Wednesday, January 27, 2021

Mistis, Pengalaman Nyata Mengangkat Harta Alam Gaib

 

Harta Alam Gaib (ilustrasi/dakwahsunnah.com)

 

 

Percayakah anda dengan keberadaan Harta Alam Gaib?

 

Pertanyaan di atas bersifat relatif. Maksudnya, ada yang percaya, tetapi ada yang tidak percaya sama sekali dengan keberadaan Harta Alam Gaib. Karena, hal yang gaib tidak bisa dibuktikan secara ilmiah (baca: fisik). Tetapi, jika anda pernah mengalami proses pengangkatan Harta Alam Gaib, maka persepsi anda akan berubah. Karena, dalam pandangan agama Islam sendiri menyatakan bahwa salah satu keimanan kita adalah Percaya dengan Hal yang Gaib.

Mungkin, semula opini saya sama dengan anda. Yang tidak percaya dengan keberadaan Harta Alam Gaib. Karena, membutuhkan pembuktian secara kongkret. Namun, ketika saya menyaksikan dengan “mata kepala” sendiri. Saya baru percaya bahwa keberadaan Harta Alam Gaib memang benar adanya. Hal itu, semata-mata karena kekuasaan Allah SWT.

 

JUMAT KLIWON

 

Pengalaman mistis tentang keberadaan Harta Alam Gaib, saya alami sendiri sekitar tahun 2004-2005. Sebenarnya, keterlibatan pengalaman saya dalam mengangkat Harta Alam Gaib terjadi SECARA TIDAK SENGAJA. Karena, saya bukanlah orang yang mempelajari ilmu kanuragan atau tenaga dalam. Seperti, yang terjadi dalam sinetron-sinetron mistis di televisi.

Kejadian bermula, ketika saya berbincang-bincang santai dengan tim saya dalam pekerjaan kantor. Sebut saja namanya Anwar (tidak nama sebenarnya). Memang, asik sekali ketika kita ngobrol hal-hal yang berbau mistis. Bikin merinding tetapi menyenangkan.

Berlanjut, si Anwar ini “nyeletuk” bahwa dekat rumahnya ada sebuah kolam atau empang. Di mana, di empang tersebut ada kejadian mistis yang pernah dialami beberapa temannya.

Sejatinya, empang tersebut dijadikan tempat untuk memancing. Suatu hari menjelang maghrib, temannya melihat dengan jelas “penampakan” kereta kencana emas yang dikendarai seorang wanita cantik berpakaian ala kerajaan sunda tempo dulu. Kereta kencana tersebut perlahan-lahan memasuki empang.

Kejadian aneh tersebut menjadi pembicaraan hangat di kalangan teman-teman Anwar. Akhirnya menjadi sebuah kesimpulan, bahwa di empang tersebut merupakan sumber Harta Alam Gaib kerajaan gaib tempo dulu.

Banyak orang yang berusaha untuk mengangkat Harta Alam Gaib. Dengan syarat, tidak diketahui publik agar tidak menjadi geger. Tentu, hal seperti ini sangat sulit dilakukan. Karena, membutuhkan orang yang mempunyai ilmu kanuragan tingkat tinggi. Akhirnya, hal mistis tersebut menjadi “kenangan yang tak terlupakan”.

Nah, pembicaraan Harta Alam Gaib Anwar menarik perhatian saya. Semula, saya terkesan biasa dengan keberadaan Harta Alam Gaib. Namun, karena informasi yang dikatakan Anwar bahwa  Harta Alam Gaib hingan berton-ton beratnya. Maka, pikiran saya pun terusik.

 

“Kalau benar info Harta Alam Gaib itu benar adanya, Coba, nanti saya cari info, siapa tahu di Ngawi ada orang yang bisa ngangkat” kata saya pada Anwar.

 

Gayung pun bersambut. Ketika, saya pulang ke Ngawi dari kantor saya di Purwakarta. Saya mendapatkan informasi tentang sosok orang (paranormal) yang bisa mengangkat Harta Alam Gaib dari jarak jauh. Ternyata, sosok paranormal itu tidak jauh dari tempat tinggal saya. Sebut saja namanya Mas Agus (bukan nama sebenarnya). Orangnya masih muda, pemimpin dari sebuah perguruan pencak silat dan tenaga dalam.

Ada syarat penting untuk mengangkat Harta Alam Gaib tersebut. Pertama, dibutuhkan tanah tempat Harta Alam Gaib berada. Saya dan Anwar pun bolak-balik Ngawi-Purwakarta untuk memenuhi syarat tanah liat tersebut. Saya ambil dua genggam tanah liat di pinggir empang tersebut. Dan, membungkusnya dalam kain putih ketika malam gelap. Dan, aura mistis pun menghinggapi badan.

Kedua, dibutuhkan bunga Pudak yang sudah mekar. Syarat kedua inilah yang membuat saya ketar-ketir. Karena, saya tidak tahu tempat dan wujudnya. Namun, kami diberi tahu paranormal Mas Agus akan bentuk dan tempatnya. Ternyata, bunga Pudak itu harus yang sudah mekar. Dan, bisa diperoleh di kawasan lereng Gunung Lawu. Ladalah!

