Friday, April 19, 2019

Mimpi Besar Kecepatan Internet Tinggi di Ruang Publik


Pemancar jaringan internet di Taman Lapangan Puputan Badung 
(Sumber: dokumen pribadi)



     Perkembangan dunia digital tidak bisa dibendung. Peningkatan pengguna telepon pintar (smartphone) penduduk Indonesia semakin kuat. Kondisi inilah yang menyebabkan perkembangan jumlah pengguna internet. Menurut laporan Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019, pengguna internet masyarakat Indonesia mampu menembus 175 juta pengguna internet atau sekitar 65,3% dari total penduduk Indonesia 258 juta jiwa. 

     Peningkatan komunikasi digital masyarakat Indonesia juga makin baik dengan kehadiran tol langit Palapa Ring. Ring Barat dan Ring Tengah telah diselesaikan. Dan, Ring Timur akan selesai pada tahun 2019.  Kehadiran tol langit ini mampu menjangkau komunikasi untuk masyarakat 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal). 

     Jaringan komunikasi menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudahan komunikasi tersebut dibantu oleh adanya koneksi Internet yang bisa diandalkan. Kecepatan akses informasi melalui internet merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. 

     Ketika, informasi dari belahan nusantara cepat diakses maka informasi tersebut bisa cepat tersampaikan dan dieksekusi. Oleh sebab itu, ada pertanyaan menarik yang menjadi masalah bangsa Indonesia, “sejauh mana kecepatan internet di Indonesia dibandingkan negara lain?”.   

Kecepatan Internet Dunia, Indonesia?
Puaskah anda dengan kecepatan internet Indonesia?  Di mana kecepatan internet meliputi kecepatan internet kabel dan internet mobile. Sebelum anda menjawabnya, mari kita perhatikan kecepatan internet di beberapa negara di belahan dunia. Bandingkan dengan kecepatan internet di negeri kita. 


Kecepatan Internet Kabel dan Mobile Beberapa Negara di Dunia
(Sumber: Speedtest Global Index, 2017/viva.co.id/diolah)


     Dari tabel di atas menunjukan bahwa dari internet kabel, negeri tetangga Singapura memiliki kecepatan internet kabel tercepat di dunia. Mencapai kecepatan internet untuk unduhan hingga 153,85 Mbps. Sedangkan, untuk internet mobile, Norwegia memiliki kecepatan internet mobile tercepat di dunia. Kecepatan internet untuk unduhan hingga 62,66 Mbps. Singapura juga masih menduduki urutan keempat dengan kecepatan unduhan hingga 51,5 Mbps

     Jika, kita cermati negara-negara yang mempunyai kecepatan internet tinggi tersebut merupakan negara-negara yang dikenal maju di dunia. Yang menarik adalah negeri kita menduduki urutan ke-93 untuk kecepatan internet kabel hingga mencapai 13,38 Mbps untuk unduhan. Dan, urutan ke-106 untuk kecepatan internet mobile hingga mencapai 9,73 Mbps untuk unduhan.      

     Menurut laman www.viva.co.id menyatakan bahwa kecepatan internet Indonesia juga masih kalah dari Filipina. Negara tersebut memiliki kecepatan unduh rata-rata 9,4 Mbps hingga 19 Mbps. Diikuti oelh negara Panama (10,1 Mbps, maksimal 20 Mbps) dan Vietnam (21,2 Mbps, maksimal 26,4 Mbps). 

Tes Kecepatan Internet Ruang Publik
Dari pembahasan kecepatan internet di atas, Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara-negara lain di dunia, khususnya negara tetangga. Padahal, kuantitas pengguna internet makin meningkat. Kondisi ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bangsa Indonesia. Menurut saya, kecepatan internet sebuah negara mencerminkan kemajuan negara. Dengan kata lain, kecepatan internet bisa berbanding lurus dengan kemajuan bangsa. 

     Mengapa? Saat akses informasi dari program pemerintah semakin cepat diakses masyarakat maka semakin cepat mendapat dukungan dari masyarakat. Kondisi terkini sebuah negara juga makin cepat diketahui. Juga sebaliknya, informasi kondisi masyarakat juga bisa di-update secepat mungkin. Dalam hal ini, kecepatan internet mutlak dibutuhkan. 

