Showing posts with label Danone Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Danone Indonesia. Show all posts

Sunday, November 20, 2022

Perlu Kaliaan Tahu, Anak Prematur Bisa Tumbuh Sehat dan Berprestasi

 

Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022
Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022 dengan mengusung tema “Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi” (Sumber: Danone Indonesia)

 

 

 

“Intervensi dan Pemantauan Bayi Prematur Agar Tumbuh Sehat dan Breorestasi” (World Prematurity Day 2022)

 

Kalimat di atas adalah tema, yang menurut Arif Mujahidin, selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia, setiap tanggal 10 Nopember diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia (World Prematurity Day).

Konvensi PBB Tahun 1989 menyatakan bahwa ada 10 hak anak yang wajib dipahami oleh orang tua. Di antaranya, 1) Hak untuk memperoleh makanan atau nutrizi yang bergizi dan seimbang, 2) Hak untuk memperoleh kondisi tubuh yang sehat, 3) Hak untuk memperoleh kesamaan dan perlakuan, dan lain-lain.

Dalam seminar online Bicara Gizi untuk memperingati Hari Prematur Day (WPD) 2022 dengan mengusung tema “Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat dan Berprestasi”.

Acara tersebut diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom dank anal Youtube @Nutrisi Bangsa pada tanggal 16 Nopember 2022 pukul 10,00-14,00 WIB. Sedangkan, narasumber yang hadir adalah:

1.      Arif Mujahidin, selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia.

2.       Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi.

3.      Irma Gustiana Andriani, M.Psi., selaku Psikolog anak dan keluarga.

4.      Desi Fatwa, selaku ibu dengan anak prematur berprestasi.

Kelahiran setiap bayi di dunia benar-benar membutuhkan pemantauan yang ketat. Lantas, siapa yang memerlukan pemantauan? Menurut Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi menyatakan: 

Dari faktor anak, meliputi:

1.      Prematuritas

2.      Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).

3.      Kecil masa kehamilan.

4.      Bayi cukup bulan dengan pemakaian ventilasi tekanan positif  >24 jam.

5.      Kelainan kongenital, sindroma genetik, penyakit metabolisme bawaan.

6.      Riwayat pembedahan mayor.

7.      Kelainan pada skrining pendengaran.

8.      Infeksi sistem syaraf pusat.

9.      Ensefalopati neonatal à termasuk riwayat kejang.

10.  Hiperbilirubinemia dan ensefalopati bilirubin.

11.  Kelainan neurobehavioural.

Sedangkan, dari faktor keluarga dan lingkungan, meliputi:

1.      Risiko tinggi -> KDRT, riwayat penganiayaan anak, kemiskinan dan tunawisma.

2.      Penyalahgunaan obat oleh orang tua.

3.      Riwayat gangguan jiwa pada orang tua.

4.      Gangguan perkembangan pada orang tua. 

 

Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi
Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), selaku   Dokter Spesialis Anak Konsultan Pemotologi dan Neonatalogi (Sumber: Danone Indonesia).

 

PEMANTAUAN KETAT

Ada perbedaan mencolok antara Bayi Lahir Normal (BLN) dan bayi prematur. Perlu diketahui, bayi yang lahir normal (BLN) mempunyai Berat Badan (BB) sebesar 3.500 gram dan berat otak sebesar 375 gram dengan umur 38-40 minggu.

Sedangkan, bayi prematur mermpunyai Berat Badan (BB) 600-800 gram dan Berat Otak sekitar 75 gram, dengan usia bayi 25 minggu hingga dibawah 37 minggu. Oleh sebab itu, merubah berat otak dari 75 gram ke 375 gram menjadi tugas orang tua dan orang-orang yang mendukungnya.

Sebagai informasi, orang tua dan pihak yang berkepentingan harus tahu faktor risiko kelahiran prematur dan Berat Badan Lahir Normal (BBLR). Adapun, risiko Bayi Prematur dan BBLR adalah:

1.      Prematuritis, yaitu:

1)      Prematur -> - 37 minggu.