Sehabis subuh, saya dan Anwar meluncur ke lereng Gunung Lawu. Jarak dengan tempat tinggal saya kurang lebih 80 km. Sesampainya di arah menanjak ke lereng Gunung Lawu. Kami kebingungan, mau mencari dari arah mana. Kami pun mencari secara random hingga memasuki hutan yang tidak pernah saya pikirkan. Jujur, rasa takut, merinding, mistis hilang seketika. Pikiran kami hanya satu, mendapatkan bunga Pudak yang sedang mekar.

Hingga menjelang maghrib, kami menemukan “yang menurut saya” bunga Pudak. Namun, kondisinya masih kuncup. Tanpa banyak kata, kami memotong 2 buah bunga Pudak tersebut. Dan, membawanya pulang. Di perjalanan, kami bertemu dengan kakek-kakek yang entah datang dari mana. Kami sempat berbincang-bincang sebentar. Inti pembicaraannya adalah kami perlu hati-hati karena kawasan ini sangat wingit (angker). Kami lupakan rasa takut. Tidak ada pikiran negatif sama sekali.  

Ketiga, keperluan wewangi-wangian. Dan, keperluan ini kami beli sendiri. Saya tak pernah memikirkan berapa pengeluaran kami. Terpenting, kami bisa membuktikan bahwa Harta Alam Gaib memang benar-benar ada. Akhirnya, di suatu malam Jumat Kliwon, ritual mengangkat Harta Alam Gaib dilakukan di tempat Mas Agus.

Kami menunggu hampir 3 jam, dari pukul 9 hingga pukul 12 malam. Mas Agus melakukan ritual dalam ruangan khusus dan gelap. Kamar itu berbatasan dengan ruang tunggu kami. Samar-samar, kami mendengar beberapa benda jatuh ke lantai. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Setelah ritual mengangkat Harta Alam Gaib selesai. Mas Agus berkata kepada kami.

 

“Mas Cas. Harta gaib di tempat ini banyak sekali. Ada berpeti-peti. Tetapi, kami baru bisa mengambil segini. Mungkin, jumat depan kita coba ambil kembali. Namun, ada satu permintaan mas dari sang penunggu harta gaib tersebut. Nanti, kalau sukses, jangan lupa buka usaha bahan bangunan dan bangun masjid” pesan Mas Agus.

 

Kami melihat dua lempengan emas yang masing-masing beratnya 1kg. Serta, emas berbentuk seperti jengkol dan sebuah emas berwujud ukiran tokoh Semar. Kami terperangah dengan kenyataan tersebut. Percaya atau tidak, saya pun masih antara percaya atau tidak. Jangan-jangan, ini hanya tipu-tipu sang paranormal.

Sebelum kami pergi, kami berterima kasih pada Mas Agus. Anehnya, Mas Agus tidak minta jasa apapun dalam proses ritual tersebut. Untuk meyakinkan bahwa ritual tersebut, maka saya memohon kepada Mas Agus. Agar, berkenan untuk melakukan ritual mengangkat Harta Alam Gaib di tempat tinggal saya pada hari Jumat selanjutnya. Alhamdulillah, ia pun menyanggupinya.

 

TUMBAL

 

Proses mengangkat Harta Alam Gaib yang kedua makin seru. Kami persiapkan semua syarat-syaratnya. Dan, saya siapkan kamar tidur saya yang berada paling belakang rumah. Untuk melakukan ritual mengangkat Harta Alam Gaib. Saya perhatikan baik-baik kedatangan Mas Agus ke rumah saya. Pikiran saya timbul seketika, “jangan-jangan dia bawa harta yang akan diangkat dari rumah”.

Saya melihatnya aman-aman saja. Jika dia hendak mengelabui saya, pasti barang tersebut akan terlihat di dalam baju atau celananya. Apalagi, saat dia datang terlihat santai dan tidak membawa apa-apa. Berarti jujur apa adanya dia, pikir saya. Maafkan Mas Agus, jika saya berpikir “parno” terhadap anda.

Ritual pengangkatan Harta Alam Gaib menjadi perhatian khusus keluarga besar kami. Uniknya, bapak mertua yang hendak berangkat ke proyek Kalimantan pun ditunda. Beliau penasaran dengan adanya mengangkat Harta Alam Gaib. Kami (saya dan Anwar) beserta keluarga besar kami menunggu dengan rasa penasaran. Apakah, benar Harta Alam Gaib bisa diambil dari tempat tinggal saya. Kami menunggu kurang lebih 2 jam untuk memastikan hasil proses tersebut.

Mas Agus keluar dari kamar tidur saya. Dengan membawa sehelai kain putih yang telah kami siapkan sebelumnya. Namun, isi dari kain putih tersebut tampak berat dan membentuk bungkusan besar. Kami dan keluarga besar pun melihat dengan nyata beberapa Harta Alam Gaib di atas meja tamu. Kurang lebih 10 batang emas yang beratnya @1 kg. 5 batang emas yang beratnya @0,5 kg. 3 gelang emas yang beratnya @200 gram. 2 buah kepingan emas putih yang beratnya @300 gram.

