Showing posts with label Ramadhan 2018. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan 2018. Show all posts

Tuesday, June 12, 2018

Bokong Sang Monyet



Monyet asik memamerkan bokongnya (Sumber: dokumen pribadi)


Pulau Bali mempunyai beberapa Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang mengandalkan kegemasan tingkah laku para simpanse atau monyet seperti Pulaki, Pancasari, Alas Kedaton dan Sangeh dan lain-lain. Tingkah laku para monyet yang bisa bersahabat dengan manusia membuat gemas siapapun ingin mengabadikan tingkah lakunya.
Tapi, kadangkala tingkalh laku para monyet tersebut justru membuat lucu atau konyol bagi manusia.   Kemarin saya menyempatkan untuk jalan-jalan ke Jembatan Tukad Bangkung yang berada di kawasan Petang Plaga Badung. Akses dari Kota Denpasar ke Jembatan Tukad Bangkung tersebut pastilah melewati DTW Sangeh yang terkenal dengan penghuninya para monyet.
Tingkah laku yang menggemaskan para monyet membuat setiap orang untuk mengabadikan dalam jepretan kamera. Menarik, mulai siang hingga sore para monyet tersebut memamerkan kegemasannya di hadapan orang-orang atau pengendara yang lewat di jalur jalan raya Denpasar-Plaga. Kebetulan, kawasan hutan Sangeh berbatasan langsung dengan jalan raya utama.
Seperti kawasan monyet di tempat lainnya, yang memamerkan kegemasannya bukan hanya untuk adu pose tetapi bermaksud untuk mendapatkan berkah makanan dari orang yang lewat. Sayangnya, ketika sumber makanan dianggap kurang stok maka sekawanan monyet tersebut menyeberang jalan raya. Di seberang hutan Sangeh tersebut banyak rumah penduduk dan warung makan yang menawarkan kuliner khas Bali.
Lucunya, sekawanan monyet yang sering menyeberang jalan raya tersebut adalah para monyet yang berbadan gempal atau yang sudah dewasa. Mereka tidak segan-segan untuk mencuri makanan di rumah atau warung makan penduduk sekitarnya. Tentu, kondisi ini sangat menggangu para pelanggan dan bisa merugikan usaha kuliner.
Para pemilik warung makan yang berdiri di sepanjang jalan raya terbiasa dengan keadaan di mana para monyet sering mencuri makanan. Untuk menghalau para monyet, penduduk atau pemilik warung menggunakan alat sederhana atau ketapel. Dan, alat tersebut sangat berhasil. Saya sering berpikir bahwa monyet begitu takut sama ketapel.
Kemarin, saya menyempatkan mampir di tempat tersebut. Kebetulan sekawanan monyet besar menyeberang jalan. Mereka menjahili rumah penduduk. Tidak ketinggalan, warung makan pun menjadi sasaran kerakusan para monyet. Ada yang hendak mencuri atau habis menggasak makanan yang dijual di warung makan.
Saya menyakasikan bagaimana tingkah laku para monyet lari tunggang langgang setelah ditembak pakai ketapel berkali-kali oleh sang pemilik warung makan.
Semua orang tahu bahwa tingkah laku monyet hampir mirip seperti manusia. Maka, mereka pun lari terbirit-birit setelah dihalau ketapel sang pemilik warung makan. Tetapi, banyak juga yang memamerkan gigi putihnya (menyeringai) sebagai tanda marah alias tidak terima. Ada juga yang lari tunggang langgang dan bersembungi di tempat yang aman, kemudian mencuri lagi saat sang pemilik warung makan lengah.
Tapi, ada yang lucu saat sang monyet ditembak ketapel pemilik warung. Tingkah laku sang monyet justru nyebelin, bahkan tergolong mengejek sang pemilik warung makan. Sang monyet justru berhenti dan memamerkan sambil menepuk-nepuk bokong ke pemilik warung makan. Sepertinya sang monyet berkata bak jagoan terminal, “hai, baru punya warung makan aja udah belagu banget lu. Lagian muka lu kayak pantat gue, mony**t!”.
Eladalah … berani banget monyet itu. Bahkan, merasa tersinggung, sang pemilik warung makan  berusaha melepaskan isi ketapel lagi. Kini, gantian sekawanan monyet berusaha mencuri harta pemilik warung makan secara bergantian.  Dan, tingkah laku sekawanan monyet tersebut rame-rame pamer bokongnya yang seksi. Kini, sang pemilik warung tidaklah marah tetapi sambil tertawa nyeletuk sendiri, “naskeleng, bojog cicing!”. Artinya apa, silahkan tanya sama orang Bali, pasti bikin ketawa dan mengerutkan dahi.
Sambil melihat tingkah laku para monyet yang dihalau ketapel sang  pemilik warung makan, saya bergumam sendiri, “dasar lu emang m**yet!”


