Thursday, July 15, 2021

5 Hal Unik yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Pernikahan Khas Bali

  

Pernikahan khas Bali (Sumber: shutterstock)

 

          Pernahkah kalian menghadiri pernikahan (pawiwahan) masyarakat Bali? Kalau sudah, tentu kalian bisa mendapatkan hal-hal unik dari pernikahan itu, bukan? Nah, yang belum pernah hadir di acara pernikahan khas Bali. Atau, pengin tahu keunikan pernikahan masyarakat Bali. Maka, tulisan ini bisa menjadi insight (wawasan) buat kalian.

          Ngomong-ngomong, pernikahan khas Bali memberikan nuansa keuanikan tersendiri. Apalagi, jika dibandingkan dengan pernikahan masyarakat khas Pulau Jawa. Setidaknya, ada 5 hal unik yang perlu kalian ketahui tentang pernikahan khas Bali. Apa saja itu? Yuk, baca tulissan ini sampai selesai.  

 

PRE-WEDDING

 

          Hal unik yang pertama kali saya dapatkan adalah acara Pre-Wedding. Percaya atau tidak, sepasang calon pengantin khas Bali yang hendak menikah gaya masa kini adalah keharusan memulai dengan Pre-Wedding. Di mana, sepasang calon pengantin melewati masa romantic yang dibingkai dalam kenangan berupa foto atau video.

          Jangan kaget, jika bisnis Pre-Wedding hingga Wedding organizer menjadi bak cawan di musim hujan. Bahkan, banyak organizer tersebut yang memberikan harga khusus atau promo yang menarik pelanggan. Berbagai spanduk penawaran harga promo tersebut, banyak terpasang di berbagai perempatan kota besar di Bali, seperti Denpasar, Gianyar dan Tabanan.


 

Pre-wedding khas Bali (Sumber: shutterstock)

 

DEKORASI YANG SANGAT MENARIK

 

          Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Bali dikenal sebagai gudangnya seni. Dalam hajatan apapun, maka dekorasi memberikan pemandangan yang khas dan unik. Sama halnya dengan hajatan pernikahan (pawiwahan) yang menjadi acara sakral dalam lingkungan keluarga dan adat Bali. Maka, pernikahan akan diadakan sebaik mungkin. Bukan hanya memberikan kenangan manis bagi kelurga mempelai, tetapi bagi tamu yang datang.

          Untuk menyambut tamu undangan, maka masyarakat Bali akan mendekorasi jalan masuk ke rumah mempelai, dengan hiasan gerbang yang unik. Jika, dalam masyarakat Jawa akan terdapat hiasan janur kuning. Maka, masyarakat Bali akan menghiasi janur yang dirangkai jadi gerbang penyambutan yang indah. Maka, jika anda melihat sebuah gang atau gerbang rumah dihiasi dengan untaian janur dan perangkat lainnya. Maka, hajatan pawiwahan sedang terjadi. Dan, biasanya di bagian depan gerbang akan terdapat bingkai Pre-Wedding pasangan pengantin.


 

Dekorasi bagian depan atau gerbang hajatan pernikahan khas Bali yang unik dan indah (Sumber: shutterstock)

 

SEPI DARI UNSUR MUSIK

 

          Sekarang ini, hiburan dalam hajatan baik sunatan atau pernikahan maka sangat bervariasi. Dari kesenian yang berbau kearifan lokal hingga dangdut koplo khas Jawa Timur menjadi pemandangan yang khas. Ketika anda mendengar audio system yang melengking jedag-jedug di sebuah rumah orang karena pentas musik. Maka, bisa dipastikan ada hajatan pernikahan, sunatan atau lainnya. Terasa hampa, ketika hajatan tanpa hiburan musik, bukan?

          Namun, sungguh berbeda dengan hajatan pernikahan di Bali. Selama 12 tahun merantau di Bali, saya belum pernah mendengar atau melihat pernikahan yang “nanggap” hiburan musik layaknya di Jawa. Perlu diketahui bahwa acara pernikahan khas Bali sangat jauh dari hiburan musik. Sungguh sepi.

          Masyarakat Bali memahami bahwa keistimewaan pernikahan terdapat pada ikatan cinta yang dipadukan dengan adat-istiadat. Prosesi pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan syahdu.

          Konon, kurang lebih ada 8 langkah yang harus dilalui oleh pasangan pengantin Bali. Yaitu, 1) Menentukan hari baik; 2) Upacara Ngekeb (upacara yang melambangkan transformasi mempelai perempuan dari remaja menjadi seorang istri yang setia terhadap suaminya); 3) Penjemputan calon mempelai perempuan; 4) Upacara Mungkah Lawang atau membuka pintu (Upacara menjemput mempelai perempuan yang berada di kamarnya); 5) Upacara Mesegehagung (menyambut kedatangan kedua belah mempelai terutama mempelai perempuan); 6) Upacara Madengen-dengen (menyucikan kedua belah pihak dari hal-hal negatif); 7) Upacara Mewidhi Widana (upacara penyempurnaan proses pembersihan diri dari kedua belah pihak); dan 8) Upacara Mejauman Ngabe/Tipat Bantal, yaitu keluarga suami mengantar istri kembali ke rumahnya dan memohon restu kepada keluarganya karena telah menjadi bagian keluarga besar sang laki-laki.