 

Mas, harta gaib ini belum murni. Belum bisa dijual. Menunggu qodamnya hilang, Perlu disucikan dulu. Jangan sampai disentuh dengan tangan ya” pesan Mas Anwar.

“Jadi, belum bisa dijual ya mas?” tanya Anwar.

“Belum bisa. Nanti saya infokan selanjutnya jumat depan” jawab Mas Agus.

 

Sepulangnya Mas Agus, keluarga besar kami heboh. Semula mereka tidak percaya, akhirnya percaya. Bahwa, Harta Alam Gaib memang benar-benar ada.

Dan, Anwar pun dengan penasaran ingin membuktikan kondisi emas tersebut, apakah bisa dijual atau tidak di toko emas. Akhirnya, keesokan harinya, kami mengambil satu batang emas 1 kg. Dan, berusaha menjualnya di beberapa toko emas di pusat kota Madiun. Respon pemilik emas beragam, rerata mereka bingung, Kami pun memutuskan kembali ke rumah. Dan, menaruh emas batangan tersebut dalam satu bungkusan bersama emas lainnya.

Sebelum malam jumat ketiga, kami memberanikan diri untuk bertamu ke rumahnya Mas Agus. Kami mengutarakan masalah kondisi emas batangan yang tidak bisa dijual, dan membuat bingung para penjual emas.

 

“Mas, emas gaib tersebut harus disucikan dulu, baru bisa dijual. Saya punya teman yang bisa sucikan emas ini. Kalau gak salah tinggalnya di daerah Magetan” jawab Mas Agus.

 

Minggu ketiga, kami mengundang Mas Agus kembali ke tempat tinggal saya. Seperti biasa, semua persyaratan ritual mengangkat Harta Alam Gaib kami persiapkan. Namun, malam Jumat kali ini sungguh berbeda. Setelah menunggu kurang lebih 2 jam, Mas Agus tidak bisa mendapatkan apa-apa.

Justru, memberikan informasi yang mengejutkan. Dia ngobrol sama saya secara empat mata. Karena, kebetulan Anwar pulang dulu ke Purwakarta.

 

“Mas, saya dapat pesan dari penunggu harta gaib. Bahwa, syarat agar Harta Alam Gaib bisa diuangkan dengan cara menyiapkan seekor kambing warna hitam kelam. Penunggu juga berpesan kepada saya bahwa mas-nya harus menyayangi betul-betul anaknya. Semua permintaannya diusahakan dituruti” pesan Mas Agus.

“Jadi harus ada semacam tumbal gitu mas?” jawab saya penasaran.

“Semacam permintaan mas. Itu pesan mbahnya” jawab Mas Agus meyakinkan.

 

Sepulang Mas Agus, saya merenungi kalimat tersebut. Dan, memberikan kesimpulan bahwa Harta Alam Gaib tersebut membutuhkan tumbal. Seperti, apa yang terjadi dalam proses pesugihan. Pikiran saya pun langsung kuat, bahwa saya tidak akan melanjutkan masalah ritual mengangkat dan pemurnian Harta Alam Gaib tersebut. Takut terjadi apa-apa.

Saya menginformasikan kepada Anwar yang masih di Purwakarta. Bahwa, tidak perlu lagi melanjutkan proses pengangkatan Harta Alam Gaib. Atau, proses pemurnian Harta Alam Gaib yang sudah diperoleh. Karena, kelanjutannya semakin berbahaya laksana ritual pesugihan. Anwar pun berpesan agar Harta Alam Gaib dismpan saja sebagai kenang-kenangan.

Namun, sejak saya menyimpan Harta Alam Gaib dalam lemari. Saya mengalami kejadian aneh tak terduga. Saya beberapa kali menemukan keberadaan ular di dalam rumah. Yang mengerikan adalah ketika saya sedang tidur siang bersama anak saya yang masih kecil. Saya melihat ular datang seketika dari jendela kaca.

Saya kaget dan membopong anak saya yang masih tidur. Sejak saat itu, saya menulis doa-doa pengusir ular di dinding kamar saya. Lambat laun pengalaman mistis itu hilang.

Apalagi, sejak Harta Alam Gaib diminta saudara saya di Brebes. Saudara saya tersebut yakin bahwa Harta Alam Gaib bisa disucikan. Dan, dijadikan uang. Informasi kelanjutannya, saya tidak tahu sama sekali. Karena, saya tidak mau lagi terlibat dalam hal-hal mistis tersebut. Biarlah pengalaman nyata mengangkat  Harta Alam Gaib menjadi bumbu-bumbu perjalanan hidup.

Untuk mendapatkan informasi tentang pengalaman saya selanjutnya lebih lengkap. Brosis, bisa melihat video saya secara berseri di kanal Youtube saya di beberapa link berikut.

 

 

Mengangkat Harta Alam Gaib

 

 

Mengangkat Harta Alam Gaib (Part 2)

 

 

Mengangkat Harta Alam Gaib (Part 3)

 

 

Mengangkat Harta Alam Gaib (Part 4)

 

 

Mengangkat Harta Alam Gaib (Part 5)


Thursday, January 21, 2021

Pesona Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) Bali yang Mengagumkan

 

Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) yang mempesona (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

Apa yang menarik Bali?

