Sunday, April 25, 2021

Kolaborasi Dalam Membangun Minat Baca Anak Indonesia

 

Membangun minat membaca pada anak (Sumber shutterstock)

 

 

Setiap orang tua berharap terbaik buat anaknya. Baik pemenuhan pendidikan literasi yang baik, maupun pemenuhan asupan gizi yang seimbang. Ternyata, ada hubungan yang sangat erat antara pemenuhan gizi seimbang dengan Literasi Anak.

Untuk memberikan pemahaman tentang Literasi Anak kepada masyarakat. Maka, pada tanggal 23 April 2021 pukul 10.00-11.30,  Danone Indonesia mengadakan  webinar keren secara langsung di chanel Youtube @Nutrisibangsa

 

Webinar Project BACA (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

Acara tersebut tentang Talkshow dan launching Project Baca dengan tema Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua yang Baik. Adapun, pembicara pada acara webinar keren tersebut adalah :

1.   Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA selaku Dokter Spesialis Anak dan CEO Tentang Anak.

2.   Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. selaku Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi.

3.   Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia.

 

ASUPAN GIZI SEIMBANG

 

Pembicara pertama pada webinar keren tersebut adalah Ibu Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA selaku Dokter Spesialis Anak dan CEO Tentang Anak. Beberapa hal penting yang bisa diambil dari presentasi Ibu Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA tersebut adalah masalah perlunya asupan gizi yang baik kepada anak. 

 

Dr. Mesty Ariotedjo, S.pA selaku Dokter Spesialis Anak dan CEO Tentang Anak (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

Di mana, kandungan karbohidrat, protein, lemak dan zat lainnya harus cukup untuk pemenuhan gizi anak. Asupan gizi tersebut sangat penting untuk Tumbuh Kembang Anak, terutama perkembangan bagian otak. Perlu diketahui bahwa perkembangan otak manusia pada tahun pertama berfungsi untuk 1) Sensory Pathways atau Jalur sensorik (Vision, hearing); 2) Language (bahasa); dan 3) Higher Cognitive Function (Fungsi kognitif yang lebih tinggi). 

Juga, orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan cairan anak. Di mana, kebutuhan cairan tersebut disesuaikan dengan BB (Berat Badan) anak. Sebagai panduan, cara hitung kebutuhan cairan anak adalah sebagai berikut:

100 mL/kg pertama à 10 kg pertama

50 mL/kg à 10 kg kedua

20 mL/kg à 25 kg selanjutnya. 

Jadi, jika anak anda mempunyai BB = 35 kg. Maka, kebutuhan cairan dapat dihitung dengan rumus:

100x10, 50x10, 20x15 = 1800 mL/hari

 

MINAT MEMBACA

 

Pembicara kedua yang tampil di acara webinar keren tersebut adalah Ibu Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. selaku Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi. Beliau mengupas perlunya keterlibatan orang tua, untuk memberikan Edukasi Anak secara keberlanjutan.


Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. selaku Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi  (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

Salah satu hal penting, yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah membangkitkan anak untuk Minat Membaca. Menarik, banyak persepsi atau anggapan orang yang keliru. Di mana, usia di bawah 6 tahun merupakan saat orang tua mengajarkan aktivitas membaca pada anak. Kemudian, saat anak memasuki usia sekolah (6-7 tahun) anak bisa membaca untuk belajar.

Faktanya, proses belajar membaca dan membaca untuk belajar merupakan dua hal yang berdampingan. Sesungguhnya, perkembangan bahasa serta literasi berkembang berdampingan sejak anak lahir.

Perkembangan teknologi digital tidak bisa dikekang. Anak-anak kita yang lahir pada tahun 2010 ke atas (Generasi Alfa) telah mengenal adanya teknologi digital. Banyak dari anak kita yang telah hidup bersentuhan dengan piranti digital seperti gadget.

