Sunday, August 12, 2018

8 Fasilitas Keren yang Bisa Anda Nikmati di Best Western Papilio Hotel Surabaya






Best Western (BW) Papilio Hotel Surabaya (Sumber: dokumen pribadi)


Best Western (BW) Papilio Hotel termasuk dalam jaringan hotel internasional Best Western (BW) Group.  BW Papilio Hotel terletak di kota Surabaya yang merupakan pilihan terbaik untuk stay baik dalam rangla liburan atau berbisnis. Tentunya, fasilitas yang memadai dan menarik merupakan pilihan dari para pelanggan yang datang. Berikut, 8  fasilitas keren yang bisa anda dapatkan saat stay di BW Papilio Hotel :

Mengusung Wisata Halal
Saat anda memasuki lobi hotel maka anda akan merasa nyaman dengan penerimaan bagian keamanan yang ramah dan murah senyum. Lobi hotel yang luas dengan desain yang menarik akan membuat betah bagi pelanggan untuk duduk santai sambil menunggu proses check in atau chec out.
Hal pertama yang menarik dari BW Papilio Hotel adalah mengusung Wisata Halal yang sedang tren saat ini. Kini, di Best Western Papilio Hotel bisa menemukan karyawan hotel yang mengenakan hijab. Wanita berhijab memang belum “diijinkan” untuk dipakai oleh seorang karyawan hotel. Namun, dengan mengususng wisata halal, memakai hijab bagi karyawan hotel bukan sekedar mimpi.  
Lagi, dengan adanya wisata halal maka BW Papilio Hotel tidak menyediakan minumam apapun yang mengandung alkohol. Jadi, konsep wisata halal ini ditegakan kepada siapapun baik tamu lokal maupun mancanegara. Khususnya, tamu barat  (western guests) yang biasa minum alkohol maka pihak hotel tidak bisa memenuhinya.

Lobi hotel dengan desain interior yang menawan dan mewah (Sumber: dokumen pribadi)


Kamar yang Asik dan Nyaman
Semua kamar yang tersedia di Best Western Papilio Hotel mempunyai desain interior yang menawan. Warna yang dikembangkan juga berwarna kalem seperti putih dan coklat. Juga, unsur kayu yang ada di setiap akamar memberikan kesan bersahabat dengan alam. Adapun, kamar yang tersedia di BW Papilio Hotel yaitu dari rate terendah hingga tertinggi Deluxe, Premium dan Suite.  


Kamar Deluxe (Sumber: dokumen pribadi)



Kamar deluxe twin beds (Sumber: dokumen pribadi)


Kamar premium (Sumber: dokumen pribadi)

 Setiap kamar mempunyai fasilitas hotel berbintang berkelas internasional. Anda bisa melihat video salah satu tipe kamar pada video berikut.


 Room Tour Kamar Deluxe (Sumber: dokumen pribadi/You Tube)


Menikmati Lansekap Kota Surabaya yang Mengagumkan
Menikmati lansekap kota Surabaya merupakan kepuasan tersendiri. Aplagi, jika menikmati lansekap tersebut dari ketinggian. BW Papilio Hotel memberikan spot yang menarik untuk menikmati lansekap kota Surabaya baik siang maupun malam hari.
Tempat yang asik untuk menikmati keindahan tersebut terletak di lantai 7 (Roof Top) yang bersebelahan dengan kolam renang atau Bantimurung Sky Pool & Café.
Anda juga bisa menikmati keindahan kota Surabaya sambil berenang atau berendam di kolam renang. Kolam renang yang tidak terlalu dalam baik untuk dewasa maupun anak-anak memberikan kepuasan tersendiri saat menikmati kota Surabaya dengan didampingi minuman atau kuliner yang menghangatkan suasana.  

Kolam renang yang bening membuat siapapun untuk mendinginkan tubuh (Sumber: dokumen pribadi)


Berendam sambil menikmati indahnya kota Surabaya (Sumber: dokumen pribadi)


Bantimurung Sky Pool & Café yang Instagrammable
Bantimurung Sky Pool & Cafe terletak di lantai 8 yang berdampingan dengan kolam renang. Tempat ini dirancang memang sebagai tempat yang nyaman dan menarik bagi tamu atau pengunjung agar bisa menikmati keindahan kota Suarabaya dari ketinggian.
Menarik, café ini didesain dengan hiasan kupu-kupu sesuai dengan nama tempat yang menarik di Sulawesi Selatan “Bantimurung” sebagai pusat berbagai macam kupu-kupu yang hidup dan terjaga kelestariannya. Desain arsitektur membuat café ini instagrammable banget. Anda bisa selfie atau wefie di mana saja karena tempatnya unik.