 

Jika anda berkunjung atau berlibur di Bali, maka keberadaan patung bukanlah hal yang aneh. Setiap persimpangan jalan di penjuru Bali, anda akan melihat keberadaan patung. Sebuah ciri khas yang tidak akan anda temukan di pulau lain.

Bahkan, jika anda berkunjung di kawasan Singapadu Sukawati Gianyar, maka pembuatan patung menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Namun, ada satu patung yang sangat menarik perhatian banyak orang. Yaitu, Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha). Patung raksasa tersebut telah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi semua orang.

 

Petuah Sang Budha

 

Keberadaan Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) berada di kompleks Vihara Dhamma Giri. Yang berada di jalan Gajah Mada Pupuan, Kabupaten Tabanan Bali menghipnotis banyak orang. Jarak destinasi wisata ini kurang lebih 70 km dari pusat kota Denpasar. Akses ke lokasi ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, rental atau Tour & Travel.

Dari kota Denpasar, anda tinggal menuju ke arah Gilimanuk. Setelah sampai di pertigaan jalan yang hendak ke arah Pupuan, anda belok ke kanan menyusuri jalan tersebut. Jalur jalan ke Pupuan ini sungguh adem dan eksotis. Karena, sepanjang perjalanan, anda akan melihat fenomena sawah terasering yang tidak kalah dengan terasering Ceking Ubud Gianyar.

Jalan ke lokasi berbelok-belok, naik dan turun. Tetapi, jalan dalam kondisi baik. Jika anda menyempatkan waktu, anda bisa mengambil spot foto alam berupa bentangan sawah terasering yang menggugah hati. Atau, mampir di beberapa Air Terjun yang tidak jauh dari jalan utama tersebut.

Setelah anda menempuh kurang lebih 45 km  melewati pasar Desa Pujungan, maka anda akan melihat petunjuk nama Vihara sebelah kiri.  Lokasi Vihara Dhamma Giri seperti komplek rumah pribadi. Di mana, bagian depan tertutup pagar tinggi dan diselimuti rumput khas pagar. Namun, anda akan melihat jelas petunjuk nama vihara tersebut.   

 

 

Pintu gerbang pertama Vihara Dhamma Giri yang berada di jalan Gajah Mada Pupuan Tabanan Bali (Sumber: dokumen pribadi)

 

Sungguh, kompleks vihara tersebut asri dan teduh. Setelah melewati gerbang utama, anda mesti menaiki beberapa tangga. Anda akan disambut dengan arsitektur naga di sebelah kanan dan kiri tangga naik tersebut. Jejeran tumbuhan bonsai juga akan menjamu mata anda.

Setelah tiba di bagian atas, anda akan disambut dengan petugas Vihara. Anda mesti mengisi buku tamu dan tidak lupa menerapkan Protokol Kesehatan (Covid-19). Tiket masuk destinasi wisata ini hanya mengisi donasi sukarela, yang ada di dekat pengisian buku tamu.


 

Pintu masuk Vihara Dhamma Giri yang mempunyai arsitektur naga dan berjejer pohon bonsai (Sumber: dokumen pribadi)

 

Tidak seperti destinasi wisata lainnya, di dekat pengisian buku tamu ini. Anda akan melihat ruang pertemuan, tempat souvenir dan puluhan burung merpati yang terlihat jinak. Anda bisa berfoto dengan burung merpati tersebut, seperti di destinasi wisata luar negeri.

Juga, anda akan melihat beberapa petuah atau motivasi Sang Budha, yang terpasang di beberapa pohon yang tumbuh di kawasan ini. Petuah tersebut diambil dari Kitab Budha Tripitaka. Keberadaan petuah tersebut sangat menarik perhatian pengunjung.


 

Salah satu petuah atau motivasi yang diambil dari Kitab Tripitaka (Sumber: dokumen pribadi)

 

Sebelum anda memasuki area utama, anda akan melihat Prasasti Asoka. Prasasti ini berupa tugu setinggi kurang lebih 15 meter. Di bagian bawah prasasti tertulis sebuah peringatan. Yang menunjukan bahwa kompleks Vihara Dhamma Giri diresmikan Bupati Tabanan saat itu pada tanggal 27 November 2007.



Prasasti Asoka di Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) (Sumber: dokumen pribadi)

 

Selanjutnya, untuk memasuki area utama, anda mesti menaiki beberapa tangga kembali. Anda akan disambut dua papan tulisan besar yang terpasang di depan pintu masuk tempat persembahyangan Vihara Dhamma Giri. Dua papan tulisan tersebut berisi tentang PERENUNGAN KERAP KALI dan 14 PEDOMAN HIDUP MANUSIA.

Sepertinya, papan Perenungan Kerap Kali menjadi pelajaran buat manusia tentang jati dirinya. Dengan kata lain, manusia meski merenungi tentang dirinya. Sedangkan, salah satu pedoman yang menarik saya adalah MUSUH BESAR MANUSIA SEJATINYA DIRI SENDIRI.

 

 

Perenungan kerap kali dan 14 pedoman hidup manusia (Sumber: dokumen pribadi)

 

Bagi umat Budha yang berkunjung ke Vihara Dhamma Giri, maka tempat persembahyangan menuju ke atas dengan menaiki beberapa anak tangga. Terlihat jelas di pintu gerbang tempat persembahyangan berupa gerbang warna hitam bernuansa Budha. Ada beberapa stupa di bagian atas gerbang pintu masuk tersebut.  