     Kecepatan internet juga sangat dibutuhkan masyarakat di ruang publik. Saat negara lain seperti Singapura memanjakan warganya dengan akses internet super cepat, bagaimana dengan Indonesia? Akses internet di ruang publik merupakan keniscayaan masyarakat Indonesia. Program-program pemerintah di tingkat pusat dan daerah makin mudah direspon dan mendapatkan dukungan masyarakat. 

     Kecepatan internet yang bisa diandalkan juga berpengaruh terhhadap peningkatan ekonomi digital. Sekarang, banyak pelaku UMKM yang mengandalkan peran kecepatan internet. Kecepatan internet memberikan dampak besar terhadap kecepatan respon terhadap pelanggan. Semakin cepat respon pelanggan, maka semakin meningkat pesanan. Hal ini bermuara terhadap peningkatan taraf ekonomi. 

     Kemarin, saya menyempatkan diri berkunjung ke Taman Kota di Lapangan  I Gusti Ngurah Made Agung atau Lapangan Puputan Badung, Denpasar.  Kawasasn ini banyak dikunjungi masyarakat di pagi dan sore hari. Serta, saat musim liburan dan ada acara yang menarik. Bahkan, menurut informasi dari Pemerintah Kota Denpasar, di kawasan tersebut telah disediakan akses jaringan WiFi bagi masyarakat. Hal ini memberikan kemudahan, khususnya masyarakat Kota Denpasar dalam mengakses informasi apapun.    


Taman Kota Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Insert: prasasti  (Sumber: dokumen pribadi)


Di kawasan Lapangan Puputan Badung, saya menyempatkan diri untuk melakukan tes kecepatan internet menggunakan aplikasi Network Speed Monitoring. Pertama, saya melakukan tes jaringan WiFi. Hasilnya, kecepatan internet tertinggi mencapai 2 Kbps (lingkaran merah). Dan, kecepatan internet saat dialkukan tes mencapai 557 Bps (lingkaran biru).  Anda bisa melihat gambar berikut. 


Tes kcepatan internet jaringan WiFi di Lapangan Puputan Badung 
(Sumber: dokumen pribadi)


     Kedua, saya melakukan tes keepatan internet dari salah satu provider besar Indonesia yaitu Smartfren. Hasilnya, kecepatan tertinggi mencapai  1,5 Mbps (lingkaran merah). Dan, kecepatan internet saat dilakukan tes mencapai 323 Bps (lingkaran merah). Anda bisa melihat gambar berikut.  


Tes kcepatan internet jaringan salah satu provider (Smartfren) di Lapangan Puputan Badung (Sumber: dokumen pribadi)


     Fakta kecepatan internet dari 2 jaringan tersebut merupakan salah satu contoh bahwa kecepatan internet di Indonesia “belum bisa diandalkan”. Kontra sekali dengan perkembangan pengguna smartphone  yang meningkat secara signifikan. Juga, rendahnya kecepatan internet Indonesia menjadi penghalang untuk kecepatan akses informasi masyarakat terhadap program-program yang sedang digulirkan Pemerintah. Juga, rendahnya kecepatan internet Indonesia menghalangi akselerasi Indonesia menjadi negara maju.  

Mimpi Besar
Kita semua bermimpi besar tentang kecepatan internet tinggi. Bukan itu saja, biaya mengakses internet yang murah juga menjadi harapan masyarakat. Harus diakui, dalam hal kecepatan internet dan biaya internet, kita bisa belajar dari negeri tetangga Singapura. Biaya internet di negeri tersebut sebesar 39,84 Pound Sterling atau 727.457 rupiah. 

Saya mempunyai kenalan orang Singapura. Dia menyatakan bahwa negaranya begitu memanjakan warganya dalam mengakses informasi. Bahkan, masalah kepemilikan perangkat gadget sangat dimanjakan. Warga mendapatkan smartphone terbaru secara gratis. Hal ini sebagai rasa terima kasih Negara setelah warga membayar pajak kepada negara. Sungguh mengagumkan. 

Mampukah bangsa Indonesia mempunyai kecepatan internet tinggi? Ini bukan pertanyaan murahan atau isapan jempol belaka. Pemerintah perlu memenuhi harapan masyarakat agar akses informasi mudah dijangkau. Seperti pembahasan di atas, Indonesia bisa menjadi negara maju jika mampu memenuhi mimpi besar warganya dengan kedepatan internet tinggi. 