          Jadi, yang membuat unik pernikahan Bali, bukan karena adanya hiburan dangdut koplo atau pentas musik lainnya. Bahkan, ketika saya menghadiri beberapa acara pernikahan teman dengan tidak memakai baju adat khas Bali. Sungguh, menjadi pemandangan tamu lokal. Karena, pernikahan di Bali diadakan dengan adat, maka masyarakat yang hadir pun sebisa mungkin datang dengan baju adat.   

 

 

Prosesi pernikahan khas Bali (Sumber: popbela.com)

 

KULINER TERBAGI DUA, HALAL DAN NON HALAL

 

          Hal unik yang membuat saya kaget adalah adanya kuliner yang dianggap umat Islam sebagai kuliner halal dan non halal. Pada acara resmi termasuk acara pernikahan khas Bali, maka kuliner yang mengandung unsur babi adalah hal yang lumrah. Dari babi guling hingga daging babi yang diolah layaknya sayur.

          Ketika, saya menghadiri acara pernikahan teman pada tahun 2012 di daerah Amed, Karangasem. Saya menjadi tamu yang tidak bisa menikmati kuliner  hajatan. Mengapa? Karena, kuliner yang disajikan tuan rumah mengandung unsur babi. Sebagai muslim, maka saya menghindari. Dan, saya pun hanya menikmati jajanan yang disajikan.

          Berbeda dengan ketika menghadiri pernikahan teman pada tahun 2013 dan 2018. Tuan rumah yang beragama Hindu sangat memahami bahwa tamu yang datang bukan hanya beragama Hindu. Tetapi, tamu yang beragama Islam juga diundang.

          Maka, dua kali kesempatan menghadiri undangan pernikahan tersebut bisa menikmati kuliner hajatan. Karena, ternyata kuliner di bagi 2 tempat. Bagian dalam untuk tamu yang beragama Hindu atau selain Islam. Dan, bagian luar untuk kuliner tamu yang beragama Islam.

          Bahkan, ketika saya salah ambil kuliner non halal, tuan rumah langsung sigap mengatakan bahwa kuliner yang saya ambil adalah adalah kuliner mengandung babi. Saya pun malu-malu pindah ke tempat kuliner yang dijamin halal. Konon, kuliner tersebut biasanya pesan dari catering orang yang beragama Islam.   

 

Kuliner babi guling khas Bali (Sumber: shutterstock) 

 

LELAKI SEBAGAI JURU MASAK

 

          Jika di Jawa, maka bagian dapur orang hajatan akan dipenuhi oleh ibu-ibu atau wanita. Tabu rasanya jika lelaki berada di dapur. Lelaki tempatnya di bagian depan untuk menyambut tamu. Maka, jangan kaget jika laki-laki masuk dapur akan menjadi bahan ketawaan ibu-ibu.

          Berbeda dengan masyarakat Bali. Kaum lelaki justru menjadi tukang masak yang handal. Dari masak lawar khas Bali hingga babi guling adalah urusan lelaki Bali. Menurut adat bahwa lelaki Bali lebih handal memasak dibandingkan wanitanya. Karena, wanita mempunyai pekerjaan tersendiri yaitu menyajikan atau membuat canang untuk tempat sesaji atau persembahan.  

          Jadi, lelaki menjadi manusia paling sibuk ketika acara pernikahan. Meskipun, lelaki Bali juga sibuk membuat kuliner saat acara adat lainnya. Hal inilah yang membedakan kebiasaan lelaki khususnya di masyarakat Jawa. Anda makin tahu kan?     

 

Lelaki Bali sedang menyiapkan bahan-bahan masakan (Sumber: kompas.com)

Friday, July 9, 2021

JANGKRIK, UMPATAN KHAS JAWA TIMUR YANG MELEGENDA

 

Kata Jangkrik, umpatan yang melegenda (Sumber: zonaternak.com)

 

          “Jangkrik”

 

          Kata singkat nan padat yang penuh makna. Kata yang sangat familiar yang diucapkan oleh bos CHIPs dalam film Warkop DKI. Ya, kata yang diucapkan saat sang bos ketahuan selingkuh oleh tokoh Warkop DKI. Tanpa tedeng aling-aling dan spontan, sang bos CHIPs mengatakan kata tersebut.

          Sungguh, kata Jangkrik akan mengandung makna normal yaitu hewan yang sering kita temukan sehari-hari. Namun, ketika kata Jangkrik diucapkan dengan perbedaan tekanan pada suku kata pertama dan terakhir. Maka, kata tersebut menjadi kata misuhan (umpatan atau rasa amarah) khas orang Jawa khususnya Jawa Timur. Silahkan, ada bedakan pengucapan atau tekanan kata Jangkrik.

          Dan, katakan pada orang Jawa Timur. Maka, jika mereka belum kenal anda akan bernada umpatan. Ini berarti sebuah penghinaan. Tetapi, ketika anda telah berteman baik, maka kata tersebut akan menjadi hal yang biasa. Bahkan, menjadi tanda pertemanan yang solid.

          Saya pribadi mengenal kata Jangkrik dengan perbedaan tekanan suku kata, pertama kali di tahun 1998. Ketika, saya ngekost di belakang bioskop Senin Theatre Jakarta. Saya bertetangga (persis sebelah kamar saya) dengan 4 prajurit marinir yang bertugas di Mako Marinir. Empat orang tersebut dari Jawa Timur.