2)      Sangat prematur -> usia gestasi < 32 minggu (risiko tinggi)

3)      Extreme prematur -> usia gestasi < 28 minggu (risiko paling tinggi)

2.      BBLR, yaitu:

1)      BBLR -> < 2.500 gram

2)      Berat lahir sangat rendah -> < 1.500 gram (risko tinggi)

3)      Berat lahir amat sangat rendah -> < 1.000 gra, (risiko paling tinggi).

Penanganan bayi prematur perlu melibatkan, seperti: 1) Siapa saja yang terlibat; 2) Dokter umum; 3) Bidan dan perawat; dan 4) Dokter spesialis -> sesuai indikasi. Selanjutnya, Ada cara pengecekan secara fisik, apakah bayi dinyatakan prematur atau tidak.

1.      Melipat daun telinga, jika daun telinga tidak kembali lagi berarti bayi dinyatakan prematur.

2.      Putting susu (payudara), jika terlihat tidak hitam berarti bayi dinyatakan prematur.

3.      Alat kelamin, jika scrotum pada bayi laki-laki tidak hitam berarti bayi prematur.

 

Bayi prematur
Pihak yan terlibat dalam penanganan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Bayi prematur dengan risiko tinggi harus dipantau. Follow-up rutin harus dilakukan lebih sering dari bayi tanpa risiko tinggi dan dimulai secepatnya bayi dipulangkan dari perawatan.

 

“Jangan gembira bayi prematur bisa hidup, tetapi buat mereka berkualitas”

 

Meskipun, bayi prematur telah ditangani secara intensif di rumah sakit. Tetapi, bayi prematur masih membutuhkan penanganan intensif di lingkungan orang tua hingga mereka berumur 18 tahun. Karena, otak anak masih tumbuh hingga umur tersebut. Maka, hal terpenting adalah memperhatikan masalah kognitif. Kognitif dan gangguan belajar yang terjadi pada usia sekolah TIDAK DAPAT diprediksi pada beberapa tahun pertama kehidupan.

Anak dengan risiko tinggi seringkali kesulitan beradaptasi di lingkungan pra-sekolah dan lingkungan sekolah -> tidak jarang sebagian akan tetap tidak terdiagnosa hingga akhirnya gagal beradaptasi -> umumnya terlambat untuk mendapatkan intervensi yang efektif.

Oleh sebab itu, anak dengan risiko tinggi HARUS dilakukan pemantauan secara berkala sebelum masuk sekolah dan beberapa tahun pertama masuk sekolah. Menurut Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC dalam paparannya menjelaskan  bahwa ada 2 hal penting yang harus diperhatikan orang tua, agar anak prematur bisa tumbuh sehat dan berprestasi, yaitu:

1.      Pertumbuhan (perubahan fisik yang dapat diukur, contoh: berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar badan dan lain-lain).

2.      Perkembangan (pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, contoh: aspek motorik, kemampuan bicara dan bahasa, sosio emosional, kognitif).

 

Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC
Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC (Sumber: Danone Indonesia)

 

ASAH – ASUH -ASIH

Orang tua dan pihak yang terlibat harus memperhatikan 2 hal penting, yaitu:

Aspek pertumbuhan anak, yaitu perubahan fisik yang dapat diatur, meliputi:

1.      Berat badan.

2.      Tinggi badan.

3.      Lingkar kepala.

4.      Lingkar badan, dan lain-lain.

Aspek perkembangan anak, meliputi:

1.      Perkembangan kognitif

2.      Perkembangan bahasa

3.      Perkembangan motorik halus dan kasar.

4.      Perkembangan sensori.

5.      Perkembangan sosial dan emosi

Intervensi orang tua terhadap bayi prematur juga perlu memperhatikan hal-hal penting, seperti: 

1. Physical Health.

2. Mental Health.

3. Learning & Cognition.

4. Quality of Live.

Physical Health, mencakup: 1) General Health (gangguan pernafasan dan ketergantungan dengan dapat terjadi karena masalah pada paru atau lung injury); Pertumbuhan (gangguan pertumbuhan dapat dideteksi  -> pemantauan lewat kurva pertumbuhan; 3) Gangguan minum (bayi risiko tinggi dapat mengalami masalah minum seperti gangguan menelan; edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui sangat penting); 4) Gangguan syaraf (cerebal palsy); dan 5) Gangguan lain (gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran harus dideteksi sedini mungkin).

