirasi setelah membaca salah satu tulisan blog tentang masa kuliah sarjana saya yang ditempuh dalam waktu 3 tahun.  Mereka bertanya tentang kiat-kiat untuk menyelesaikan pendidikan secepat itu. 
Selanjutnya, jika anda berkunjung ke laman blog saya www.casmudiberbagi.com, maka anda akan menemukan tulisan tentang kegiatan sosial. Saya pernah berkunjung ke SOS Children Village di Kerambitan Tabanan Bali. Jarak SOS Children Village tersebut kurang lebih 40 km dari tempat tinggal saya.  
SOS Children Village merupakan sebuah kawasan desa dengan beberapa rumah tinggal bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya.  Mereka kehilangan kasih sayang.  Saya bersemangat sekali berkunjung ke tempat ini. Berinteraksi, mendalami dan menuangkan dalam tulisan blog agar setiap orang bisa berbagi rejeki untuk kelangsungan hidup mereka.


Mengunjungi SOS Children Village di Kerambitan Tabanan Bali (Sumber: dokumen pribadi)

2.   Menjelajah Negeri
Asiknya menjadi Narablog bisa mengunjungi berbagi tempat menarik di Indonesia. Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan adalah menjadi 10 finalis Writing Contest tahun 2015 lalu. Acara bergengsi yang dengan juara I mendapatkan hadiah 50 juta tersebut diselenggarakan oleh media Bisnis Indonesia dan  TEPI (Total E&P Indonesie) Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
Saya dan finalis lainnya diberi kesempatan untuk berkeliling di ladang minyak dan gas (migas) SPS (Senipah, Pechiko dan South Mahakam). Jujur, tidak mudah untuk masuk kawasan ini karena merupakan daerah terlarang untuk umum. Tetapi, kami diberi kesempatan untuk melihat operasional ladang migas sebelum diambil alih oleh Pertamina tersebut.


Saya dan finalis lainnya berfoto bersama di depan kantor TOTAL, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (Sumber: Bisnis Indonesia)


Saya juga sering ngebolang ke beberapa tempat menarik di Indonesia. Kebetulan, saya sebagai Travel & Lifestyle Blogger. Mencari tempat menarik untuk dijadikan tulisan dalam blog menjadi hal yang rutin.  Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Bukan hanya berwisata tetapi bisa berbagi kisah menarik bagi orang lain.


Eksplorasi Pantai Melasti Bali (Sumber: dokumen pribadi)




Spot instagrammable di pintu masuk Waduk Bajulmati Banyuwangi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)



3.   Mendapatkan Pundi-Pundi

Tidak dipungkiri bahwa menjadi seorang Narablog bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan, jika dilakukan secara full time akan menjadi pemasukan yang mengalir setiap saat.  Banyak cara untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi Narablog, di antaranya:
a.    Menjadi narasumber tentang dunia blogging;
b.     Kontrak dengan pihak tertentu untuk membuat blog secara berkala;
c.     Monetisasi blog (Google Adsense);
d.     Content Placement (penempatan artikel pihak lain di halaman blog anda);
e.     Memenangkan kompetisi blog;
f.        Review sebuah produk;
g.     Paid campaign (Kampanye berbayar);
h.     Mengikuti acara pihak tertentu yang selanjutnya membuat artikel di blog anda;
i.         Dan lain-lain.


Mendapatkan 2 buah handphone saat acara Kelas Blogger di Jakarta (Sumber: dokumen pribadi)



Menjadi Narablog mempunyai keuntungan menjadi moderator di acara Pegadaian (Sumber: dokumen pribadi)


Bukan hanya pemasukan berupa uang yang telah disebutkan di atas.  Tetapi, kebangaan saya menjadi Narablog adalah bisa free staycation atau menginap gratis di beberapa hotel berbintang. Sebelum menjadi seorang Narablog, untuk menginap di hotel berbintang  harus menghitung budget terlebih dahulu.


Staycation di Ungasan Bay View Bali (Sumber: dokumen pribadi)



Staycation dan review hotel Best Western Papilio Hotel Surabaya (Sumber: dokumen pribadi)


4.   Menjalin Silaturahmi
Keuntungan sosial menjadi Narablog adalah mempunyai banyak teman. Saat saya menghadiri acara Kelas Blogger di Kantor Raksaonline.com Jakarta beberapa bulan lalu, menjadi sebuah ajang silaturahmi. Saya bisa bertemu sesama Narablog yang hanya bisa dilihat dalam sosial media saja. Saya bisa berinteraksi dan berbagi kisah dengan mereka. 


