Wednesday, November 23, 2022

Shogun 110 Jet Kuled, Motor yang Penuh Drama dan Kenangan (Part 2)

 

Motor Shogun 110 Jet Kuled
Motor Shogun 110 Jet Kuled yang penuh drama dan kenangan (Sumber: dokumen pribadi)




Sampai tulisan ini dibuat, saya sering menangis sendiri membayangkan harta-harta penting saya, yang hilang dari pegangan saya. Karena, BELUM BISA membayar tunggakan kost.

Masalah yang timbul di tempat kost baru belumlah berhenti. Saya harus bekerja serabutan, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal yang paling penting adalah kebutuhan uang kuliah anak.

Yang menarik adalah kini saya tidak punya sepeda motor untuk bekerja. Karena, motor yang saya miliki disita tangan kanan pemilik kost lama. Padahal, tanpa motor tersebut, saya tidak mampu bekerja secara maksimal.

Kegelisahan kami akhirnya dirasakan oleh keluarga kami di Ngawi. Yang sejatinya, mereka pun sedang kembang-kempis memikirkan kondisi ekonomi karena pandemi Covid-19. Tetapi, kebaikan Allah SWT benar-benar nyata. Saudara saya mencoba untuk pinjam uang (utang) sebesar Rp1,5 juta, untuk membantu ekonomi saya.

“Kita akan coba cari motor di marketplace dengan dana yang ada ma” kata saya kepada istri. Sayangnya, harga motor rerata Rp2 juta ke atas dengan surat-surat minimal STNK saja. Saya tidak berani ambil risiko untuk mencari motor “kosongan”. Karena, takut barang curian.

Bersyukur, saya menemukan sebuah iklan motor di marketplace dengan harga Rp1,6 juta dengan surat-surat STNK saja. Saya nego dengan pemilik motor hingga deal harga Rp1,4 juta. Sungguh, saya tidak berpikir panjang kali lebar untuk mendapatkan motor tersebut. Pokoknya, saya harus dapat motor itu. Karena, menurut saya, harga motor tersebut termurah sejak saya searching di marketplace selama 2 hari.

Pagi-pagi, saya dan istri harus berjalan kaki kekira 2 km menuju jalan besar. Karena, saya hanya mampu memanfaatkan transportasi publik TEMAN BUS yang masih gratis. Kami janjian dengan pemilik motor di kawasan Pasar Ubud Gianyar.

Entah, mungkin nasib lagi sial. Lama tunggu di sekitar pasar Ubud, pemilik motor tidak datang juga. Kami malah diajak ketemuan di kawasan dekat Tirta Empul Tampaksiring, arah jalan ke Kintamani. Percaya atau tidak, jarak dari tempat saya menunggu lama ke tempat pemilik motor kekira 20 km. Tidak ada transportasi publik sama sekali.

Mau naik ojol, saya tidak punya aplikasinya. Karena, hp saya tipe lawas yang hanya bisa untuk WA saja. Kalau, nembak mobil biayanya lumayan mahal. Padahal, saya hanya punya uang pas-pasan untuk membayar motor yang sudah deal tersebut.

Kami sudah nekad dan janjian sama pemilik motor, jika tidak bisa ketemuan di kawasan pasar Ubud. Maka, saya akan pulang bawa tangan hampa. Tetapi, sang pemilik motor berjanji ketemuan di pertigaan jalan raya Ubud - jalan raya Andong arah Kintamani. Kami pun harus berjalan kaki lagi kekira 1 km ke tempat yang dijanjikan.

Celakanya, ketika sampai di tempat yang dijanjikan, pemilik motor pun belum datang juga. Kami pun harus menunggu lagi. Saat itulah, kondisi mulai gerimis. Kami sebenarnya mau membatalkan perjanjian ini. Tapi, saya memberikan waktu sekitar 1 jam lagi untuk menunggu.