Bantimurung Sky Pool & Café di lantai 8 (Sumber: dokumen pribadi)

Latar belakang tulisan Bantimurung dan gambar timbul kupu-kupu bisa menjadi spot yang menarik. Anda akan terkesima dengan spot ini saat malam hari karena hiasan dinding tersebut terlihat mewah dengan garis lampu. Tambah lagi, warna tembok hitam yang berasal dari unsur batu alam dan unsur kayu memberikan kesan lebih alami.


Tulisan Bantimurung dan kupu-kupu bisa menjadi latar belakang swafoto anda (Sumber: dokumen pribadi)


Menu Mariposa Restaurant yang Komplit dan Desain Keren
Mariposa Restaurant yang terletak di lantai 7 merupakan fasilitas keren yang dimiliki oleh BW Papilio Hotel. Bukan hanya keragaman menu yang bervariasi dengan kluiner khas Indonesia. Tetapi, desain interior dan arsitektur restoran yang terkesan mewah menjadi nilai plus. Tiga tiang besar yang berada di bagian tengah yang didesain seperti kupu-kupu memberikan kesan artistik.


Mariposa restaurant yang mempunyai keragaman menu bervariasi (Sumber: dokumen pribadi)


Anda bebas memilih tempat duduk untuk menikmati keragaman kuliner yang ditawarkan. Tetapi, yang paling menarik adalah tempat duduk yang bersebelahan dengan tembok cermin dengan kursi panjang berwarna merah. Lampu Kristal yang tergantung di atasnya benar-benar memberikan kesan mewah. Bagi anda yang sedang memadu kasih atau honeymoon maka tempat duduk ini sangat pas sebagai ajang merekatkan hubungan.  


Kursi dan meja yang mewah dengan gantungan lampu kristal (Sumber: dokumen pribadi)


Tersedianya Ruangan untuk Merokok
Bagi anda yang hobi merokok maka saat habis makan, merokok menjadi sebuah kebiasaan. Tetapi, apa jadinya jika merokok dilarang atau tidak disediakan akses merokok? Pasti agak jengkel, bukan? BW Papilio Hotel memahami bahwa merokok adalah hak setiap orang. Oleh sebab itu, di kawasan Mariposa Restaurant telah disediakan ruang untuk merokok yang berdindingkan kaca.
Bagi anda yang merokok maka ruang merokok ini bebas buat anda untuk melakukan kebiasaannya. Ruangan yang tertup rapat dijamin tidak akan mengganggu bagi orang lain yang alergi dengan rokok.



Ruang untuk merokok di Mariposa Restaurant (Sumber: dokumen pribadi)


Diskon Cake yang Menggoda
Fasilitas keren yang dimiliki BW Papilio Hotel juga tersedianya diskon cake yang berada di lobi hotel. Diskon 50 persen dari pukul 18.00 sampai pukul 22.00 merupakan kesempatan bagi tamu saat rasa lapar atau sekedar untuk menikmati roti yang dijual hotel.
Variasi cake yang ditawarkan juga beragam. Anda tidak perlu hilang kesempatan saat ingin menikmati roti. Anda bisa bersantai di lobi hotel atau menikmatinya di dalam kamar.


Berbagai macam roti dengan rasa dan diskon menawan dari pukul 18.00-22.00 (Sumber: dokumen pribadi)


Tempat pilihan untuk RI 1
Sebagai informasi bahwa BW Papilio Hotel menjadi pilihan terbaik bagi RI 1 (Presiden RI) sekarang untuk menginap. Kamar tipe Suite yang berada di lantai 35 dan 36 menjadi kamar termewah yang ada di BW Papilio Hotel. Ciri khas dari kamar Suite adalah bed (ranjang tidur) yang telah dilengkapi dengan kain bermotif wayang.



Bed (ranjang tidur) dengan motif wayang di kamar Suite (Sumber: dokumen pribadi)


Kamar Suite juga telah dilengkapi dengan Ruang Keluarga atau Tamu dan dapur yang mewah. Sangat cocok bagi tamu pejabat pemerintahan atau tamu lain yang membutuhkan prestige dalam rangka menjamu relasi atau kolega bisnis.