 

Pertumbuhan bayi prematur
Grafik pemantauan pertumbuhan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Learning & Cognition, mencakup: 1) Perkembangan kognitif, yaitu: Kemampuan bahasa (anak dengan riwayat dan kelahiran sangat prematur dapat terjadi kelainan pita suara -> berhubungan dengan poor self-esteem jika tidak ditangani); 2) Keterampilan pra sekolah; dan 3) Perkembangan akademis.

Mental Health, mencakup: 1) Perilaku; 2) Kemampuan bersosialisasi; 3) Daily functioning; 4) Gangguan perilaku lainnya -> perilaku menarik diri dari sekitar (social withdrawal dan keterlambatan bicara menjelang awal usia 2 tahun dapat menjadi indikasi awal Autism Spectrum Disorder. Sedangkan, Quality of Life, meliputi: 1) Daily functioning; dan 2) Self esteem

Menurut Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psikolog., CPC, penanganan intensif bayi prematur merupakan The Window of Opportunity (jendela kesempatan). Dengan kata lain, perkembangan bayi prematur merupakan masa yang kritis, percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Di mana, terbentuknya pondasi awal bagi perkembangan dan Pembentukan Kepribadian yang kuat, pengembangan potensi dan kecerdasan di masa yang akan datang.

Tumbuh kembang bayi prematur hingga tumbuh sehat dan berprestasi dipengaruhi beberapa faktor, seperti:

1.      Faktor Genetika (kakek nenek dan orang tua). Lingkungan (status gizi, sosial ekonomi, teman sebaya, sekolah, stimulasi dan gaya pengasuhan serta kualitas pengasuhan)

2.      Konsep Mengasuh – Mengasah – Mengasihi. Pengasuhan merupakan hubungan antara orang tua dan anak yang multimensi dapat terus berkembang. Tujuan pengasuhan agar anak mampu berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik. Dan, bisa tumbuh kembang secara optimal.

 

Konsep mengasah – mengasuh – mengasihi
Konsep mengasah – mengasuh – mengasihi (Sumber: Danone Indonesia)

 

Asuh-Fisik, meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh dan lingkungan, pakaian, pelayanan atau pemeriksaan  kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.

Asih Kasih Sayang, seperti: 1) Mencium, memeluk dengan lembut (skin to skin body contact); 2) Menciptakan rasa aman dan nyaman; 3) Peka terhadap kebutuhan anak, mendengarkan dan memberikan perhatian; 4) Memberikan contoh (bukan dipaksa); 5) Memberikan motivasi, penghargaan, dorongan); dan 6) Melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih saying (bukan ancaman atau hukuman)

Asah Stimulasi, yaitu: 1) Mengembangkan kemampuan sensorik, motoric, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreatifitas, kepemimpian, moral dan spiritual anak sedini mungkin; 2) Kondisi psikologis orang tua; 3) Ketidaksiapan mental; 4) Ibu mengalami Postpartum emotion; 5) Ibu mengalami Breastfeeding Challenge; 6) Kurang percaya diri; 7) Kelelahan; 8) Kekhawatiran tentang jumlah ASI; 9) Kemampuan finansial; 10) Masalah keluarga; 11) Dukungan pasangan; dan 12) Standar sosial kesehatan anak stigma tentang anak prematur.