Menjelang waktu maghrib, bukanlah sang pemilik motor yang datang. Tetapi, pamannya sang pemilik motor menghampiri kami. Dia tidak membawa motor yang hendak dijual. Karena, motor yang hendak dijual posisinya masih di rumahnya di Tampaksiring.

Setelah berunding lama, akhirnya saya menyepakati untuk bonceng paman pemilik motor menuju motor yang dijual di Tampaksiring. Terpaksa, istri saya ditinggal dan menunggu di pertigaan jalan tersebut.

Gerimis belum reda. Saya tidak bisa menolak untuk basah-basahan selama perjalanan. Pikiran saya hanya satu saat itu, dapat motor murah untuk mencari nafkah. Apalagi, istri saya menunggu di pinggir jalan sendirian. Menatap gerimis dan hari yang makin gelap.

Drama mulai ...

Jujur, andaikata saya punya uang lebih. Saya akan batalkan untuk membeli motor yang sudah deal lewat WA. Karena, kondisinya tidak sesuai yang diharapkan. Tetapi, kondisi keuangan yang memaksa saya untuk menerima kondisi motor tersebut, apa adanya. Bayangkan saja, kondisi motor tersebut banyak minusnya.

Nih, minusnya bikin tepok jidat.

Stater tangan tidak jalan, spion kosong, rem blong, tromol roda belakang goyang, lampu sein depan belakang mati, kunci palsu mudah lepas, jok bolong, ban halus depan belakang, engkol kaki keras, dan lain-lain adalah deretan minus sepeda motor secara fakta. Jika, saya mundur, maka susah lagi untuk mendapatkan motor dengan harga murah meriah dengan STNKnya.

Ketika, gerimis makin deras, saya pun mengiyakan akad jual beli sepeda motor tersebut. Karena, saya harus mendapatkan motor tersebut untuk menjemput istri saya pulang. Dan, selanjutntya mencari nafkah untuk anak istri.

Percayalah, kami bahagia selama 1 bulan saja. Selanjutnya, mala petaka dan drama mulai menimpa kami satu per satu. 

Pertama, kami harus menyerempet mobil boks karena tidak mampu mengerem sempurna. Maklum, belum ada uang untuk servis.

Kedua, saya dan istri harus berjalan kaki kekira 5 km untuk mencari bengkel di kawasan Mengwi Badung. Karena, tromol roda belakang pecah. Motor tidak bisa berjalan sama sekali. Berhubung belum punya uang, maka tromol yang pecah disiasati dengan tambal pakai kaleng. Sayang, hanya bertahan 2 minggu.

Ketiga, tromol rewel lagi ketika berada di kawasan Cemagi Badung. Saya harus mendorong motor sejauh 2 km di bawah guyuran hujan deras untuk mencari bengkel. Karena, belum ada uang untuk membeli tromol baru, maka disiasati lagi pakai kaleng. Sama, bertahan hanya dua minggu. Saya pun terpaksa beli tromol bekas di kawasan pasar Kreneng Denpasar.

Keempat, engkol kaki motor melengkung ke bawah, tidak bisa dibenerin. Padahal, posisi di Bedugul kekira pukul 8 malam. Perlu diketahui bahwa kondisi jalan Bedugul menurun arah Mengwi. Untung, saya ditemani sahabat yang baik hati. Mengawal perjalanan saya hingga sampai di tempat tujuan sejauh kekira 30 km.

Kelima, saat hendak menuju kota Singaraja. Motor tidak bisa naik atau berjalan di kawasan Pancasari Bedugul. Terpaksa, saya harus masukkan motor ke bengkel untuk servis. Percaya atau tidak, saya harus masuk bengkel 2 kali agar motor bisa berjalan.

Keenam, penahan ujung engkol kaki motor hilang tak bertuan di kawasan Ubud Gianyar. Saya pun tidak bisa stater motor, maka saya harus masukkan motor ke tukang las, bukan bengkel motor.