 

 

Jalur menuju tempat persembahyangan (Vihara Dhamma Giri) (Sumber: dokumen pribadi)

 

Patung Budha Tidur

 

Perlu diketahui bahwa di area utama mempunyai beberapa spot menarik pengunjung. Pertama, patung Budha berwarna putih. Di mana, Patung Budha berada di tengah-tengah taman yang asri. Banyak pohon atau bunga yang mengelilinginya. 

Patung Budha tersebut sedang duduk bersila di atas lilitan ular Kobra berwarna keemasan. Dan, terlihat dipayungi oleh ular Kobra yang mempunyai kepala 7. Saya belum tahu arti dari “mengapa kepala ular Kobranya sebanyak 7”.



Patung Budha yang berada di atas ular (Sumber: dokumen pribadi)

 

Kedua, keberadaan Balebengong, yang mempunyai beberapa  tiang penyangga berukiran khas Budha. Balebengong tersebut berada tidak jauh dengan patung Budha yang sedang duduk. Yang unik dari Balebengong tersebut adalah keberadaan lonceng baja berwarna kehitam-hitaman.

Lonceng baja tersebut mempunyai bagian berbentuk lingkaran yang agak menonjol di empat sisinya. Bagian menonjol ini berada di dekat lubang lonceng. Saya memahami bahwa bagian menonjol tersebut adalah bagian untuk dipukul. Karena, di salah satu tiang penyangga Balebengong tergantung alat pemukul lonceng.  

Lonceng baja berukuran diameter kurang lebih 40 cm bagian lubang. Dan mempunyai ketinggian kurang lebih 80 cm tergantung persis di tengah-tengah Balebengong. Lonceng ini merupakan persembahan salah satu kuil dari Kawasaki Jepang dan Bangkok Thailand pada tahun 2540 B.E (Budhist Era atau tahun Budha).   

   

 

Balebengong Vihara Dhamma Giri yang mempunyai lonceng baja (Sumber: dokumen pribadi)

 

Ketiga, dari beberapa spot menarik tersebut, maka keberadaan Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) menjadi tujuan utama para wisatawan. Patung Budha ini berada di bagian kanan tempat persembahyangan. Atau, berada di ujung sebelah kiri dari arah pintu masuk.

Karena, area  Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) merupakan area suci (Holy Area). Maka, setiap pengunjung wajib melepas alas kaki. Ini menjadi penghormatan bagi penganut agama lain.

Area  Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) mempunyai luasan sekitar 20x20 meter.   Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) sendiri berada di bagian ujung dari Holy Area tersebut. Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) mempunyai ketinggian kurang lebih 3 meter. Dan, panjangnya kurang lebih 15 meter.

Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) berwarna putih bersih. Terlihat, Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) tersebut sedang menggunakan salah satu telapak tangan untuk menahan kepalanya. Di bagian depan patung raksasa tersebut terdapat patung Budha kecil yang duduk bersila. Sebagai sarana bagi pengunjung yang hendak memanjatkan doa atau melakukan persembahyangan.

Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) dibatasi dengan pagar setinggi kurang lebih 80 cm. Hal ini bertujuan agar terlihat bersih dan suci dari pengaruh para pengunjung. Bukan itu saja, pagar tersebut juga berfungsi untuk mencegah kenakalan pengunjung. Yang hendak berswafoto (selfie) terlalu dekat dengan Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha).

Latar belakang Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) bernuansa perbukitan dan gunung. Serta, pepohonan hijau yang membuat suasana sekitar area Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) sejuk dan adem.

Yang unik dari area Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) adalah di bagian tengah menuju patung  Budha terdapat jalur lantai yang didesain kotak-kotak. Dan, terdapat batu-batu kecil berwarna putih sepanjang dari bagian depan hingga tepat depan bagian persembahyangan (Patung Budha) kecil.

Saya sendiri belum tahu, mengapa jalur khusus di Holy Area dirancang unik seperti ini. Mungkin, sebagai jalur khusus bagi pengunjung yang hendak bersembahyang. Karena, saat umat Budha sedang konsentrasi untuk memanjatkan doa. Maka, fokus mereka ke patung Budha. Dan, desain unik tersebut menjadi petunjuk mudah. Saat umat Budha sedang berjalan menuju tempat persembahyangan.

Kondisi  Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) benar-benar mempesona. Saya sendiri terpesona untuk meniru gaya tidurnya Sang Budha. Tanpa sungkan, saya pun tiduran ala sang Budha, untuk mengabadikan momen spesial tersebut. Dan, jepret, jadilah posisi unik seperti foto di bawah ini.  


 

Terpesona Patung Budha Tidur (Sumber: dokumen pribadi)


Bagi Brosis yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap. Anda bisa melihat video perjalanan saya di destinasi wisata Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) tersebut.