Artikel ini juga tayang di Kompasiana


Mengatur Stamina Tubuh Agar Puasa Tetap Lancar dan Menyenangkan




Olahraga ringan saat puasa akan membuat badan tetap fit 
(Sumber: dokumen pribadi) 


Banyak kalangan berpendapat bahwa puasa bisa mengambat kinerja. Juga, banyak alasan yang mendasari bahwa kualitas dan kuantitas pekerjaan berkurang ketika menjalankan ibadah puasa. Kenyataannya, tidak semuanya benar anggapan tersebut. Karena, dengan berpuasa justru melatih atau membentuk kondisi badan lebih segar dari bulan-bulan sebelumnya.
Lantas, bagaimana cara untuk menjaga stamina tubuh agar puasa tetap lancar dan aktivitas pekerjaan tidak terganggu? Hal yang pertama diperhatikan adalah asupan nutrisi yang terkandung pada makanan saat anda melakukan makan sahur. Syarat makanan sehat tentunya menganut konsep 4 sehat 5 sempurna. Kombinasi karbohidrat, daging, sayuran, buah-buahan dan susu harus seimbang saat masuk ke dalam tubuh anda.

Kandungan Air Cukup Dalam Tubuh
Hal terpenting saat puasa adalah tubuh harus mengandung cukup air saat melakukan ibadah puasa. Oleh sebab itu, mengkonsumsi cukup air minum serta makanan lain yang mengandung unsur air sangat disarankan seperti buah-buah atau juice buah-buahan. Dengan kandungan air yang cukup maka anda tidak mudah mengalami dehidrasi atau kekurangan air saat menjalankan ibadah puasa.  Karena, dengan dehidrasi maka aktivitas tubuh anda akan sedikit terganggu. Akibatnya, pekerjaan anda tidak bisa diselesaikan dengan baik.


Melakukan gerakan ringan agar badan tidak kaku dan membantu stamina badan tetap terjaga (Sumber: dokumen pribadi)


Saat menjalankan puasa juga disarankan tetap melakukan gerakan tubuh atau olahraga sepereti biasanya. Melakukan gerakan ringan seperti jalan santai yang tidak menguras keringat merupakan kegiatan yang bisa menjaga stamina tubuh. Karena, ketika tubuh malas olahraga justru membuat tubuh mudah lelah dan tidak fit. Melakukan pemanasan tubuh (warming up) seperti melakukan gerakan tangan, kaki dan kepala akan membuat stamina tubuh tetap terjaga. 
Meskipun puasa, saya tetap melakukan aktivitas jalan-jalan (traveling). Mengkonsumsi cukup air minum saat sahur memberikan cukup air minum. Tetapi, saya menghindari gerakan tubuuh yang berlebihan untuk menghindari keluar keringat secara berlebihan saat berpuasa. Keringat yang berlebihan akan menyebabkan tubuh mudah lelah. Serta, saat kandungan air berkurang secara drastis maka suhu tubuh akan mudah  meninggi. Oleh sebab itu, saya tetap melakukan gerakan yang ringan dan menyenangkan untuk membuat kondisi badan tetap sehat dan semangat.