          Tentu, mereka sangat akrab karena satu kampung halaman, Jawa Timur. Saat mereka santai pulang kerja, mereka bersenda gurau sambil semir sepatu dan setrika bajunya. Maklum, prajurit muda dan masih jomblo atau single.

          Uniknya, saat mereka bersenda gurau, kata Jangkrik dengan perbedaan suku kata sering terdengar. Sungguh, saya berpikir bahwa itu bukanlah misuhan. Karena, yang saya tahu adalah kata-kata yang berasal dari nama-nama penghuni kebun binatang. Yang dianggap tidak pantas untuk bahan umpatan.  Saya berpikir saat itu bahwa:

 

          “Binatang Jangkrik kok jadi bahan ledekan, aneh dn lucu”

 

          Padahal, saya bertetangga dengan mereka hampir setengah tahun lamanya. Namun, saya pun belum paham bahwa kata itu adalah umpatan. Meskipun, bagi yang sudah kenal akrab adalah sebagai salam pertemanan.

          Saya baru paham dan ngeh setelah saya mempersunting istri saya yang orang Jawa Timur di tahun 2000. Oalah, jebule (nggak tahunya) kata tersebut adalah ungkapan untuk misuhan toh. Dengan syarat diucapkan dengan perbedaan tekanan pada kedua suku kata. Dan, suku kata pertama lebih menekan atau meninggi. Mau coba? Silahkan ngomong dalam hati. Jangg (?)

          Kata misuhan khas Jawa Timur memang identik dengan penekanan pada suku kata pertama. Silahkan, googling kata misuhan khas Jawa Timur. Kemudian, ucapkan menekan pada suku kata pertama. Bedakan dengan tanpa tekanan, auranya akan sangat berbeda. Coba, ngomong dalam hati ya.  

          Uniknya, kata Jangkrik justru menjadi judul film reborn-nya Warkop DKI dengan personil gaya milenial JANGKRIK BOS. Ketika, judul tersebut diucapkan datar maka memberi kesan biasa saja. Namun, jika pengucapannya seperti apa yang sudah saya jelaskan di atas, maka akan memberikan pemahaman berbeda.

          Masih ingat kan, saat kata WEDUS diucapkan pak RT dalam serial sinetron reliji Para Pencari Tuhan. Pengucapan suku kata pertama yang lebih menekan atau meninggi memberikan label berbeda. Itu memberikan pemahaman sebagai umpatan atau kemarahan.

          Suku kata dengan penekanan atau meninggi memberikan pemahaman bahwa seseorang ingin memberikan rasa amarah atau umpatan yang sempurna. Benar-benar ingin memberikan kepada lawan bicdaranya bahwa mereka sedang marah. Hal ini bagi yang belum kenal baik dengan yang lagi misuh. Tetapi, ketika lawan bicara sudah sangat akrab dan posisi bercanda, maka kata JANGKRIK akan bernada biasa.

          Jadi, sering kali nama hewan yang receh dan remeh temeh akan memberikan dampak yang luar biasa. Ketika, diucapkan atau dijadikan bahan guyonan secara terus menerus. Apalagi, diucapkan dengan perbedaan tekanan. Akan memberikan perbedaan arti atau pemahaman bagi yang menerimanya. Dan, kata JANGKRIK telah menjadi kata legenda untuk misuhi orang lain. Ada nama hewan kecil lain yang bisa buat misuhi orang lain? Ups, jangan deh. 


CADEL, BISAKAH BICARA R NORMAL?

 

Cadel (Sumber: merdeka.com/diolah)

 

 

 

          “Uler menclok ning pager, muter-muter didudut kleler?”

 

          Kalimat menarik yang mengandung arti Ulat hinggap di pagar, berputar-putar ditarik lentur. Kalimat yang akan saya ingat seumur hidup. Karena, kalimat itu menjadi bahan bullyan (perundungan) orang yang lebih tua umurnya dari pada saya. Dan, kalimat tersebut menjadi bahan perundungan banyak pihak selama saya duduk di bangku SD.

 

BIRU

 

          “Bisa ngomong kata BIRU nggak?”

 

          Satu kata singkat yang tidak mampu saya katakan secara normal waktu SD. Kata yang selalu menjadi ledekan tetangga dekat “setiap ketemu saya”. Saya mau marah, tetapi saya hanyalah anak kecil. Yang waktu itu, sangat tabu jika anak kecil melawan orang dewasa.

          Uniknya, kejadian tersebut tidak pernah menjadi bahan aduan saya ke orang tua. Justru menjadi bahan renungan saya, setiap kali hendak tidur. Dan, saya bersyukur terhadap tetangga yang suka melakukan perundungan tersebut. Karena, dialah yang membuat saya jungkir balik berusaha untuk berkata RRRRRRRRRRRR.   

          Sungguh, anak yang tidak bisa berkata huruf “R” alias cadel menjadi sebuah aib waktu itu. Dan, saya merasa sangat tertekan. Namun, untung ada sisi baiknya di balik perundungan tersebut. Saya tiada henti untuk bisa melafalkan R selama hampir 6 tahun di bangku SD. Dan, SEJAK DUDUK DI BANGKU SMP, AKHIRNYA SAYA MAMPU BICARA R. Alhamdulillah.

