Thursday, March 31, 2022

Keamanan Data IT Dalam Cloud Technology (Teknologi Awan)

 

Cyber Security data IT dalam Cloud Technology

Perlunya keamanan data IT dalam Cloud Technology (Sumber: shutterstock)

 

“It takes 20 years to build reputation and few minutes of cyber-incident to ruint it” (Stephane Nappo)

 

          Stephane Nappo adalah Vice President dari Global Chief Information Security Officer Groupe SEB yang berlokasi di Paris, Perancis.  Quote atau kalimat mutiara di atas mengingatkan kita bahwa keamanan data sebuah perusahaan sangatlah penting.

          Kalimat mutiara yang berasal dari Stephane Nappo mengajak kita untuk mencermati kembali penerapan dari Revolusi Industri 4.0, yang salah satunya adalah Cloud Computing (Komputasi Awan). Di mana, keamanan data akan semakin optimal, ketika tersimpan dalam sebuah Cloud Technology (teknologi awan).

          Mari anda cermati 2 ilustrasi berikut ini. Ilustrasi pertama, ketika anda mempunya flash disk dengan kapasitas 15 GB. Namun, anda memaksa untuk memasukan data ke dalam flash disk tersebut yang kapasitasnya lebih dari 15GB. Maka, sampai kapan pun anda tidak akan berhasil untuk memasukan semua data tersebut. Karena, flash disk tersebut hanya untuk memuat data 15GB. Semakin anda menambah data, secara otomatis, anda akan menambah kapasitas data (menambah flash disk).

          Ilustrasi kedua, pernahkah kalian membayangkan sebuah perusahaan marketplace seperti Tokopedia yang menerima banyak pesanan saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Apakah anda mengalami kendala saat belanja online tersebut? Aman-aman saja, bukan?.

          Anggap saja, saat kondisi biasa, konsumen yang belanja ke marketplace tersebut hanya 500 orang per hari. Namun, saat Harbolnas, konsumen membludak menjadi 2-5 juta per hari. Andai saja perusahaan marketplace tersebut tidak mempunyai antisipasi untuk menerima data yang sedemikian gilanya, maka dipastikan proses belanja online di marketplace tersebut akan error. Dan, yang terjadi adalah keluhan, kesal atau ketidaknyamanan pelayanan konsumen. Dampaknya, reputasi marketplace tersebut menjadi taruhannya.

          Saya pribadi memahami bahwa marketplace tersebut sudah mengantisipasinya dengan kemampuan data di data centernya dengan kapaistas yang telah diperkirakan sebelumnya. Apalagi, kemampuan penyimpanan data kian melakukan transformasi ke dalam teknologi awan. Bukan hanya untuk mem-back up kapasitas data yang kita inginkan. Namun, lebih dari itu yaitu Security Your IT. Mengamankan data agar tidak jatuh ke pihak orang lain yang tidak bertanggung jawab.

          Itulah sebabnya, Data Security (kemanan data) dalam IT selalu menjadi isu yang sangat penting. Namun, sayangnya banyak pihak yang belum aware (sadar). Ada beberapa hal yang diperhatikan dalam keamanan data, seperti: 1) apakah punya back up data atau recovery; dan 2) jika terjadi insiden secara tiba-tiba, maka harus memahami penyebabnya.

          Anda pasti pernah mendengar tentang kebocoran data sebuah perusahaan besar atau institusi yang jatuh ke pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Perlu dipahami bahwa DATA DALAM DUNIA IT adalah HARTA KARUN. Oleh sebab itu, DATA ITU MAHAL DAN PENTING.

          Ada tantangan besar dalam keamanan data yang anda miliki. Berikut, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Adanya pengetahuan dan kemampuan tim security yang terbatas.

2. Kesiapan dan kesadaran proses security IT anda.

3. Risiko optimal yang sedikit dan proses penanganan yang tiba-tiba.

          Perlu diketahui bahwa penanganan data perlu dilakukan secara serius dan profesional. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya Security Operation Center (SOC).

          Pencegahan hal-hal dalam keamanan data ini akan bersifat berkesinambungan. Dengan kata lain, selalu akan ada adopsi teknologi terbaru, agar keamanan data bersifat optimal.