Ketujuh, rem tangan patah di kawasan Sukawati. Entah, siapa yang harus bertanggung jawab. Terpaksa, saya harus jalankan motor pelan-pelan bak kura-kura karena tanpa rem. Rem kaki juga dalam kondisi sedikit blong.

Kedelapan, rantai motor lepas tanpa sengaja di kawasan Tanjung Benoa di hari Jumat. Tahu-tahu, hanya lihat girnya saja. Saya harus mendorong motor kekira 5km untuk mencari tukang bengkel. Gara-gara musibah ini, saya gagal sholat Jumat. Badan bermadikan keringat mencari bengkel.

Kesembilan, motor mengalami pecah ban dalam dan luar bagian depan, persis di tanjakan Baturiti Tabanan. Saya berniat hendak ke Bedugul bersama istri. Terpaksa, kami berdua menuruni jalan berjalan kaki kekira 1,5 km dan mendorong motor untuk mencari bengkel.

Kesepuluh, motor mengalami mogok tidak bisa jalan. Persis di tengah jalan perempatan jalan HOS Cokroaminoto Ubung Denpasar. Saya merasa, kejadian inilah yang membuat saya bertaruh nyawa. Berhubung motor tidak bisa jalan sama sekali, maka saya harus mendorong motor ini dengan mengangkat ban belakang sejauh kekira 2 km hingga bertemu bengkel.

Namun, sesampainya di bengkel, ketika badan saya lemah lunglai hampir pingsan. Motor saya dinyatakan turun mesin. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp1,7 juta menurut versi bengkel. Saya pusing tujuh keliling, mau diapakan motor ini.

Akhirnya, saya numpang nitipin motor sama tukang bengkel. Motor tersebut ditaruh di bagian pojok bengkel layaknya barang rongsokan. Memang, saya berniat tidak mengambil motor itu lagi. Biarlah diambil orang kalau ada yang mau. Lagian, biaya benerin motor tersebut bisa beli motor seken lagi.

Selang tiga hari, saya sudah ikhlas merelakan motor yang rusak. Beruntung, saat kondisi sedang pusing tujuh keliling karena tidak bisa kerja. Saya dapat belas kasihan tetangga kos baru. Dia memberikan informasi tentang bengkel langganan dia yang terbilang murah untuk benerin motor turun mesin. Apalagi, dia mau meminjamkan motornya. Akhirnya, di suatu pagi yang cerah. Saya pun mengambil motor yang teronggok di depan bengkel.

Dengan bantuan anak saya, maka motor tersebut saya derek pakai motor tetangga kost dengan menggunakan tali jemuran. Jarak yang harus ditempuh untuk derek motor kekira 8 km. Jalan di Kota Denpasar yang penuh dengan persimpangan dan belokan.

Beruntung, akhirnya motor yang teronggok tersebut akhirnya bisa diperbaiki di bengkel langganan tetangga kos baru. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp650 ribu. Padahal, uang tersebut seharusnya buat bayar kos-kosan.

Kesebelas, motor tersebut mengalami kecelakaan tunggal di kawasan jalan pantai Suluban Uluwatu Badung Bali. Motor mengalami pecah spion, injakan kaki melengkung, injakan rem kaki melengkung, dan pecah bodi motor. Alhamdulillah, saya dan istri selamat. Sayang, saya mengalami cedera kaki kanan. Dan, harus beristirahat kekira 1 bulan lamanya.

   Keduabelas, setelah mengalami drama yang tidak berujung. Akhirnya, saya mantap menjual motor kesayangan yang penuh dengan kenangan tersebut. Tetapi, tujuan utamanya adalah uang penjualan motor digunakan untuk membayar uang kos yang telah menunggak selama 3 bulan.