          Pertanyaannya? Mampukah ORANG CADEL bisa bicara normal? Jawabannya tentu TERGANTUNG KEPADA MASING-MASING ORANG. Apalagi, di era digital ini, bicara cadel justru memberikan ruang seperti pisau bermata dua. Satu sisi, si cadel akan menjadi bahan perundungan. Kalau dia tidak siap, berakibat akan membuatnya tertekan seumur hidupnya.

          Maka, saran saya, janganlah mem-bully orang cadel. Karena, jika si cadel tidak siap, ia akan melakukan hal-hal di luar dugaan. Yang bisa merugikan si cadel dan keluarganya. Sebagai contoh, si cadel akan melawan si pembully atau “maaf” melakukan aksi bunuh diri karena tertekan jiwanya.  

          Namun, jika si cadel siap menghadapi perundungan. Dan, dia merasa bahwa kekurangan bicara R adalah sebuah anugerah. Maka, kekurangan tersebut justru akan menjadi nilai lebih. Bahkan, banyak orang yang menjadi terkenal yang bicara masih CADEL. Sebut saja, artis RICO CEPER yang bicara cadel. Kekurangannya tersebut, justru disyukuri menjadi sebuah berkah untuk berkarir di dunia entertainment.

          Lagi, baru-baru ini, yang lagi hits adalah Tiktoker Denise Chariesta. Cewek yang terkenal karena perseteruannya dengan keluarga artis UYA KUYA itu justru makin terkenal. Salah satu ciri khas dari Denise Chariesta karena biacra cadelnya.

          Bahkan, Denise Chariesta diundang di beberapa acara TV swasta untuk dikulik tentang perseteruannya dengan beberapa artis. Dan, ternyata CADELnya Denise Chariesta bukanlah Gimmick. Meskipun,  Denise Chariesta beberapa kali jujur di beberapa acara. Bahwa, dirinya memang sedang SOCIAL CLIMBER (panjat sosial atau pansos), agar menjadi terkenal di dunia keartisan.

          Yang saya salut dengan Denise Chariesta, bukanlah keberaniannya menghadapi berbagai artis terkenal. Tetapi, dia sangat percaya diri, ketika dia berbicara CADEL. Padahal, banyak orang yang “malu-malu” mengungkapkan kekurangannya tersebut di muka publik.

 

CADEL TERUS ATAU NORMAL

 

          “Ular Melingkar-lingkar di Pagar”

 

          Salah satu kalimat terkini, yang sering digunakan banyak orang untuk menguji para CADEL. Apakah, ia mampu bicara R. Percayalah, keyakinan masing-masing orang untuk bicara normal dari kekurangan CADEL adalah sebuah energi.

          Saya pribadi merasa tersiksa, ketika tidak mampu mengatakan huru R. Waktu SD, saya selalu berpikir tentang nasib di masa depan. Apakah saya mampu menjadi orang yang bisa diterima dengan baik oleh masyarakat? Apakah, cadel saya tidak akan menjadi bahan perundungan nantinya. Sungguh, hati saya berkecamuk saat itu.

          Maka, hal yang saya lakukan adalah saya berusaha untuk berbicara R seintensif mungkin. Ketika, saya jalan-jalan di tempat sepi, saya akan berbicara R sekeras mungkin. Untung, saya mempunyai teman sepermainan yang baik hati. Mereka memang sering guyon atas kekurangan saya. Tetapi, dia sering memberikan tips, cara atau tutorial agar saya mampu berbicara R.

          Saya merasa lega, karena saya mendapatkan tempat untuk berkeluh kesah. Saya diterima baik dan tidak menjadi bahan perundungan. Mungkin, teman saya ini sudah punya cucu sekarang. Karena, orang di kampung saya nikah pada usia muda.

 

          “Kerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr”

          “Kurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr”

          “Serrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr”

 

          Itu adalah beberapa kata yang saya ucapakan selama saya duduk di bangku SD. Kapan pun dan di mana pun, saya akan berusaha untuk mengucapkan kata tersebut. Memang, bukanlah hal mudah untuk mampu bicara R. Ibarat kata, anda berusaha meluruskan per baja dengan tangan kosong. Sebuah “hil yang mustahal” kata almarhun pelawak Srimulat Asmuni. Tidak mungkin terjadi. Namun, ketekunan saya telah membuktikan bahwa CADEL BISA BICARA NORMAL. Asal, ia mau merubahnya dan tekun mempelajarinya.

 

          “Oh pantes, lidahnya pendek!”

 

          Sebuah kalimat yang lazim diucapkan banyak orang. Saat, mendengar orang yang tidak mampu bicara R. Siapa bilang? Saya juga mempunyai lidah yang pendek kok. Tetapi, saya mau merubahnya. Saya mau hidup dengan bicara R yang normal, ketika dewasa dan punya anak. Namun, jika anda pasrah dan menjadikan sebuah anugerah dari Allah SWT, itu masalah lain.

          Kalimat di atas juga sering melemahkan jiwa dan semangat para cadel. Sepertinya, jika anda berlidah pendek dan anda cadel. Maka, sampai tua pun tetap cadel. Sekali lagi, perubahan tergantung pada masing-masing orang. Kalau si cadel ingin bicara R normal, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin bicara R kapan pun dan di mana pun.

 

          Kuncinya, ia mau tetap cadel terus atau bicara R normal. Si Cadel yang menentukannya.      