 

SOC (Security Operation Center)

SOC (Security Operation Center) (Sumber: Vibicloud)

 

           Adapun, ada 4 aktifitas yang bisa dilakukan dalam SOC, yaitu:

1. Identity (identitas)

2. Device (perangkat).

3. Apps and infrastructure (aplikasi dan infrastruktur).

4. Data.

          Dalam Security Operation Center (SOC) memberikan pemahaman, perlu adanya pencegahan security yang terpusat. Hal ini membutuhkan 3 pilar utama, yaitu: 1) orang; 2) proses; dan 3) teknologi.

          Lantas, proses apa saja yang bisa dilakukan dalam SOC? Berbagai proses yang bisa dilakukan dalam SOC adalah:

1. Collect.

2. Discover (analyze).

3. Qualify.

4. Investigation.

5. Neutralize (exp. Mitigation).

6. Recover (Clean up, report, review, adopt).

          Sedangkan, teknologi yang perlu diperhatikan dalam SOC adalah:

1. SIEM (Security Information Event Management)

2. CSPM (Cloud Security Posture Management).

3. CWP (Cloud Workload Protection)

          Ada beberapa perusahaan besar yang menyediakan keamanan data dengan sistem Clouding Technology seperti: Microsoft, AWS (Amazon Web Service), dan lain-lain. Dalam sebuah seminar penting yang diadakan oleh AWS dan Vibi Cloud dalam tema “Securing Your IT Investment to The Cloud” yang digelar di Bali tanggal 26 Maret 2022 lalu, memberikan infarmasi berharga kepada saya pribadi.

          Di mana, AWS sebagai perusahaan Cloud Computing pertama di dunia telah membangun infrastruktur data center-nya di Indonesia (Region Jakarta). Sebagai informasi, data center tersebut dibangun di 3 kota yang berbeda di Provinsi Jawa Barat.

          Sebagai informasi, banyak jenis layanan konsumen yang ingin menggunakan jasa keamanan data bersama AWS tersebut. Namun, yang menarik adalah data konsumen tersebut akan disimpan dalam Amazon S3 (Simple Storage Service) sesuai dengan kelas yang diinginkan.

          Salah satu kelas penyimpanan data terbaru (2019) adalah S3 Glazier Deep Archieve. Kelas ini menunjukan bahwa keamanan data konsumen akan terjaga selama bertahun-tahun. Tingkat keamanan data adalah 99,99999999999%. Hal ini mengandung arti bahwa sangat kecil sekali data hilang yang dimiliki konsumen. Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap teknologi buatan manusia tidaklah sempurna. AWS mengklaim bahwa ada peluang 1 data hilang setiap 10 tahun.

          Lantas, apa yang harus dilakukan untuk keamanan data, jika terjadi insiden yang tidak diharapkan. Sebagai contoh, data perusahaan kita mengalami maasalah. Menurut pihak AWS, perlu adanya back up data ke dalam AWS Cloud. Kelebihan yang dimiliki oleh AWS Cloud adalah:

1. High Avaibility (running 24x7)

2. Back up (make sure safe).

3. Disaster Recovery (DR) (GET YOUR APPLICATION AND DATA BACK AFTER A MAYOR DISASTER).

 

 

 

Disclaimer:

Artikel ini berupa olahan data yang diterima penulis selama mengikuti seminar. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam tulisan saya. Jika ada tambahan data dari pembaca, bisa sertakan dalam komentar di bawah. Terima kasih sudah membaca artikel saya. 

Sunday, March 20, 2022

Klenik di Ajang MotoGP Mandalika

 

Pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika
Aksi pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika Lombok Indonesia (Sumber: Bola.com)

 

          Sebelum ajang MotoGP dimulai, saya rajin banget mengamati postingan dari Instagram pribadi Menparekraf RI Bapak Sandiaga Salahudin Uno. Di mana, statement (pernyataan) beliau adalah akan dilakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC). Dengan tujuan, agar ajang MotoGP yang sudah digelar beberapa hari di sirkuit Mandalika ini tidak diliputi hujan.

          Namun, sepertinya panitia ajang MotoGP Mandalika tersebut ketar-ketir, jika hanya dilakukan TMC. Maka, perhelatan MotoGP pun tidak lepas dari prosesi “klenik” (magic), yang merupakan peninggalan nenek moyang alias kearifan lokal. Meskipun, teknologi berkembang sangat cepat. Kontribusi sang pawang hujan masih sangat dibutuhkan. Apakah, bangsa Indonesia tidak percaya dengan adanya teknologi?

          Saya berpendapat tentu sangat percaya teknologi, tetapi rasa kekhawatiran yang tinggi akan terjadinya hujan lebat. Seperti, ajang balap motor sebelumnya, maka mau tidak mau tindakan yang berbau klenik pun dilibatkan.