Ketika, informasi apapun bisa diakses dari perangkat smartphone secara mudah. Maka, hal yang perlu diingat adalah Generasi Alfa perlu diajarkan tentang adanya Literasi Anak yaitu Literasi Digital.

Mengapa Generasi Alfa kita perlu diberikan bekal tentang Literasi Digital? Ada kekhawatiran orang tua tentang anak kita, seperti 1) kemampuan bersosialisasi yang tidak terarah; 2) ketertinggalan dalam edukasi; 3) penggunaan gadget yang berlebihan; dan 4) kesehatan fisik dan emosional anak.

Maka, hal penting yang bisa menjadi Edukasi Anak adalah dengan merangsang anak untuk Minat Membaca. Banyak manfaat yang bisa diambil dengan adanya membaca, yaitu: 

1.   Membaca membantu anak menavigasi permasalahan yang orang tua khawatirkan

2.   Mengasah kemampuan anak untuk mengenal emosi dan mengendalikannya.

3.   Dasar dari mengasah kemampuan literacy adalah salah satu yang terpenting adalah digital literacy.

4.   Meningkatkan kemampuan berbahasa anak.

5.   Mengaktifkan bagian otak yang berfungsi dalam perkembangan Bahasa, perencanaan dan pembuat keputusan.

6.   Menjadi variasi kegiatan anak dalam satu hari antara online dan offline.

7.   Mengasah ketrampilan sosial, salah satunya empati.


Manfaat dari minat membaca pada anak (Sumber dokumen pribadi)

 

Memang, tidak mudah untuk merangsang anak kita untuk minat membaca. Di mana, minat membaca anak-anak Indonesia masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, orang tua harus memahami kondisi anak agar mereka mau menikmati setiap bacaan buku.

Untuk mendapatkan minat membaca yang maksimal pada anak. Maka,  orang tua harus memahami 4 golongan umur anak, yaitu: 

1.   Umur 1-2 tahun. Bisa memegang buku, mengucapkan kata sederhana, berinteraksi dua arah.

2.   Umur 2-3 tahun. Familiar dengan banyak objek, memahami dan mengucapkan kalimat yang lebih panjang.

3.   Umur 3-4 tahun. Mulai mengenal huruf, suka membacakan buku pada boneka, mengulang kalimat pada buku.

4.   Umur 4-6 tahun. Mulai bisa menceriatakan bacaan, dapat duduk untuk mendengarkan cerita yang lebih panjang.

Anak-anak tidaklah seperti orang dewasa. Mereka harus dirangsang dalam suasana yang yang riang. Dengan kata lain, mood anak mudah sekali berubah karena pengaruh lingkungan.

Maka dari itu, orang tua harus membuat anak mau membaca dalam suasana yang menyenangkan. Maka, hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

1.   Siapkan  pojok baca atau spot seru untuk membaca.

2.   Libatkan anak pada cerita yang dibaca.

3.   Ajak anak untuk memiilih buku.  

4.   Orang tua juga perlu merasa aktivitas tersebut seru.

5.   Bercerita dengan intonasi suara juga properti yang seru.

6.   Jangan dipaksakan. Jadikan pergerakan anak sebagai ajang untuk melibatkannya dalam cerita.

7.   Sambungkan cerita yang dibaca dengan aktivitas sehari-hari.

 

 


Hal-hal yang menyenangkan diperlukan agar anak mau membaca (Sumber: dokumen pribadi)

 PROGRAM BACA

 

Pembicara terakhir (ketiga) dalam webinar keren adalah Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sekilas tentang perlunya penanganan serius untuk di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mengapa? 80% otak anak pada kurun waktu tersebut sedang mengalami perkembangan.

 

Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia (Sumber: Danone Indonesia/screenshot)

 

Beliau juga membahas perlunya asupan gizi seimbang untuk anak. Di mana, Danone Indonesia telah meluncurkan program ISI PIRINGKU. Asupan gizi seimbang akan berpengaruh terhadap perkembangan otak anak. Dan, salah satu proses Tumbuh Kembang Anak bisa terwujud melalui membaca.