Thursday, July 1, 2021

PERESMIAN PABRIK DAUR ULANG BOTOL PLASTIK PET TERBESAR DAN TERMUTAKHIR DI INDONESIA

  

PT. Veolia Services Indonesia yang berlokasi di Pasuruan Jawa Timur (Sumber kabarpos)

 

 

 

          Sampah, khususnya sampah plastik masih menjadi masalah serius di Indonesia. Karena, sampah plastik tidak bisa terurai hingga ratusan tahun. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk #BijakBerplastik dalam penggunaan plastik, khususnya plastik sekali pakai.

          Perusahaan swasta Danone-AQUA sebagai pelopor kolaborasi dan partisipasi konsumen, mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang perusahaan gunakan di tahun 2025, menuju penyelesaian sampah plastik di Indonesia.

          Perlu diketahui bahwa Gerakan Bijak Berplastik sudah berjalan selama 3 tahun. Dan, terus menciptakan inisiatif demi mendukung terciptanya ekonomi sirkular. Oleh sebab itu, melalui 3 pilarnya, Danone-AQUA berupaya untuk melakukan aksi pengumpulan, edukasi dan inovasi. Danone-AQUA terus bergerak demi mendukung agenda pemerintah, dalam menangani sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

          Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai implementasi program #BijakBerplastik, yaitu 1) Kurangi pemakaian plastik yang tidak perlu; 2) Plastik yang anda pakai bisa digunakan kembali; 3) Pilah jenis sampah dengan memisahkan plastik yang bisa didaur ulang; dan 4) Daur ulang sampah plastik, dengan memastikannya dapat sampai ke tempat daur ulang. Sejak tahun 2013, Danone-AQUA telah mulai memproduksi botol plastik kemasannya dengan material daur ulang. Ini merupakan inisiatif pertama di Indonesia.   

 

Botol plastik PET yang siap didaur ulang (Sumber: dokumen pribadi)

 

DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK

 

          Bersyukur sekali, sampah plastik khususnya botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis. Bahkan, mampu menciptakan ekonomi sirkular (circular economy). Maka, Danone-AQUA mendorong penguatan ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular di Indonesia, bekerja sama dengan PT. Veolia Service Indonesia.

          Sebagai informasi bahwa PT. Veolia Services Indonesia merupakan perusahaan global yang berbasis di Perancis. Perusahaan tersebut mempunyai pengalaman dan keahlian yang kuat dalam teknologi daur ulang plastik.

          Danone-AQUA sangat mendukung PT. Veolia Services Indonesia dengan adanya Peresmian Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Terbesar dan Termutakhir di Indonesia. Memanfaatkan teknologi termutakhir, keberadaan pabrik ini mendukung upaya Danone-AQUA untuk meningkatkan kandungan daur ulang botol plastik hingga 3X dari yang ada saat ini pada tahun 2022. Pabrik tersebut dibangun di atas lahan lebih dari 7.000 m2, yang merupakan salah satu tenant kawasan industri PT. SIER Pasuruan Jawa Timur.

 

PT. Veolia Services Indonesia (tampak dari udara) (Sumber: Inews)

 

          Didukung oleh Danone-AQUA, fasilitas daur ulang yang ada I pabrik tersebut  merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular. Serta, meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Indonesia. Nantinya, proses daur ulang menjadi lebih efisien dengan skala yang lebih besar untuk mengumpulkan, menyeleksi dan mengelola proses plastik.

 

"Veolia Indonesia berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah dalam mengatasi permasalahan plastik. Oleh karena itu kami telah memutuskan untuk membangun Pabrik Daur Ulang Plastik PET di Indonesia. Untuk mengamankan bahan baku dalam operasi kami, kami akan bekerja dengan aktor pengumpulan sampah plastik di beberapa kota di Indonesia dan diharapkan untuk mengembangkan model pengumpulan inklusif yang dapat memberdayakan sektor informal" (Beritasatu/22/32019)

 

          Pernyataan dari President Director of PT. Veolia Services Indonesia, Sven Beraud-Sudreau di Pasuruan, Kamis (21/3/2019) memberikan gambaran penting. Bahwa, kontribusi pihak swasta sangat perlu untuk memberikan andil mengurangi kuantitas sampah plastik dan menjadikan Indonesia Bersih. Bahkan, Misi PT. Veolia Services Indonesia sangat mulia, yaitu menghilangkan plastik polusi di Indonesia pada tahun 2040.

 

PERESMIAN PABRIK

 

          Menurut Menteri Perindustrian RI menyatakan bahwa tahun 2022, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT 6-20. Di mana, salah satu topik penting adalah perlunya keberadaan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

          Pemerintah mendorong perlunya pembangunan industri dengan konsep industri hijau yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sampah yang berdaya guna (nilai ekonomi). Agar, terjadinya sirkular ekonomi dan sumber daya akan terus dimanfaatkan dalam sebuah lingkaran ekonomi.

          Perlunya mengolah kemasan produk sekali pakai yang bisa menjadi produk bernilai tambah. Hal tersebut perlu diperhatikan oleh para pelaku industri. Di mana, di Indonesia mempunyai 600 industri skala kecil dan 700 industri skala besar. Dengan adanya pengolahan penciptaan produk bernilai tambah, maka mampu menghasilkan pemasukan sebesar Rp10 triliun per tahun. Investasi sendiri mampu mendongkrak pemasukan sebesar Rp7,5 triliun per tahun.