Semoga pengalaman dan drama dengan motor kesayangan menjadi pelajaran terbaik dalam hidup. Baik-baiklah dengan pemilik baru. Terima kasih, sudah menemani saya selama 11 bulan ini. Tanpa kamu, saya tidak bisa menjelajah hingga Lovina Singaraja. Tanpa kamu, saya tidak bisa menjelajah Bali Utara, dari Singaraja, Kubutambahan, Tejakula, Muntigunung, Tulamben, Amed, Karangasem, Klungkung, Gianyar hingga Denpasar.

Terima kasih motor kesayangan saya, yang selalu saya panggil JET KULED.      


Terusir dari Tempat Kost (Part 1)

 

Terusir dari Tempat Kost

Saya dan anak semata wayang di halaman kost yang memberikan pengalaman buruk tidak terlupakan (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

 

“Maaf pak, kalau gak bisa lunasin, maka tuan rumah gak bisa kasih toleransi. Kosongin saja kamarnya dan nanti barangnya disita semua”

 

Sungguh, kalimat yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Ini bukan cerita rekayasa atau fiksi belaka. Ini benar-benar cerita nyata yang saya dan keluarga alami. Dan, saya mengalaminya seperti cerita dalam sinetron TV.

Kalimat di atas merupakan peringatan terakhir yang menjadi sebuah kenyataan. Saya diperingati oleh cewek kepercayaan tuan rumah pemilik kost, untuk menagih tunggakan kost sebesar Rp 4,4 juta.

Sejatinya, kalau mau jujur, tunggakan kost saya tidak sebesar itu. Karena, ada “permainan” besaran tagihan listrik yang sungguh di luar dugaan setiap bulannya. Saya hanya menggunakan kulkas dan satu lampu. Di mana, lampu saya matikan setiap malam. Tetapi,  tagihan listrik rerata Rp300 ribu per bulannya.

Sungguh, di luar nalar manusia. Namun, saya tidak bisa protes. Saya pasrah. Bagaimana pun alasan saya, pasti saya dicap salah, karena tidak mampu membayar tunggakan kost selama 4 bulan.

Tunggakan kost tersebut diultimatum untuk dilunasi sebelum akhir bulan Desemeber 2021 lalu. Yang membuat takut saya adalah jika benar-benar barang saya disita semua. Sungguh, akan menjadi pertanda buruk dalam hidup saya.

Pada rentang tanggal 25 Desember-31 Desember 2021, saya sungguh gelisah. Bayangan saya diusir dari tempat kost seperti dalam sinetron selalu membayang. Bukan itu saja, kondisi anak saya sedang konsentrasi ujian perguruan tinggi, tentu membutuhkan suasana tenang.

Ternyata, kekhawatiran saya benar-benar terjadi. Tanggal 25 Desember 2021 menjadi momentum bersejarah bagi keluarga saya. Ketika jam menunjukan pukul 13.50, cewek kepercayaan tuan rumah menagih kembali.

Padahal, janji yang telah disampaikan adalah maksimal akhir Desember 2021.  Tubuh saya gemetar, tetapi saya berusaha untuk tenang. Saya menjawab TIDAK ADA UANG untuk membayar tunggakan kost saat itu.

Apa yang terjadi? Saya SUNGGUH-SUNGGUH diusir dari tempat kost. Padahal, saya tidak mempunyai uang untuk MEMBAYAR TUNGGAKAN KOST, KOST BARU dan BIAYA SEWA MOBIL untuk membawa perlengkapan kost sebanyak dua kali angkut.

Yang mengerikan adalah BARANG-BARANG PENTING SAYA DISITA, termasuk sepeda motor. Sungguh, saya tidak mampu membendung air mata lagi. Istri dan anak pun pecah tangis di siang itu. Karena, laptop yang digunakan untuk kuliah online juga mau disita. Tetapi, saya menghamba sejadi-jadinya, agar laptop tersebut jangan disita. Karena, buat kuliah ONLINE anak saya.

Untunglah, anak saya masih menyimpan Gopay yang seharusnya untuk persediaan saat kuliah nanti. Terpaksa, Gopay tersebut dipakai untuk membayar kost baru.  