Di mana, anak mulai mengenal angka, huruf dan gambar dengan bimbingan orang tua. Juga, mendapatkan edukasi anak melalui pendidikan di sekolah.

Seperti dibahas sebelumnya bahwa minat membaca anak Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor rendahnya yang tidak kita sadari adalah keterlibatan stakeholder yang berkompeten, terhadap kondisi membaca anak Indonesia juga masih rendah.

Melihat kondisi tersebut, maka Danone Indonesia bekerjasama dengan Tentang Anak (sebuah wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang) bersama-sama meluncurkan program BACA. Program tersebut merupakan sebuah program ajakan untuk mencintai kegiatan membaca. Dan, belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan buku bacaan.

Apalagi, saat ini masih dalam suasana bulan Ramadan sebagai bulan pernuh kebaikan. Maka, Danone Indonesia dan Tentang Anak akan memperluas manfaat melalui penggalangan donasi 5.000 buku serial “Sikap Baik” untuk anak-anak Indonesia. Buku-buku tersebut akan disalurkan ke PAUD, Taman Posyandu, pasien pediatrik di Rumah Sakit, dan Panti Asuhan di Jabodetabek.  

Selain itu, Danone Indonesia juga mendonasikan buku Sampahku Tanggung Jawabku dan Isi Piringku. Untuk mengenalkan perlunya penanganan sampah yang baik dan asupan gizi seimbang kepada masyarakat. Jika, masyarakat ingin ikut berkontribusi, maka masyarakat bisa turut berdonasi melalui @wecare.id

Kita semua berharap agar asupan gizi seimbang anak Indonesia bisa terpenuhi. Orang tua menyadari perlunya literasi anak, khususnya literasi digital. Agar, anak bisa menggunakan perangkat gadget lebih bijak. Tentu, dengan pengawasan orang tua.

Selain itu, membangkitkan minat membaca anak adalah tugas kita semua, khususnya orang tua. Banyak manfaat yang bisa diambil, ketika anak minat membaca. Untuk memperluas jangkauan minat membaca, maka perlunya kontribusi pihak swasta. Dan, kerjasama Danone Indonesia dan Tentang Anak telah membuktikan kepeduliannya, untuk merangsang anak Indoneisia Minat Membaca.  

Wednesday, April 7, 2021

Anak Indigo, Anugerah atau Musibah?

 

Anak Indigo (Sumber: shutterstock)

 

 

 

“Mama, itu banyak anak kecil plontos lagi lari-lari kayak tuyul”

 

Kalimat yang diucapkan Elrico (9 tahun), ketika diantar ibunya, Dyah Catur (42) menuju sekolahnya di kawasan Jakarta Barat. Sebenarnya, jalan yang dilewati tersebut bukanlah rute yang dilaluinya setiap hari. Namun, untuk mempercepat waktu, maka mencari rute tercepat adalah keharusan. Agar, tidak telat ke sekolah.

Mengantar anak ke sekolah menjadi pekerjaan rutin Dyah Catur ketika masih tinggal di Jakarta. Kini, dia dan keluarga hijrah ke Magelang Jawa Tengah. Karena, saran keluarga mertuanya. Selain, alasan kebutuhan hidup yang semakin meningkat di kota besar macam Jakarta.

Sejatinya, Dyah Catur mempunyai dua putra. Yang sulung masih kelas 8 SMP. Sedangkan, Elrico masih duduk di kelas 3 SD. Elrico bisa dikatakan sebagai anak spesial atau Anak Indigo karena memiliki salah satu ciri unik. Yaitu, bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh anak-anak normal lainnya. Dengan kata lain, Elrico memiliki kemampuan indra keenam. Mampu melihat hal-hal “gaib” dan membaca kejadian masa depan.