Kecepatan internet tinggi berpengaruh terhadap peran masyarakat dalam pembangunan bangsa. Apalagi, saat pelaku ekonomi digital semakin berkembang maka kecepatan internet tinggi sangat dibutuhkan. Keterlibatan pemerintah tetap dibutuhkan meskipun telah melakukan konektivitas jaringan seluruh nusantara dengan diluncurkannya Palapa Ring. Kini, pemerintah ditunggu peran besarnya dalam meningkatkan kecepatan internet. Karena, kecepatan internet tinggi tetap menjadi Mimpi Besar masyarakat. 









Tuesday, April 16, 2019

Kuota dan Serangan Fajar

Serangan fajar dari Caleg menjelang Pemilu 2019 (Sumber: dokumen pribadi)


Politik kini memang kejam. Bahkan, politik membutuhkan biaya tinggi. Money politic (politik uang) menjadi dekorasi indah setiap Pemilu. 

Politik uang menjadi cara ampuh dan pamungkas bagi caleg atau capres untuk menjerat konstituen memiihnya. Meskipun, teknologi media sosial semakin gencar memberitakan politik kotor dari politik uang, tetapi pada prakteknya para pelaku tak kenal takut dan jera. Hukum sosial tidak menjadi masalah. Terpenting, posisi empuk sebagai wakil rakyat atau Presiden bisa diraihnya.

Setiap orang telah menentukan pilihannya di TPS nanti. Tetapi, pelaku politik tak kenal menyerah untuk mendulang suara. Swing voters pun diburu. Yang masih bimbang menentukan pilihannya  menjadi target. Atau, teman dekat dan orang awam. Cara manjur dan kotor adalah dengan melakukan SERANGAN FAJAR atau lebih dikenal di Jawa Timur sebagai BOM-BOMAN. 

Ketika keinginan untuk meraih kekuasaan dengan cara kotor, DIPASTIKAN akan menjadi PEJABAT KOTOR. Mereka akan berpikir keras MENGERJAI RAKYAT, konstituennya dengan cara yang kotor. Memainkan kebijakan publik yang menguntungkan dirinya. Salah satunya adalah dengan merampok uang rakyat atau KORUPSI. Sebisa mungkin, biaya politik dapat kembali.

Apa yang kita lakukan dengan adanya serangan fajar? Menurut Capres Prabowo Subianto mengatakan bahwa serangan fajar tersebut diterima saja. Karena, menurutnya uang tersebut adalah uang rakyat. Tetapi, ketika Pelaku politik telah berlaku bohong terhadap rakyat sejak awal, maka akan dibohongi kembali oleh masyarakat saat di TPS. 

Yang menarik adalah baik Capres dan Caleg melakukan serangan fajar ditingkat bawah dengan sistem KUOTA. Tim sukses memberikan serangan fajar untuk mendulang suara di tiap TPS. Mereka mematok (target) suara sebanyak 5 untuk tiap TPS. Jadi, serangan fajar pun diluncurkan kepada 5 orang terdekat atau siapapun yang bisa digaet suaranya. 

Besaran serangan fajar pun bervariasi. Saya pun mendapatkan serangan fajar untuk Caleg dan Capres kisaran 30 ribu-50 ribu per amplop. Sungguh nista sekali. Suara kita menjadi BANCAKAN para calon pencuri uang rakyat. Saat kita bingung menentukan pilihan, maka target serangan fajar akan ampuh. Tetapi, bagi yang menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang yang baik maka serangan fajar tersebut tidak merubah PILIHAN.

MARI BERPIKIR CERDAS BROSIS. Politik uang melalui serangan fajar atau Bom-boman itu KOTOR. Cara kotor pelaku politik seperti Caleg atau Capres untuk menggaet suara. Ada peribahasa indah, saat kau butuh suara kami, kau bagai pengemis yang memohon belas kasihan. Dari kemarin anda kemana? Pedulikah anda?