Menjaga stamina tubuh agar puasa tidak mengganggu traveling (Sumber: dokumen pribadi)


Waktu Olahraga
Melakukan olahraga saat puasa juga perlu memperhatikan waktunya. Saat melakukan olahraga tubuh biasanya dilakukan saat pagi hari ketika kondisi tubuh masih mempunyai stamina yang baik dan sore hari menjelang saat berbuka puasa. Bagaimana dengan siang hari? Sebenarnya tidak masalah bagi anda yang terbiasa berolahraga saat siang hari.
Tetapi, hal yang perlu diperhatikan saat olahraga di siang hari adalah perlunya olaharga ringan dan hindari dengan kontak matahari langsung dalam waktu  yang lama. Sinar matahari  yang memancarkan secara langsung ke tubuh akan mengakibatkan proses dehidrasi lebih cepat dari biasanya. Dan, rasa haus karena efek dehidrasi bisa terjadi tiba-tiba. Kondisi inilah yang bisa mengakibatkan stamina anda drop saat melakukan ibadah puasa. Akhirnya, pekerjaan pun menjadi terganggu.
Menurut saya, untuk menjaga stamina tubuh tertap terjaga bisa diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan saat makan sahur. Kandungan air yang terdapat pada buah-buahan sangat membantu tubuh untuk menghindari perasaan cepat haus. Bila perlu, anda bisa mengkonsumsi zat-zat penambah vitamin dan energi yang tersedia di berbagai toko atau apotik. 


Buah-buahan mengandung air sangat cocok untuk menjaga stamina tubuh (Sumber: dokumen pribadi)



Jadi, olahraga bukanlah penghalang bagi anda saat bekerja. Justru dengan berolahraga maka stamina anda akan tetap terjaga. Kuncinya, memperhatikan hal-hal yang telah dibahas di atas. Karena, sejatinya puasa adalah membuat badan kita lebih sehat dan bugar karena 11 bulan sebelumnya lambung anda tidak diberi kesempatan untuk beristirahat mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dan, puasa adalah waktu terbaik untuk mengatur ritme gerakan lambung anda.
Serta, Puasa adalah cara terbaik untuk membuat badan lebih sehat karena mengatur waktu makan. Oleh sebab itu, olahraga menjadi cara untuk menjadikan stamina tubuh tetap prima. Puasa bukan alasan anda menghentikan aktivitas olahraga. Bahkan, olahraga menjadikan hari-hari puasa anda lebih sehat dan menyenangkan.  Yuk, olahraga meskipun puasa!




Artikel ini juga tayang di Kompasiana


Jelajah Indahnya Masjid Raya Baiturrahmah Kampung Jawa Denpasar




Masjid Baiturrahmah atau Masjid Kampung Jawa (Sumber: dokumen pribadi)



Kota Denpasar adalah kota yang berwawasan budaya. Kota yang berada di Provinsi Bali dan merupakan ibukota Provinsi. Tentu, semua kantor pemerintahan Provinsi berada di Kota Denpasar. Sebagai kota urban, maka Kota Denpasar dipenuhi oleh penduduk yang bervariasi. Semua penganut agama atau kepercayaan ada di Kota Denpasar.
Kota Denpasar yang mayoritas penduduknya beragam Hindu telah lama mengembangkan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama bisa menjalankan ajarannya  secara harmonis dan saling berdampingan. Tidak terkecuali umat Islam yang masih menjadi kaum minoritas di Pulau Dewata.  Jadi, keberadaan tempat ibadah baik berupa masjid, mushola atau langgar masih bisa dihitung dengan jari.