 

Anugerah

 

Anak indigo mendeskripsikan anak yang memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa dan bahkan yang bersifat supranatural, serta memiliki pemikiran nalar di luar pemikiran anak-anak pada umumnya.

Menurut para ahli menyatakan bahwa Anak Indigo memiliki pancaran warna aura yang unik. Yaitu, memiliki warna indigo alias biru keunguan. Juga, warna Indigo merupakan warna dari chakra mata ketiga. Di mana, warna tersebut merujuk pada kemampuan seseorang melebihi rata-rata. Seperti kemampuan indra keenam, membaca pikiran orang lain sampai melihat masa depan.

Itulah Sebabnya, salah satu ciri dari Anak Indigo adalah memiliki indra keenam. Maksudnya, Anak Indigo mampu mengirim atau menerima informasi dengan tidak melibatkan kelima panca indra. Anak Indigo memiliki kemampuan telepati dan clairvoyance. Kemampuan tersebut berupa prekognisi (menerawang masa depan) maupun retrokognisi (mengetahui masa lalu).

Lantas, bagaiamana keberadaan Anak Indigo dalam keluarga dan masyarakat? Menurut saya, keberadaan Anak Indigo masih menjadi pro kontra. Dalam artian, Anak Indigo bisa menjadi anugerah dan bisa menjadi musibah bagi keluarga.

Anda pasti tahu Roy Kiyoshi, kan? Kelebihan sebagai Anak Indigo membawanya dikenal publik. Ia mampu mengeksplorasi kelebihannya hingga menjadi selebritis. Yang sering tampil di berbagai acara televisi. Bahkan, apa yang terjadi pada diri Roy Kiyoshi menjadi bahan pemberitaan.

Bukan itu saja, kelebihan sebagai anak Indigo pada Roy Kiyoshi menjadi sumber penghasilan. Mengapa? Karena, saat tampil di acara televisi tidaklah gratis, bukan?           Pantas saja, jika Roy Kiyoshi sering merubah tampilan wajahnya beberapa tahun lalu. Tentu, operasi wajah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Melihat kemampuan Anak Indigo macam Roy Kiyoshi tentu bisa menjadi anugerah bagi keluarga dan masyarakat. Karena, Anak Indigo mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya. Masyarakat menjadi paham kondisi Anak Indigo melalui berbagai tayangan di berbagai media.

Anak-anak Indigo “mungkin” bisa dimanfaatkan secara baik. Seperti, melihat keberadaan makhluk gaib yang ada di sekitarnya. Atau, Anak Indigo bisa menjadi “alat bantu” untuk memprediksi kejadian apa yang akan terjadi. Tentu, cara membaca Anak Indigo membuat semua orang yang ada di sekelilingnya menjadi takjub. Orang Jawa bisa menyebutnya sebagai anak yang mempunyai “Daya Linuwih”. Atau, kemampuan lebih yang tidak dimiliki oleh anak-anak lainnya.  

 

Musibah

 

Namun, selain sebagai Anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan Anak Indigo justru menjadi musibah. Seperti apa yang terjadi pada keluarga Dyah Catur. Dyah Catur adalah adik ipar saya. Beberapa hari yang lalu, keluarga kecil tersebut berkunjung ke Ngawi Jawa Timur. Dengan tujuan berkabung karena ayahnya atau mertua saya meninggal dunia.

Saat kami santai, Dyah Catur memberikan informasi tentang kondisi Indigo pada anak bungsunya, Elrico. Di mana, Elrico telah memiliki indra keenam sejak kecil. Dia memiliki kemampuan indra keenam yang bisa melihat keberadaan makhluk gaib. Dan, mampu membaca peristiwa apa yang akan terjadi. Tentu, kelebihan ini tidak lepas dari Kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Kenyataannya, kelebihan sebagai Anak Indigo justru menjadi musibah keluarga Dyah Catur. Saya sempat berbincang-bincang serius dengan Dyah Catur dan suaminya Feri yang bekerja di sektor perbankan. Keluarga tersebut menceritakan dengan detil tentang sedihnya mempunyai Anak Indigo.