Dampak bayi prematur bagi orang tua
Kondisi psikologis orang tua karena melahirkan bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Bayi prematur membutuhkan adanya stimulasi agar tumbuh sehat dan berprestasi. Perlu diketahui, stimulasi orang tua sangat penting. Hal inidikarenakan, 1) Orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak; 2) Bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps); 3) Semakin sering dirangsang akan semakin kuat hubungan antar sel-sel otak; dan 4) Semakin banyak variasi maka hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks atau luas.

  

 

Stimulasi orang tua kepada bayi prematurPentingnya stimulasi orang tua kepada bayi prematur (Sumber: Danone Indonesia)

 

Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk merubah, remodel dan reorganisasi untuk adaptasi di situasi baru (Demarin, Morovic, Bene, 2014). Ketika ada pembelajaran baru, neuron (sel saraf di otak) akan membentuk koneksi baru. Pengulangan akan membuat koneksi semakin kuat, sebaliknya, koneksi akan melemah karena tidak ada pengulangan).  

Perlu diketahui, ada 6 langkah stimulasi potensi anak prematur sejak dini, yaitu:

1.      Langkah 1. Deteksi dini gangguan kesehatan. Lakukan beberapa tes atau berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi hambatan atau gangguan kesehatan yang dialami anak.

2.      Langkah 2. Meningkatkan imunitas (memberi nutrisi yang seimbang).

3.      Langkah 3. Cari tanda awal potensi anak (perhatikan kebiasaan dan minat anak, berikan peluang untuk ekspresi dan mendorong kreativitas).

4.      Langkah 4. Menumbuhkan kepercayaan diri (memberikan kasih saying, jangan memberikan label tertentu, berikan motivasi untuk mencoba, puji usahanya)

5.      Langkah 5. Modifikasi kegiatan dan terapi (berikan kesempatan pengembangan potensi tetap optimal)

6.      Langkah 6. Menjaga kualitas emosi orang tua (kemampuan mengelola kecemasan orang tua dalam mengasuh anak prematur).

Anak prematur adalah anak yang istimewa, Mereka bisa tumbuh kembang optimal dan berprestasi. Sebagai informasi, setiap tahun di dunia terdapat kurang lebih 15 juta anak yang lahir secara prematur. Untuk menekan angka tersebuit, maka  membutuhkan stimulasi dan nutrisi dari orang tua atau orang dewasa yang berkepentingan.

Pada acara seminar tersebut hadir juga Ibu Desi Fatwa yang mempunyai bayi prematur bernama Benazir Shahnaz yang lahir dengan umur 25 minggu dan  Berat Badan (BB) sebesar 529 gram. Bayi Benazir Shahnaz harus mengalami Intensif Care selama 3 bulan di rumah sakit.

Dengan  perhatian dan perlakukan orang tuanya secara konsisten hingga umur 3 tahun, kini bayi Benazir Shahnaz telah duduk di kelas IX dalam kondisi sehat. Bahkan, anak tersebut telah mengantongi berbagai macam penghargaan. Seperti, Juara II Creative Writing, Juara II Modeling nasional dan lain-lain. Dalam waktu dekat, Benazir Shahnaz akan tampil menyanyi di Manila untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar RI untuk Phlilipina.

 

Ibu dengan anak prematur berprestasi
Desi Fatwa, ibu dengan anak prematur berprestasi (Sumber: Danone Indonesia)

 

Dalam sejarah dunia pun telah melahirkan bayi prematur yang sehat dan berprestasi. Sebuat saja tokoh-tokoh besar dunia, seperti Albert Einstein, Isacc Newton dan Pablo Picasso. Maka, orang tua dan pihak yang terlibat harus mengambil peran penting sejak dini. Agar, bayi prematur tersebut tumbuh sehat dan berprestasi.

Wednesday, June 15, 2022

Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

 

Boiler Biomassa

Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

 

          Isu perubahan iklim selalu menarik dan menjadi tantangan berbagai pihak untuk dicarikan solusinya. Salah satu contoh nyata dengan adanya perubahan iklim adalah masyarakat awam mulai tidak bisa memprediksi kedatangan musim tanam.