Masjid Baiturrahmah
Di kota Denpasar juga mempunyai kampung-kampung yang dikenal dengan suku tertentu layaknya kota-kota lain di Indonesia. Kampung Jawa merupakan sebuah kawasan perkampungan yang berada tidak jauh dari pusat kota Denpasar. Dikenal sebagai Kampung Jawa karena mayoritas dihuni oleh para perantau dari Pulau Jawa yang beragama Islam. Meskipun, banyak juga perantau selain dari Pulau Jawa yang mendiami kawasan tersebut.
Karena, mayoritas penduduknya beragam Islam maka keberadaan masjid menjadi sebuah keharusan. Oleh sebab itu, masyarakat setempat membangun Masjid Raya Baiturrahmah yang menjadi masjid kebanggaan. Masjid yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kampung Jawa. Mengapa? Masjid ini menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang dari Pulau Jawa dan bermaksud hendak melakukan ibadah sholat. Masjid tersebut juga telah mengukir banyak sejarah karena telah didatangi tokoh penting atau para ustad dan kyai yang tersohor. Almarhum KH. Zainudin MZ pernah mengisi acara tausiyah atau pengajian akbar sebelum Masjid Kampung Jawa tersebut dipugar lebih modern sekarang ini.
Beberapa bulan yang lalu, Masjid Kampung Jawa juga menjadi saksi sejarah hadirnya Ustad Abdul Somad yang mengundang perhatian masyarakat Indonesia. Dan, saya menyempatkan hadir untuk mendengarkan tausiyahnya,  di mana kehadirannya diamankan puluhan anggota polisi. Sungguh, sebuah pengalaman yang menakjubkan di Masjid Kampung Jawa ini.
Saat saya bertandang ke sini menjelang buka puasa tiba. Tidak seperti biasanya, karena saya sering mampir di masjid ini jika hendak sholat Jumat atau melakukan perjalanan jauh. Dari kejauhan, suasana sekitar masjid benar-benar semarak. Berbagai macam tenda bisnis perusahaan yang beraneka warna terpasang di bagian depan masjid.  Spanduk atau umbul-umbul semakin kontras terpasang di sekitar masjid. Masjid 3 lantai dengan kubah besar di bagian tengahnya sangat mencolok di antara bangunan atau perkampungan penduduk di sekelilingnya.
Pada hari biasa, hanya lantai satu yang dipergunakan sebagai tempat sholat. Tetapi, saat sholat Jumat atau sholat tarawih di bulan Ramadhan, lantai satu hingga lantai 3 sering dipenuhi oleh jamaah sholat. Bahkan, kadangkala jamaah meluap hingga halaman masjid. Pada hari biasa, kaum wanita bisa sholat di lantai satu di bagian paling belakang sebelah kanan. Tetapi, saat sholat tarawih, kaum wanita menempati lantai tiga.  
Masjid Kampung Jawa ini telah mengalami renovasi dan bergaya modern. Lanai dua dan lantai tiga didesain seperti biasanya. Tidak ada yang unik di bagian ini. Untuk menaikinya, anda menggunakan anak tangga di bagian belakang setiap lantainya.
Saat anda masuk ke lantai satu masjid, anda akan terpukau di bagian depan masjid atau hiasan dinding dekat Imam sholat. Hiasan seni kaca gravir setinggi kurang lebih 7 meter dan Asmaul Husna yang mengelilinginya membuat takjub setiap jamaah sholat.  Mimbar Khotbah yang terbuat dari unsur kayu berwarna kecoklatan semakin keren dilihat. Di bagian atasnya terdapat running text sebagai penanda masjid dan waktu sholat.


Hiasan bagan depan masjid di lantai 1 (Sumber: dokumen pribadi)


Pilar-pilar masjid yang ada di lantai 1 sepertinya terdapat 2 jenis model pilar yaitu pilar yang berhiasan gambar ukir-ukiran dan pilar yang dicat polos berwarna putih. Warna oranye yang  ada pada pilar-pilar bagian depan terlihat mencolok dibandingkan pilar-pilar yang berwarna putih. Bukan hanya itu di bagian pilar-pilar yang berwarna oranye  digelar karpet yang menjadi penanda barisan shaf sholat. Sedangkan, di bagian lainnya dibiarkan polos dengan beralaskan lantai keramik.