Dyah Catur dan suaminya menginginkan Elrico seperti anak normal lainnya. Bahkan, keluarga tersebut sudah melakukan berbagai cara dan berkonsultasi pada psikolog, saudara dan pendeta. Kesimpulan dari berbagai usaha tersebut menyatakan bahwa orang-orang yang didatangi tidak mampu untuk membuat anak kecil macam Elrico bisa kembali normal.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah keluarga perlu melibatkan selalu Elrico dalam berbagai kegiatan. Dan, Elrico perlu diberi pemahaman agar “cuek” terhadap makhluk gaib yang mengajaknya untuk bermain. Konon, jika Elrico selalu merespon ajakan makhluk gaib. Maka, makhluk gaib tersebut “seakan-akan” mengendalikan perbuatannya.

 

“Mama, Elrico sudah capai karena anak-anak itu selalu memaksa saya untuk bermain”

 

Kalimat yang membuat pedih dan sedih Dyah Catur. Ajakan makhluk gaib membuat Elrico tidak bebas seperti anak-anak lainnya. Bukan itu saja, kemampuan indra keenam Elrico justru membuat keluarganya tidak nyaman.

Ada beberapa kejadian yang membuatnya takut. Ketika, keluarga tersebut jalan-jalan di sebuah lantai mall di Jakarta. Tanpa sadar, Elrico memberi tahu bahwa ia melihat perempuan berbaju putih dan rambut panjang ala Kuntilanak di sebuah langit-langit mall.

Kemampuan membaca peristiwa masa depan terlihat, saat keluarga tersebut pergi berbelanja di sebuah supermarket. Padahal, cuaca sedang panas-panasnya. Namun, Elrico justru memberikan informasi yang tidak masuk akal kepada orang tuanya.

 

“Mama, buruan pulang yuk. Mau hujan, jemuran di rumah belum diangkat”

 

Merespon informasi dari Elrico seperti tidak percaya. Orang tuanya menganggap bagai angin lalu. Karena, mereka melihat bahwa kondisi cuaca dalam kondisi terang benderang. Tidak terlihat mendung sedikitpun. Namun, apa yang terjadi sungguh membuat keluarga tersebut kaget. Karena, ketika mereka pulang dan barusan memasuki rumah, hujan pun turun dengan derasnya.

Kejadian yang membuat bulu kuduk merinding pernah dialami saat Dyah Catur bertamu ke rumah saudaranya di malam hari. Padahal, kondisi ruang tamu dalam kondisi terang benderang. Namun, belum sempat berbincang-bincang antara tamu dan tuan rumah. Kondisi malam itu sungguh menjadi riuh dan orang yang ada di ruang tamu berlarian. Apa yang terjadi? Elrico dengan lantangnya mengatakan bahwa di dalam ruang tamu tersebut melihat penampakan harimau jadi-jadian.

Dari berbagai kejadian menyeramkan selama ini. Dyah Catur merasa lelah apa yang dialami anak bungsunya. Kemampuan indra keenamnya justru membuat hidupnya tidak nyaman. Keluarga kecil tersebut berharap besar agar Elrico bisa hidup normal layaknya anak-anak lainnya.

Salah satu hal yang dilakukan adalah jangan memancing kelebihan Elrico.  Contohnya, bertanya kepada Elrico, makhluk gaib apa yang bisa dilihat. Maka, kemampuan Indigo Elrico secara tidak langsung akan terpacu. Dan, makhluk gaib yang ada di sekelilingnya memaksa untuk mengganggunya kembali.

Buat anda yang mempunyai anak Indigo, apakah keberadaanya sebagai anugerah atau musibah? Bagi saya, apapun yang terjadi pada anak Indigo adalah Kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga Dyah Catur bisa hidup nyaman dengan keberadaan anak Indigo macam Elrico. Dan, tidak larut dalam sedih. Semoga.   