Ruang keluarga yang luas dan nyaman (Sumber: dokumen pribadi)


Dapur yang mewah di kamar Suite (Sumber: dokumen pribadi)


Jadi, bagi anda yang hendak berlibur atau berbisnis di kota Surabaya maka BW Papilio Hotel menjadi pilihan yang menarik 8 Fasilitas keren yang ditawarkan hotel dijamin membuat anda ketagihan. Jika, beberapa pejabat hangout sekedar ngopi atau bersantai ria di hotel ini maka anda cocok sekali jika stay di BW Hotel Papilio Hotel. Selamat berlibur dan menikmati indahnya kota Surabaya dari ketinggian.  

Sunday, August 5, 2018

AM 2018 Bali dan "Showcasing" Indonesia di Mata Dunia





AM 2018 Bali yang akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada bulan Oktober 2018 (Sumber: kaskus.co.id/diolah)





Menurut Kepala Bank Indonesia Wilayah Bali Bapak Kausa Iman Karana (KIK) menyatakan bahwa persiapan perhelatan pertemuan keuangan terbesar di dunia IMF (International Monetary Fund) - WBG (World Bank Group) Annual Meetings (AM) yang akan diadakan di Nusa Dua Bali mencapai tahap 79 %. Kondisi tersebut diutarakan saat membuka acara “Diseminasi IMF - WBG Annual Meetings Kepada Regional Opinion Maker” yang diadakan di The Anvaya Beach Resort Kuta Bali tanggal 12-13 Juli 2018 lalu. Seluruh stakeholders yang terlibat dalam persiapan acara tersebut dihadirkan dan mempresentasikan kesiapan wilayahnya masing-masing.



Suasana pertemuan sebelum perhelatan AM 2018 Bali yang digagas Bank Indonesia (BI) dalam acara “Diseminasi IMF-WBG Annual Meetings 2018 Kepada Regional Opinion Maker” di Kuta Bali, tanggal 12-13 Juli 2018  (Sumber: dokumen pribadi)


Tamu Istimewa
Untuk mensukseskan hajatan terbesar sektor keuangan di dunia membuat Bali bersolek diri. Segala akomodasi dipersiapkan secara matang. Nusa Dua sebagai venue utama akan menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia. Karena, event internasional tersebut akan  menjadi momentum yang tepat untuk menunjukan kepada para tamu dari 189 negara tentang kemajuan bangsa Indonesia.
Serta, peluang emas  untuk meningkatkan pertumbuahan ekonomi yang diprediksi akan naik secara signifikan. AM 2018 Bali bukan hanya milik Nusa Dua atau Bali, tetapi menjadi milik bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia sebagai tuan rumah (host) sangat serius mempersiapkan diri untuk menjamu para tamu istimewa dengan sarana dan prasarana berkelas internasional sebaik mungkin.  Bahkan, bangsa Indonesia telah menjalankan program “Voyage to Indonesia” dengan tagline The World is Coming To Indonesia.
Mengapa AM 2018 Bali menjadi pertemuan keuangan terbesar dan prestigious di dunia? Perlu diketahui bahwa pertemuan tersebut akan dihadiri para tamu VVIP yaitu:  22 Kepala Negara (setingkat Kepala Negara) dari 189 negara. Serta, tamu VVIP lainnya yang terdiri dari : 1) Menteri Keuangan; 2) Gubernur Bank Sentral; 3) CEO Industri Keuangan; 4) Akademisi Terkemuka; 5) Lembaga Internasional; 6) Perwakilan CSO, NGO; 7) Anggota Parlemen; 8) IMFC/DC; 9) G20; 10) G7; 11) G24; 12) BRICS; 13) Press/Media; dan 14) Observer. Para tamu tersebut akan menghadiri kurang lebih 2.000 pertemuan.
Jumlah delegasi resmi saja akan mencapai 4.000 orang. Belum termasuk peserta yang tergolong sebagai Investor, Pelaku Sektor Keuangan sebanyak 4.000 orang. Ditambah, puluhan ribu orang dari Pimpinan/Staf  IMF-WBG,  CSO, NGO,  Journalist, Press dan lain-lain. Yang menarik adalah setiap delegasi atau peserta akan membawa pasangan dan keluarganya yang mencapai angka kurang lebih 15.000 orang. Oleh sebab itu, pertemuan terbesar sektor keuangan di dunia tersebut  akan dihadiri delegasi atau peserta yang menyentuh angka 20.000 orang. Ini adalah jumlah peserta pertemuan terbanyak yang ada di dunia.