Pilar-pilar depan masjid yang berhiaskan ukir-ukiran (Sumber: dokumen pribadi)


Pilar-pilar masjid bagian belakang berwarna polos atau putih
(Sumber: dokumen pribadi)

Dinding masjid semakin indah dengan dihiasi de ngan jendela masjid yang berbentuk mirip kubah kuning yang  terdapat di pelataran kabah di tanah suci Makkah Al Mukaromah.  Jika dilihat sekilas, bentuknya hamper mirip dengan selongsong peluru. Makin keren dengan dihiasi bagian dalamnya  dengan ukiran khas Islami.




Jendela masjid yang unik berbentuk kubah di pelataran kabah 
(Sumber: dokumen pribadi)


Manajemenn masjid memahami benar bahwa jamaah masjid akan membludak di setiap hari raya Islam atau bulan Ramadhan sekarang ini. Untuk memberi kenyamana jamaah, maka masjid telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) disetiap jarak 15 m. Pendingin ruangan model stand up  berwarna putih makin kontras dengan di sekelilingnya.  Pendingin ruangan tersebut justru menjadi hiasan ruangan.



Pendingin ruangan model stand up (Sumber: dokumen pribadi)


Kegiatan bulan Ramadhan
Karena penduduk Kampung Jawa mayoritas beragama Islam, maka setiap perayaan Hari Raya Islam dan bulan Ramadhan menjadi semarak. Pada bulan Ramadhan kali ini, diadakan buka bersama setiap harinya. Menjelang buka puasa jamaah sholat yang berasal dari penduduk sekitar dan musyafir memenuhi ruangan masjid lantai 1. Semua jenis menu buka puasa dihidangkan untuk memberikan kenyamanan orang yang berpuasa. 


Berbuka puasa bersama (Sumber: dokumen pribadi) 


Tidak ketinggalan anak-anak TPA (Taman Peqndidikan Al Quran) dan kaum wanita dewasa yang berada di bagian belakang masjid  juga memenuhi ruangan setiap waktu berbuka puasa. Sementara, di bagian teras depan masijid merupakan bagian bagi anak-anak TPA laki-laki. Mereka juga memenuhi teras depan setiap waktu berbuka puasa.  






Anak perempuan dan laki-laki yang didominasi  anak-anak TPA 
(Sumber: dokumen pribadi)


Masjid Baiturrahmah menjadi tempat syiar Islam yang elegan saat bulan Ramadhan. Setiap orang mendapatkan kenyamanan dalam lingkungan masjid. Masjid yang mempunyai luas tiap lantai kurang lebih 1.200 m2 menjadi tempat yang nyaman untuk mendekatkan manusia pada Allah SWT.
Menjelajah setiap sudut masjid membuat anda betah di dalamnya. Masjid yang telah menorehkan sejarah Islam di mata dunia menjadi tempat untuk menempa generasi Islam selanjutnya. Karena, setiap generasi akan berganti hingga waktu yang terbatas. Kata pesan bijak dari orang tua dalam sejarah Islam, “ma ta’buduna min ba’di?” (Nak, kalau saya meninggal, kamu mau menyembah siapa nak?).  Sesungguhnya Allah-lah yang patut disembah dan kepada-NYA manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya ketika di dunia.

Selamat menunaikan ibadah puasa.





Artikel ini juga tayang di Kompasiana

Monday, June 11, 2018

Bukber Makin Asyik bersama Kerabat




Bukber bareng anak yatim piatu di hotel (Sumber: dokumen pribadi)



(Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah)
Artinya:
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”



Doa di atas adalah doa yang sahih saat berbuka puasa. Doa berbuka puasa yang terdapat dalam Hadist Rasulullah SAW yang selengkapnya dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:



Artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390.