          Dulu, masyarakat Jawa mampu memprediksi datangnya musim tanam melalui ilmu Pronotomongso. Tetapi, kini, ilmu legenda masyarakat Jawa itu sudah tidak manjur lagi dengan adanya fenomena peruabahan iklim tersebut.

          Hal menarik dari perubahan iklim disebabkan karena pemanfaatan energi yang tidak ramah lingkungan. Pemanfaatan energi fosil masih menjadi ketergantrungan masyakat. Dampaknya, kondisi lingkungan di sekitar kita mulai memberikan dampak negatif atau polusi. Efek pemanasan global (global warming) telah terlihat nyata akhir-akhir ini.

 

SEKAM PADI

          Percayalah, pemakaian energi yang ramah lingkungan menjadi tugas kita bersama. Apalagi, Danone Specialized Nutrition Indonesia (SN Indonesia) berkomitmen untuk memitigasi perubahan iklim dengan menyediakan produk bernutrisi untuk ibu, anak dan keluarga yang diproduksi secara ramah lingkungan.

          Itulah sebabnya, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia hari ini meresmikan pembangunan Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi, di kawasan pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Prambanan Klaten, yang merupakan bagian dari Danone SN Indonesia.

          Sebagai Informasi, Klaten merupakan lumbung padi di Jawa Tengah. Kemudian, PT Sarihusada Generasi Mahardhika berada di lingkungan yang dikelilingi oleh kawasan pertanian. Maka dari itu, Danone SN Indonesia mengadakan kerjasama dengan BECIS (Berkeley Energy Commercial Industrial Solutions) yang berpengalaman dalam layanan energi terbarukan di Asia.

          Kerja sama untuk memanfaatkan energi terbarukan dari Boiler Biomass yang berbahan baku sekam padi, sehingga dapat mengurangi jejak karbon hingga 32%. Boiler Biomass tersebut diresmikan pada tanggal 15 Juni 2022 dan disiarkan secara offline dan online melalui akun Youtube Nutrisi Untuk Bangsa pukul 10.00 -11.30 WIB.

 

Inagurasi Boiler Biomassa

Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Peresmian Boiler Biomassa dihadiri oleh narasumber dan pejabat yang berkompeten, sepetti:

1.    Ibu Vera Galuh, selaku VP General Secretary Danone Indonesia.

2.    Mr. Hannu Ikavalko, selaku COO BECIS.

3.    Bapak Edi Wibowo, selaku Direktur Bioenergi.

4.    Bapak Sumarno, SE, MM, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, selaku Sekretaris Daerah Provini Jawa Tengah

   

Narasumber di Inagurasi Boiler Biomassa

Narasumber dan pejabat yang hadir dalam Inagurasi Boiler Biomassa di Klaten Jawa tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Menurut Ibu Vera Galuh, selaku VP General Secretary Danone Indonesia, pemanfaatan energi terbarukan dari Boiler Biomass berkontribusi untuk menciptakan sirkularitas produk pertanian dan menyejahterahkan petani di sekitarnya.

          Danone Indonesia bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang ramah lingkungan. Seperti apa yang diungkapkan oleh Bapak Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM dalam sambutannya.

 

“Pemanfaatan terbesar bioenergi khususnya biomassa saat ini adalah sebagai pembangkit listrik biomassa yang mencapai 2.116 MW, sehingga peluang pengembangan bioenergi masih sangat terbuka, terlebih didukung isu lingkungan, perubahan Iklim, kesadaran masyarakat untuk mewujudkan transisi energi menuju energi bersih dan peningkatan konsumsi listrik per kapita. Kami sangat mengapresiasi upaya Danone Indonesia selaku pelaku usaha yang bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung upaya transisi energi melalui penyediaan energi yang berbasis energi terbarukan dengan menggunakan biomassa sekam padi. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat serta mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Semoga dapat menjadi contoh bagi badan usaha lain utk secara masif mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang lebih baik bagi lingkungan dan kesehatan.”