 

Patung Budha Tidur (The Giant Sleeping Budha) (Sumber: dokumen pribadi/Youtube)


Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar Bali

 

Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar (Sumber: dokumen pribadi)

 

 

Brosis, kayaknya, habis kerja seharian, enaknya mandi air panas ya. Berasa asik banget. Nah, gimana kalau jalan-jalan kali ini, saya ajak Brosis untuk menikmati Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar. Lokasi pemandian air panas ini berada di kawasan Desa Pakraman Banjar Kabupaten Buleleng Bali.

 

Tiket Masuk Merakyat

 

Sebagai informasi, Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar berdiri sejak tahun 1985. Jarak destinasi wisata ini kurang lebih 110 km dari Kota Denpasar. Banyak cara untuk sampai ke lokasi Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar. Bisa dengan kendaraan tour & travel, rental atau kendaraan pribadi.

Jarak Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar dari Kota Singaraja (Ibukota Kabupaten Buleleng) kurang lebih 20 km. Dari Kota Singaraja, anda tinggal meluncur ke arah Gilimanuk. Setelah ada perempatan kantor Polsek Banjar. Maka, anda tinggal belok ke kiri. Lihat papan nama setelah kurang lebih 2 km, belok ke kiri lagi ke lokasi destinasi wisata. Masuk ke lokasi Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar kurang lebih 2 km.

Bagi yang membawa roda empat, maka bisa parkir dekat dengan loket pembelian tiket masuk. Sedangkan, bagi yang membawa kendaraan roda dua, maka bisa parkir di belakang (sebelah kiri) dari bangunan art shop. Letaknya, anda masuk kurang lebih 50 meter melewati art shop dan nanti ada penunjuk arah parkir (jalan menurun). Biaya parkir untuk sepeda Rp 2 ribu, sedangkan kendaraan roda empat sekitar Rp 5 rb.  

Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar ini, buka dari pukul 08.00 hingga 18.00. Dan, Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar dikelilingi oleh bukit dan sungai yang masih alami. Namun, sebelum anda memasuki kawasan  Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar. Anda akan melewati jejeran art shop yang menjajakan oleh-oleh khas Bali. Dari kain Bali hingga kerajinan kayu.

 



Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar yang dikelilingi pepohonan hijau dan sungai (Sumber: dokumen pribadi)

 

Tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 20 rb, sedangkan untuk anak-anak sebesar Rp 10 rb. Saat pembayaran di loket karcis, anda akan mendapatkan karcis berupa print memakai aplikasi QRIS Bank Indonesia yang dilengkapi barcode. Dan, karcis tersebut akan dicek petugas, setiap anda memasuki pintu gerbang Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar.

Di Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar telah dilengkapi dengan penitipan barang (locker). Biaya sewa loker sebesar Rp 5 rb. Dan, jangka waktunya hingga pukul 17.30 sesuai dengan waktu kerja karyawan. Juga, dilengkapi dengan ruang ganti (change room) yang bersih dan gratis. Sedangkan, fasilitas WC atau toilet dikenakan tarif Rp 3 rb.

Di kompleks Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar telah dilengkapi dengan restoran Kumala Tirta, Jacuzi, dan SPA atau massage. Bagi yang ingin menikmati Jacuzi, maka pengunjung akan dikenakan tarif tambahan Rp 15 rb. Lokasi jacuzi dan SPA atau massage di ujung (setelah ruang ganti dan penitipan barang), harus menaiki beberapa tangga.  


 

Tempat penitipan barang (Locker) (Sumber: dokumen pribadi)

 

Ketika, saya berkunjung ke Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar, ada 4 pengunjung WNA dan 6 orang pengunjung lokal. Menurut salah satu petugas, jumlah kunjungan saat Pandemi Covid-19 sekitar 25 pengunjung setiap harinya. Padahal, sebelum Pandemi Covid-19, jumlah pengunjung pada kisaran 200 pengunjung setiap hari.

 

Tiga kolam Air Panas

 

Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar terdiri dari jenis 3 kolam air panas. Pertama, kolam dengan luasan kurang lebih 10x3 meter. Kolam pertama ini mempunyai 8 pancuran air panas dengan nuansa karakter Bali. Ketinggian pancuran sekitar 1 meter. Dan, kedalaman air kolam hampir sama dengan ketinggian pancuran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah anda meski hati-hati jika berada di kolam pertama. Karena, dasar kolam agak licin karena pengaruh lumut. Apalagi, jika anda membawa anak-anak atau balita, harus mendapatkan perhatian penuh dari orang tua atau dewasa. Karena, ketinggian pancuran rendah, maka jatuhnya air tidak terlalu membuat sakit kepala.


     

Kolam pertama dengan 8 pancuran air dan kedalaman 1 meter (Sumber: dokumen pribadi)

 

Kedua, kolam air panas yang luas. Luasan kolam ini kurang lebih 12x10 meter. Unik, di kolam air panas ini terdapat 3 kedalaman kolam, yaitu 1m, 1,5m dan 2m. Di kolam air panas ini ada 5 pancuran air yang berada di dekat kolam pertama. Kolam ini menjadi tempat pavorit banyak pengunjung. Selain kolamnya yang luas, tetapi cocok bagi pengunjung yang suka kedalaman air kolam hingga 2 meter.    