Monday, April 5, 2021

Ruang Publik (Public Space) Ngawi ala Jalan Malioboro

 

Ruang Publik (Public Space) yang berada di sebelah barat jalan Yos Sudarso Kota Ngawi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

 

Ruang Publik (Public Space) sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ruang Publik menjadi bukti untuk “memanusiakan manusia”. Dengan kata lain, masyarakat membutuhkan kenyamanan dan kemananan dalam mengakses fasilitas publik di kotanya.

Di era digital, di mana setiap kondisi kota seluruh nusantara bisa dibagikan dengan mudah. Apalagi, akselerasi pengenalan daerah untuk menjadi tujuan wisata menarik sedang berkembang. Itulah sebabnya, setiap daerah atau kota berusaha mempercantik kotanya, agar nyaman dan aman dihuni.  Bukan itu saja, kecantikan sebuah kota yang bisa diakses publik akan menjadi kebanggaan masyarakat.

Belajar dari ruang publik yang ada di Jalan Malioboro Yogyakarta. Malioboro menjadi etalase Kota Yogyakarta. Bukan hanya dikenal di Indonesia, tetapi telah dikenal di mancanegara. Apa sih yang menarik dari Malioboro? Tentu, ruang publik yang nyaman dan aman. Seperti dalam lagunya grup KLA Project.

 

RUANG PUBLIK JALAN YOS SUDARSO

Sama halnya dengan kawasan jalan Malioboro Yogyakarta. Kota Ngawi Jawa Timur kini berbenah untuk mempercantik kotanya. Salah satu hal yang dilakukan adalah menata salah satu jalur jalan Yos Sudarso sebelah kiri (sebelah barat). Jalur ini ditata menjadi sebuah ruang publik (Public Space) yang nyaman, aman dan asri.    

 

 

Swafoto (selfie) dengan latar belakang ruang public jalan Yos Sudarso Ngawi (Sumber: dokumen pribadi)

 

Ruang Publik ini diresmikan saat kepemimpinan Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyo atau yang sering dikenal Bapak Kanang. Kini, kepemimpinan Kabupaten Ngawi beralih ke Bupati Baru (yang dulunya sebagai Wakil Bupati) yaitu Bapak Ony Anwar Harsono.  

 

 

Prasasti peresmian oleh Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyo (Kanang) yang berada di kawasan ruang publik (Sumber: dokumen pribadi)

 

Di ruang publik ini, jalur disterilkan dari kendaraan bermotor. Karena jalur ini didesain lebih tinggi dibandingkan dengan jalan raya. Juga bertujuan untuk menata Pedagang Kaki Lima (PKL) secara teratur. Ada beberapa angkringan yang berderet, di salah satu spot ruang publik ini. Angkringan tersebut dicat dengan warna yang berbeda. Terlihat seperti warna bendera partai.  



Deretan angkringan yang berada di kawasan ruang publik (Sumber: dokumen pribadi)

 

Jalur ruang publik jalan Yos Sudarso Ngawi berawal dari pos polisi perempatan Kartonyono Ngawi yang terkenal itu. Bagi kalian yang suka lagunya Caknan seperti lagu Perempatan Kartonyono Medot Janji. Maka, kalian pasti penasaran letak perempatan Kartonyono, kan? Perempatan tersebut ke utara merupakan jalan Yos Sudarso.

Ciri khas perempatan Kartonyono adalah keberadaan patung gading gajah purba. Berada di tengah-tengah perempatan Kartonyono. Mengapa harus gading gajah purba? Perlu kalian ketahui bahwa Ngawi dikenal sebagai daerah yang mempunyai situs peninggalan  jaman purba. Anda bisa datang berkunjung ke Museum Trinil, yang jaraknya kurang lebih 10 km dari perempatan Kartonyono.