          Saat Pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,71% pada kuartal pertama 2021. Diharapkan, mampu tumbuh titik positif pada kuartal kedua 2021. Karena, para pelaku industri melakukan proses pendaurulangan sampah plastik. Apalagi, bangsa Indonesia sangat terbuka dengan adanya investasi asing dalam hal daur ulang sampah plastik.

          Nilai investasi nasional bidang industri sebesar Rp219,7 triliun masih dinilai baik. Dalam sector manufaktur, bangsa Indonesia memiliki PMI (Purchasing Manufacture Indeks) di bulan Mei 2021 sebesar 55,3 (di atas 50). Hal ini menunjukan bahwa industri manufaktur Indonesia dalam level ekspansif, bahkan agresif.

          Bersyukur, akhirnya masalah daur ulang sampah botol plastik PET skala raksasa menemukan solusi. Pabrik daur ulang milik PT. Veolia Services Indonesia diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. Peresmian PT. Veolia Services Indonesia dilakukan secara virtual dan disiarkan secara langsung di channel Youtube AQUA Lestari pada hari Rabu, 30 Juni 2021, Pukul 10.00-12.00 WIB.

 

Poster acara peresmian pabrik daur ulang PT. Veolia Services Indonesia (Sumber: Danone-AQUA)

 

          Adapun, acara peresmian pabrik daur ulang tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat penting, seperti:

1.     Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. selaku Menteri Perindustrian RI.

2.     Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. selaku Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Drajad Irawan.

3.     H.M. Irsyad Yusuf, SE., MMA. Selaku Bupati Pasuruan Jawa Timur.

4.     Rosa Vivien Ratnawati, SH. MSD selaku Direktur Jendral Pengolahan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PLSB3) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.  

5.     Connie Ang selaku President Director of Danone-AQUA.

6.     Sven Beraud-Sudreau selaku President Director of Veolia. 

 

Peresmian pabrik PT. Veolia Services Indonesia secara virtual oleh Menteri Perindustrian RI Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. (Sumber: Youtube AQUA Lestari/diolah)

 

Penandatanganan prasasti pabrik PT. Veolia Services Indonesia oleh Menteri Perindustrian RI Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. (Sumber: Youtube AQUA Lestari/diolah)

 

          Yang menarik dari peresmian pabrik daur ulang tersebut adalah kemampuan PT. Veolia Service Indonesia mendaur ulang botol plastik sebanyak 25 ribu ton per tahun. Semoga tahun 2025, sampah plastik yang mengalir ke laut mampu berkurang sebanyak 70%.

 

Bagian pengolahan daur ulang PT. Veolia Services Indonesia (Sumber: industry.co.id)

 

          Danone-AQUA sangat mendukung atas kehadiran fasilitas tersebut dengan menjadi konsumen terbesar pemasok PET untuk didaur ulang. Fasilitas tersebut juga merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular. Serta, meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Indonesia.  

          Pembangunan pabrik daur ulang plastik ini juga sebagai bentuk kontribusi PT. Veolia Services Indonesia dan Danone-AQUA dan pada aspek sosial dan lingkungan, termasuk untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih.

Tuesday, June 29, 2021

TANTANGAN DAN PELUANG INDUSTRI HULU DEMI MENGGAPAI MINYAK 1 JUTA BOPD DAN GAS 12 BSCFD TAHUN 2030

 

Platform pengeboran gas offshore Buntal/5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. (Sumber: SKK Migas)

 

            Energi menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Berbagai aktivitas manusia tidak bisa lepas dengan manfaat energi. Khususnya, energi migas (minyak dan gas bumi) masih dibutuhkan oleh manusia. Seperti pengadaan bahan bakar kendaraan bermotor, elpiji dan lain-lain.

            Semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan energi migas semakin bertambah. Meskipun, pemerintah gencar untuk penciptaan EBT (Energi Baru Terbarukan). Namun, ketergantungan akan energi migas tidak bisa hilang begitu saja. Justru, kebutuhan akan energi migas tetap meningkat.

            Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), persentase penggunaan energi migas terus menurun dari 63% tahun 2018 menjadi 44% tahun 2050. Namun, pertumbuhan konsumsi energi yang terus meningkat menyebabkan volume kebutuhan energi migas makin meningkat.

            Cadangan migas nasional tahun 2018, minyak sebesar 2,5 BSTB (Billion Standard Tank Barrel/miliar standar barel tangki) dan gas sebesar 50 TSCF (Triliun Standard Cubic Feet/Triliun Standar Kaki Kubik). Sedangkan, kebutuhan energi nasional (di dalamnya berupa migas) pada tahun 2020 sebesar 287,1 MTOE (Million Tonnes of Oil Equivalent/Setara Juta Ton Minyak). Tahun 2030, kebutuhan energi diprediksi mencapai 500 MTOE.  Kemudian, tahun 2050 membutuhkan energi sebesar 1.012 MTOE.

            Total kebutuhan minyak saja, per harinya mencapai 1,4 juta barel. Dan, Pemerintah masih mengimpor 600 ribu barel untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Hal ini dilakukan karena selama dua dekade terakhir, Indonesia belum menemukan cadangan migas yang mencukupi.

            Produksi minyak nasional mengalami tren penurunan sejak tahun 1998. Sedangkan, produksi gas nasional mengalami hal serupa sejak tahun 2010. Meskipun, tahun 2013 pernah mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya (lihat grafik).