Bukber Jaman Now
Acara berbuka puasa akan semakin seru jika diadakan secara bersama-sama atau yang sering disebut dengan Bukber (Buka Bersama). Banyak kemasan bukber yang didesain semenarik mungkin. Ada yang diselingi dengan musik gaya Anak Jaman NOW, pengajian dan lain-lain. Anda juga sering lihat acara bukber di berbagai stasiun televisi swasta yang dibuat heboh dengan diisi para artis. Namun, acara inti dari semua itu adalah Bukber untuk membatalkan puasa.
Bahkan, banyak perusahaan atau perorangan yang mengadakan bukber menjadi acara yang seru di bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, bukber sudah menjadi acara wajib yang harus dilakukan dari kelas hotel mewah sampai hotel paling bawah (kaki lima).  Formatnya pun beragam, dari acara bukber yang dipadukan dengan pengajian hingga bukber yang sekedar ngumpul bersama teman dan kerabat tanpa acara seremonial.
Acara bukber hendaknya jauh dari kesan mewah hura-hura. Tidak perlu mendatangkan ustadz atau kyai untuk mengisi ceramah sebelum acara bukber dimulai. Dan,  tidak perlu mengundang band-band ternama ala Noah, Wali atau yang lainnya. Bukber sebaiknya menjadi acara berkumpul yang bertujuan untuk menjalin komunikasi.  


Bukber yang meriah di salah satu hotel di Kuta Bali (Sumber: dokumen pribadi)



Saat anak semata wayang menginjak dewasa dan mempunyai dunia  kehidupannya sendiri, maka bukber menjadi ajang untuk menghangatkan hubungan keluarga. Kata pepatah Jawa, “mangan ora mangan sing penting kumpul” (makan tidak makan yang penting berkumpul).  Pepatah Jawa ini bagi saya mengandung pengertian bahwa jika ada waktu untuk menyempatkan berkumpul maka tidak ada alasan untuk merekatkan hubungan dan komunikasi.
Saat bukber bisa menjadi ajang bercerita atau berbagi pengalaman seru yang telah dilakukan seharian. Kadang, di acara bukber bisa menjadi acara curhat atau mencari solusi terbaik bagi sesama.  Tidak perlu menu yang mewah ala resto  mahal atau sajian mewah di hotel berbintang. Bukber sebaiknya menyajikan menu yang bisa mengenyangkan, bisa dinikmati siapa pun dan diperoleh dengan cara yang barokah. Insya Allah acara bukber memberikan banyak manfaat.

Bukber Bersama Orang lain
Saya memahami bahwa bukber menjadi ajang yang sangat bermanfaat bagi siapa saja asal dilakukan dengan niat baik, jauh terkesan foya-foya dan meninggalkan kesan gengsi. Di Hari ketiga puasa Ramadhan tahun 2018, saya menyempatkan diri untuk bukber bersama kerabat dan teman.
Jika ada rejeki lebih, tidak ada salahnya anda mengundang saudara, teman, dan lain-lain biar acar bukber lebih semarak. Kuncinya, bukber wajib dijauhkan dari kesan mewah dan riya’ (pamer). Mengundang orang lain dalam acara bukber bukanlah ajang pencitraan atau mendulang suara bagi yang hendak nyaleg. Bukber perlu dilandasi dengan kemurnian akhlaq dan keikhlasan hati yang mendalam.
Bukber juga bukan ajang memamerkan harta, pakaian bagus, perhiasan bagus ke orang lain. Bukber bukan acara untuk membawa pacar dan pasangan baru untuk ngomporin sang mantan. Karena, bukber hendaknya dijauhkan dari acara duniawi dan balas dendam. Karena, bukber pada dasarnya adalah membatalkan puasa bersama-sama karena seharian berpuasa menahan diri dari lapar, haus, syahwat dan godaan panca indra.
Dengan menu sederhana ala masakan rumahan, saya membatalkan puasa bersama kerabat dan teman. Tidak ada ustadz atau kyai yang menyampakan pengajian atau tausiyah, band terkenal atau musik-musik legendaris. Acara bukber hanya dipenuhi dengan doa dan niat baik. Karena, saya berharap untuk tidak membatalkan puasa sebulan penuh tahun ini. Insya Allah.