Berpikir yang benar. Memilih Caleg atau Capres bukan untuk satu atau dua hari. Ini pertaruhan masa depan bangsa 5 hingga puluhan mendatang. Pilihlah dengan hati nurani. Pilihlah Caleg yang berdedikasi tinggi. Pilihlah Capres yang mengemban amanat rakyat. Jangan taruhkan masa depan bangsa dengan kuota serangan fajar uang 50 ribu. Ambil kesempatan terbaik. Sekarang! 


Selamat mencoblos di TPS! 

Saturday, April 6, 2019

Penting, 4 Hal Kecil dan Sepele Sebagai Penghalang Indonesia Menjadi Negara Besar

4 Hal yang menghalangi Indonesia Menjadi Negara Besar (Sumber: dokumen pribadi)



     Indonesia sudah 73 tahun merdeka. Dan, sudah kenyang terhadap aksi penjajahan. Dari Portugis, Belanda hingga Jepang. Serta, kemerdekaan menjadi sarana untuk membangun bangsa. Membuat sejarah untuk menjadi bangsa yang besar dan maju. Namun, kenyataanya, hingga detik ini bangsa Indonesia belum menjadi bangsa yang maju. Masih menjadi bangsa yang berkembang. Ada yang salah? Siapa? Kita semua. 

     Berkaca dari bangsa Jepang yang dibom atom di Hiroshima. Negara luluh lantak. Korban berjatuhan dan sepertinya tidak mungkin bangkit lagi. Faktanya, Jepang menjadi negara maju yang disegani dunia. Bahkan, kalau boleh jujur. Bangsa Indonesia "sangat ketinggalan kereta" dengan negeri Sakura itu. 

     Mari kita berkaca, apa sih yang salah dengan negeri kita. Sebenarnya banyak hal yang menghambat negeri kita menjadi negara maju. Dan, hal-hal tersebut menjadi "obstacle" (hambatan) negeri kita menjadi negara maju. 

     Setidaknya ada 4 hal kecil dan sepele yang memiiki dampak signifikan terhadap kemajuan bangsa. Hal-hal tersebut sering kita pinggirkan. Adapun, 4 hal tersebut adalah:


1. BUDAYA MALU. 
     Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah yang menjadi suri tauladan kita semua.  Beliau memegang teguh budaya malu. Malu saat bolak-balik untuk menerima wahyu perintah sholat 5 waktu dari ALLAH SWT. 

     Bagaimana dengan kita? Perlunya budaya malu jika berbuat keburukan. Malu jika berbuat hal yang buruk. Dan, malu adalah alat penting untuk terhindar dari berbuat keburukan. 

     Sebagai pejabat publik atau pemimpin, malu jika menjadi pemimpin yang tidak amanah. Dan, budaya malu itu sepertinya jauh dari harapan. Pernahkah anda tahu bahwa saat pejabat penting di Jepang berbuat kesalahan maka pejabat yang bersangkutan mengundurkan diri. Mereka malu jika tidak berbuat baik buat rakyatnya. 

     Berbeda sekali dengan budaya masyarakat kita. Lihatlah saat pejabat berbuat kesalahan maka mereka dengan percaya diri mempertahankan kekuasaannya. Bahkan, mereka mencari "kambing hitam" yang sebisa mungkin bisa menjadi tumbal.

     Bagaimana dengan rakyat umum kita? Tren membuka aib sendiri demi nama baik dan mencari pundi-pundi. Aib mereka menjadi komoditas untuk mendulang rejeki. Bagaimana aib mereka seperti artis dan rakyat kebanyakan dipertontonkan dan menjadi kebanggaan tersendiri.

     Budaya malu yang masih minim di negeri ini sejatinya menjadi penghalang untuk menjadi negara maju. Karena, saat budaya malu masih tidak ada dalam negeri ini maka keinginan menjadi "negara maju" masih dalam angan-angan. Malulah pada diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Tahu. 


2. BUDAYA ANTRI.
     Banyak di negara maju yang menunjukan bahwa mereka tertib karena BUDAYA ANTRI yang dijunjung tinggi. Tahukah anda bahwa budaya antri mengajarkan kita untuk saling menghormat sesamanya. Budaya antri membuat segalanya menjadi mudah.

     Saat anda mau antri, maka anda tidak menyerobot hak orang lain. Oleh karena itu, Budaya Antri sejatinya menjunjung  dan menghormati hak orang lain. Tidak menyakiti hak-hak orang lain. 