Jumlah peserta yang hadir di AM 2018 Bali diprediksi bisa mencapai angka 20.000 orang. Sebuah pertemuan terbesar di dunia sektor keuangan (Sumber: dokumen pribadi)  


Untuk mengantisipasi jumlah peserta yang luar biasa maka bangsa Indonesia mempersiapkan segalanya untuk menyambut tamu istimewa tersebut. Berbagai fasilitas di beberapa sektor dikebut dan disempurnakan persiapannya. Di bidang perhotelan, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menyediakan kamar hotel bintang 4 dan 5 sebanyak 26.000 kamar,. Juga, tambahan kamar hotel bintang 3 sebanyak  4.200 kamar untuk menyambut tamu yang akan datang.
Di kawasan Nusa Dua sendiri telah menyiapkan Official hotels untuk official delegates  sebanyak 4.124 kamar dari 21 hotel. Untuk Meeting Venues  seperti BNDCC, BICC, Laguna, Nusa Dua Beach telah disiapkan sebanyak 89 ruang pertemuan. Bahkan, beberapa hotel seperti Hotel BND, Westin dan Grand Whiz akan diubah menjadi kantor sebanyak 598 ruang kantor dan 55 pusat bisnis.  Keamanan hotel berjalan selama 24 jam dengan sistem pengamanan hotel dibuat super ketat dan bekerja sama dengan Polda Bali.
Persiapan di sektor lainnya seperti infrastruktur jalan tol telah dirancang secara baik agar nyaman dan aman dilewati oleh tamu negara. Bandara International Ngurah Rai juga dirancang sebaik mungkin untuk menyambut tamu-tamu penting. Tidak ketinggalan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Bali telah mendesain secara sistematis untuk pengamanan pertemuan terbesar di dunia tersebut. Serta, mengantisipasi jika terjadi kondisi yang tidak diharapkan seperti bencana erupsi Gunung Agung atau bencana longsor secara tiba-tiba. 

Peluang Emas
Perlu diketahui masyarakat Indonesia bahwa AM 2018 Bali merupakan kesempatan dan peluang emas untuk “showcasing” pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa Indonesia di mata dunia. Manfaat besar akan diperoleh bangsa Indonesia berkali-kali lipat dibandingkan dengan dana yang digelontorkan untuk pertemuan terbesar di dunia tersebut yang menyentuh angka lebih dari 800 miliar rupiah. Perlu waktu lebih dari 500 tahun untuk bisa menjadi tuan rumah kembali di masa mendatang. Jadi, bangsa Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang emas di mana  para pelaku utama sektor keuangan dunia dan perhatian dunia tertuju pada negeri kita.
Penyelenggaraan AM 2018 Bali menunjukan pada dunia bahwa Indonesia mampu meningkatkan kemajuan ekonomi pasca krisis Asia. Kepemimpinan dan komitmen bangsa Indonesia dalam isu global juga menjadi nilai penting dengan kesuksesan menyelenggarakan AM 2018 Bali. Salah satu keuntungan yang bisa diperoleh bangsa Indonesia yaitu bisa melakukan promosi budaya, pariwisata dan teknologi keuangan (financial technologies) seperti keuangan syariah kepada peserta yang hadir. Dunia akan memperhatikan event terakbar tersebut secara live yang disiarkan oleh berbagai stasiun televisi dari 189 negara. Sungguh, sebuah “showcasing” bangsa Indonesia yang luar biasa di mata dunia.
AM 2018 Bali akan diselenggarakan lebih dari 7 hari. Dan, delegasi atau peserta pertemuan akan menghadiri berbagai macam pertemuan dan event lainnya. Tentunya, mereka mengkonsumsi makanan dan minuman. Bukan hanya mengeluarkan dana untuk membayar makanan dan minuman tersebut tetapi kuliner khas Indonesia akan menjadi objek yang menarik dalam pemberitaan televisi atau dunia maya.
Kebutuhan lainnya seperti: Transport & Akomodasi, Belanja & Hiburan, Wisata dan lain-lain merupakan modal besar untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan potensi penerimaan devisa. Oleh sebab itu, dana yang dibelanjakan para delegasi atau peserta dari pertemuan akbar tersebut diprediksi mencapai USD 100 juta atau 1,4 triliun rupiah. Jadi, pendapatan yang akan diperoleh bangsa Indonesia lebih besar dibandingkan dana yang digelontorkan untuk pertemuan akbar tersebut.
Ditambah lagi dengan keuntungan lainnya bagi bangsa Indonesia. Pada jangkauan regional Bali maka akan meningkatkan pertumbuhan  ekonomi  seperti di sektor MICE (penyelenggaraan event), pariwisata, sektor jasa, industri kecil dan sektor pendukung lainnya. Sektor lainnya yang akan menangguk keuntungan adalah sektor pariwisata. Bangsa Indonesia telah membuat 60 paket wisata selama AM 2018 berlangsung. Paket wisata yang ditawarkan untuk Bali sendiri sebanyak 33 Paket Wisata seperti Bali Sightseeing (28 paket wisata); Bali Cruise Package Tour (2 paket wisata); dan Bali Tour – President Gate In (2 paket wisata).
Bukan hanya paket wisata Bali yang diperkenalkan  pada pertemuan AM 2018 Bali tetapi paket wisata luar Bali juga diperkenalkan kepada delegasi dan peserta pertemuan. Sebanyak 27 paket wisata yang ditawarkan oleh Kementerian Pariwisata di AM 2018 Bali yaitu: Lombok (5 paket wisata); Komodo (7 paket wisata); Yogyakarta (5 paket wisata); Tana Toraja (4 paket wisata); Lake Toba (5 paket wisata); dan Banyuwangi (1 paket wisata). Tentunya, jumlah wisatawan yang potensial adalah jumlah delegasi atau peserta yang menyentuh angka 20.000 orang tersebut.
Jika, jumlah tersebut terpesona dengan keramahan dan pelayanan profesional bidang pariwisata maka berpeluang besar untuk melakukan “tambahan waktu” untuk berada di Indonesia. Bahkan, delegasi atau peserta tersebut akan mengajak saudara, teman, kolega bisnis dan lain-lain untuk berkunjung ke Indonesia. Serta, dari delegasi atau peserta sendiri akan melakukan kunjungan ulang pada kesempatan lainnya. Sebuah mata rantai kunjungan pariwisata  yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