Bukber bersama keluarga dan teman (Sumber: dokumen pribadi)


Jadi, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengadakan bukber saudara, keluarga, kerabat atau teman. Tentu, bukan sekedar hura-hura atau menciptakan gengsi jika bukber diadakan di sebuah hotel atau restoran mewah. Nih, beberapa manfaat Bukber (menurut bidanku.com) yang bisa anda peroleh jika diniati dengan kebaikan dan keikhlasan, yaitu:
1.      Memperkuat Tali Silaturahmi. Ini adalah manfaat utama dengan mengadakan acara bukber. Silaturahmi akan terjaga dengan baik dan hangat. Saat pertemuan jarang dilakukan maka bukber menjadi oase pelepasa rindu agar tetap terjalin hubungan dengan baik dengan saudara, sahabat, teman dan lain-lain.
2.      Menciptakan suasana tepat untuk reuni. Ketika persahabatan anda dengan teman-teman lainnya terjalin dengan erat. Dan, banyak kenangan indah yang tidak bisa dilupakan, namun terputus karena perpisahan maka bukber merupakan salah satu ajang yang tepat untuk menciptakan acara reuni. Mempersatukan kembali hubungan dan kenangan yangn telah trcipta bersama dengan orang lain.
3.      Berbagi Rezeki. Setiap manusia mempunyai nasib yang berbeda-beda. Maka, bukber menjadi ajang yang tepat untuk berbagi rejeki dengan orang lain. Ketika anda mengalami rejeki berlebih maka mengadakan bukber dengan orang lain yang bernasib kurang baik merupakan acara berbagi rejeki.
4.      Meningkatkan Kerja Sama. Bukber juga menjadi ajang yang baik untuk meningkatkan hubungan kerjasama dalam segala hal. Pembicaraan yang penting dengan orang lain bisa dibicarakan secara serius atau santai dengan mengadakan acara bukber. Gelak dan tawa menikmati kuliner bukber tanpa terasa meningkatkan kerjasama baik dalam pkerjaan maupun bisnis.
5.      Dan, masih banyak manfaat lainnya yang bisa diperoleh dari acara bukber.
Semoga acar bukber banyak memberikan manfaat yang luar biasa bagi siapa saja. Dengan niat baik dan keikhlasan maka bukber akan memberikan banyak pengaruh bagi yang melakukannya. Saatnya bukber  dilandasi dengan hati bukan karena gengsi dan duniawi. Yuk, bukber!




Artikel ini juga tayang di Kompasiana

Aktivitas Seru Saat Sahur, Jelajah Warung Makan dan Olahraga




Olahraga menjelang makan sahur demi kesehatan badan 
(Sumber: dokumen pribadi)


Saat bulan ramadhan, berbagai stasiun televisi swasta berlomba-lomba merancang program yang menarik untuk meningkatkan jumlah penonton. Berbagai aktivitas seru dilakukan pihak stasiun televisi menjelang dan setelah saat sahur. Program televisi yang bergenre komedi atau lawakan merupakan program favorit untuk menghibur para penonton. Serta, bisa meningkatkan rating yang bermura pada omset bisnis.
Stasiun televisi swasta memahami bahwa program yang seru dan unik akan menarik para penonton untuk bangun pagi dan melakukan aktivitas sahur. Tidak mudah untuk bangun pagi dan makan sahur ketika mata masih mengantuk. Oleh sebab itu, berbagai pihak melakukan beberapa cara agar umat Islam bisa melakukan aktivitas makan sahur. Banyak takmir masjid yang memberikan informasi tentang waktu sahur melalui pengeras suara. Ada juga anak muda atau anak-anak yang berkeliling kampung atau kelurahan  memberikan informasi waktu sahur sambil membunyikan kentongan atau musik lainnya.