Foto bareng dengan teman-teman Narablog di acara Kelas Blogger dan Raksaonline.com Jakarta (Sumber: dokumen pribadi)


Berkat menjadi Narablog, saya juga dipercaya oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar untuk menghadiri acara Indonesia Creative City Network (ICCN) di Hotel Gamara Makasar Sulawesi Selatan tahun 2017 lalu. Di acara ini, saya bisa menjalin silaturahmi dengan para pelaku ekonomi kreatif seluruh Indoneia. Salah satunya, bisa berkenalan baik dengan bos Dagadu Jogja.


Foto bareng dengan bos Dagadu Jogja (tengah) dan bartender Kopi Kultur Sanur Bali (Sumber: dokumen pribadi)


5.   Membantu Program Pemerintah

Peristiwa yang membanggakan menjadi seorang Narablog adalah undangan eksklusif MPR RI bulan Desember 2018 lalu. Saya dan 43 pegiat media sosial lainnya didaulat untuk merancang, menandatangani dan  membaca “Deklarasi Netizen Indonesia MPR RI” di Gedung Delegasi MPR RI yang sangat ketat itu. Pengalaman seru saya menjadi Narablog bisa anda baca di Deklarasi Netizen Indonesia MPR RI: Menebar Kedamaian di Ranah Digital.


Saya berdiri di bagian depan saat Pembacaan Deklarasi Netizen Indonesia MPR RI di Gedung Delegasi MPR RI Jakarta bulan Desember 2018 lalu (Sumber: dokumen pribadi)


6.   Keluar Dari Zona Nyaman (Karyawan)
Believe or not (Percaya atau Tidak), demi menjadi Narablog secara serius, saya rela keluar dari pekerjaan tetap. Keputusan yang berat. Dari posisi Managerial Level membuat perhitungan yang matang untuk menjadi Narablog.
Berpindah dari zona nyaman (karyawan) ke zona yang belum bisa diprediksi. Saya harus mencari penghasilan sendiri. Nekad untuk melepaskan jabatan bergengsi dari perusahaan distribusi building material. Kenyataannya, justru menjadi seorang Narablog membuat hidup saya lebih bahagia. Saya bisa jalan-jalan ke mana pun tanpa menunggu ”surat cuti” yang berbelit-belit. Serta, saya mempunyai banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.  


Kebanggaan menjadi seorang Narablog (Sumber: dokumen pribadi)

           
7.   Warisan Terindah Selain Harta

Ada pepatah orang bijak yang mengatakan, “jika anda tidak bisa mewariskan harta, maka tulisan menjadi warisan terbaik untuk anak cucu anda”. Saya pun berharap agar tulisan di blog bisa menjadi warisan anak cucu saat menghadap Tuhannya. Tulisan tersebut akan tersimpan dengan baik di ranah digital.


Kalau tidak bisa mewariskan harta, maka wariskanlah tulisan (Sumber: dokumen pribadi)


Resolusi Tahun 2019
Setiap hal baik harus tetap berkelanjutan. Narablog juga harus tetap menghasilkan tulisan yang bisa memberikan informasi dan inspirasi buat orang lain.  Apalagi, di awal tahun 2019 tentu sudah merancang resolusi yang akan dilakukan di tahun 2019 ini. Saya pribadi mempunyai resolusi di tahun 2019 ini.

1.   Menjelajah Semua Air Terjun Bali dan Menerbitkan Buku
Air terjun menjadi wisata favorit di Bali. Banyak air terjun baru yang mulai bermunculan. Kondisi tersebut menjadi rangsangan saya untuk melakukan eksplorasi semua air terjun yang ada. Dan, menuangkan keindahan air terjun tersebut dalam sebuah tulisan blog dan buku.


 Air Terjun Blangsinga (Blangsinga Waterfall) yang 
merangsang saya untuk me  gunjungi semua air terjun 
yang ada di Bali (Sumber: dokumen pribadi/YouTube)


2.   Menjelajah Negeri Tetangga
Sudah lama saya ingin menjelajah negeri tetangga untuk dijadikan tulisan. Paspor pun sudah lama menganggur. Nah, di tahun 2019 ini saya ingin merealisasikan eksplorasi beberapa negeri tetangga. Semua akan terealisasi jika diiringi niat baik.    


Paspor telah siap untuk bekal eksplorasi negeri tetangga untuk tulisan di blog (Sumber: dokumen pribadi)

Selamat Bertugas “Jokowi-Amin”, Bawalah Amanah Rakyat dengan Suka Cita

Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin (Sumber: CNN Indonesia ) Hari ini, tanggal 20 Oktober 2019, akan ...