          Ya, meskipun ajang MotoGP bertaraf internasional, namun aksi Rara Isti Wulandari sang pawang hujan dari Bali pun beraksi untuk menyingkirkan hujan. Dengan seperangkat sesaji, sang pawang hujan tersebut beraksi bak super hero. Untuk mengusir mendung yang menggelayuti sirkuit Manddalika.

          Selanjutnya, berharap besar agar hujan tidak membasahi kawasan sirkuit Mandalika. Kenyataannya? Yang nonton MotoGP baik langsung maupun lewat TV pasti paham jawabannya.


Postingan akun MotoGP tentang pawang hujan

Postingan akun resmi MotoGP yang menunjukan aksi pawang hujan, saat hujan turun (Sumber: Twitter MotoGP/screenshot)

         

 

Pawang Hujan Rara Ayu Wulandari di ajang MotoGP Manddalika

Rara Isti Wulandari, sang pawang hujan sedang beraksi melakukan ritual untuk mengusir mendung (Sumber: Bola.com)

 

         

          Hari ini, saya bersyukur sempat berbincang-bincang dengan mantan chef hotel berbintang yang tinggal di kawasan Gianyar Bali. Dia chef ternama yang sudah pensiun, dan pernah bertugas di sebuah hotel berbintang di Lombok.

          Pernah pengalaman barbeque di halaman terbuka hotel dalam kondisi mendung. Pihak hotel pun pernah mengundang sang pawang hujan dengan pembayaran di muka 50%. Tentu, pihak hotel berharap agar mendung tersingkap dan menjauh dari acara hotel tersebut. Nyatanya, hujan turun dengan derasnya. Lucunya, sang pawang hujan melarikan diri tanpa permisi.

          Dari pengalaman nahas tersebut, maka sang chef ternama yang saya ajak bincang-bincang memberikan masukan. Agar, jika kondisi mendung, maka pihak hotel lebih baik menggunakan piranti lampu laser. Konon, alat tersebut manjur. Mendung pun minggir tak membasahi kawaasan acara di lapangan terbuka hotel.

 

“Orang Lombok sakti-sakti mas. Jika, kita pakai pawang hujan. Memang mendung menjauh. Tetapi, kita tidak tahu di luar sana juga ada acara yang menggunakan pawang hujan juga. Dampaknya, mendung pun tarik-menarik sesuai kesaktian sang pawang hujan. Tetapi, jika pakai laser, pawang hujan di luar sana tidak mampu mengalahkan teknologi”.

 

          Itulah sebabnya, kita seringkali melihat pawang hujan yang gagal total. Meski, sudah terkenal kesaktiannya. Karena, di lain tempat mungkin ada pawang hujan yang saling beradu kesaktian. Konon, menurut sang chef, jika memakai teknologi laser. Pawang hujan tidak mampu melawannya. Wallahu a’lam bissawab.

          Namun, hal terpenting yang perlu kita ketahui bahwa penggunaan sinar laser justru berdampak buruk bagi kondisi lingkungan. Sebelum pandemi, penggunaan laser sedang marak di Bali. Entah buat mengusir hujan untuk acara perusahaan, hajatan orang atau lainnya.

          Bahkan, lampu laser digunakan untuk menghalau hujan agar tidak merusak proses pengerjaan proyek besar. Dampak lampu laser tersebut membuat kondisi udara terasa panas. Karena, adanya pantulan sinar ke bumi lagi dari lampu laser tersebut. Kondisinya bak global warming, suhu udara menjadi naik dan badan mudah berkeringat.

          Menurut saya, apapun kondisi cuaca, kita tidak bisa melawan kehendak Allah. Meskipun, dengan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) seperti apa yang diungkapkan oleh Menparekraf RI. Atau, dengan menggunakan jasa pawang hujan. Jika Allah berkehendak hujan, segala teknik tersebut tidak ada gunanya. Jadi, apapun kondisi yang terjadi, harus diterima dengan baik.

          Uniknya, dengan kehadiran pawang hujan yang ada di ajang MotoGP Mandalika, membuat bangsa kita “seperti” tidak percaya teknologi. Anda pasti tahu bahwa para pembalap yang ikut even tersebut mayoritas dari luar negeri (bule).