 

          Senada dengan apa yang diungapkan oleh Ibu Vera Galuh dan Bapak Edi Wibowo, Mr. Hannu Ikavalko, selaku Chief Operating Officer (COO) BECIS menyatakan,

 

“Sebagai penyedia layanan solusi energi terbarukan, BECIS percaya bahwa dekarbonisasi, desentralisasi dan digitalisasi energi menjadi kunci bagi perusahaan-perusahaan untuk menjalankan operasionalnya secara berkelanjutan. Pada kesempatan ini, BECIS sangat antusias karena dapat mendukung Danone di Indonesia dalam mewujudkan visinya dalam pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan dan operasional Boiler Biomassa ini. Adapun fasilitas ini juga telah didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap yang menjadikannya pengoperasiannya sangat ramah lingkungan. Selain dampak ke lingkungan, melalui kerjasama ini, kami juga berhasil menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sumber bahan bakar yang diambil secara lokal, dan memberikan abu sekam yang dihasilkan, kembali kepada petani yang berguna sebagai pupuk organik.”

 

          Oleh sebab itu, keberadaan Boiler Biomassa menjadi energi baru yang terbarukan, serta terintegrasi dengan lingkungan pertanian di sekitarnya. Karena, sekam padi yang dihasilkan oleh para petani akan menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang diolah oleh Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui unit bisnisnya di kawasan PT Sarihusada Generasi Mahardhika Klaten Jawa Tengah. Ada 4 manfaat dari Boiler Biomassa, yaitu: 1) mengurangi emisi karbon ke atmosfer; 2) mengurangi limbah pertanian; 3) mengurangi biaya bahan bakar; dan 4) mewujudkan ekonomi sirkular.

  

Manfaat Boiler Biomassa

Manfaat dari Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indoensia)

 

           

          Kita memahami bahwa masyarakat biasanya memanfaatkan sekam padi untuk mengawetkan es batu atau membakar batu bata. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Bapak Sumarno, SE, MM mengharapkan agar Danone Indonesia bisa menggandeng lebih banyak Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Tentu, agar kesadaran petani tentang pemanfaatan sekam padi lebih meluas.  

          Bahkan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah tersebut menyinggung masalah penyerapan susu lokal, seperti dari Boyolali, Sukoharjo dan Banyumas. Agar, bisa digandeng oleh PT Sarihusada Generasi Mahardhika dalam menciptakan Nutrisi untuk Bangsa.  

          Dengan adanya pemanfaatan sekam padi, Danone Indonesia ikut berperan meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Juga, turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan bauran energi hingga 30% dan karbon netral di tahun 2060.

 

Kunjungan ke Boiler Biomassa

Narasumber dan pejabat menunjukan sekam padi sebagai bahan Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)


 

Kawasan Boiler Biomassa

Kunjungan narasumber dan pejabat ke tempat Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Beberapa proses atau tahapan dalam pengolahan sekam padi yang kaya kandungan silika di Boiler Biomassa adalah:

1.    Sekam padi diangkut menuju fasilitas boiler biomassa.

2.    Sekam padi dibawa menuju ruang pembakaran

3.    Proses pembakaran menghasilkan 2 material sisa, yaitu: 1) uap panas;  dan 2) abu sekam padi. Perlu diketahui bahwa asap hasil pembakaran yang keluar melalui cerobong rendah karbon.

4.    Uap panas digunakan sebagai bahan bakar untuk tenaga listrik untuk menggerakan fasilitas pabrik, dan abu sekam padi dimanfaatkan petani sebagai pupuk tanaman.  