     Ketiadaan budaya antri bisa membuat perpecahan antar sesama. Bahkan, tanpa budaya antri membuat segala sesuatu tidak berjalan dengan baik. Lihat, bagaimana orang berebut memasuki KRL di Jabotabek. Kondisi menjadi kacau, bukan? Bahkan, tanpa antri, kita sering mendengar ibu-ibu sesak nafas atau jatuh pingsan saat mengantri atau berebut sembako di sebuah acara.

     Sepertinya, budaya antri perlu dalam sebuah kurikulum pendidikan. Bahkan, pendidikan budaya antri ditanamkan sejak dini. Perlu tindakan kontinuitas dalam membangun karakter untuk antri dalam setiap kegiatan. Kita semua rindu budaya antri masyarakat Indonesia seperti negeri Jepang.


Perlunya budaya antri sejak dini (Sumber: NgeHits.net)


3. MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA.

       Sampah hingga kini masih menjadi masalah bangsa. Kita menyadari bahwa masalah sampah sungguh pelik. Bahkan, sampah pernah menjadi bahaya longsor di Jawa Barat. 

         Sampah kini bertebaran bukan pada tempatnya. Tetapi, menyeruak ke tempat yang dilarang. Sungai, kendaraan, hingga tempat publik sering ditemui tempat sampah bertebaran. Bahkan, MRT Jakarta menjadi sorotan tentang bertebarannya sampah setelah dikomersialkan. 

        Ada pepatah dalam masyarakat, "budaya membuang sampah masyarakat negeri kita sudah akut". Ya, membuang sampah sembarangan membuat lingkungan kotor. Dampaknya, pencemaran lingkungan akan dirasakan bersama. 

         Saya pribadi telah menanamkan budaya membuang sampah pada tempatnya. Bungkus makanan saya simpan di tas. Dan, akan dibuang setelah menemui tempat sampah terdekat. Bisakah KALIAN LAKUKAN BUDAYA MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA? Kuncinya, KESADARAN ANDA MEMBUAT LINGKUNGAN BERSIH.

         Perlunya penanaman kesadaran masyarakat kita tentang BUDAYA MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA sejak dini. Hindari membuang sampah di sungai. Budayakan membuang sampah di tempatnya. 


Masyarakat kita kurang sadar untuk buang sampah pada tempatnya (Sumber: dokumen pribadi)


4. HINDARI KORUPSI
     Korupsi adalah kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Crime). Korupsi mampu menghancurkan masa depan bangsa. Korupsi juga merusak masa depan orang lain. Merusak hasil bumi bangsa Indonesia. Harta kekayaan bangsa yang dicuri sudah bukan hitungan juta tapi sudah hitungan miliar bahkan triliunan. Dan, itu adalah harta milik rakyat. 

     Yang menarik adalah tingkat korupsi kita sudah di tingkat yang mengkhawatirkan. Beberapa minggu ini saja, para elit politik banyak yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Lembaga Anti Rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

     Pernahkah anda tahu? Bahwa tingkat korupsi yang tinggi di tingkat elit inilah menjadi penghalang Indonesia menjadi Negara Maju.  Lucunya, di tingkat grassroot atau masyarakat umum, tindakan korupsi masih sering dilakukan. Dari korupsi waktu jam kerja hingga "menilap" uang perusahaan atau lembaga. 

     Anda bisa melihat infografis berikut yang menggambarkan bagaimana tindakan korupsi bekerja. 


Perlunya menghilangkan tindakan korupsi (Sumber: indonesiabaik.id)


     Itulah 4 hal kecil dan disepelekan. Tapi, menjadi hal yang krusial untuk menghalangi bangsa Indonesia menjadi negara besar. Perlu kerjasama dan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mewujudkan hal tersebut. Dan, kerja keras tiada henti menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang disegani bangsa lain. 

     Semoga tulisan saya menginspirasi banyak orang khususnya yang menginginkan bangsa Indonesia menjadi negara besar. 

      Salam Indonesia negara Besar!

Menuju Indonesia Maju dengan Teknologi Transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek

Proses lifting car atau pengangkatan rangkaian kereta pertama ( trainset )  LRT Jabodebek  di Stasiun Harjamukti, tanggal 13 Oktobe...