 

Produksi migas nasional tahun 1966-2019 (Sumber: SKK Migas)

 

            Untuk menciptakan ketahanan energi nasional, maka Pemerintah mempunyai rencana jangka panjang. Di mana, Indonesia harus mampu menggapai produksi minyak sebesar 1 juta BOPD (Barrel Oil Per Day/Barel Minyak Per Hari) dan produksi gas bumi sebesar 12 BSCFD (Barrel Standard Cubic Feet Per Day/Barel Standar Kaki Kubik Per Hari) tahun 2030. Investasi yang dikeluarkan di industri hulu migas untuk mencapai 1 juta BOPD dan 12 BSCFD sebesar USD187 miliar.

            Menurut Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) (Bisnis.com/31/12.2020), realisasi lifting minyak penghujung tahun 2020 sebesar 706.000 BOPD. Tercapai 100,2% melampaui target APBN Perubahan (APBN-P) yang ditetapkan sebesar 705.000 BOPD.  Sedangkan, lifting (salur) gas sebesar 5.461 BSCFD (98,3%), masih di bawah target APBN-P sebesar 5.556 BSCFD.

TANTANGAN DAN PELUANG

            Banyak tantangan terjadi pada industri hulu migas. Pertama, lokasi cekungan yang bergesar dari darat ke laut. Khususnya, laut dalam di kawasan timur Indonesia yang minim infrastruktur pendukung, masih menjadi tantangan besar.

            Kedua, kondisi global mempengaruhi industri hulu migas Indonesia. Seperti, 1) Tingkat pengendalian pandemi Covid-19. Pembiayaan global untuk investasi hulu migas masih terbatas dan kompetitif; 2) Fluktuasi harga minyak; 3) Tren investasi global, di mana semakin intensifnya ke EBT (Energi Baru Terbarukan); 4) Indeks daya saing industri hulu Indonesia relatif rendah; dan 5) Berbagai negara memberi fasilitas fiskal untuk industri migas yang lebih menarik.

            Ketiga, faktor birokrasi, yaitu: 1) Rumitnya perizinan; 2) Tumpang tindih (overlapping) antara peraturan pusat dan daerah; 3) Rezim fiskal; 4) Ketidaktersediaan data; 5) Hambatan di daerah operasi; 6) Kendala akuisisi lahan; 7) Proses monetisasi migas yang semakin lama; dan 8) Ketakutan mengambil keputusan (kriminalisasi kebijakan).

            Tantangan-tantangan tersebut menjadi hambatan proses industri migas. Oleh karena itu, para pelaku industri migas menginginkan harapan baik berupa: 1) Kepastian hukum; 2) Ketersediaan dan keterbukaan data; 3) Fleksibelitas sistem fiskal; 4) Sistem perpajakan bersaing 5) Insentif dan Penalty.

            Di balik tantangan besar, ada peluang yang menggiurkan.  Indonesia mempunyai 128 cekungan. Sudah berproduksi 20 cekungan, penemuan belum berproduksi 8 cekungan, indikasi hidrokarbon 16 cekungan, belum ada penemuan 14 cekungan dan belum dibor 70 cekungan. Berarti, masih ada 108 cekungan untuk menambah cadangan migas Indonesia. Cekungan tersebut mampu memproduksi 3,8 BBO (Billion Barel Oil/Miliar Barel Minyak) minyak dan 77 TCF (Triliun Cubic Feet/Triliun Kaki Kubik) gas. Mempunyai 185 WK (Wilayah Kerja) sebesar 750.000km2: 90 WK Produksi dan 95 WK Eksplorasi. 

            Sumber daya migas Indonesia menarik investasi atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan produksi. Salah satu misi SKK Migas yaitu melakukan sinergi dengan pemangku kepentingan dan KKKS untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas Indonesia. Dengan demikian, SKK Migas mempunyai tanggung jawab besar menambah KKKS untuk meningkatkan produksi migas dalam negeri.

            SKK Migas membentuk Unit Percepatan Proyek untuk memberikan dampak signifikan bagi penerimaan negara. Per 31 Maret 2021, ada 4 proyek hulu migas sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total investasi sebesar USD37,21 miliar. Dan, menambah produksi minyak dan kondensat sebesar 65.000 BOPD dan gas sebesar 3.484 BSCFD.

            Adapun, 4 PSN tersebut adalah: 1) Proyek Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC); 2) Proyek Indonesia Deep Water (IDD) di Selat Makassar, Kalimantan Timur oleh Chevron Makasar Limited (CML); 3) Proyek Abadi di Laut Arafura, Maluku oleh Inpex Masela, Ltd.; dan 4) Proyek Tangguh Train-3 di Bintuni, Papua Barat oleh BP Berau Ltd.

TATA KELOLA

            Langkah brilian SKK Migas untuk meningkatkan produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD tahun 2030 adalah menciptakan tata kelola organisasi menjadi lebih baik. Yaitu: 1) Mempertahankan status Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) atas Laporan keuangan SKK Migas tahun 2019; 2) Menyelesaikan 32 KKKS sebagai pilot project Subsurface Database Management System (SDMS) dari target sebanyak 15 Kontraktor KKS; 3) Proses persetujuan atas POD (Plan Of Development), AFE (Authorization For Expenditure) dan Pengadaan lebih optimal sesuai tata waktu yang ditetapkan dalam PTK (Pedoman Tata Kerja); dan 4) Efisiensi penyelesaian dokumen persetujuan untuk mendorong percepatan proyek hulu migas. Contoh, proses persetujuan POD yang membutuhkan waktu rerata 9 hari dari waktu 31 hari kerja.