 

Kolam kedua dengan 5 pancuran air dan kedalaman bervariasi (1 m, 1,5 m dan 2 m) (Sumber: dokumen pribadi)

 

Saya sendiri selain berendam di bawah pancuran, juga asik berendam di kolam air panas yang kedalamannya 2 meter. Sekilas, air kolam berwarna hijau muda. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan belerang yang ada dalam air panas. Semakin kadar belerangnya tinggi, maka warna air hijau muda kekuning-kuningan. Dan, biasanya akan membuat seperti kerak di lapisan kolam.  



Mencoba berenang dan berendam di kolam air panas yang kedalaman 2 m (Sumber: dokumen pribadi)

 

Ketiga, kolam air panas yang berbeda dengan kolam pertama dan kedua. Kolam ketiga terletak terpisah. Berada dekat dengan jalan masuk  Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar. Atau, dekat dengan aliran sungai sekitar. Luasan kolam air panas ketiga ini sekitar 8x4 meter.

Pancuran air di kolam air panas ini setinggi kurang lebih 3 meter. Ada 3 pancuran di kolam ketiga. Sedangkan, kedalaman kolam 1 meter. Banyak pengunjung yang menganggap bahwa di kolam ketiga ini asik untuk pijat refleksi alami. Bahkan, suhu di kolam ketiga lebih panas daripada kolam pertama dan kedua.

Jatuhnya air berasa banget di tubuh. Pantas saja, jika pancuran air ini sangat bermanfaat untuk pijat refleksi alami. Dan, panasnya air kolam membuat betah berlama-lama di sini. Lapisan dasar kolam tidak terasa licin seperti di kolam pertama. Berendam di kolam ini sangat manjur untuk memulihkan kondisi tubuh, agar terasa segar kembali.  



Kolam ketiga dengan 3 pancuran air dan kedalaman 1 meter. Cocok untuk pijat alami (Sumber: dokumen pribadi)

 

Setelah puas berendam di kolam air panas dari pertama hingga ketiga. Maka, badan meski disegarkan kembali dengan air dingin di tempat bilas. Ada 3 pancuran air dingin yang akan membuat badan anda kembali segar. Tempat bilas ini terletak persis di samping sungai. Pemandangan sekitarnya berupa rumpun bambu dan pohon khas sungai.


 

Badan kembali segar, saat bilas di air dingin (Sumber: dokumen pribadi)  

 

Untuk informasi selanjutnya, Brosis bisa melihat video perjalanan saya di Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar ini buka dari pukul 08.00 hingga 18.00. Jika ada pertanyaan, bisa komentar di artikel atau video ya. Tetap jaga kesehatan dengan memakai Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Selamat berlibur. 


 

Pemandian Air Panas (Hot Spring) Banjar (Sumber: dokumen pribadi/Youtube)


Friday, January 15, 2021

We Love With Love Menghapus Sedih Era Pandemi

 

Gagasan We Love With Love untuk menghapus kesedihan karena Pandemi Covid-19 dan menggali potensi UMKM & seniman (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

 

“Jangan lihat sedihnya, tapi lihat potensinya”.

 

Kalimat menarik dari sebuah kesimpulan perbincangan, antara Founder yayasan We Love With Love Ibu Novi Rolastuti dan host Titin Prapmika. Saat peluncuran We Love With Love secara digital dalam channel Youtubenya hari ini Sabtu, 16 Januari 2021.

 

 

Perbincangan Founder We Love With Love dengan host Titin Prapmika saat peluncuran di kanal Youtube We Love With Love, Sabtu, 16 Januari 2021 pukul 12.00 WITA (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Perlu diketahui bahwa We Love With Love diluncurkan dengan tujuan untuk menghapus sedih masyarakat karena Pandemi Covid-19. Dan, mengembangkan potensi yang ada, di seluruh nusantara yang beraneka ragam. Dan, Bali menjadi area utama yang menjadi semacam “Pilot Project”.

Mengapa harus Bali yang duluan? Sebuah pertanyaan yang mungkin muncul dari anda. Kita memahami bahwa Pandemi Covid-19 telah berdampak ke berbagai sektor. Dan, Bali sebagai penyumbang APBN terbesar dari sektor pariwisata sangat merasakan dampak yang besar itu.

Bahkan, inflasi di Bali merupakan tertinggi saat Pandemi Covid-19 ini. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 kuartal kedua menyatakan inflasi di Bali hingga minus 12,28%. Angka yang lebih besar dari rerata inflasi nasional sekitar minus 5,32%.

 

CINTA TANPA PAMRIH

 

Loving is Giving. Memberi karena cinta, bukan karena pamrih. Begitu juga dengan gagasan dari We Love With Love. Yaitu, untuk membantu meringankan beban karena dampak ambruknya pariwisata Bali. Sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar masyarakat Bali lumpuh total. Banyak orang yang menganggur dan terkena PHK massal. Secara otomatis, perekonomian Bali terjun bebas. Semua sektor tidak berdaya menghadapi gempuran Pandemi Covid-19.

Tentu, semua orang bersedih. Karena, kehilangan mata pencaharian seketika. Bahkan, tidak sedikit yang jatuh bangkrut dan beralih profesi seadanya. Terpenting, dapur tetap ngebul dan kehidupan must go on.