          Menarik, aksi pawang hujan pun menjadi bahan hiburan dari salah satu pembalap yaitu Fabio Quartararo yang juara di podium posisi II. Ia sambil tertawa menirukan apa yang dilakukan oleh pawang hujan dengan memainkan mangkok. Dan, video tersebut trending di Twitter.


Pembalap Fabio Quartararo menirukan aksi pawang hujan (Sumber: Twitter MotoGP/screenshot)

 

          Dan, orang luar negeri mayoritas tidak percaya hal yang berbau tahayul atau tidak masuk logika. Mereka lebih mengedepankan hal-hal yang berbau ilmiah atau teknologi. Meskipun, orang bule akan percaya dengan tahayul jika terbukti nyata. Kalau tidak terbukti? Ya, akan menjadi tertawaan mereka dalam hati. Mungkin mereka akan berkata:

 

“Bro-bro, jaman udah canggih masih pakai ilmu-ilmu begituan. Nggak update banget sih”.     

 

          Saya berharap, semoga aksi pawang hujan hanya menjadi hiburan semata, khususnya buat para bule. Mereka menganggap bahwa aksi pawang hujan memang sebagai kearifan lokal bangsa Indonesia yang perlu diketahui mereka. Sayangnya, aksi pawang hujan telah menjadi bahan nyinyiran para netizen +62 di medsos. Banyak ragam alasan yang mereka lontarkan. Dan, semuanya menjadi hiburan semata. Jangan terlalu diambil hati. Yuk, kita ngopi! 


Wednesday, March 9, 2022

Danone Indonesia, Partner Ibu 24 Jam Wujudkan Generasi Maju

 

Danone Indonesia menjadi partner ibu 24 jamDanone Indonesia menjadi partner ibu 24 jam wujudkan generasi maju (Sumber: shutterstock/diolah)

 

          “Wanita itu kerjanya di dapur, sumur dan kasur”

 

          Percaya atau tidak, anggapan tersebut masih ada hingga kini dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Buktinya, masih ada perbedaan pandangan antara kaum perempuan dan laki-laki. Laki-laki selalu harus paling depan dari pada wanita. Meskipun, RA. Kartini telah menggemakan emansipasi wanita sejak ratusan tahun lalu. Maka, kesetaraan gender sering menjadi pro kontra berbagai kalangan di belahan dunia.

          Kini, kaum perempuan mesti berbangga. Karena, harapan kesetaraan gender adalah pasti. Dunia pun mengakui bahwa kaum perempuan perlu dirayakan layaknya laki-laki. Itulah sebabnya, setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.  

          Masalah perempuan menjadi perhatian banyak perusahaan, baik plat merah maupun swasta. Salah satu perusahaan swasta yang peduli masalah perempuan adalah Danone Indonesia. Untuk memperingati #WomenInternationalDay2022 Danone Indonesia mengadakan seminar dengan mengusung tema ”Perusahaan Ramah Keluarga Bantu Perempuan Indonesia Siapkan Generasi Maju”.

          Webinar yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube Danone Indonesia diadakan pada tanggal 8 Maret 2022 pukul 10.00-12.00 WIB lalu. Sedangkan, pembicara yang hadir dalam webinar tersebut adalah:

1.    Bapak Indra Gunawan, selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA.

2.    Ibu Vera Galuh Sugijanto, selaku VP General Secretary Danone Indonesia.

3.    Ibu Maya Juwita, selaku Direktur Eksekutif IBCWE.

4.    Ibu Rosdiana Setyaningrum, MPSi., MHPEd., selaku Psikolog.         

KESETARAAN GENDER 

          Harus diakui bahwa perempuan Indonesia belum maksimal mendapatkan kesetaraan gender. Hal ini terbukti dengan adanya laporan World Bank 2022 melansir laporan bahwa Indeks Negara Asia Tenggara dalam menjamin kesetaraan gender melalui aturan hukum tahun 2022, Indonesia menduduki posisi ke-7 dengan poin 64,4. Posisi puncak diduduki oleh Laos dengan poin 88,1.

          Apalagi, jika melihat kondisi perempuan yang bekerja. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa ada 50-70 juta perempuan usia>15 tahun yang bekerja. Jumlah tersebut naik 2,63% dibandingkan tahun 2019, yaitu 49,40 juta.

          Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan bekerja seringkali tidak bisa maksimal dalam mengasuh anaknya. Baik, sejak mengandung hingga melahirkan. Bukan rahasia umum bahwa perusahaan masih enggan untuk membayar penuh hak perempuan, ketika sedang cuti melahirkan.