Di Museum Trinil tersebut, anda akan melihat berbagai peninggalan sejarah masa purba. Nah, salah satu peninggalan berharga yang masih terjaga hingga kini adalah gading gajah purba. Itulah sebabnya, gading gajah purba perempatan Kartonyono menjadi ikon Kabupaten Ngawi. Di mana, anda bisa menikmati patung gading gajah purba yang bisa bergerak secara memutar di perempatan Kartonyono tersebut.

 

MEJA DAN KURSI

Saya merasakan bahwa ruang publik jalan Yos Sudarso terlihat nyaman, aman dan asri. Bagi anda yang pertama kali datang ke Kota Ngawi, anda akan melihat plang arah berbagai kawasan di Kabupaten Ngawi ala jalan Malioboro Yogyakarta.   

    

Papan penunjuk beberapa kawasan penting di Kabupaten Ngawi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)

 

Jalur selebar kurang lebih 6 meter tersebut dipaving. Dan, di bagian tengah terdapat jalur untuk penyandang disabilitas. Di bagian kanan dan kirinya terdapat deretan lampu jalan dengan desain tiang yang unik dan berwarna gelap. Juga, terdapat beberapa set meja dan kursi yang terbuat dari batu sepanjang ruang publik tersebut.



Meja dan kursi yang terbuat dari batu di ruang publik (Sumber: dokumen pribadi)

 

Bukan hanya pasangan meja kursi yang terbuat dari batu. Di ruang publik ini juga terdapat beberapa set kursi khas taman. Kursi panjang yang terbuat dari kayu terlihat elegan. Dengan kerangka dari besi berwarna hitam kelam. Saya mencoba duduk di bangku tersebut merasakan hawa nyaman dan aman. Sayangnya, angkringan yang berderet dekat tempat duduk tersebut belum buka. Saya merasa seperti berada di taman-taman yang ada di luar negeri.   



Kursi unik khas taman yang berada di ruang publik (Sumber: dokumen pribadi)

 

Namun, dari beberapa tempat duduk yang berada di jalur ini, spot yang menarik adalah tempat duduk yang berbentuk serangga “kepik”. Setiap pasangan tempat duduk unik ini, terdapat 4 buah kepik” yang berbeda besarnya. Makin asik, kondisi taman yang berada di sepanjang jalur ini tumbuh subur. Karena, dirawat secara serius. Saya melihat dari dekat, beberapa petugas penataan kota Ngawi bekerja. Mereka membuang sampah dan memotong tanaman yang terlihat kurang serasi.     



Tempat duduk yang berbentuk serangga “kepik” menjadi spot yang instagrammable (Sumber: dokumen pribadi)

 

Jujur, saya berpikir sejenak, ketika menikmati berbagai fasilitas ruang publik ini. Apa yang saya pikirkan? Sungguh “luar biasa” jika ruang publik ini diperpanjang di sebelah timur jalan Yos Sudarso. Juga, diperpanjang hingga jalan protokol yang menuju ke arah selatan hingga terminal lama Ngawi.

Saya memahami bahwa menggarap ruang publik tersebut perlu kajian mendalam (feasibility study). Dan, yang tidak kalah serunya adalah besaran dana yang harus dianggarkan Pemerintah Kabupaten Ngawi.  

Sebagai warga Ngawi, saya berharap besar agar Ngawi bisa melesat jauh seperti kota besar lainnya di Indonesia. Bukan hanya dikenal lokal, tetapi bisa dikenal para traveler Nusantara. Juga, bisa menjadi daya tarik wisata para traveler mancanegara. Untuk mengenalkan kecantikan Ngawi membutuhkan sinergi yang harmonis dari lintas stakeholder.  Mari dukung Ngawi agar bisa melesat jauh di era digital yang kian tak terbendung.  

Jalur Alas Mantingan Ngawi yang Terkenal Angker

  Salah satu jalur Alas Mantingan yang berada dekat dengan kawasan Sidowayah Ngawi (Sumber: Youtube Casmudi Vlog/screenshot)          ...