Bali boleh bersedih, tetapi Bali meski kemBALI bangkit menatap masa depan. Karena Bali mempunyai potensi besar. Bukan itu saja. Bali menjadi etalase kemajuan pariwisata di mata dunia. Apalagi, UMKM di Bali sedang tumbuh subur. Kondisi itulah yang menjadi perhatian utama dari We Love With Love. Bahwa, potensi Bali meski bangkit kembali.

Ibu Novi Rolastuti, selaku Founder dari yayasan We Love With Love menyadari bahwa Bali harus menjadi role model pertama. Agar pelaku UMKM dan seniman Bali yang kini vacum bisa mendapatkan spirit kembali. Mereka meski mendapat dukungan penuh, agar mereka mau merestorasi potensinya.

Ibu Novi Rolatuti pun blusukan di beberapa daerah di Bali. Dan, mendapatkan 12 UMKM dan seniman yang meski move on. Dan, bisa menjadi spirit buat yang lainnya. Ibu Novi Rolatuti merasakan bahwa banyak UMKM dan seniman Bali yang harus tetap berkarya. Seniman yang lama menganggur, karena tidak mendapat panggung harus diberikan dukungan penuh.

 

Seniman Bali harus mendapatkan panggung agar bisa mengekspresikan seninya kembali (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Itulah sebabnya, dalam  peluncuran We Love With Love mengusung tema “Donate, Shop, Share” (Donasi, Belanja, Berbagi). Demi kejayaan kembali UMKM dan seniman Bali. Bahkan, We Love With Love didesain untuk mencintai tanpa pamrih. Dukungan yang diberikan oleh We Love With Love membangun potensi UMKM yang ada (khsususnya Bali). Serta, seniman yang saat ini tidak bisa berekspresi, karena ketiadaan panggung.

Berbagai hasil kerajinan UMKM seperti lukisan, kerajianan tas dari alam, keramik unik dan lain-lain dipamerkan saat peluncuran  We Love With Love. Bahkan, untuk 100 orang yang mampu mendonasikan sebagian rejekinya. Akan mendapatkan merchandise menarik berupa kaos (t-shirt) karya pengrajin Bali.  

 

Berbagai hasil kerajinan UMKM ditampilkan saat bincang-bincang peluncuran We Love With Love (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

KOLABORASI GENERASI TUA DAN MUDA

 

Namun, hal yang menjadi perhatian saat peluncuran We Love With Love di kanal Youtube tersebut adalah pagelaran tarian klasik. Pagelaran tarian yang bertajuk Lampah Nini. Karya tarian ini merupakan hasil kerjasama kolaborasi generasi tua dan muda. Yaitu, kolaborasi antara Maestro guru tari tradisional Ibu Ni Ketut Arini dan Master of Art dan koreografer muda Bali I Komang Adi Pranata.

 

Sang maestro guru tari tradisional Ibu Ni Ketut Arini (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Lampah Nini ini memberikan pesan mendalam kepada kita semua. Sebuah renungan tentang perjalanan hidup manusia. Dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Di mana, dalam kehidupan tersebut dipenuhi dengan gejolak dan kesalahan. Sepertinya, desainer tari untuk memberikan pesan mendalam kepada kita. Agar kembali ke dalam jati diri kita alias mulat sarira.

Kita mulai berintrospeksi diri tentang kehidupan. Apalagi, kehidupan yang penuh dengan aral melintang dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Koreografi Lampah Nini benar-benar digarap apik dan klasik. Para penari yang semuanya wanita ini memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan hidup manusia. Jangan sampai lupa pada jati diri dan Tuhan Yang Maha Esa. 

 

Beberapa adegan tarian Lampah Nini (Sumber: Youtube We Love With Love/screenshot)

 

Ilustrasi musik yang memberikan kesan sakral mampu menghipnotis para penikmat Youtube. Efek Hitam Putih (Black and White/BW) pada video memberikan gambaran tempo dulu. Dan, efek warna video memberikan kehidupan sekarang ini (dewasa).

Penampilan Lampah Nini menjadi sebuah pertanda bahwa seniman Bali mampu menapaki panggung kembali. Mereka mampu berkarya, setelah lama berdiam diri. Seni adalah sebuah ranah mencari rejeki. Saat panggung seni itu tertutup rapat maka kreatifitas seni pun akan mati.

We Love With Love memberikan sajian pertunjukan by digital yang apik. Dan, mampu menggali potensi UMKM dan Bali dari kuatnya rasa sedih karena Pandemi. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah JANGAN LIHAT SEDIHNYA, TETAPI LIHAT POTENSINYA.

Semua memahami bahwa Bali bagaikan surga tak bertepi. Bukan karena keindahannya saja, tetapi darah seni yang tak pernah henti. Namun, badai Pandemi mengancam terkuburnya seni. Maka, semua elemen perlu adanya kolaborasi. Agar, SENI ITU HIDUP KEMBALI. Bali Bangkit, Bali kemBALI. UMKM dan seniman berkreasi.  


Berawal dari Isi Piringku, Mencetak Anak Menjadi Generasi Sehat dan Pintar

  Isi Piringku untuk mencetak Generasi Sehat dan Pintar (Sumber: shutterstock/diolah)       Ada 2 hal besar yang akan dihadapi bangs...