          Bukan hanya itu, lingkungan kerja seringkali tidak mendukung karir dan pengasuhan anaknya. Kondisi inilah yang membuat masalah pelik kaum perempuan dalam bekerja. Padahal, dalam rahim perempuan akan lahir generasi maju, yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia.

          Oleh sebab itu, peranan perusahaan tempatnya bekerja harus bisa memberikan dukungan untuk perempuan. Menurut penelitian dari McKinsey & Company (2021) menunjukan bahwa saat perusahaan memberikan dukungan, perusahaaan dengan lebih banyak perempuan executive punya performa lebih tinggi.

          Salah satu dukungan yang diberikan adalah ligkungan yang lebih fleksibel dan empati. Lingkungan kerja yang baik dengan peer support.

Peer support adalah sebuah kondisi di mana setiap orang merasa aman secara psikologis dan saling membantu, misal: group discussion.

   

Peer Support
Peer Support dalam perusahaan (Sumber: shutterstock/diolah)

 

          Menurut ILO dan UNICEF, Kebijakan Ramah Keluarga adalah dampak positif 1) kemampuan pekerja untuk menyeimbangkan tanggung jawab kerja dan keluarga; adanya keseimbangan yang baik 2) pertumbuhan anak-anak mereka.

          Contoh Kebijakan Ramah Keluarga adalah: 1) Bersalin berbayar, ayah, cuti orang tua, cuti pengasuh 2) Faslitas menyusui; 3) Program kembali bekerja secara bertahap setelah cuti Panjang; 4) Pengaturan kerja yang fleksibel; 5) Dukungan perawatan anak atau tunjangan anak; dan 6) Kelas parenting atau grup sumber daya karyawan tentang parenting.

          Banyak keuntungan yang diperoleh dengan adanya Kebijakan Ramah Keluarga, yaitu:

1.    Bisnis: 79% perusahaan di Indonesia telah berpengalaman meningkatkan produktivitas dengan adanya model kerja yang fleksibel atau WFH.

2.    Anak: peningkatan pemberian ASI Eksklusif.

3.    Pekerja: performa lebih baik dan memuaskan, dengan adanya kerja yang fleksibel.

4.    Planet: dengan adanya kerja fleksibel di rumah, maka  mampu menghemat 3 juta metrik ton CO2.

5.    Keseimbangan gender: aspirasi perempuan naik 83% dalam sebuah organisasi yang fleksibel. Dibandingkan dengan organisasi yang tidak fleksibel, aspirasi perempuan hanya 54%.

         

PERUSAHAAN RAMAH KELUARGA 

          Lantas, bagaimana dengan Kebijakan Ramah Keluarga Danone Indonesia? Terpenting, Danone Indonesia merupakan perusahaan ramah keluarga yang siap mendukung 24 jam perempuan Indonesia dalam menyiapkan generasi maju. Mungkin, perusahaan lain di Indonesia harus belajar bagaimana kebijakan ramah keluarga telah diterapkan dalam lingkungan perusahaan Danone Indonesia.

          Kita semua tahu, bahwa untuk mewujudkan kondisi tersebut, Danone Indonesia telah melakukan berbagai cara, agar kebijakan ramah keluarga bisa menjadi sebuah budaya perusahaan.

          Danone Indonesia telah mengeluarkan kebijakan ramah gender, di antaranya:

1.    48% level manajerial dan 56% dewan direksi Danone Indonesia adalah perempuan (tahun 2020).

2.    Menerapkan budaya inklusif, beragam dan ramah keluarga.

          Selain, kebijakan ramah gender, Danone Indonesia juga mengeluarkan kebijakan dan fasilitas sebagai bukti perusahaan yang mempunyai kebijakan ramah keluarga, yaitu:

1.    Cuti hamil hingga 6 bulan berbayar untuk ibu.

2.    10 hari cuti untuk ayah.

3.    Ruang laktasi

          Pendidikan juga menjadi poin penting Danone Indonesia untuk ikut berperan serta dalam menciptakan generasi maju bangsa Indonesia. Langkah-langkah yang telah dilakukan perusahaan dalam bidang edukasi, yaitu: Program pendampingan karyawan untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan si kecil.

          Bahkan, kebijakan ramah gender khususnya perempuan, Danone Indonesia telah mengeuarkan program yang bernama Danisa. Sebuah Program pendampingan menyusui karyawati, agar sukses dalam menyusui. Danone Indonesia menyadari bahwa generasi maju berawal dari pemeberian susu eksklusif sang ibu.