AM 2018 Bali memberikan banyak peluang emas bagi Indonesia. Salah satunya adalah “showcasing” pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa Indonesia (Sumber: dokumen pribadi)


Pantas saja, menurut Oxford Business Group menyatakan bahwa Peru mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan setelah menyelenggarakan AM 2015 lalu. Peru memperkuat citra global menjadi destinasi MICE di kawasan Amerika Latin. Kontribusi bisnis pariwisata terhadap GDP dari tahun 2014 hingga 2016 naik sebesar 16,34 % dari 56,9 Juta PEN menjadi 66,2 juta PEN. Sedangkan, kontribusi bisnis pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja pada kurun waktu yang sama naik sebesar 6,82% 1.247  juta orang menjadi 1.332 juta orang.
Tentunya, bangsa Indonesia wajib mendulang peluang emas dari perhelatan terakbar sektor keuangan tersebut. Sektor leadership, Investasi dan perdagangan, Promosi Pariwisata dan MICE, dan Knowledge Transfer adalah peluang emas jangka panjang yang wajib dimanfaatkan sebaik mungkin.  
Kepemimpinan bangsa Indonesia di mata dunia, promosi produk unggulan dan pariwisata, serta jaringan para pelaku ekonomi dalam sebuah komunitas internasional adalah modal besar bagi bangsa Indonesia untuk bersaing secara global. Tentu, mimpi besar bangsa Indonesia yang melesat pertumbuhan ekonominya bukanlah “mimpi di siang bolong”. Kuncinya, ambil peluang emas AM 2018 Bali atau menunggu hingga 500 tahun lagi.

Sunday, July 1, 2018

Wisata Sejarah Benteng Pendem (Van Den Bosch), Surga Tersembunyi di Kota Ngawi





Benteng Pendem (Van De Bosch), wisata sejarah unggulan Pemerintah 
Kabupaten Ngawi Jawa Timur (Sumber: dokumen pribadi)