            Tahun 2019, SKK Migas melakukan transformasi untuk meningkatkan kapabilitas organisasi dan SDM. Ada 5 langkah transformasi SKK Migas, yaitu: 1)  Clear Vision, meningkatkan capaian existing  tahun 2019 sebesar 746 ribu BOPD. Dan, peningkatan produksi gas 12 BSCFD; 2) Smart Organization, mengisi satuan kerja organisasi dengan SDM unggul dan kompeten demi pelayanan lebih baik; 3) One Door Service Policy (ODSP), layanan perizinan lebih cepat dalam 4 klaster perizinan dari berbagai unit dalam satu wadah ODSP; 4) Commercialization, aktif membantu KKKS, agar komersialisasi proyek lebih cepat; dan 5) Digitalization, mendigitalisasi semua proses dengan meluncurkan Integrated Operation Center (IOC) tahun 2019.

            Ada 5 modul dalam IOC, yaitu: 1) Dashboard Oil & Gas: Production, Lifting & Stock; 2) Plant Information Management System; 3) Realtime Drilling Operation; 4) Facility Maintenance & Project; dan 5) Vessel Tracking Information System.

 

Diagram Integrated Operation Center (IOC) (Sumber: SKK Migas)

 

            SKK Migas menyusun Rencana Strategis Industri Hulu Migas 2020-2030 yaitu Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 tahun 2019. IOG 4.0 menjadi kerangka kerja dalam proses transformasi SKK Migas untuk menggapai produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD.

            Juga, SKK Migas telah menetapkan 4 strategi, yaitu: 1) Mempertahankan tingkat produksi existing, seperti: pemboran tahun 2021: 76/616 (12%) sumur pengembangan, 143/615 (23%) Work Over (pekerjaan ulang sumur yang ada) dan 5.478/25.431 (22%) Well Service (perawatan sumur); 2) Akselerasi transformasi sumber daya dan menjadi cadangan migas, seperti potensi persetujuan POD tahun 2021: 39 POD/OPL (Optimasi Pengembangan Lapangan) untuk menambah cadangan minyak 1,58 BBOE; 3) Mempercepat pelaksanaan Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti proyek Field Trial EOR di Lapangan Tanjung Jatibarang dan Gemah; 4) Eksplorasi untuk penemuan besar, seperti  pemboran tahun 2021: 6/48 sumur eksplorasi (13%), Reprosesing data 2D seismik (WK Jambi Merang), dan lain-lain.

 

4 strategi SKK Migas untuk pencapaian produksi migas tahun 2030 (Sumber: SKK Migas)


            Keterlibatan Bank BUMN/BUMD di industri Hulu migas berkontribusi meningkatkan produksi migas. Keberadaan dana ASR yang disiapkan KKKS di Bank BUMN/BUMD saat pasca operasi sangat penting. Digunakan untuk kegiatan penutupan sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan fasilitas produksi & fasilitas penunjang untuk dapat dioperasikan kembali. Akhir 2019, cadangan dana ASR di 3 Bank BUMN (BNI, Bank Mandiri dan BRI) mencapai USD1,42 miliar.  

            Kinerja SKK Migas sangat signifikan  untuk pencapaian produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di tahun 2030. Menurut Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman menyatakan bahwa capain tahun 2020 adalah investasi hulu migas mencapai US$10,21 miliar. Serta, pengendalian cost recovery (pengembalian biaya operasi) sebesar US$ 8,12 miliar sesuai dengan target pemerintah.  Penerimaan negara dari migas mencapai US$8,4 miliar (141%) dari target sebesar US$5,86 miliar. 

            Juga, SKK Migas menyelesaikan 15 proyek onstream (135%) dari 11 proyek onstream yang ditargetkan. Berpotensi menambah produksi minyak sebesar 9.182 BOPD dan gas sebesar 111 MMSCFD. Dan, menuntaskan Heads of Agreement (HoA) transisi Blok Rokan dengan KKKS PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) pada 28 September 2020.  Maka, pemboran bisa dilakukan untuk menjaga produksi Rokan sampai kontraknya habis.

            Terakhir, per 31 Maret 2021, investasi hulu migas sebesar  USD2,4 miliar (19,4%) dari USD12,38 miliar. Sedangkan, lifting migas setara 1.665,2 ribu BOEPD dengan rincian: minyak sebesar 676,2 ribu BOPD (96%) dari 705 ribu BOPD dan gas sebesar 5.539 ribu BSCFD (98,2%) dari 5.638 ribu BSCFD.  

            Melihat pencapaian SKK Migas kuartal I 2021, maka menggapai minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD tahun 2030 diyakini bisa terbukti. Apalagi, SKK Migas telah melakukan tata kelola industri hulu migas lebih baik. Sehingga, investasi migas meningkat untuk menambah cadangan migas dalam negeri.

LGBT, Perilaku Manusia Melawan Hukum Alam

  Warna-Warni yang melambangkan kaum LGBT (Sumber: shutterstock)         "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil ber...