          Program lain tidak kalah penting dari Danone Indonesia adalah program Insiatif Sosial Pemberdayaan Perempuan. Program-program tersebut menjadi bukti bahwa Danone Indonesia siap 24 jam menjadi partner ibu dalam wujudkan generasi maju. Adapun, program-program tersebut, adalah:

1.    AQUA Home Service.

2.    Recycling Business Unit.

3.    Isi Piringku.

4.    Warung Anak Sehat.

5.    Rumah Bunda Sehat.

6.    Rumah Tempe.

          Program yang paling menarik adalah Komitmen 24 jam untuk melayani keluarga Indonesia melalui Careline Danone Specialized Nutrition Indonesia.

1.    Layanan dukungan untuk orang tua dan konsumen  dengan layanan multichannel pertama yang siaga 24 jam.

2.    Fokus mengedukasi konsumen seputar isu kesehatan dan nutrisi dengan sumber daya yang memiliki latar belakang nutrisi dan kesehatan.

3.    Melayani lebih dari 2.000 orang tua Indonesia di seluruh Indonesia setiap harinya.

4.    SWA Magazine menganugerahi sebagai Number 1 (#1) Customer Service Champion Across Category 2021. 

         

Careline Danone Specialized Nutrition IndonesiaCareline Danone Specialized Nutrition Indonesia (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Dari program Careline Danone Specialized Nutrition Indonesia tersebut, menjadi bukti kebijakan ramah keluarga Danone Indonesia. Serta, komitmen siap 24 jam menjadi partner ibu wujudkan generasi maju. 


Thursday, March 3, 2022

Buah Simalakama Pawai Ogoh-Ogoh Hari Raya Nyepi 2022

 

Ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi 2022
Salah satu ogoh-ogoh di Hari Raya Nyepi tahun 2022 (Sumber dolumen pribadi)

 

          Saya masih ingat menjelang berakhirnya tahun 2019. Masyarakat Bali mulai sibuk membuat kreasi ogoh-ogoh (patung raksasa) yang akan digunakan pada acara malam pengerupukan Hari Raya Nyepi tahun 2020.

          Perlu diketahui bahwa biaya untuk membuat ogoh-ogoh tidaklah sedikit. Bahkan, jika ogoh-ogoh dibekali dengan teknologi yang bisa menggerakan ogoh-ogoh bak robot. Maka, ada biaya tambahan yang akan dibutuhkan, hingga ogoh-ogoh tersebut siap digunakan untuk pawai ogoh-ogoh.

 

TERLARANG KARENA PANDEMI

 

          Siapa sangka, bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia datang pada bulan Februari 2020. Impian masyarakat Bali untuk mengarak ogoh-ogoh pada malam menjelang Hari Raya Nyepi 2020 pupus sudah. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah tentang kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan. Yang dampaknya bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 makin meluas. Dengan kata lain, untuk mencegah kluster baru penyebaran Covid-19.

          Saya merasakan bagaimana perasaan masyarakat Bali yang telah bersusah payah membuat ogoh-ogoh. Ibarat kata, perjuangan materi dan tenaga sudah habis dikeluarkan untuk pembuatan ogoh-ogoh. Tetapi, kenyataannya ogoh-ogoh hasil karyanya tersebut dilarang untuk tampil.

          Dari ratusan hingga ribuan ogoh-ogoh se-Bali tidak bisa melenggang bebas untuk pawai. Semua itu demi kebaikan masyarakat. Ya, bukan hanya masyarakat Bali, larangan kerumunan apapun bentuknya sangat dilarang demi kesehatan masyarakat. Dan, masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan (prokes), termasuk larangan pawai ogoh-ogoh.

          Sebagaimana manusia biasa, tentu perasaan kecewa pasti ada. Tetapi, kesehatan tetaplah yang utama. Perasaan saudara di Bali yang batal melakukan pawai ogoh-ogoh itu, tidak ada bedanya dengan umat Islam yang dilarang melakukan sholat Ied dan takbir keliling. Semua meski patuh pada kebijakan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19.

          Memang, perayaan Hari Raya Nyepi tanpa pawai ogoh-ogoh seperti perayaan Lebaran tanpa bisa sholat Ied di masjid dan takbir keliling. Namun, sekali lagi saya katakan bahwa kesehatan masyarakat lebih penting.