Hari Raya Lebaran sebagai Hari Kemenangan umat Islam telah berlalu. Hari yang menjadi titik balik sebagai insan yang kembali kepada fitrah (kesucian). Kini, di hari ibur Lebaran, banyak tempat-tempat wisata atau spot untuk hangout para orang tua atau generasi milenial yang diserbu pengunjung khususnya para pemudik. Oleh sebab itu, tempat wisata yang ada di daerah menjadi incaran para pemudik untuk menghabiskan masa liburnya sebelum kembali ke kota dan melakukan rutinitas kerja seperti sedia kala.
Kini, di jaman digital memberikan kemajuan setiap daerah untuk berbenah mengelola potensi wisata yang ada sebaik mungkin. Dari tempat wisata pantai hingga wisata dataran tinggi  yang mengandalkan keindahan alam pegunungan. Dan, mayoritas pengunjung paling happy saat berkunjung ke tempat wisata pantai atau gunung tersebut. Lonjakan pengunjung tersebut secara langsung akan meningkatkan pendapatan daerah di sektor wisata. Sama halnya dengan Pemerintah Ngawi Jawa Timur. Berbagai potensi wisata dikelola secara serius. Apalagi, para pengelola tempat wisata yang ada perlu memahami bahwa generasi milenial yang gemar mengabadikan momen saat liburan di berbagai akun media sosial (medsos) merupakan salah satu strategi marketing yang luar biasa. Kondisi ini bisa membantu awarness masyarakat akan potensi wisata Ngawi di ranah nasional.

Pesona Benteng Pendem
Di hari libur Lebaran, berbagai tempat wisata di Kota Ngawi mengalami lonjakan yang signifikan. Salah satu tempat wisata yang anti mainstream  menarik perhatian banyak pengunjung adalah Benteng Pendem (Fort of  Van Den Bosch). Kota Ngawi merupakan kabupaten paling barat di Jawa Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Kota Ngawi merupakan kota sejarah yang telah melahirkan banyak tokoh sejarah atau tokoh nasional. Gubernur RM. Soeryo, tokoh BPUPKI KRT. Rajiman Wedyodiningrat, Pengamat ekonomi Prof. Sri Edi Swasono, tokoh film Umar Kayam, model papan atas Ratih Sanggarwati, pelawak Topan & Leysus, dan lain-lain merupakan deretan tokoh yang lahir di kota yang terkenal dengan Kripik Tempe.  
Nama “Ngawi”  makin dikenal masyarakat Indonesia ketika Presiden Jokowi berkunjung ke kota Ngawi untuk melakukan temu wicara dan membagikan 850 unit hand tractor dan 337 unit pompa air untuk meningkatkan produksi beras petani di Desa Keras Wetan Kecamatan Geneng Ngawi pada tanggal Tanggal 31 Januari 2015 lalu. Bahkan, sang Presiden menyempatkan diri untuk menikmati kuliner Nasi Pecel khas kota Ngawi. Serta, menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat setempat secara langsung.
Benteng Pendem merupakan wisata sejarah yang patut dikunjungi. Tempat wissata ini merupakan surga tersembunyi yang menguak sejarah bangsa Indonesia masa lalu. Karena, bukan hanya tampilan bangunan yang masih kokoh berdiri meskipun di beberapa bagian rusak dan lapuk karena termakan usia tetapi banyak ilmu yang bisa diambil dari bangunan tersebut. Menurut angka yang tertera di bagian depan dekat pintu gerbang utama, Benteng Pendem dibangun pada masa penjajahan Hindia Belanda yaitu tahun 1839 - 1845.  Dinamakan “Fort of Van Den Bosch” atau Benteng Van Den Bosch karena bangunan tersebut dibangun saat Gubernur Jendral Belanda dipegang oleh Jendral Johanes Van Den Bosch.
Menurut laman Wikipedia menyatakan bahwa Benteng Pendem memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah kurang lebih 18 Ha. Lokasi Benteng Pendem mudah dijangkau para traveler, yaitu dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi, anda tinggal bergerak ke arah timur laut sejauh kurang lebih 1 km.  Menarik, letak benteng Pendem sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Dahulu, Benteng Pendem sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar seperti terpendam. Itulah sebabnya, Benteng tersebut lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem.
Bukan hanya itu, letak Benteng Pendem yang dekat dengan Bengawan Solo dan Sungai madiun merupakan ide yang cerdas Hindia Belanda. Perlu diketahui bahwa pada abad ke-19, Kota  Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan Belanda di wilayah Madiun dan sekitarnya dalam Perang Diponegoro (1825-1830). Apalagi, pada saat itu Hindia Belanda sedang mengahadapi berbagai perlawanan dari masyarakat pribumi, seperti  perlawanan yang dipimpin oleh kepala daerah setempat.  Di Madiun dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo dan di Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirotani.
Sayang, pada tahun 1825 Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Hindia Belanda.              Oleh sebab itu, untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis Ngawi serta menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia Belanda membangun Benteng Van Den Bosch. Benteng ini dihuni tentara Belanda sebanyak kurang lebih 250 orang yang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Jendral Johannes Van Den Bosch. Markas besar dan pertahanan tentara Belanda untuk melawan perjuangan Pangeran Diponegoro. Dan, markas besar tersebut terbagi atas Ruang pimpinan, pasukan, dan gudang amunisi. Jaman Sekarang, Benteng Pendem dikelola secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi. Adapun, DED Benteng Pendem (Van Den Bosch) bisa dilihat pada gambar berikut:


DED Benteng Pendem (Van De Bosch) (Sumber: http://ngawitourism.com)


Saat saya memasuki kawasan Benteng Pendem, maka sejak pintu gerbang benteng yang telah dilengkapi dengan gerigi pembuka gerbang khas tempo dulu sudah menunjukan bahwa bangunan tersebut khas Hindia Belanda. Pintu gerbang benteng yang dirancang berbentuk bagian atas melengkung seakan-akan membawa anda ke masa 180 tahun yang lalu. Dan, lebar benteng yang dibangun persegi panjang menutupi bangunan utama kira-kira 10 meter. Sekarang, persis di atas pintu gerbang benteng tersebut dipasang tiang bendera.



Pintu gerbang benteng Pendem (Sumber: dokumen pribadi)


Setelah melewati gerbang utama benteng, anda akan melihat bangunan utama 2 lantai yang memanjang memutar berbentuk persegi panjang layaknya benteng yang mengelilinginya. Bangunan yang masih kokoh berdiri meskipun warnanya kian memudar karena termakan usia menunjukan betapa hebatnya tentara Hindia Belanda kala itu. Persis Di bagian atas pintu gerbang bangunan utama tertulis tahun pembuatan Benteng Pendem yaitu angka 1839-1845. Bentuk pintu gerbangnya juga sama seperti pintu gerbang benteng. Bahkan, bentuk tersebut juga menghiasi setiap hiasan pinggir jendela kamar tentara.


Pintu utama kawasan bangunan utama Benteng Pendem (Sumber: dokumen pribadi)


              Di kawasan bangunan utama, anda bisa menikmati bangunan Hindia Belanda tempo dulu yang telah mengalami banyak keruntuhan di beberapa bagian. Bagian lantai dua adalah bangunan yang mengalami kerusakan hebat. Banyak lantai dua bangunan yang telah jebol atau rusak sama sekali. Pihak Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya memugar bagian-bagian tertentu yang bisa diselamatkan. Bahkan, lantai dasar bangunan utama bagian utara sebagian besar ditutup rapat sebagai usaha sarang walet. Kebetulan, kini Benteng Pendem masuk dalam komplek tentara yang ikut menjaga keselamatan Benteng Pendem.  



Kawasan bangunan utama dan bagian lantai dua bangunan yang 
mengalami kerusakan fatal (Sumber: dokumen pribadi)


Hal Menarik
Jika anda berkunjung ke Benteng Pendem, maka anda akan menemukan hal yang menarik.  Ada 5 hal menarik yang bisa anda temui di kawasan bangunan utama. Hal menarik tersebut akan memberikan pemahaman tentang sejarah Benteng Pendem yang seutuhnya. Bukan itu saja, anda bukan hanya berwisata bersama keluarga tetapi anda akan menelusuri sejarah bangsa Indonesia tempo dulu. Sebagai tambahan, hal yang menarik lainnya merupakan tambahan pengelola untuk memanjakan pengunjung.
Pertama, anda bisa menikmati bangunan utama sang pemimpin tentara Hindia Belanda Jendral Van Den Bosch yang terletak sebelah kiri atau barat setelah kita masuk gerbang utama. Bangunan yang sangat mewah pada jamannya dengan beberapa tiang bulat tinggi khas Hindia Belanda menunjukan kewibawaan sang penghuninya.  Sebagai penunjuk bagi pengunjung maka pihak pengelola memasang foto Jenderal Van Den Bosch  di depan pintu bangunan tersebut  dan pintu masuk benteng. Jika sekilas melihat foto sang jendral maka tidak memberikan kesan angker. Tetapi, saat menengok perjalanan sejarah anda akan memahami bahwa beliau adalah pemimpin yang berdarah dingin.    