Saya pun mencari kost baru yang murah melalui marketplace. Sebelum kami meninggalkan kost lama. Saya diharuskan menandatangani kesediaan untuk melunasi tunggakan kost dalam secarik kertas. Meskipun, barang-barang penting saya yang nilainya 2x nilai tunggakan disita sebagai jaminan. 

 

SELAMAT TINGGAL KOST LAMA …

Bersambung … (Part 2).




Sunday, November 20, 2022

Perlu Kaliaan Tahu, Anak Prematur Bisa Tumbuh Sehat dan Berprestasi

 

Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022
Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022 dengan mengusung tema “Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi” (Sumber: Danone Indonesia)

 

 

 

“Intervensi dan Pemantauan Bayi Prematur Agar Tumbuh Sehat dan Breorestasi” (World Prematurity Day 2022)

 

Kalimat di atas adalah tema, yang menurut Arif Mujahidin, selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia, setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia (World Prematurity Day).

Konvensi PBB Tahun 1989 menyatakan bahwa ada 10 hak anak yang wajib dipahami oleh orang tua. Di antaranya, 1) Hak untuk memperoleh makanan atau nutrizi yang bergizi dan seimbang, 2) Hak untuk memperoleh kondisi tubuh yang sehat, 3) Hak untuk memperoleh kesamaan dan perlakuan, dan lain-lain.

Dalam seminar online Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022 dengan mengusung tema “Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi”.

Acara tersebut diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom dank anal Youtube @Nutrisi Bangsa pada tanggal 16 Nopember 2022 pukul 10,00-14,00 WIB. Sedangkan, narasumber yang hadir adalah:

1.      Arif Mujahidin, selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia.

2.       Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi.

3.      Irma Gustiana Andriani, M.Psi., selaku Psikolog anak dan keluarga.

4.      Desi Fatwa, selaku ibu dengan anak prematur berprestasi.

Kelahiran setiap bayi di dunia benar-benar membutuhkan pemantauan yang ketat. Lantas, siapa yang memerlukan pemantauan? Menurut Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi menyatakan: 

Dari faktor anak, meliputi:

1.      Prematuritas

2.      Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).

3.      Kecil masa kehamilan.

4.      Bayi cukup bulan dengan pemakaian ventilasi tekanan positif  >24 jam.

5.      Kelainan kongenital, sindroma genetik, penyakit metabolisme bawaan.

6.      Riwayat pembedahan mayor.

7.      Kelainan pada skrining pendengaran.

8.      Infeksi sistem syaraf pusat.

9.      Ensefalopati neonatal à termasuk riwayat kejang.

10.  Hiperbilirubinemia dan ensefalopati bilirubin.

11.  Kelainan neurobehavioural.

Sedangkan, dari faktor keluarga dan lingkungan, meliputi:

1.      Risiko tinggi -> KDRT, riwayat penganiayaan anak, kemiskinan dan tunawisma.

2.      Penyalahgunaan obat oleh orang tua.

3.      Riwayat gangguan jiwa pada orang tua.

4.      Gangguan perkembangan pada orang tua. 

 

Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi
Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi (Sumber: Danone Indonesia).

 

PEMANTAUAN KETAT

Ada perbedaan mencolok antara Bayi Lahir Normal (BLN) dan bayi prematur. Perlu diketahui, bayi yang lahir normal (BLN) mempunyai Berat Badan (BB) sebesar 3.500 gram dan berat otak sebesar 375 gram dengan umur 38-40 minggu.

Sedangkan, bayi prematur mermpunyai Berat Badan (BB) 600-800 gram dan Berat Otak sekitar 75 gram, dengan usia bayi 25 minggu hingga dibawah 37 minggu. Oleh sebab itu, merubah berat otak dari 75 gram ke 375 gram menjadi tugas orang tua dan orang-orang yang mendukungnya.