          Itulah sebabnya, pemerintah mengeluarkan program vaksinasi I, Vaksinasi II dan Vaksinasi Booster. Dengan tujuan, agar kekebalan tubuh masyarakat Indonesia bisa meningkat dalam mencegah masuknya Covid-19. Selain itu, prokes tetap dijalankan seperti memakai masker ketika bepergian, jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

          Saat tahun 2020 tidak bisa diadakan pawai ogoh-ogoh, maka pelan tapi pasti masyarakat mulai memahami perlunya kesehatan bersama. Namun, tanpa disangka, pandemi Covid-19 belum selesai hingga tahun 2021.

          Masyarakat perlu ekstra hati-hati dengan menaati prokes. Bahkan, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk membatasi aktifitas masyarakat. Tentu, pemerintah berharap bahwa pandemi Covid-19 cepat berakhir. Sejalan dengan pemberian vaksinasi ke masyarakat.

          Ketika tahun 2021, pawai ogoh-ogoh masih tetap dilarang. Banyak yang pro dan kontra yang berseliweran di ranah media sosial. Yang kontra tentu berharap agar kluster baru tidak tercipta. Dan, penyebaran Covid-19 bisa dicegah sebaik mungkin. Namun, yang pro tentu berpendapat bahwa pawai ogoh-ogoh merupakan tradisi keagamaan yang harus tetap dijaga.

          Apalagi, pemahaman masyarakat tentang penyebaran Covid-19 mulai meningkat. Dengan dalih tetap menjaga prokes, maka yang pro pawai ogoh-ogoh tetap ingin pawai ogoh-ogoh tersebut bisa dilakukan. Namun, pemerintah tetap berpendapat berbeda, yaitu kerumunan mampu menyebabkan kluster baru penyebaran Covid-19.

          Faktanya, pawai ogoh-ogoh tahun 2021 tetap dilarang untuk keselamatan bersama. Tahun 2021 ini lebih melegakan, karena masyarakat lebih awal mendapatkan informasi tentang kebijakan larangan pawai ogoh-ogoh. Saya melihat masyarakat hanya membuat ogoh-ogoh mini untuk kebutuhan pribadi. Atau, sebagai rasa suka cita untuk menghadapi Hari Raya Nyepi 2021.

 

KUNJUNGAN GUBERNUR

 

          Kini, tibalah Hari Raya Nyepi tahun 2022. Banyak desakan dari berbagai kalangan bahwa pawai ogoh-ogoh bisa dilakukan seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19. Meskipun, pandemi Covid-19 belum reda.

          Namun, tarikan masyarakat Bali agar diperbolehkan mengarak ogoh-ogoh semakin kuat. Hal ini dibuktikan dengan adanya kunjungan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengunjungi ogoh-ogoh di Banjar Tainsiat Kota Denpasar. Gubernur Bali berbincang dengan masyarakat Banjar setempat dan memberikan sinyal bahwa pawai ogoh-ogoh boleh dilakukan. Gubernur Bali juga berkunjung ke banjar lain di pulau Bali.

Maka, semangat masyarakat untuk pawai ogoh-ogoh akan terlaksana.  

          Saya pribadi merasakan gegap gempita pembuatan ogoh-ogoh belum pulih benar. Mungkin, ada pendapat dari masyarakat yang menyatakan kluster Covid-19 bisa terjadi kapan saja. Dengan kata lain, ada beberapa kalangan masyarakat yang tidak melarang untuk pawai ogoh-ogoh. Tetapi, juga takut akan terjadi kluster baru. Karena, pemerintah pusat masih belum merestui benar pawai ogoh-ogoh.

          Dari sinilah terjadinya kondisi buah simalakama. Jika, pemerintah provinsi melarang keras pawai ogoh-ogoh. Maka, akan memberikan kesan bahwa Bali masih belum bisa siap untuk kunjungan pariwisata.

          Padahal, kebijakan dari pusat saja akan memberikan bebas karantina bagi wisatawan asing, jika Bali berhasil dengan baik program tanpa karantina bagi kunjungan wisatawan asing.

          Bahkan, saya baca di berbagai media online yang melansir berita tentang bebas karantina nasional per awal April 2022. Jika, Bali berhasil melaksanakan program karantina kira-kira pertengahan Maret 2022.

          Melihat kondisi ini memberikan sinyal bahwa Bali menjadi uji coba nasional kunjungan wisatawan tanpa karantina. Jika, uji coba di Bali berhasil, maka akan dilakukan secara nasional. Menurut opini saya, kondisi tersebut yang menyebabkan Gubernur Bali percaya diri membolehkan pawai ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi tahun 2022. Tentu, dengan pertimbangan dari berbagi stakeholder lain.  