Tempat tinggal Jendral Van Den Bosch (Insert: Saya, di depan gambar Jendral Van Den Bosch yang terletak dekat pintu gerbang) (Sumber: dokumen pribadi) 


Kedua, jika anda berjalan ke arah timur maka anda akan menemui penjara yang berada di bagian pojok kiri dan kanan bangunan. Dahulu, penjara tersebut digunakan untuk menahan orang pribumi (bangsa Indonesia) yang melawan penjajahan Hindia Belanda. Bahkan, para pekerja rodi yang membangun Benteng Pendem tersebut juga merasakan getahnya. Anda pasti memahami bahwa pekerja rodi dipekerjakan Hindia Belanda tanpa adanya batas-batas kemanusiaan. Jika, ada yang melawan maka penjara yang lembab dan dingin menjadi taruhannya. Dan, dipastikan berujung pada kematian. 



Penjara Hindia Belanda yang diperuntukan untuk para pejuang bangsa Indonesia (Sumber: dokuem pribadi)


Ketiga, di bagian pinggir sebelah barat lapangan timur, anda akan melihat gundukan bekas sumur yang kini tertutup rapat oleh tanah dan ditumbuhi rumput yang menghijau. Perlu anda ketahui bahwa  sumur tersebut merupakan sumur tua yang digunakan untuk mengubur ratusan bahkan ratusan mayat penduduk pribumi yang bekerja rodi. Sebuah kekejaman yang dilakukan Hindia Belanda tempo dulu. Bahkan, pejuang bangsa Indonesia khususnya anak buah Pangeran Diponergoro juga banyak yang mengalami nasib naas seperti pekerja rodi.




Sumur tua yang terletak di bagian barat lapangan timur tempat mengubur para pejuang Indonesia (Sumber: dokumen pribadi)


Keempat, jika ada berjalan  menyusuri ke belakang bangunan (pojok barat laut) dekat dengan gerbang belakang maka anda akan menemukan sebuah kuburan yang berhiaskan nisan putih dan ditumbuhi pohon kamboja. Makam tersebut dihuni bukan orang sembarangan. Makam yang berwarna biru dan putih  merupakan  makam K.H Muhammad Nursalim. Perlu anda ketahui bahwa  K.H Muhammad Nursalim  merupakan ulama besar, pejuang dan salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke Benteng. Sebagai informasi,  K.H. Muhammad Nursalim adalah orang yang menyebarkan agama Islam pertama di Ngawi. Sungguh malang bagi  K.H Muhammad Nursalim . Akhirnya, Pemerintah Hindia Belanda memburu sang kyai  untuk  ditangkap, dipenjara dan dikubur hidup-hidup di area benteng Pendem.




Makam KH. Muhammad Nursalim yang berada di bagian belakang atau dekat 
dengan pintu belakang benteng Pendem (Sumber: dokumen pribadi)


Kelima, bangunan benteng Pendem banyak dihuni bukan hanya sarang walet yang terdapat di bangunan sebelah utara. Tetapi, kawasan bangunan Benteng Pendem juga banyak dihuni oleh ratusan burung merpati yang siap menyambut anda. Juga, untuk memanjakan pengunjung, pengelola telah melengkapi sepeda motor dan mobil jip kecil untuk kecerian pengunjung anak-anak. Pengelola juga melengkapi dengan mobil jip tentara yang bisa digunakan sebagai ajang selfie atau wefie. Sebagai informasi, kawasan Benteng Pendem juga merupakan spot yang asik dan ciamik buat acara pre-wedding.


Bagian lapangan sebelah barat disediakan mobil jip tentara sebagai ajang fotografi (Sumber: dokumen pribadi)


Jadi, jika anda jalan-jalan ke Kota Ngawi, jangan melewatkan untuk mengunjungi pesona keindahan Benteng Pendem. Ya, Benteng Pendem menjadi surga tersembunyi yang patut dikunjungi bagi para traveler. Bukan hanya menikmati pesona keindahan tempo dulu tetapi sebagai wisata sejarah menelusuri jejak Hindia Belanda di kota Ngawi. Traveling yuk  ke Ngwi dan mampir di Benteng Pendem. 


LGBT, Perilaku Manusia Melawan Hukum Alam

  Warna-Warni yang melambangkan kaum LGBT (Sumber: shutterstock)         "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil ber...