Sebagai informasi, orang tua dan pihak yang berkepentingan harus tahu faktor risiko kelahiran prematur dan Berat Badan Lahir Normal (BBLR). Adapun, risiko Bayi Prematur dan BBLR adalah:

1.      Prematuritis, yaitu:

1)      Prematur -> - 37 minggu.

2)      Sangat prematur -> usia gestasi < 32 minggu (risiko tinggi)

3)      Extreme prematur -> usia gestasi < 28 minggu (risiko paling tinggi)

2.      BBLR, yaitu:

1)      BBLR -> < 2.500 gram

2)      Berat lahir sangat rendah -> < 1.500 gram (risko tinggi)

3)      Berat lahir amat sangat rendah -> < 1.000 gra, (risiko paling tinggi).

Penanganan bayi prematur perlu melibatkan, seperti: 1) Siapa saja yang terlibat; 2) Dokter umum; 3) Bidan dan perawat; dan 4) Dokter spesialis -> sesuai indikasi. Selanjutnya, Ada cara pengecekan secara fisik, apakah bayi dinyatakan prematur atau tidak.

1.      Melipat daun telinga, jika daun telinga tidak kembali lagi berarti bayi dinyatakan prematur.

2.      Putting susu (payudara), jika terlihat tidak hitam berarti bayi dinyatakan prematur.

3.      Alat kelamin, jika scrotum pada bayi laki-laki tidak hitam berarti bayi prematur.

 

Bayi prematur
Pihak yan terlibat dalam penanganan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Bayi prematur dengan risiko tinggi harus dipantau. Follow-up rutin harus dilakukan lebih sering dari bayi tanpa risiko tinggi dan dimulai secepatnya bayi dipulangkan dari perawatan.

 

“Jangan gembira bayi prematur bisa hidup, tetapi buat mereka berkualitas”

 

Meskipun, bayi prematur telah ditangani secara intensif di rumah sakit. Tetapi, bayi prematur masih membutuhkan penanganan intensif di lingkungan orang tua hingga mereka berumur 18 tahun. Karena, otak anak masih tumbuh hingga umur tersebut. Maka, hal terpenting adalah memperhatikan masalah kognitif. Kognitif dan gangguan belajar yang terjadi pada usia sekolah TIDAK DAPAT diprediksi pada beberapa tahun pertama kehidupan.

Anak dengan risiko tinggi seringkali kesulitan beradaptasi di lingkungan pra-sekolah dan lingkungan sekolah -> tidak jarang sebagian akan tetap tidak terdiagnosa hingga akhirnya gagal beradaptasi -> umumnya terlambat untuk mendapatkan intervensi yang efektif.

Oleh sebab itu, anak dengan risiko tinggi HARUS dilakukan pemantauan secara berkala sebelum masuk sekolah dan beberapa tahun pertama masuk sekolah. Menurut Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC dalam paparannya menjelaskan  bahwa ada 2 hal penting yang harus diperhatikan orang tua, agar anak prematur bisa tumbuh sehat dan berprestasi, yaitu:

1.      Pertumbuhan (perubahan fisik yang dapat diukur, contoh: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar badan dan lain-lain).

2.      Perkembangan (pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, contoh: aspek motorik, kemampuan bicara dan bahasa, sosio emosional, kognitif).

 

Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC
Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC (Sumber: Danone Indonesia)

 

ASAH – ASUH -ASIH

Orang tua dan pihak yang terlibat harus memperhatikan 2 hal penting, yaitu:

Aspek pertumbuhan anak, yaitu perubahan fisik yang dapat diatur, meliputi:

1.      Berat badan.

2.      Tinggi badan.

3.      Lingkar kepala.

4.      Lingkar badan, dan lain-lain.

Aspek perkembangan anak, meliputi:

1.      Perkembangan kognitif

2.      Perkembangan bahasa

3.      Perkembangan motorik halus dan kasar.

4.      Perkembangan sensori.

5.      Perkembangan sosial dan emosi

Intervensi orang tua terhadap bayi prematur juga perlu memperhatikan hal-hal penting, seperti: 