 

BUAH SIMALAKAMA

 

          Pawai ogoh-ogoh yang terjadi di perempatan Catur Muka Kota Denpasar di malam pengerupukan Hari Raya Nyepi 2022 sungguh mengagetkan. Masyarakat menyemut untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh. Masyarakat seperti lupa bahwa pandemi Covid-19 telah hilang.   Menurut saya, masyarakat mulai berani mengadakan kerumunan tersebut karena telah melakukan vaksinasi. Juga, ada kebijakan dari pemerintah lokal bahwa pengarak ogoh-ogoh mesti melakukan tes kesehatan terlebih dahulu. Jadi, ada benteng untuk menahan penyebaran masuknya Covid-19.  

          Kondisi perempatan Catur Muka atau titik nol kilometer Kota Denpasar di malam pengerupukan tanggal 2 Maret 2022 kembali gegap gempita. Setelah dua tahun nihil acara serupa. Masyarakat seperti terlepaskan rasa dahaganya. Setelah dua kali Hari Raya Nyepi tidak bisa meluapkan kegembiraan dengan pawai ogoh-ogoh memasuki tahun baru saka.

 

Pawai ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi 2022 di Kota Denpasar

Potret udara suasana pawai ogoh-ogoh malam pengerupukan Hari Raya Nyepi 2022 di perempatan Catur Muka Kota Denpasar (Sumber: Kabar Klungkung/Instagram)

 

          Namun, hal penting yang perlu diingat adalah rasa kekhawatiran, jika kerumunan di perempatan Catur Muka Kota Denpasar terjadi kluster baru. Saya pribadi berharap agar Allah SWT bermurah hati. Dan, kluster baru yang diakibatkan karena pawai ogoh-ogoh malam pengerupukan Hari Raya Nyepi tahun 2022 tidak terjadi. Baik di kawasan Catur Muka Kota Denpasar, maupun di tempat lainnya di Bali yang mengadakan pawai ogoh-ogoh.

          Memang, buah simalakama dengan adanya pawai ogoh-ogoh tersebut. Satu sisi, pemerintah provinsi ingin menunjukan keberpihakan terhadap masyarakat Bali bahwa ogoh-ogoh bisa diadakan di Hari Raya Nyepu tahun 2022.

          Menurut saya, dengan adanya pawai ogoh-ogoh ingin menunjukan ke mata dunia. Bahwa, Bali telah aman atau zona hijau untuk kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara. Dan, pariwisata Bali bisa bangkit Kembali.

          Atau, ada alasan tentang kekebalan tubuh masyarakat mulai meningkat karena vaksinasi. Jadi, pemerintah provinsi tidak khawatir dengan adanya kerumunan yang akan terjadi. Selain itu, pawai ogoh-ogoh adalah sebuah acara ritual umat Hindu Bali, yang wajib dilaksanakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi.

          Namun, di sisi lain dari pelaksanaan pawai ogoh-ogoh tersebut adalah terjadinya kluster yang tanpa diduga-duga. Apalagi, varian baru Omicron yang lebih ganas dari Covid-19 bisa menyebar kapan saja. Kondisi inilah yang kita takutkan bersama.

          Apalagi, belum ada kebijakan dari pemerintah bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan kerumunan. Yang berpeluang besar, masyarakat bisa lalai menerapkan protokol kesehatan. Terpenting, Covid-19 belum seratus persen hilang dari Indonesia.

          Kita semua berharap agar dampak menakutkan dari pawai ogoh-ogoh tidak akan terjadi. Dan, menjadi berita dan viral di media sosial. Jujur, masyarakat ingin hidup normal seperti sedia kala.

          Oleh karena itu, mari kita patuhi protokol kesehatan. Semoga pawai ogoh-ogoh menjadi pembelajaran kita bersama. Bahwa, kekhawatiran terjadinya kluster baru akan selalu terjadi, kapan pun di manapun. Dan, kita selalu waspada.

Selamat Hari Raya Nyepi tahun 2022 (Tahun Baru 1944 Saka). Semoga kita diberikan kedamaian, setelah melakukan Catur Brata Penyepian.

 

 

Ogoh-ogoh di Hari Raya Nyepi tahun 2022 (Tahun Baru 1944 Saka) (Sumber: Casmudi Vlog//Youtube)


Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

  Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danon...