Warung Tegal (Warteg), warung makan yang sering buka saat sahur 
(Sumber: tempo.co)


Belanja Menu Sahur
Waktu di kampung, saya paling senang menjelang waktu makan sahur sambil menunggu “obrog” atau “umbul” lewat. Obrog atau umbul merupakan sekumpulan para pemusik yang terkenal di daerah Pantura (pantai Utara Jawa). Hampir mirip dengan music Organ Tunggal. Musik yang menganut khas Tarling (Gitar dan Suling) ala Cirebonan selalu menarik masyarakat. Menarik, musik obrog atau umbul ini membawa perangkat bedug yang bercampur dengan perangkat music khas Tarling. Suara penyanyi lagu Cirebonan yang melengking dari penyanyi wanita mampu membangunkan masyarakat.
Kini, ketika dewasa dan merantau di Pulau Bali dengan agama Hindu mayoritas serta kultur budaya yang berbeda maka aktivitas seru menunggu Obrog atau Umbul adalah suasana yang sangat dirindukan. Salah satu aktivitas seru yang dilakukan saat sahur adalah mengaji untuk mengkhatamkan Alquran meskipun mata masih sedikit ngantuk.
Bukan itu saja, aktivitas seru saat sahur adalah mencari  warung makan untuk menu sahur ketika tidak sempat memasak sendiri. Mencari warung makan yang buka saat anda tinggal di Bali merupakan aktivitas seru dan menantang. Karena, mayoritas perantau beragama Islam yang  membuka warung makan saat sahur.
Anda akan merasa tertantang untuk mencari warung makan  waktu sahur ketika 1 minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Saat inilah para perantau yang mayoritas dari Pulau Jawa mulai melakukan aktivitas mudik (pulang kampung). Bagai mencari jarum dalam jerami, untuk mendapatkan warung makan yang buka saat sahur. Anda perlu kerja ekstra berkeliling kota untuk mendapatkan warung yang buka.  Saya pernah tidak makan sahur karena gagal mendapatkan warung makan yang buka ketika tidak sempat untuk memasak sendiri.

Olahraga Menjelang Makan Sahur
Aktivitas seru menjelang sahur adalah melakukan olahraga atau peregangan otot agar badan tetap fit. Saya merasa bahwa melakukan olahraga menjelang sahur lebih bebas melakukan gerakan apa saja. Saya tidak takut kehilangan cairan karena kelelahan. Karena, jika haus tinggal minum saja.


Melakukan peregangan atau olahraga agar badan tidak kaku 
(Sumber: dokumen pribadi)


Sehabis melakukan olahraga  mengakibatkan badan merasa cape dan kelelahan. Bukan itu saja, rasa lapar pun melanda. Maka waktu makan sahur menjadi lebih semangat. Ya, namanya saja kalorinya sudah terbuang habis. Maka, menikmati santap sahur berasa seperti kelaparan. Yang penting jangan sampai kebablasan.
Melakukan olahraga menjelang makan sahur bukanlah perkara gampang karena harus menjaga waktu tidur. Alih-alih ingin sehat di bulan Ramadhan justru mengurangi daya kesehatan karena kurang tidur. Oleh  sebab itu, melakukan olahraga menjelang makan sahur harus dilakukan dengan kesadaran tinggi. Yang jelas, olahraga menjelang sahur bisa membantu kondisi badan kita tetap sehat di waktu puasa Ramadhan.
Tentu, aktivitas seru saat sahur setiap orang berbeda-beda. Dan, inilah pengalaman saya tentang aktivitas seru menjelang makan sahur dari gagal mendapatkan menu untuk makan sahur sampai melakukan peregangan badan atau olahraga  untuk menjaga badan tetap sehat waktu puasa Ramadhan. Bagaimana dengan aktivitas seru saat sahur anda?




Artikel ini juga tayang di Kompasiana


Inagurasi Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi di Jawa Tengah

  Boiler Biomassa Industri Pertama Berbahan Sekam Padi yang ada di PT. PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Klaten, Jawa Tengah (Sumber: Danon...