1. Physical Health.

2. Mental Health.

3. Learning & Cognition.

4. Quality of Live.

Physical Health, mencakup: 1) General Health (gangguan pernafasan dan ketergantungan dengan dapat terjadi karena masalah pada paru atau lung injury); Pertumbuhan (gangguan pertumbuhan dapat dideteksi  -> pemantauan lewat kurva pertumbuhan; 3) Gangguan minum (bayi risiko tinggi dapat mengalami masalah minum seperti gangguan menelan; edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui sangat penting); 4) Gangguan syaraf (cerebal palsy); dan 5) Gangguan lain (gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran harus dideteksi sedini mungkin).

 

Pertumbuhan bayi prematur
Grafik pemantauan pertumbuhan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Learning & Cognition, mencakup: 1) Perkembangan kognitif, yaitu: Kemampuan bahasa (anak dengan riwayat dan kelahiran sangat prematur dapat terjadi kelainan pita suara -> berhubungan dengan poor self-esteem jika tidak ditangani); 2) Keterampilan pra sekolah; dan 3) Perkembangan akademis.

Mental Health, mencakup: 1) Perilaku; 2) Kemampuan bersosialisasi; 3) Daily functioning; 4) Gangguan perilaku lainnya -> perilaku menarik diri dari sekitar (social withdrawal dan keterlambatan bicara menjelang awal usia 2 tahun dapat menjadi indikasi awal Autism Spectrum Disorder. Sedangkan, Quality of Life, meliputi: 1) Daily functioning; dan 2) Self esteem

Menurut Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC, penanganan intensif bayi prematur merupakan The Window of Opportunity (jendela kesempatan). Dengan kata lain, perkembangan bayi prematur merupakan masa yang kritis, percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Di mana, terbentuknya pondasi awal bagi perkembangan dan Pembentukan Kepribadian yang kuat, pengembangan potensi dan kecerdasan di masa yang akan datang.

Tumbuh kembang bayi prematur hingga tumbuh sehat dan berprestasi dipengaruhi beberapa faktor, seperti:

1.      Faktor Genetika (kakek nenek dan orang tua). Lingkungan (status gizi, sosial ekonomi, teman sebaya, sekolah, stimulasi dan gaya pengasuhan serta kualitas pengasuhan)

2.      Konsep Mengasuh – Mengasah – Mengasihi. Pengasuhan merupakan hubungan antara orang tua dan anak yang multimensi dapat terus berkembang. Tujuan pengasuhan agar anak mampu berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Dan, bisa tumbuh kembang secara optimal.

 

Konsep mengasah – mengasuh – mengasihi
Konsep mengasah – mengasuh – mengasihi (Sumber: Danone Indonesia)

 

Asuh-Fisik, meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh dan lingkungan, pakaian, pelayanan atau pemeriksaan  kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.

Asih Kasih Sayang, seperti: 1) Mencium, memeluk dengan lembut (skin to skin body contact); 2) Menciptakan rasa aman dan nyaman; 3) Peka terhadap kebutuhan anak, mendengarkan dan memberikan perhatian; 4) Memberikan contoh (bukan dipaksa); 5) Memberikan motivasi, penghargaan, dorongan); dan 6) Melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih saying (bukan ancaman atau hukuman)

Asah Stimulasi, yaitu: 1) Mengembangkan kemampuan sensorik, motoric, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreatifitas, kepemimpian, moral dan spiritual anak sedini mungkin; 2) Kondisi psikologis orang tua; 3) Ketidaksiapan mental; 4) Ibu mengalami Postpartum emotion; 5) Ibu mengalami Breastfeeding Challenge; 6) Kurang percaya diri; 7) Kelelahan; 8) Kekhawatiran tentang jumlah ASI; 9) Kemampuan finansial; 10) Masalah keluarga; 11) Dukungan pasangan; dan 12) Standar sosial kesehatan anak stigma tentang anak prematur.