 

          Sebagai informasi, abu sekam yang dihasilkan dari proses produksi Boiler Biomassa ini mengandung Silika yang tinggi, dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 ton/Ha. Danone dan BECIS telah mendistribusikan abu sekam ini bagi kelompok tani dan mendampingi aplikasinya bersama pupuk ke lahan pertanian padi seluas 159 Ha. Tentu, petani berharap besar agar produktivitas pertanian meningkat di masa depan.


Boiler Biomassa di pabrik PT. Sarihusadda

Pabrik di kawasan PT. Sari Husada Klaten Jawa Tengah yang menggunakan Boiler Biomassa (Sumber: Danone Indonesia)

 

BAURAN ENERGI

          Setelah acara peresmian Boiler Biomassa, dilanjutkan dengan acara talkshow, yang menghadirkan 3 narasumber yaitu:

1.    Bapak Karyanto Wibowo, selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia.

2.    Bapak DR. Ir. Sudjarwanto Dwiatmoko, selaku Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

3.    Marzuki Mohamad (Kill The DJ), selaku rapper dan pegiat pertanian.

 

 

Talkshow tentang Boiler Biomassa

Narasumber yang hadir dalam talkshow setelah inagurasi boiler biomassa di PT. Sari Husada Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danone Indonesia)

 

          Banyak informasi yang muncul dalam acara talkshow tersebut. Ada beberapa alasan penting, pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika Klaten Jawa Tengah menggunakan bahan sekam padi. Pertama, tidak dipungkiri bahwa kawasan pabrik menggunakan energi listrik. Dan, keberadaan Boiler tersebut membunuhkan energi listrik yang lebih besar. Maka, alternatif bahan yang mampu menghasilkan energi tinggi adalah pemanfaatan sekam padi yang melimpah.

          Kedua, pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika berada di kawasan pertanian. Di mana, setiap panen padi menghasilkan sekam padai yang melimpah. Oleh sebab itu, sesuai dengan visi Danone Indonesia One Planet One Health, maka sekam padi sangat cocok untuk bahan baku biomassa yang ramah lingkungan.

          Sebagai informasi, sekam padi yang dibutuhkan untuk biomassa tersebut menghasilkan 8.300 ton karbon. Jumlah tersebut setara dengan pemanafaatan 120 ribu pohon setiap tahunnya. Bahkan, dengan pemanfaatan sekam padi, pabrik milik Danone Indonesia tersebut bisa menurunkan emisi karbon sebesar  32% yang dihasilkan pabrik.

          Penurunan emisi karbon tersebut senada dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penciptaan energi baru terbarukan. Target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal bauran energi (energy mix). Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 13,32% dari rencana tahun 2025 sebesar 21,3% dalam bauran energi.

          Tidak dipungkiri, Jawa Tengah mempunyai sumber energi baru yang ramah lingkungan. Seperti, energi panas bumi (geothermal). Sebagai contoh, Panas bumi Dieng menghasilkan energi 60MW. Sedangkan, Gunung Slamet dan Gunung Telomoyo masih dalam tahap eksplorasi.

          Dari energi biomassa, Jawa Tengah menghasilkan rawa-rawa purba yang mampu menghasilkan gas. Seperti, Sumur Geni yang telah menyalurkan energi gas ke kurang lebih 300 rumah tangga di Karanganyar.

          Gubernur Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada semua pihak yang mampu menciptakan energi baru terbarukan. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada desa-desa yang mampu mandiri energi (seperti: penciptaan pompa pertanian dengan tenaga surya).

          Apalagi, dengan adanya penciptaan energi matahari yang ada di pabrik milik Danone Indonesia, maka berharap perusahaan lain bisa melakukan transisi energi. Sebuah energi baru yang ramah lingkungan dan mampu mengerem adanya perubahan iklim. 


Shogun 110 Jet Kuled, Motor yang Penuh Drama dan Kenangan (Part 2)

  Motor Shogun 110 Jet Kuled yang penuh drama dan kenangan (Sumber: dokumen pribadi) Sampai tulisan ini dibuat, saya sering menangis sendiri...