Dampak bayi prematur bagi orang tua
Kondisi psikologis orang tua karena melahirkan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Bayi prematur membutuhkan adanya stimulasi agar tumbuh sehat dan berprestasi. Perlu diketahui, stimulasi orang tua sangat penting. Hal inidikarenakan, 1) Orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak; 2) Bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps); 3) Semakin sering dirangsang akan semakin kuat hubungan antar sel-sel otak; dan 4) Semakin banyak variasi maka hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks atau luas.

  

 

Stimulasi orang tua kepada bayi prematurPentingnya stimulasi orang tua kepada bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk merubah, remodel dan reorganisasi untuk adaptasi di situasi baru (Demarin, Morovic, Bene, 2014). Ketika ada pembelajaran baru, neuron (sel saraf di otak) akan membentuk koneksi baru. Pengulangan akan membuat koneksi semakin kuat, sebaliknya, koneksi akan melemah karena tidak ada pengulangan).  

Perlu diketahui, ada 6 langkah stimulasi potensi anak prematur sejak dini, yaitu:

1.      Langkah 1. Deteksi dini gangguan kesehatan. Lakukan beberapa tes atau berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hambatan atau gangguan kesehatan yang dialami anak.

2.      Langkah 2. Meningkatkan imunitas (memberi nutrisi yang seimbang).

3.      Langkah 3. Cari tanda awal potensi anak (perhatikan kebiasaan dan minat anak, berikan peluang untuk ekspresi dan mendorong kreativitas).

4.      Langkah 4. Menumbuhkan kepercayaan diri (memberikan kasih saying, jangan memberikan label tertentu, berikan motivasi untuk mencoba, puji usahanya)

5.      Langkah 5. Modifikasi kegiatan dan terapi (berikan kesempatan pengembangan potensi tetap optimal)

6.      Langkah 6. Menjaga kualitas emosi orang tua (kemampuan mengelola kecemasan orang tua dalam mengasuh anak prematur).

Anak prematur adalah anak yang istimewa, Mereka bisa tumbuh kembang optimal dan berprestasi. Sebagai informasi, setiap tahun di dunia terdapat kurang lebih 15 juta anak yang lahir secara prematur. Untuk menekan angka tersebuit, maka  membutuhkan stimulasi dan nutrisi dari orang tua atau orang dewasa yang berkepentingan.

Pada acara seminar tersebut hadir juga Ibu Desi Fatwa yang mempunyai bayi prematur bernama Benazir Shahnaz yang lahir dengan umur 25 minggu dan  Berat Badan (BB) sebesar 529 gram. Bayi Benazir Shahnaz harus mengalami Intensif Care selama 3 bulan di rumah sakit.

Dengan  perhatian dan perlakukan orang tuanya secara konsisten hingga umur 3 tahun, kini bayi Benazir Shahnaz telah duduk di kelas IX dalam kondisi sehat. Bahkan, anak tersebut telah mengantongi berbagai macam penghargaan. Seperti, Juara II Creative Writing, Juara II Modeling nasional dan lain-lain. Dalam waktu dekat, Benazir Shahnaz akan tampil menyanyi di Manila untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar RI untuk Phlilipina.

 

Ibu dengan anak prematur berprestasi
Desi Fatwa, ibu dengan anak prematur berprestasi (Sumber: Danone Indonesia)

 

Dalam sejarah dunia pun telah melahirkan bayi prematur yang sehat dan berprestasi. Sebuat saja tokoh-tokoh besar dunia, seperti Albert Einstein, Isacc Newton dan Pablo Picasso. Maka, orang tua dan pihak yang terlibat harus mengambil peran penting sejak dini. Agar, bayi prematur tersebut tumbuh sehat dan berprestasi.

Monez Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan

  Monez a.k.a. Ida Bagus Ratu Antoni Putra Brings his Illustrator Experiences to Suara Festival in Tabanan Bali (Source: Monez)     In...